Anda di halaman 1dari 9

Volume 14 No.

02 September 2013 ISSN : 977 197997

ANALISIS HARGA SATUAN TIMBUNAN TANAH


DENGAN BERBAGAI MACAM ALAT BERAT
(STUDI KASUS PADA PROYEK GEDUNG DAKWAH MUHAMMADIYAH
DESA KODOKAN KECAMATAN TASIK MADU KABUPATEN
KARANGANYAR)

Supardi
Mahasiswa - Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UNSA
Jl. Raya Palur KM 05 Surakarta

ABSTRAK

Alat berat merupakan komponen penting dalam pekerjaan penimbunan tanah. Penelitian ini
bertujuan dapat menghitung kapasitas, biaya, harga satuan, harga total, jadwal pelaksanaan,
serta perhitungan biaya dari alat berat yang digunakan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif dengan pengumpulan data
survey dilapangan cara kerja alat berat, kapasitas dan kondisinya.
Hasil yang diperoleh dari perhitungan harga timbunan tanah dengan menggunakan alat berat:
produksi backhoe kondisi lapangan 30,65 m3/jam, dump truck kondisi lapangan 3,36 m3/jam,
bulldozer kondisi lapangan 164,96 m3/jam, dan roller kondisi lapangan 654,75 m3/jam. Biaya
backhoe kondisi lapangan Rp.91.952,-/m3. Perencanaan jumlah alat backhoe 2 buah, dump truck
13 buah, bulldozer 1 buah, roller 1 buah dengan total waktu perencanaan 20 hari. Total biaya
pekerjaan kondisi lapangan Rp. 735.616,000,- dan perencanaan Rp. 599.984.000,-

Kata kunci : alat berat, timbunan, harga satuan

PENDAHULUAN Sasaran dari manajemen alat berat yang


Pekerjaan tanah dalam suatu proyek merupakan bagian dari manajemen proyek
pembangunan gedung merupakan salah satu terdiri dari tiga faktor, yaitu faktor waktu,
bagian yang sangat vital. Pekerjaan tanah mutu, dan biaya. Dalam manajemen alat
meliputi pekerjaan galian, timbunan, berat hal yang diterapkan adalah mengenai
pengangkutan, dan pemadatan tanah. Pada pemilihan, pengaturan, dan pengendalian alat
umumnya pekerjaan tanah dikerjakan dengan berat yang digunakan dalam suatu proyek.
bantuan alat berat. Tidak bisa dipungkiri Pemilihan alat berat yang akan dipakai
bahwa kontribusi alat berat dalam sebuah merupakan faktor yang sangat penting dalam
proyek kontruksi sangat penting, apalagi keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang
dalam pekerjaan tanah ataupun penimbunan. dipakai haruslah tepat sehingga proyek dapat
Pengoperasian alat berat tidak mudah berjalan lancar. Kesalahan di dalam
sehingga banyak orang awam yang mengira pemilihan alat berat dapat mengakibatkan
hanya seorang operator yang bisa mengelola manajemen pelaksanaan proyek menjadi
alat berat dengan baik, karena jika tidak tidak efektif dan efisien. Dengan demikian
dikelola dengan baik akan menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek dapat
kegagalan dalam suatu proyek. terjadi yang menyebabkan biaya akan
Tujuan dari penggunaan alat-alat berat membengkak. Produktivitas yang kecil dan
tersebut adalah untuk memudahkan manusia tenggang waktu yang dibutuhkan untuk
dalam mengerjakan pekerjaannya lebih pengadaan alat lain yang lebih sesuai
mudah pada waktu yang relative lebih merupakan hal yang menyebabkan biaya
singkat. Manajemen alat berat sangat yang lebih besar.
diperlukan, supaya dapat menunjang Tujuan penelitian ini adalah untuk
kelancaran dari pekerjaan yang dilakukan. mengetahui harga satuan tanah yang

