Anda di halaman 1dari 20

ISBN 978-979-8826-25-2

P RO S I D I N G
ISBN 978-979-8826-25-2

PROSIDING
TEMU PROFESI TAHUNAN (TPT) XXIV DAN KONGRES IX PERHAPI 2015
JAKARTA, 26-28 OKTOBER 2015

Strategi Pengelolaan Mineral dan


Batubara untuk Meningkatkan Ketahanan
Nasional

2015
PROSIDING TPT XXIV DAN KONGRES XIV PERHAPI 2015

Salam PERHAPI,

Indonesia terkenal akan kekayaan sumberdaya alam, terutama sumberdaya mineral dan
batubara mulai dari emas, timah, tembaga, nikel, bauksit, dan batubara. Berdasarkan data USGS
pada tahun 2013, cadangan emas Indonesia berkisar 2,3% dari cadangan emas dunia. Dengan
cadangan sebesar itu, Indonesia menduduki peringkat ketujuh dunia, sedangkan produksinya
sekitar 6,7% dari produksi emas dunia dan menduduki peringkat keenam dunia. Sementara itu,
posisi cadangan timah Indonesia menduduki peringkat kelima dunia, yakni sebesar 8,1% dari
cadangan timah dunia. Cadangan tembaga Indonesia sekitar 4,1% dari cadangan tembaga
dunia, dan merupakan peringkat ketujuh dunia dengan peringkat produksi adalah 10,4% dari
produksi dunia dan merupakan peringkat kedua. Begitu pula dengan potensi nikel. Cadangan
nikel Indonesia mencapai sekitar 2,9% dari cadangan nikel dunia, dan merupakan peringkat
kedelapan dunia, sedangkan produksinya 8,6% dan merupakan peringkat keempat dunia.
Berdasarkan data BP Statistical Review of World Energy pada tahun 2014, cadangan batubara
Indonesia berkisar 3,1% cadangan batubara dunia, dengan jumlah ekspor terbesar di dunia.
Dalam kurun waktu 2011 sampai 2013, sektor pertambangan dan penggalian masih
menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan Negara setelah sektor pengolahan,
perdagangan, dan sektor perantara keuangan. Hal ini menjadikan sektor pertambangan dan
penggalian batubara merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Ketahanan ekonomi merupakan aspek utama dalam mewujudkan ketahanan
nasional. Oleh karena itu, pemanfaatan komoditas mineral dan batubara Indonesia perlu
ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun dalam faktanya
masih terdapat perbedaan persepsi antar sektor dalam mengaplikasikan kebijakan pengelolaan
minerba yang ada. Disamping itu pemahaman masyarakat terhadap penggunaan produk dalam
negeri masih dinilai kurang.
Untuk mencapai ketahanan nasional, harus dimulai dengan kedaulatan sumber daya
alam terutama sumber daya mineral dan batubara. Esensi terpenting dari kedaulatan sumber
daya mineral dan batubara adalah penentuan arah kebijakan pembangunan oleh bangsa sendiri
yang mampu memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Kemudian berlanjut ke
tahap kemandirian, yaitu mampu mengelola dan mengolah sumberdaya alam sendiri.
Kemandirian ini, selanjutnya akan menciptakan individu-individu yang kompeten, inovatif, dan
kompetitif serta mampu bersaing dengan negara lain.
Berdasarkan uraian diatas TPT XXIV PERHAPI dan Kongres IX kali ini mengambil
tema Strategi Pengelolaan Mineral dan Batubara untuk Meningkatkan Ketahanan Nasional
dengan harapan diperolehnya suatu strategi sedemikian rupa sehingga pengelolaan mineral dan
batubara Indonesia benar-benar akan memberikan hal-hal yang dibutuhkan untuk mewujudkan
ketahanan nasional..
Dalam Acara ini, 55 makalah terpilih untuk dipresentasikan oleh anggota PERHAPI dan
4 makalah disampaikan dalam diskusi interaktif oleh pakar-pakar terkait. Prosiding ini berisi
68 makalah yang dibagi menjadi, Kelompok Eksplorasi, Kelompok Kebijakan, Kelompok
Geoteknik, Kelompok Hidrogeologi, Kelompok Operasi Penambangan, Kelompok Peledakan,
Kelompok Lingkungan, Kelompok K3L, Kelompok Metalurgi dan Student Paper Contest.

i
Diharapkan Prosiding ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan acuan, khususnya
dalam hal konservasi bahan tambang untuk masa depan industri pertambangan Indonesia yang
lebih baik.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini pula, segenap Pengurus PERHAPI ingin
menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara TPT XXIV dan
Kongres IX PERHAPI 2015.

