Anda di halaman 1dari 9

CARA PEMBUATAN SUSPENSI SECARA UMUM

1. Metode pembuatan suspensi


A . Metode dispersi
Ditambahkan bahan oral kedalam mucilage yang telah terbentuk, kemudian diencerkan.
Dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilago yang telah terbentuk kemudian
baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersi
serbuk dalam vehicle, hal tersebut karena adanya udara, lemak, atau kontaminan pada serbuk.
Serbuk yang sangat halus mudah kemasukkan udara sehingga sukar dibasahi. Mudah dan
sukarnya serbuk terbasahi tergantung besarnya sudut kontak antara zat terdispersi dengan
medium. Bila sudut kontak 90 serbuk akan mengambang diatas cairan . serbuk yang demikian
disebut memiliki sifat hidrofob. Untuk menurunkan tegangan antar muka antar partikel zat padat
dengan cairan tersebut perlu ditambahkan zat pembasah atau welling agent.
B. Metode Presitipasi
Zat yang hendak didispersikan dilarutkan dulu dalam pelarut organik yang hendak dicampur
dengan air
Setelah larut dalam pelarut organik larutan zat ini kemudian di encerkan dengan latrutan
pensuspensi dalam air sehingga akan terjadi endapan halus tersuspensi dalam air seningga akan
terjadi endapan halus tersuspensi dengan bahan pensuspensi. Caiaran organik tersebut adalah
etanol, propilenglikol dan polietilenglikol.

2. Sistem pembentukan suspensi :

Sistem flokulasi

Dalam sistem flokulasi, partikel terflokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan pada
penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali.

Sistem deflokulasi

Dalam sistem deflokulasi partikel deflokulasi mengendap dan akhirnya membentuk


sedimen, dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras dan sulit tersuspensi
kembali.

Secara umum sifat-sifat dari partikel flokulasi dan deflokulasi adalah :

a. Deflokulasi
Partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain.

Sedimentasi yang terjadi lambat masing-masing patikel mengendap terpisah dan ukuran
partikel adalah minimal.

Akhirnya sedimen akan membentuk cake yang keras dan sukar terdispersi lagi.

Ujud suspensi menyenangkan karena zat tersuspensi dalam waktu relatif lama. Terlihat
bahwa ada endapan dan cairan atas berkabut.

Sediaan terbentuk lambat.

b.Flokulasi

Partikel merupakan agregat yang basa

Sedimentasi terjadi begitu cepat

Sedimen tidak membentuk cake yang keras dan padat dan mudah terdispersi kembali
seperti semula.

Ujud suspensi kurang menyenangkan sebab sedimentasi terjadi cepat dan diatasnya
terjadi daerah cairan yang jernih dan nyata.

BAHAN PENGAWET

Penambahan bahan lain dapat pula dilakukan untuk menambah stabilitas suspensi, antara lain

penambahan bahan pengawet. Bahan ini sangat diperlukan terutama untuk suspensi yang

menggunakan hidrokoloid alam, karena bahan ini sangat mudah dirusak oleh bakteri.
Sebagai bahan pengawet dapat digunakan butil para benzoat (1:1250), etil p. Benzoat (1:14000),

nipasol, nipagin 1 %. Disamping itu, banyak pula digunakan garam komplek dari mercuri

untuk pengawet, karena memerlukan jumlah yang kecil, tidak toksik dan tidak iritasi. Misalnya

fenil mercuri nitrat, fenil mercuri chlorida, fenil mercuri asetat.

Menurut Boylan (1994) ada tiga kriteria pengawet yang ideal yaiu:

a) Pengawet harus efektif terhadap mikroorganisme spektrum luas.


b) Pengawet harus stabil fisika kimian dan mikribiologisselama masa berlaku produk tersebut.
c) Pengawet harus tidak toksis, mensesitasi, larut dengan memadai, dapat bercampur dengm

komponen-komponen formulasi lain dan dapat diterima dilihat dari rasa dan bau pada

konsentrasi yang digunakan (Boylan, 1994).

Adapun pengawet yang umum digunakan dalam sediaan farmasi yaitu

:asam benzoat 0,1%,

Natrium benzoat 0,1%, atau kombinasi dari metilparaben (0,05%) dan

propilparaben (0,03)

(Jenkins dkk, 1995).

1.7. Formula Sediaan Suspensi

1.7.1 Sifat Fisik Untuk Formulasi Suspensi yang Baik

1. Suspensi harus tetap homogen pada suatu perioda, paling tidak pada perioda antara
pengocokan dan penuangan sesuai dosis yang dikehendaki.

