Anda di halaman 1dari 21

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN

KESEHATAN

SENGATAN PANAS

Seorang prajurit tiba-tiba teriak teriak hilang kesadaran pada saat melaksanakan
Long Mars pada siang hari dan cuacanya sangat panas.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes


1. Boneka
2. Termometer Badan Kat Perawat / Pembantu Perawat
3. Selimut
4. Tandu

SKENARIO

1. Lokasi kejadian di jalan setapak pada daerah yang terbuka dekat dengan sungai,
dengan keadaan cuaca yang panas dan lembab.
2. Korban sedang melaksanakan Long Mars dengan jarak tempuh yang jauh,
malamnya kurang istirahat, kurang persediaan air minum.
3. Korban ngomel-ngomel hilang kesadaran, terjatuh dan kejang-kejang.
4. Teman korban berusaha menolong dengan minta bantuan.
5. Kondisi korban :
- Tidak sadar
- Korban kejang -kejang
- Suhu tinggi > 40 c
6. Teman korban berusaha ikut aktif membantu pertolongan dengan menanyakan apa
yang bisa dibantu.

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Melakukan tindakan keamanan : ( 0 -10 )
-Minta bantuan 2
-Korban dibawa ketempat yang aman dan teduh 4
-Proteksi diri 2
- Melonggarkan pakaian 2
2 Menilai tingkat kesadaran dengan cara: ( 0 5)
-Memanggil, 2
-Mencubit bagian yang sensitif menyatakan 3
tidak sadar
3 Menilai Airway (jalan napas) dengan cara: (05)
-Membuka jalan napas 2
-Melihat ada tidaknya benda asing 2
-Mendengarkan suara tambahan. 1
4 Menilai Breathing (Pernapasan) dengan cara: (05)
-Melihat naik turunnya dada, 2
-Mendengar suara yang keluar 2
- Merasakan hembusan yang keluar). 1
5 Menilai sirkulasi dengan cara: ( 0 5)
-Meraba akral 2
-Meraba nadi pergelangan tangan 3
2

1 2 3 4 5
6 Mengukur suhu rektum dengan thermometer: ( 0 15 )
-Korban dimiringkan 5
-Ujung thermometer dimasukkan kedalam anus 10
7 Melakukan pendinginan dengan: ( 0 25 )
- Air (Mengguyur korban dari kepala sd kaki) 8
- Mendinginkan dengan mengipas 4
- Merendam dalam sungai dengan 9
memperhatikan jalan napas dan pernapasannya.
- Melakukan masage 4
8 Prosedur memasang infus : ( 0 10 )
- Persiapan alat (infus set, infus, abocat, alkohol , 2
betadin dan kassa).
- Mengecek udara dalam selang infus 2
- Melakukan disinfeksi dan menusukkan jarum ke 2
arah jantung yang sebelumnya melakukan
pemasangan stuwing diatasnya.
- setelah berhasil mandrin dilepas sambungkan 1
selang infus kedalamnya.
- Menutup dengan kassa diatas tusukkan 2
kemudian menviksasi dengan plester.
- Mengontrol kelancaran cairan masuk. 1
9` Reevaluasi : ( 0 15 )
-Mengukur suhu rektum 3
- Kesadaran 2
-Memperhatikan tanda-tanda shock 3
- Ada tidak kejang 2
-Menjaga korban agar tidak kedinginan.. 5
10 Mencatat tindakan yang diberikan, laporan dan 5
evakuasi.
100
KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN
KESEHATAN

RJP (RESUSITASI JANTUNG PARU)

Seorang prajurit sedang menyeberangi sungai kemudian tiba-tiba tenggelam


mengakibatkan terjadinya henti jantung dan henti paru.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes

Boneka Anne Tas Kat Perawat/Pembantu Perawat


1 Bulsi

SKENARIO

1. Lokasi kejadian dekat dengan sungai yang cukup lebar, deras dan airnya dalam.
2. Korban sudah ditolong oleh temannya dikeluarkan dari sungai dan dibebaskan jalan
napas dari cairan..
3. Korban ditunggui oleh temannya.
4. Kondisi korban : Terlentang diam saja.
5. Teman korban berusaha ikut aktif membantu pertolongan, dengan menanyakan apa
yang bisa dibantu.