Jakarta, Oktober 2015

Prof. Dr. Ir. Budi Sulistianto, MT


Plt. Ketua Umum PERHAPI

ii
PROSIDING TPT XXIV DAN KONGRES IX PERHAPI 2015

DAFTAR ISI

Kata pengantar i

Daftar Isi ii

KELOMPOK I : EKSPLORASI

1 Eksplorasi Timah Indonesia, Seting Geologi, Eksplorasi Dan 1


Estimasi Sumber Daya Timah, Setiawan Raharjo, PT. Timah
(Persero) Tbk.

2 Karakteristik Laterisasi Nikel Daerah Konawe Sulawesi Tenggara, 13


Adi Tonggiroh, Asri Jaya HS, Prodi Geologi Universitas
Hasanuddin

3 Tinjauan Terhadap Realisasi Pelaksanaan Rencana Pengelolaan 18


Lingkungan (Reklamasi) Lahan Bekas Penambangan Timah Di
Bangka, Wahyu Garinas, Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT)

4 Studi Potensi Hidrokarbon Batubara Formasi Muara Enim: Total 29


Organic Carbon dan Rock Eval Pyrolysis, Mulyono Dwiantoro1,
Komang Anggayana2, Sudarto Notosiswoyo2, Dwiwahju
Sasongko3, 1Program Studi Doktor Rekayasa Pertambangan,
FTTM, ITB Indonesia, 2Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumberdaya
Bumi, FTTM, ITB Indonesia,3Kelompok Keahlian Energi dan Sistem
Pemroses Teknik Kimia, FTI, ITB Indonesia

5 Studi Parameter Penentu Cokeability Batubara Formasi Batu Ayau 40


Kalimantan Tengah Berdasarkan Hasil Analisis Crucible Swelling
Number, Proximate, Total Sulphur dan Calorific Value, Komang
Anggayana1, Wahyudi Zahar2, Agus HarisWidayat1, Mulyono
Dwiantoro2, 1Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumberdaya Bumi,
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, ITB Indonesia,
2
Program Studi Magister dan Doktor Rekayasa Pertambangan,
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, ITB Indonesia

6 Identifikasi Logam Berat Pada Lapisan Batubara Cekungan Kutai di 50


Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur, Sri
Widodo1*, Sufriadin1, Anshariah2, Program Studi Teknik
Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin1, Jurusan

iii
Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas
Muslim Indonesia2

7 Karakterisasi Mineralogi dan Kimia Bijih Mangan Daerah Ponre, 59


Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Irzal Nur, Sufriadin, Sri
Widodo, Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin

8 Olistostrome Dan Batu Mulia Kompleks Tektonik Bantimala 65


Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan,
Kaharuddin MS, Asri Jaya, Haerany Sirajuddin, Program Studi
Teknik Geologi Universitas Hasanuddin Makassar

9 Hubungan Antara Logam Emas Dan Perak Dengan Pembentukan 77


Jenis Mineral Ubahan Yang Berbeda Di Tambang Emas PT.
Cibaliung Sumberdaya, Sebuah Tantangan Untuk Penemuan
Cebakan Tipe Porfiri, Ir. M. Johaness Djuharlan, PT. Cibaliung
Sumberdaya, Banten

10 Deep Mill Level Zone (DMLZ) of East Ertsberg Skarn System 90


(EESS), Papua; Geology Factors of Disking Core in DMLZ Mine,
Budirumantyo1, P. Silalahi1, F. Meiriyanto1, B. Antoro1, W.
Sunyoto1, L. Soebari2, G. De Jong1, Ruswanto1, M. Siahaan1,
E.Wibowo1, 1Underground Geology Operation Department PTFI
2
Principal Consultant PT. Mamberamo Mineral Services

11 Petrologi Endapan Bijih Besi Di Daerah Tojo Kabupaten Tojo Una 99


Una, Sulawesi Tengah, Yanto Sudiyanto, Pusat Teknologi
Sumberdaya Mineral, TPSA-BPPT

12 Optimasi Sumberdaya Dan Cadangan Batubara PT. Bukit Asam 112


(Persero), Tbk Melalui Eksplorasi Pengembangan Berbasis Kode
KCMI (2011) & SNI 5015:2011 Untuk Rencana Operasional
Tambang Bawah Tanah Diwilayah IUP Tambang Air Laya, Eko
Pujiantoro, Monang Sianturi, PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.

KELOMPOK II : KEBIJAKAN

13 Optimalisasi Penggunaan Batubara Nasional Untuk Keperluan 123


Pembangkit Listrik Dan Industri Dalam Negeri Demi Ketahanan
Energi Nasional, Cahyo Tri Laksono, Chani Pradasara,
Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas
Teknologi Mineral - UPN Veteran Yogyakarta

14 Strategi Pembangunan PLTU Mulut Tambang Dalam Meningkatkan 128


Profitabilitas Low Rank Coal Di Tambang Muara Tiga Besar Unit
Pertambangan Tanjung Enim PT Bukit Asam (Persero) Tbk,

iv
Febriansyah, Bagus Totok Purnomo, Arya Gustifram, Taupan
Ariansyah P. , PT Bukit Asam (Persero) Tbk

