Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS VEGETASI DAN ANALISIS ARTHROPODA PERMUKAAN

TANAH DI LABORATORIUM ALAM PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP


UNIVERSITAS RIAU

Putri Novi Ani Sinaga


Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP
Universitas Riau, Pekanbaru 28293
Email : putrinovianisinaga@yahoo.com

ABSTRAK

Praktikum ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa teknik dasar


dalam survei komunitas tumbuhan untuk mengetahui dan mendeskripsikan
struktur arsitektural maupun floristic suatu vegetasi berdarkan beberapa parameter
utama dan untuk mensurvei terhadap komunitas arthropoda permukaan tanah di
dua habitat yang berbeda, yaitu yang permukaan tanahnya ditumbuhi pepohonan
dan yang tidak ditumbuhi pepohonan (hanya rumput atau semak saja). Kegiatan
praktikum dilaksanakan pada tanggal 25 November 2016 di Laboratorium PMIPA
Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Riau, Jl. Bina Widya Km
12,5 Simpang Baru Panam Pekanbaru. Adapun alat yang digunakan pada
praktikum adalah pancang, tali rafia, gunting tanaman, kantong spesimen, botol
sampel, gelas plastik, tali rafia, meteran tanah, penggali tanah dan alat tulis.
Sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum adalah alkohol 70% dan larutan
detergen. Praktikum ini menggunakan metode transek dan metode pit fall trap.
Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel untuk memperjelas
perbandingan setiap daerah, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil
pengamatan pada praktikum ini yaitu berupa berbagai macam spesies tumbuhan
dan spesies arthropoda permukaan tanah

