Anda di halaman 1dari 6

FOLIKULITIS

Pendahuluan(1)

Folikulitis timbul sebagai bintik-bintik kecil disekeliling folikel rambut. Sebagian besar

infeksi hanya superfisial, yang hanya mempengaruhi bagian atas folikel. Biasanya gatal dan

jarang ada keluhan sakit. Folikulitis dapat terjadi hampir pada seluruh tubuh tetapi lebih sering

terjadi pada kulit wajah, kepala, paha dan lipat paha serta kaki.

Folikulitis seringkali diawali dengan kerusakan folikel rambut sebagai akibat

penyumbatan folikel rambut, gesekan pakaian atau bercukur. Sekali cidera, folikel akan lebih

mudah terinfeksi oleh bakteri, ragi ataupun jamur.

Definisi (1,2,3,4,5)

Folikulitis adalah peradangan pada selubung akar rambut ( folikel ), yang disebabkan

oleh stafilokokus aureus.

Etiologi (1,2,3)

Setiap rambut tubuh tumbuh dari folikel, yang merupakan suatu kantong kecil di bawah
kulit. Selain menutupi seluruh kulit kepala, folikel juga terdapat pada seluruh tubuh kecuali
telapak tangan, telapak kaki dan membran mukosa seperti bibir.

Penyebab paling sering folikulitis adalah :

Gesekan pada saat bercukur atau gesekan pakaian

Keringat berlebihan yang dapat menyumbat folikel

Inflamasi kulit, termasuk diantaranya dermatitis dan akne

Cidera pada kulit, termasuk abrasi, luka bedah ataupun abses


Terpajan terhadap ter yang terbuat dari batu bara ataupun kayu

Gejala Klinis (1,2,3)

Gejala klinis folikulitis berbeda beda tergantung jenis infeksinya. Pada bentuk kelainan
superfisial, bintik-bintik kecil (papul ) berkembang di sekeliling satu atau beberapa folikel. Papul
kadang-kadang mengandung pus ( pustul ), ditengahnya mengandung rambut serta adanya krusta
disekitar daerah inflamasi. Infeksi terasa gatal dan agak sakit, tetapi biasanya tidak terlalu
menyakitkan. Tempat predileksi folikulitis superfisial yaitu di tungkai bawah.

Folikulitis profunda akan merusak seluruh folikel rambut sampai ke subkutan sehingga

akan teraba infiltrat di subkutan dan dapat menimbulkan gejala yang lebih berat yaitu sangat

sakit, adanya pus yang akhirnya dapat meninggalkan jaringan ikat apabila telah sembuh.

Klasifikasi (1,2)

1. Bentuk folikulitis superfisial, diantaranya :

Pseudomonas Folikulitis

Sekitar 12 sampai 48 jam terpajan, akan timbul papul kemerahan sampai dengan adanya

pustul. Ruam akan bertambah berat pada bagian tubuh yang tertutup pakaian renang

dengan air yang terkontaminasi dengan pseudomonas.

Tinea Barbae

Lebih sering disebabkan oleh jamur Trychopyton verrucosum atau Trychopyton

mentagrophytes daripada bakteri. Folikulitis tipe ini juga terjadi di daerah dagu pria (

jenggot ). Tinea barbae menyebabkan timbulnya bintik-bintik putih yang gatal.

Pseudofolikulitis Barbae
Pada inflamasi folikel rambut di daerah jenggot, pseudofolikulitis barbae menyebabkan

jenggot menjadi keriting.

Pityrosporum Folikulitis

Lebih sering terjadi pada dewasa muda. Folikulitis tipe ini menimbulkan gejala kemerahan,
pustul dan gatal pada daerah punggung, dada dan kadang-kadang daerah bahu, lengan atas dan
wajah. Disebabkan oleh infeksi ragi, seperti Malassezia furfur, sama halnya seperti jamur yang
menyebabkan ketombe.