1 | Supardi
Volume 14 No. 01 Maret 2013 ISSN : 977 197997

menggunakan alat berat, produksi alat berat disebut depresiasi. Nilai ini di tentukan oleh
yang digunakan dalam pekerjaan juga harga beli alat, prakiraan umur ekonomis,
mengetahui biaya operasional alat berat yang nilai residu alat (harga jual pada akhir umur
digunakan dalam pekerjaan penimbunan. ekonomis), dan nilai produksi alat. Biaya
kepemilikan alat meliputi :
TINJAUAN PUSTAKA a. Biaya penyusutan per jam
Keadaan tanah yang berpengaruh terhadap b. Bunga Modal
volume tanah yang dijumpai dalam pekerjaan c. Biaya Asuransi
pemindahan tanah mekanik yaitu : 2. Biaya operasi alat
1. Keadaan Asli, sebelum diadakan Biaya operasi (operating cost) atau biaya
pengerjaan, ukuran tanah demikian operasi alat adalah biaya yang dikeluarkan
biasanya dinyatakan dalam ukuran selama alat itu digunakan, meliputi biaya
alam, Bank Measure (BM), ini bahan bakar, dan lainnya seperti yang yang
digunakan sebagai dasar perhitungan telah di bawah ini antar lain :
jumlah pemindahan tanah. a. Biaya bahan bakar
2. Keadaan Lepas, yakni keadaan tanah Untuk konsumsi bahan bakar alat tergantung
setelah diadakan pengerjaan (disturb), dari besar kecilnya daya mesin yang
tanah demikian misalnya terdapat di digunakan dismping kondisi medan yang
depan dozer blade, di atas truck, di ringan dan berat juga menentukan
dalam bucket dan sebagainya. Ukuran perkiraaan. konsumsi bahan bakar dinyatakan
volume tanah dalam keadaan lepas dalam liter / jam atau galon / jam. Dapat
biasanya dinyatakan dalam Loose pula dalam menentukan prakiraan bahan
Measure (LM) yang besarnya sama bakar menggunakan pendekatan berikut ini :
dengan BM + %swell BM (swll = 1) 0,32 galon / jam HP untuk mesin
kembang). Factor swell ini tergantung dengan bahan bakar bensin.
dari jenis tanah, dapat dimengerti bahwa 2) 0,2 galon / jam HP untuk mein
LM mempunyai nilai lebih besar dari dengan bahan bakar solar.
BM. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa
3. Keadaan Padat, ialah keadaan tanah selama pengoperasiaan alat mesin tidak
setelah ditimbun kembali kemudian selalu bekerja 100% .
dipadatkan. b. Minyak pelumas
Dalam pekerjaan yang besar seperti Kebutuhan minyak pelumas dan minyak
pekerjaan konstruksi membutuhkan alat hidrolis tergantung pada kapasitas bak karter
berat dan untuk mengoperasikan alat berat (crank case) dan lamanya periode periode
harus memiliki pertimbangan biaya yang pergantian minyak pelumas, biasanya antara
harus dikeluarkan dan waktu pelaksanaannya 100 200 jam pemakaian. Dalam
pun harus disesuaikan dengan kebutuhan. menentukan kebutuhan minyak pelumas,
Biaya tersebut meliputi owning cost (biaya minyak hidrolis, gemuk dan filter juga
kepemilikan), operating cost (biaya tergantung pada medan kerjanya.
pengoperasian) yang sering di sebut O cost Kondisi medan kerja di bagi menjadi 3
(owning and operating cost). Operating cost keadaan yaitu :
besarnya di pengaruhi oleh pemakaian bahan 1) Ringan : gerakan gerakaan teratur
bakar, minyak pelumas, umur ban, reparasi, dan banyak istirahat, tidak
pemeliharaan, penggantian suku cadang dan membawa muatan penuh.
upah, operator. Beberapa hal yang 2) Sedang : gerakan gerakan teratur
berhubungan dengan perhitungan biaya yang muatan tidak penuh.
akan dikeluarkan antara lain : 3) Berat : bekerja terus menerus
1. Biaya kepemilikan : dengan tenaga mesin penuh
Biaya kepemilikan adalah biaya yang harus c. Minyak gemuk (grease)
diperhitungkan selama alat tersebut Gemuk adalah pelumas untuk setiap
beroperasi apabila alat tersebut adalah milik komponen mesin yang bergerak. seperti
pribadi. Hal ini dapat menutup kekurangan bantalan, engsel dan ball joint. Tujuan
ketika hasil produksinya berkurang, ini penggunaan gemuk adalah untuk

