Anda di halaman 1dari 7

Jurnal MKMI Vol 6 No.

3 Juli 2010, hal 153-159 Artikel VI

ANALISIS SITUASI PERILAKU DAN LINGKUNGAN TERHADAP


KEJADIAN DIARE DI PEMUKIMAN TRANSMIGRASI
DESA BELABORI KAB. GOWA

Faisal Aswar1, Rusli Ngatimin2, A. Arsunan Arsin 3


1
Dinas Kabupaten Gowa
2
Konsentrasi Promosi Kesehatan PPs Unhas
3
Konsentrasi Epidemiologi PPs Unhas

ABSTRACT

Diarrhea Disease in Indonesia to date still represent one of disease endemis and still
often generate condition exceptionally in society. This factor show the its cause possibility is
related of drinking water, family latrine, individualness hygiene, bad environment, preparation
and depository of not quite the ticket food, nutrient less and impenetrability less or downhill it
body endurance. This research is done to know the behavioral and environmental situation to
occurrence of diarrhea disease in Settlement of Transmigration of Countryside of Belabori of
Subdistrict of Parangloe of Regency Gowa. Design this research use the method qualitative with
the approach phenomenology. Result of research indicate that the source of drinking water from
pipe fall short and ineligible well gall condition of health so that citizen hence rainwater. All
informant hence family latrine to pass because have become the habit from origin area. All
informant do not hence SPAL of because its house is house of economic limitation and podium
and also non fundamental requirement. Hygiene of everyday Individualness not yet became
habit in life, knowledge of diarrhea disease also still lower their informant know the diarrhea of
because dirty environment not because of agent. Conclusion that clean water medium of
ineligibility of quality of physical and up to standard bacteriologies family Latrine of health.
ineligible Circumstance SPAL of health and have potency to become the source of vector and
diarrhea infection of because only in the form of drainage ditch. up to standard Hygiene
Individualness of health. Suggestion Remove the wellspring source with the wellspring of larger
ones charge the their water, repairing source irrigate especially wellspring have been conducted
and well gall used by society which its construction have destroyed and also repair and levying
SPAL and Apply The Healthy and Clean Life Behavior (AHCL).

Key Words : Sanitation of Water, Toilet, SPAL, Personal Hygiene, Knowledge

PENDAHULUAN sim tertentu yaitu pada musim kemarau dan pada


Kejadian Diare masih sering menimbulkan KLB puncak musim hujan. Faktor ini menunjukkan ke-
(Kejadian Luar Biasa) seperti halnya kolera dengan mungkinan penyebabnya adalah terkait air minum
jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang jamban keluarga, kebersihan perorangan, lingkungan
singkat. Namun dengan tatalaksana diare yang cepat, yang jelek, penyiapan dan penyimpanan makanan
tepat dan bermutu. kematian dapat ditekan seminimal yang tidak semestinya, gizi kurang dan kurang keke-
mungkin. Pada bulan Oktober 1992 ditemukan strain balan atau menurunnya daya tahan tubuh. Dari aspek
baru yaitu Vibrio Cholera 0139 yang kemudian di- promosi kesehatan diyakini bahwa masalah ini me-
gantikan Vibrio Cholera strain El Tor ditahun 1993 rupakan manifestasi ketidak seimbangan pengamalan
dan kemu-dian menghilang dalam tahun 19951996, perilaku sehat dalam keluarga. Bagaimanapun bila
kecuali di India dan Bangladesh yang masih ditemu- diinginkan terwujudnya hidup sehat secara optimal,
kan. Sedangkan E. Coli 0157 sebagai penyebab diare kegiatan harus dimulai dan diwujudkan dari kehi-
berdarah dan HUS (Haemolytic Uremia Syndrome). dupan keluarga. Motto WHO ,star from home me-
KLB pernah terjadi di USA, Jepang, Afrika Selatan mang tidak sia-sia dan tepat dijadikan landasan1.
dan Australia. Dan untuk Indonesia sendiri kedua Kejadian diare di Kabupaten Gowa pada tahun
strain diatas belum pernah terdeksi (Ahmad, 2004). 2008 terjadi kasus KLB penyakit diare sebanyak 3
Diare di Indonesia sampai saat ini masih meru- kali dengan 35 kasus, 3 kematian dan terdapat 2385
pakan salah satu penyakit endemis dan masih sering kasus diare. Dibandingkan pada tahun 2007 1 KLB
menimbulkan KLB di masyarakat. Oleh karena se- diare dengan 15 kasus ,1 kematian jumlah kasus pe-
ringnya terjadi peningkatan kasus pada saat atau mu- nyakit diare sebanyak 1303 kasus. Dari data tersebut
153
Jurnal MKMI, Vol 6 No.3, 2010