15 Kewajiban Usaha Pertambangan Batubara Membangun Pembangkit 137


Listrik Untuk Kemandirian Energi, Ir. Amirrusdi,M.Si., Asesor
Kompetensi LSP PERHAPI

16 Optimasi Cadangan Batubara, Efisiensi & Pemanfaatan Lahan 142


(Metode Analisis Menentukan Nilai Tambah Pengelolaan Ijin Usaha
Pertambangan, Kasus IUP Tambang Air Laya, Unit Pertambangan
Tanjung Enim, PTBA), Wali Al Hasunah, PT Bukit Asam (Persero)
Tbk,

17 Pengaturan Prinsip Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dalam 152


Undang-Undang Mineral Dan Batubara, Dr. Busyra Azheri, SH.,
M.Hum, Fakulatas Hukum Universitas Andalas Padang

18 Ekspor Dan Impor Industri Tembaga Di Asia Tenggara Menjelang 162


Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean, Hidir Tresnadi,
BPPT

KELOMPOK III : GEOTEKNIK

19 Pengelolaan & Pengendalian Pergerakan Lereng Untuk 175


Memaksimalkan Recovery Batubara Di Area Rawan Longsor
Menggunakan Slope Stability Radar PT Arutmin Indonesia Tambang
Asam Asam, Jioni Santo Frans1, Endang Wawan2, Rachmat
Hamid Musa3, 1Geotechnical Engineer PT Arutmin Indonesia,
Tambang Asam Asam, 2Geologist & Geotechnical Supervisor PT
Arutmin Indonesia, Tambang Asam Asam, 3Geotechnical Engineer
PT GroundProbe Indonesia

20 Managing Instability Issues At Push Back 9S3-Grasberg Mine 188


Papua, Indonesia, E. Widijanto, R. Gautama, P. Siburian, D.
Tebay, and I. Anggrika, Surface Mine GeoEngineering Department
PT Freeport Indonesia

21 New Perspective Of Wet Muck Risk Map : Lesson Learned From 198
Wet Muck Spill In Coarse Fragmentation At Deep Ore Zone (DOZ)
Block Caving Mine, Papua, Indonesia, Mochamad Ramadhan,
Danny Wicaksono, Dhani Haflil, Bambang Antoro, Underground
Mine Geology Department, PT Freeport Indonesia, Tembagapura,
Papua

22 Studi Kemantapan Lereng Dengan Metode Analisis Kinematika 208


Pada Tambang Batupasir, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa
Janan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Study Of Slope Stability

v
Based On Kinematica Analysis At Sandstone Mines, Tani Aman
Villages, Loa Janan Sub District, Samarinda, East Kalimantan),
Tommy Trides, Puguh Laksono, Farah Dinna Zainuddin,
Program Studi S1 Teknik Pertambangan, Universitas Mulawarman

23 Analisis Probabilitistik Kestabilan Lereng Timbunan Bijih Nikel 218


Kadar Rendah Nuspera Probability Analysis Of Slope Stability In
Nuspera Low Grade Ore Dumpsite, Dezania Mersyifa Anggie1,
Masagus Ahmad Azizi1, Irfan Marwanza1, Yoseph Kristianto1,
1
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi
Kebumian & Energi Universitas Trisakti, 2PT Weda Bay Nickel,
Halmahera

24 Ambang Batas Indikator Kestabilan Lereng Tunggal Pada Tambang 227


Batubara (Acceptable Criteria Of Single Slope Stability Indicator In
Coal Mining), Masagus Ahmad Azizi1*, Suseno Kramadibrata2,
Ridho Kresna Wattimena3, Indra Djati Sidi4, 1Prodi Teknik
Pertambangan, FTKE Universitas Trisakti, Indonesia, 2Presiden
Direktur, PT Bumi Resources Mineral, 3Prodi Teknik
Pertambangan, FTTM Institut Teknologi Bandung, Indonesia,
4
Prodi Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung

25 Perbandingan Aplikasi Limit Equilibrium (LEM) vs Finite Element 242


(FEM) untuk Analisa Kestabilan Lereng, Deki Nirrambodo, Lufi
Rachmad, GEOMINE Mining and Geotechnical Consultant,
Bandung

26 Predicting Wetmuck Spills Based On Packmuck Distribution In Doz 253


Block Cave Mine, Papua, Dody Olua, Bambang Antoro, Geoffrey
De Jong, Chris Aloysius, PT. Freeport Indonesia

27 Pengaruh Ukuran Dan Karakteristik Batuan Pada Penentuan 261


Fracture Toughness Mode Rekahan I Dengan Metode Uji
Brazilian Disc Dan Chevron Bend. I Dewa Gede Oka
Raghunatha1, Nuhindro Priagung Widodo2, 1mahasiswa Program
Studi Terknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung, 2dosen
Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung

28 Studi Laju Penembusan Pada Batuan Menggunakan Metode 271


Pengeboran Rotari Di Laboratorium, Marihot Panindangi
Siburian*, Nuhindro Priagung Widodo, Ganda Marihot
Simangunsong, Suseno Kramadibrata, Program Studi Teknik
Pertambangan, Institut Teknologi Bandung

Evaluasi Rasio Nilai Cumulative Displacement Terhadap Kelas 281


29 Kerusakan Pada Sistem Pemetaan Kerusakan (Damage Mapping) Di
Extraction Level DOZ PT Freeport Indonesia, Sandi Firmanulhaq1,

vi
Anwar Sjadat1, Yali Gidion Irab2, 1underground Geotechnical &
Hydrology Department PT Freeport Indonesia, 2mahasiswa Teknik
Pertambangan, Institut Teknologi Dan Sains Jayapura (ISTJ)

30 Kajian Terintegrasi Penanggulangan Longsoran PIT Inul East, PT 290


Kaltim Prima Coal, Anwar, Khairul; Iswanto; Sugara, Tambar;
Prabawa, Dodi; Prabowo, Andrianus; Sitinjak, Bistok, PT.
Kaltim Prima Coal

31 Dampak Kondisi Atmospheric Terhadap Kualitas Data Pemantauan 300


Lereng Di Tambang Batu Hijau - PT Newmont Nusa Tenggara,
Armandho Atma Pramadhani dan Yan Adriansyah, PT Newmont
Nusa Tenggara

32 Analisis Karakteristik Longsor Lereng Lowwall Tambang Terbuka 310


Batubara Ditinjau Dari Monitoring Radar, Rachmat Hamid Musa,
Singgih Saptono, Program Studi Magister Teknik Pertambangan
UPN Veteran Yogyakarta

33 Pengelolaan Dan Mitigasi Potensi Bahaya Ketidakstabilan Lereng 318


Tambang - Studi Kasus PT. Berau Bara Energi, Jamal Mustain1,
Yasser Taufik2, 1Program Studi Magister Teknik Pertambangan
UPN Veteran Yogyakarta, 2Exploration Division, PT. Atlas
Resources

KELOMPOK IV : HIDROGEOLOGI

34 Kajian Geoteknik Desain Penambangan Kembali Ex PIT E1g1, Blok 329


B1 Tambang Sambarat PT. Berau Coal, Kabupaten Berau,
Kalimantan Timur, Syamsul Bahri1), Lukman Hakim2), Welly
Turupadang3), 1)Geotechnic Engineer,2)Geotechnic Superintendent,
3)
Geotechnic & Hydrology Manager

35 Dedicated Underground Drainage Drift For Dewatering Wanagon 338


Overburden Stockpile, Grasberg Mine PT. Freeport Indonesia, E.
Widijanto, I. Setiawan, and G. Prasetyo, PT. Freeport Indonesia,
Papua

36 Mining Hydrogeological Problems Inunderground Excavation Of 348


Vein-Typed Gold Deposit Under Hydraulic Inter-Connection With
Surface Water Body The Concept And Frame Work, Lilik Eko
Widodo, Lecturer at Dept. of Mining Engineering, Institute
Technology of Bandung

37 Dewatering Area Bekas Pit E1g1 Menggunakan Kombinasi Slurry 355


Pump Di Blok B1 Sambarata Mine Operation PT. Berau Coal,
Wandi, Arief Hudiantoro, PT Berau Coal

vii
38 Dewatering Drilling Program And Groundwater Level Monitoring In 365
Big Gossan Mine, Papua, Indonesia, Jaka Satria Budiman, Fari
Putra, Unggul Barito, PT Freeport Indonesia affiliated Freeport-
McMoRan Copper & Gold

39 Strategi Pond Maintenance Di PT. Kaltim Prima Coal, Doris 373


Antoni, ST, MBA, PT. Kaltim Prima Coal

40 Technical And Economic Assessment Study Of Constructed 382


Wetlands In Storm Water Management Of Coal Mining, Gede Abdi
Dharma Pribadi, Maulana Ibrahim Rau, PT Quantus Consultants
Indonesia

41 Pemilihan Metode Intensitas Hujan Yang Sesuai Dengan 392


Karakteristik Data Pos Hujan Tambang Pt. Berau Coal, Kabupaten
Berau Kalimantan Timur, Hanafi, Ahmad Baiquni, PT Berau Coal

KELOMPOK V : OPERASI PENAMBANGAN

42 Integrated Quality Control Sistem In Bauxite Mining, Gembong 403


Suryo Wibowo, PT ANTAM (Persero) Tbk. Bauxite Mining
Business Unit, West Borneo, Indonesia

43 Penentuan Pola Dan Frekuensi Penyebaran Batupack IUP OP 410


Tambang Air Laya Dan Bankobarat PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.,
Willson Chani S, Suhendra, Fajar Ardiansyah, PT. Bukit Asam
(Persero) Tbk