Supardi | 2
Volume 14 No. 02 September 2013 ISSN : 977 197997

memperpanjang umur pakai komponen yang Penggunaan alat-alat berat yang tidak tepat
digemuki. Karena banyaknya jenis gemuk dengan kondisi dan situasi lapangan
yang beredar di pasaran, penggunaan gemuk pekerjaan akan berpengaruh pada kerugian
harus disesuaikan dengan perangkat yang antara lain rendahnya produksi, tidak
akan dilumasi. tercapainya jadwal atau target yang telah di
d. Pemakaian filter tentukan, atau kerugian biaya perbaikan yang
Filter oli biasanya terbuat dari kertas kasa tidak semestinya. Oleh karena itu
dengan lubang lubang penyaring yang di sebelumnya menentukan tipe dan jumlah
desain jauh lebih kecil dari kotoran-kotoran peralatan dan attachmentnya, Sebaiknya
yang ada di mesin. Biasanya pabrikan dipahami terlebih dahulu fungsi dan
menyarankan untuk melakukan penggantian aplikasinya. Terdapat beraneka macam alat
filter oli minimal setiap dua kali penggantian berat yang sering dipergunakan dalam
oli di iringi dengan penggantian filter oli. pekerjaan konstruksi, tetapi yang akan
Maka dari itu filter harus selalu di ganti dibahas dalam bahasan ini dalah beberapa
untuk mencagah terjadinya kerusakan yang alat yang berhubungan dengan pemindahan
ditimbulkan oleh mesin (misalkan carbon tanah (earthmoving technic) tetapi hanya
carbon hasil pembakaran, gram gram hasil beberapa alat saja, seperti Backhoe,
gesekan antar besi dan lainnya) dapat Bulldozer, Dump Truk, Vibrator Roller, dll.
menumpuk di filter oli tersebut. Dengan Adapun pemindahan tanah (earthmoving
semakin banyaknnya kotoran yang technic) yang bisa dilakukan antara lain :
menumpuk maka flow yang seharusnya
1. Penyiapan Lahan
mengalir melalui filter oli menjadi tersumbat
2. Pekerjaan Galian
dan mengakibatkan release valve membuka
3. Pekerjaan Timbunan
dan oli yang seharusnya melewati filter
4. Pekerjaan Pemadatan
menjadi di bypass langsung tanpa melalui
Pendapat dan penafsiran mengenai fungsi
filter oli dan langsung di sirkulasikan ke
dan aplikasi alat berat bisa bermacam-
mesin kembali.
macam, akan tetapi pada prinsipnya tidak
e. Biaya ban
banyak perbedaan.
Mesin yang bekerja terus menerus akan
menyebabkan ban menjadi aus maka ban pun
Penggalian, Pemotongan dan Pemungutan
harus memiliki anggaran tersendiri karena
Tanah
ban pun juga butuh perawatan atau
Bulldozer adalah salah satu alat berat yang
pergantian.
mempunyai roda rantai (track shoe) untuk
f. Biaya perbaikan atau pemeliharaan
pekerjaan serbaguna yang memiliki
Biaya perbaikan meliputi biaya pemeliharaan
kemampuan traksi yang tinggi. Bisa
dan perawatan pada alat, yang di sebabkan
digunakan untuk menggali (digging),
karena kerusakan - kerusakan pada mesin.
mendorong (pushing), menggusur,
g. Penggantian suku cadang
meratakan (spreading), menarik beban,
Dari perbaikan atau perawatan mesin selalu
menimbun (filling) dan lain sebagainya.
membutuhkan pembaruan suku cadan maka
Mampu beroperasi di daerah yang lunak
dari itu perlu di perhitungkan untuk
sampai keras. Dengan swamp dozer untuk
memelihara kelayakan suku cadang .
daerah yang sangat lunak, dan daerah yang
h. Gaji operator
sangat keras perlu dibantu dengan ripper
Gaji operator adalah biaya upah untuk driver
(alat garu) atau blasting (peledakan) dengan
atau orang yang menjalankan alat berat
tujuan pemecahan pada ukuran tertentu).
tersebut.
Mampu beroperasi pada daerah miring
3. Penentuan waktu
dengan sudut kemiringan tertentu, berbukit
Dalam pelaksanaan pekerjaan yang
apalagi di daerah yang rata. Jarak dorong
menggunakan alat berat akan dijumpai alat
efisien berkisar antara 25 40 meter dan
yang lebih dari satu jenis. Pada proyek
tidak lebih dari 100 meter. Jarak mundur
penimbunan tanah untuk pembangunan
tidak boleh terlalu jauh, bila perlu gerakan
membutuhkan alat sebagai berikut backhoe,
mendorong dilakukan secara estafet.
dumptruck, bulldozer, dan roler.

