Anda di halaman 1dari 6

Panduan
Praktis
Berbahasa
 1


Kata Serapan dari Bahasa Asing


Mengapa Realestat dan Estat?

http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/kata‐serapan‐dari‐
bahasa‐asing‐real.html
1
Kendati saya jauh dari rumah pesisir (provinsi Kep. Bangka
Belitung tercinta), tapi urusan perkembangan informasi di sana,
insyaAllah saya usahakan tidak ketinggalan. Karena Bangka Pos
– Media Informasi Daring, senantiasa menemani dimanapun saya
berada ketika dalam jaringan internet. Ketika belajar kata serapan
di laman Petunjuk Praktis – Pusat Bahasa, saya pun mencari
contoh-contoh di laman daring Bangka Pos, dengan demikian
secara tidak langsung saya perlu mengandalkan mesin pencari
Google dalam hal ini. Menarik untuk ditelisik lebih dalam lagi,
menurut saya, pembahasan tentang kata serapan sebelumnya
belum lengkap jika tidak ada pembuktian kebenarannya tersebut.
http://bangkapos.com/ adalah alamat url media informasi
daring di pulau Bangka, sekaligus gerbang informasi bagi
perantau, pelajar, mahasiswa tentang peristiwa yang terjadi di
tribun Bangka Belitung. Saya tidak sedang mengulas tentang
Bangka Belitung ataupun bangkapos.com, tapi saya akan menulis
kembali pelajaran yang saya terima dari Pusat Bahasa tentang
‘kata serapan’. Saya mengetikkan kata kunci ‘Realestat dan Estat’
pada kotak mesin pencari di kanan atas laman bangkapos.com,
syahdan saya mendapatkan ada 10 laman yang berisi kata
tersebut. Berikut di bawah ini adalah sebagian dari kutipan berita
yang ada pada laman bangkapos.com:

• Kawasan perumahan real estate ini menyediakan rumah


mulai tipe 72, 45 hingga 36. (dikutip dari Tribun Bangka)
Panduan
Praktis
Berbahasa
 3


• Menurut Zulkarnain, saat ini sudah ada enam real estate di


Pangkalpinang, namun hunian greenland mengusung
konsep berbeda. Zulkarnain menyebutkan, greenland
memang benar-benar real estate sesungguhnya. (dikutip
dari Smart Shopping)

• Sektor Pertanian, Sektor Perdagangan, hotel, dan Restoran


serta sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahan,
mengalami pertumbuhan tertinggi pada triwulan I tahun
2010. (Dikutip dari Tiga Sektor Ekonomi Babel
Meningkat)

Di bawah ini merupakan penjelasan tentang ‘kata serapan’ yang


saya salin dari laman Petunjuk Praktis – Laman Pusat Bahasa
tentang penggunaan kata yang tepat menurut EYD:

Mengapa Realestat dan Estat?

Beberapa nama permukiman baru, seperti Taman Cipulir Estate


dan Permata Bekasi Real Estate diganti menjadi Estat Taman
Cipulir dan Realestat Permata Bekasi.

Tepatkah penggantian itu? Real estate dan estate berasal dari

http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/kata‐serapan‐dari‐
bahasa‐asing‐real.html
3
bahasa Inggris dan termasuk istilah bidang properti. Dalam
bahasa asalnya, real estate merupakan kata majemuk, yang berarti
'harta tak bergerak yang berupa tanah, sumber alam, dan
bangunan'.

Istilah real estate dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia


menjadi lahan yasan.

Lahan berarti 'tanah garapan', sedangkan yasan dalam bahasa


Indonesia (yang diserap dari bahasa Jawa) berarti 'sesuatu yang
dibuat atau didirikan'.

Penerjemahan itu dilakukan berdasarkan konsep makna istilah


yang dikandungnya, bukan berdasarkan makna kata demi kata.
Contoh penerjemahan serupa terjadi pada kata supermarket yang
dipadankan dengan pasar swalayan. Sementara itu, kata estate
dapat diterjemahkan menjadi bumi, bentala, atau kawasan.

Kata mana yang hendak dipilih ditentukan oleh konteks


penggunaan kata itu. Untuk mengindonesiakan istilah industrial
estate, kita dapat memilih kawasan industri.

Untuk nama perumahan, kita dapat melakukan pilihan secara


lebih leluasa.
Panduan
Praktis
Berbahasa
 5


Harus diakui bahwa pemadanan kata real estate itu dilakukan


setelah kata itu banyak digunakan, termasuk padanan kata untuk
nama kawasan. Sebagai akibatnya, orang sempat berpikir bahwa
kata itu tidak mempunyai padanan.

Hal yang lazim terjadi adalah bahwa kata asing yang tidak
berpadanan itu diserap dengan penyesuaian ejaan dan lafal,
seperti accurate, chocolate, conglomerate, dan dictate yang
masing-masing menjadi akurat, cokelat, konglomerat, dan diktat.
Itu sebabnya orang mengindonesiakan real estate menjadi
realestat.

Bentuk kata yang terakhir itulah yang kemudian dipiIih oleh para
pengusaha di bidang pembangunan rumah tinggal walaupun kata
lahan yasan memiliki makna konsep yang sama.

Lalu, bagaimana pelafalannya? Lafal realestat sama dengan lafal


suku kata yang serupa pada kata akurat, cokelat, konglomerat,
dan diktat, tidak dilafalkan [akuret], [cokelet], [konglomeret], dan
[diktet]. Persoalan selanjutnya ialah mengapa realestat ditulis satu
kata. Kata itu diperlakukan sebagai satu kata karena kita tidak
mempertahankan makna unsur-unsurnya.

Contoh serapan yang demikian adalah kudeta dari coup d'etat,


dan prodeo dari pro deo.

http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/kata‐serapan‐dari‐
bahasa‐asing‐real.html
5
Jika kata realestat itu digunakan untuk nama permukiman,
susunan katanya perlu diperhatikan agar sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia. Misalnya: Realestat Cempaka, bukan Cempaka
Realestat. Akan tetapi, jika ternyata kita mempunyai kata
Indonesia untuk makna konsep istilah asing tertentu, mengapa
kita tidak memilih dan menggunakan istilah Indonesia dengan
rasa bangga.

Bukankah penggunaan kata nama berikut juga indah? Misalnya,


Bumi Kencana Indah, Bentala Sekar Melati, Pondok Mitra
Lestari, dan Puri Kembangan.
(Dikutip dari Petunjuk Praktis – Laman Pusat Bahasa)

Anda mungkin juga menyukai