44 Rekonsiliasi Perencanaan Tambang Tahunan Dan Pengaruhnya 420


Terhadap Target EBITDA Perusahaan Di PIT H,Tambang Satui PT
Arutmin Indonesia, Fera Fajar Nurhidayat, Abdul Kahar,
PT.Arutmin Indonesia

45 Penentuan Arah Penambangan Berdasarkan Hasil Optimasi PIT X 432


Dengan Parameter NPV, Abdul Kahar, Senior Mine Engineer, PT
Arutmin Indonesia

46 Optimalisasi Penambangan Batubara Di Area Perbatasan IUP 444


Dengan Metode Joint PIT Antara PT. Bhumi Rantau Energi Dan PT.
Energi Batubara Lestari (Joint Pit Blok Ambalat), Cecep H Setiadi,
Sumarwan, PT. Bhumi Rantau Energi

47 Estimating The Number Of Trucks Required Using 451


Surpacminesched Scheduling For MT. Rawdon Gold Mine, Patar
Simbolon, Mining One Consultants Pty Ltd

viii
48 Implementasi Fatigue Monitoring Alert System Terintegrasi dengan 462
Teknologi Dispatch (GOIC) Pada Overburden Truck di PT. Kaltim
Prima Coal, Andry, Nalendro Sutri, Vita Perdana, PT. Kaltim
Prima Coal

49 Typical Mine Planning For The Combination Of Cast Blast, Dozer 472
Push, Dragline, And Truck/Shovel Mining Method, Ievan Ludjio,
Mining One Consultants Pty Ltd

50 Studi Mengenai Ventilasi Tambang Batubara Bawah Tanah PT XYZ 482


Dengan Menggunakan Perangkat Lunak Ventsim Visual 3,
Muhammad Ihsan1, Nuhindro Priagung Widodo1, Darius Agung
Prata2, 1Program Studi Teknik Pertambangan, Institut Teknologi
Bandung, 2Balai Diklat Tambang Bawah Tanah

51 Kajian Pengaruh Overbreak Terhadap Biaya Ground Supporting Di 493


BC-613 Tail Access Dan BC-612 Transfer Access, Grasberg Block
Cave, PT. Freeport Indonesia, Bagea Kriska1, Arjuna Putra
Ginting2,Singgih Saptono1,Barlian Dwinagara1, 1Magister Teknik
Pertambangan, Konsentrasi Geomekanika, Universitas
Pembangunan Nasional VeteranYogyakarta, Indonesia,
2
Underground Geotech and Hidrology Dept, PT. Freeport Indonesia

KELOMPOK VI : PELEDAKAN

52 Kajian Teknis Pengontrolan Tingkat Getaran Tanah (Ground 503


Vibration Level) Pada Operasi Peledakan Di PIT Pinang South PT
Kaltim Prima Coal, Hadiid Ilman Rahman, Untung Pramana, PT.
Kaltim Prima Coal

53 Manajemen Sistem Drilling Dan Blasting Melalui Aplikasi Leica 513


Jigsaw Di PT. Newmont Nusa Tenggara, Imansah, PT. Newmont
Nusa Tenggara

54 Analisis Ukuran Fragmentasi Batuan Hasil Peledakan Berdasarkan 522


Penggunaan Stemtite, Di PIT Pinang South PT. Kaltim Prima Coal,
Sangatta Kalimantan Timur, Wildan Rahdyas1, Windhu
Nugroho1, Tommy Trides1, Iwan Purba2, 1Prodi S1 Teknik
Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, 2PT.
Kaltim Prima Coal

55 Analisis Pengaruh Kondisi Massa Batuan Terhadap Blast Damage 532


Di Tambang Bawah Tanah, Grasberg Block Cave, PT. Freeport
Indonesia, Bagea Kriska1, Arjuna Putra Ginting2,Singgih

ix
Saptono1,Barlian Dwinagara1, 1Magister Teknik Pertambangan,
Konsentrasi Geomekanika, Universitas Pembangunan Nasional
VeteranYogyakarta, Indonesia, 2PT. Freeport Indonesia

KELOMPOK VII : LINGKUNGAN TAMBANG

56 Penggunaan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Dalam 539


Menunjang Proses Revegetasi Lereng, N. Iman Suansa, PT ANTAM
(Persero) Tbk.