menunjukkan diare dari tahun 2007-2008 mengalami Data yang dikumpulkan dengan melalui diskusi
peningkatan (Laporan P2M Kanbupaten Gowa. kelompok, wawancara mendalam (indepth interview)
2008). Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh keterse- dan pengamatan atau observasi. Diskusi Kelompok
diaan fasilitas sanitasi dasar yang tidak memenuhi Terarah (FGD) dilakukan untuk mengumpulkan in-
syarat di Kabupaten Gowa sehingga dapat memberi- formasi atau data pada sekelompok informan yang
kan dampak bagi kesehatan lingkungan serta rendah- terpilih (penderita diare, keluarga/suami, petugas/ ka-
nya perilaku hyigene perseorangan. Berdasarkan la- der kesehatan dan tokoh adat/budaya) melalui diskusi
poran Puskesmas Parangloe pada tahun 2008, penya- yang terfokus pada pengalaman, keyakinan, sosial
kit diare termasuk 10 penyakit terbesar yaitu urutan budaya masyarakat, kualitas pelayanan dan nilai-nilai
ke 6, dan telah terjadi KLB diare sebanyak 1 kali de- yang dianut oleh masyarakat yang mempengaruhi pe-
ngan jumlah kasus diare 30 orang dan 1 meninggal rilaku masyarakat terhadap kejadian diare. Tujuan-
pada tahun 2008 dengan jumlah kasus 626. Kasus pe- nya adalah memperoleh informasi secra merata dari
nyakit diare yang terjadi di Pemukiman Transmigrasi informan golongan ibu, keluarga/suami, petugas ke-
Desa Belabori Kecamatan Parangloe Kabupaten Go- sehatan dan tokoh adat/budaya mengenai perilaku
wa sampai menimbulkan kejadian KLB merupakan tentang kejadian diare.
kejadian penyakit terbesar yang pertama dialami oleh
warga transmigrasi di tempat ini. Analisis Data
Pemukiman transmigrasi Desa Belabori merupa- Analisis data dalam penelitian ini secara induk-
kan pemukiman transmigrasi lokal yang ditempati tif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan mulai
warga yang berasal dari Desa Manimbahoi dan Desa dari lapangan/lokasi penelitian yaitu dengan mem-
Majannang Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten buat catatan lapangan dengan tidak lupa membuat
Gowa. Penduduk dari kedua desa ini dipindahkan kode agar sumber data tetap dapat ditelusuri, me-
oleh Pemerintah Kabupaten Gowa setelah terjadi ngumpulkan data /informasi, memilah-milah menjadi
longsoran lereng Gunung Bawakaraeng tahun 2003 satuan yang dapat dikelola,mengklasifikasikan, men-
yang menelan korban jiwa 30 orang. Karena diangap sintesiskannya, membuat ikhtiar, membuat indeks,
tidak aman maka warga kedua desa ini di pindahkan mencari makna dan menemukan pola perilaku pende-
ke pemukiman transmigrasi lokal Desa Belabori Ke- rita diare dan keluarga dalam dan selanjutnya memu-
camatan ParangloE tahun 2004. Berdasarkan hal ter- tuskan apa yang dapat ditulis/diceriterakan dalam ha-
sebut, maka penelitian ini ditujukan untuk mengeta- sil penelitian ini.
hui adanya hubungan perilaku dan lingkungan terha-
dap kejadian diare yang berhubungan dengan sarana HASIL DAN PEMBAHASAN
air bersih, jamban keluarga, saluran pembuangan air Sarana Air Bersih
Limbah, dan hygiene perorangan. Air bersih adalah air yang digunakan untuk ke-
perluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi sya-
BAHAN DAN METODE rat kesehatan dan dapat langsung diminum setelah di-
Lokasi, Populasi dan Sampel (Informan) masak. Secara umum kualitas air berhubungan de-
Penelitian ini dilaksanakan di Lokasi Transmig- ngan kandungan bahan terlarut didalamnya. Tingkat
rasi Desa Belabori Kecamatan ParangloE Kabupaten kandungan dari bahan tersebut akan menentukan ke-
Gowa. Penentuan informan dalam penelitian ini di- layakannya, dimana setiap makhluk hidup memerlu-
lakukan secara snow ball dengan pertimbangan bah- kan kandungan bahan terlarut yang berbeda sehingga
wa informan yang dipilih dianggap dapat membe- kualitas airpun bersifat relatif bagi satu makhluk
rikan informasi secara mendalam tentang perilaku hidup dengan makhluk hidup lainnya. Untuk mem-
masyarakat yang mempengaruhi terjadinya diare dan peroleh air bersih informan menggunakan sumber air
Informan yang dimaksud adalah golongan ibu atau bersih dari pemipaan mata air, sumur gali dan me-
suami, tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat. nampung air hujan, berikut informan yang menggu-
nakan pemipaan mata air :
Desain dan Variabel Saya sudah terbiasa memakai air yang mengalir
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dari SALU yaitu air yang mengalir dari mata air di
dengan pendekatan fenomenologi. Esensi dari peneli- gunung melaui pipa atau bambu ini adalah kebiasa-
tian ini adalah mencoba mendapatkan gambaran an kami di daerah asal di Malino. Sekarang kami ti-
tradisi yang berlaku dalam masyarakat pada lokasi dak ada salu tetapi air yang juga berasal dari mata
transmigrasi yang mempengaruhi terjadinya diare air di gunung lalu ditampung tetapi sudah tercemar.
dan peran petugas kesehatan untuk mendorong pada Saya lebih senang memakai mata air langsung dari
perilaku hidup bersih dan sehat. pada sumur. Saya terbiasa memakai air bersih teta-
pi disini airnya susah ada mata air yang bagus teta-
Pengumpulan Data pi jaraknya jauh sekitar 4 km dari pemukiman. Mata
154
Jurnal MKMI, Juli 2010, hal 153-159

