Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui sifat-sifat dari karbohidrat dan menentukan waktu yang
dibutuhkan untuk menghidrolisis karbohidrat.

1.2DASAR TEORI
1.2.1 Karbohidrat
Karbohidrat merupakan hasil alam yang penting bagi kehidupan manusia. Karena
senyawa ini merupakan makanan pokok manusia yaitu amilum ( terdapat dalam padi,
gandum, jagung, ketela dan lain- lain). Pembentukan karbohidrat dialam terjadi dalam
proses fotosintesis pada tumbuhan. Tumbuh tumbuhan mengandung klorofil yang
merupakan katalisator untuk perubahan CO2 + H2O menjadi glukosa dengan adanya sinar
matahari.
Cahaya matahari
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2

Karbohidrat yang merupakan polimer alam (bio polimer) adalah polisakarida,


Polisakarida terbentuk dari monomer-monomer monosakarida yang bergabung melalui
ikatan kovalen berupa ikatan glikosida dalam reaksi polimerisasi kondensasi.
Monosakarida + Monosakarida +......> polisakarida + H2O

Karbohidrat adalah suatu hidrat/air dan karbon Cn(H 2O) yaitu senyawa yang
terdiri dari unsur C,H, dan O dengan suatu polihidrat alkohol dengan berat molekul yang
tinggi. Argumentasi yang baru menyatakn bahwa karbohidrat adalah suatu polihidrat
alkohol dengan gugus aldehid atau keton atau derivatnya.

1
Karbohidrat dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu monosakarida,
oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat
dipecahkan lagi menjadi unit yang lebih kecil (n = 1), oligosakarida adalah kelipatan
monosakarida (n = 2,3,4) sedangkan polisakarida adalah karbohidrat yang memiliki n
lebih dari 4.
Karbohidrat yang tergolong dalam monosakarida disebut juga gula sederhana
yaitu diosa,treosa, heksosa (glukosa). Yang termasuk oligosakarida yaitu di atau tri,
tetrasakarida. Sedangkan kelompok polisakarida adalah amilum glikogen, dextrin, dan
sebagainya.
a) Monosakarida
monosakarida adalah bentuk paling sederhana dari karbohidrat yang tidak dapat
terhidrolisiss lagi. Rumus umumnya adalah (CH 2O)n, dimana n adalah bilangan
positif, umumnya kurang dari 10. monosakarida merupakan senyawa karbonil dengan
gugus fungsi berupa aldehid(-CHO) atau keton (-CO-). Berdasarkan gugus fungsi ini,
monosakarida dapat dibedakan menjadi aldosa dengan gugus CHO atau ketosa
dengan gugus CO-.Selanjutnya, berdasarkan gugus fungsinya, monosakarida juga
dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah atom C dalam molekulnya, yakni triosa (3
atom C), tetrosa (4 atom C ), pentosa (5 atom C), heksosa (6 atom C),dst.
Penggabungan pengelompokkan berdasarkan jenis gugus fungsi dan jumlah atom C
memberikan istilah aldotriosa/ketotriosa, aldotetrosa/ketotetrosa, dan seterusnya.

Dari struktur-struktur yang ada, terlihat bahwa aldosa seperti glukosa selain
memiliki gugus aldehida, juga memiliki beberapa gugus OH sehingga dalam istilah
moderennya, aldosa disebut juga polihidroksialdehida dimana glukosa adalah suatu
prntahidroksiketon dimana fruktosa adalah pentahidroksiketon.
Tatanama monosakarida tergantung pada jumlah atom karbon. Didalam alam
bilogis yang paling berlimpah adalah pentosa dan heksosa, meskipun triosa, tetrosa dan
heptosa juga memainkan peranan penting dalam metabolismetumbuhan dan hewan.
Monosakarida selanjutnya terbagi menjadi 2 kelompok aldosa dan ketosa, tergantung pada
sifat gugus fungsional; aldehida atau keton.
Cara cara menunjukkan adanya monosakarida :

2
Monosakarida masih mempunyai sifat sifat sebagai aldehida/ asiloin ( hidroksi keton):
1. Reduksi larutan Ag ammoniakal ( Reagent Tollens) menjadi cermin perak.
2. Reduksi larutan fengling menghasilkan endapan Cu2O.
3. Bila dipanaskan dengan larutan alkali terjadi warna kuning / coklat
( pendamaran).
4. Pembentukan osazon : monosakarida bila dipanaskan dengan fenil hidrazin, maka
akan terbentuk endapan ozason, beberapa Kristal yang berwarna kuning.

