Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Gerak Parabola
Pertemuan :1
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,


peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-
aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

KI 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.

KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Indikator
Dasar

2.1 Sikap terhadap 2.1.1 Motivasi dalam sains


sains* 2.1.2 Keyakinan belajar sains
2.1.3 Dukungan dalam penyelidikan ilmiah,
2.1.4 Tanggung jawab terhadap sumber daya dan
lingkungan.
3.1 Menganalisis 3.1.1 Menjelaskan peristiwa masuknya bola ke gawang
gerak lurus, 3.1.2 Menentukan jarak maksimum dan tinggi maksimum
gerak dari tendangan seorang pemain sepakbola
3.1.3 Menentukan kecepatan awal peluru yang
melingkar dan
ditembakkan
gerak parabola
dengan
menggunakan
vektor

3.2 Mengevaluasi 3.2.1 Membedakan pertanyaan ilmiah dan tidak ilmiah


dan meren- berdasarkan informasi tentang sepakbola
canakan 3.2.2 Menjelaskan cara mengeksplorasi pertanyaan-
pertanyaan ilmiah.
penyelidikan
3.2.3 Menggunakan pengetahuan ilmiah dalam
ilmiah
pengambilan keputusan kepada masyarakat.
4.1 Menggunakan 4.1.1 Mentransformasi data dari satu representasi ke
metode ilmiah representasi lain.
dalam 4.1.2 Menganalisis dan menarik kesimpulan dengan tepat.
pemecahan
masalah gerak
parabola
Catatan: *: KD 2.1 sesuai dengan KI 1 dan KI 2
C. Tujuan Pembelajaran
1. Sikap terhadap Sains
2.1.1 Terlibat dalam KBM, siswa menunjukkan sikap terhadap sains meliputi motivasi
dalam sains, keyakinan dalam belajar sains, dukungan dalam penyelidikan ilmiah,
dan tanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungan.
2. Literasi Sains
3.1.1 Diberikan fenomena tendangan pemain bola yang masuk ke gawang, siswa dapat
menjelaskan proses tersebut dengan tepat
3.1.2 Diberikan fenomena seorang pemain bola yang menendang, siswa dapat
menentukan jarak dan tinggi maksimum yang ditempuh bola dengan benar.
3.1.3 Diberikan fenomena peluru yang ditembakkan, siswa dapat enentukan kecepatan
awal peluru yang ditembakkan dengan tepat
3.2.1 Diberikan informasi tendangan bola, siswa dapat menyebutkan pertanyaan-
pertanyaan ilmiah dan tidak ilmiah.
3.2.2 Diberikan informasi tendangan bola, siswa dapat menjelaskan cara
mengeksplorasi pertanyaan ilmiah.
3.2.3 Diberikan informasi tendangan bola, siswa dapat menggunakan pengetahuan
ilmiah dalam pengambilan keputusan kepada masyarakat.
4.1.1 Diberikan data hasil eksperimen, siswa dapat mentransformasi data dari satu
representasi ke representasi lain dengan benar.
4.1.2 Diberikan data hasil eksperimen, siswa dapat menganalisis dan menarik
kesimpulan dengan tepat.

D. Materi Pembelajaran
Gerak Parabola Aplikasi Gerak
Parabola

E. Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Model Scientific literacy Based Learning
Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, eksperimen, serta penugasan.
F. Media Penunjang
Media : PhET

G. Langkah-langkah Pembelajaran
Penilaian
Pengamat
Kegiatan
1 2 3 4

Pendahuluan ( 10 Menit)

1. Memotivasi siswa dengan menyajikan isu-isu sains berupa


fenomena tendangan sepakbola sebagai berikut:
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran literasi sains,
mengingatkan pentingnya motivasi, keyakinan belajar sains,
dukungan penyelidikan ilmiah, dan tanggung jawab terhadap
sumber daya dan lingkungan untuk menguasai literasi sains.
3. Membantu siswa memahami logistik yang diperlukan
kemudian membagikan LKS 1: Fenomena Tendangan
Sepakbola kepada setiap kelompok.

Penilaian
Kegiatan Pengamat

1 2 3 4

Kegiatan Inti ( 60 Menit)

1. Identifikasi: Membimbing siswa mengidentifikasi konsep-


konsep sains dalam Fenomena Tendangan Sepakbola di LKS
1, meyakinkan bahwa mereka mampu menuliskan beberapa
rumusan masalah sains, kemudian mememilih salah satu
rumusan masalah yang akan dieksplorasi.
2. Eksplorasi: Memberikan dukungan untuk terlibat aktif dalam
merancang sebuah eksperimen (merumuskan hipotesis,
identifikasi variabel, membuat definisi operasional variabel,
merancang tabel pengamatan, dan merancang prosedur
eksperimen) mengacu pada LKS 1, melaksanakan eksperimen
dan membaca beberapa referensi terutama BAB 1 untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan.
3. Eksplanasi: Menumbuhkembangkan keyakinan siswa untuk
menyelesaikan masalah dengan merumuskan kesimpulan
berdasarkan data hasil eksperimen dan referensi yang
digunakan.
4. Aplikasi: Memantapkan keyakinan siswa untuk menerapkan
konsep-konsep yang ditemukan pada fenomena ilmiah yang
lain, produk teknologi, maupun pemecahan masalah.
5. Refleksi: Membimbing siswa mendiskusikan hasil kinerja
kelompok di depan kelas.
Penutup ( 10 Menit)

1. Melakukan evaluasi hasil literasi sains dengan meminta


mengisi angket sikap terhadap sains dan mengerjakan LP 2:
Literasi Sains (apabila waktu tidak mencukupi dapat
dikerjakan di rumah.
2. Mengingatkan tanggung jawab siswa untuk menyelesaikan
tugasnya dengan sebaik-baiknya dan dikumpulkan pada
pertemuan selanjutnya.