57 Penetapan Kriteria Keberhasilan Reklamasi Tambang, Antitesis 546


Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Rezki Syahrir, Ondos N.
Saragih, Indonesian Institute for Sustainable Mining

58 Potensi Zeolit Alam Dalam Prospektif Remediasi Pencemaran 554


Merkuri Pada Pertambangan Emas Rakyat Serta Pengaruhnya
Terhadap Sektor Primer Di Formasi Kebo Butak, Gedang Sari,
Daerah Istimewa Yogyakarta, Hafidha Dwi Putri Aristien1,
Syaifful Amri2, Hedi Hastriawan3, 1Mahasiswa Program Sarjana,
Jurusan Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung,
2
Mahasiswa Program Sarjana, Jurusan Teknik Pertambangan, UPN
Veteran Yogyakarta, 3Mahasiswa Program Sarjana, Jurusan Teknik
Pertambangan, Universitas Sriwijaya

59 Wetland : Eko-Teknologi Pengolahan Pasif Air Asam Tambang, 562


Faisal Danu Tuheteru1, Edy Jamal Tuheteru2, 1jurusan
Kehutanan Universitas Halu Oleo, Kendari, 2jurusan Teknik
Pertambangan, Universitas Trisakti

KELOMPOK VIII : K3L

60 Implementasi ISO 50001:2011 (Sistem Manajemen Energi) Pada 575


Industri Pertambangan. Sebuah Terobosan Efisiensi Penurunan
Signifikan Biaya Operasional, Gilbert Markus Nisahpih, PT Gilbert
Management (Geology & Mining Consultant)

61 Elemen-Elemen Program Industrial Hygiene Pada Kegiatan 581


Pertambangan PT Freeport Indonesia, Ir. Eka Sumarna, M.Kes,
Manager, Occupational Health & Safety, PT Freeport Indonesia

x
62 Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan 591
Mineral Dan Batubara Sesuai Dengan Peraturan Menteri Esdm
Nomor 38 Tahun 2014 Di PT. Kaltim Jaya Bara, Geniusman
Sidabutar, PT. Kaltim Jaya Bara

KELOMPOK IX : METALURGI

63 Kajian Teknis Dan Ekonomis Kinerja Washing Plant Bijih Bauksit 599
PT. ANTAM (Persero), Tbk UBPB Tayan, A. Taufik Arief, Hedi
Hastriawan, Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik,
Universitas Sriwijaya

64 Perbandingan Proses Pengolahan Dan Hasil Produk Smelter Grade 610


Alumina (SGA) Dan Chemical Grade Alumina (CGA), Rinto
Dwihartanto, PT Antam (Persero), Tbk, PT Indonesia Chemical
Alumina

65 Low Quality Coal Processing Technology Innovation and 620


Development for Cokes and Carbon Raiser Production and Its
Application for Metallic Mineral Reduction (Pengembangan
Teknologi Inovasi Pengolahan Batubara Berkualitas Rendah untuk
Produksi Kokas dan Carbon Raiser serta Aplikasinya pada Reduksi
Mineral Logam), Anggoro Tri Mursito, Aditya Wibawa, Bagus
Dinda Erlangga, Research Centre for Geotechnology, Indonesian
Institute of Sciences (LIPI)

66 Dampak keekonomian kebijakan nilai tambah tembaga dan mineral 627


ikutannya,Aryo Prawoto WIBOWO1) dan Said Salem AL HAMID2) 1Staf
Pengajar Program Studi Rekayasa Pertambangan, Fakultas Teknik
Pertambangan dan Perminyakan IT B

KELOMPOK X : STUDENT PAPER CONTEST

67 Perbandingan Metode CaO Dan Metode Biostimulan Terhadap


Keefektifan Pengelolaaan Air Asam Tambang, Muhammad Adli
Fikri1, Riri Rahmahwati Joni1, Dwi Hariana Pane1, Yahdi
Azzuhry2, Tri Gamela Saldy2, 1mahasiswa Teknik Pertambangan,
Universitas Negeri Padang

68 Analisis Kestabilan Lereng Berdasarkan Slope Mass Rating Pada


Tambang Batupasir, Kelurahan Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa
Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, (Analysis of slope
stability based on slope mass rating at sandstone mines, Loa Janan
Ulu Village, Loa Janan Sub district, Kutai Kartanegara, East
Kalimantan), Nurfaizah Rohmah, Muhammad Fitra, Sony
Mahardika, Azarya Ardfensone Depari1, Program Studi S1 Teknik
Pertambangan, Universitas Mulawarman,

xi
69 Pemanfaatan Fly Ash Dan Bottom Ash Batubara Untuk Reklamasi
Lahan Asam Bekas Tambang, Mori Ferdiansyah, Jurusan Teknik
Pertambangan -FTMK, Institut Teknologi Adhi Tama

xii
PROSIDING TPT XXIV DAN KONGRES IX PERHAPI 2015

KARAKTERISTIK LATERISASI NIKEL


DAERAH KONAWE SULAWESI TENGGARA

Adi Tonggiroh 1), Asri Jaya HS 2)