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Melakukan tindakan keamanan dan minta (0 5)
bantuan:
- Memanggil bantuan 1
- Memindahkan korban ketempat yang aman,datar 2
dan keras
- Proteksi diri 2
2 Menilai tingkat kesadaran dengan cara : (0 5)
- Memanggil Korban 2
- Mencubit / merangsang bagian yang sensitif 2
- Menyatakan tidak sadar 1
3. Menilai Airway (jalan napas) dengan cara : (0 5)
- Membuka jalan napas (mulut) 2
- Melihat benda asing dalam jalan nafas (cairan 1
darah)
- Mendengarkan suara tambahan 2
4. Membebaskan jalan napas dengan cara : (0 8)
- Memiringkan korban dengan meminta bantuan 4
- Melakukan tepukan punggung/sapuan jari 4
2

1 2 3 4 5
5. Menilai Breathing (Pernapasan) dengan cara : (0 5)
- Melihat naik turunnya dada (tidak ada) 1
- Mendengar suara napas (tidak ada) 2
- Merasakan hembusan yang keluar (tidak ada). 2
6. Tindakan sebelum RJP (0 8)
- Memberikan tiupan awal 2X, (tidak masuk) 2
- Mengevaluasi jalan napas dengan cara
membuka mulut (terdapat benda asing padat) 2
- Mengeluarkan dengan tehnik sapuan jari. 2
- Tiup ulang 2 X.masuk ditandai dada 2
mengembang.
7. Menilai / meraba nadi carotis. (tidak ada) 5
8. Pelaksanaan RJP : (0 34)
- Berlutut berada disamping korban setinggi bahu 3
sehingga tidak bergeser pada saat melakukan
RJP
- Menentukan titik KJL: 2 jari diatas PX dengan 3
meraba iga terakhir tarik kepuncak tulang dada
atau tengah-tengah tulang dada
- Letakkan pangkal telapak tangan, tangan yang 3
lain di anyam diatasnya
- Posisi tangan lurus menekan 30 X dengan 5
hitungan 1 s.d 30 frekuensi 100 X/menit
- Menekan tidak dihentakkan kedalaman 3 5 10
cm perbandingan 30 komprensi : 2 ventilasi
- Setelah 5 siklus (2 menit) cek nadi carotis (tidak 2
teraba)
- Melanjutkan RJP seperti diatas (sebelum 5 siklus 3
korban menunjukkan tanda RJP berhasil dengan
tersedak/batak)
- Cek nadi carotis (teraba) tapi napas lemah 2
- Berikan napas buatan 12 X/menit 3
9. Re evaluasi dengan meraba dan melihat serta (0 10)
ucapan DCAP BTLS apakah terdapat kelainan
- Meraba bagian kepala korban dan melihat
telapak tangan apakah merasakan basah akibat 2
perdarahan
- Meraba bagian dada,perut dan panggul
korban serta melihat telapak tangan apakah 2
merasakan basah akibat perdarahan
- Dengan tehnik bersilangan meraba bagian
punggung korban serta melihat telapak tangan 2
apakah merasakan basah akibat perdarahan

3
1 2 3 4 5
- Meraba bagian lengan atas dan bawah korban
serta melihat telapak tangan apakah merasakan 2
basah akibat perdarahan (kanan & kiri)
- Meraba bagian tungkai atas dan bawah korban
serta melihat telapak tangan apakah merasakan 2
basah akibat perdarahan (kanan & kiri)
10. Melakukan Posisi Sisi Mantap dengan cara : ( 0 10 )
- Penolong berlutut disamping korban 2
- Mengatur tangan yang dekat dengan penolong 2
diletakkan di pipi/telinga korban.
- Tumit kaki yang jauh dari penolong dilipat 2
mendekat kebadan korban
- Meminta bantuan untuk memiringkan kearah 2
penolong
- Menyempurnakan posisi mantap korban 2
11. Isi kartu luka, laporan dan rencana evakuasi 0-5
- Mengisi kartu luka 2
- Laporan 1
- Rencana evakuasi 2
100

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN


KESEHATAN
PATAH TULANG

Seorang prajurit terjatuh dan mengalami patah tulang lengan atasnya saat
melakukan kontak tembak dengan musuh ketika melaksanakan patroli.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes

1. Molase Kit. Kat Perawat/Pembantu Perawat


2. 1 orang bulsi.