H. Sumber Pembelajaran
1. Handout Gerak Parabola
2. Buku Penunjang Lainnya.
3. LKS 1 dan Kunci LKS 1: Fenomena Tendangan Sepakbolai.
4. LP 1: Angket Sikap terhadap Sains.
5. LP 2: Literasi Sains.

Daftar Pustaka
Jurusan Fisika. (2013). Kurikulum Prodi Pendidikan Fisika tahun 2013, berbasis KKNI. Surabaya:
Tim Prodi Pendidikan Fisika.
Serway, R. A. & Jewett, J.W. (2014). Physics, for scientists and enginer with modern physics, ninth
edition. USA: Cengage Learning, Inc.
Thomson, S., Hillman, K. & Bortoli, L. D. (2013). Programme for International Student Assessment,
A teachers guide to PISAscientific literacy. Victoris: Acer Press.
Nama : Kelompok :
..............
No Absen : . Kelas/Semester :
..............

LKS 1 : FENOMENA TENDANGAN SEPAKBOLA


A. Tujuan Pembelajaran
1. Menunjukkan sikap terhadap sains dalam proses pembelajaran.
2. Menjelaskan hubungan antara kecepatan awal dengan jarak dan tinggi maksimum yang
ditempuh bola.
3. Melakukan evaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah.
4. Menafsirkan data dan bukti ilmiah.

B. Media
Ketika membuka media PhET dengan judul Projectile Motion, kamu akan mendapatkan
tampilan media sebagai berikut:

C. Identifikasi Masalah

Bacalah dengan seksama fenomena pelangi di bawah ini!

Tendangan Pisang

Di dalam permainan sepak bola, ada beberapa fenomena yang menarik, seperti
tendangan pisang. Tendangan pisang yang terkenal telah dilakukan oleh pemain sepak
bola dunia, seperti Pele, Roberto Carlos dan David Beckham. Disamping lintasan pisang,
ada beberapa lintasan bola yang dapat terjadi dalam permainan sepakbola, seperti lintasan
lurus dan lintasan melengkung. Ada tiga gaya yang mempengaruhi lintasan tersebut, yaitu
gaya gravitasi, gaya angkat (lift) dan gaya hambat (drag). Untuk menganalisa lintasan
yang terjadi maka kita tidak lepas dari prinsip fisika di dalam fluida (udara).
Di dalam Jurnal Football Curves dinyatakan tentang gol terkenal oleh Roberto Carlos
pemain asal Brasil melawan Prancis pada tahun 1997. Gol yang berawal dari tendangan
bebas ini ditembak dari jarak 35 m. Roberto Carlos menendang bola dengan kuat
(kecepatan v0= 38 m/s), dengan sudut sekitar 120 relatif ke arah gawang, dengan
kecepatan rotasi bola (0 = 88 rad/s ), awalnya lintasan bola bergerak lurus ke samping
gawang kemudian tiba-tiba membengkok ke arah gawang dan masuk ke gawang. Bola
menyimpang sejauh 4 m dan cukup membuat kipper kebingungan. Lintasan bola ini
menyerupai bentuk pisang. Tendangan ini kemudian dikenal dengan nama tendangan
pisang.
David Beckham yang mahir melakukan tendangan pisang mempunyai tendangan
pisang yang lebih spektakular dengan lengkungan tajam di dekat akhir lintasan bola.
Lengkungan tajam yang tiba-tiba inilah yang membuat kiper- kiper terperangah karena
bola berbelok begitu cepat dengan tiba-tiba. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah
kebetulan?

Lintasan bola Tendangan Roberto Carlos

Peneliti Inggris, Peter Bearman mengatakan bahwa efek magnus akan mengecil
jika kecepatan gerak bola terlalu besar atau rotasinya lebih lambat. Jadi untuk mendapat
efek magnus yang besar, seorang harus membuat bola berputar sangat cepat tetapi
kecepatannya tidak boleh terlalu cepat. Ketika Beckham menendang bola secara keras
dengan sisi sepatunya sehingga bola dapat berotasi cepat sekali, bola melambung dan
mulai membelok akibat adanya efek magnus. Gesekan bola dengan udara akan
memperlambat gerakan bola (kecepatan bola berkurang). Jika rotasi bola tidak banyak
berubah, maka pengurangan kecepatan dapat menyebabkan efek magnus bertambah
besar, akibatnya bola melengkung lebih tajam, masuk gawang, membuat penonton
terpesona dan berdecak kagum.

Gustav Magnus tahun 1852 pernah meneliti kasus sebuah bola yang bergerak
sambil berotasi. Gerakan bola ini menimbulkan aliran udara. Akibat rotasi bola, aliran
udara yang searah dengan arah rotasi bola (A) bergerak relatif lebih cepat dibandingkan
aliran udara pada sisi bola yang lain (B). Berdasarkan prinsip Bernoulli, semakin cepat
udara mengalir, semakin kecil tekanannya. Akibatnya tekanan di B lebih besar
dibandingkan tekanan di A. Perbedaan tekanan ini menimbulkan gaya yang membelokan
bola ke arah A. Membeloknya bola akibat perbedaan tekanan udara ini sering disebut efek
magnus untuk menghormati Gustav Magnus.