Kata Kunci : Analisis Vegetasi, Analisis Arthropoda


petak contoh untuk mewakili habitat
PENDAHULUAN tersebut. Dalam sampling ini ada tiga
hal yang perlu diperhatikan, yaitu
Analisa vegetasi adalah cara jumlah petak contoh, cara
mempelajari susunan (komposisi peletakan petak contoh dan teknik
jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi analisa vegetasi yang digunakan
atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. (Yunita, 2013).
Untuk suatu kondisi hutan yang luas, Komponen tumbuh-tumbuhan
maka kegiatan analisa vegetasi erat penyusun suatu vegetasi umumnya
kaitannya dengan sampling, artinya terdiri dari : Belukar (Shrub)\,
kita cukup menempatkan beberapa tumbuhan yang memiliki kayu yang
cukup besar, dan memiliki tangkai harus disesuaikan dengan struktur
yang terbagi menjadi banyak dan komposisi. Ada empat metode
subtangkai. Epifit (Epiphyte), yang lazim dalam analisa vegetasi
tumbuhan yang hidup dipermukaan yaitu metode estimasi visual, metode
tumbuhan lain (biasanya pohon dan kuadrat, metode garis dan metode
palma). Epifit mungkin hidup titik (Tim, 2014).
sebagai parasit atau hemi-parasit. Vegetasi menggambarkan
Paku-pakuan (Fern), tumbuhan perpaduan berbagai jenis tumbuhan
tanpa bunga atau tangkai, biasanya di suatu wilayah atau daerah. Suatu
memiliki rhizoma seperti akar dan tipe vegetasi menggambarkan suatu
berkayu, dimana pada rhizoma daerah dari segi penyebaran
tersebut keluar tangkai daun. tumbuhan yang ada baik secara
Palma (Palm), tumbuhan yang ruang dan waktu. Konsep dan
tangkainya menyerupai kayu, lurus metode analisis vegetasi
dan biasanya tinggi; tidak bercabang sesungguhnya sangat beragam
sampai daun pertama. Daun lebih tergantung kepada keadaan vegetasi
panjang dari 1 meter dan biasanya itu sendiri dan tujuannya. Contoh
terbagi dalam banyak anak daun. yang digunakan untuk mempelajari
Pemanjat (Climber), tumbuhan suksesi dan evaluasi hasil suatu
seperti kayu atau berumput yang pengendalian gulma (Sandi, 2012).
tidak berdiri sendiri namun Arthropoda berasal dari
merambat atau memanjat untuk kata arthron yang berarti ruas
penyokongnya seperti kayu atau dan podos yang berarti kaki.
belukar. Terna (Herb), tumbuhan Arthropoda merupakan serangga
yang merambat ditanah, namun tidak yang memiliki kaki, abdomen, dan
menyerupai rumput. Daunnya tidak thoraks yang beruas-ruas. Contoh
panjang dan lurus, biasanya memiliki arthropoda adalah nyamuk, lalat,
bunga yang menyolok, tingginya kecoak, kutu, udang, kaki seribu, dan
tidak lebih dari 2 meter dan memiliki lain sebagainya. Peran arthropoda
tangkai lembut yang kadang-kadang dalam kehidupan ekosistem antara
keras. Pohon (Tree), tumbuhan yang lain hama, predator, parasitoid,
memiliki kayu besar, tinggi dan vector dan pollinator. Arthropoda
memiliki satu batang atau tangkai juga memiliki peran dalam
utama dengan ukuran diameter lebih perombakan bahan organik untuk
dari 20 cm. (Andre, 2009) menjaga kesuburan tanah, dengan
Konsepsi dari metode analisa kata lain menjaga siklus hara dalam
vegetasi sesungguhnya sangat ekosistem (Rima, 2013).
bervariasi, tergantung keadaan Arthropoda memiliki ciri-ciri
vegetasi itu sendiri dan tujuannnya yaitu memiliki 3 bagian tubuh utama
misalnya untuk mengevaluasi hasil yaitu tubuh bersegmen (ruas), rangka
pengendalian gulma. Metode yang luar (eksoskeleton) yang keras, dan
digunakan untuk analisa vegetasi ekor, tubuh dibungkus oleh kutikula
sebagai rangka luar yang terbuat dari sexmaculatus yangmemangsa Aphid
protein dan kitin, memiliki sp. Parasitoid, adalah serangga yang
esoskleten yang bersifat kaku dan memarasit serangga atau binatang
keras dan dapat mengalami arthropoda yang lain. Parasitoid
pergantian pada kurun waktu tertentu bersifat parasitik pada fase
yang disebut eksidisis, ukuran tubuh pradewasa dan pada fase dewasa
bervariasi, memiliki bentuk tubuh mereka hidup bebas tidak terikat
simetris bilateral, sifat hidupnya pada inangnya. Contoh: Diadegma
parasit, heterotropik, dan hidup insulare yang merupakan parasitoid
secara bebas, memiliki alat telur dari Plutella xylostela. Apabila
pernapasan trakea, insang, dan paru- telur yang terparasit sudah menetas
paru (berbuku), memiliki alat maka D. insulare akan muncul dan
pencernaan lengkap (mulut, hidup bebas dengan memakan nektar
kerongkongan, usus, dan anus), (Hairiah dkk, 2011).
bereproduksi secara seksual dan
aseksual, memiliki sistem saraf BAHAN DAN METODE
berupa tangga tali dan alat peraba Kegiatan praktikum ini
berupa antena, hidup di darat, air dilaksanakan pada tanggal 25
tawar dan laut, serta memiliki sistem November 2016 di Laboratorium
peredaran darah terbuka, darah tidak PMIPA Fakultas Keguruan dan ilmu
memilikik hemoglobin (Prihantoro, Pendidikan Universitas Riau, Jl. Bina
2014). Widya Km 12,5 Simpang Baru
Peranan arthropoda dalam Panam Pekanbaru.
mempengaruhi ekosistem di alam Adapun alat yang digunakan
ada 3 macam.Peranan arthropoda pada praktikum adalah pancang, tali
tersebut yaitu: Hama, adalah rafia, gunting tanaman, kantong
binatang atau sekelompok binatang spesimen, botol sampel, gelas
yang pada tingkat populasi tertentu plastik, tali rafia, meteran tanah,
menyerang tanaman budidaya penggali tanah dan alat tulis.
sehingga dapat menurunkan produksi Sedangkan bahan yang digunakan
baik secara kualitas maupun pada praktikum adalah alkohol 70%
kuantitas dan secara ekonomis dan larutan detergen.
merugikan. Contoh: serangga tikus Cara kerja pada praktikum
pada tanaman padi yang analisis vegetasi adalah dengan
menyebabkan gagalnya panen, menggunakan metode transek.
serangan Crocidomolia Pertama dilakukan cara kerja
binotalis yang menyerang pucuk sampling pohon, yaitu dengan cara
tanaman kubis-kubisan. Predator, membentangkan garis transek
merupakan organism yang hidup sepanjang 50 m pada tempat yang
bebas dengan memakan atau telah ditentukan. Kemudian dibagi
memangsa binatang lainnya. kedalam 6 plot. Setelah itu, didalam
Contohnya: Menochilus sebuah plot yang berukuran 10 x 10
m dibuat 2 sub plot, yang masing- berisi alkohol 70%, yang sebelumnya
masing berukuran 5 x5 m dan 1 x 1 telah dilakukan penggalian tanah
m dengan menggunakan pancang dan denghan kedalaman tanahnya
tali rafia untuk memberi batas kedua disesuaikan dengan tinggi gelas
subplot. Selanjutnya lakukan plastiknya. Kemudian, pasang atap
penghitungan sampling pohon. Pada jebakan dengan menggunakan
plot 10 x 10 m dihitung jumlah spanduk bekas yang telah digunting
pohon yang memiliki diameter secukupnya dan diikat ke kayu yang
batang 5 cm, ukur tingginya, dan telah ditancapkan kedalam tanah.
hitung panjang tajuknya. Pada plot 5 Lalu, tinggalkan jebakan tersebut dan
x 5 m dihitung jumlah pohon yang setelah kurang lebih 5 hari ambil lagi
memiliki diameter <5 cm dan ukur jebakan tersebut dan dilihat sampel
tingginya, sedangkan pada plot 1 x 1 arthropoda yang masuk kedalam
m hanya hitung jumlah anakan jebakan.
pohon dan diukur tinggi anakan
pohon tersebut. Pada setiap
pengambilan sampling pohon harus
diketahui nama spesiesnya, jika tidak
ambil sampel daunnya lalu ditandai
dan dibawa untuk diketahui nama
spesies sampling pohon tersebut.
Kemudian, dibuat diagram profil
pohon yang ada didalam plot 10 x 10
m. Lalu, disambung profil pohon dari
sampling plot 1 dan selanjutnya.
Cara kerja pada praktikum
analisis arthropoda permukaan tanah
adalah dengan menggunakan metode
pit fall trap. Pertama alat dan bahan
yang sudah tersedia dibawa menuju
tempat yang ditentukan. Kemudian,
pada setiap plot dibuat sebuah
jebakan (pit fall trap) dengan cara
memasukkan gelas plastik yang telah
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Vegetasi