2) Polisakarida
Polisakarida adalah molekul yang bila dihidrolisis akan menghasilkan banyak
molekul molekul monosakarida
Ada 2 macam golongan polisakarida yang penting:
1. Disusun oleh molekul molekul heksosa: pati, selulosa
2. Disusun oleh molekul molekul pentose : araban ( gom arab), inulin, kulit
kacang, tongkol jagung dan lain- lain (pentosa).

3) Disakarida
Disusun oleh dua molekul monosakarida: sukrosa (gula pasir) laktosa, maltosa

1.2.2 Uji Karbohidrat


1. Uji Molisch
Karbohidrat oleh asam sulfat pekat akan dihidrolisasi menjadi monosakarida dan
selanjutnya monosakarida mengalami dehidrasi oleh asam sulfat menjadi furfural
atau hidroksi metal fural. Furfural dengan alfa naftol akan berkondensasi
membentuk senyawa kompleks berwarna ungu, kemudian warna ungu yang
berbentuk cincin pada batas antara larutan karbohidrat dengan asam sulfat.
2. Uji seliwanoff
Peristiwa dehidrasi monosakarida ketosa menjadi furfural lebih cepat
dibandingkan dehidrasi monosakarida aldosa. Aldosa bereaksi negative pada uji
ini dan membentuk senyawa kompleks berwarna merah.
3. Uji Benedict

3
Gula reduksi dengan larutan benedict ( campuran garam kupsi sulfat, natrium
sitrat, natrium karbonat) akan terjadi reaksi redoks dan dihasilkan endapan
berwarna merah dari koprooksida.

O O
// //
R- C H + CuO Cu2 + R C OH
4. Uji fehling
Larutan fehling yang terdiri dari kupsi sulfat . Na K- dan natrium hidrok
Sida dengan gula reduksi dipanaskan akan terbentuk endapan yang berwar
na hijau kuning- orange atau merah tergantung dari macam gula reduksiny
hal ini didasarkan kenyataan bahawa gula produksi mampu mereduksi Cu2+.

O O
// //
Cu2+ (aq) + R-C-H (Aq) R C OH(Aq) + Cu2O (s)
Endapan merah bata

5. Uji Tollens
Dengan menggunakan produksi tollens, gula produksi identifikasi dengan adanya
endapan berbentuk cermin perak didalam larutan. Hal ini terjadi karena gula
produksi dapat mereduksi Ag+ dalam pereaksi tollens (Ag(NH3)2+) menjadi
endapan perak menurut reaksi berikut.

O O
// //
Ag(NH3)2+ (Aq) + R C H (Aq) R C- OH (Aq) + Ag (S) + NH3 (g)
6. Uji Iodin

4
Karbohidrat golongan polisakarida akan membentuk reaksi dengan larutan iodin
dan memberikan warna spesifik bergantung pada jenis karbohidratnya. Amilisa
dengan iodin akan berwarna merah violet. Glikogen maupun dextrin dengan iodin
akan berwarna merah coklat.

O O
// //
R C H + I2 + HCl R C OH + HI+ 2H2O

5
BAB II
METODOLOGI

2.1 Alat dan Bahan :


Alat :
1. Gelas kimia 50 ml
2. Tabung reaksi 25 buah
3. Rak tabung reaksi
4. Pipet tetes
5. Pipet volum 10 ml
6. Pipet ukur 10 ml
7. Batang pengaduk
8. Electric stirer
9. Stopwatch
10. Spatula
11. Hot plate
12. Erlenmeyer 250 ml
13. Bulp
14. Neraca digital
15. Labu ukur
16. Kertas lakmus
Bahan :
1. Tepung tapioka
2. HCl pekat
3. Larutan I2
4. Aquadest
5. Sukrosa 5%
6. Natrium karbonat 5%
7. Fehling

6
2.2 Prosedur Kerja
2.2.1 Hidrolisis Disakarida
- Memasukkan larutan sukrosa 5% ke dalam tabung reaksi sebanyak 10 ml dan 10
tetes HCl pekat.
- Memanaskan diatas hot plate samapai mendidih sambil diaduk
- Menetralkan dengan natrium karbonat 5% (menggunakan petunjuk kertas lakmus)
- Hasil hidrolisis diuji dengan larutan fehling

