Anda di halaman 1dari 7

LBM 2

Step 1

1. Metode kramer : metode yang digunakan untuk pemeriksaan fisik bayi kuning

Step 2

1. Kenapa pada hari ke 2 perawatan bayi nampak kuning dari wajah sampai dada, demam dan
malas minum?
2. Mengapa bayi mendapatkan imunisasi hepatitis B?
3. Apa hubungan ibu mengalami demam selama 1 minggu sebelum bayi tsb dilahirkan dengan
kasus di skenario?
4. Bagaimana hubungan infeksi dengan ikterik?
5. Apa interpretasi hasil dari pemeriksaan lab?
6. Bagaimana mekanisme terjadi kuning secara fisiologis dan patologis pada bayi baru lahir?
7. Jelaskan intrepretasi dari kramer?
8. Apa klasifikasi ikterus pada bayi?
9. Apa DD dan diagnosis dari skenario?
10. Bagaimana patofisiologi bilirubin?
11. Bagaimana patogenesis infeksi pada bayi?
12. Bagaimana etiologi dari skenario?
13. Apa saja manifestasi klinis dari kasus?
14. Bagaimana pencegahan?
15. Apa tatalaksana kasus dari skenario?
16. Kadar bilirubin normal?
17. Apa saja komplikasi pada bayi?

Step 3

1. Kenapa pada hari ke 2 perawatan bayi nampak kuning dari wajah sampai dada, demam dan
malas minum?
- Peningkatan bilirubin hemolisis SDM (inkopetibilitas ketidaksesuaian golongan darah
ibu dan anak, trauma pada kelahiran, kurang enzim glukorokinase), fungsi hepar yang
belum sempurna, sirkulus hepatikus yng meningkat
- Riwayat ibu demam, suhu bayi tinggi saat lahir, leukosit meningkat infeksi
- Infeksi peningkatan bilirubin hemolisis sel darah merah meningkatakan produk
bilirubin kekuningan
- Demam inflamasi dari janin
- Eritosit (120 hari, bayi 60-70 hari) dihancurkan Hb heme Fe biliverdin
bilirubin tidak bisa masuk hepar harus gandengan dengan albumin dikonjugasi
oleh protein X dan Y dihepar dipercepat denga enzim glukoronil konjuase bilirubin
2 (direct) usus besar e.coli dengan enzim bekerjasama mengkonjugasi bahan
baku sekunder, sterkobilin (pewarna feses dan urin)
- Ikterus fisiologi
o Umur eritosit pendek
o Fungsi hepatosit belum sempurna
o Albumin kurang

2. Mengapa bayi mendapatkan imunisasi hepatitis B?


- Demam bisa karena infeksi akibat dari pemberian imunisasi (normal)
- Imunisasi hep B pada neonatus (aterm) cek HBS Ag ibu -/tidak tau vaksin
rekombinan 10 IV vaksin pertama kali, + ditambah Hb Ig

3. Apa hubungan ibu mengalami demam selama 1 minggu sebelum bayi tsb dilahirkan dengan
kasus di skenario?
- Ibu demam 1 minggu sebelum melahirkan infeksi
- Karena mengandung bisa ditularkan melalui plasenta bayi diuterus sudah mengalami
infeksi, pada air ketuban baunya khas, keruh infeksi intrauterin

4. Bagaimana hubungan infeksi dengan ikterik?


- Infeksi meningkatkan hemolisis sel eritrosit
- Mempengaruhi dari fungsi hepatosit

5. Apa interpretasi hasil dari pemeriksaan lab?


Suhu : 38,5oC demam
Hb : 11,2g/dL
Ht : 33%
Leukosit : 37.000/mmk tinggi
GDS : 62 N
Elektrolit K : 3.7 N
Bilirubin total : <5 (N), 17,1 naik
Indirect : 1-3
Direct : 0-0,4

