Anda di halaman 1dari 5

ANALISA DATA

No. Data Etiologi Masalah keperawatan


1. DS : Gangguan Eliminasi Urin
BPH
Pasien mengeluh tidak

bisa buang air kecil Penyempitan lumen uretra
Pasien mengeluh tidak
puas berkemih, sulit Hambatan aliran urin
menahan berkemih,
pancaran urin lemah. Bendungan vesika urinaria
Pasien memiliki riwayat
DM dan hipertensi Tekanan intra vesika

DO : Kontraksi otot detrusor

- Pasien terpasang kateter Ot. Detrusor hipertrof
- Spooling +
Terbentuk devertikel kandung kemih

LUTS

Gejala obstruktif

gg. eliminasi urin
2 DS: Faktor risiko Gangguan rasa nyaman

pasien mengeluh tidak
Perubahan keseimbangan hormon
bisa buang air kecil sejak
pagi ini testosteron
Pasien mengeluh sering
berkemih pada malam Mempengaruhi RNA
hari > 6x/ malam
Pasien mengeluh Poliferasi sel prostat
berkemih cepat sekali
BPH
2x (<2 jam)

Pasien mengeluh tidak
Penyempitan lumen uretra
puas berkemih, sulit
menahan berkemih, Hambatan aliran urin
pancaran urin lemah.
Sering BAK malam hari
DO:
Gangguan pola tidur

Gangguan rasa nyaman

DS: Faktor risiko Risiko Infeksi



pasien mengeluh tidak
Perubahan keseimbangan hormon
bisa buang air kecil sejak
pagi ini testosteron
Pasien mengeluh tidak
puas berkemih, sulit Mempengaruhi RNA
menahan berkemih,
pancaran urin lemah. Poliferasi sel prostat

BPH
DO:
Penyempitan lumen uretra
- PSA menunjukkan 6.55
ng/ml. Hambatan aliran urin
- Hasil uroflowmetry:
a. voiding time 80 det, Bendungan vesika urinaria
b. flow time 87 det,
c. voided volume 170 Statis Urin
cc
Media berkembangnya patogen

Risiko infeksi
DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

No Tanggal Diagnosa Keperawatan Tanda Tangan

1. 03 Juni 2014 Gangguan Eliminasi Urin b.d obstruksi mekanik d.d


sering berkemih pada malam hari, keinginan
berkemih cepat, pancaran urin lemah, sulit menahan
kemih.
2. 03 Juni 2014 Gangguan rasa nyaman b.d gejala terkait penyakit
ditandai dengan gangguan pola tidur dan
melaporkan kurang puas dengan keadaan
3. 03 Juni 2014 Risiko Infeksi b.d pertahanan tubuh primer yang tidak
adekuat : stasis cairan tubuh dan prosedur invasif
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa no 1 : Gangguan Eliminasi Urin b.d obstruksi mekanik d.d sering berkemih pada malam
hari, keinginan berkemih cepat, pancaran urin lemah, sulit menahan kemih.
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, gangguan eliminasi
teratasi BAK lancar, jumlah urine 1500 - 2000 cc/hari, tidak ada distensi kandung
kemih
Kriteria hasil : Skala 5 dari NOC
NOC : Urinary elimination
No Indikator 1 2 3 4 5
Pola eliminasi V
Jumlah urin V
Kemampuan mengosongkan bladder V
Frekuensi urin V
Nocturia V
Inkontinensia urin V

1. Severe
2. Subtantial
3. Moderate
4. Mild
5. None

NIC : Urinary Elimination management


1. Monitor eliminasi urin termasuk frekuensi, konsistensi, odor, volume dan warna , serta
monitor urin setiap jam
2. Monitor tanda dan gejala dari retensi urin
3. Identifkasi faktor yang mempengaruhi inkontinen
4. Awasi dan catat waktu dan jumlah tiap berkemih.
5. Instruksikan pasien dan keluarga untuk mencatat pengeluaran urin
6. Konsultasikan dengan dokter jika terdapat tanda dan gejala ddari i nfeksi saluran urin
7. Instruksikan pasien untuk mengosongkan kandung kemih sesuai prosedur yang relevan.
8. Ukur intake output cairang. Beri tindakan asupan/pemasukan oral 2000-3000 ml/hari, jika
tidak ada kontra indikasih. Berikan latihan perineal (kegel training) 15-20x/jam selama 2-3
minggu, anjurkan dan motivasi pasien untuk melakukannya.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Diagnosa no 2 : Gangguan rasa nyaman b.d gejala terkait penyakit ditandai dengan gangguan pola
tidur dan melaporkan kurang puas dengan keadaan
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam,
Kriteria hasil : Skala 5 dari NOC
NOC : comfort status physical
No Indikator 1 2 3 4 5
V
V
V
V
V
V

1. Severe
2. Subtantial
3. Moderate
4. Mild
5. None

NIC : Urinary Elimination management

Anda mungkin juga menyukai