Anda di halaman 1dari 34

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Pengumpulan dan Pemisahan Fluida Produksi

Kekhasan dari fluida yang mengalir dari sumur-sumur produksi ialah

berkecepatan tinggi dan sifat alirannya bergolak (turbulent). Campuran gas dan

hidrokarbon cair berekspansi terus menerus, bercampur bersama dengan uap air,

air bebas, zat-zat padat dan zat-zat ikutan lainnya.

Aliran gas yang berkecepatan tinggi mengandung bintik-bintik cairan,

sedangkan liquidnya mengandung gelembung-gelembung gas. Gasnya sendiri

berada dalam keadaan jenuh dengan uap air (saturated). Fluida di dalam

reservoir mengalir dari kondisi panas dan bertekanan tinggi, menuju ke lubang-

lubang perforasi pada pipa casing di bawah sumur dan terus mengalir naik

melalui pipa tubing produksi menuju kepala sumur di permukaan. Pada sumur

yang tekanan reservoirnya masih tinggi, biasanya pada kepala sumur dipasang

choke yang fungsinya untuk membatasi laju alirnya, fluidnya kemudian mengalir

melalui pipa alir (flowline) menuju ke stasiun pengumpul.

Sewaktu pengaliran, dimulai dari reservoir sampai ke stasiun pengumpul,

tekanan dan suhu fluida yang diproduksi akan mengalami penurunan secara

perlahan-lahan (gradually) sampai ke tekanan yang diinginkan atau diperlukan di

stasiun pengumpul. Bila diperlukan, sebelum masuk ke sistem di stasiun, tekanan

6
7

alirnya diturunkan dengan cara menggunakan valve pengontrol tekanan (pressure

control valve). Selanjutnya fluid yang datang melalui flowline di stasiun

pengumpul mula-mula dialirkan melalui sarana produksi yang dinamakan

separator atau sering juga dinamakan separator produksi (production separator).

Peralatan produksi terorganisir dalam stasiun pengumpul sebagai tempat

untuk mengumpulkan hasil produk dari beberapa sumur. Adapun peralatan

produksi pada stasiun pengumpul secara umum antara lain :

2.1.1 Flow Line

Flow Line adalah pipa transportasi penghubung dari sumuran ke

dalam stasiun pengumpul. Jarak flow line berkisar antara 377 m sampai

2500 m (Erwin, 2012). Flow line yang digunakan tebuat dari bahan carbon

steel dengan diameter pipa antara 4 dan 6.

Gambar 2.1 Flow Line SP CLU

(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2016)


8

2.1.2 Header Manifold

Header manifold merupakan rangkaian peralatan yang terdiri dari

pipa utama (main pipe), kerangan-kerangan (valve), kerangan balik (check

valve), sambungan dan turunan (fitting), dan pengukuran tekanan (pressure

gauge). SP CLU memiliki empat header manifold antara lain: 1 grup test

dan 3 grup produksi. Header manifold berfungsi sebagai sarana untuk

mengatur flow line dari sumuran produksi yang digabungkan menjadi satu

aliran masuk ke sarana pengolahan lanjutan (separator dan tangki).

Header manifold grup produksi dibagi menjadi High Pressure (HP-

Prod), Medium Pressure (MP-Prod) dan Low Pressure (LP-Prod).

Pembagian ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan apabila akan

dilakukan pengujian individu masing-masing sumur serta untuk

mengelompokkan sumur berdasarkan tekanan agar tidak terjadi back

pressure.

Gambar 2.2 Header Manifold SP CLU

(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2016)


9

2.1.3 Separator

Separator yang digunakan merupakan bejana bertekanan berbentuk

datar (horizontal) dan terbuat dari stainless steel yang anti korosi.

Separator horizontal didesain untuk menangani kapasitas fluida yang lebih

besar dan juga dapat digunkan untuk jenis fluida dengan residence time

yang cukup lama dalam proses pemisahan.

Untuk mengetahui besarnya aliran yang masuk dalam separator

menggunakan beberapa alat yang terpasang setelah fluida masuk ke

separator, yaitu:

a) Pressure gauge, berfungsi sebagai indikator tekanan dalam separator,

agar tidak terjadi high-low pressure.

b) Level glass, berfungsi untuk mengetahui batas level cairan didalam

separator, agar tidak terjadi high-low level liquid.

c) Orifice plate, berfungsi sebagai alat ukur laju produksi gas dalam

separator.

d) Flow chart recorder, berfungsi untuk mengetahui laju alir produksi

gas.