6. Bagaimana mekanisme terjadi kuning secara fisiologis dan patologis pada bayi baru lahir?
- Ikterus fisiologi
a. Umur eritosit pendek
b. Fungsi hepatosit belum sempurna
c. Albumin kurang
- Ikterus patologis
o Kongenital atresia biliaris, gangguan sel darah merah, sindroma ...., sifilis
konginetal, hipotiroid, hepatitis, resus
o Infeksi TORCH
o Pemberian obat sulfosalisilat, sulfafurazol albumin kurang gangguan
pada transportnya sehingga B1 naik

7. Jelaskan intrepretasi dari kramer?


Daerah ikterus
- kepala sampai leher 5,4
- kepala sampai dada
- Kepala sampai lutut 11.8
- Kepala sampai tangan sampai kaki 15.8
- Sampai ke ujung jari > 17

8. Apa DD dan diagnosis dari skenario?


Patologis infeksi
Tanda2 neonatal infeksi :
- Minum tidak adekuat tidak ada asupan ASI
- Letargi
- Ibu panas sebelum melahirkan
- Suhu bayi naik
- Px darah rutin ada infeksi peningkatan leukosit
- Bayi menangis lemah
- Ubun2 cembung
- Ketuban keruh dan bau khas

DD : atresia biliar, gilbert sindrom

9. Bagaimana patofisiologi hiperbilirubin?


Karena anemia hemolitik,
Prehepatik B1 naik
Hepatal Bisa 22nya yang naik
Posthepatal B2 naik

10. Bagaimana patogenesis infeksi pada bayi?

11. Bagaimana etiologi dari skenario?

12. Apa saja manifestasi klinis dari kasus?


- Minum tidak adekuat tidak ada asupan ASI
- Letargi
- Ibu panas sebelum melahirkan
- Suhu bayi naik
- Px darah rutin ada infeksi peningkatan leukosit
- Bayi menangis lemah
- Ubun2 cembung
- Ketuban keruh dan bau khas

13. Bagaimana pencegahan?


- Minum ASI sistem imun
- Ibu sesuai etiologi (toxoplasma)
- Vaksin

14. Apa tatalaksana kasus dari skenario?


- Hiperbilirubin memberi ASI untuk melapisi mukosa usus
- Terapi sinar
- PF urin dan feses untuk screening
- Hipotiroid
- Bilirubin direct dan indirect
- Tranfusi tukar : mengeluarkan darah pada bayi, mengganti darah pendonor untuk
mengeluarkan bilirubin atau toxin. Indikasi
o Indirect <20
o Kenaikan bilirubin indirect yang cepat
o Anemia
- Fototerapi, indikasi:
o Kadar biliruin 4-5 mg
o Neonatus BBLR
- Breast feeding mekonium tidak keluar kekurangan ASI
- Breast milk keluar 1 minggu setelah lahir betapregnandiol
- Vit K diberikan dosis 1 mg
- Vaksin hepatitis

15. Apa saja komplikasi pada bayi?


- Ensefalopati bilirubin sudah sampai saraf
- Kern ikterik Meningkatkan perlengketan otak trs berlanjut letardasi dan
gangguan pendengaran

Step 4

Metabolisme bilirubin

Kekurangan

Patologis fisiologis

Hiperbilirubin

Etiologi komplikasi pencegahan pengobatan

Manifestasi

Step 7

1. Kenapa pada hari ke 2 perawatan bayi nampak kuning dari wajah sampai dada, demam dan
malas minum?

2. Mengapa bayi mendapatkan imunisasi hepatitis B?


- Demam bisa karena infeksi akibat dari pemberian imunisasi (normal)
- Imunisasi hep B pada neonatus (aterm) cek HBS Ag ibu -/tidak tau vaksin
rekombinan 10 IV vaksin pertama kali, + ditambah Hb Ig

