Anda di halaman 1dari 15

CASE 7

KELOMPOK 5

Yulia Rahma 201620471011005


Mokh. Safirudin 201620471011015
Fairuzly Yulian 201620471011025
Sri Azhari Budiarsih 201620471011035
Ika Ayu 201620471011045
Sebutkan contoh sebanyak-banyaknya produk
obat (selain vaksin) yang harus disimpan pada
suhu :

Suhu kamar (>25oC) Suhu dingin (2o 8oC), pada lemari


Sediaan padat / oral
pendingin dan cold box
Aerosol/spray Obat sitotoksik
Suppositoria cacao/minyak lemak dan yang lain
alkes
Insulin
Serum

Suhu sejuk (15o 25oC), ruangan Suhu freezer (-15 s/d -25C)
ber-AC Ovula
Salep
Injeksi Serum imunoglobulin
Tetes mata
Tetes telinga
Salep mata
Mengapa obat-obatan tersebut harus
disimpan pada suhu tersebut?

Penyimpanan obat harus disesuaikan dengan suhu


penyimpanan yang telah ditentukan. Dimana suhu
penyimpanan akan mempengaruhi stabilitas dan karakteristik
sediaan.
Tablet dan kapsul jangan disimpan ditempat panas
dan atau lembab karena akan mempengaruhi
kestabilan sediaan.
Sediaan obat cair jangan disimpan dalam lemari
pendingin (freezer) agar tidak beku kecuali
disebutkan pada etiket atau kemasan obat.
Sediaan obat vagina dan ovula disimpan di lemari
es karena dalam suhu kamar akan mencair.
Sediaan Aerosol / Spray Sediaan obat jangan
disimpan ditempat yang mempunyai suhu tinggi
karena dapat menyebabkan ledakan.
Apa perbedaan dari cool storage dan
cold storage?

Cold Storage Cool Storage


Penyimpanan pada pendingin yang mempunyai Penyimpanan pada suhu antara 8 - 15 derajat
suhu 2C - 8C sedangkan lemari pembeku kecuali dinyatakan lain harus disimpan pada suhu
mempunyai suhu antar -20C - 0C. sejuk dapat disimpan dalam lemari pendingin.

Contoh : Lemari es, Frezzer, Kotak es beku (cold contoh : lemari es, kotak dingin cair (cool box)
pack).
Sebutkan metode yang dapat digunakan untuk
pemantauan kondisi vaksin selama penyimpanan
dan pengiriman

Terkait dengan penyimpanan vaksin, secara umum vaksin harus didinginkan


pada temperature 2-8 C dan tidak membeku. Sejumlah vaksin (DPT, Hib,
Hepatitis B dan Hepatitis A) akan tidak aktif bila beku (vaksin hepatitis-B akan
membeku sekitar -0,5C). Kecuali Vaksin polio boleh mencair dan membeku
tanpa mengurangi potensi vaksin.
Menurut Petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi, Depkes RI, 1992
Di tingkat pusat dan tingkat provinsi, sarana penyimpan vaksin adalah
kamar dingin/cold room.
Ada 2 kamar dingin yaitu dengan suhu +2 C sampai +8 C dan suhu -20 C
sampai -25 C. Sarana ini dilengkapi dengan generator cadangan untuk
mengatasi putusnya aliran listrik.
Di tingkat kabupaten sarana penyimpanan vaksin menggunakan lemari es
dan freezer.
Pada kamar dingin (cold room) alat pemantau suhu berupa lampu alarm
yang akan menyala bila suhu di dalamnya melampaui suhu yang
ditetapkan.
Untuk memantau suhu lemari es selain menggunakan termometer yang
terletak pada dinding luar lemari es juga menggunakan termometer yang
diletakkan dalam lemari es.
Sementara standar WHO (Users handbook for vaccine, 2002), Untuk menjaga
rantai dingin vaksin yang disimpan pada lemari es di Puskesmas, perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Pengaturan dan penataan vaksin di dalam lemari es
Pengontrolan suhu lemari es dengan penempatan termometer di dalam
lemari di tempat yang benar dan pencatatan suhu pada kartu suhu atau
grafik suhu sebanyak dua kali sehari pada pagi dan siang hari
Pencatatan data vaksin di buku catatan vaksin meliputi tanggal diterima
atau dikeluarkan, nomor batch, tanggal kadaluarsa, jumlah diterima atau
dikeluarkan dan jumlah sisa yang ada.
Standar Tempat dan Suhu Vaksin
Pada awalnya vaksin yang berasal dari virus hidup seperti polio dan
campak, harus disimpan pada suhu di bawah 0 C.
Namun berdasarkan penelitian berikutnya, ternyata hanya vaksin polio
yang masih memerlukan suhu dibawah 0 C. Sementara vaksin campak
dapat disimpan di refrigerator pada suhu 2 C-8 C. Sedangkan vaksin
lainnya harus disimpan pada suhu 2 C-8 C.
Sesuai Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas, Depkes RI, 2005, vaksin
hepatitis B, DPT, TT, dan DT tidak boleh terpapar pada suhu beku karena vaksin
akan rusak akibat meningkatnya konsentrasi zat pengawet yang merusak
antigen.
Alat pembawa vaksin
Cold box adalah suatu alat untuk menyimpan sementara dan membawa
vaksin. Pada umumnya memiliki volume kotor 40 liter dan 70 liter. Kotak
dingin (cold box) ada 2 macam yaitu terbuat dari plastik atau kardus
dengan insulasi poliuretan.
Vaccine carrier adalah alat untuk mengirim/membawa vaksin dari
puskesmas ke posyandu atau tempat pelayanan imunisasi lainnya yang
dapat mempertahankan suhu +20C s.d. +80C .
Alat untuk mempertahankan suhu

Kotak dingin beku (cold pack) adalah wadah plastik berbentuk segi empat
yang diisi dengan air yang dibekukan dalam freezer dengan suhu -15 oC
s/d -25 oC selama minimal 24 jam.
Kotak dingin cair (cool pack) adalah wadah plastik berbentuk segi empat
yang diisi dengan air kemudian didinginkan dalam lemari es dengan suhu
+2oC s/d +8oC selama minimal 24 jam
Daftar Pustaka

Pharmakope Indonesia edisi IV


Pharmakope Inonesia edisi III
Petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi, Departemen Kesehatan RI. 1992.
Evaluasi Potensi Vaksin dan Pengelolaan Rantai Dingin Program Imunisasi
tahun 1997/1998 dan tahun 1998/1999, Departemen Kesehatan RI, 1999
Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas, Departemen Kesehatan RI,
2005
Permenkes 58 tahun 2014
http://www.zai-apt.com/2016/06/penyimpanan-obat-sesuai-suhu-
penting.html
Terima Kasih
Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang