Anda di halaman 1dari 6

Biodata

Nama : Cyta Rahma Devi

TTL : Ngawi, 25 Juni 2001

Sekolah : Sman 2 ngawi

Kelas : X-10

No.absen :05
Sungguh indah alamku

Kupejamkan mataku sejenak

Kurentangkan tanganku sejenak

Sejuk, tenang, senang kurasakan

Membuatku melayang kegirangan

Kicauan burung terdengar merdu

Menandakan adanya hari baru

Sungguh indah alam negeriku

Seperti dunia hanya untukku

Wahai engkau pencipta alam

Kekagumanku sulit untukku pendam

Dari siang hingga malam

Pesona tak pernah padam

Begitu indah rasanya

Seperti indahnya ditaman surga

Tumbuhan yang menari nari dipegunungan

Desiran angin yang berirama dipegunungan


Aku membutuhkan soeorang sahabat

Hai sahabat..engkau dimana

Aku seperti sendiri, sendiri didalam masalah hidupku

Aku sendiri hanya berteman sepi

Yang terkadang meneteskan air mata

Didepan televisi, didalam kamar

Hanya dua tempat itu yang menjadi saksi kegelisahanku

Tuhan.. kirimkanlah sahabat untukku

Aku tidak mau sendiri didunia ini

Tuhan.. tuntunlah aku juga untuk tetap mengingatmu

Engkau sahabat ku terindah

Aku yakin engkau akan memberiku sahabat terindah

Juga didalam hidupku nanti


Pembuka gerbang dunia

Dulu aku memang bodoh

Dulu aku memang tak tau cara menulis

Dulu aku juga tidak tau cara menghitung

Dulu, aku sama sekali tak tau apa apa

Dan semuannya berubah, semenjak aku mengenalmu

Kau yang sering kali ku sepelakan dengan sabar mengajariku

Kau ajarkan aku membaca

Kau berikan aku berbagai model ilmu

Kau begitu teliti dan cekatan saat mengajariku

tidak jarang aku putus asa dan malas dalam belajar

Namun, kau mampu membuka gerbang semangatku kembali

Terima kasih untuk semuanya yang telah kau berikan kepadaku


Tak kembali

Kau sudah pergi

Meninggalkan ku disini

Menangis pilu karena sang ilahi

Sebab dirimu tlah mati

Hanya sebuah batu nisan

Yang bersamaku sekarang

Sebab dirimu sayang

Pergi tinggalkanku seorang

Takdir tuhan

Begitulah kata orang orang

Yang tak merasa kehilangan dirimu

Yang masih bercanda selalu


Cemara

Kuatkan aku seperti dirimu

Yang tak tumbang oleh cacian

Dan tak goyang oleh makian

Yang tetap tumbuh walau badai menghadang

Sejukkan aku dengan iramamu

Teduhkan aku dengan rimbunmu

Bahagialah aku bersamamu

Duduk diatas akarmu itu

Sayang beribu sayang

Semakin hari kau menghilang

Membuat bumi makin gersang

Sebab ulah manusia seorang

Yang tamak oleh kerindangan

Oh dirimu cemara sayang