Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

SISTEM PERNAPASAN
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Anatomi

Disusun Oleh :

Ketua : Rini Rosmia


Anggota : Asty Ilmayanti
Dian Herdiani
Elvan Nursyamsiah
Rieska Patria Shindy
Siti Komariah
Yepa Nurlaela
Tingkat :IA

AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR


Jl. Pangeran Hidayatullah No. 105 Cianjur Telp/Fax. (0263) 271283
2011/2012
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengertian pernapasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen,
pengeluaran karbondioksida hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Sistem pernafasan
terdiri dari hidung, faring, laring, bronkus, paru-paru.
Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel dan
membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut.
Pertukatan gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel
terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari
atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang
ada.
Oleh karena itu udara sangat diperlukan untuk proses hidup karena merupakan kebutuhan
vital semua makhluk hidup khususnya manusia. Dalam waktu empat menit saja jika manusia
tidak bernapas maka akan mengalami kematian.
Pemenuhan oksigen bagi tubuh harus seimbang tidak boleh kekurangan dan tidak boleh
kelebihan. Kebutuhan oksigen dipengaruhi oleh beberapa faktor fisik dan aktivitas.

B. Perumusan dan Pembatasan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1. Apa kegunaan pernapasan?
2. Apa saja organ-organ pernapasan?
3. Bagaimana proses terjadinya pernapasan?
4. Apa saja macam-macam cara pernapasan?
5. Apa saja gangguan pernapasan dan penyakit yang berhubungan dengan pernapasan?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Tujuan Umum
Dapat mengetahui dan memahami tentang sitem pernapasan.
2. Tujuan Khusus
Tujan khusus dari penulisan makalah ini yaitu dapat :
a. Mengetahui sistem dan organ pernapasan
b. Memahami organ-organ pernapasan serta proses terjadinya pernapasan.
c. Mengidentifikasi sebab dan akibat dari gangguan dan penyakit yang berhubungan
dengan pernapasan/organ pernapasan.

D. Manfaat
Makalah ini memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Bagi dosen, makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas mata kuliah (Anatomi)
dan sebagai nilai tambah bagi penulis;
2. Bagi Mahasiswi, makalah ini dapat digunakan sebagai bahan ajaran atau referensi
mata kuliah Anatomi tentang sisitem pernapasan;
3. Bagi umum, ini dapat dijadikan buku bacaan untuk menambah pengetahuan
tentang sisitem penpasan kita, yang setiap saat kita lakukan sebagai bentuk untuk
bertahan hidup.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah SISTEM PERNAPASAN. Tujuan dari penyusunan
makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Anatomi.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari masih banyak kekurangan, sehingga kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi tercapainya kesempurnaan
makalah ini.
Dengan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini, yaitu diantaranya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada Bapak Dr. Teguh Hadian, selaku pembimbing yang telah memberikan saran dan
petunjuk dalam penyusunan makalah ini, rekan mahasiswi Akademi Kebidanan Cianjur dan
semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata kami berharap mudah-mudahan makalah ini bermanfaat, khususnya bagi kami
umumnya bagi rekan mahasiswi Akbid Cianjur.

Cianjur, Oktober 2011

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ....i
DAFTAR ISI ......ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........1
B. Perumusan dan Pembatasan Masalah .....1
C. Tujuan Penulisan ....2
D. Manfaat ..2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pernapasan ........3
B. Guna Pernapasan ....3
C. Organ-Organ Pernapsan......3
D. Proses Terjadinya Pernapasan ....9
E. Macam-Macam Cara Pernapasan .....10
F. Gangguan Pada Organ Pernapasan ...10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...13
B. Saran .....13
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pernapasan
Pernapasan (respirasi) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung O 2
(oksigen) ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2
(karbondioksida) sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh.
Penghirupan udara ini disebut Inspirasi dan penghembusan disebut Ekspirasi.

B. Guna Pernapasan
1. Mengambil O2 (oksigen) yang kemudian dibawa oleh darah ke seluruh tubuh
(sel-selnya) untuk mengadakan pembakaran;
2. Mengeluarkan CO2 (karbondioksida) yang terjadi sebagai sisa pembakaran,
kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang (karena tidak berguna lagi bagi
tubuh);
3. Menghangatkan dan melembabkan udara.

C. Organ-Organ Pernapasan
Hidung/Naso/Nasal
Hidung merupakan saluran udara
pertama, mempunyai dua lubang (kavum nasi),
dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi).
Di dalamnya terdapat bulu-bulu yang
berguna untuk menyaring udara, debu dan
kotoran yang masuk ke dalam lubang
hidung.
Bagian-bagian hidung:
1. Bagian luar dinding terdiri dari kulit.
2. Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan.
3. Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan karang
hidung (konka nasalis), yang berjumlah tiga buah;
Konka nasalis inferior (karang hidung bagian bawah)
Konka nasalis media (karang hidung bagian tengah)
Konka nasalis superior (karang hidung bagian atas)
Diantara konka-konka ini terdapat tiga buah lekukan meatus yang dilalui oleh udara
pernapasan yaitu meatus superior, meatus medialis, meatus inferior. Di sebelah dalam
terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak disebut koana.
Dasar dari rongga hidung dibentuk oleh tulang rahang atas, ke atas rongga hidung
berhubungan dengan beberapa rongga yang disebut sinus paranasalis, yaitu; sinius
maksilaris pada rongga rahang atas, sinus frontalis pada rongga tulang dahi, sinus sfenoidalis
pada rongga tulang baji dan sinus etmoidalis pada rongga tulang tapis.
Pada hidung di bagian mukosa terdapat serabut-serabut saraf atau reseptor-reseptor dari
saraf penciuman disebut nervus olfaktorius.
Disebelah belakang konka bagian kiri kanan dan sebelah atas langit-langit terdapat satu
lubang pembuluh yang
menghubungkan rongga tekak dengan rongga
pendengaran tengah, saluran ini disebut
tuba auditiva eustaki, yang
menghubungkan telinga tengah dengan
laring dan faring.
Hidung juga berhubungan dengan saluran air
mata disebut tuba lakrimalis.

Tekak/Faring
Tekak merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan.
Terdapat di bawah dasar tengkorak, di belakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas
tulang leher.
Rongga tekak dibagi menjadi tiga bagian:
1. Bagian atas yang sama tingginya dengan koana yang disebut nasofaring.
2. Bagian tengah yang sama tingginya dengan
itsmus fausium (tempat hubungan faring
dengan rongga mulut) disebut
orofaring.
3. Bagian bawah sekali dinamakan
laringofaring.

Pangkal Tenggorok/Laring
Laring merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentuk suara, terletak di
depan bagian faring ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea di bawahnya.
Laring dapat ditutup oleh sebuah empang tenggorok yang disebut epiglotis, yang terdiri dari
tulang-tulang rawan yang berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring.
Laring terdiri dari lima tulang rawan, antara lain:
1. Kartilago tiroid (1 buah) depan jakun (Adams aple) sangat jelas terlihat pada pria.
2. Kartilago ariteanoid (2 buah) yang berbentuk beker.
3. Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin.
4. Kartilago epiglitis (1 buah).
Laring dilapisi oleh selaput lendir, kecuali pita sura dan bagian epiglotis yang dilapisi
oleh sel epitalium berlapis.
Pita suara ini berjumlah dua buah; di bagian atas adalah pita suara palsu dan tidak
mengeluarkan suara yang disebut dengan ventrikularis. Di bagian bawah adalah pita suara
yang sejati yang membentuk suara disebut vokalis, terdapat dua buah otot. Oleh dua otot ini
maka pita suara dapat bergetar dengan demikian pita suara (rima glotidis) dapat melebar dan
mengecil, sehinggga terbentuk suara.

Batang Tenggorok/Trakea
Trakea merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16-20 cincin yang terdiri dari
tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda (huruf C). Sebelah dalam diliputi oleh
selaput lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia yang berguna untuk mengeluarkan
benda-benda asing yang masuk bersama dengan udara
pernapasan.
Panjang trakea 9-11 cm dan dibelakangnya terdiri
dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos. Yang
memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan
disebut karina.

Cabang Tenggorok/Bronkus
Bronkus merupakan lanjutan dari trakea, ada
dua buah yang terdapat pada ketinggian
vertebra torakalis ke IV dan ke V. Mempunyai
struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis
sel yang sama.
Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan ke
samping ke arah tampuk paru-paru.
Bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar dari pada bronkus kiri, terdiri dari 6-8
cincin, mempunyai tiga cabang. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih ramping dari yang
kanan, terdiri dari 9-12 cincin, mempunyai dua cabang.
Cabang yang lebih kecil disebut bronkiolus (bronkioli). Pada bronkioli tidak terdapat
cincin lagi, dan pada ujung brokioli terdapat gelembung paru/gelembung hawa atau alveoli.