POSISI KORBAN
1. Lokasi kejadian di daerah pertahanan yang luas untuk kontak tembak dengan
kondisi medan yang memiliki lindung tembak dan lindung tinjau.
2. Korban berada dibalik lindung tembak dengan posisi duduk bersandar pada
pohon/batu.
3. Korban ditunggui seorang rekannya (pengendali) yang berteriak minta tolong.
4. Kondisi luka :
- Luka tertutup pada lengan atas kiri 1/3 distal
- Terjadi pembengkakan.
5. Keadaan korban :
- Korban merintih kesakitan sambil memegangi tangannya.
- Korban memberikan rangsangan dengan rangsangan verbal
- Korban mengeluh pusing ,
- Korban merespon tindakan penolong dengan berteriak kesakitan jika tangannya
digerakkan.
6. Teman korban berusaha ikut aktif membantu pertolongan dengan menanyakan apa
yang bisa dibantu

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Melakukan tindakan keamanan dengan (0 5)
cara:
- Minta bantuan. 1
- Tarik ketempat yang aman. 2
- Proteksi diri 2
2 Menilai korban karena korban merintih
kesakitan maka mengatakan korban sadar A 5
dan B nya baik
3 Menilai Cirkulasi dengan cara: (08)
- Melihat perubahan warna kulit korban (pucat) 2
- Meraba pergelangan tangan / merasakan 3
akralnya (dingin)
- Meraba nadi pada pergelangan tangan (cepat 3
dan dangkal)

1 2 3 4 5
4 Prosedur pemasangan infus dengan cara : ( 0 8 )
- Persiapan Infus set + infus + Abocath 2
- Mengontrol udara dalam selang infus 2
- Memasang stuwing diatas tempat tusukan 2
- Desinfeksi,memasang abocath 1
- Setelah berhasil viksasi dengan plester 1
5 Melakukan pembidaian dengan cara : ( 0 59 )
- Persiapan 2 buah bidai panjang menyiapkan 3
mitela secukupnya
- Mengukur bidai pada tangan yang sehat 5
- Masukkan mitella dengan bantuan ranting 5
agar tidak goyang pada bagin proximal, distal,
lengan bawah dan telapaktangan..
- Meletakkan bidai pada tempatnya 3
- Melakukan pengikatan dimulai bagian 15
proximal, distal
- Ikatan berada disisi luar 3
- Ikatan tidak kendor dan tidak terlalu kencang 5
- Kurangi gerakan.pada waktu mengikat 5
- Sebelum dan sesudah pengikatan lakukan 5
perabaan nadi pergelangan tangan (teraba).
- Menyatukan / merapatkan dengan badan 10
dengan mitela.
6 Memberikan obat-obatan 5
7 Melakukan Re evaluasi tindakan yang 5
diberikan dimulai dari ujung kepala sampai
kaki dengan cara melihat serta
menanyakan keluhan korban.
8 Mengisi kartu luka, laporan dan renevake 5
Jumlah 100

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN


KESEHATAN
LUKA TEMBAK DADA KANAN

Seorang prajurit tertembak dada kanannya saat melakukan kontak tembak dengan
musuh.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes


1. Simulasi luka 1. Kat Perawat/Kat Banwat
2. Cairan darah 2. Plastik
3. Make up kit 3. Sarung tangan
4. Fanta merah 1 botol 4. Tabung O2
5. Kanula