2. Pengendapan yang terjadi pada saat penyimpanan harus mudah didispersikan kembali
pada saat pengocokan.

3. Suspensi harus kental untuk mengurangi kecepatan pengendapan partikel yang


terdispersi. Viskositas tidak boleh terlalu kental sehingga tidak menyulitkan pada saat
penuangan dari wadah.

4. Partikel suspensi harus kecil dan seragam sehingga memberikan penampilan hasil jadi
yang baik dan tidak kasar.
Yang Harus Diperhatikan :

1. Untuk membuat sediaan suspensi dibutuhkan beberapa bahan pembantu. Pemilihan


bahan pembantu didasarkan pada kesesuaian dan juga bentuk fisik campuran serbuk yang
dibutuhkan.

2. Bahan pembantu yang digunakan sebaiknya seminimal mungkin. Semakin banyak jenis
bahan pembantu, semakin banyak masalah yang timbul, seperti masalah
inkompatibilitas. Karena itu sedapat mungkin eksipien yang digunakan benar-benar
dibutuhkan dalam formulasi. Akan lebih baik jika menggunakan eksipien yang dapat
berfungsi lebih dari satu macam.

1.7. 2 Formula Umum

A. Zat aktif
B. Bahan tambahan :

1. bahan pensuspensi (suspending agent)

2. dapar atau acidifer

3. bahan pembasah (wetting agent)/humektan

4. antioksidan

5. pemanis

6. anticaking

7. pewarna

8. flavour

9. floculating agent

10. pewangi

11. antibusa (antifoaming)

12. pengawet
13. pengawet

RESEP SUSPENSI TOPIKAL


a. LOTIO KUMMERFEL,DI.
(aqua cosmetika kummerfeldi)
(Obat kukul)
Resep standar

R/ Sulf praec 20
Camph 3
Mucil Gum Arab 10
Sol. Calc Hidrat 134
Aq. Rosae 133
s.u.e

Rancangan Formulasi

Dr. Azhhuri
(SIP.017/KOD/DU/II/1991)
Praktik:
Jln. Paus Pekanbaru No. 7
Telp. 03417456678
Pekanbaru 27-11-2014

R/ Sulf praec 4
Camph 0,6
Mucil Gum Arab 2
Sol. Calc Hidrat 26,8
Aq. Rosae 26,6
s.u.e

Pro: Ani (18 th)


Alamat: jln. Anggrek no.9 Pekanbaru

A. MONOGRAFI
1. Sulfur praicipitat / belerang endap
Pemerian: serbuk amof/ hablur renik, sangat halus, warna kuning pucat, tidak berbau dan berasa
Kelarutan: praktis tidak larut dalam air, sangat mudah larut dalam karbondioksida, praktis tidak larut dalam
etanol.(FI IV, hal 771)
Khasiat: antiskabisid
2. Campora
Pemerian: hablur, granul/ massa hablur, putih/ tidak berwarna, jernih, bau khas, tajam, rasa pedas dan
aromatik, menguap perlahan pada suhu kamar.
Kelarutan: sukar larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol, minyak lemak, minyak menguap.(FI IV,
hal 167)
Khasiat: anti iritan
3. Mucil PGA
Mengandung Gummi Arabicum 40% dan dibuat dengan menambahkan 1,5 kali air kepada Gom
Arap itu, kemudian digerus sampai diperoleh suatu massa yang homogeny. (VANDUIN hal 58)
4. Sol Calc Hidrat
Suatu kapur tohor dengan tiga bagian ait mendidihdiencerkan, sesudah 15 menit dengan air
hingga 25 bagian, biarlah campuran mengendap dan tuanglah zat cair yang diatasnya, tambahkan
air yang sama banyak pada endapannya, kocok dan biarkan mengendap lagi. Tuanglah lagi zat
cair yang diatasnya, ulangi lagi dan akhirnya tambahkan pada endapannya 300 bagian air,
dikocok berulang-ulang dan simpanlah campurannya dalam botol tertutup baik. (PH ned hal
532)

5. Aqua rosae
Larutkan sebagian minyak mawar dalam 1g bagian spiritus keras dan saring, ambil 4 bagian dari
larutan tambahkan 996 bagian air saringlah zat cair jernih. (PH ned, hal 105)
6. Pulv Gumi Arabicum
Pemerian; serbuk putih/putih kekuningan, tidak berbau
Kelarutan: larut hamper semua dalam air, tetapi sangat lambat meninggalkan, sisa bagian tanaman dalam
jumblag sangat sedikit, dan membersihkan cairan seperti mucilage, tidak bermarna/ kekuningan,
kental, lengket, transparan, bersifat asam lemah terhadap kertas lakmus biru, praktis tidak larut
dalam eter dan etanol. (FI IV hal 718)
B. PERHITUNGAN BAHAN
1. Sulfur Praecipitat : 20g/300ml X 60 ml = 4g