Paru-Paru
Paru-paru merupakan sebuah sebuah alat
tubuh yang sebagian besar terdiri dari
gelembung-gelembung (alveoli).
Gelembung-gelembung alveoli ini
terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika
dibentangkan luas permukaannya kurang lebih
90 m2, pada lapisan inilah terjadi
pertukaran udara, O2 masuk ke dalam darah
dan CO2 dikeluarkan dari darah.
Banyaknya gelembung paru-paru ini ini
kurang lebih 700.000.000 buah (paru-paru kiri
dan kanan).
Paru-paru dibagi menjadi dua:
Paru-paru kanan, terdiri dari tiga lobus (belah paru); lobus pulmo dekstra superior, lobus
media dan lobus inferior. Tiap lobus tersusun oleh lobulus.
Paru-paru kiri, terdiri dari pulmo sinester lobus superior dan lobus inferior. Tiap-tiap
lobus terdiri dari belahan-belahan yang lebih kecil bernama segment.
Paru-paru kiri mempunyai 10 segment yaitu; 5 buah segment pada lobus superior dan 5
buah segment pada inferior.
Paru-paru kanan mempunyai 10 segment yaitu; 5 buah segment pada lobus superieor, dua
buah segment pada lobus medialis dan 3 buah segment pada lobus inferior. Tiap-tiap segment
ini terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus.
Dintara lobulus satu dengan yang lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi
pembuluh-pembuluh darah getah bening dan saraf-saraf, dalam tiap-tiap lobulus terdapat
sebuah bronkiolus.
Di dalam lobulus, bronkiolus ini bercabang-cabang banyak sekali, cabang-cabang ini
disebut duktus alveolus. Tiap-tiap duktus alveolus ini berakhri pada alveolus yang
diameternya antara 0,2-0,3 mm.
Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi dua:
1. Pleura viseral (selaput dada pembungkus) yaitu selaput paru yang langsung membungkus
paru-paru.
2. Pleura parietal yaitu selaput yang melapisi rongga dada sebelah luar. Antara kedua pleura
ini terdapat rongga (kavum) yang disebut kavum pleura.
Pada kedaan normal kavum pleura ini pakum/hampa udara sehingga paru-paru dapat
berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk
meminyaki permukaan pleura, menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada
sewaktu bernapas bergerak.
Sirkulasi pulmonar berasal dari ventrikel kanan yang tebal dindingnya 1/3 dari tebal
ventrikel kiri. Perbedaan ini menyebabkan kekuatan kontraksi dan tekanan yang ditimbulkan
jauh lebih kecil dibandingkan dengan tekanan yang ditimbulkan oleh kontraksi ventrikel kiri.
Selain aliran melalui arteri pulmonal ada darah yang langsung mengalir ke paru-paru dan
aorta melalui arteri bronkialis. Darah ini adalah darah kaya oksigen (oxygen nated)
dibandingkan dengan darah pulmonal yang relatif kekurangan oksigen. Darah ini kembali
melalui vena pulmonalis ke atrium kiri. Arteri pulmonalis membawa darah yang sedikit
mengandung O2 dari ventrikel kanan ke paru-paru. Cabang-cabangnya menyentuh saluran-
saluran bronkial, sampai ke alveoli halus.
Alveoli itu membelah dan membentuk jaringan kapiler, dan jaringan kapiler itu
menyentuh dinding alveoli (gelembung udara). Jadi darah dan udara hanya dipisahkan oleh
dinding kapiler.
Dari epitel alveoli, akhirnya kapiler menjadi satu dan sejajar dengan cabang tenggorok
yang keluar melalui tampuk paru-paru ke serambi jantung kiri (darah mengandung O 2), sisa
dari vena pulmonalis ditentukan dari setiap paru-paru oleh vena brokialis dan dada yang
mencapai vena kava inferior, maka dengan demikian paru-paru menpunyai persediaan darah
ganda.
Kapsitas paru-paru, merupakan kesanggupan paur-paru dalam menampung udara di
dalamnya. Kapasitas paru-paru dapat dibedakan sebagai berikut:
Kapsitas total. Yaitu jumlah udara yang dapat mengisi paru-paru pada inspirasi sedalam-
dalamnya. Dalam hal ini angka yang kita dapat tergantung pada beberapa hal, yakni
kandisi paru-paru, umur, sikap dan bentuk seseorang.
Kapasita vital. Yaitu jumlah udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspiarasi maksimal.
Dalam keadaan yang normal kedua paru-paru dapat menampung udara sebanya + 5 liter.
Besarnya daya muat udara dalam paru-paru 4.500 ml-5.000 ml (4,5-5 liter). Udara yang
diproses dalam paru-paru (inspirasi dan ekspirasi) hanya 10%, + 500 ml disebut juga udara
pasang surut (tidal air) yaitu yang dihirup dan yang dihembuskan pada pernapsan biasa.
Waktu ekspirasi, didalam paru-paru masih tertinggal 3 liter udara. Pada waktu kita
bernapas biasa udara yang masuk ke dalam paru-paru 2.600 cm 3 (2 liter). Jumlah
pernapasan dalam keadaan normal:
Bayi : 30-60 kali/menit
Anak-anak : 20-30 kali/menit
Remaja : 15-24 kali/menit
Dewasa : 16-20 kali/menit
Dalam keadaan tertentu keadaan tersebut akan berubah, misalnya akibat dari suatu
penyakit, pernapasan bisa bertambah cepat dan sebaliknya.