air disini kotor. (FGD) oleh pemerintah. Ini merupakan suatu penjabaran
FGD. SAP, 59 tahun dari konsep DOA menurut Ngatimin , 2005 bahwa
Dari hasil FGD terungkap bahwa informan merujuk pada DOA dapat dijealskan tentang upa-
mengeluhkan air bersih yang terbatas dibandingkan ya hidup Sehat melalui proses inovasi, komuniukasi
dengan daerah asalnya sebelum ditransmigrasikan dan motivasi dalam keseimbangan ekosistem yang
dari Malino. Di Malino Informan mendapatkan air berwujud keseimbangan agent, host and environ-
bersih yang cukup dengan kualitas yang baik karena ment.
berasal dari mata air yang dialirkan dengan menggu- Beberapa penelitian yang telah dilakukan di In-
nakan SALU atau parit kecil yang ditampung selan- donesia menunjukkan adanya hubungan antara pe-
jutnya menggunakan selang ke rumah informan. nyakit diare dengan pemanfaatan sumber air bersih 2,
Meskipun air tersebut dianggap bersih tetap harus sedangkan penelitian yang mengemukakan bahwa
dimasak sebelum dikomsumsi. keluarga yang tidak mempunyai sarana air bersih
Penggunaan SALU berupa parit kecil pada prin- mempunyai resiko 2,38 kali untuk terserang diare
sipnya sama dengan fungsi pipa untuk mengalirkan berdarah dibandingkan dengan mereka yang tidak
air. Namun menurut informan SALU lebih baik ka- memiliki sarana air bersih 3.
rena dapat berfungsi sebagai filter yang dapat me- Hasil penelitian Lembaga Penelitian UI (1998)
nyerap kotoran yang terbawa. Fenomena SALU ini yang dilakukan di daerah proyek Water Supply and
tentu berbeda dengan pemipaan yang disediakan oleh Sanitation for Low Income Community (WSSLIC),
pemerintah dimana berdasarkan hasil observasi ter- yang mengungkapkan bahwa dengan menggunakan
nyata pemipaan ini mempunyai bak penampung yang air bersih yang memenuhi syarat kesehatan dapat
terbuka dan sebelum sampai ke bak melaui saluran mencegah penyakit diare sebesar 35,0% 4, demikian
terbuka dan kadang dipenuhi sampah dan kotoran pula penelitian yang dilakukan oleh Djoehari (1997),
binatang. dimana menunjukkan bahwa air bersih berperan pen-
Dengan kondisi seperti ini maka kemungkinan ting dalam penanggulangan diare.
berkumpulnya bahan tercemar selama perjalan ke Kualitas air yang secara bakteriologis tidak me-
bak penampungan air akan relative besar. Akumulasi menuhi syarat kesehatan dapat menimbulkan gang-
dari kejadian ini adalah bak penampung akan di guan kesehatan serta ikut menentukan perkembangan
penuhi air yang bercampur kotoran dan ketika dialir- pola penyakit dan penyebarannya. Penelitian yang te-
kan melalui pipa tidak lagi melewati proses filtrasi. lah dilakukan terhadap kualitas air sumur gali di Ja-
Hal yang berbeda dengan SALU yang terbuat karta menunjukkan bahwa 75% tercemar oleh lim-
dari tanah tentu akan mempunyai kemampuan filtrasi bah-limbah rumah tangga yang terbuka (Pudjarwoto
secara alamiah. Menurut Herman Bauner dalam Wi- dan Nurindah, 1993).
dia, 1994 bahwa jauhnya jarak pencemar tergantung
pada banyak faktor termasuk jenis tanah, bahan-ba- Jamban Keluarga
han aquifer, kecepatan aliran air tanah dan jenis ba- Karakteristik jamban keluarga yang digunakan
han pencemar dimana tanah dan aquifer yang ber- yaitu jenis dan kondisi jamban apakah mempunyai
jaring halus lebih efektif dalam menahan cemaran di- atap, dinding, dan bak penampungan sehingga dapat
bandingkan dengan kerikil, batu celah atau bahan memenuhi syarat kesehatan serta status kepemilikan
lain yang berporos besar. Selain itu Bauner juga jamban tersebut apakah milik pribadi atau tetangga
menjelaskan bahwa bila air yang tercemar menjauhi yang digunakan secara bersama. Berikut hasil wa-
sumber pencemaran maka konsentrasi cemaran akan wancara mendalam terhadap informan mengenai pe-
menurun terjadinya peristiwa lain dalam tanah seperti nggunaan jamban keluarga sebagai berikut :
efek difusi dalam tanah. Saya tidak memiliki WC ,saya buang air sem-
Dalam konteks budaya kesehatan penggunaan barang tempat (di kebun)
SALU ini merupakan suatu upaya untuk mengem- WM.HAR, 40 tahun
bangkan suatu teknologi sedehana yang dilakukan Saya memakai wc siram.
warga untuk memperoleh air bersih dengan kualitas WM. SEM, 50 tahun
yang baik. Dalam hal ini tergambar dengan jelas bah- Hasil penelitian terungkap bahwa semua infor-
wa telah ada upaya warga untuk menjaga kesehatan man menggunakan jamban keluarga untuk membu-
dengan teknologi sederhana namun hal ini tidak me- ang air kecuali informan HAR yang membuang air
reka dapati di pemukiman baru walau didukung oleh disembarang tempat atau kebun. Jamban keluarga
sarana dan prasarana yang lebih baik. merupakan bagian penting dalam kesehatan lingku-
Hal ini menunjukkan suatu fenomena bahwa ngan. Jamban keluarga yang tidak saniter berperan
inovasi teknologi sederhana untuk memperoleh air dalam kontaminasi air tanah dan sumber air bersih
bersih dengan pembuatan SALU ternyata lebih ber- lainnya. Dari hasil wawancara/observasi, penggunaan
manfaat dari pada teknologi pemipaan yang dibuat sarana pembuangan tinja Informan didapatkan semua
155
Jurnal MKMI, Vol 6 No.3, 2010