2. Champora : 3g/300ml X 60 ml = 0,6g

3. Mucil PGA : 10g/300ml X 60 ml = 2g

PGA : 4g/100g X 60 ml = 0,8g

Aqua untuk PGA : 1,5 X 0,8 = 1,2 ml

4. Sol. Calc hidrat : 134g/300ml X 60 ml = 26,8ml

5. Aqua Rosae : 133g/300g X 60 ml = 26,6ml:


BAHAN:
1. Sulfur praicipitat
2. Sol. Calc hydrat
3. Aqua rosae
4. Champora
5. PGA
6. Spiritus fort

D. CARA PEMBUATAN
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Disetarakan timbangan
3. Dikalibrasi botol 60ml
4. Ditimbang champora, diasukkan dalam motir, ditambahkan 3 tetes spiritus fort dan digerus
ad homogen.
5. Ditimbang sulf. Praicipitat dimasukkan kedalam no. 4, digerus ad homogen. Dipindahkan
dalam kaca arloji, dan dibasahi dengan gliserin
6. Ditimbang PGA dimasukkan kedalam mortar digerus, ditambahkan aqua rosae 1,2ml digerus
ad terbentuk mucilage
7. Ditambahkan no. 5 kedalam mortar no. 6 diaduk ad homogen
8. Ditambahkan sol calc hidrat diaduk ad homogen
9. Diencerkan hasil no 8 dengan aqua rosae, dimasukan dalam botol
10. Diadkan dengan aqua rosae ad tanda kalibrasi, lalu di tutup dan kocok ad homogen
11. Tutup dengan cup, diberi etiket biru dan label.

E. ETIKET
Apotek
PUTRA INDONESIA
Jln. Paus Pekanbau Telp. (0341) 491132
Apoteker : dra. Bila S.A.S Apt No. SIA/1201/424.052/2010

Tgl 27-11-12 No. 1


Ani (18 thn)
CP: dioleskan pada jerawat
OBAT LUAR
ttd

KOCOK DAHULU

F. EVALUASI HASIL PRAKTIKUM


1. Kelarutan :-
2. Viskositas : encer
3. Volume : 60ml
4. Homogenitas : kurang homogen terdapat endapan kamfer
5. Organoleptis:
Bau : kamfer dan aqua rosae
Rasa :-
Warna : putih kekuningan
.

Keuntungan :

1. Baik digunakan untuk pasien yang sukar menerima tablet / kapsul, terutama anak-
anak.

2. Homogenitas tinggi

3. Lebih mudah diabsorpsi daripada tablet / kapsul (karena luas permukaan kontak
antara zat aktif dan saluran cerna meningkat).

4. Dapat menutupi rasa tidak enak / pahit obat (dari larut / tidaknya)

5. Mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air.

6. Kestabilan rendah (pertumbuhan kristal (jika jenuh), degradasi, dll)

7. Jika membentuk cacking akan sulit terdispersi kembali sehingga homogenitasnya


turun.

8. Aliran menyebabkan sukar dituang

9. Ketepatan dosis lebih rendah daripada bentuk sediaan larutan

10. Pada saat penyimpanan, kemungkinan terjadi perubahan sistem dispersi (cacking,
flokulasi-deflokulasi) terutama jika terjadi fluktuasi / perubahan temperatur.

11. Sediaan suspensi harus dikocok terlebih dahulu untuk memperoleh dosis yang
diinginkan.

Pengemasan dan Penyimpanan

Semua suspense harus dikemas dalam wadah mulut lebar yang mempunyai ruang udara yang
memadai diatas cairan sehingga dapat dikocok dan mudah dituang.Kebanyakan suspense
harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari pembekuan, panas yang
berlebihan, dan cahaya.Suspensi perlu dikocok setiap kali sebelum digunakan untuk
menjamin distribusi zat padat yang merata dalam pembawa sehingga dosis yang diberikan
setiap kali tepat dan seragam.
http://yermei.blogspot.co.id/2012/10/suspensi-oral_6139.html

http://wahidrock.blogspot.co.id/2012/12/suspensi.html

https://drutama.wordpress.com/2012/11/18/suspensi/

Anda mungkin juga menyukai