Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TPED

SISTEM KONTROL MOTOR PADA INVERTER

DISUSUN OLEH:
Rayindra Panandi
Richard V. S. W TMK-2A/015/2011-2-031
Yoga Adi Susila TMK-2A/016/2011-2-035
Jonathan Umbu N. K. TMK-2A/017/2011-2-037
Kristianto Famsila TMK-2A/018/2011-2-039

POLITEKNIK ATMI SURAKARTA


2012/2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugerah-
Nya sehingga kami dapat menyelesaikan proyek elektroteknik II dan laporan akhir proyek yang
berjudul Stun Gun ini dengan baik.
Dengan terselesaikannya laporan proyek elektroteknik II Stun Gun ini, kami juga
mengucapkan terimakasih kepada,
1. Orang tua kami yang telah memberikan dukungannya dalam mengerjakan proyek ini
2. Mbak Fenty Pandansari selaku instruktur elektroteknik II
3. Mas Adie Candra selaku instruktur CNC Simulasi
4. Mas Mardiatno selaku instruktur CNC Maintenance
5. Mas Bowo selaku instruktur PKM
6. Teman-teman 1 shift yang telah memberikan semangat dan ide dalam pembuatan proyek ini
7. Dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.
Kami berharap dengan adanya laporan proyek elektroteknik II Stun Gun ini dapat
bermanfaat bagi pembaca di kemudian hari untuk semakin menambah pengetahuan pembaca
tentang Sun Gun.
Kami juga menyadari bahwa laporan proyek elektroteknik II ini masih jauh dari
sempurna. Kami mohon saran dan kritik para pembaca untuk pengembangan di kemudian hari.
Terimakasih.

Surakarta, 27 Maret 2013

Penulis
A. Pendahuluan

Dewasa ini dunia otomasi industry menuntut otomasi di berbagai segi. Mulai dari
pnuematik otomatis , hidraulik otomatis , PLC yang mulai digantikan oleh
mikrokontroler hingga Dalam dunia industry ada banyak sekali teknik atau cara untuk
mengontrol motor , dimulai dari cara yang sangat sederhana menggunakan saklar
kemudian cara yang mulai rumit yakni menggunakan kontaktor untuk star- delta, hingga
cara yang sangat amat rumit namun memudahkan kerja manusia yakni inverter.
Inverter adalah Rangkaian elektronika daya yang digunakan untuk mengkonversikan
tegangan searah (DC) ke suatu tegangan bolak-balik (AC). Prinsip kerja inverter adalah
mengubah input motor (listrik AC) menjadi DC dan kemudian dijadikan AC lagi dengan
frekuensi yang dikehendaki sehingga motor dapat dikontrol sesuai dengan kecepatan yang
diinginkan.

Prinsip kerja inverter yang sedehana adalah :


Tegangan yang masuk dari jala jala 50 Hz dialirkan ke board Rectifier/ penyearah DC,
dan ditampung ke bank capacitor. Jadi dari AC di jadikan DC.
Tegangan DC kemudian diumpankan ke board inverter untuk dijadikan AC kembali
dengan frekuensi sesuai kebutuhan. Jadi dari DC ke AC yang komponen utamanya
adalah Semiconduktor aktif seperti IGBT. Dengan menggunakan frekuensi carrier (bisa
sampai 20 kHz), tegangan DC dicacah dan dimodulasi sehingga keluar tegangan dan
frekuensi yang diinginkan.

Untuk pemasangan inverter sebaiknya juga dipasang unit pengaman hubung singkat seperti
Seconductor Fuse atau bisa juga Breaker. Ini seperti pada pemasangan softstarter hanya saja
tanpa contactor bypass.
Pengontrolan start, stop, jogging dll bisa dilakukan dengan dua cara yaitu via local dan
remote. Local maksudnya adalah dengan menekan tombol pada keypad di inverternya.
Sedangkan remote dengan menghubungkan terminal di board control dengan tombol external
seperti push button atau switch. Masing masing option tersebut mempunyai kelemahan dan
keunggulan sendiri sendiri.