informan mempunyai jamban keluarga yang dibuat ban keluarga tetap informan mengaku pernah mende-
oleh pihak transmigrasi sebelum pindah kerumah rita diare. Hal ini mungkin disebabkan karena ada-
yang telah dibagikan, penggunaan jamban keluarga nya faktor lain yang dapat menyebabkan jamban ke-
memenuhi syarat kesehatan dan tidak mencemari su- luarga meskipun telah memanfaatkan fasilitas jam-
mur gali melalui rembesan air tanah masuk ke sumur ban keluarga yang ada baik milik sendiri maupun
karena telah dibuat sebelumnya oleh pihak Proyek yang digunakan secara bersama dengan tetangga
transmigrasi sesuai dengan standar/syarat kesehatan. yang ada disekitar lingkungan rumah. Hasil peneli-
Hanya jamban keluarga yang digunakan kurang men- tian menunjukkan bahwa tingginya taraf penggunaan
dapat perhatian untuk membersihkannya, sehingga jamban keluarga makin rendah taraf morbiditas diare
5
dapat menjadi sarang serangga (lalat) maupun bina- . Badan Amerika Serikat untuk bantuan pembangu-
tang lainnya yang dapat mencemari makanan yang nan internasional (U.S.AID) telah merangkum hasil
pada akhirnya dapat menimbulkan diare. Hal ini me- dari berbagai penelitian mengenai dampak perbaikan
nggambarkan tidak ada upaya masyarakat untuk keadaan air bersih dan sanitasi dasar dinegara-negara
mengisolasi tinja, agar tidak menjadi tempat berkem- sedang berkembang, yang menyatakan bahwa perbai-
bangbiaknya serangga terutama lalat yang dapat ber- kan kualitas dan kuantitas jamban keluarga dapat me-
tindak sebagai vector dari agen penyakit kepada ma- nurunkan angka kesakitan diare sebesar 22%6. Hasil
nusia tidak dilakukan dengan baik. Tetapi ada kecen- penelitian Lembaga Penelitian UI (1998) yang dila-
derungan, perilaku masyarakat tentang hidup bersih kukan di daerah proyek Water Supply and Sanitation
dan sehat semakin baikkarena fasilitas telah disiap- for Low Income Community (WSSLIC), yang me-
kan oleh pemerintah (Proyek Transmigrasi) ngungkapkan bahwa dengan menggunakan jamban
Dari hasil observasi dan wawancara mendalam keluarga yang memenuhi syarat kesehatan dapat
diketahui bahwa buang air sembarang tempat bukan mencegah penyakit diare sebesar 28,0%4.
menjadi kebiasaan warga dari daerah asalnya karena
melimpah-ruahnya air di daerah asal sehingga untuk Saluran Pembuangan Air Limbah
mengatasi hal ini maka warga lalu membuat alterna- Karakteristik SPAL yang digunakan yaitu kon-
tif membuat wc cemplung yang tidak memerlukan disi SPAL apakah tidak menimbulkan bau, tidak
air walaupun wc cemplung ini dibuat sederhana dan mencemari sumber air bersih, dan tidak menimbul-
beberapa bahkan penutup lubangnya mulai rusak. kan genangan air sehingga dapat memenuhi syarat
