Anda di halaman 1dari 6

KAMAR GELAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


065.AKR/SPO/2016 00 1 dari 3

Ditetapkan oleh
Tanggal Terbit : Direktur
SPO 25 April 2016

dr. Rahmat,MARS

Pengertian Suatu area atau tempat dilakukan pengolahan film sebelum


dan sesudah di expose (dari bayangan laten menjadi tetap).
Dalam suatu proses radiografi Processing Room atau kamar
gelap merupakan salah satu pendukung yang penting dalam
menunjang keberhasilan suatu proses pemotretan.

Sebagai acuan untuk mengisi/ mengosongkan kaset,


Tujuan
memasukkan film kedalam processing authomatic,
:
perawatan dan pemeliharaan processing authomatic, dan
sebagai ruang penyimpanan film yang belum di expose

1. Kebijakan Umum Rumah Sakit Rumah Sakit


Kebijakan
Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh.
:
2. SK Direktur Nomor : 0033.AKR/S0/PBA.A10/21.04.16
tentang Pedoman Edukasi dan Komunikasi Efektif di
Rumah Sakit Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati
Banda Aceh.

Prosedur 1. Memenuhi syarat proteksi radiasi

2. Dapat dikunci dari dalam dengan baik


3.
4. Menjamin tidak ada kebocoran cahaya masuk kedalam
KG

5. Dapat berfungsi sebagai ventilator

6. Petugas dapat masuk dan keluar tanpa mengganggu


kelangsungan proses pencucian film.
PENCUCIAN FILM

PENGERTIAN mengubah film yang baru diekspos agar bisa dilihat


dengan mata telanjang. Dilakukan dengan merendam

TUJUAN
Automatic processing
1. Prinsip Kerja Alat

Fungsi dari pada APF adalah mencuci film

hasil foto secara otomatis. Dengan proses mencuci

film memakai cairan Develover, Fixer, dan air

kemudian dikeringkan dengan elemen sehingga film


lebih cepat kering.

2. Cara Kerja Alat

Film yang sebelumya sudah melalui proses

photo dengan menggunakan Xray, kemudian

diproses pada ruang gelap. Pada ruang gelap proses

pencucian film menggunakan alat yang dinamakan

APF (Automatic Procesing Film). Pada alat ini

pencucian film dilakukan dengan tiga cairan yaitu

Fixer, Developer, dan air proses pencetaan film

hanya membutuhkan waktu 3 menit kurang sehingga

penggunaan waktu relative lebih efisien

dibandingkan dengan cara manual. Pengoperasian

cetak film pada mesin ini dibantu oleh motor yang

berfungsi sebagai penggerak gigi(gear) yang

kemudian memutarkan roll yang membawa film

pada bak developer, fixer dan air.

EDUKASI BAGI PASIEN DAN KELUARGA DI


RUANG RAWAT INAP
No. Dokumen No. Revisi Halaman
064.AKR/SPO/2016 00 2 dari 3
edukasi secara lisan atau menggunakan alat bantu seperti
leaflet, booklet, lembar balik atau audio/visual dan alat
peraga/demonstrasi yang dibutuhkan.
7. Seluruh petugas yang merawat pasienmenuliskan
keterangan tambahan (bila ada) didalam brosur/ leaflet
sesuai penyakit/masalah pasien dan berikan kepada
pasien.
8. Dokter, perawat dan seluruh petugas yang merawat
pasien memberikan kesempatan pasien untuk bertanya.
9. Seluruh petugas yang merawat pasien melakukan
evaluasi pemahaman pasien tentang edukasi yang
dilakukan sesuai dengan lembar Pencatatan Terintegrasi
Edukasi Pasien dan Keluarga meliputi:
a) Kemampuan untuk mengulang kembali pengetahuan
tentang proses jalannya penyakit
b) Kemampuan untuk mengulang kembali penjelasan
tentang medikasi, pencegahan dan efek samping obat
c) Mampu mendemonstrasikan tindakan yang telah
diajarkan
d) Menggunakan pengetahuan yang diajarkan untuk
mengubah perilaku
10. Seluruh petugas yang merawat pasien menilai tingkat
pemahaman pasien dengan penilaian dikolom Tingkat
Pemahaman Awal yaitu sudah mengerti (SM), perlu
edukasi ulang (PEU) dan hal baru (HB)
11. Seluruh petugas yang merawat pasien menilai perlu atau
tidaknya dilakukan edukasi ulang pada kolom.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN
RADIODIAGNOSTIK
A. Pengertian umum
Pelayanan pemeriksaan radiodiagnostik tanpa media kontras adalah pemeriksaan imejing
radiodiagnostik dengan menggunakan teknik radiografi (pemotretan rontgen) menggunakan
pesawat sinar x radiodiagnostik.

B. Indikasi
a. kelainan pada sistema tulang, sendi dan otot (muskuloskeletall)
b. kelainan pada sitema pernafasan (respirasi)
c. kelainan pada sistema saluran pencernaan (gastrointestinal)
d. kelainan pada sistema urogenital
e. pasca trauma
f. evalusai pasca tindakan medis / pengobatan

C. Kontra Indikasi
a. Absolut : tidak ada
b. Relatif : tergantung keadaan umum pasien

D. Peralatan Standar untuk pemeriksaan


a. pesawat sinar x (pesawat rontgen) dengan berbagai spesifikasi (Kv dan mA/mAs)
b. pesawat whole body CT Scan
c. Kaset, film dan grid sesuai dengan ukuran
d. Masker
e. Pakaian pasien selama pemeriksaan
f. Perlengkapan proteksi radiasi selama bekerja
g. Bahan kimia untuk mencuci film rontgen
h. Kamar gelap dan segala perlengkapan untuk proses pencucian film rontgen

Automatic processing

1. Prinsip Kerja Alat

Fungsi dari pada APF adalah mencuci film hasil foto secara otomatis. Dengan proses mencuci film memakai

cairan Develover, Fixer, dan air kemudian dikeringkan dengan elemen sehingga film lebih cepat kering.

2. Cara Kerja Alat

Film yang sebelumya sudah melalui proses photo dengan menggunakan Xray, kemudian diproses pada ruang

gelap. Pada ruang gelap proses pencucian film menggunakan alat yang dinamakan APF (Automatic Procesing Film). Pada

alat ini pencucian film dilakukan dengan tiga cairan yaitu Fixer, Developer, dan air proses pencetaan film hanya

membutuhkan waktu 3 menit kurang sehingga penggunaan waktu relative lebih efisien dibandingkan dengan cara manual.

Pengoperasian cetak film pada mesin ini dibantu oleh motor yang berfungsi sebagai penggerak gigi(gear) yang kemudian

memutarkan roll yang membawa film pada bak developer, fixer dan air.

E. Persiapan pasien
a. Seluruh asecoris logam yang di pakai pasien pada daerah yang akan dilakukan
pemotretan harap di lepas
b. Pasien diposisikan sesuai posisi standar posisi pemeriksaan yang akan dilakukan
c. Setting parameter eksposi dengan acuan yang telah ditetapkan pada buku petunjuk
operasional dari masing-masing alat

F. Teknik pemotretan rontgen


Mengacu pasa Standar Operasional Prosedur (SOP) medis profesi yang dilakukan untuk
pelayanan media pemeriksaan imejing radiodiagnostik tanpa menggunakan media kontras di
Unit Radiologi