Tabel 1. Data Diameter Pohon 5 cm (10 x 10 m)


DIAMETER TINGGI TAJUK LINGKARAN
PLOT SPESIES
(cm) (m) (m) (cm)
I Archidendron 8 3 2,5 50,5
pauciflorum
Artocarpus
9 2,5 2,5 56,5
heterophyllus
Morinda
11 9 4 69,08
angustifolia
Dioscorea
II 13 6 3 81,64
pentaphylla
Cananga
5 2 4 31,4
odorata
Heritiera elata 16 9 5 100,5
III Syzygium
9 8 3 56,5
gratum

Tabel 2. Data Diamater Pohon < 5 cm (5 x 5 m)


DIAMETER TINGGI
PLOT SPESIES
(cm) (m)
Drimycarpus luridus 3 1.5
Syzygium polyantum 2 1,5
Fagraea auriculata 1,5 2
I Artocarpus heterophyllus 3,2 3
Sterculia lanceolata 2 3
Syzygium elliptilimbum 3 3
Morinda citrifolia 3 1,5
Fagraea auriculata 2,5 1,5
Fagraea auriculata 2,5 1,5
Payena acuminata 1,5 3
II Fagraea auriculata 3 3
Fagraea auriculata 2,5 3
Fagraea auriculata 3 3
Fagraea auriculata 3,5 3
Morinda angustifolia 2 2
Morinda angustifolia 2 2,5
III
Morinda angustifolia 1,5 1,5
Allophylus cobbe 1,5 1,5

Tabel 3. Data Pohon Semai (1 x m1)


TINGGI
PLOT SPESIES
(cm)
Heritiera elata 7
II Heritiera elata 8
Sterculia lanceolata 5

Tabel 4. Data Jumlah Keseluruhan Keanekaragaman Spesies Pohon


No Nama Latin Jumlah Pi ln Pi Pi ln Pi
1. Allophylus cobbe 1 0,04 -3,22 -0,12
2. Archidendron pauciflorum 1 0,04 -3,22 -0,12
3. Artocarpus heterophyllus 2 0,07 -2,66 -0,19
4. Cananga odorata 1 0,04 -3,22 -0,12
5. Dioscorea pentaphylla 1 0,04 -3,22 -0,12
6. Drimycarpus luridus 1 0,04 -3,22 -0,12
7. Fagraea auriculata 7 0,25 -1,39 -0,35
8. Heritiera elata 3 0,11 -2,21 -0,24
9. Morinda angustifolia 4 0,14 -1,97 -0,28
10. Morinda citrifolia 1 0,04 -3,22 -0,12
11. Payena acuminata 1 0,04 -3,22 -0,12
12. Syzygium elliptilimbum 1 0,04 -3,22 -0,12
13. Syzygium gratum 1 0,04 -3,22 -0,12
14. Sterculia lanceolata 2 0,07 -2,66 -0,19
15. Syzygium polyantum 1 0,04 -3,22 -0,12
TOTAL 28 -2,40