3. Apa hubungan ibu mengalami demam selama 1 minggu sebelum bayi tsb dilahirkan dengan
kasus di skenario?
- Ibu demam 1 minggu sebelum melahirkan infeksi
- Karena mengandung bisa ditularkan melalui plasenta bayi diuterus sudah mengalami
infeksi, pada air ketuban baunya khas, keruh infeksi intrauterin

4. Bagaimana hubungan infeksi dengan ikterik?


- Infeksi meningkatkan hemolisis sel eritrosit
- Mempengaruhi dari fungsi hepatosit

5. Apa interpretasi hasil dari pemeriksaan lab?


Suhu : 38,5oC demam
Hb : 11,2g/dL
Ht : 33%
Leukosit : 37.000/mmk tinggi
GDS : 62 N
Elektrolit K : 3.7 N
Bilirubin total : <5 (N), 17,1 naik
Indirect : 1-3
Direct : 0-0,4

6. Bagaimana mekanisme terjadi kuning secara fisiologis dan patologis pada bayi baru lahir?
- Ikterus fisiologi
a. Umur eritosit pendek
b. Fungsi hepatosit belum sempurna
c. Albumin kurang
- Ikterus patologis
o Kongenital atresia biliaris, gangguan sel darah merah, sindroma ...., sifilis
konginetal, hipotiroid, hepatitis, resus
o Infeksi TORCH
o Pemberian obat sulfosalisilat, sulfafurazol albumin kurang gangguan
pada transportnya sehingga B1 naik

7. Jelaskan intrepretasi dari kramer?


Daerah ikterus
- kepala sampai leher 5,4
- kepala sampai dada
- Kepala sampai lutut 11.8
- Kepala sampai tangan sampai kaki 15.8
- Sampai ke ujung jari > 17
8. Apa DD dan diagnosis dari skenario?
Patologis infeksi
Tanda2 neonatal infeksi :
- Minum tidak adekuat tidak ada asupan ASI
- Letargi
- Ibu panas sebelum melahirkan
- Suhu bayi naik
- Px darah rutin ada infeksi peningkatan leukosit
- Bayi menangis lemah
- Ubun2 cembung
- Ketuban keruh dan bau khas

DD : atresia biliar, gilbert sindrom

9. Bagaimana patofisiologi hiperbilirubin?


Karena anemia hemolitik,
Prehepatik B1 naik
Hepatal Bisa 22nya yang naik
Posthepatal B2 naik

10. Bagaimana patogenesis infeksi pada bayi?

11. Bagaimana etiologi dari skenario?

12. Apa saja manifestasi klinis dari kasus?


- Minum tidak adekuat tidak ada asupan ASI
- Letargi
- Ibu panas sebelum melahirkan
- Suhu bayi naik
- Px darah rutin ada infeksi peningkatan leukosit
- Bayi menangis lemah
- Ubun2 cembung
- Ketuban keruh dan bau khas

13. Bagaimana pencegahan?


- Minum ASI sistem imun
- Ibu sesuai etiologi (toxoplasma)
- Vaksin

14. Apa tatalaksana kasus dari skenario?


- Hiperbilirubin memberi ASI untuk melapisi mukosa usus
- Terapi sinar
- PF urin dan feses untuk screening
- Hipotiroid
- Bilirubin direct dan indirect
- Tranfusi tukar : mengeluarkan darah pada bayi, mengganti darah pendonor untuk
mengeluarkan bilirubin atau toxin. Indikasi
o Indirect <20
o Kenaikan bilirubin indirect yang cepat
o Anemia
- Fototerapi, indikasi:
o Kadar biliruin 4-5 mg
o Neonatus BBLR
- Breast feeding mekonium tidak keluar kekurangan ASI
- Breast milk keluar 1 minggu setelah lahir betapregnandiol
- Vit K diberikan dosis 1 mg
- Vaksin hepatitis

15. Apa saja komplikasi pada bayi?


- Ensefalopati bilirubin sudah sampai saraf
- Kern ikterik Meningkatkan perlengketan otak trs berlanjut letardasi dan
gangguan pendengaran