Ternyata upaya masyarakat Transmigrasi ini untuk kesehatan. Berikut hasil wawancara mendalam ten-
ini muncul dalam setiap tatanan budaya tetapi ber- tang kepemilikan Saluran Pembuangan Air Limbah
beda tergantung pada tingkat teknologi dan budaya (SPAL) :
yang bersangkutan. Saya tidak memiliki saluran pembuangan air.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang berorien- WM. MAR, 29 Tahun
tasi pada konsep kesehatan modern ,melalui penelu- Dari hasil wawancara/observasi, penggunaan sa-
suran epidemiologis, hidup sehat dapat dicapai mela- rana pembuangan air limbah rumah tangga pada ma-
lui kemampuan manusia untuk hidup seimbang de- syarakat di Lokasi Transmigrasi Desa Bellabori ter-
ngan alam sekitarnya1. Melaui keseimbangan ekolo- ungkap bahwa semua informan tidak menggunakan
gi, budaya dan pengamalan perilaku, hidup sehat da- SPAL hanya menggunakan comberan. Comberan di-
pat diwujudkan dimana-mana melaui proses yang gunakan karena rumah yang disiapkan rumah pang-
berbeda-beda tetapi tetap dalam mutu yang sama se- gung yang tidak dilengkapi dengan SPAL sehingga
panjang pencapaian itu merujuk pada evaluasi dan air limbah dari rumah lansung menerpa comberang
indikator yang sama. yang ada dibawah rumah.
Adanya perbedaan antara beberapa warga antara Kondisi dimana tidak ada warga yang memi-
yang memliki wc siram dan wc cemplung berdasar- liki SPAL yang memilki sarat kesehatan disebabkan
kan observasi dan wawancara disebabkan perbedaan karena warga secara ekonomi tidak mampu untuk
lokasi rumah terhadap jalur pemipaan air. Warga membuat secara permanen juga disebabkan karena
yang rumahnya berada lebih tinggi dari jalur pemipa- mereka menganggap hal ini belum menjadi suatu ke-
an memilih untuk memakai wac cemplung atau me- butuhan pokok dan dapat mengganggu kesehatan.
miliki keduanya sedangkan yang berada di bawah ja- Mereka menganggap bahwa comberan akan segera
lur pemipaan hanya memakai wc siram. Jika kondisi meresap kedalam tanah. Untuk merubah pemikiran
air pemipaan kurang maka warga yang memakai wc ini maka yang perlu adalah diperlukan sebagai sarat
siram akan memakai wc cemplung tetangga. adalah pemenuhan kebutuhan dasar.
Hasil observasi tentang kepemilikan jamban dan Selanjutnya untuk mencapai perubahan perilaku
pernah menderita diare menunjukkan bahwa tidak manusia untuk hidup sehat sebagai salah satu sarat
ada hubungan antara kepemilikan jamban keluarga ialah bagaimana ia memenuhi kebutuhan hidupnya.
dengan kejadian diare sebab meskipun memiliki jam- Menelusuri dan menginterpretasikan Maslows Hie-
156
Jurnal MKMI, Juli 2010, hal 153-159