SKENARIO

1. Lokasi kejadian di daerah yang luas untuk kontak tembak dengan kondisi medan yang
memilikim lindung tembak dan lindung tinjau yang cukup.
2. Korban berada dibalik lindung tembak dengan posisi telentang.
3. Koraban ditunggui seorang temannya (pengendali) yang berteriak minta tolong.
4. Kondisi korban :
a. Luka tembak dada kanan tidak tembus
b. Darah menetes dari luka
5. Keadaan korban :
a. Korban gelisah, nafas sesak, terbatuk batuk & keluar darah segar dari mulutnya.
b. Korban memberikan rangsangan dengan rangsangan verbal
c. Korban merespon tindakan penolong dengan merintih kesakitan jika dada kanan
ditekan
6. Teman korban berusaha ikut aktif membantu pertolongan dengan menanyakan apa
yang bisa dibantu.

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Melakukan tindakan keamanan dan minta (05)
bantuan :
- Teriak minta bantuan 1
- Menarik korban ketempat yang aman. 2
- Proteksi diri 2
2 Menilai tingkat kesadaran, Jalan napas 5
dengan cara :Verbal (dapat berbicara)
menyimpulkan bahwa korban sadar
3 Menilai pernapasan dengan 3 M (Dada kanan 6
tertinggal, ada luka)
4 Membebaskan/melonggarkan pakaian 5
5 Mengatur posisi korban setenggah duduk 5

1 2 3 4 5
6 Menilai Sirkulasi dengan cara : (05)
- Melihat perubahan warna kulit (bibir dan kuku) 1
- Meraba akral pada telapak tangan 2
- Meraba nadi pergelangan tangan 2
7 Membuat kontraventil dengan cara: ( 0 30 )
- Persiapan alat ( kasa, plester, dan plastik,gunting 4
verban )
- Meletakkan kasa tipis diatas luka 4
- Pasang plastik diatasnya 4
- Plester tiga sisi ( atas, samping ka/ki ) 9
- Bimbing korban tarik napas yang panjang, 9
mengeluarkan/bernapas, rekatkan plester pada
bagian bawah disisakan kurang lebih 2 cm.
8 Prosedur pemasangan infus dengan cara : (05)
- Persiapan Infus set + infus + Abocath 1
- Mengontrol udara dalam selang infus 1
- Memasang stuwing diatas tempat tusukan 1
- Desinfeksi,memasang abocath 1
- Setelah berhasil viksasi dengan plester 1
9 Memasang O2 dengan kanula : ( 0 14 )
- Menyiapkan tabung O2 dan kanula 4
- Mengatur tekanan O2, 3 -5 ltr 4
- Mengecek fungsi O2 dan kanula: 4
- Pemasangan kanula kehidung korban 2
10 Re Evaluasi mulai tindakan yang diberikan 5
dan menanyakan keluhan pada korban
11 - Mengatur posisi korban setengah duduk 5
- Memiringkan korban kearah yang sakit. 5
12 Isi kartu luka, laporan dan persiapan evakuasi. 5
JUMLAH 100

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN


KESEHATAN
PEMASANGAN INFUS

Seorang prajurit shok akibat kekurangan cairan disebabkan menderita diare.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes

1. Make Up kit Kat Perawat/ Banwat

SKRENARIO

1. Lokasi kejadian di Poslongyon


2. Teman korban berusaha menolong dengan minta bantuan.
3. Keadaan Korban :
- Korban shock dengan tanda-tanda akral dingin, muka pucat, nadi cepat
- Korban tidak ingat kejadiannya
- Korban dalam posisi berbaring
- Pengendali yg melihat kejadiannya & dapat menjelaskan kepada penolong
(peserta uji lapangan)

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Persiapan (0 25)
a. Memberitahu dan menjelaskan pada pasien 2
b. Menyiapkan perlengkapan tindakan (10)
- Infus set 1
- Cairan infus 1
- Abocath 1
- Hand schoen 1
- Alkohol, 1
- Kasa 1
- Plester 1
- Karet stuwing 1
- Gunting 1
- Antiseptic (Betadin) 1
c. Membawa peralatan ke dekat pasien 1
d. - Menyiapkan tiang infus 1
- Mengatur posisi penderita 1
e. Membuka pakaian / membebaskan pada 3
daerah yang akan dipasang infus