1) & 2)* Prodi Geologi Universitas Hasanuddin

ABSTRAK
Meskipun saat ini aktifitas kegiatan eksplorasi nikel laterit di Sulawesi menurun tajam, namun
kondisi ini justru meningkatkan penelitian dibidang eksplorasi mineral, salah satunya adalah
mengevaluasi kembali karakteristik lapisan endapan nikel laterit melalui data pemboran. Hal
ini cukup menarik untuk dikaji, utamanya profil lapisan endapan nikel laterit, molase dan
batuan metamorf yang relatif dipengaruhi oleh sesar lokal Koawe dan regional Lasolo
dengan arah baratlaut tenggara. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa, secara
horisontal sebaran endapan nikel laterit relatif bersentuhan dengan batuan metamorf, sedimen
dan endapan molase, mempengaruhi kondisi geologi vertikal horisontal endapan laterit yang
memiliki potensi kadar nikel cukup rendah apabila dikaitkan dengan kebutuhan nilai kadar
nikel pada saat itu. Pendekatan metode penelitian diawali pada pengamatan singkapan,
analisis XRF dan petrografi digunakan pada data pemboran sampel laterit dan batuan
ultramafik. Penelitian ini merupakan kajian terhadap beberapa data singkapan, data titik bor
dan pemetaan geologi yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik lapisan endapan nikel
laterit yang erat kaitannya dengan struktur geologi regional lasolo. Hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa (1) laterisasi pembentukan lapisan limonit dipengaruhi oleh batuan
metamorf, sedimen dan molase sehingga Intensitas pembentukan lapisan saprolit relatif kuat
dibanding lapisan limonit (2) Kontrol struktur geologi menghasilkan bentangalam dengan
intensitas laterisasi yang berbeda.

Kata Kunci : laterisasi nikel, Konawe Sulawesi Tenggara.

A. PENDAHULUAN
Umumnya endapan nikel laterit dipengaruhi oleh proses geologi, iklim, air dan
topografi. Proses ini terjadi pada batuan ultramafik dan membentuk endapan laterit,
diantaranya terdapat unsur logam dan non logam seperti nikel, besi dan silika. Tinjauan
tektonik menunjukkan bahwa endapan nikel laterit dapat dijumpai pada kondisi geologi
regional tertentu terutama erat kaitannya dengan ofiolit batuan ultramafik. Kondisi ini dapat
dijumpai pada endapan nikel laterit yang dipengaruhi oleh sesar regional di daerah penelitian
yang masuk wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Gambar 1).
Tulisan ini merupakan kajian terhadap beberapa data singkapan batuan ultramafik,
batuan metamorf dan molase, data titik bor dan pemetaan geologi yang bertujuan untuk
mengetahui karakteristik lapisan endapan nikel laterit.

13
B. KONDISI GEOLOGI

Bentangalam
Rekaman aktvitas struktur geologi regional lasolo dapat dilihat di lapangan terutama
pada bentuk bentangalam yang tidak beraturan mengikuti arah yang sejajar maupun imbasan
dari pergerakan sesar lasolo. Aspek perbedaan sudut lereng maupun batuan penyusun
ultramafik dan non ultramafik, merupakan pendekatan pengamatan lapangan dalam
menginterpretasi profil endapan nikel laterit.
Bentangalam bergelombang denudasional, disusun oleh batuan batuan ultramafik,
batupasir, batugamping, fragmen campuran berbagai bentuk dan berukuran lebih kecil dari
kerikil, soil berwarna abu-abu kecoklatan. (Gambar 2).
Proses pelapukan aktif diketahui dari kondisi soil residual dan transported, berwarna
coklat sampai coklat kehitaman.
Bentangalam pedataran denudasional, disusun oleh residual soil terbentuk dari hasil
lapukan batuan dan mengalami transportasi, tebal 0,2 meter sampai < 1 meter, warna coklat,
coklat kehitaman. Secara megaskopis dijumpai proses pengelupasan lapisan fragmen soil
yang disebabkan oleh proses erosi dan pelapukan (Gambar 3).
Analisa morfogenesa terhadap kondisi di lapangan menunjukkan proses genetik yang
berkembang yaitu terbentuknya endapan kolovium yang merupakan campuran material
endapan molase, material lepas hasil pelapukan batuan metamorf berukuran lempung hingga
kerakal.