3 | Supardi
Volume 14 No. 01 Maret 2013 ISSN : 977 197997

Mendorong pada daerah turunan lebih efektif Pekerjaan pengangkutan (hauling)


dan produktif daripada daerah tanjakan. dengan dump truck.
Attachment yang bisa menyertai antara lain : Dump Truck adalah suatu alat yang
bermacam-macam blade, towing, winch, digunakan untuk memindahkan material
ripper, tree pusher, harrow, disc plough, pada jarak menengah sampai jarak jauh (500
towed scrapper, sheep foot roller, peralatan meter atau lebih). Muatannya diisikan oleh
pipe layer. alat pemuat, sedangkan untuk membongkar
Pada dasarnya bulldozer adalah alat yang muatannya, alat ini dapat bekerja sendiri.
menggunakan traktor sebagai penggerak Ditinjau dari besar muatannya, dump truck
utamanya, artinya traktor yang dilengkapi dapat dikelompokkan ke dalam 2(dua)
dengan dozer attachment, tetapai dalam hal golongan yaitu :
ini perlengkapannya (attachment) adalah 1 On Highway Dump Truck, muatannya
blade. Pada proyek-proyek konstruksi, lebih kecil dari 20 m3
terutama yang ada hubungannya dengan
pemindahan tanah (earthmoving technic), 2 Off Highway Dump Truck, muatannya
buldozer digunakan pada pelaksanaan lebih besar dari 20 m3
pekerjaan sebagai berikut : Bila truck tersebut digunakan untuk
1. Pembersih medan dari kayu, pokok- mengangkut kayu biasanya disebut Logging
pokok dan tonggak-tonggak pohon serta Truck ada yang menggunakan Trailler.
bebatuan. Untuk Tipe On Highway Dump Truck ada
2. Pembuka jalan kerja di pegunungan yang menggunakan roda penggerak depan
maupun daerah berbatu. dan belakang (four wheel drive) ada juga
3. Memindahkan tanah. yang menggunakan roda penggerak depan
4. Menarik (scraper. dan belakang (four wheel drive) ada juga
5. Menghampar tanah isian (fills). yang hanya dilengkapi dengan penggerak
6. Menimbun kembali tanah. roda belakang saja (rear wheel drive).
7. Pembersih lokasi pekerjaan.
Dengan penimbunan tanah bisa di ketahui
8. Pemeliharaan jalan kerja.
volume tanah yang diperlukan maka dapat
9. Menyiapkan material (tempat
pula ditentukan penjadwalan alat yang akan
pengambilan bahan)
digunakan terlebih dahulu sehingga waktu
Dalam pengoperasiannya, bulldozer
sewa alat tersbut dapat berjalan secara
dilengkapi dengan blade yang dapat distel
optimal.
sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan
yang diinginkan. Untuk itu dikenal berbagai
blade yang dipakai pada bulldozer, antara
HASIL DAN PEMBAHASAN
lain :
Jenis tanah urug yang digunakan dalam
1. Universal Blade (U Blade) untuk
pekerjaan pengurugan.
reklamasi tanah, stok material
2. Straight Blade (S Blade) untuk segala 1. Jenis Tanah Urug
jenis lapangan, manuver mudah Jenis tanah urug yang di gunakan adalah
3. Angling Blade (A Blade) untuk posisi jenis tanah cadas keras. Kondisi medan
lurus dan menyerong pengambilan tanah urug masih tergolong
4. Cushion Blade (C Blade) untuk daerah perbukitan dengan ketinggian berkisar
dilengkapi bantalan karet untuk meredam antara 7-12 m. Tanah cadas mempunyai
benturan karakterististik agak berbatuan sehingga
5. Bowldozer membawa/mendorong menyulitkan dalam pengerukan oleh alat
material berat yaitu backhoe.
6. U Blade for light material untuk; stok 2. Kondisi Jalan
tanah lepas/ gembur, reklamasi dengan Kondisi jalan yang dilalui dump truck untuk
tanah gembur. mengangkut tanah urug menuju tempat
pengurugan tergolong jalan datar.