Tuliskan konsep-konsep sains yang dapat kamu temukan dalam fenomena di atas!
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
Tuliskan beberapa pertanyaan ilmiah (dapat diuji melalui penyelidikan ilmiah)
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
.......................................................................................................................

Tuliskan beberapa pertanyaan tidak ilmiah (tidak dapat diuji melalui penyelidikan
ilmiah)
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................

D. Eksplorasi
1. Merencanakan Sebuah Eksperimen
Pilih salah satu pertanyaan ilmiah yang Anda tuliskan, kemudian rencanakanlah
sebuah eksperimen untuk menguji pertanyaan tersebut!
Pertanyaan Ilmiah yang Dipilih:
...........................................................................................................................................

Rumusan Hipotesis:
...........................................................................................................................................

Identifikasi Variabel:
Variabel Keterangan

Manipulasi

Respons

Kontrol

Definisi Operasional Variabel (DOV):


DOV Keterangan

Manipulasi

Respons

Kontrol

Rancangan Tabel Data Pengamatan:


........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
.......................................................................................

Rancangan Prosedur Eksperimen:


........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
..........................................................................

2. Melaksanakan Eksperimen
Laksanakan penyelidikan seperti yang kamu rencanakan, dokumentasikan kegiatan
eksperimenmu, dan catatlah data hasil pengamatanmu pada tabel data yang telah
kamu buat sebelumnya.
Data Hasil Eksperimen:
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
.......................................................................................

Hasil Analisis Data:


........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
....................................................................................................

3. Mengkaji Sumber Referensi


Bacalah beberapa sumber referensi terutama Buku Ajar Siswa 1: Energi dan
Perubahannya untuk melengkapi data hasil eksperimen yang telah kamu lakukan atau
menjawab rumusan masalah yang belum diselidiki!
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
.......................................................................................

E. Eksplanasi
Gunakanlah data-data eksperimen atau referensi yang kamu gunakan untuk menarik
kesimpulan!
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
.......................................................................................................................
F. Aplikasi
1. Menjelaskan fenomena ilmiah lainnya
Temukanlah beberapa fenomena literasi sains terkait sifat-sifat cahaya dan berikanlah
penjelasan secara ilmiah terhadap fenomena tersebut!
No Fenomena Penjelasan Ilmiah
1

2. Pemecahan masalah

Gerak parabola identik dengan tendangan bola pada permainan sepakbola. Untuk
menghasilkan tendangan yang bisa masuk ke gawang tentu seorang pemain dapat
mengira-ngira besar kecepatan yang digunakan untuk menendang. Dalam Fisika,
tendangan ini merupakan salah satu penerapan dari gerak parabola. Sebuah bola
ditendang dengan sudut elevasi 37 dan kecepatan awal 10 m/s. Tentukan kecepatan
bola setelah 0,2 detik! ( cos 37= 4/5, sin 37=3/5)
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
.......................................................................................

3. Implikasi potensial literasi sains bagi masyarakat


Jelaskan beberapa penerapan sifat-sifat cahaya dalam produk teknologi?
No Produk teknologi Penjelasan
Daftar Pustaka
Serway, R. A. & Jewett, J. W. (2014). Physics, for scientists and enginer with modern physics, ninth
edition. USA: Cengage Learning, Inc.
Walker, J., Halliday, D. & Resnick. (2014). Fundamentals of physics, tenth edition. USA: John
Wiley & Sons, Inc.
Nama : Kelompok :
..............
No Absen : . Kelas/Semester :
..............

Kunci Jawaban
LKS 1 : FENOMENA TENDANGAN SEPAKBOLA

G. Tujuan Pembelajaran
5. Menunjukkan sikap terhadap sains dalam proses pembelajaran.
6. Menjelaskan hubungan antara kecepatan awal dengan jarak dan tinggi maksimum yang
ditempuh bola.
7. Melakukan evaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah.
8. Menafsirkan data dan bukti ilmiah.

H. Media
Ketika membuka media PhET dengan judul Projectile Motion, kamu akan mendapatkan
tampilan media sebagai berikut:

I. Identifikasi Masalah

Bacalah dengan seksama fenomena pelangi di bawah ini!

Tendangan Pisang

Di dalam permainan sepak bola, ada beberapa fenomena yang menarik, seperti
tendangan pisang. Tendangan pisang yang terkenal telah dilakukan oleh pemain sepak
bola dunia, seperti Pele, Roberto Carlos dan David Beckham. Disamping lintasan pisang,
ada beberapa lintasan bola yang dapat terjadi dalam permainan sepakbola, seperti lintasan
lurus dan lintasan melengkung. Ada tiga gaya yang mempengaruhi lintasan tersebut, yaitu
gaya gravitasi, gaya angkat (lift) dan gaya hambat (drag). Untuk menganalisa lintasan
yang terjadi maka kita tidak lepas dari prinsip fisika di dalam fluida (udara).
Di dalam Jurnal Football Curves dinyatakan tentang gol terkenal oleh Roberto Carlos
pemain asal Brasil melawan Prancis pada tahun 1997. Gol yang berawal dari tendangan
bebas ini ditembak dari jarak 35 m. Roberto Carlos menendang bola dengan kuat
(kecepatan v0= 38 m/s), dengan sudut sekitar 120 relatif ke arah gawang, dengan
kecepatan rotasi bola (0 = 88 rad/s ), awalnya lintasan bola bergerak lurus ke samping
gawang kemudian tiba-tiba membengkok ke arah gawang dan masuk ke gawang. Bola
menyimpang sejauh 4 m dan cukup membuat kipper kebingungan. Lintasan bola ini
menyerupai bentuk pisang. Tendangan ini kemudian dikenal dengan nama tendangan
pisang.
David Beckham yang mahir melakukan tendangan pisang mempunyai tendangan
pisang yang lebih spektakular dengan lengkungan tajam di dekat akhir lintasan bola.
Lengkungan tajam yang tiba-tiba inilah yang membuat kiper- kiper terperangah karena
bola berbelok begitu cepat dengan tiba-tiba. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah
kebetulan?