Separator di SP CLU terdiri dari production separator (high

pressure D-01, middle pressure D-02, low pressure D-03) dan test

separator (high pressure D-04, middle pressure D-05, low pressure D-06)
10

Gambar 2.3 Separator SP CLU

(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2016)

2.1.4 Tangki

Tangki berfungsi untuk menampung hasil produksi dari semua

sumur setelah cairan dipisahkan dari gas melalui separator. Tangki di SP

CLU yang berjumlah 3 buah, yaitu dua tangki produksi minyak atau

storage tank (T-01A dan T-01B) dengan kapasitas 3000 bbl dan satu test

tank dengan kapasitas 250 bbl.

Disekitar tangki dibangun tanggul untuk menampung sejumlah

volume tertentu sesuai dengan volume tangki untuk mencegah terjadinya

tumpahan minyak dari dalam tanki. Dinding tanggul dirancang kedap air

agar tidak bercampur dengan tumpahan minyak. Pada tangki juga

dilengkapi grounded untuk menghindari ledakan yang diakibatkan oleh

petir. Masing-masing tanki dilengkapi temperature indicator, level


11

indicator, dan Pressure Control Valve (PCV). Ukuran valve pada tangki

produksi lebih besar yaitu 4 inch sedangkan valve untuk test tank

berukuran 3 inch.

Gambar 2.4 Production Tank SP CLU

(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 2.5 Test Tank SP CLU

(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2016)


12

2.1.5 Scrubber

Scrubber merupakan sebuah bejana tegak bertekanan yang

berfungsi untuk mengeringkan gas dan komponen cairan yang terbebas dari

hasil kondensasi hidrokarbon ataupun air. Scrubber yang digunakan di SP

CLU adalah jenis vertikal. SP CLU memiliki dua scrubber, yaitu scrubber

D-07 dan scrubber D-08. Scrubber D-07 ditempatkan setelah separator,

sedangkan scrubber D-08 dipasang setelah CO2 removal plant sebagai

proses lanjutan untuk digunakan sebagai supply instrument.

Gas yang berasal dari scrubber dimanfaatkan untuk kebutuhan

sendiri. Scrubber dipasang sebelum peralatan-peralatan seperti pompa,

kompressor, dehydrator, dan peralatan lain yang memanfaatkan bahan

bakar gas dimana kandungan minyak atau kondensatnya sedikit.

Scrubber dilengkapi oleh beberapa instrument seperti PCV dan

breathe valve yang berfungsi untuk menjaga tekanan berlebih. Selain itu

pada scrubber terdapat bak buangan yang akan menampung cairan dari

proses pengeringan gas.


13

Gambar 2.6 Scrubber SP CLU

(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2016)

2.2 Alat Ukur Aliran Gas

Flowmeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui material

balance suatu proses, sehingga dapat menghitung losses atau gain yang timbul.

Alat ukur yang paling penting adalah alat ukur aliran (flowmeter), karena

menyangkut perhitungan laba rugi perusahaan, pajak dan royalty. Orifice meter

adalah salah satu alat ukur standar untuk pengukuran aliran liquid dan gas,

karena biayanya tidak mahal, dan dapat melayani kapasitas aliran yang kecil

ataupun besar dengan ketelitian yang cukup tinggi.

Pengukuran yang teliti diperlukan, karena sebagai dasar pembayaran dari

banyaknya volume penjualan gas. Banyaknya aliran gas dari suatu sumur gas
14

dapat juga sebagai basis prediksi engineering tentang kapasitas sumur gas

tersebut. Gas berbeda dengan liquid, karena tidak dapat ditampung untuk

kemudian diukur, tetapi harus diukur secara langsung saat mengalir keluar dari

sumur gas. Alat ukur lain untuk mengukur aliran gas adalah pitot tube, venture

meter, rotameter dan mass flowmeter.