2. Bentuk Folikulitis Profunda, diantaranya :

Folikulitis Gram negatif

Lebih sering berkembang pada seseorang dengan terapi antibiotik jangka panjang dengan

pengobatan akne. Antibiotik mengganggu keseimbangan normal bakteri pada hidung,

yang akan mempermudah berkembangnya bakteri yang berbahaya ( Bakteri Gram-negatif

). Pada umumnya hal ini tidak membahayakan, karena flora di hidung akan kembali

normal apabila pemakaian antibiotik dihentikan.

Karbunkel

Karbunkel terjadi apabila folikel rambut terinfeksi oleh bakteri stafilokokus sampai ke bagian
yang lebih dalam. Karbunkel terjadi secara tiba-tiba disertai benjolan merah yang terasa sakit
dengan diameter sekitar inch. Dalam waktu 24 jam, benjolan akan terisi dengan pus.
Kemudian, dalam waktu lima sampai tujuh hari, benjolan akan membesar dan semakin sakit,
kadang dapat mencapai ukuran sebesar bola golf baru kemudian ruptur dan pus akan mengalir
keluar.

Folikulitis Eosinofilik

Terutama terjadi pada penderita dengan HIV positif. Folikulitis tipe ini memiliki gejala

khas yaitu inflamasi yang berulang, luka yang bernanah (pus), terutama terjadi pada
wajah tetapi dapat juga terjadi pada punggung dan lengan atas. Luka biasanya menyebar,

sangat gatal dan seringkali menimbulkan hipopigmentasi.

Faktor Resiko (1)

Setiap orang dapat terkena folikulitis, tetapi beberapa faktor tertentu dapat mempermudah
terjadinya folikulitis, antara lain :

Faktor medis yang dapat menurunkan daya tahan terhadap infeksi, seperti diabetes,

leukimia, transplantasi organ dan HIV/AIDS

Penyakit kulit seperti dermatitis atau akne

Trauma kulit akibat pembedahan atau abses

Terapi antibiotik jangka panjang untuk pengobatan akne

Terapi kortikosteroid topikal

Obesitas folikulitis lebih sering pada seseorangan dengan berat badan lebih.

Iklim panas

Komplikasi (1)

Pada beberapa kasus folikulitis ringan, tidak menimbulkan komplikasi meskipun infeksi
dapat rekurens atau menyebar serta menimbulkan plak.

Komplikasi pada folikulitis yang berat, yaitu :

Selulitis
Sering terjadi pada kaki, lengan atau wajah. Meskipun infeksi awal hanya superfisial,

akhirnya akan mengenai jaringan dibawah kulit atau menyebar ke nodus limfatikus dan

aliran darah.

Furunkulosis

Kondisi ini terjadi ketika furunkel berkembang ke jaringan dibawah kulit ( subkutan ).

Furunkel biasanya berawal sebagai papul berwarna kemerahan. Tetapi beberapa hari

kemudian dapat berisi pus, sehingga akan membesar dan lebih sakit.

Skar

Folikulitis yang berat akan meninggalkan skar atau jaringan ikat ( hipertropik / skar

keloid ) atau hipopigmentasi

Kerusakan folikel rambut

Hal ini akan mempermudah terjadinya kebotakan permanen

Penatalaksanaan (1,2,3,4,5)

Kadang folikulitis dapat sembuh sendiri setelah dua atau tiga hari, tetapi pada beberapa
kasus yang persisten dan rekurens perlu penanganan lebih lanjut.

Pengobatan dapat diberikan antibiotik sistemik .

Antibiotik topikal serta penggunaan antiseptik ( contoh, chlorhexidine ) dapat diberikan


sebagai terapi tambahan, tetapi jangan digunakan tanpa pemberian antibiotik sistemik.
Dianjurkan pemberian antibiotik sistemik dengan harapan dapat mencegah terjadinya infeksi
kronik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Folliculitis, available at www.http//:Mayoclinic.com


2. Djuanda A., Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin, Edisi Ketiga, FKUI, Jakarta, 2000, 55-61

3. Follikulitis, Bisul & Karbunkel, available at www.http://medicastore.com

4. Bacterial Infections Of The Skin, available at www.http//:MERKMANUAL.COM

5. Common Bacterial Skin Infections, available at www.aafp.org/afp/pdf