Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KAJI BANDING

I. PENDAHULUAN
Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola
dengan baik, baik kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang
digunakan. Masyarakat menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu,
serta dapat menjawab kebutuhan mereka, oleh karena itu upaya peningkatan mutu,
manajemen risiko dan keselamatan pasien perlu diterapkan dalam pengelolaan
Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada
masyarakat. Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan
penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskesmas,
maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar
yang ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi.
Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu,
kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem
manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan
manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat
akreditasi. Titik Berat Pelayanan Kesehatan Primer adalah Promotif & Preventif
yang mendorong meningkatnya peran serta dan kemandirian masyarat dalam
mengatasi berbagai faktor risiko kesehatan. Keberhasilan Pelayanan Kesehatan
Primer akan mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, dimana akan
mengurangi jumlah pasien yang di rujuk. Sehingga Akreditasi Puskesmas sebuah
keniscayaan di era JKN.

II. LATAR BELAKANG


Dalam 4 Tahun ke depan, atau tepatnya hingga akhir 2019, Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia menargetkan untuk bisa mengakreditasi 5.600 Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas). Bukan hal mudah, mengingat Puskesmas di sekitar 140
Kabupaten Se-Indonesia telah ditetapkan menjadi prioritas akreditas tahap pertama,
ternyata di antara 9.000 an pusat kesehatan masyarakat yang ada di seluruh Indonesia,
Puskesmas Wonosobo I justru menjadi yang pertama terakreditasi.
Pada Selasa (17/3), puskesmas yang dipimpin dokter Lilis Handayani tersebut
bahkan mendapat kunjungan dari para peserta pelatihan calon pelatih surveyor
akreditasi Nasional dari Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes
RI. Kedatangan sekitar 15 calon pelatih surveyor itu dipimpin langsung oleh Dirjen
BUK sendiri, Prof Dr Akmal Taher SpU (K). Prof Akmal mengaku sengaja
meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara pelatihan lapangan tersebut demi
melihat kondisi riil Puskesmas Wonosobo I. Selain memberi dorongan dan motivasi
kepada para peserta, mantan Direktur RS Cipto Mangunkusumo itu juga hadir untuk
meninjau pelayanan kesehatan beserta tata kelola manajemen Puskesmas Wonosobo I.
Di sela peninjauan, Akmal mengakui, dari sisi fisik dan kelengkapan sumber daya

1
manusia (SDM), Puskesmas Wonosobo I sangat layak mendapat status terakreditasi.
Kelengkapan peralatan medis penunjang pelayanan juga mendapat apresiasi.
Bahkan menurut Akmal, baik upaya kesehatan masyarakat (UKM) maupun
upaya kesehatan perorangan (UKP) di Wonosobo I layak menjadi contoh bagi
puskesmas lain di Indonesia. Oleh karena itu sangat pantas bagi kami melakukan studi
banding ke Puskesmas Wonosobo Jawa Tengah sebagai bahan pembelajaran mengenai
peningkatan Mutu dan Akreditasi untuk diterapkan dalam proses peningkatan mutu dan
akreditasi di Puskesmas kami.

III. TUJUAN
a. Umum
Menggali dan melihat langsung best practice yang ada di Kabupaten Wonosobo
dalam pelaksanaan Akreditasi Puskesmas; Mengetahui lebih mendalam mengenai
kegiatan Akreditasi Puskesmas; Mempelajari tentang menyusun kelengkapan
pedoman tata naskah terkait dengan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan oleh
standar akreditasi.

b. Khusus
- Tim akreditasi UPTD Puskesmas Yosomulyo memahami Standar Kriteria dan
pokok pikiran dalam pemenuhan elemen penilaian akreditasi
- Tim akreditasi UPTD Puskesmas Yosomulyo memahami tahap tahap persiapan
pelaksanaan akreditasi
- Tim akreditasi UPTD Puskesmas Yosomulyo dapat mengetahui tekhnik yang di
perlukan dalam pelaksanaan akreditasi
- Tim akreditasi UPTD Puskesmas Yosomulyo mampu menyusun setiap SK ,
Sop, dokumen yang diperlukan dalam pelaksanaan akreditasi

IV. KEGIATAN
Melakukan Kaji banding proses dan kegiatan persiapan akreditasi melalui kegiatan
a. wawancara dengan pihak puskesmas wonosobo I.
b. Melakukan survey fisik berkaitan dengan akreditasi
c. Melakukan dokumentasi-dokumentasi Akreditasi

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN.


Kegiatan hari pertama :
a. Melakukan kunjungan ke lokasi Puskesmas Akreditasi yaitu Puskesmas Wonosobo
b. Ramah tamah dengan tim Puskesmas di lokasi kaji banding;
c. Peninjauan kaji dokumentasi pada masing-masing Pokja Akreditasi;
d. Identifikasi potensi dan hambatan pelaksanaan Akreditasi Puskesmas di Kabupaten
Wonosobo dan Yosomulyo
e. Diskusi kelompok Tim Kaji Banding bersama Tim Puskesmas Wonosobo.

2
Kegiatan pada hari kedua :
a. Kunjungan ke Puskesmas dalam pengamatan pelayanan dan penajaman terhadap hasil
diskusi.
b. Melakukan pemaparan Pokja Tim kota metro dan langsung kegiatan tanya jawab
dengan Puskesmas Wonosobo I.

VI. SASARAN
10 orng yang terdiri dari 3 Tim Pendamping Akreditasi dari Dinas Kesehatan dan 10
orang Tim Pokja Akreditasi dari Puskesmas.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Hari, Tanggal : Senin 15 17 Februari 2016

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi dilakukan oleh Tim Pendamping Akreditasi Puskesmas terhadap
ketepatan pelaksanaan kegiatan apakah sesuai jadual pada saat persiapan dan
pelaksanaan kegiatan
Laporan evaluasi pelaksanaan kegiatan harus disusun pada akhir kegiatan oleh
Tim akreditasi Puskesmas yosomulyo kepada Tim pendamping Akreditasi

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Tim Akreditasi puskesmas harus membuat laporan tiap kegiatan paling lambat 1
minggu setelah pelaksanaan kaji banding akreditasi kepada Tim Pendamping akreditasi
Dinas kesehatan dan evaluasi akhir pelaksanaan paling lambat 2 minggu setelah
kegiatan kaji banding selesai dilaksanakan .
Tim Akreditasi puskesmas harus melakukan evaluasi terhadap keseluruhan
pelaksanaan kegiatan pada setiap Program Kerja (Pokja), dan melaporkan keseluruhan
kegiatan dan evaluasinya pada paling lambat satu bulan setelah kaji banding selesai
dilakukan.

Anda mungkin juga menyukai