2.2.2 Hidrolisis Polisakarida


- Memasukkan tepung tapioka ke dalam Erlenmeyer 250 mlMelarutkan dengan
aquadest sampai tanda batas.
- Memipet 10 ml HCl pekat kedalam Erlenmeyer yang berisi larutan sampel
- Memanaskan di atas hot plate sambil mengaduk menggunakan electric stirrer
pada suhu 100 oC.
- Setiap 5 menit, diambil 1ml larutan dan memasukkan ke dalam tabung reaksi
- Selanjutnya larutan tersebut diuji dengan I2.
- Mencatat perubahan warna yang terjadi (perubahan warna dicatat setiap interval
waktu 5 menit).
- Mencatat hidrolisis sampai tidak berwarna lagi.

2.3 Diagram Alir


2.3.1 hidrolisis disakarida

10 ml Sukrosa 5 % HCl pekat 10 tetes

Gelas kimia 50 ml

7
Na2CO3 5 %
( sampai kertas
lakmus merah Sampel
menjadi biru +
Kertas lakmus

Fehling A Fehling B
( amati ) ( amati )
Tabung
Reaksi

2.3.2 Hidrolisis Polisakarida

aquadest

0.25 gram tepung 10 ml HCl pekat


kanji
Erlenmeyer 250 ml

Memanaskan diatas
Hot Plate

Mengambil 1 ml sampel kedalam


tabung reaksi setiap internal 5 menit

Mengamati perubahan warna


hidrolisis ( sampai kuning bening)

8
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Pengamatan


3.1.1 Hidrolisis disakarida
Terbentuk endapan merah bata (Kelompok )
Terbentuk endapan merah bata ( Ariansyah )
Terbentuk endapan merah bata ( Kasmiati )
Terbentuk endapan merah bata ( Mahrita Sari )

3.1.2 Hidrolisis polisakarida


Table 3.1.2 Hidrolisis Polisakarida Tepung kanji ( kelompok )
waktu volume sampel volume I2
pengamatan warna
( menit ) ( ml ) ( tetes )
5 20 1 2 orange kekuningan
25 30 1 2 orange tua
35 65 1 2 orange kehitaman
70 90 1 2 coklat tua
95 1 2 hitam kehijauan
100 1 2 hijau lumut
105 1 2 hijau tua
110 1 2 hijau pekat
115 1 2 hijau lebih pekat
120 1 2 Hitam
125 1 2 hitam lebih tua
130 1 2 hitam keunguan
135 - 140 1 2 hitam kemerahan
145 150 1 2 hitam keorangean
155 160 1 2 merah kehitaman
165 170 1 2 orange tua
175 180 1 2 orange muda
185 195 1 2 orange lebih muda
200 210 1 2 orange muda
215 1 2 kuning tua
220 1 2 orange bening

9
Table 3.1.3 Hidrolisis Polisakarida Tepung Terigu ( Ariansyah )
waktu volume sampel volume I2
pengamatan warna
( menit ) ( ml ) ( tetes )
5 20 1 2 Kuning kecoklatan
25 50 1 2 Kuning kehijauan
55 80 1 2 Hijau kecokelatan
85 130 1 2 Hijau kebiruan
135 - 150 1 2 Ungu
155 1 2 Cokelat
160 - 165 1 2 Orange tua
170 - 175 1 2 Orange

Table 3.1.4 Hidrolisis Polisakarida Tepung Jagung Maezenaku ( Kasmiati )


waktu volume sampel volume I2
pengamatan warna
( menit ) ( ml ) ( tetes )
5 20 1 2 Kuning kecokelatan
25 70 1 2 Kuning kehijauan
75 80 1 2 Hitam keruh
85 1 2 Hitam kehijauan
90 1 2 Hitam
95 125 1 2 Hitam kebiruan
130 140 1 2 Hitam keunguan
145 185 1 2 Cokelat tua
190 240 1 2 Orange tua
245 250 1 2 Orange
255 260 1 2 Kuning

Table 3.1.5 Hidrolisis Polisakarida Tepung Bumbu Mama Suka (Mahrita Sari )
waktu volume sampel volume I2
pengamatan warna
( menit ) ( ml ) ( tetes )
5 30 1 2 Kuning kecokelatan
35 55 1 2 Kuning cokelat tua
60 80 1 2 Hitam kehijauan
85 - 90 1 2 Hitam kehitaman
95 1 2 Hitam kebiruan
100 - 140 1 2 Hitam kehijauan
145 - 150 1 2 Hitam muda
155 1 2 Hitam Kekuningan

10
160 1 2 Kuning tua
165 1 2 Kuning lebih muda
170 - 175 1 2 Orange muda
180 - 195 1 2 Orange bening

3.2 Pembahasan
3.2.1 Hidrolisis disakarida
Pada Praktikum Kelompok, maupun praktikum mandiri Sukrosa oleh HCl
dalam keadaan panas akan terhidrolisis lalu menghasilkan glukosa dan fruktosa.
Penambahan HCl sebagai asam yang menghidrolisis disakarida akan mempengaruhi pH
larutan, sehingga harus ditambahkan Natrium Karbonat agar suasana menjadi netral
sehingga hidrolisis terhenti. Hasil hidrolisis diuji dengan larutan fehling dan membentuk
endapan merah bata. Hal ini berarti sukrosa telah terhidrolisis menjadi fruktosa dan
galaktosa. Karena larutan fehling akan memberikan hasil positif pada fruktosa dan
glukosa dengan membentuk endapan merah bata.

3.2.2 Hidrolisis polisakarida


Hidrolisis pada beberapa sampel tepung dilakukan dengan uji iodin dan terjadi
perubahan warna dari orange kekuningan hingga orange bening sampai tanda

11
polisakarida telah terhidrolisis menjadi monosakarida. Pada sampel tepung kanji 5
menit pertama sampai 65 menit, untuk tepung terigu 5 menit pertama sampai 20 menit
, untuk tepung bumbu mama suka 5 menit pertama sampai 80 menit berikutnya, untuk
"tepung jagung maezenaku 5 sampai 70 menit berikutnya terjadi hidrolisis polisakarida
masih berbentuk pati yang dimana jika ditambahkan iod akan memberikan warna orange,
dari orange kekuningan hingga orange kehitaman.
Pada sampel tepung kanji menit ke 70 hingga menit ke 125, untuk tepung
terigu menit ke 25 hingga menit ke 120, untuk tepung bumbu mama suka menit ke
85 hingga menit ke 140, untuk "tepung jagung maezenaku menit ke 75 hingga menit ke
125 polisakarida terhidrolisis menjadi glikogen ditandai perubahan warna dari coklat tua,
hitam kehijauan hingga hitam pekat. selanjutnya pada sampel tepung kanji menit ke
130 sampai 165, untuk tepung terigu menit ke 135 hingga menit ke 155, untuk
tepung bumbu mama suka menit ke 145 hingga menit ke 160, untuk "tepung jagung
maezenaku menit ke 130 hingga menit ke 140 polisakarida terhidrolisis menjadi
amilopektin dengan tanda perubahan warna Hitam menjadi hitam keunguan, hitam
kemerahan hingga hitam keorangean dan akhirnya menjadi merah kehitaman. Pada
sampel tepung kanji menit ke 165 hingga menit ke 220, untuk tepung terigu menit
ke 160 hingga menit ke 175, untuk tepung bumbu mama suka menit ke 165 hingga
menit ke 140, untuk "tepung jagung maezenaku menit ke 145 hingga menit ke 260
hidrolisis polisakarida telah mengalami hidrolisis sempurna menjadi monosakarida
monosakarida ditandai dengan warna orange tua hingga orange bening atau kuning.
Pada praktikum mandiri, jenis Tepung Terigu membutuhkan waktu untuk
hidrolisis polisakarida selama 175 menit,.Jenis tepung jagung maezenaku
membutuhkan waktu untuk hidrolisis polisakarida selama 260 menit. Jenis tepung bumbu
mama suka membutuhkan waktu untuk hidrolisis polisakarida selama 195 menit. Dari
keempat jenis tepung, jenis tepung terigu membutuhkan waktu lebih cepat untuk
terhidrolisis, hal ini membuktikan bahwa polisakarida dalam tepung terigu tidak terlalu
kompleks dengan kata lain komposisi polisakarida dalam tepung terigu hanya sedikit.
Begitupun dengan tepung bumbu mama suka , tepung kanji dan tepung jagung
maezenaku mempunyai komposisi polisakarida dari yang paling sedikit hingga banyak.

12
BAB IV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Sukrosa dapat mereduksi pereaksi fehling, sukrosa mempunyai gula pereduksi
Tepung kanji termaksuk dalam polisakarida yamg membutuhkan waktu selama 220
menit untuk menghidrolisis secara sempurna.

13