D. Proses Terjadinya Pernapasan


Proses pernapasan terbagi menjadi dua bagian:
1. Inspirasi (menarik napas)
2. Ekspirasi (menghembuskan napas)

Bernapas berarti melakukan inspirasi dan ekspirasi secara bergantian, teratur, berirama
dan terus menerus. Bernapas merupakan gerak refleks yang terjadi pada otot-otot pernapasan.
Refleks bernapas ini diatur oleh pusat pernapasan yang terletak di dalam sumsum
penyambung (medula oblongata). Oleh karena seseorang dapat menahan, memperlambat atau
mempercepat napasnya, ini berarti bahwa reflek benapas juga di bawah pengaruh korteks
serebri. Pusat pernapasan sangat peka terhadap kelebihan kadar CO 2 dalam darah dan
kekurangan dalam darah.
Inspirasi terjadi bila muskulus diafragma telah dapat rangsangan dari nervus prenikus lalu
mengkerut datar.
Muskulus interkostalis yang letaknya miring, setelah dapat rangsangan kemudian
mengkerut dan tulang iga (kosta) menjadi datar. Dengan demikian jarak antara sternum
(tulang dada) dan vertebra semakin luas dan melebar.
Rongga dada membesar maka pleura akan tertarik dengan demikian menarik paru-paru
maka tekanan udara di dalamnya berkurang dan masuklah udara dari luar.
Pada ekspirasi otot-otot akan kendor lagi (diapragma akan menjadi cekung, muskulus
interkostalis miring lagi) dan dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali, maka
udara didorong keluar. Jadi proses respirasi atau pernapasan ini terjadi karena adanya
perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru.
Mekanisme pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor uatama yaitu kimiawi
dan pengendalian saraf. Adanya faktor tertentu, merangasnag pusat pernapsan yang terletak
di dalam medula oblongata, kalau dirangsan mengeluarkan impuls yang disalurkan melalui
saraf spinalis ke otot pernapasan (otot dipragma atau interkostalis).
Penegdalian oleh Saraf
Pusat otomatik dalam medula oblongata mengalirkam impuls eferen ke otot pernapsan,
melalui radik sraf sevikalis dintarkan ke dipragma oleh saraf prenikus.
Impuls ini menimbulakan kontraksi ritmik pada otot diapragma dan iterkostalis yang
kecepatannya kira-kira lima belas kali per menit.
Pengendalian Secara Kimia
Pengendalian dan pengaturan secara kimia meliputi frekuensi kecepatan dan dalamnya
gerakan pernapsan, pusat pernapasan dalam sumsum sangat peka, sehingga kadar alkali harus
tetap dipertahankan, karbondioksida adalah produksi asam dari metabolisme dan bahan kimia
yang asam ini merangasang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang
berkerja atas otot pernapasan.

E. Macam-Macam Cara Pernapasan


Pernapasan Dada
Pada waktu seseorang bernapas rangka dada terbesar bergerak, maka pernapasan ini
dinamakan pernapasan dada.
Ini terdapat pada rangka dada yang lunak ialah pada orang-orang muda dan pada
perempuan.
Pernapasan Perut
Jika pada waktu bernapas itu diapragma turun
naik, maka corak ini dinamakan pernapasan perut.
Kebanyakan pada orang tua, jika tulang
rawannya tidak begitu lembek dan bingkas lagi
disebabkan banyak zat kapur mengendap di
dalamnya dan ini banyak kelihatan pada pria.