2
1 2 3 4 5
f. Menggantungkan botol infus pada tiang infus 1
g. Menusukkan giving set ke botol infus 2
h. Mengalirkan cairan infus sehingga infus 2
terisi cairan dan bebas gelembung udara.
i. Meletakkan perlengkapan pada tempat yang 2
bersih.
2 .Pelaksanaan Pasang Infus. ( 0 75 )
a. Menentukan tempat penusukkan 3
b. Memasang stuwing dengan karet di anggota 5
badan sehingga vena terlihat jelas.
c. Menggunakan hand schoen 5
d. Mensuci hamakan kulit dengan kapas 8
alkohol.
e. Menusukkan Abocath ke dalam vena kearah 25 Bila
jantung dengan lubang jarum menghadap ke berhasil
atas (berhasil/tidak)
f. Bila berhasil darah mengalir ke jarum , jarum 10
di cabut, dilanjutkan dengan menyambungkan
ke infus set
g. Kendorkan stuwing karet yang dipasang 2
h.Mengecek kelancaran tetesan cairan dan 4
melaksanakan fiksasi
i. Menghitung & mengatur tetesan cairan 4
sesuai dengan kebutuhan
j. Merapihkan pasien dan alat-alat. 5
k. Membuat daftar pengawasan infus. 2
l. Evaluasi tindakan 2
Jumlah 100

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN


KESEHATAN
POL

Beberapa prajurit tiba-tiba berteriak minta tolong disebabkan terlalu lelah karena
melakukan POL sendirian.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes


- 2 Bulsi - Kat pembantu Perawat

SKENARIO

1. Lokasi kejadian di daerah berbukit.


2. Teman korban berusaha menolong tetapi sudah kelelahan dalam perjalanan evakuasi
kemudian minta bantuan.
3. Kondisi korban :
- Tidak sadar
- Korban ada beberapa bagian tubuh yang luka
4. Teman korban berusaha ikut aktif membantu pertolongan dengan menanyakan apa
yang bisa dibantu.

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Pelaksanaan POL Cara Membopong ( 0 25)
- Berlutut arah kepala korban dengan salah satu 2
lutut menyentuh tanah.
- Dorong punggung korban sampai duduk 3
ditanah oleh salah satu lutut pengangkut.
- Bergeser searah bahu korban dengan posisi 2
berlutut
- Pindahkan, lipat salah satu kaki korban 2
- Pindahkan korban dengan merangkul ke leher 2
- Dudukkan korban diatas paha dengan satu 4
tangan merangkul dari bawah paha korban
dengan tangan yang lain memegang pinggang
korban lewat punggung korban
- Berdiri sambil dirapatkan kepengangkut, agar 4
korban lebih ringan.
- Berjalan ke tempat yang ditentukan 3
- Menurunkan korban dengan cara berlawanan 3
saat mengangkat.
2 Pelaksanaan POL Cara Menjulang : ( 0 25 )
- Berlutut arah kepala korban dengan salah satu 2
lutut menyentuh tanah.
- Dorong punggung korban sampai duduk 3
ditanah oleh salah satu lutut pengangkut.
- Anyam kedua tangan pengangkut di depan 2
dada korban, lalu dibawa berdiri.