ratachy of Motivational Needs 7,8,9. Karakteristik sebelum dikomsumsi karena dapat menyebakan sakit
SPAL dinilai dari segi estetika yaitu semua comberan perut atau diare dan mencuci tangan sebelum makan
(SPAL) menimbulkan bau disekitar lingkungan ru- atau setelah buang air besar, hal dilakukan sebagai
mah, dapat mencemari sumber air bersih yang digu- usaha mencegah diri dari penyakit. Hygiene perora-
nakan, dan menimbulkan genangan air pada saluran ngan merupakan pengetahuan tentang usaha-usaha
pembuangan air limbah. kesehatan perorangan untuk memelihara kesehatan
Penggunaan air limbah yang tidak memenuhi diri sendiri, memperbaiki dan mempertinggi nilai ke-
syarat, seperti air limbah yang tidak mengalir, terge- sehatan, serta mencegah timbulnya penyakit.
nang merupakan tempat perkembangbiakan vector Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aulia dkk,
karena masih ada pembuangan air limbah rumah (1989) di daerah rawa dataran rendah Sumatera Sela-
tangga yang tidak dialirkan ke selokan, dimana air tan disimpulkan bahwa terbentuknya perilaku hygie-
limbah ini mengandung mikroorganisme patogen ne di tengah masyarakat dilandasi oleh persepsi ma-
yang berasal dari air buangan. syarakat tentang bersih/kotor, tentang penyebab di-
Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat are, selain adanya pengaruh lingkungan fisik dan so-
di Lokasi Transmigrasi Desa Bellabori pada umum- cial ekonomi masyarakat setempat.
nya tidak memiliki SPAL di rumah mereka masing- Hasil ini sesuai dengan teori mengenai peranan
masing sehingga dapat menambah sumber penularan tangan dalam menularkan penyakit diare, yakni pe-
penyakit terutama genangan air yang disebabkan oleh nyakit diare ditularkan melalui faecal oral dengan
saluran pembuangan air limbah rumah tangga, de- perantaraan tangan 10.
ngan demikian diare dapat terjadi disebabkan oleh Hasil ini dapat dilihat bahwa dari segi resiko un-
perilaku ma-syarakat karena tidak dapat memutuskan tuk terserang penyakit diare bagi laki-laki lebih ting-
mata rantai penularan penyakit melalui vector seperti gi dari perempuan karena mereka setiap harinya rutin
lalat yang membawa mikroorganisme patogen de-gan bekerja dan makan siang di kebunatau di sawah se-
membuat saluran air limbah dan bak peresapan de- hingga kurang memperhatikan hygiene perorangan
ngan memperhatikan ketentuan sebagai berikut; (1) terutama kebiasaan untuk mencuci tangan sebelum
Tidak mencemari sumber air minum yang ada di dae- mengkonsumsi makanan. Selain itu makanan yang
rah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun dikonkumsi juga perlu mendapat perhatian dari segi
air di bawah permukaan tanah (2) Tidak mengotori pengolahan dan penyajiannya, sehingga layak dan
permukaan tanah (3) Mencegah berkembang biaknya memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi. Dili-
lalat dan serangga lain (4) Tidak menimbulkan bau hat dari aspek kesehatan, masalah kebiasaan mencuci
yang mengganggu (5) Jarak minimal antara sumber tangan sangat berarti dan dampaknya akan berpenga-
air dengan bak resapan 10 m (Said, N.I, 2001). ruh terhadap derajat kesehatan masyarakat, misalnya:
mencuci tangan sesudah BAB (buang air besar) dan
Hygiene Perorangan mencuci tangan sebelum makan/minum. Hygiene
Hygiene perorangan merupakan upaya yang perorangan dan perilaku hygienis menurut Hafid,
dilakukan oleh warga transmigrasi sebagaiusaha agar E.M (2006) merupakan faktor paling penting dalam
terhindar dari kontak secara langsung maupun tidak mencegah penularan penyakit.
langsung dari agent penyebab penyakit serta meru- Hygiene perorangan merupakan pengetahuan
pakan suatu usaha kesehatan individu untuk memper- tentang usaha-usaha kesehatan perorangan untuk me-
baiki dan mempertinggi nilai kesehatan dan mence- melihara kesehatan diri sendiri, memperbaiki dan
gah nilai penyakit. Hygiene perorangan yaitu apakah mempertinggi nilai kesehatan, serta mencegah tim-
memasak air sebelum diminum dan mencuci tangan bulnya penyakit 11.
dengan air bersih sebelum makan dan sesudah buang
air besar sehingga dapat memenuhi syarat kesehatan Pengetahuan Penyakit diare
berikut hasil wawancara mendalam dengan informan Penyakit diare dapat disebabkan oleh infeksi
tentang Hygene perorangan : bakteri, virus, keracunan makanan, dan alergi maka-
Air minum saya masak karena kalau tidak di- nan. Penularan diare karena infeksi bakteri dan virus
masak menyebabkan sakit perut. Mencuci tangan se- biasa melalui air minum dan makanan yang terkon-
sudah buang air taminasi, sedangkan jamban keluarga, SPAL, keada-
WM. HAR. 40 Tahun an pemukiman yang tidak saniter merupakan factor
Dari hasil wawancara/observasi, menggambar- tidak langsung kejadian diare. Berikut pengetahuan
kan bahwa informan telah memenuhi syarat hygiene informan tentang penyakit diare :
perorangan dan mengetahui akibat apa bila tidak me- Muntaber (diare) adalah suatu penyakit de-
lakukan hygene perorangan yaitu menderita diare. ngan rasa kram dibetis serta buang air encer, me-
Hasil tersebut mengungkapkan bahwa semua respon- mang sering terjadi kalau baru hujan
den mengaku memasak air terlebih dahulu air bersih WM. HAR. 40 Tahun
157
Jurnal MKMI, Vol 6 No.3, 2010