H = - Pi ln Pi
= - (-2,40)
= 2,40

Berdasarkan hasil pengamatan Sterculia lanceolata, dan Syzygium


praktikum analisis vegetasi yang polyantum.
telah dilakukan di Laboratorium Berdasarkan analisa
Alam Pendidikan Biologi FKIP keanekaragaman menurut shanon-
Universitas Riau diketahui bahwa wiener, diperoleh total keseluruhan,
terdapat 15 jenis pohon dan anakan yaitu 2,40. Kriteria keanekaragaman
pohon yaitu Allophylus cobbe, menurut shanon-wiener adalah H <
Archidendron pauciflorum, 1 adalah rendah, 1<H<3 adalah
Artocarpus heterophyllus, Cananga sedang, dan H > 3 adalah tinggi,
odorata, Dioscorea pentaphylla, sehingga keanekaragaman pada
Drimycarpus luridus, Fagraea transek tersebut termasuk dalam
auriculata, Heritiera elata, Morinda kriteria sedang.
angustifolia, Morinda citrifolia,
Payena acuminate, Syzygium
elliptilimbum, Syzygium gratum,
B. Analisis Arthropoda

Tabel 5. Data Jumlah Keseluruhan Spesies Hewan Arthropoda


No. Nama Spesies Jumlah Pi ln Pi Pi ln Pi
1. Laba-laba (Araneus diadematus) 2 0,01 -4,61 -0,05

2. Kumbang (Leptinotarsa decemlineata) 1 0,01 -4,61 -0,05

3. Wereng biru (Nilaparvata sp) 146 0,72 -0,33 -0,24

4. Silver fish (Lepisma saccharina) 5 0,02 -3,91 -0,10

5. Semut merah (Oechophylla smaragdina) 9 0,04 -3,22 -0,14

6. Wereng putih (Campodea folsomi) 39 0,19 -1,66 -0,32

7. Miliped (Trigoniulus corallines) 1 0,01 -4,61 -0,05

8. Kalajengking (Androctonus crassicaud) 1 0,01 -4,61 -0,05

TOTAL 204 -0,97


H = - Pi ln Pi
= - (-0,97)
= 0,97

Berdasarkan hasil pengamatan temasuk dalam kriteria rendah (H=


praktikum analisis arthropoda 0,97)
permukaan tanah yang telah
dilakukan di Laboratorium Alam
Pendidikan Biologi FKIP Universitas
Riau diketahui bahwa terdapat 8
jenis hewan arthropoda yaitu Laba- DAFTAR PUSTAKA
laba (Araneus diadematus),
Kumbang (Leptinotarsa Andre, 2009. Vegetasi dan faktor
decemlineata), Wereng biru abiotik. Grasindo; Jakarta
(Nilaparvata sp), Silver fish
(Lepisma saccharina), Semut merah Hairiah, Kurniatun dkk, 2011.
(Oechophylla smaragdina), Wereng Keragaman arthropoda.
putih (Campodea folsomi), Miliped Erlangga; Surabaya.
(Trigoniulus corallines), dan
Kalajengking (Androctonus Prihantoro, T., 2014. Pengertian,
crassicaud). Ciri-Ciri, dan Klasifikasi
Berdasarkan analisa Arthropoda.
keanekaragaman menurut shanon- http://taufanweb.blogspot.com/
wiener, diperoleh total keseluruhan, 2014/04/pen gertian-ciri-
yaitu 0,97. Kriteria keanekaragaman ciri-danklasifikasi.html.
menurut shanon-wiener adalah H < (Diakses pada tanggal 6
1 adalah rendah, 1<H<3 adalah Desember 2016)
sedang, dan H > 3 adalah tinggi,
sehingga keanekaragaman pada Rima, R., 2013. Ekologi Pertanian.
transek tersebut termasuk dalam http://roidarmtamba01.blogspot
kriteria rendah. .com/2013/12/laporan-akhir-
ekologi-pertanian-di.html.
(Diakses pada tanggal 6
KESIMPULAN Desember 2016)

Berdasarkan hasil praktikum yang Sandi. 2012. Vegetasi Gulma. http://


telah dilakukan dapat disimpulkam naneuntetylicious.blogspot.co
bahwa tingkat keanekaragaman pada m/2012/10/vegetasigulma.html
analisis vegetasi termasuk dalam (Diakses pada tanggal 6
kriteria sedang ((H= 0,97)) dan Desember 2016)
tingkat keanekaragaman pada
analisis arthropoda permukaan tanah
Tim. 2014. Penuntun Praktikum
Pengendalian Gulma. UNIB:
Bengkulu

Yunita, R., 2013. Ekologi Pertanian


Agribisnis. http://risky-
smart.blogspot.com/2013/12/la
poran-ekologi-pertanian
agribisnis.html. (Diakses pada
tanggal 6 Desember 2016)