1 2 3 4 5
- Pengangkut berhadapan dengan korban 2
- Pegang salah satu tangan korban dilanjutkan 2
pengangkut berlutut dengan salah satu lutut dan
tangan berada diantara kedua kaki korban.
- Betulkan posisi korban agar tidak tertekan 4
kemaluan korban.
- Berdiri sambil membetulkan posisi korban 4
- Berjalan menuju ketempat yang ditentukan 3
- Cara menurunkan korban kebalikan cara 3
mengangkat.
3 Pelaksanaan POL Cara Menggendong cara ( 0 25)
Ransel.:
- Siapkan 2 buah kopel rim yang dipanjangkan 2
dan disambung.
- Tempatkan sambungan kopel rim pada bagian 3
bawah paha dan punggung korban
- Buka kedua tungkai korban secukupnya lalu 3
penolong terlentang di atas korban sambil
memasukkan sosok kopel ke kedua lengan
seperti menggendong ransel
- Pegang ke dua tangan korban dilanjutkan 5
berguling sikap tiarap sehingga posisi korban di
atas penolong/posisi tiarap
- Penolong berusaha berdiri. 5
- Berjalan menuju tempat yang ditentukan 2
- Menurunkan korban dengan cara : 5
* merendahkan badan dengan berlutut
* tangan menumpu pada tanah dilanjutkan
tiarap
* Selanjutnya penolong memegang tangan
korban dilanjutkan berguling.
* Penolong berdiri dilanjutkan melepas kopel
yang digunakan untuk menggendong korban.
4 Pelaksanaan POL Cara Menyeret dengan ( 0 25 )
cara merangkak (tidak sadar)
- Mengikat pergelangan tangan korban diikat 7
dengan kain mitela yang jaraknya kurang lebih
10 cm yang fungsinya pengganti tangan untuk
merangkul tangan
- Ambil sikap merangkak diatas korban 5
- Kedua tangan korban di rangkulkan di atas 5
tengkuk penolong.
- Penolong meranggak dan posisi korban 8
berada diantara kedua paha penolong.
Jumlah 100

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN


KESEHATAN
MEMBALUT LUKA

Seorang prajurit mengalami luka di mata, lengan bawah dan patah tulang
selangka.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes


1. Simulasi luka 1. Pembalut cepat : 4 buah
2. Cairan darah 2. Verban 3 roll
3. Make up kit warna merah,coklat,biru 3. Kain Mitella : 5 buah

POSISI KORBAN

1. Lokasi kejadian :Terdapat dipinggir jalan


2. Teman korban berusaha menolong dengan minta bantuan.
3. Kondisi korban :
- Luka di mata, lengan dan tulang selangka
4. Keadaan Korban :
- Sadar
- Korban dapat menjelaskan kronologis kejadian kepada penolong (peserta uji
lapangan)
- Korban merespon tindakan penolong dengan merintih kesakitan bila mata ,
lengan dan tulang selangka digerakkan.
5. Teman korban berusaha ikut aktif membantu pertolongan dengan menanyakan
apa yang bisa dibantu.

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Tehnik membalut mata. ( 0 25 )
1. Buat dasi panjang 3
2. Tutup mata yang sakit dengan kasa (kompres) 5
3. Letakkan pertengangan dasi pada mata yang 3
sakit (serong)
4. Balutkan kedua ujung dasi ke belakang kepala, 8
dan disilangkan dari kanan kembali ke kanan dan
kiri kembali kekiri.
5. Balutkan kedua ujung dasi ke dahi melalui atas 3
telingakanan kiri
6. Buat simpul pada pelipis yang sehat tempat 3
dibalutan pertama.
2 Tehnik menggendong tangan bawah. ( 0 25 )
a. Lebarkan kain segitiga 3

1 2 3 4 5
b. Letakkan di depan dada,sudut puncak pada siku 7
lengan yang sakit, salah satu sudut alasnya di
bahu lengan yang sehat, sisi alasnya tegak lurus.
c. Silangkan lengan yang sakit di dada di atas kain 5
segitiga.
d. Sudut alas yang tergantung dilipat ke dada 5
menutup lengan yang sakit dan terus ke bahu dari
lengan yang sakit.
e. Pertemuan dari kedua sudut alas di samping 3
leher kanan kiri dan buat simpul.
f. Merapikan balutan,pada ujung siku dengan 2
peniti
3 Membalut / mengistirahatkan tulang selangka ( 0 50 )
a. Siapkan 4 buah kain segi tiga, 05
b. Masing-masing dibuat dasi panjang. 05
c. Dasi pajang ke I, dibuat ring/ cicin pada bahu 0 10
yang tidak sakit (sehat)
d. Dasi panjang ke II, dibalutkan pada pergelangan 0 10
tangan dari bahu yang sakit. Hubungkan pada
ring/ cicin dan di simpulkan
f. Dasi panjang ke III , di lingkarkan di atas siku 0 10
dari bahu yang sakit, bila perlu buat simpul
permulaan, kemudian dihubungkan ke ring / cicin
melalui punggung.
g. Dasi panjang ke ke IV, dilingkarkan di bawah 0 - 10
siku dari bahu yang sakit, bilaperlu buat simpul
permulaan, kemudian dihubungkan kering/cincin
melalui punggung.
100

