Anda di halaman 1dari 3

Badan Terasa Lemah, Pusing, Muntah-muntah dan Pernafasan Lambat

Pamela Vasikha

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana NIM 102013407

Jln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat, 11510, Telp. (021) 5694-2061

Pamelavasikha@yahoo.com

Abstrak

Abstract

Pendahuluan

Di dalam skenario 9, seorang perempuan berumur 27 tahun sedang hamil 2 bulan, datang ke
dokter dengan keluhan seringkali muntah-muntah >5x perhari sejak seminggu lalu, tidak ada
makanan masuk, sehingga badan terasa lemah dan pusing, sering merasa lelah dan pernafasannya
lambat 12x/ menit.

Struktur Anatomi Sistem Pernafasan Atas

Strruktur Anatami Sistem Pernafasan Bawah

Mekanisme Pernafasan

Difusi Gas

Kerja Fisiologis Paru-paru

Proses Transport Gas

Keseimbangan Asam Basa

Untuk fungsi optimal dari sel-sel, proses metabolik mempertahankan keseimbangan mantap
diantara asam dan basa. pH arteri adalah pengukuran tak langsung terhadap konsentrasi ion
hydrogen (H+) (misalnya semakin besar konsentrasi, makin asam larutan dan makin rendah pH;
makin rendah konsentrasi, makin basa larutan dan makin tinggi pH) dan mencerminkan
keseimbangan antara karbon dioksida (CO2), yang diatur oleh paru-paru, dan bikarbonat (HCO3-
), basa diatur oleh ginjal. CO2 terlarut dalam larutan untuk membentuk asam karbonat (H2CO3)
yang merupakan kunci komponen asam dalam keseimbangan asam-basa. Karena H2CO3 sulit
untuk diukur secara langsung dan CO2 serta H2CO3 dalam keseimbangan, maka komponen
asam ditunjukkan sebagai CO2 ketimbang H2CO3.

Rasio asam-basa normal adalah 1:20, menunjukkan satu bagian CO2 (potensial H2CO3)
terhadap 20 bagian HCO3-. Jika keseimbangan ini berubah, maka terjadi kekacauan pH; jika
terdapat ekstra asam atau terjadi kehilangan basa dan pH < 7,40, maka terjadi asidosis; bila
terdapat ekstra basa atau terjadi kehilangan asam dan pH > 7,40 maka terjadi alkalosis.
Mekanisme ini sangat sensitive terhadap perubahan pH yang sangat kecil dan tubuh biasanya
mampu mempertahankan pH tanpa intervensi dari luar, bila tidak mampu pada kadar normal,
sedikitnya dalam batasan yang dapat menopang kelangsungan hidup.2

Alkalosis respiratorik terjadi jika CO2 dikeluarkan terlalu cepat dari paru-paru dan ada
penurunan kadarnya dalam darah. Penyebab dari alkalosis respiratorik adalah hiperventilasi yang
disebabkan oleh kecemasan, akibat demam, akibat pengaruh overdosis aspirin pada pusat
pernapasan, akibat hipoksia karena tekanan udara yang rendah di dataran tinggi, atau akibat
anemia berat. Faktor kompensator nya adalah jika hiperventilasi terjadi akibat kecemasan,
gejalanya dapat diredakan melalui pengisapan kembali karbon dioksida yang sudah dikeluarkan.
Ginjal mengompensasi cairan alkalin tubular dengan mengekskresi ion bikarbonat dan menahan
ion hidrogen.1

Alkalosis Metabolik

Alkalosis metabolik adalah suatu kondisi kelebihan bikarbonat. Hal ini terjadi jika ada
pengeluaran berlebih ion hidrogen atau peningkatan berlebih ion bikarbonat dalam cairan tubuh.
Penyebab alkalosis metabolik adalah karena muntah yang berkepanjangan (pengeluaran asam
klorida lambung), disfungsi ginjal, pengobatan dengan diurektik yang mengakibatkan
hipokalemia dan penipisan volume CES atau pemakaian antasida berlebihan juga dapat
menyebabkan alkalosis metabolik. Terdapat 2 faktor kompensator untuk alkalosis metabolik
yaitu kompensasi respiratorik dan kompensasi ginjal. Kompensasi respiratorik adalah penurunan
ventilasi pulmonary dan mengakibatkan peningkatan pCO2 dan asam karbonat. Sedangkan
kompensasi ginjal melibatkan sedikit ekskresi ion ammonium, lebih banyak ekskresi ion natrium
dan kalium, berkurangnya cadangan ion bikarbonat, dan lebih banyak ekskresi bikarbonat.1

Kesimpulan

Daftar Pustaka

1. Veldman J. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Diterjemahkan dari Sloane E. Anatomy and

physiology: an easy learner. Jakarta: EGC; 2003.h.342.

2. Dewi IN, Ester M. Keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam-basa. Diterjemahkan dari Horne
MM, Swearingen PL. Fluid, electrolyte, and acid-base balance. Edisi ke-2. Jakarta: EGC;

2000.h.135.