Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN WAWANCARA

BIMBINGAN DAN KONSELING


Pendekatan Realita Therapy

LOGO

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM TERPADU


MUTIARA HATI
SD ISLAM TERPADU MUTIARA HATI
Jl Danau Paniai Utara Block C7 J37 Perumnas Sawojajar-Malang
Jl Untung Sudiro Rt 004 Kav 1 Cemorokandang-MalangKATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan panduan
wawancara bimbingan dan konseling untuk SD Islam Terpadu Mutiara Hati Malang.
Panduan wawancara ini telah kami susun dengan maksimal dan kami mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan panduan wawancara ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya
bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah ini.

Malang, Mei 2017


Penyusun

Tc Ahmad Andry B, S.Pd

1
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL..............................................................................................................i

KATA PENGANTAR............................................................................................................ii

DAFTAR ISI.........................................................................................................................iii

A. Sejarah Pendekatan Realita..........................................................................................1

B. Hakikat Manusia..........................................................................................................1

C. Perkembangan Perilaku................................................................................................2

D. Hakikat Peserta Didik..................................................................................................3

E. Mekanisme Pengubahan..............................................................................................5

F. Pedoman Wawancara...................................................................................................5

2
A. Sejarah Pendekatan Realita
Pendekatan realitas dikembangkan oleh William Glasser pada tahun 1925, seorang psikolog
dari California, dalam pendekatan ini, Guru bertindak aktif, directif dan didaktik. Dalam konteks
ini Guru berperan sebagai model bagi peserta didil. Dissamping itu Guru juga membuat kontrak
dengan peserta didik untuk megubah perilakunya.

B. Hakikat Manusia
Manusia digerakkan oleh kebutuhan-kebutuhan dasar yang asalnya bersifat genetik. Semua
prilaku manusia mempresentasikan upaya untuk mengontrol dunia agar memenuhi kebutuhan
dengan sebaik-baiknya. Secara rinci Glasser menjelaskan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia,
yaitu:

1. Kelangsungan hidup (Survival)


Kehidupan fisik ini bertempat di otak tua yang berlokasi di sebuah kelompok kecil
struktur yang terklaster di puncak tulang belakang. Gen orang mengistruksikan otak
tuanya untuk melaksanakan semua kegiatan yang menjaga kelangsungan hidup yang
mendukung kesehatan dan reproduksi. (kebutuhan memperoleh kesehatan, makanan,
udara, perlindungan, rasa aman, dan kenyamanan fisik)

2. Cinta dan rasa memiliki (Love and belonging)


Salah satu kebutuhan psikologis manusia adalah kebutuhannya untuk merasa memiliki
dan terlibat atau melibatkan diri dengan orang lain. Beberapa aktivitas yang menunjukkan
kebutuhan ini antara lain: persahabatan, acara perkumpulan tertentu, dan keterlibatan
dalam organisasi kemasyarakatan.

3. Kekuasaan atau prestasi (Power or achievemen )


Kebutuhan akan kekuasaan (power) meliputi kebutuhan untuk berprestasi, merasa
berharga, dan mendapatkan pengakuan. Kebutuhan ini biasanya diekspresikan melalui
kompetisi dengan orang-orang di sekitar kita, memimpin, mengorganisir, meyelesaikan
pekerjaan sebaik mungkin, menjadi tempat bertanya atau meminta pendapat bagi orang
lain, melontarkan ide atau gagasan dan sebagainya.

1
4. Kebebasan atau kemerdekaan (Freedom or independence)
Kebebasan (freedom) merupakan kebutuhan untuk merasakan kebebasan atau
kemerdekaan dan tidak tergantung pada orang lain, misalnya membuat pilihan (aktif pada
organisasi), memutuskan akan melanjutkan studi pada jurusan apa, bergerak, dan
berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

5. Kesenangan (Fun)
Merupakan kebutuhan untuk merasa senang, dan bahagia. Pada anak-anak, terlihat dalam
aktivitas bermain. Kebutuhan ini muncul sejak dini, kemudian terus berkembang hingga
dewasa. Misalnya, berlibur untuk menghilangkan kepenatan, bersantai, melucu, humor,
dan sebagainya.