Sekarang ini ada beberapa tahap pengembangan inverter , dari yang hanya menghasilkan
tegangan keluaran kotak bolak-balik (push-pull inverter) sampai yang sudah bisa menghasilkan
tegangan sinus murni (tanpa harmonisa) sesuai dengan frekuensi yang diinginkan. Inverter satu
fasa, tiga fasa sampai dengan multifasa dan ada juga yang namanya inverter multilevel (kapasitor
split, diode clamped dan susunan kaskade)

Ada beberapa cara teknik kendali yang digunakan agar inverter mampu menghasilkan
sinyal sinusoidal, yang paling sederhana adalah dengan cara mengatur keterlambatan sudut
penyalaan inverter di tiap lengannya.

Yakni dengan mengatur modulasi lebar pulsa (PWM). Sinyal kontrol penyaklaran di
dapat dengan cara membandingkan sinyal referensi (sinusoidal) dengan sinyal carrier (digunakan
sinyal segitiga). Dengan cara ini frekuensi dan tegangan fundamental mempunyai frekuensi
yang sama dengan sinyal referensi sinusoidal.

Dalam industri, Inverter merupakan alat atau komponen yang cukup banyak digunakan
karena fungsinya untuk mengubah listrik DC menjadi AC. Meskipun secara umum kita
menggunakan tegangan AC untuk tegangan masukan/ input dari Inverter tersebut. Inverter
yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor-motor listrik atau motor servo disebut
converter drive. Converter drive lebih dikenal dengan istilah servo drive. Dengan menggunakan
inverter, motor listrik menjadi variable speed. Kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting
sesuai dengan kebutuhan.
Inverter seringkali disebut sebagai Variabel Speed Drive (VSD) atau Variable Frequency Drive
(VFD).
Pada dunia otomatisasi industri, inverter sangat banyak digunakan. Aplikasi ini biasanya
terpasang untuk proses linear (parameter yang bisa diubah-ubah). Linear nya seperti grafik sinus,
atau untuk sistem axis (servo) yang membutuhkan putaran/aplikasi yang presisi.
Salah satu aplikasi inverter yang penting di dunia industry merubah kecepatan motor AC
dengan cara merubah Frekuensi Outputnya , dimana perhitungan tersebut diperoleh dengan cara
pervandingan rumus antara frekuensi(f) , dengan jumlah kutubnya (p).

Ketika kita mengubah kecepatan motor menggunakan inverter ada beberapa akibat dan
keunggulan yang kita peroleh dan berdampak pada hasil putaran motor , antara lain:

1. Torsi lebih besar


2. Presisi kecepatan dan torsi yang tinggi
3. Kontrol beban menjadi dinamis untuk berbagai aplikasi motor
4. Dapat berkombinasi dengan PLC (Programmable Logic Control) untuk fungsi otomasi
dan regulasi
5. Menghemat energy
6. Menambah kemampuan monitoring
7. Hubungan manusia dengan mesin (interface ) lebih baik
8. Sebagai pengaman dari motor, mesin (beban) bahkan proses dll.

Selain mengubah kecepatan motor, proses di industri seringkali memerlukan tenaga


penggerak dari motor listrik yang perlu diatur kecepatan putarnya untuk menghasilkan torsi dan
tenaga/daya yang diinginkan. Torsi adalah gaya putar yang dihasilkan oleh motor listrik untuk
memutar beban. Kelebihan Torsi (over torque) terjadi jika torsi beban lebih besar dari Torsi
nominal, pada 80% aplikasi over torsi terjadi pada saat kecepatan rendah atau saat start awal
motor. Jika torsi inverter rendah akan mengakibatkan:
1. Dinamika gerakan rendah (tidak memungkinkan gerakan beban yg kompleks)
2. Motor sering overload (motor rusak atau thermal overload relay trip)
3. Hentakan mekanis (Mesin/beban rusak, perlu perawatan intensif)
4. Lonjakan arus (Motor rusak atau Breaker Trip)
5. Presisi dalam proses hilang
6. Proteksi tidak terjamin

Dari keadaan diatas maka dapat diketahui bahwa semakin besar daya motor maka makin
besar torsi yang dihasilkan dan makin kuat motor menggerakkan beban, Torsi dapat ditambah
dengan menggunakan gear box (cara mekanis) dan Inverter (cara elektronik).
Maka dapat disimpulkan, bahwa peranan inverter dalam proses suatu industri cukup
penting. Karena dalam proses di industri seringkali memerlukan tenaga penggerak dari motor
listrik yang perlu diatur kecepatan putarnya untuk menghasilkan torsi dan tenaga/daya yang
diinginkan.