Untuk menghitung serta kalkulasi aliran (flow rate) meter gas orifice,

pada umumnya ada tiga parameter yang diukur yaitu : differential pressure, static

pressure,dan temperatur. Pabrik pembuat menyatakan ketelitiannya antara 0,25

sampai 0,50 % Ketelitian praktis biasanya antara 1 sampai 2 % volume. Alat

pengukur differential pressure, static pressure, dan temperatur yang dibutuhkan

untuk menghitung pada pengukuran kecepatan aliran, dapat diperoleh dengan

memasang suatu peralatan, tergantung dari kepentingan operasinya, antara lain

bisa digunakan salah satu sistem dan peralatan instrumentasinya, diantaranya :

A. Sistem Lokal

Pada pengukuran flow rate aliran gas, untuk system lokal atau sistem

setempat, dibutuhkan sebuah instrument differential pressure, static pressure

dan temperatur, yang menyatu disebut dengan recorder ITT chart barton,

seperti pada gambar dibawah ini;


15

Gambar 2.7 Sistim Pengukuran Gas secara Lokal

( Sumber : Basic Instrumentation )

B. Sistem Pemantauan Jarak Jauh (remote)

Pada tingkatan jarak jauh (remote sistem) perbedaan tekanan tekanan,

static pressure dan temperature diubah menjadi besaran signal standar

electronic yaitu 4 s/d 20 mA, dan dikirim melalui transmisi line ke alat

penerima (receiving instrument) yang berada ruang control room, alat

penerima ini biasanya berupa penghitung (meter), indikasi (indicator),

pencatat (recorder), pengendali (control), pembantu (monitor), atau

penghitung gas secara komputer.


16

Gambar 2.8 Sistim Pengukuran Gas secara Jarak Jauh (remote)

( Sumber : Basic Instrumentation )

2.3 Sejarah Orifice

Pelat orifice mulai dipergunakan pada masa Roma berada di bawah

kekaisaran untuk mengukur cadangan air. Pada tahun 1903, Thomas R.

Weimouth memulai percobaan dengan pelat tipis berujung tajam dan concentric

untuk mengukur gas alam bervolume besar. Dia memakai flange pressure taps, 1

inchi di upstream dan 1 inchi di downstream dari permukaan orifice yang

akhirnya menjadi predominant standard untuk industri di Amerika Serikat.


17

Gambar 2.9 Differential Pressure

( Sumber : Basic Instrumentation)

Pemasangan orifice menyebabkan pola aliran dan profil tekanan

dikarenakan oleh retriction sehingga terjadi pressure drop yang berubah dengan

flow rate.

2.4 Orifice Plate

Salah satu cara untuk mengukur laju alir gas adalah dengan menggunakan

orifce meter dan merupakan cara yang banyak digunakan dalam industri dan

penjualan gas.

Pengukuran laju alir gas harus dapat ditentukan pada saat gas tersebut

mengalir di dalam pipa alir, sehingga pengukuran volume gas akan lebih sukar

dibandingkan pengukuran volume minyak bumi. Bila volume sejumlah gas

tertentu diukur pada tekanan yang berbeda, maka volume yang diperoleh akan

berbeda. Demikian juga bila pengukuran dilakukan pada suhu yang berbeda.
18

Bertambah tinggi tekanan, volume gas semakin kecil dan semakin tinggi suhu

semakin besar volume gas, sesuai dengan rumus gas

PV = ZnRT ..................................................................................................... (2.1)

Perhitungan laju alir gas dengan menggunakan orifice meter berdasarkan

rumus dasar aliran fluida pada orifice

Q = C'Hw x Pf ............................................................................................. (2.2)

Keterangan :

Q = Jumlah aliran gas, ft3/hr

C = Konstanta aliran orifice

Hw = Tekanan differential, inchi air (H2O)

Pf = Tekanan statik, psi absolut

Hw x Pf=Ekstensi tekanan

Rumus di atas didasarkan pada prinsip ilmu fisika yaitu kehilangan atau

berkurangnya tekanan pada fluida yang mengalir melalui suatu penghalang atau

restriksi akan berbanding langsung dengan kwadrat kecepatan fluida tersebut.

Dari pernyataan ini maka dengan memberikan suatu penghalang terhadap aliran

fluida dan kemudian mengukur kehilangan atau berkurangnya tekanan fluida

setelah melewati penghalang akan dapat dihitung jumlah volumetrik aliran fluida

tersebut.
19

2.5 Keuntungan Orifice Meter

Keuntungan dari orifice meter, yaitu :

1. Ketelitian yang tinggi

2. Sederhana (simple)

3. Mudah memasang dan merawatnya

4. Tingkatan kapasitas yang tinggi

5. Ekonomis

6. Diakui sebagai pengukur gas oleh AGA-ASME

7. Dilengkapi dengan tabel-tabel faktor meter

2.6 Jenis-Jenis Orifice Plate

2.6.1 Concentric Plate

Concentric orifice plate standar biasanya terbuat dari bahan

stainless steel dengan tebal hingga 1 inchi, sangat tergantung pada

ukuran pipa. Bahan lainnya seperti nikel, monel, hastelloy dan lain-lain,

yang dipakai jika diperlukan untuk mencegah korosi atau kontaminasi.