Supardi | 4
Volume 14 No. 02 September 2013 ISSN : 977 197997

3. Kondisi daerah pemadatan Harga satuan untuk roller


Kondisi tanah sebelumnya merupakan tanah 1 Produksi roller 992,4 m3 /jam (compact)
persawahan, sehingga kadar airnya termasuk 2 Jumlah biaya alat Rp. 49.818,-/jam
tinggi untuk itu di butuhkan pemadatan tanah Harga satuan pekerjaan adalah :
setebal 1 m dalam keadaan padat, hal itu di = jumlah biaya alat
karenakan daerah ini dekat dengan Produksi alat
persawahan yang kandungan airnya masih = Rp. 49.818
banyak. 992,4 m3
= Rp. 51,-/ m3
Harga satuan pekerjaan masing-
masing alat dan kombinasi Tabel 1. Jumlah alat berat yang digunakan di
Harga satuan pekerjaan adalah biaya di lapangan
dalam rupiah untuk satuan volume, luas, Jenis alat berat Jumlah alat
panjang dan sebagainya, yang dihasilkan No berat
yang digunakan
oleh alat yang bersangkutan untuk satu jenis
pekerjaan. 1 Backhoe Pc 200-1 2 buah

Harga satuan untuk backhoe 26 buah per hari


2 Dump truck
1 Produksi backhoe 30,65 m3/jam
(compact) 1 buah
2 Jumlah biaya alat Rp. 221.682,-/ jam 3 Bulldozer
(jam perhitungan)
4 Tandem roller 1 buah
Harga satuan pekerjaan adalah :
= jumlah biaya alat
Produksi alat
Jumlah biaya alat perhari buah backhoe
= Rp.221.682,-
@Rp. 221.682,- x 9 jam
30,65 m3
= Rp. 3.990.276,-/hari
= Rp.7.233,-/ m3
26 buah dump truck @Rp. 188.193,- x 9 jam
= Rp. 44.037.162,-/hari
Harga satuan untuk dump truck 1 buah bulldozer @Rp. 336.204,- x 7 jam
1 Produksi dump truck 3,36 m3 /jam = Rp. 2.353.428,-/hari
(compact) 1 buah roller @Rp. 49.818,- x 7 jam
2 Jumlah biaya alat Rp. 188.193,-/jam = Rp. 348.726,-/hari
Harga satuan pekerjaan adalah :
= jumlah biaya alat Jadi total biaya keseluruhan adalah = Rp.
Produksi alat 50.729.592,-
= Rp. 188.193,-
3,36 m3 a. Produksi alat berat terkecil per hari
= Rp. 56.100,- m3 2 buah backhoe @ 30,65 m3/jam x 9 jam =
Rp. 551,7 m3 (compact)
Harga satuan untuk bulldozer 26 buah dump truck @ 3,36 m3/jam x 9
1 Produksi bulldozer 142,95 m3 /jam 3
jam = Rp. 786,24 m (compact)
(compact) 1 buah bulldozer @ 142,95 m3/jam x
2 Jumlah biaya alat Rp. 336.204,-/jam 3
7 jam = Rp. 1000,4 m (compact)
Harga satuan pekerjaan adalah : 1 buah roller@ 992,4 m3/jam x 7 jam = Rp.
= jumlah biaya alat 6995,12 m3 (compact)
Produksi alat Jadi untuk produksi alat berat terkecil adalah
= Rp. 336.204 = 551,7 m3 (compact)
142,95 m3
= Rp. 2.352,-/ m3

