Anda di halaman 1dari 4

Sabtu, 15 Oktober 2011

50 istilah-istilah di Ilmu Penyakit Mata

visus: Tajam Penglihata


Miosis: Pupil mengecil.
Midriasis: Pupil Melebar
Akomodasi: Kemampuan lensa untuk menebal dan menipis
Emetropi: Mata normal
Presbiopi: Kekuatan akomodasi lensa berkurang dikarenakan umur. Biasanya bertambah
seiring dengan bertambahnya umur
Miopi: Rabun jauh. Lensa mata terlalu cembung dan sumbu mata terlalu panjang
sehingga bayangan jatuh di depan retina. Dikoreksi dengan lensa negatif/ lensa cekung.
Bahasa awam biasanya,"minus berapa?"
Hipermetropi: Rabun dekat. Lensa mata terlalu pipih dan sumbu mata terlalu pendek
sehingga bayangan jatuh di belakang retina. Biasanya penderita mengeluh matanya cepat
lelah karena penderita harus terus menerus berakomodasi agar bayangan jatuh di retina.
Dikoreksi dengan lensa positif/ lensa cembung.
Afakia: keadaan dimana mata tidak mempunyai lensa. Biasanya akibat lensa dikeluarkan
saat operasi katarak.
Astigmat: keadaan dimana bayangan di retina tidak pada satu titik karena cahaya di
biaskan tidak dengan kekuatan yg sama. Biasanya karena permukaan kornea yg tidak
rata. Bahasa awamnya silinder.
Ambliopia: disebut juga mata malas. terjadi pengurangan tajam penglihatan tanpa ada
kelainan yg dapat menjelaskan apa penyebabnya.
Hemianopsia: buta setengah lapang pandang.
Anisokonia: keadaan dimana bayangan antara mata kanan dan kiri berbeda dalam bentuk
dan ukuran.
punctum proksimum: titik terdekat yg masih dapat dilihat dengan jelas.
punctum remotum: titik terjauh yg masih dapat dilihat dengan jelas.
esotropia: mata juling ke dalam
eksotropia: mata juling ke luar
keratitis: peradangan pada kornea
xerosis kornea: kornea kering dan terlihat keruh. Terjadi pada orang defisiensi vit.A
keratomalasia: kornea lembek dan menonjol. Terjadi pada orang defisiensi vit.A yg
sangat berat
skleritis: radang pada sclera
iritis: radang pada iris
konjungtivitis: peradangan pada konjungtiva
blefaritis: radang pada palpebra
uveitis: radang pada badan uvea yang mencakup: iris, badan silliaris, dan lapisan choroid.
palpebra: kelopak mata
enoftalmos: mata yg terlalu menjorok ke dalam. Biasanya terjadi pada ruptur cavum
orbita.
cavum orbita: cekungan tulang untuk tempat bola mata. Dibentuk oleh tulang
zygomaticus, ethmoidalis, sphenoidalis, lacrimalis, dan maxillaris.
eksoftalmos: mata yg terlalu menonjol keluar. Biasanya terjadi pada penderita hipertiroid
glaukoma: keadaan dimana tekanan bola mata (tekanan intraokular) meningkat, dengan
gejala gangguan lapang pandang yg khas. TIO normal sekitar 10-20 mmHg. Dikatakan
glaukoma jika TIO >24mmHg. TIO bisa diukur dengan pemeriksaan tonometri.Bisa
disebabkan karena produksi aquos humournya yg berlebihan, pengeluaran melalui canal
schlemnya yg terganggu, ataupun gabungan keduanya.
Katarak: keadaan lensa menjadi keruh. Penderita mengeluh pandangannya menjadi
kabur. Menurut stadiumnya, ada 3: stadium imatur, matur, dan hipermatur.
Ablasi retina: lepasnya retina dari jaringan choroid
protanopia: Buta warna merah. Penderita tidak mempunyai sel conus pigmen merah.
deutranopia: Buta warna hijau. Penderita tidak mempunyai sel conus pigmen hijau.
tritanopia: Buta warna biru. Penderita tidak mempunyai sel conus pigmen biru.
epifora: Keadaan mata selalu meneteskan air mata. Bisa disebabkan karena produksi yg
berlebihan, bisa juga karena terjadi sumbatan pada punctum lacrimalis.
bilik mata depan: atau Camera Oculi Anterior (COA), yaitu ruangan antara kornea dan
lensa yg berisi aquous humour.
bilik mata belakang: atau Camera Oculi Posterior (COP), yaitu ruangan antara lensa dan
retina yg berisi vitrous humour.
Hifema: terdapat timbunan darah pada COA
Hipopion: terdapat timbunan nanah/pus pada COA
siklopegik: paresis/kelemahan otot-otot mata yg bersifat sementara
trikiasis: tumbuhnya bulu mata ke arah dalam sehingga dapat menggesek kornea.
entropion: melipatnya kelopak mata ke arah dalam sehingga bulu mata dapat menggesek
kornea. Bedanya trikiasis sm entropion, klo trikiasis, kelopaknya normal, yg ga normal
bulu matanya. Tapi klo entropion, yg ga normal kelopak matanya, jadinya bulu matanya
ikut-ikutan ga normal.
ektropion: melipatnya kelopak mata ke arah luar sehingga konjungtiva tarsal
berhubungan langsung dengan dunia luar sehingga mata tidak bisa menutup sempurna.
ptosis: kelopak mata tidak dapat diangkat/terbuka sempurna sehingga celah matanya
lebih kecil dibandingkan orang normal. Biasanya karena ada masalah pada otot levator
palpebranya.
lagoftalmos: keadaan dimana kelopak mata tidak bisa tertutup dengan sempurna.
Biasanya dikoreksi dengan tarsotrafi, yaitu penutupan kelopak mata secara bedah untuk
sementara agar kornea tidak kering.
dakrioadenitis: peradangan pada kelenjar lakrimalis.
dacriosistitis: peradangan pada saccus lacrimalis.
injeksi: pelebaran pembuluh darah pada mata. ada 3 macam: injeksi konjungtiva, injeksi
perikorneal, dan injeksi episkleral.
pterigium: pertumbuhan konjungtiva yg berlebihan seingga menutupi kornea. biasanya
pterigium ini berbentuk segitiga dengan puncaknya di bagian sentral kornea.
psudopterigium: biasanya karena proses penyembuhan luka kornea, sehingga konjungtiva
menutupi kornea. Tanyakan pada pasien apakah sebelumnya ada riwayat trauma atau
tidak.
endoftalmitis: peradangan seluruh jaringan intraokular. penyebab terseringnya akibat
operasi katarak yg kurang steril.
panoftalmitis: peradangan seluruh jaringan intraokular maupun ekstreokular.
Panoftalmitis terjadi pada endoftalmitis yg tidak ditangani secara adekuat.
enukleasi bulbi: tindakan pembedahan mengeluarkan bola mata dengan memotong
jaringan otot-otot mata. Biasanya tindakan ini dilakukan pada kasus endoftalmitis yg
sangat berat atau panoftalmitis agar tidak menyebar ke mata satunya.