F. Gangguan Pada Organ Pernapasan


Alat-alat pernapasan merupakan organ tubuh yang sangat penting. Jika alat ini terganggu
karena penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat
menyebabkan kematian. Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang umum
terjadi pada saluran pernapasan manusia.

1. Influenza (flu), penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan
antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.

2. Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang
disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat
menurun.

3. Tuberkulosis (TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri


mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil
atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-
selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah.

4. Peradangan pada organ sistem pernapasan manusia:

a. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari,
dan debu. Produksi lendir meningkat.

b. Faringitis, radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri Streptococcus. Tenggorokan
sakit dan tampak berwarna merah. Penderita hendaknya istirahat dan diberi antibiotik.
c. Laringitis, radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya
antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu
banyak serak.

d. Bronkitis, radang pada cabang tenggorokan akibat infeksi. Penderita mengalami


demam dan banyak menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan.

e. Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan kiri batang
hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui
operasi.

5. Asfikasi, adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen
yang disebabkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya
alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan
sitem sitokrom (enzim pernapasan).

6. Asidosis, adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah,
sehingga pernapasan terganggu.

7. Difteri, adalah penyumbatan pada rongga faring atau laring oloeh lendir yang dihasilkan
kuman difteri.

8. Emfisema, adalah penyakit pembengkakan karena pembuluh darahnya kemasukan udara.

9. Pneumonia, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus
yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.

10. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh), disebabkan adanya penyempitan saluran napas
karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan di tekak atau amandel.

11. Kanker paru-paru, mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-paru dapat
menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan dengan aktivitas yang
sering merokok. Perokok pasif juga dapat menderita kanker paru-paru. Penyebab lainnya
yang dapat menimbulkan kanker paru-paru adalah penderita menghirup debu asbes,
radiasi ionasi, produk petroleum, dan kromium.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian materi di atas, penulis menyimpulkan sistem pernapasan adalah
sistem vital dalam tubuh yang harus dijaga dan dipelihara kesehatannya, karena jika salah
satu organ pernapasan rusak akan mengganggu organ sistem pernapasan yang lainnya.
Sistem pernapasan (respirasi) manusia terdiri dari hidung/naso/nasal, faring/tekak,
laring/pangkal tenggorok, trakea/batang tenggorok, brokus (kiri dan kanan), paru-paru (kiri
dan kanan). Menghirup udara (inspirasi) berarti menghirup oksigen ke dalam tubuh,
sedangkang menghembuskan napas (ekspirasi) berarti mengeluarkan sisa dari proses
metabolik oksigen yang tidak diperlukan lagi bagi tubuh yang dikeluarkan dalam bentuk
karbondioksida.
Oksigen dalam tubuh dapat diatur menurut keperluan, manusia sangat membutuhkan
oksigen dalam hidupnya kalau tidak mendapatkan oksigen selama 4 menit akan
mengakibatkan kerusakan pada otak yang tidak dapat diperbaiki dan bisa menimbulkan
kematian, kalau penyediaan oksigen berkurang akan menimbulkan kacau pikiran dan anoksia
serebralis misalnya orang yang bekerja pada ruangan yang sempit, ruang tertutup, ruang
kapal, ketel uap, dan lain-lain. Bila oksigen tidak mencukupi maka warna darah merahnya
hilang berganti kebiru-biruan misalnya terjadi pada bibir, telinga, lengan dan kaki disebut
sianosis.Kebutuhan akan oksigen juga dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, aktivitas, suhu
tubuh dan posisi tubuh.

B. Saran
Sistem pernapasan merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang sangat vital. Oleh
karena itu kita harus menjaga organ-organ pernapasan tubuh kita agar terhindar dari berbagai
gangguan dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, kuman maupun virus yang dapat
menghambat kerja organ-organ pernapasan bahkan merusak organ pernapasan dengan cara
menjaga kesehatan diri dari lingkungan sekitar. Usahakan hindari lingkungan yang berudara
kotor. Hindari asap rokok, sebisa mungkin menjaga pola makanan yang sehat, bergizi dan
teratur, serta perbanyaklah minum air putih.
DAFTAR PUSTAKA

B.Ac, Syaifuddin H Drs. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat, edisi 2. Jakarta: EGC.
Pear, Evelyn C. 2010. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Para Medis. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Pratiwi Dra. Maryani, Sri Dra. Srikini Dra. Suharno Drs. Bambang Drs. 2006. Biologo SMA, jilid
2. Jakarta: Erlangga.