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN


KESEHATAN
PEMBIDAIAN

Seorang prajurit yang melaksanakan patroli tertembak pada tungkai bawah


sebelah kanan saat kontak tembak dengan musuh, mengakibatkan patah tulang terbuka.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes


1. Simulasi patah tulang tungkai bawah Kat perawat/Pembantu perawat
2. Cairan darah
3. Bulsi

POSISI KORBAN

1. Lokasi kejadian di daerah pertahanan yang luas untuk kontak tembak dengan
kondisi medan yang memiliki lindung tembak dan lindung tinjau.
2. Korban berada dibalik lindung tembak dengan posisi duduk bersandar pada
pohon/batu.
3. Korban ditunggui seorang rekannya (pengendali) yang berteriak minta tolong.
4. Kondisi luka : Patah tulang terbuka pada tungkai bawah.
5. Keadaan korban :
- Korban merintih kesakitan sambil memegangi tungkai bawah.
- Korban memberikan rangsangan dengan rangsangan verbal
- Korban merespon tindakan penolong dengan berteriak kesakitan jika
tungkainya digerakkan.
6. Teman korban berusaha ikut aktif membantu pertolongan dengan menanyakan
apa yang bisa dibantu

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Tehnik pembidaian dengan cara : ( 0 80 )
1. Persiapkan 3 buah bidai dan kain mitela 4
secukupnya
2. Mengukur bidai pada bagian kaki yang sehat 4
serta salah satu ujung bidai diberi bantalan
3. Masukkan mitela dengan bantuan ranting atau 8
melewati bagian lipatan tubuh selanjutnya atur
sesuai posisinya
4. Meletakkan bidai pertama pada bagian kaki 6
yang sakit
5. Meletakkan bidai kedua serta ketiga pada 4
bagian dalam dan luar kaki yang sakit
6. Mengatur posisi kaki sesuai dengan anatomi 6
tubuh

1 2 3 4 5
7. Melakukan pengikatan dimulai bagian proximal 8
dan distal dari bagian luka
8. Ikatan berada disisi luar 8
9. Ikatan tidak kendor dan tidak terlalu kencang, 10
pada mengikat kurangi gerakan
10. Sebelum pengikatan pada bagian ujung kaki, 8
ikatan tali sepatu dikendorkan/melepaskan sepatu
11. lakukan perabaan nadi pergelangan kaki 6
(teraba)
12. Menyatukan/merapatkan dengan kaki yang 8
sehat dengan mitela
2 Melakukan reevaluasi tindakan yang diberikan ( 0-10 )
dimulai dari ujung kepala sampai kaki dengan cara
melihat serta menannyakan keluhan korban
3 Mengisi kartu luka, laporan dan rencana evakuasi ( 0-10 )
100

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN


KESEHATAN
MENOLONG KORBAN TENGGELAM

Seorang prajurit sedang menyeberangi sungai karena arusnya deras prajurit


tersebut terseret air dan tenggelam mengakibatkan terjadinya henti jantung dan henti
nafas.

