Anda di halaman 1dari 3

PEMUDA INDONESIA KAWAL KEBHINEKAAN

Oleh : Nugraha Ryadi Kusuma

NIM : 071711233069

Prodi : Hubungan Internasional

Kelompok : Prof. Dr. Soepomo

Arti dari kata kebhinekaan adalah keberagaman. Keberagaman yang dimaksud di sini
adalah keberagaman dalam suku, bahasa, agama, ras dan lain sebagainya. Keberagaman
ini tentu saja tidak lepas dari kata pluralisme. Keberagaman ini adalah apa yang dapat
menyatukan kita sebagai sebuah bangsa, yakni bangsa Indonesia.

Kita, sebagai pemuda generasi penerus bangsa, sudah seharusnya mengawal


kebhinekaan bangsa ini. Mengapa? karena kebhinekaan ini, jika tidak dijaga, akan
menjadi salah satu faktor yang dapat dengan mudah memecah-belah bangsa Indonesia.
Setelah terpecah-belah, mudah saja bagi para penjajah yang sudah lama mengincar
Indonesia untuk kemudian mendudukinya.

Kita, pemuda Indonesia juga harus paham bahwa keberagaman ini pula yang menjadi
sumber kekuatan kita untuk menangkal paham-paham radikal yang mencoba untuk
meruntuhkan Pancasila sebagai dasar negara kita.

Sebenarnya juga, dengan kita menjunjung tinggi rasa kebhinekaan, kita juga telah
menjunjung tinggi marwah Pancasila sebagai ideologi bangsa. Memngapa? Karena kita
juga secara sadar atau tidak sadar telah menerapkan dan mengimplementasikan
Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat kita, utamanya sila ke tiga Persartuan
Indonesia.

Kapolri Republik Indonesia, Bapak Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan bahwa
seharusnya, kita sebagai pemuda harus meniru semangat Sumpah Pemuda dalam
mengawal kebhinekaan negara kita. Ingatlah bahwa pada saat Sumpah Pemuda, para
pemuda dan pemudi dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke, tidak
peduli dari suku apa, ras apa, menganut agama apa, bersatu dalam rasa kebhinekaan
untuk menyuarakan sumpah mereka sebagai pemuda Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda itu pula yang menginspirasi para bapak bangsa kita
(founding fathers) untuk melihat jauh ke depan dan mencanangkan visi persatuan dalam
keberagaman dengan meminjam kalimat dari kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular,
yaitu Bhinneka Tunggal Ika - berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Presiden kita, Bapak Joko Widodo (Jokowi), pun juga menyatakan bahwa kita sebagai
negara yang menganut Pancasila sebagai dasar negaranya harus bisa menjaga dan
membina kebhinekaan dan kemajemukan di dalam negara Republik Indonesia.
Kebhinekaan ini harus terus dilestarikan agar kita bisa terus maju menjadi negara yang
kuat, solid, dan tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bersifat radikal dan
ekstrim.

Senada dengan pernyataan Presiden Jokowi mengenai Pancasila sebagai dasar pedoman
untuk melaksanakan kebhinekaan, Menteri Dalam Negeri kita, Bapak Tjahjo Kumolo
pun menyatakan bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi kita dan itu harus terus
kita perjuangkan dan pertahankan. Cara mempertahankannya? Mudah, kebhinekaan itu
lagi jawabannya. Dengan semakin bersatunya semua elemen-elemen masyarakat dalam
mempertahankan Pancasila - terlepas dari apapun latar belakang mereka - maka
paham-paham radikal dan ekstrim pun akan semakin tertekan dan pada akhirnya tidak
akan dapat hidup terus di wilayah Republik Indonesia yang tercinta ini.

Presiden keenam kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada suatu kesempatan
menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada ancaman yang bersifat nyata terhadap
kebhinekaan kita. Namun, bukan berarti kita boleh lengah, kita harus tetap waspada
dengan bibit-bibit yang dapat mengancam kebhinekaan kita. Beliau pun juga
menyampaikan dua kunci menjaga kebhinekaan, yaitu dengan selalu menjunjung tinggi
toleransi dan tenggang rasa.

Demikian essay saya mengenai kebhinekaan ini. Jika ada kesalahan dalam berkosa kata,
mohon dimaafkan. Sekian.

https://unair.ac.id

https://fisip.unair.ac.id

Sumber Referensi

https://kbbi.web.id/bineka

http://news.liputan6.com/read/2913926/kapolri-demokrasi-pancasila-sudah-dilupakan

http://news.liputan6.com/read/3032196/jokowi-pancasila-kunci-penjaga-kebhinekaan-d
an-kemajemukan

http://nasional.kompas.com/read/2017/05/22/18462001/mendagri.sikat.yang.anti-pancas
ila.nkri.kebhinekaan

http://news.liputan6.com/read/2849689/sby-kunci-jaga-kebhinekaan-adalah-toleransi-da
n-tenggang-rasa