5 | Supardi
Volume 14 No. 01 Maret 2013 ISSN : 977 197997

b. Harga satuan kombinasi alat = Rp. 336.204,- x 7 jam


= jumlah biaya alat = Rp.2.353.428,-/hari
Produksi alat
= Rp. 50729592,- d. Alat pemadatan roller
551,7 m3 1) Produksi roller per jam (Qr)
= Rp. 91.952,-/m3 = 654,75m3/jam x 7 jam
c. Total biaya pekerjaan = Rp. 4583,25m3 /hari
= total volume tanah urug x harga satuan 2) Total biaya produksi
kombinasi = Rp. 49.818,- x 7 jam
= 8.000 m3 x Rp. 91.952,- = Rp. 344.526,-/hari
= Rp. 735.616.000,-
Perencanaan jumlah masing-masing alat
Waktu penyelesaian pekerjaan. berat
a. Volume pekerjaan yang di butuhkan Perencanaan jumlah masing-masing alat
adalah 8.000 m3 berat yang di gunakan sebagai berikut :
b. Produksi per hari yang terkecil adalah 1. Faktor konversi tanah cadas adalah 1,35
551,7 m3 2. Volume tanah urug yang dibutuhkan
Waktu penyelesaian pekerjaan adalah 8000m3 (compact)
= 8000 m3 3. Perencanaan waktu pelaksanaan 20 hari
551,7 m3 berdasarkan waktu yang diinginkan oleh
= 14,5 hari pemilik proyek.
4. Rata-rata jam kerja 8 jam per hari
4.1. Perencanaan Jumlah Alat Berat. 5. Dalam satu hari tiap alat harus
Menghitung kondisi kombinasi alat yang memproduksi :
lebih ekonomis. = volume parkir urug (compact)
1. Data data perhitungan Waktu jam pelaksanaan jam kerja
a. Alat pengerukan dan pemuatan backhoe = 8000 m3
(compact) 20 hari
1) Produksi backhoe (Qb) = 400 m3/hari
= 30,65 m3/jam x 9 jam Perhitungan jumlah masing-masing alat berat
= 275,85m3 adalah sebagai berikut :
2) Produksi backhoe (Qb= 41,38 m3/jam x Produksi alat-alat yang digunakan :
(lose) a) Produksi backhoe per jam (compact)
3) Total biaya produksi = 275,85 m3/hari
=Rp. 221.682,- x 9 jam b) Produksi dump truck per jam(compact)
= Rp.1.995.138,-/hari = 30,24 m3/hari
c) Produksi bulldozer per jam (compact)
b. Alat pengankutan dump truck (compact) = 1152,83 m3/hari
1) Produksi dupm truck (Qt) = 3,36 m3/jam x d) Produksi roller per jam (compact) =
9 jam = 30,24m3/jam 4583,25m3/hari
2) Produksi dupm truck (Qt) = 4,54 m3/jam x
(lose) Jumlah alat berat yang di gunakan
3) Total biaya adalah:
= Rp. 188.193,- x 9 jam a) Backhoe
= Rp. 1.693.737,- /hari = kemampuan produksi alat per hari
Produksi backhoe
c. Alat peralatan bulldozer (compact) = 400 m3
1) Produksi bulldozer (Qbd) = 142,95m3/jam 275,8 m3
x 7 jam = 1000,65m3/jam = 2 buah (pembulatan)
2) Produksi bulldozer (Qbd) = 192,98m3/jam
x (lose)
3) Total biaya produksi