Diare tidak tahu tetapi berak-berak tahu dan rilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam tatanan rumah
penyebabnya saya juga tidak tahu tangga masyarakat transmigran di Desa Bela-bori,
WM. JUM. 40 Tahun hal ini mendorong masyarakat bersikap lebih baik
Hasil wawancara dan observasi menunjukkan dan tanggap akan kejadian diare.
bahwa pengetahuan informan belum memadai ten- Penularan penyakit diare karena Infeksi bakteri
tang penyakit diare dan sebagian sudah dapat meng- dan virus umumnya melalui air minum dan makanan
identifikasi penyebab diare yaitu air yang tidak ber- yang terkontaminasi. Kualitas air sangat menentukan
sih (mengandung E. coli). Hasil wawancara dan ob- terjadinya pola penularan penyakit diare karena kua-
servasi menunjukkan bahwa pengetahuan informan litas air yang tidak terjamin maka dengan mudah
belum memadai tentang penyakit diare dan sebagian mikroorganisme penyebab diare dapat berkembang
sudah dapat mengidentifikas penyebab diare yaitu air baik di dalam air.
yang tidak bersih. Pada penelitian ini menunjukkan Kualitas fisik
Informan tahu diare dalam pengertian bahasa memang bukan faktor langsung yang dapat menye-
makassar yaitu berak-berak atau mencret dan dise- babkan diare tetapi merupakan faktor inderect (tidak
babkan oleh perilaku yang salah yaitu kegiatan pe- langsung). Lain halnya dengan kualitas kimia, kare-
mupukan tanaman serta merupakan hal yang biasa na ada beberapa zat kimia yang dapat menyebabakan
pada musim hujan. Pada analisis kualitatif menunjuk- diare terutama kimia-kimia beracun seperti nitrat
kan bahwa pengetahuan informan tentang diare me- yang salah satu fokus dalam penelitian ini. Nitrat da-
nunjukkan bahwa warga transmigrasi hanya tahu pat menyebabkan berbagai penyakit diantaranya dia-
faktor lingkungan dan perilaku sebagai penyebab re, Gastro Intestilan (GI), convulasi, shock, koma ke-
diare. Akibatnya warga transmigrasi hanya akan me- mudian yang kronis seperti sakit kepal, gagguan
lakukan antisipasi diare pada waktu tertentu yaitu mental, methemoglobinamia terutama pada bayi 4.
musim hujan atau pada waktu tertentu yaitu musim Kalau melihat kejadian diare di Lokasi Trans-
hujan atau pada musim bercocok tanam. migrasi sangat beragam penyebab dari segi mikroor-
Kemungkinan yang memperkuat penyataan in- ganisme, faktor lain penyebab diare, seperti stress
forman adalah munculnya kejadian KLB diare di pe- dan allergi makanan tidak diungkapkan karena sulit-
mukiman ini tahun lalu yang menyerang 30 warga nya untuk menjustifikasi penyebabnya. Penyakit dia-
dan 1 orang meninggaal dunia. Hasil obervasi mem- re yang diteliti bukan merupakan penyakit diare yang
perkuat asumsi dimana tingkat pemakain pupuk yang spesifik karena kami tidak melihat kuman atau mik-
tinggi disebabkan oleh banyaknya ilalang dan rumput roorganisme penyebabnya. Diare merupan penyakit
yang harus dimusnahkan oleh warga. Kegiatan pe- multi causa sehingga sulit untuk mengjustifikasi pe-
mupukan denga kondisi geografis yang berbukit-bu- nyebabnya. Perlu diketahui bahwa penyebab dari go-
kit adalah rentan terhadap pencemaran sumber air da- longan mikroorganisme saja, penyebabnya sangat ba-
ri sumur gali. nyak diataranya dari golongan virus yaitu hepatitis
Pengetahuan informan tentang diare yang dise- virus, enterivirus, rotavirus, adenovirus. Dari golo-
babkan oleh faktor lingkungan dan perilaku tidak se- ngan bakteri E.coli, Salmonella spp, Shigella spp,
suai dengan teori dasar BLUM bahwa penyakit dise- Vibrio cholerae, dan lain-lain. Sedangkan dari golo-
babkan oleh adanya ketidakseimbangan antara agent, ngan protozoa diantaranya Balantidium coli, Giardia
host dan environment. Pemikiran dasar tentang lamblia daan Entamuba histolilitica serta beberapa
DOA, Dissability Oriented Approach berdasar pa- jenis cacing seperti Angcky-lostoma duodenale, As-
da sifat dan kemampuan manusia bahwa timbulnya caris lumbricoides, Trichuris trichiura, Tenia solium,
penyakit merupakan ketidak mampuan manusia hi- dan Tenia saginata (Pudjarwoto, 1993).
dup dan bertahan dalam keseimbangan antara faktor,
host, diri yang bersangkutan dan environment KESIMPULAN
lingkungan dimana agent dan host berada dan ber- Sumber air minum dari pemipaan tidak mencukupi
interaksi sesamanya 8. dan sumur gali yang tidak memenuhi syarat keseha-
Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat atau tan sehingga warga memakai air hujan. Semua infor-
teory dari Lawrence Green faktor-faktor yang mem- man memakai jamban keluarga. Semua informan ti-
permudah atau mempredisposisikan terjadinya peri- dak memakai SPAL karena rumahnya rumah pang-
laku seseorang antara lain pengetahuan dan sikap. gung dan keterbatasan ekonomi. Hygiene perorangan
Seseorang akan mau berbuat atau mau berubah sikap belum menjadi kebiasaan dalam hidup sehari-hari,
tentunya harus ditunjang dengan pengetahuan yang pengetahuan penyakit diare masih rendah. Diharap-
cukup. Menurut asumsi peneliti, Informan yang me- kan adanya kerja sama antara pemerintah dan masya-
miliki pengetahuan baik tentang kejadian diare dise- rakat untuk memperbaiki sumber air terutama mata
babkan oleh pemahaman dan pengertian masyarakat air telah dialirkan dan sumur gali yang digunakan
terhadap kejadian diare, serta betapa pentingnya Pe- oleh masyarakat yang konstruksinya telah rusak serta
158
Jurnal MKMI, Juli 2010, hal 153-159