C. Perkembangan perilaku
1. Struktur kepribadian
Menurut Glasser ketika seseorang berhasil memenuhi kebutuhannya, orang tersebut telah
mencapai identitas sukses. Pencapaian identitas sukses ini terkait pada konsep 3R, yaitu keadaan
dimana individu dapat menerima kondisi yang dihadapinya, dicapai dengan menunjukkan total
behavior (perilaku total), yakni tindakan (acting), pikiran (thingking), perasaan (feeling), dan
fisik (physiology) secara bertanggung jawab (responsibility), menerima kenyataan (reality), dan
benar (right), adapun konsep 3R yaitu:

a) Tanggung jawab (Responsibility)


Merupakan kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus
merugikan orang lain.
b) Kenyataan (Reality)
Merupakan kenyataan yang akan menjadi tantangan bagi individu untuk memenuhi
kebutuhannya. Setiap individu harus memahami bahwa ada dunia nyata, dimana
mereka harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam rangka mengatasi
masalahnya. Realita yang dimaksud adalah sesuatu yang tersusun dari kenyataan
yang ada dan apa adanya.

c) Kebenaran (Right)

2
Merupakan ukuran atau norma-norma yang diterima secara umum, sehingga
tingkah laku dapat diperbandingkan. Individu yang melakukan hal ini mampu
mengevaluasi diri sendiri bila melakukan sesuatu melalui perbandingan tersebut ia
merasa nyaman bila mampu bertingkah laku dalam tata cara yang diterima secara
umum.
2. Pribadi sehat dan bermasalah
a. Pribadi sehat
Seseorang dikatakan memiliki pribadi sehat yaitu ketika seseorang berhasil
memenuhi kebutuhannya, menurut glasser orang tersebut mencapai identitas
sukses. Pencapaian identitas ini terkait pada konsep 3R, dimana individu dapat
menerima kondisi yang dihadapinya.
b. Pribadi bermasalah
Pribadi bermasalah terjadi ketika seseorang gagal dalam memenuhi
kebutuhannya. Apabila kebutuhan psikologisnya sejak awal tidak terpenuhi, maka
seseorang tidak mendapatkan pengalaman belajar bagaimana memenuhi
kebutuhan psikologis dirinya atau orang lain.

D. Hakikat Peserta didik


Praktek realita terapi dapat dikonseptualisasikan sebagai siklus dalam proses konseling ,
yang terdiri dari dua komponen utama: ( 1 ) membuat lingkungan peserta didik dan ( 2 )
menerapkan prosedur khusus yang mengakibatkan perubahan lingkungan. Seni dalam konseling
realita yakni merancang semua komponen bersama-sama dengan cara memimpin peserta didik
untuk mengevaluasi hidup mereka dan memutuskan untuk bergerak ke arah yang lebih efektif.

1. Sikap, peran dan tugas Guru


Terapi dapat dianggap sebagai proses mentoring di mana terapis sebagai guru dan peserta
didik sebagai siswa. Guru mengajarkan peserta didik bagaimana untuk terlibat dalam evaluasi
diri, yang dilakukan dengan meningkatkan pertanyaan, Apakah perilaku anda dapat
mendapatkan apa yang anda inginkan dan butuhkan? peran Guru adalah tidak membuat evaluasi
terhadap peserta didik tetapi untuk menjadi tantangan bagi peserta didik, memeriksa dan
mengevaluasi perilaku mereka, dan kemudian membuat rencana untuk perubahan. Menghasilkan
hubungan yang lebih baik, meningkatkan kebahagiaan dan kontrol dalam kehidupan mereka
(Wubbolding, 2007).

3
2. Sikap, peran dan tugas peserta didik
Peserta didik bersikap terbuka terhadap Guru dan bersedia menjalani prose konseling,
peserta didik menceritakan masalahnya kepada Guru dan memfokuskan pada apa yang
diinginkannya. Peserta didik mengevaluasi tingkah lakunya sendiri, membuat dan menyepakati
rencana saat peserta didik memutuskan untuk berubah dari tingkah laku gagal ke tingkah laku
yang berhasil.

3. Situasi hubungan
Realita terapi menekankan pemahaman dan mendukung hubungan, atau aliansi terapeutik,
yang merupakan dasar untuk hasil yang efektif (Wubbolding & amp; Brickell, 2005). Meskipun
hubungan terapeutik sangat penting, tidak berakhir dalam dirinya sendiri, dan hal ini tidak secara
otomatis menjadi kuratif atau penyembuhan (Wubbolding et al., 2004).

E. Mekanisme Pengubahan
1. Tahap-tahap peserta didik

a. Guru menunjukkan keterlibatan dengan peserta didik (Be friend)


Pada tahap ini, Guru mengawali pertemuan dengan sikap hangat, dan menaruh
perhatian pada hubungan yang sedang dibangun. Guru harus dapat melibatkan diri
kepada peserta didik dengan mempertlihatkan sikap hangat dan ramah. Hubungan yang
terbangun antara Guru dan peserta didik sangat penting, sebab peserta didik akan terbuka
dan bersedia menjalani proses peserta didikng jika dia merasa bahwa Guru terlibat,
bersahabat, dan dapat dipercaya.
b. Want
Terapi realitas membantu peserta didik dalam menemukan keinginan dan harapan
mereka. Guru bertanya, "Apa yang kau inginkan?", peserta didik dibantu dalam
menemukan apa yang mereka inginkan dari proses peserta didikng dan dari dunia di
sekitar mereka.