Supardi | 6
Volume 14 No. 02 September 2013 ISSN : 977 197997
3
b) dump truck = Rp. 22.018.581,- m /hari
= kemampuan produksi alat per hari c) total biaya produksi bulldozer
produksi dump truck = jumlah alat x biaya alat perhari
= 400 m3 = 1 buah x Rp. 336.204,- x 9 jam
30,24 m3 = Rp. 3.025.836,- m3/hari
= 13 buah (pembulatan) d) total biaya produksi roller
c) bulldozer = jumlah alat x biaya alat perhari
= kemampuan produksi alat/ hari = 1 buah x Rp. 49.818 x 9 jam
produksi bulldozer = Rp. 448.362,- m3/hari
= 400 m3 Jadi untuk total biaya alat adalah Rp.
1152,83 m3 29.483.055,-
= 1 buah (pembulatan)
d) roller Perhitungan harga satuan
= kemampuan produksi alat/ hari Untuk perhitungan harga satuan adalah
produksi bulldozer total biaya produksi alat di bagi produksi
= 400 m3
terkecil didapatkan hasil sebagai berikut :
4583,25 m3
Rp. 29.483.055,-/hari
= 1 buah (pembulatan)
= Rp. 74.998,-/m3
393,12m3/hari
Jumlah total produksi masing-masing alat
Total biaya pekerjaan
a) total produksi backhoe
= jumlah alat x produsi alat Untuk total biaya pekerjaan adalah
per hari volume tanah urug x harga satuan telah
= 2 buah x 275,8 m3/hari didapatkan hasil sebagai berikut :
= 551,7 m3/hari 8000m3 x Rp. 74.998,- /m3
b) total produksi dump truck = Rp. 599.984.000,-
= jumlah alat x produsi alat
per hari
= 13 buah x 30,24 m3/hari Waktu pelaksanaan pekerjaan
= 393,12 m3/hari Waktu yang diperlukan untuk
c) total produksi bulldozer mengoptimalkan kinerja alat yang ada
= jumlah alat x produsi alat sehingga tidak ada waktu yang terbuang
per hari percuma, Hal yang perlu diperhatikan dan
= 1 buah x 1152,83 m3/hari mempengaruhi pembuatan jadual adalah
= 1152,83 m3/hari durasi kegiatan, volume pekerjaan, jumlah
d) total produksi roller dan jenis pekerjaan.
= jumlah alat x produsi alat a. Waktu yang diperlukan masing-masing
per hari alat untuk menyesuaikan pekerjaan
= 1 buah x 4583,25 m3/hari Waktu yang diperlukan backhoe (jam
= 4583,25 m3/hari kerja 9 jam)
Jadi untuk produksi terkecil alat berat = Volume tanah urug yang dibutuhkan
adalah 393,12 m3/hari Produksi backhoe per hari
= 8000 m3
Jumlah total biaya produksi masing- 551,7 m3
masing alat = 15 hari (pembulatan)
a) total biaya produksi backhoe Waktu yang diperlukan dump truck (jam
= jumlah alat x biaya alat perhari kerja 9 jam)
= 2 buah x Rp. 221.682,- x 9 jam = Volume tanah urug yang dibutuhkan
= Rp. 3.990.276,- m3/hari Produksi dump truck per hari
b) total biaya produksi dump truck = 8000 m3
= jumlah alat x biaya alat perhari 393,12 m3
= 13 buah x Rp. 188.193,- x 9 jam = 20 hari (pembulatan)