Beberapa flow rate dibuat dengan satu sisinya lubang miring dengan sudut

450 untuk menjaga permukaan aliran agar tahanan gesek setelah fluida

alir melalui restriction kecil.

Keuntungan dari jenis concentric orifice adalah harga murah,

tersedia dengan berbagai macam material, dapat digunakan untuk range


20

yang luas berbagai ukuran pipa. data aplikasi melimpah, karakteristiknya

banyak dikenal. Dan kerugiannya yaitu pressure loss tetap relatip tinggi

serta cenderung tersumbat, sehingga memperkecil pemakaian dengan

sluri.

Gambar 2.10 Concentric Plate

( Sumber : Basic Instrumentation)

2.6.2 Eccentric Plate

Eccentric plate digunakan untuk memperkecil gangguan pada

penggunaan orifice untuk fluida yang berisi padatan atau minyak yang

mengandung air dan uap basah. Lubang pada eccentric orifice bertujuan

untuk mencegah atau membendung material padat di luar partikel air.

Keuntungannya adalah sama dengan concentric kecuali bahwa

letak lubang kecilnya berbeda dengan tujuan untuk mengukur fluida yang

mengandung zat-zat padat, untuk air yang mengandung minyak dan uap

basah. Kerugiannya sama seperti concentric hanya ada tambahan, bahwa

kemungkinan error dapat lebih tinggi dan data operasi terbatas.


21

Gambar 2.11 Eccentric Plate

( Sumber : Basic Instrumentation)

2.6.3 Segmental Plate

Segmental plate orifice mempunyai kegunaan sama dengan

kegunaan eccentric orifice di atas, bagian lubang terbuka dapat

ditempatkan di sebelah atas maupun di sebelah bawah pipa.

Keuntungan dan kerugiannya sama dengan eccentric, karena

mempunyai fungsi yang sama dengan eccentric.

Gambar 2.12 Segmental Plate

( Sumber : Basic Instrumentation)


22

2.7 Tipe-Tipe Orifice Plate

2.7.1 Flange Taps

Flange taps adalah tipe yang paling sering dipakai dan posisi taps

connection diletakkan pada 1 inchi dari permukaan upstream orifice dan 1

inchi dari permukaan downstream orifice. Flange taps digunakan pada

ukuran pipa lebih dari 2 inchi.

Gambar 2.13 Flange Taps

( Sumber : Basic Instrumentation)

2.7.2 Corner Taps

Taps connection diletakkan langsung pada permukaan plate

orifice. Tipe ini biasanya dipakai di Eropa dan terutama sekali

dipergunakan untuk ukuran pipa kurang dari 2 inchi. Kesulitannya adalah

sering terjadi penyumbatan pada bagian yang kecil dan tekanan tidak

stabil di wilayah permukaan plate orifice.


23

Gambar 2.14 Corner Taps

( Sumber : Basic Instrumentation)

2.7.3 Vena Contracta Taps

Taps connection ditempatkan pada lokasi yang secara teoritis

menghasilkan beda tekanan (P) tertinggi pada orifice. Upstream taps

ditempatkan pada 1 diameter pipa dari permukaan orifice bilamana

downstream taps ditempatkan pada vena contracta.

Gambar 2.15 Vena Contracta Taps

( Sumber : Basic Instrumentation)


24

2.7.4 Pipe Taps

Pipe taps atau full flow taps mengukur permanent pressure loss

orifice. Taps ini ditempatkan pada 2 diameter pipa di upstream

permukaan orifice dan 8 diameter pipa di downstream permukaan

orifice. Kesalahan pengukuran dapat terjadi pada pipe taps, sehingga

dibutuhkan pipa yang lurus dan lebih panjang. Tipe ini kadangkala lebih

ekonomis jika digabung maka flange standard dan juga mempunyai

kemampuan flow rate yang lebih tinggi daripada flange atau vena

contracta taps.