Kebutuhan Alins Kebutuhan Katkes


Boneka Anne Kat Perawat/Kat Banwat

SKENARIO

1. Lokasi kejadian dekat dengan sungai yang cukup lebar, deras dan airnya dalam.
2. Korban masih berada di dalam sungai
3. Teman korban berteriak meminta tolong
4. Kondisi korban : timbul tenggelam didalam sungai sambil tangan menggapai-gapai,
sampai akhirnya tenggelam kedalam sungai
5. Teman korban berusaha membantu pertolongan, dengan mencari tali yang ada di
sekitar sungai

NO URAIAN TINDAKAN INTERVAL NILAI KET


NILAI
1 Melakukan tindakan keamanan : ( 0 10 )
- Memanggil bantuan 2
- Penolong masuk kedalam air dan memegang 3
kerah baju atau rambut korban dari arah belakang
- Penolong menarik korban keluar dari sungai 3
- Korban dibawa ketempat yang aman dipinggir 2
sungai dengan posisi terlentang
2 Menilai tingkat kesadaran dengan cara : (05)
- Memanggil korban (diam) 2
- Mencubit/merangsang bagian yang sensitif 2
(diam)
- Menyatakan tidak sadar 1
3 Menilai Airway (jalan napas) dengan cara : (04)
- Membuka jalan napas (mulut) 2
- Membersihkan mulut, hidung dan tenggorokan 2

2
1 2 3 4 5
4 Mengeluarkan cairan dari paru-paru/perut ( 0 15 )
dengan cara :
- Korban ditelungkupkan 2
- Penolong berdiri diatas korban, dengan kedua 3
kaki dibuka (mengkangkangi korban)
- Penolong mengangkat pinggang korban keatas, 3
sehingga kepala korban menggantung kebawah
- Punggung korban ditepuk sampai air keluar dari 3
perut dan paru-paru korban melalui mulut dan
hidung
- Memastikan air didalam perut dan paru-paru 2
keluar semua, dengan tepukan berulang-ulang
- Korban ditelentangkan kembali 2
5 Menilai breathing (pernapasan) dengan cara : (05)
- Melihat naik turunnya dada (tidak ada) 1
- Mendengarkan suara napas (tidak ada) 2
- Merasakan hembusan yang keluar (tidak ada) 2
6 Memberikan tiupan awal dan membebaskan ( 0 10 )
jalan napas dengan cara :
- Penolong proteksi diri 1
- Memposisikan kepala korban extensi 1
- Memberikan tiupan awal 2x (tidak masuk) 2
- Evaluasi jalan napas dengan car membuka mulut 2
terdapat kotoron
- Mengeluarkan dengan teknik sapuan jari 1
- Memperbaiki posisi kepala korban 1
- Tiup ulang 2x masuk ditandai dengan dada 2
mengembang
7 Menilai sirkulasi/meraba nadi carotis (tidak 3
ada)
8 Pelaksanaan RJPlewatkan 24
9 Reevaluasi dengan teknik : ( 0 10 )
- Meraba bagian kepala, leher serta pundak 2
korban dan melihat telapak tangan apakah
merasakan basah akibat perdarahan
- Meraba bagian lengan atas dan bawah korban 2
serta melihat telapak tangan apakah merasakan
basah akibat perdarahan (kanan dan kiri)
- Dengan teknik bersilangan meraba bagian 2
punggung korban serta melihat telapak tangan
apakah merasakan basah akibat perdarahan
- Meraba bagian dada, perut dan panggul korban 2
serta melihat telapak tangan apakah merasakan
basah akibat perdarahan

3
1 2 3 4 5
- Meraba bagian tungkai atas dan bawah korban 2
serta melihat telapak tangan apakah merasakan
basah akibat perdarahan (kanan dan kiri)
10 Melakukan posisi sisi mantap dengan cara : ( 0 10 )
- Penolong berlutut disamping korban 2
- Mengatur tangan yang dekat dengan penolong 2
diletakkan dipipi/telinga korban
- Tumit kaki yang jauh dari penolong dilipat 2
mendekat kebadan korban
- Meminta bantuan untuk memiringkan kearah 2
penolong
- Menyempurnakan posisi sisi mantap korban 2
11 Isi kartu luka dan rencana evakuasi (04)
- Mengisi kartu luka 2
- Laporan dan rencana evakuasi 2
100

KOMANDO DAERAH MILITER I/BUKIT BARISAN


KESEHATAN
MATERI PELAJARAN DALAM LATIHAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN TONKES YONIF 122/TS
TRIWULAN-II TA 2016