Anda di halaman 1dari 1

TheEmpirics of Microfinance Lo tau ape?

Kenapa Negara berkembang tetep miskin dan susah move on? Katanye jurnal sih, secara umum,
kurangnya akses ke kreditmengkredit merupakan salah satu alasannya. Namun,sejak akhir 1970, orang-
orang miskin di negara berkembang, telah mengalami peningkatan akses untuk pinjaman kecil (small
loans ,takut salah ngartiin) dengan bantuan program mikrofinansial (ceilah..).Contohnya bank Graamen
di Bangladesh dan Bank Rakyat di Indonesia. Sistem peminjaman si bank Grameen ini dijadikan contohdi
banyak Negara dansukses menigkatkan angka institusi mikrofinansial.

Menurut PBB mikrofinansial ini juga merupakan pendekatan akan tujuan mereka yaitu mengurangi
jumlah orang miskin. How Why? Ngga dijelasin hehe

1. The Economics of Joint Liability Group Lending


Ngomong2, program mikrofinans ini menyediakan kredit buat orang miskin, baik dengan system
peminjaman grup maupun individual. Makanya, kalo ada satu anggota yg ngga bayar
pinjemannya, anggota lainnya jadi nanggung.Kalongga dibayar yah kedepannya nggadapet
pinjeman.--> lebih efektif untuk screening, monitor, dan enforce sesame anggota.
Yang meningkatkan efektivitas: peraturan tertulis(formal)
Yang menurunkan: - relative-temen, karena bisa delay bayar
- homogenisitas dalam kelompok, bias collude

2. Financial Performance and outreach


Isu mikrofinans yg kedua penting adalah: SUSTAINABILITY nyaa
Meneyediakan microfinans soalnya merupakan costly bisnis karena harga transaksi dan
informasi yang tinggi. Dengan menggunaan SDI (Subsidy Dependence Index) di Yaron,
mengindikasikan seberapa besar bunga yang dichas ke peminjam supaya si institusi dapat
mengkover biaya operasinya.