Gambar 2.16 Pipe Taps

( Sumber : Basic Instrumentation)


25

2.8 Orifice Fitting

Orifice Fitting ada empat macam, yaitu :

1. Flange Fitting, sederhana dan biayanya murah.

Gambar 2.17 Flange Orifice Fitting

( Sumber : Basic Instrumentation)

2. Yunior Fitting, untuk diameter 8" atau lebih besar.

Gambar 2.18 Yunior Orifice Fitting

( Sumber : Basic Instrumentation)


26

3. Senior Fitting, penggantian orifice tidak mengganggu aliran.

Gambar 2.19 Senior Orifice Fitting

( Sumber : Basic Instrumentation)

4. Simplex Fitting, penggantian orifice mudah dan biayanya hampir sama

dengan flange fitting.

2.9 Peralatan Pendukung Pengukuran Aliran Gas

Ada beberapa peralatan pendukung pengukur aliran gas dalam sistem

meter orifice, yaitu :

2.9.1 Differential Pressure Transmitter (DPT)

Peralatan ini digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan

yang terjadi pada bagian hulu dan hilir pelat orifice secara fisis dan

dihubungkan dengan masing-masing sistem membrane selanjutnya

dihubungkan dengan amplifier board dan kemudian diterjemahkan atau

diubah keluarannya menjadi sinyal standar 4-20 mA DC. Terdapat


27

ZERO dan SPAN untuk menadjust (menambah atau mengurangi) jika

mengalami peubahan besaran angka yang dibandingkan dengan hasil

besaran listrik yang dikeluarkan oleh multimeter pada saat kalibrasi.

Ada fasilitas mengubah range atau kemampuan dari transmitter akan

lebih rendah atau lebih tinggi, namun tidak boleh lebih dari batasan

(range) spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik yang tertera pada

peralatan tersebut.

2.9.2 Pressure Transmitter (SPT)

Peralatan ini digunakan untuk mengukur tekanan alir gas dengan

sistem membrane dan dihubungkan dengan amplifier board yang

selanjutnya mengubah satuan tekanan menjadi sinyal output berupa

sinyal standar 4-20 mA DC. Terdapat ZERO dan SPAN untuk menadjust

(menambah atau mengurangi) jika mengalami peubahan besaran angka

yang dibandingkan dengan hasil besaran listrik yang dikeluarkan oleh

multimeter pada saat kalibrasi. Ada fasilitas mengubah range atau

kemampuan dari transmitter akan lebih rendah atau lebih tinggi, namun

tidak boleh lebih dari batasan (range) spesifikasi yang ditentukan oleh

pabrik yang tertera pada peralatan tersebut.

2.9.3 Temperature Transmitter (TT)

Peralatan ini hanya digunakan untuk mengukur temperatur gas

secara fisis dengan sistem RTD probe dan dihubungkan dengan

amplifier board selanjutnya diterjemahkan atau diubah keluarannya


28

menjadi sinyal standar 4-20 mA DC. Terdapat ZERO dan SPAN untuk

menadjust (menambah atau mengurangi) jika mengalami peubahan

besaran angka yang dibandingkan dengan hasil besaran listrik yang

dikeluarkan oleh multimeter pada saat kalibrasi. Ada fasilitas mengubah

range atau kemampuan dari transmitter akan lebih rendah atau lebih

tinggi, namun tidak boleh lebih dari batasan (range) spesifikasi yang

ditentukan oleh pabrik yang tertera pada peralatan tersebut.

2.9.4 Flow Recorder

Peralatan flow recorder bisa dikatakan dengan sistem

pengukuran 3 pens dan merupakan alat ukur gas yang paling sederhana

yang sering dijumpai di lapangan stasiun meter sebagai ITT BARTON

tipe 220 A/E. Cara kerjanya dimana ada aliran gas yang mengalir di

dalam pipa yang terdapat fasilitas orifis meter yang selanjutnya akan

diukur beda tekanan, tekanan dan temperatur alir gas dan akan dicatat

oleh ketiga pen tersebut yang terbentuk pada suatu grafik bundar (circle

chart) secara terus menerus selama 24 jam. Jenis grafik bundar ada 3

dilihat dari pembagian skala chart, yaitu :

1. Uniform Chart, merupakan jenis chart yang pada persen

penambahan yang sama memerlukan lebar span yang sama pula

pada chart ( perbandingan tetap atau linier).


29

2. Square Root Chart, merupakan jenis chart yang pada persen

penambahan yang sama tidak membutuhkan lebar span yang sama

pada chart (bersifat perbandingan akar atau root square).