Litologi

Batuan Ultramafik

Petrografis nikol sejajar pada batuan ultramafik menunjukkan warna coklat tua dan
coklat-abu-abu pada nikol silang, terdapat tekstur mesh, ukuran sedang- kasar, telah
mengalami ubahan dengan intensitas intensif (serpentinisasi). Meskipun tekstur batuan telah
terubah, namun masih memperlihatkan jejak pola mineral mafik piroksen dan olivin. Mineral
serpentin, klorit, karbonat (kalsit) hadir sebagai mineral ubahan tersebar acak dengan
bentuk anhedral.
Kenampakan lapangan menunjukkan warna segar memperlihatkan warna segar abu-
abu kehijauan, lapuk warna coklat kemerahan, kristanilitas hipokristalin, granularitas
faneritik, relasi inequigranular, bentuk euhedral-subhedral, struktur masif, komposisi mineral
limonit, kuarsa berupa urat (vein), serpentin, piroksin.
Hasil pelapukan menunjukkan perubahan warna pada soil yaitu abu-abu kecoklatan,
coklat kemerahan dan coklat tua. Perubahan Warna ini menunjukkan perbedaan proses
pelapukan dan alterasi pada batuan ultramafik. Proses pelapukan dicirikan oleh perubahan
batuan menjadi soil dan terdapat fragmen batuan ultramafik, sedangkan alterasi menunjukkan
perubahan warna abu-abu bersifat lempungan.
Tipe sheared dijumpai pada zona sesar lokal,memperlihatkan slip-fibre serpentinit,
urat kuarsa tidak beraturan, tebal 1 2 mm. Karakteristik slip-fibre serpentinit umumnya
memperlihatkan permukaan yang tipis dan berwarna kuning kehijauan, kuning kecoklatan,
abu-abu kehijauan sampai hijau pucat atau kuning kehijauan (Gambar 4).

14
Struktur Geologi Regional Lasolo
Sesar Lasolo berarah baratlaut tenggara, membagi Kendari menjadi dua bagian.
Sebelah timurlaut sesar disebut Lajur Hialu dan sebelah baratdaya disebut Lajur Tinondo
(Rusmana dan Sukarna, 1985). Lajur Hialu umumnya merupakan himpunan batuan yang
bercirikan asal kerak samudera, dan Lajur Tinondo merupakan himpunan batuan yang
bercirikan asal paparan benua. (Rusmana, dkk, 1993).

Profil Endapan Nikel Laterit

1. Profil Umum
Secara vertikal, dijumpai pada bagian atas terdapat lapisan limonit dengan ketebaan
sampai 8 meter, berwarna coklat tua, dengan nilai nikel 0,4% sampai 0,8% dan besi 32%
sampai 47%. Selanjutnya terdapat lapisan saprolit dengan ketebalan rata-rata 12 meter,
berwarna abu-abu, abu-abu kehijauan, nilai nikel 0,9% sampai 2,2%.
2. Profil Fracture
Lapisan limonit menyebar horisontal mengikuti topografi bergelombang. Berwarna
coklat, coklat tua, coklat kuning, ketebalan maksimum 6 meter dan minimum 4 meter, kadar
nikel rata 0,9 %. Rekahan ultramafik tidak beraturan, lebar (2 cm - 9 cm), pelapukan kuat
warna abu-abu, dibatasi oleh limonit dan saprolit. Perbedaan nikel pada limonit (0,8 % -
1,06%) menerus saprolit (1,2%- 2,51%) dan sona rekahan nikel meningkat (2,73 % - 3,0%).
3. Profil Kolovium
Kenampakan lapangan, kolovial menutupi laterisasi batuan ultramafik terdiri dari
fragmen skis menunjukkan warna abu-abu, abu-abu kecoklatan, berukuran relatif <3cm,
menyudut tanggung sampai membundar, kuarsit teroksidas, membundar <2 cm.
Pengayaan nikel relatif kecil (0,32% 0,44%), besi (13,4% 16,3%) pada kolovium, untuk
lapisan saprolit nikel komposisi nikel meningkat (0,8% 1,6%) (Gambar 5).

KESIMPULAN

1. Terbentuknya endapan kolovium menghambat proses pembentukan lapisan limonit,


sehingga pengayaan nikel mengikuti sebaran transportasi fragmen kolovium.
2. Intensitas terbentuknya saprolit perlahan terhenti oleh perbedaan ukuran fragmen
endapan kolovium.

15
DAFTAR PUSTAKA

Kadarusman.A, Parkinson.C.D, 2000, Petrology and P-T Evolution of Garnet from


Central Sulawesi, Indonesia, Journal Metamorphic Geology,p.193-209.

Nash DJ,Laren SJ,2007,Geochemical Sediments and Landscape,Blackwell Publishing.


Rusmana E,Sukido,Sukarna D,Haryono E,Simanjuntak TO,1993, Peta Geologi Lembar
Lasusua-Kendari, Sulawesi,P3G Bandung.

Tonggiroh A,2015, Application of Principal Analysis Component and Mobility of Heavy


Metals in Mine Setting Ponds Nickel,Advances Environmental Biology,ISSN-1995-0756.

Gambar 1. Pola Geologi Sulawesi


(Kadarusman,2000), lokasi penelitian.

Gambar 2. Kenampakan satuan bentangalam


bergelombang denudasional.

16
Gambar 3. Kenampakan bentangalam pedataran denudasional

Gambar 4 Tipe rekahan nikel batuan ultramafik (a), zona


pengayaan (b,c), zona alterasi

Gambar 5. Perubahan nikel dan besi pada tipe rekahan


dan endapan kolovium (L) dan Laterit (L)

17

Anda mungkin juga menyukai