Lintasan bola Tendangan Roberto Carlos

Peneliti Inggris, Peter Bearman mengatakan bahwa efek magnus akan mengecil
jika kecepatan gerak bola terlalu besar atau rotasinya lebih lambat. Jadi untuk mendapat
efek magnus yang besar, seorang harus membuat bola berputar sangat cepat tetapi
kecepatannya tidak boleh terlalu cepat. Ketika Beckham menendang bola secara keras
dengan sisi sepatunya sehingga bola dapat berotasi cepat sekali, bola melambung dan
mulai membelok akibat adanya efek magnus. Gesekan bola dengan udara akan
memperlambat gerakan bola (kecepatan bola berkurang). Jika rotasi bola tidak banyak
berubah, maka pengurangan kecepatan dapat menyebabkan efek magnus bertambah
besar, akibatnya bola melengkung lebih tajam, masuk gawang, membuat penonton
terpesona dan berdecak kagum.

Gustav Magnus tahun 1852 pernah meneliti kasus sebuah bola yang bergerak
sambil berotasi. Gerakan bola ini menimbulkan aliran udara. Akibat rotasi bola, aliran
udara yang searah dengan arah rotasi bola (A) bergerak relatif lebih cepat dibandingkan
aliran udara pada sisi bola yang lain (B). Berdasarkan prinsip Bernoulli, semakin cepat
udara mengalir, semakin kecil tekanannya. Akibatnya tekanan di B lebih besar
dibandingkan tekanan di A. Perbedaan tekanan ini menimbulkan gaya yang membelokan
bola ke arah A. Membeloknya bola akibat perbedaan tekanan udara ini sering disebut efek
magnus untuk menghormati Gustav Magnus.

Tuliskan konsep-konsep sains yang dapat kamu temukan dalam fenomena di atas!
Kecepatan awal, sudut elevasi, jarak terjauh, titik tertinggi
Tuliskan beberapa pertanyaan ilmiah (dapat diuji melalui penyelidikan ilmiah)

- Bagaimana pengaruh kecepatan awal terhadap jarak tendangan bola yang dihasilkan?
- Bagaimana pengaruh sudut elevasi terhadap jarak tendangan bola yang dihasilkan?
- Bagaimana pengaruh kecepatan awal terhadap titik tertinggi yang dicapai bola?
- Bagaimana pengaruh sudut elevasi terhadap titik tertinggi yang dicapai bola?

Tuliskan beberapa pertanyaan tidak ilmiah (tidak dapat diuji melalui penyelidikan
ilmiah)

-Bagaimana bola yang ditendang tiba-tiba dapat berubah arah? Apakah ini kebetulan?
- Bagaimana pengaruh cara menendang bola (efek magnnus) dengan terjadinya gol?
- Bagaimana pengaruh cara menendang bola (efek magnnus) dengan kemenangan
timnya?

J. Eksplorasi
4. Merencanakan Sebuah Eksperimen
Pilih salah satu pertanyaan ilmiah yang Anda tuliskan, kemudian rencanakanlah
sebuah eksperimen untuk menguji pertanyaan tersebut!
Pertanyaan Ilmiah yang Dipilih:
Bagaimana pengaruh kecepatan awal terhadap jarak tendangan bola yang
dihasilkan?

Rumusan Hipotesis:

Semakin besar kecepatan awal maka jarak tendangan bola yang dihasilkan
juga semakin besar

Identifikasi Variabel:
Variabel Keterangan

Manipulasi Kecepatan awal

Respons Jarak terjauh bola

Kontrol Sudut elevasi bola, percepatan gravitasi, massa bola

Definisi Operasional Variabel (DOV):


DOV Keterangan

Manipulasi Dilakukan manipulasi kecepatan awal sebanyak empat kali

Respons Dihasilkan jarak terjauh yang dicapai bola dari manipulasi


kecepatan awal
Kontrol Mengontrol sudut elevasi, massa bola dan percepatan gravitasi
agar dapat membandingkan pengaruh kecepatan awal dengan
jarak terjauh

Rancangan Tabel Data Pengamatan:


No kecepatan awal (v0) Sudut elevasi Jaraak terjauh (meter)

Rancangan Prosedur Eksperimen:


1. Buka aplikasi phet dengan judul projectile motion
2. Buat sudut elevasi tetap yaitu 30, massa bola 0,41 kg dan diameter bola 0,17 meter.
Kemudian ubah kecepatan awal sebesar 20 m/s
3. Klik Fire maka akan terbentuk lintasan parabola dan akan terbaca besar dari jarak
terjauh (x)
4. Ulangi langkah 2 dan 3 untuk kecepatan awal 30 m/s, 40 m/s dan 50 m/s.
5. Catat data pada tabel.