3. Uniform dan Square Root Chart, merupakan chart yang berbentuk

gabungan dari bentuk uniform chart dan square root chart. Guna

mempermudah pembacaan dan membedakan antara beda tekanan

(differential pressure) dan tekanan statis (static pressure), maka

pada skala chart recorder dibedakan dengan warna pen, yaitu :

a. Warna merah menunjukkan Differential Pressure

b. Warna biru menunjukkan Static Pressure

c. Warna hijau menunjukkan Temperatur

Kemudian hasil catatan pada grafik bundar ini dibaca dengan

alat Planimeter sehingga nilai rata-rata dari beda tekanan, tekanan statis,

dan temperatur alir dapat diperoleh dengan lebih akurat.

2.10 Prinsip Pengukuran

Pengukuran adalah proses untuk menyatakan nilai dari suatu kuantitas

atau besaran fisis dalam satuan standar. Sistem pengukuran merupakan

kombinasi dari komponen-komponen yang terpadu untuk menyatakan nilai dari

suatu kuantitas atau besaran fisis. Tujuan dari suatu pengukuran dalam

instrument proses adalah :


30

a. Sebagai input kontinyu untuk kontroller otomatik

b. Untuk memantau varibel atau peralatan proses

Jenis besaran fisis atau variabel proses yang biasa diukur adalah :

a. Temperatur

b. Tekanan

c. Aliran fluida

d. Level

Terminologi dalam sistem pengukuran antara lain :

a. Akurasi, yaitu keterdekatan pembacaan suatu instrument pada harga yang

sebenarnya.

b. Range. yaitu batas ukur instrument.

c. Presisi, yaitu tingkatan yang menunjukkan persamaan hasil pengukuran pada

pengukuran yang berulang-ulang.

d. Resolusi, yaitu perubahan terkecil dari nilai pengukuran yang masih bisa

ditanggapi oleh instrument.

e. Kalibrasi, yaitu proses pengaturan instrument ukur dengan cara

membandingkan dengan instrument standar, tujuannya adalah untuk

memperoleh pembacaan data yang benar pada instrument ukur tersebut

sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.


31

2.11 Pengukuran Aliran Gas

2.11.1 Tekanan Differential

Merupakan selisih tekanan antara tekanan hulu (upstream) orifice

dan tekanan hilir (downstream) orifice. Pengukuran ini umumnya

dilakukan berdasarkan prinsip bejana berhubungan atau pipa U. Tekanan

hulu dan hilir masing-masing dihubungkan pada kaki pipa U. Selisih

tinggi air raksa dikedua kaki pipa U ini (dalam inchi) menyatakan besar

tekanan differensial. Meter orifice dikalibrasi sehingga tekanan-tekanan

differensial dalam inchi air raksa diubah dalam satuan inchi air (Hw) dan

dicatat dalam chart dengan unit inchi air.

Metode pengukuran lain ialah dengan manometer jenis bellow

yang mengukur selisih tekanan berdasarkan gerakan bellow ataupun

diafragma melawan tekanan pegas yang telah dikalibrasi.

Orifice yang terbuat dari baja tahan karat, bisa mempunyai tepi-

tepi persegi atau 1 tepi miring. Orifice bertepi persegi pada umumnya

digunakan untuk mengukur laju aliran rendah dan yang bertepi miring

dipakai bila mengukur laju aliran tinggi. Bila pelat orifice tepi miring

yang digunakan maka tepi miring menghadap arah aliran keluar.

Untuk kelengkapan pelat orifice jenis flange orifice dipakai bila

pelat orifice tidak memerlukan pemeriksaan secara teratur. Bila

pemeriksaan secara teratur diperlukan, mempergunakan kelengkapan

Daniel Junior atau Daniel Senior.


32

2.11.2 Tekanan Statis

Tekanan statis adalah tekanan fluida yang mengalir dalam pipa.

Tekanan statis ini dapat diambil dari tekanan hulu maupun tekanan hilir

orifice dan dinyatakan dalam psia.

2.11.3 Tekanan Konstanta Orifice

Konstanta aliran orifice ialah jumlah aliran fluida dalam cubic

feet pada suhu dan tekanan basis dan tekanan ekstensi tekanan,

Hw x Pf=1 Besar konstanta orifice diperoleh dari perkalian beberapa

faktor dengan rumus :

C' =Fb x Fr x Y x Fpb x Ftb x Ftf x Fg x Fpv x Fm x Fa x Fl .............. (2.3)

Keterangan :

