Anda di halaman 1dari 2

IMUNISASI

PENTAVALEN (DPT-HB-Hib)

SOP/IMUN-04/
No. Dokumen :
2016
Ditetapkan Oleh
No. Revisi : 00 Kepala UPTD Puskesmas Plandaan
SO
P Tanggal Terbit : 04 Januari 2016
PUSKESMAS
PLANDAAN
Halaman : 1/2 dr. ASNAN BUDI SASMITO
NIP. 196910242002121003

1. Pengertian Imunisasi DPT-HB-Hib adalah pemberian vaksin berupa suspensi


homogen yang mengandung toksoid tetanus, difteri murni, bakteri
pertusis inaktif, HbsAg murni, dan kompenen Hib yang tidak infeksius
secara intramuskular
2. Tujuan Untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan),
hepatitis B, radang selaput otak dan pneumonia secara simultan.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Plandaan No. 188.4/259/415.25.15/2015
tentang Jenis Jenis Pelayanan pada UPTD Puskesmas Plandaan
4. Referensi Dirjen PP dan PL Kemekes RI. 2013. Modul Pelatihan Imunisasi Bagi
Petugas Puskesmas
5. Alat dan Bahan 1. Vaccine carrier (termos es) dan Coolpack
2. Kapas DTT
3. Vaksin DPT-HB-Hib
4. ADS (Auto Disposible Syringe) 0,5 ml

6. Langkah langkah 1. Memberi penjelasan kepada pasien mengenai imunisasi Pentavalen


(DPT-HB-Hib)
2. Menyiapkan vaksin:
a. Mengeluarkan vaksin dari lemari es atau vaccine carrier
b. Memeriksa kondisi vaksin, memastikan vaksin belum
memasuki tanggal kadaluarsa dan VVM kondisi baik
c. Memasukkan vaksin ke dalam spuit
d. Menyiapkan kapas DTT
3. Memposisikan bayi
4. Menyuntikkan vaksin sebanyak 0,5 ml secara itramuskular di
daerah anterolateral paha atas untuk imunisasi rutin bayi dan secara
intramuskular di lengan kiri atas untuk imunisasi DPT-HB-Hib
tambahan/booster
5. Mencatat tindakan pada buku KIA kolom imunisasi dan register
kohort
7. Diagram Alir
Memberi penjelasan kepada pasien
mengenai imunisasi Pentavalen (DPT-HB-
Hib)

Menyiapkan vaksin

Memposisikan bayi

Menyuntikkan vaksin sebanyak 0,5 ml secara


itramuskular di daerah anterolateral paha atas
untuk imunisasi rutin bayi dan secara
intramuskular di lengan kiri atas untuk imunisasi
DPT-HB-Hib tambahan/booster

Mencatat tindakan pada buku KIA


kolom imunisasi dan register kohort

8. Hal hal yang -


perlu diperhatikan
9. Unit Terkait 1. Bidan Koordinator
2. Bidan Desa
10. Dokumen Terkait 1. Buku KIA
2. Register kohort
11. Rekaman Historis Tanggal mulai
Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan
diberlakukan

2/2