5. Melaksanakan Eksperimen
Laksanakan penyelidikan seperti yang kamu rencanakan, dokumentasikan kegiatan
eksperimenmu, dan catatlah data hasil pengamatanmu pada tabel data yang telah
kamu buat sebelumnya.
Data Hasil Eksperimen:
No kecepatan awal Sudut elevasi Jaraak terjauh (meter)
(m/s)
1 20 30 37,3
2 30 30 81,6
3 40 30 143,4
4 50 30 223,0

Hasil Analisis Data:


Semakin besar kecepatan awal maka jarak yang ditempuh bola juga semakin besar
karena dengan kecepatan yang besar maka gaya yang dihasilkan juga besar sehingga
bola dapat menempuh jarak yang lebih jauh.
6. Mengkaji Sumber Referensi
Bacalah beberapa sumber referensi terutama Buku Ajar Siswa 1: Energi dan
Perubahannya untuk melengkapi data hasil eksperimen yang telah kamu lakukan atau
menjawab rumusan masalah yang belum diselidiki!
Semakin besar kecepatan awal maka jarak yang ditempuh bola juga semakin besar
karena dengan kecepatan yang besar maka gaya yang dihasilkan juga besar sehingga
bola dapat menempuh jarak yang lebih jauh.
Ini merupakan contoh dari gerak parabola. Verak parabola adalah perpaduan antara
GLB dan GLBB.
Dan sesuai dengan persamaan dalam gerak parabola
02 2
=

K. Eksplanasi
Gunakanlah data-data eksperimen atau referensi yang kamu gunakan untuk menarik
kesimpulan!
Semakin besar kecepatan awal maka jarak yang ditempuh bola juga semakin besar.
Kecepatan awal berbanding lurus dengan jarak tempuh yang dihasilkan.

L. Aplikasi
4. Menjelaskan fenomena ilmiah lainnya
Temukanlah beberapa fenomena literasi sains terkait sifat-sifat cahaya dan berikanlah
penjelasan secara ilmiah terhadap fenomena tersebut!
No Fenomena Penjelasan Ilmiah
1 Bola basket yang Bola basket yang dilempar ke ring akan
dilemar ke ring membentuk lintasan parabola. Dalam permainan
basket tentu ingin menghasilkan titik tertinggi.
2 Permainan Golf Pada permainan golf juga merupakan penerapan
dari gerak parabola. Pada permainan ini
membutuhkan jarak terjauh

3 Air yang mengalir Ini juga merupakan lintasan arparabola dengan


dari lubang dengan prinsip azas tericelli, lintasannya parabola.
ketinggian tertentu Sehingga dapat ditentukan titik terjauhnya.

5. Pemecahan masalah

Gerak parabola identik dengan tendangan bola pada permainan sepakbola. Untuk
menghasilkan tendangan yang bisa masuk ke gawang tentu seorang pemain dapat
mengira-ngira besar kecepatan yang digunakan untuk menendang. Dalam Fisika,
tendangan ini merupakan salah satu penerapan dari gerak parabola. Sebuah bola
ditendang dengan sudut elevasi 30 dan kecepatan awal 10 m/s ,jarak terjauh yang
ditempuh bola adalah....
02 2
=

102 2(30)
=
10
100.1/23
=
10
= 53
6. Implikasi potensial literasi sains bagi masyarakat
Jelaskan beberapa penerapan sifat-sifat cahaya dalam produk teknologi?
No Produk teknologi Penjelasan
1. Heliopter yang Dalam memberikan bantua kepada korban
memberikan bencana alam maka helikopter akan berada di
bantuan kepada ketinggian tertentu dari lokasi bencana dan
korban bencana melemparkan bantuan dari sana (dilakukan oleh
alam ahli). Ini akan membentuk lintasan gerak parabola.
2. Semprot air Dalam menyiram tanaman di jalan digunakan
otomatis semprot air otomatis yang dapat menyiram
tanaman secara otomatis tanpa tenaga manusia.
Aliran semprot air ini berbentuk parabola.

Daftar Pustaka
Serway, R. A. & Jewett, J. W. (2014). Physics, for scientists and enginer with modern physics, ninth
edition. USA: Cengage Learning, Inc.
Walker, J., Halliday, D. & Resnick. (2014). Fundamentals of physics, tenth edition. USA: John
Wiley & Sons, Inc.
Tabel Spesifikasi
Lembar Penilaian Literasi Sains
Tujuan Pembelajaran LP dan Butir Soal Kunci Jawaban

A. Sikap Terhadap Sains LP 1: Angket Kunci LP 1: Angket


Terlibat dalam KBM, siswa Sikap Terhadap Sikap Terhadap
menunjukkan: Sains Sains

Butir 1-8 Pernyataan positif


SS = 4, S = 3, N = 2,
2.1.1 Motivasi dalam sains
Butir 9-16
TS = 1, STS = 0
2.1.2 Keyakinan dalam belajar sains Butir 17-24
Pernyataan negatif
2.1.3 Dukungan terhadap Butir 25-28 SS = 0, S = 1, N = 2,
penyelidikan ilmiah
2.1.4 Tanggung jawab terhadap TS = 3, STS = 4
lingkungan dan budaya