Fb = Faktor dasar orifice

Fr = Faktor bilangan Reynold

Y = Faktor ekspansi

Fpb = Faktor tekanan basis

Ftb = Faktor suhu basis

Ftf = Faktor suhu aliran

Fg = Faktor spesifik gravity

Fpv = Faktor superkompressibilitas

Fm = Faktor manometer

Fa = Faktor thermal ekspansi orifice


33

Fl = Faktor letak pengukuran berdasarkan garis lintang

Rumus untuk mendapatkan C diperoleh dari perkalian faktor

dasar aliran orifice Fb dengan 10 buah faktor koreksi atau dengan kata

lain konstanta aliran orifice C adalah sama dengan faktor dasar aliran

orifice Fb yang telah dikoreksi. Bila C telah ditentukan, dan dari flow

chart dapat dibaca tekanan differensial Hw dan tekanan statis Pf maka

besar aliran gas dihitung dari rumus :

Q = C' Hw x Pf ................................................................................ (2.4)

Kesebelas faktor di atas dapat dicari dengan menggunakan tabel

dan rumus yang tercakup dalam AGA Report No.3 / ANSI 2530.

1. Faktor Dasar Orifice

Faktor orifice besarnya dihitung pada kondisi basis

(standar), pada Tb = 60 (520R) , Pb = 14,73 psia, sg gas = 1,0,

Tf = 60 . Besar Fb juga tergantung pada letak pengukuran

differensial (flange atau pipe taps), diameter dalam pipa (D), dan

diameter orifice (d). Faktor orifice dapat dicari di tabel. Bila ukuran

orifice ataupun diameter dalam tidak terdapat pada tabel, maka Fb

dapat dihitung dengan rumus :

Fb = 338,7 x KO x d2 .................................................................. (2.5)

Ke
Ko = 15 E .................................................................................. (2.6)
1+
d 106

E = d(830-5000+90002 -42003 +B) ....................................... (2.7)


34

Untuk flange taps :

530
B= ........................................................................................ (2.8)
D

0,007 0,076
Ke = 0,5993 + + [0,364 + ] 4 + 0,4 [1,6
D D

5
1 5 0,5 2 0,034 3
] [(0,07 + ) ] [0,009 + ] [0,5 ] 2 +
D D D

65 5
[D2 ] [ 0,7] 2 ........................................................................ (2.9)

Untuk pipe taps :

875
B= + 75 ................................................................................. (2.10)
D

0,0182 0,06 0,225


= 0,5925 + + [0,440 ] 2 + [0,935 + ] 5 +

1,43 5
1,3514 + (0,25 ) 2 .................................................... (2.11)

338,17 adalah pengukuran pada kondisi basis (standar).

2. Faktor Bilangan Reynold

Bilangan Reynold (Rd) diperoleh dengan rumus :

Kecepatan x Diameter x Densitas


Rd= ...................................................... (2.12)
Viskositas Absolute

Karena faktor orifice Fb dihitung dengan menganggap pengaruh

perubahan viskositas fluida dapat diabaikan, tetapi tidak selalu

demikian, maka ada faktor koreksi terhadap bilangan Reynold

berdasarkan rumus :

b
Fr=1+ ............................................................................. (2.13)
Hw x Pf
35

Keterangan :

b = Konstanta untuk penentuan Fr

Hw = Tekanan differensial, inchi air

Pf = Tekanan statis, psia

Hw x Pf = Eksistensi tekanan

Harga b diperoleh dari table AGA Report No. 3 / ANSI 2530.

Harga Hw x Pf diketahui maka Fr dapat dihitung.

3. Faktor Ekspansi

Bila suatu gas melewati suatu orifice, gas tersebut akan

mengalami perubahan kecepatan dan tekanan yang diiringi oleh

perubahan spesifik gravitasi. Untuk mengoreksi kondisi ini

diperlukan faktor ekspansi yang dipengaruhi oleh :

1. Lokasi pengukuran tekanan differensial (flange tap/pipe tap)

2. Lokasi pengukuran tekanan statis (dari hilir atau hulu orifice)

3. Beta ratio yaitu perbandingan diameter orifice (d), dengan

diameter dalam pipa (D)

4. Perbandingan tekanan differensial dan tekanan statis.HwPf

5. Perbandingan panas spesifik, cpcv. Semua chart yang

diterbitkan oleh AGA report No. 3 / ANSI 2530 didasarkan pada

anggapancpcv =k=1,3 . Bila cpcv berbeda jauh dengan 1,3,

maka faktor ekspansi Y dapat dihitung dengan koreksi :


36

1,3
Y1, terkoreksi = 1-(1-Y1) ( k ) ............................................ (2.14)