c. Doing
Di awal peserta didikng penting untuk mendiskusikan dengan peserta didik secara
keseluruhan arah dari kehidupan mereka. Eksplorasi ini adalah awal untuk evaluasi
4
berikutnya apakah itu adalah arah yang diinginkan. Menanyakan apa yang dilakukan
peserta didik (doing), yaitu:Guru menanyakan secara spesifik apa saja yang dilakukan
peserta didik, cara pandang dalam peserta didikng realita, akar permasalahan peserta
didik bersumber pada perilakunya (doing), bukan pada perasaannya.
d. Evaluation
Respon-respon Guru diantaranya menanyakan apakah yang dilakukan peserta didik
dapat membantunya keluar dari permasalahan atau sebaliknya. Guru menanyakan kepada
peserta didik apakah pilihan perilakukanya itu didasari oleh keyakinan bahwa hal tersebut
baik baginya. Fungsi Guru tidak untuk menilai benar atau salah perilaku peserta didik,
tetapi membimbing peserta didik untuk menilai perilakunya saat ini.
e. Plans
Peserta didik berkonsentrasi membuat rencana untuk mengubah tingkah laku. Rencana
menekankan tindakan yang akan diambil, bukan tingkah laku yang akan dihapuskan.
f. Membuat komitmen
Guru mendorong peserta didik untuk merealisasikan rencana yang telah disusunnya
bersama Guru sesui dengan jangka waktu yang ditetapkan.
g. Tidak menerima permintaan maaf atau alasan peserta didik
Peserta didik akan bertemu kembali dengan Guru pada batas waktu yang telah
disepakati bersama. Pada tahap ini Guru menanyakan perkembangan perubahan perilaku
peserta didik. Apabila peserta didik tidak atau belum berhasil melakukan apa yang telah
direncanakannya, permintaan maaf peserta didik atas kegagalannya tidak untuk dipenuhi
Guru. Sebaliknya, Guru mengajak peserta didik untuk melihat kembali rencana tersebut
dan mengevaluasinya mengapa peserta didik tidak berhasil. Guru selanjutnya membantu
peserta didik merencanakan kembali hal-hal yang belum berhasil ia lakukan.
h. Tindak lanjut
Tindak lanjut merupakan tahap terakhir dalam proses peserta didikng. Guru dan
peserta didik mengevaluasi perkembangan yang telah dicapai, peserta didikng dapat
berakhir atau dilanjutkan jika tujuan yang telah ditetapkan belum tercapai.

5
PEDOMAN WAWANCARA DENGAN PENDEKATAN REALITA
Identitas diri :
Nama :
Tempat Tanggal Lahir :
Alamat :
Jenis kelamin :
Usia :
Agama :

Tahap Pernyataan
Pembinaan Hubungan Baik 1. Assalamulaikum apa kabar ?
2. Bagaimana dikelas tadi?
Identifikasi Keinginan 3. Jika boleh tahu apa yang menjadi keinginan
anda sekolah disini?
4. Jika seperti itu tentunya anda ingin sukses
dalam belajarnya?
5. Oh iya,,,apa anda ingin menjadi pribadi
yang baik dan sukses dikemudian hari?
Identifikasi Perilaku Saat ini Pribadi
6. Apa anda akhir-akhir ini ( Ex : Malas)
kesekolah?
7. Jika seperti itu apa yang menyebabkan anda
Malas untuk sekolah?
Sosial
8. Apakah anda memiliki masalah ( Ex :
tengkar/berkelahi) dengan teman disekolah?
9. Apa yang menyebabkan terjadi permasalahan
tersebut?
Belajar
10. Saya meilihat nilai mata pelajaran (Ex:
matematika) anda tidak lulus KKM ?
11. Jika boleh tahu apa yang menyebabkan nilai
anda tidak lulus KKM?
Karir
12. Apakah anda ingin sukses sekolah disini?
13. Alhamdulillah jika anda ingin sukses dan
tentunya menggapai cita-cita anda
Evaluasi Perilaku Saat ini 14. Apakah perilaku anda saat ini sudah
menunjukkan jika anda ingin menyelesaikan
permasalahan yang anda sampaikan barusan.

6
15. Jika seperti itu apakah anda ingin berubah
menjadi lebih baik dan ingin mewujudkannya?
Perencanaan Perilaku 16. Apakah yang anda lakukan saat ini sehingga
Bertanggung Jawab anda dapat menyelesaikan semua permasalahan yang
anda sampaikan tadi?
17. Menurut anda apa yang akan anda lakukan
jika anda ingin sukses sekolah disini?
18. Apakah menurut anda dengan rencana itu
anda akan sukses sekolah disini?
Penutup 19. Alhamdulillah jika seperti itu , semoga apa
yang anda rencanakan bisa berjalan dengan baik,
semoga Allah selalu bersama kitaamin