7 | Supardi
Volume 14 No. 01 Maret 2013 ISSN : 977 197997

Waktu yang diperlukan bulldozer (jam c. Bulldozer kondisi lapangan sebesar Rp.
kerja 9 jam) 336.204,- /jam
= Volume tanah urug yang dibutuhkan d. Roller kondisi lapangan sebesar
Produksi bulldozer per hari Rp.49.818,-/jam
= 8000 m3 3. Harga satuan tanah timbunan yang
1152,83 m3m3 ditentukan dengan kombinasi alat berat
= 8 hari (pembulatan) adalah sebesar Rp. 91.952,-/m3
Waktu yang diperlukan roller (jam kerja 4. Jumlah perencanaan alat berat yang di
9 jam) gunakan pada 20 hari kerja
a. Backhoe 2 buah (satu pada
= Volume tanah urug yang dibutuhkan
pemuatan tanah timbunan dua pada
Produksi roller per hari
pembangunan)
= 8000 m3
b. Dump truc 13 buah
1152,83 m3m3
c. Bulldozer 1 buah
= 2 hari (pembulatan)
d. Roller 1buah
5 Dengan menganalisa perhitungan alat
Biaya yang dikeluarkan masing-masing alat
per hari berat maka dapat diketahui untuk biaya
Alat pengambilan tanah(backhoe) 9 jam/hari kebutuhan tanah urug untuk
= Rp. 221.682,-/jam x 9 jam/hari menyelesaikan pekerjaan penimbunan,
= Rp. 7.371.702,-/hari adapun biaya tersebut adalah sebesar
Alat pengangkutan tanah(dump truck) 9 Rp. 735.616.000,- sedangakan untuk
jam/hari perencanaan kombinasi alat adalah
= Rp. 188.193,-/jam x 9 jam/hari
sebesar Rp. 599.984.000,-.
= Rp. 1.693.737,-/hari
Alat perataan tanah(bulldozer) 9 jam/hari
= Rp. 336.204,-/jam x 9 jam/hari
Saran
= Rp. 3.025.836,-/hari
1. Dalam melaksanakan pekerjaan
Alat pemadatan tanah(roller) 9 jam/hari
pembangunan harus memperhatikan
= Rp. 49.818,-/jam x 9 jam/hari
faktor-faktor non teknis seperti cuaca
= Rp. 448.362,-/hari
dan kemungkinan terjadinya kerusakan
pada alat. Dengan memperhatikan
faktor-faktor tersebut akan memperkecil
Kesimpulan resiko kerja, maka sangatlah di
Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka
butuhkan ketepatan dalam perencanaan
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
waktu dan perhitungan alat.
1. Produktifitas masing-masing alat berat 2. Perlu diperhatikan juga dalam
sebagai berikut :
perhitungan kombinasi jumlah alat agar
a. Backhoe kondisi lapangan sebesar 30,65
tidak terjadi antrian atau waktu
m3/jam
penantian yang lama, yang
b. Dump truc kondisi lapangan sebesar 3,36
menyebabkan pembengkakan pada
m3/jam pembiayaan, dalam segala pekerjaan
c. Bulldozer kondisi lapangan sebesar
membutuhkan sebuah rencana dan
164,96 m3/jam
perhitungan yang matang untuk
d. Roller kondisi lapangan sebesar 654,75
mendapatkan hasil yang maksimal.
m3/jam
Daftar Pustaka
2. Biaya operasional masing-masing alat
Arikunto, Suharsimi 2006. Prosedur
berat adalah sebagai berikut :
Penelitian Suatu Pendekatan
a. Backhoe kondisi lapangan sebesar =
Praktik . Jakarta : Rineka Cipta.
Rp. 221.682,-/jam
Badan Standarisasi Nasional, 2002,
b. Dump truc kondisi lapangan sebesar Rp.
Kumpulan Analisa Biaya Konstruksi
188.193,-/jam

Supardi | 8
Volume 14 No. 02 September 2013 ISSN : 977 197997

Bangunan Gedung Dan Perumahan SNI-03- Rochmanhadi, Alat Alat Berat Dan
2835-2002/SK.SNI T-01-1991-03 , Penggunaannya, Pelita Semarang,
Bandung. 1992
Haryanto Yoso Wigroho, Pemindahan Rostiyanti, Susi Fatena, 2008, Alat Berat
Tanah Mekanik, Universitas untuk Proyek Konstruksi, Rineka
Atma Jaya, Yogyakarta, 1993. Cipta, Jakarta.
Mardalais 2002. Metode Penelitian Suatu Suryono Sosrodarsono, Perhitungan Biaya
Pendekatan Proposal. Jakarta : Pelaksanaan Pekrjaan Dengan
Bumi Aksara. Menggunakan Alat Alat Berat,
Departemen Pekerjaan Umum,
Semarang, 1984.

9 | Supardi