LP 2: Literasi Kunci LP 2: Literasi


Sains Sains

B. Literasi Sains Butir 1 Butir 1


3.1.1 Diberikan fenomena tendangan
pemain bola yang masuk ke gawang,
siswa dapat menjelaskan proses
tersebut dengan tepat. Butir 2 Butir 2
6.1.2 Diberikan fenomena seorang pemain
bola yang menendang, siswa dapat
menentukan jarak dan tinggi
maksimum yang ditempuh bola Butir 3
Butir 3
dengan benar.
6.1.3 Diberikan fenomena peluru yang
ditembakkan, siswa dapat
enentukan kecepatan awal peluru Butir 4
Butir 4
yang ditembakkan dengan tepat
3.2.1 Diberikan informasi tendangan bola,
siswa dapat menyebutkan
pertanyaan-pertanyaan ilmiah dan Butir 5
Butir 5
tidak ilmiah.
3.2.2 Diberikan informasi tendangan bola,
siswa dapat menjelaskan cara
mengeksplorasi pertanyaan ilmiah. Butir 6
3.2.3 Diberikan informasi tendangan bola, Butir 6
siswa dapat menggunakan
pengetahuan ilmiah dalam
pengambilan keputusan kepada Butir 7
masyarakat. Butir 7
8.1.1 Diberikan data hasil eksperimen,
siswa dapat mentransformasi data
dari satu representasi ke representasi
lain dengan benar.
4.1.3 Diberikan data hasil eksperimen,
siswa dapat menganalisis dan
menarik kesimpulan dengan tepat.
Nama : . Kelas : .................
NIM : . Semester : ............
LP 1: Sikap terhadap Sains

Petunjuk Umum:
Angket sikap terhadap sains berisikan 28 butir pertanyaan yang diajukan sebagai penilaian diri
berkaitan dengan motivasi dalam sains, keyakinan dalam belajar sains, dukungan terhadap
penyelidikan ilmiah, tanggung jawab terhadap lingkungan dan budaya.
Pahamilah setiap butir pertanyaan dan petunjuk khusus penilaian yang disediakan, kemudian
berikanlah penilaian secara jujur pada setiap butir pertanyaan yang dianggap paling sesuai dengan
kondisi anda sekarang ini.
Penilaian ini tidak akan mengurangi nilai akademik Anda.

Petunjuk Khusus:
Penilaian dilakukan dengan memberi tanda cek list () pada kolom jawaban SS (Sangat Setuju), S
(Setuju), N (Tidak Mempunyai Jawaban/Tidak Bisa Memutuskan), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak
Setuju).

Pendapat
No Pernyataan
SS S N TS STS

1 Saya biasanya kurang bersemangat jika diajak mendiskusikan


materi fisika

2 Saya senang menyelesaikan masalah fisika.

3 Saya kurang suka membaca pelajaran fisika.

4 Saya menikmati memperoleh pengetahuan baru dalam fisika.

5 Mempelajari fisika tidak mempengaruhi prospek karier saya


di masa mendatang.

6 Saya ingin berkarier yang melibatkan ilmu fisika.

7 Saya tidak ingin belajar fisika lagi setelah lulus kuliah.

8 Saya setelah dewasa ingin bekerja pada proyek-proyek fisika.

9 Mempelajari perkembangan fisika saat ini terasa menyulitkan


bagi saya.

10 Saya biasanya dapat memberikan jawaban yang baik untuk


menguji pertanyaan pada materi fisika.

11 Saya dapat dengan mudah memahami ide-ide baru dalam


fisika.
12 Saya sangat yakin dapat mengidentifikasi variabel manipulasi,
respons, maupun kontrol dalam masalah sains

13 Saya kurang yakin dapat membuat definisi operasional


variabel dengan benar

14 Saya sangat yakin dapat membuat prosedur eksperimen


dengan benar

16 Saya kurang yakin dapat menarik kesimpulan berdasarkan


data eksperimen atau kajian referensi

17 Saya senang menyelesaikan masalah melalui penyelidikan


ilmiah

Pendapat
No Pernyataan
SS S N TS STS

18 Mempelajari fisika tidak membantu saya memahami


kehidupan dunia.

19 Fisika berharga bagi masyarakat.

20 Kemajuan sains-fisika dan teknologi dewasa ini menimbulkan


permasalahan sosial politik.

21 Beberapa konsep dalam fisika membantu saya melihat


bagaimana saya berhubungan dengan orang lain.

22 Saya menemukan bahwa fisika kurang membantu saya untuk


memahami lingkungan sekitar saya.

23 Fisika sangat relevan bagi saya.

24 Ketika saya lulus kuliah hanya sedikit kesempatan bagi saya


untuk menggunakan fisika dalam kehidupan sehari-hari.

25 Penerapan fisika dalam produk teknologi tidak boleh


menimbulkan pencemaran lingkungan.

26 Penerapan fisika pada produk teknologi seharusnya membuat


setiap orang semakin bergantung pada teknologi.
27 Saya lebih suka bergantung pada produk teknologi daripada
meminta bantuan orang lain.

28 Kemajuan sains-fisika dan teknologi biasanya dapat


memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat.

Tuliskan faktor-faktor lain yang membuat Anda kesulitan bersikap terhadap sains dengan mengisi
tabel di bawah ini.
Sikap terhadap Sains Kesulitan

1. Motivasi dalam sains

2. Keyakinan dalam belajar sains

3. Dukungan terhadap penyelidikan


ilmiah
4. Tanggung jawab terhadap
lingkungan dan budaya
Surabaya, .................. 2017

Responden

Daftar Pustaka
Thomson, S., Hilman, K. & Bortol, L. D. (2013). Programme for International student assessment: A
teachers guide to PISA scientific literacy. Acer Press.
Nama : . Kelas : .......
NIM : . Semester : .......