perbaikan dan pengadaan SPAL serta penerapan Pe- hygiene perorangan tentang kebiasaan cuci tangan
rilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) khususnya sesudah buang air dan memasak air.

DAFTAR PUSTAKA Jakarta


1. Ngatimin. 2007. Community Medicine. PT. Ya- 6. Irianti, S., dkk. 2000. Penelitian Dalam Rangka
yasan PK3, Makassar. Penerapan Sistem Pembuangan Tinja Dan
2. Tjitra, E. Budiharso, R. dkk. 1994. Faktor Resiko Sampah Tepat Guna Desa Pantai Di Kabupaten
Yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Rembang Dan Lamongan. Buletin Penelitian
Balita. Buletin Penelitian Kesehatan 22 (2) : 37- Kesehatan 27 (3 & 4): 347, Badan Penelitian Dan
45 . Jakarta. Pengembangan Kesehatan Depkes RI. Jakarta
3. Krisnawan, K, B., Supardi, S. 1996. Faktor- 7. Ngatimin,. 2005. Dari Hipocrates sampai Win-
Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Kejadian slow dan Pengembangan Ilmu Kesehatan Selan-
Diare Berdarah Pada Usia Balita Di Kabupaten jutnya. PT. Yayasan PK3, Makassar.
Klaten. Berita Kedokteran Masyarakat XII (2) : 8. Ngatimin. 2005. Sari dan Aplikasi Ilmu Perilaku
30-40 . Jakarta. Kesehatan. PT. Yayasan PK3, Makassar.
4. Achmadi, U. F., 2001. Peranan Air Dalam Pe- 9. Ngatimin. 2005. Komitmen Dokter dan SKM Me-
ningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat.. wujudkan Hidup Sehat. PT. Yayasan PK3, Ma-
Pener-bit Buku Kompas. Jakarta. kassar.
5. Kusnindar, A., 1996. Peran Sumber Air Minum 10. Depkes RI. 1993. Buku Pengajar Pemberantasan
Dan Kakus Saniter Dalam Pemberantasan Diare Diare. dalam Repelita V. Dirjen PPM & PLP,
di Indonesia. Cermin Dunia Kedokteran 109: 40. Jakarta.
Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan, Badan Pene- 11. Adam, S. 1992. Hygiene Perorangan. Bharata
litian Dan Pengembangan Kesehatan Depkes Niaga Media. Jakarta.
RI.

159