Y1 terkoreksi
Y2, terkoreksi = Y2 ( ).......................................... (2.15)
Y1

Y1 = Faktor ekspansi bila tekanan statis diukur dari hulu

orifice (upstream)

Y2 = Faktor ekspansi bila tekanan statis diukur dari hilir

orifice (downstream)

4. Faktor Tekanan Basis

Faktor orifice, dihitung dari suatu keadaan sehingga akan

menghasilkan volume gas pada tekanan basis, Pb yaitu = 14,73

psia. Bila untuk perhitungan volume gas digunakan tekanan basis

Pb yang besarnya bukan 14,73 psia maka harus diadakan koreksi

terhadap tekanan basis, dengan rumus :

Fpb= 14,73Pb ........................................................................ (2.16)


Pb = Tekanan basis yang ditentukan dalam kontrak penjualan

gas, psia

5. Faktor Temperatur Basis

Faktor orifice, dihitung pada suatu keadaan sehingga

akan menghasilkan volume gas pada suhu basis, Tb, yaitu

60F(520R). Bila untuk perhitungan volume gas digunakan suhu

basis Tb yang besarnya tidak sama dengan 60F(520R), maka

harus diadakan koreksi terhadap suhu basis dengan rumus :


37

(460+Tb)
Ftb= ............................................................................. (2.19)
520

Tb = Suhu basis yang ditentukan dalam kontrak penjualan gas (F)

6. Faktor Suhu Aliran

Faktor orifice, dihitung berdasarkan suhu aliran gas, Tf,

yang besarnya yaitu = 60F(520R). Bila gas yang akan dihitung

mempunyai suhu aliran yang tidak sama dengan 60F(520R) maka

harus diadakan koreksi terhadap suhu aliran gas dengan rumus :

520
Ftf= Tf+460 .............................................................................. (2.20)

Tf = Suhu absolut aliran gas actual, (F)

7. Faktor Spesifik Gravitasi

Faktor orifice (Fb) dihitung berdasarkan gas yang

mempunyai spesifik gravitas = 1,00. Bila gas yang akan dihitung

mempunyai spesific gravity tidak sama dengan 1,00, maka harus

dikoreksi dengan rumus :

1
Fg= G ..................................................................................... (2.21)

G = Spesific gravity dari gas yang mengalir untuk udara = 1,000

8. Faktor Superkompresibilitas

Faktor ini merupakan koreksi terhadap penyimpangan dari

sifat gas ideal. Hukum gas ideal PV = nRT, untuk gas nyata

PV=ZnRT , dimana Z = faktor kompresibilitas. Untuk gas


38

bertekanan rendah harga Z mendekati 1 dan bila tekanan gas

semakin tinggi harga Z semakin menyimpang dari 1.

Disamping tekanan, harga Z juga tergantung dari komposisi gas.

Kandungan CO2 dan N2 juga mempengaruhi harga Fpv.

9. Faktor Manometer

Faktor ini hanya berlaku untuk meter orifice jenis air

raksa, sedangkan meter orifice jenis bellow atau kering Fm = 1.

Fm digunakan untuk koreksi penyimpangan pengukuran kecil yang

disebabkan oleh kerapatan gas di atas permukaan air raksa yang

tidak sama yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kolom karena

perbedaan tekanan, yang tergantung pada tekanan statis, Sg dan

suhu sekeliling.

10. Faktor Ekspansi Thermal Orifice

Faktor ini digunakan untuk koreksi penyimpangan

pengukuran yang disebabkan oleh pemuaian atau penyusutan

orifice bila suhu operasi berbeda dengan suhu standard pengukuran

dimensi orifice.

Faktor ekspansi dapat dihitung dengan persamaan :

a) Bila orifice terbuat dari baja tahan karat 304 dan 316

Fa = 1+{0,0000185(F 68)} ........................................... (2.22)

b) Bila orifice terbuat dari Monel


39

Fa = 1+{0,0000159(F - 68)} .............................................. (2.23)

Keterangan :

F = Suhu alir gas di orifice

68F = Suhu standar pengukuran dimensi orifice

11. Faktor Letak Pengukuran Berdasarkan Garis Lintang

Faktor ini merupakan koreksi bila lokasi pengukuran tidak

terletak di garis lintang 450 dan ketinggian sama dengan

permukaan air laut. Faktor ini sebenarnya merupakan koreksi

terhadap gaya tarik bumi yang besarnya 980,665 cm/detik2 pada

garis lintang 45 dan permukaan air laut.