LP 2: Literasi Sains

Butir 1: Menggunakan pengetahuan sains untuk menjelaskan fenomena ilmiah


Di dalam permainan sepak bola, ada beberapa fenomena yang menarik, seperti tendangan pisang.
Tendangan pisang yang terkenal telah dilakukan oleh pemain sepak bola dunia, seperti Pele,
Roberto Carlos dan David Beckham. Disamping lintasan pisang, ada beberapa lintasan bola yang
dapat terjadi dalam permainan sepakbola, seperti lintasan lurus dan lintasan parabola. Ada tiga
gaya yang mempengaruhi lintasan tersebut, yaitu gaya gravitasi, gaya angkat (lift) dan gaya
hambat (drag). Untuk menganalisa lintasan yang terjadi maka kita tidak lepas dari prinsip fisika
di dalam fluida (udara). Sebuah bola ditendang dengan sudut elevasi 37 dan kecepatan awal
10 m/s. Tentukan kecepatan bola setelah 0,2 detik! ( cos 37= 4/5, sin 37=3/5)

Butir 2 Menggunakan pengetahuan sains dalam pemecahan masalah


Seorang murid menendang bola dengan kecepatan awal pada arah vertikal 9 m/s
dan kecepatan awal pada arah mendatar 12 m/s. Tentukanlah besar kecepatan awal
bola tersebut.

Ilustrasi di bawah ini digunakan pada Butir 3 sampai 5


Peneliti Inggris, Peter Bearman mengatakan bahwa efek magnus akan mengecil
jika kecepatan gerak bola terlalu besar atau rotasinya lebih lambat. Jadi untuk mendapat
efek magnus yang besar, seorang harus membuat bola berputar sangat cepat tetapi
kecepatannya tidak boleh terlalu cepat. Ketika Beckham menendang bola secara keras
dengan sisi sepatunya sehingga bola dapat berotasi cepat sekali, bola melambung dan
mulai membelok akibat adanya efek magnus. Gesekan bola dengan udara akan
memperlambat gerakan bola (kecepatan bola berkurang). Jika rotasi bola tidak banyak
berubah, maka pengurangan kecepatan dapat menyebabkan efek magnus bertambah
besar, akibatnya bola melengkung lebih tajam, masuk gawang, membuat penonton
terpesona dan berdecak kagum.

Gustav Magnus tahun 1852 pernah meneliti kasus sebuah bola yang bergerak
sambil berotasi. Gerakan bola ini menimbulkan aliran udara. Akibat rotasi bola, aliran
udara yang searah dengan arah rotasi bola (A) bergerak relatif lebih cepat dibandingkan
aliran udara pada sisi bola yang lain (B). Berdasarkan prinsip Bernoulli, semakin cepat
udara mengalir, semakin kecil tekanannya. Akibatnya tekanan di B lebih besar
dibandingkan tekanan di A. Perbedaan tekanan ini menimbulkan gaya yang membelokan
bola ke arah A. Membeloknya bola akibat perbedaan tekanan udara ini sering disebut efek
magnus untuk menghormati Gustav Magnus.

Butir 3 Membedakan pertanyaan-pertanyaan ilmiah dan tidak ilmiah


Tuliskan beberapa pertanyaan ilmiah dan tidak ilmiah

Butir 4 Menjelaskan cara mengeksplorasi pertanyaan ilmiah


Pilihlah salah satu pertanyaan ilmiah pada jawaban Butir 4 di atas, rencanakan sebuah
eksperimen untuk menguji pertanyaan ilmiah yang sudah anda pilih!

Butir 5 Pengambilan keputusan


Setelah membaca tendangan pisang, Bagaimana cara kamu menjelaskan fenomena Tsunami
secara ilmiah?

Butir 6 Mentransformasi data dari satu representasi ke representasi yang lain!


Representasikan hasil pengamatan tersebut dalam bentuk tabel data pengamatan maupun
grafik? Lakukan analisis terhadap hasil representasi kamu!

Butir 7 Menganalisis dan menarik kesimpulan dengan tepat!


Buatlah kesimpulan hasil percobaan yang dilakukan saintis?

DAFTAR PUSTAKA
Nur, M. 2009. Modul keterampilan-keterampilan proses sains. Surabaya: Unipress.
Serway, R. A. & Jewett, J. W. (2014). Physics, for scientists and enginer with modern physics, ninth
edition. USA: Cengage Learning, Inc.
Nama : Kelas : .......
NIM : . Semester : .......

Kunci Jawaban
LP 2: Literasi Sains

Butir 1: Menggunakan pengetahuan sains untuk menjelaskan fenomena ilmiah


Di dalam permainan sepak bola, ada beberapa fenomena yang menarik, seperti tendangan pisang.
Tendangan pisang yang terkenal telah dilakukan oleh pemain sepak bola dunia, seperti Pele,
Roberto Carlos dan David Beckham. Disamping lintasan pisang, ada beberapa lintasan bola yang
dapat terjadi dalam permainan sepakbola, seperti lintasan lurus dan lintasan parabola. Ada tiga
gaya yang mempengaruhi lintasan tersebut, yaitu gaya gravitasi, gaya angkat (lift) dan gaya
hambat (drag). Untuk menganalisa lintasan yang terjadi maka kita tidak lepas dari prinsip fisika
di dalam fluida (udara). Sebuah bola ditendang dengan sudut elevasi 37 dan kecepatan awal
10 m/s. Tentukan kecepatan bola setelah 0,2 detik! ( cos 37= 4/5, sin 37=3/5)

Butir 2 Menggunakan pengetahuan sains dalam pemecahan masalah


Seorang murid menendang bola dengan kecepatan awal pada arah vertikal 9 m/s
dan kecepatan awal pada arah mendatar 12 m/s. Tentukanlah besar kecepatan awal
bola tersebut.

