Anda di halaman 1dari 3

WOC BRONKOPNEUMONIA Nama: By.

F Diagnosa: Bronkopnemonia Tanggal Lahir: 1 April 2016

Bakteri Stafilokokus aureus


Penderita akit berat
Bronkopneumonia adalah Bakteri Haemofilus influezae
yang dirawat di RS
peradangan pada parenkim paru yang Mycoplasma
Penderita yang
awalnya terjadi di bronkioli mengalami penurunn
terminalis dan juga dapat mengenai sistem pertahanan tubuh
alveolus sekitarnya. Saluran nafas atas Kontaminasi
peralatan RS 1. Pemeriksaan
dahak
2. Pemeriksaan darah
3. Foto thorax
1. Demam mendadak, disertai Kuman berlebih di Kuman terbawa Infeksi saluran PA/lateral
menggigil, baik pada awal bronkus disaluran pencernaan pernafasan bawah
penyakit atau selama sakit
2. Batuk, mula-mula mukoid lalu
purulen dan bisa terjadi Proses peradangan Infeksi saluran
hemoptisis. pencernaan Dilatasi Peningkatan Edema antara
3. Nyeri pleuritik, ringan sampai pembuluh darah Suhu kaplier dan alveoli
berat, apabila proses menjalar ke Akumulasi secret di
pleura. bronkus Peningkatan flora
4. Tanda & gejala lain yang tidak normal dalam usus Eksudat plasma Peningkatan Edema paru
spesifik : mialgia, pusing, masuk alveoli metabolisme
anoreksia, malaise, diare,
mual & muntah. Peningkatan Pengerasan
Bersihan jalan peristaltic usus Gangguan difusi Evaporasi dinding paru
nafas tidak dalam plasma meningkat
efektif
malabsorbsi Penurunan
compliance paru
Gangguan
Mukus brokus Diare pertukaran gas
meningkat
Suplai O2 menurun

Bau mulut Gangguan


tidak sedap keseimbanga
n cairan dan
elektrolit
Hiperventilasi Hipoksia
anoreksia Tujuan:
Tujuan: Jalan napas bersih dan efektif setelah Menunjukan fungsi
hari perawatan. paru yang optimal.
Kriteria hasil: Tidak ada dypsnoe, sianosis, Kriteria hasil: Sesak Dispneu Metabolisme
Intake kurang anaeraob meningkat
ronchi dan suara krek-krek hilang, tidak ada
sianosis pada kulit, Retraksi dada / nafas
1. Mengkaji frekuensi pernafasan, catat rasio membran mucosa cuping hidung Akumulasi
inspirasi/ ekspirasi dan kuku.
Nutrisi asam laktat
2. Mengauskultasi bunyi nafas, catat adanya kurang dari
bunyi nafas. Misalnya: mengi, krekels dan kebutuhan 1. Mengkaji
ronki. frekuensi, Gangguan Fatigue
3. Memberikan posisi semi fowler. pola nafas
Kedalaman dan
4. Memberikan minum hangat sedikit sedikit kemudahan
tapi sering. pernafasan.
5. Melaksanakan tindakan delegatif : Intoleransi
2. Mengbsevasi Tujuan: Pola nafas
Bronchodilator, mukolitik, untuk mencairkan aktifitas
warna kulit, efektif
dahak sehingga mudah membran mucosa Kriteria hasil:
dan kuku apakah Frekuensi dan
terdapat sianosis. Tujuan: Mampu
Tujuan: Gangguan nutrisi tidak terjadi. kedalaman dalam toleran terhadap
3. Mempertahankan rentang normal
Kriteria hasil: makanan yang disediakan dapat istirahat dan tidur. aktivitas sesuai
dihabiskan. 4. Kolaborasi kemampuan / kondisi
1. Kaji frekuensi, anak.
pemberian oksigen kedalaman
1. Mengidentifikasi faktor yang dapat menimbulkan dengan benar sesuai
mual dan muntah. pernafasan dan 1. Membantu
dengan indikasi ekspansi dada.
2. Memberikan makan porsi kecil tapi sering. aktivitas anak untuk
3. Menyajikan makanan dalam keadaan hangat. 2. Auskultasi bunyi memenuhi kebutuhan
4. Menimbang BB setiap hari. nafas sehari-hari.
3. Tinggikan kepala 2. Menyarankan
dan bentu keluarga untuk
Tujuan: Tidak terjadi kehilangan volume cairan dengan mengubah posisi membatasi aktivitas
Kriteria hasil: Meningkatnya masukan cairan, tidak ada 4. Berikan anak yang berlebihan
tanda tanda kurang volume cairan. humidifikasi yang dapat
tambahan menimbulkan
1. Mengkaji perubahan tanda-tanda vital. 5. Kolaborasi kelelahan.
2. Mengkaji turgor kulit. pemberian 3. Menyarankan
3. Menyatat intake dan out put cairan. oksigentambahan untuk melakukan
4. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi. aktivitas secara
bertahap.
Daftar Pustaka:
1. Betz, C & Linda. 2002. Keperawatan Pediatri. Jakarta: EGC.
2. Mansjoer, Arif, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius.
3. Doenges, Marilyn E, dkk. 2012. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan
Pasien. Jakarta: EGC.
4. Keliat, Budi Anna, dkk. 2015. Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifikasi. Jakarta: EGC.
5. Suddart & Brunner. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.