Ilustrasi di bawah ini digunakan pada Butir 3 sampai 5


Peneliti Inggris, Peter Bearman mengatakan bahwa efek magnus akan mengecil
jika kecepatan gerak bola terlalu besar atau rotasinya lebih lambat. Jadi untuk mendapat
efek magnus yang besar, seorang harus membuat bola berputar sangat cepat tetapi
kecepatannya tidak boleh terlalu cepat. Ketika Beckham menendang bola secara keras
dengan sisi sepatunya sehingga bola dapat berotasi cepat sekali, bola melambung dan
mulai membelok akibat adanya efek magnus. Gesekan bola dengan udara akan
memperlambat gerakan bola (kecepatan bola berkurang). Jika rotasi bola tidak banyak
berubah, maka pengurangan kecepatan dapat menyebabkan efek magnus bertambah
besar, akibatnya bola melengkung lebih tajam, masuk gawang, membuat penonton
terpesona dan berdecak kagum.

Gustav Magnus tahun 1852 pernah meneliti kasus sebuah bola yang bergerak
sambil berotasi. Gerakan bola ini menimbulkan aliran udara. Akibat rotasi bola, aliran
udara yang searah dengan arah rotasi bola (A) bergerak relatif lebih cepat dibandingkan
aliran udara pada sisi bola yang lain (B). Berdasarkan prinsip Bernoulli, semakin cepat
udara mengalir, semakin kecil tekanannya. Akibatnya tekanan di B lebih besar
dibandingkan tekanan di A. Perbedaan tekanan ini menimbulkan gaya yang membelokan
bola ke arah A. Membeloknya bola akibat perbedaan tekanan udara ini sering disebut efek
magnus untuk menghormati Gustav Magnus.

Butir 3 Membedakan pertanyaan-pertanyaan ilmiah dan tidak ilmiah


Tuliskan beberapa pertanyaan ilmiah dan tidak ilmiah
Pertanyaan Ilmiah
-Bagaimana pengaruh kecepatan awal terhadap jarak tendangan bola yang dihasilkan?
- Bagaimana pengaruh sudut elevasi terhadap jarak tendangan bola yang dihasilkan?
- Bagaimana pengaruh kecepatan awal terhadap titik tertinggi yang dicapai bola?
- Bagaimana pengaruh sudut elevasi terhadap titik tertinggi yang dicapai bola?

Pertanyaan tidak ilmiah

- Bagaimana bola yang ditendang tiba-tiba dapat berubah arah? Apakah ini kebetulan?
- Bagaimana pengaruh cara menendang bola (efek magnnus) dengan terjadinya gol?
- Bagaimana pengaruh cara menendang bola (efek magnnus) dengan kemenangan
timnya?

Butir 4 Menjelaskan cara mengeksplorasi pertanyaan ilmiah


Pilihlah salah satu pertanyaan ilmiah pada jawaban Butir 4 di atas, rencanakan sebuah
eksperimen untuk menguji pertanyaan ilmiah yang sudah anda pilih!

Bagaimana pengaruh sudut elevasi terhadap titik tertinggi yang dicapai bola?
Pembahasan
Dik : vox = 12 m/s ; voy = 9 m/s.
vo = (vox2 + voy2)
vo = (122 + 92)
vo = (144 + 81)
vo = 224
vo =15 m/s.
Jadi, kecepatan awal bola tersebut adalah 15 m/s.

Butir 5 Pengambilan keputusan


Setelah membaca tendangan pisang, Bagaimana cara kamu menjelaskan fenomena Tsunami
secara ilmiah?
Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam
gangguan di dasar samudra. Tsunami juga sering disangka sebagai gelombang air pasang. Ini
karena saat mencapai daratan, gelombang ini memang lebih menyerupai air pasang yang
tinggi daripada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai secara alami oleh tiupan
angin. Namun sebenarnya gelombang tsunami sama sekali tidak berkaitan dengan peristiwa
pasang surut air laut. Karena itu untuk menghindari pemahaman yang salah, para ahli
oseanografi sering menggunakan istilah gelombang laut seismik (seismic sea wave) untuk
menyebut tsunami, yang secara ilmiah lebih akurat.

Butir 6 Mentransformasi data dari satu representasi ke representasi yang lain!


Representasikan hasil pengamatan tersebut dalam bentuk tabel data pengamatan maupun
grafik? Lakukan analisis terhadap hasil representasi kamu!

No kecepatan awal Sudut elevasi Jaraak terjauh (meter)


(m/s)
1 30 30 81,6
2 30 35 88,0
3 30 40 91,8
4 30 45 93,0

Butir 7 Menganalisis dan menarik kesimpulan dengan tepat!


Buatlah kesimpulan hasil percobaan yang dilakukan saintis?
Semakin besar sudut elevasi maka jarak yang ditempuh bola juga semakin besar

DAFTAR PUSTAKA
Nur, M. 2009. Modul keterampilan-keterampilan proses sains. Surabaya: Unipress.
Serway, R. A. & Jewett, J. W. (2014). Physics, for scientists and enginer with modern physics, ninth
edition. USA: Cengage Learning, Inc.
PERANGKAT PEMBELAJARAN
LITERASI SAINS
GERAK PARABOLA

Disusun Oleh :
OKY DUA OKTANINGTYAS (14030184055)
Pendidikan Fisika B 2014

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA