Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS DPT PANGENAN
Jl. Raya Cirebon Pangenan KM. 18,5 ender pangenan (0231) 8840234
Email : pkmpangenan@yahoo.com Kode Pos 45182

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


JEJARING ISPA DAN DIARE

A. Pendahuluan
Program ISPA adalah penyakit infeksi saluran pernafasan akut dapat
terjadi pada saluran pernafasan atas dan saluran pernafasan bawah. Sebagian
besar penyakit ISPA bersifat ringan dan tidak memerlukan pengobatan dengan
menggunakan antibiotik. Penyebab dari sebagian besar penyakit ISPA ini
adalah virus, penyakit ini dapat ditularkan melalui media air ludah, bersin, udara
pernafasan yang mengandung kuman terhirup oleh orang sehat kesaluran
pernafasan.
Diare atau mencret didenifisikan sebagai buang air besar dengan feses
yang tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 X dalam 24 jam.
Bila diare berlangsung kurang dari 2 minggu, disebut sebagai diare akut,
apabila diare berlangsung 2 minggu atau lebih, maka digolongkan pada diare
kronik. Diare merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia.
Penyakit diare berkaitan langsung dengan tingkat pendidikan kesehatan
masyarakat, kemudian sanitasi lingkungan penyediaan air bersih dan
tersedianya akses untuk pengobatan.

B. Latar belakang
Program pemberantasan penyakit (P2) ISPA membagi ISPA dalam 2
golongan yaitu pneumonia dan bukan pneumonia. ISPA yang berlanjut menjadi
pneumonia sering terjadi pada anakanak terutama bila keadaan kurang gizi,
keadaan lingkungan yang kurang hygiene, risiko terutama terjadi pada anak
anak karena meningkatnya kemungkinan infeksi silang, beban immunologisnya
terlalu besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan cacing, serta tidak
tersedianya atau berlebihannya pemakaian antibiotik.
Diare merupakan tanda dan gejala penyakit yang umum dijumpai dan
bila terjadi tanpa komplikasi, secara umum dapat diobati sendiri oleh penderita.
Namun bila terjadi komplikasi akibat dehidrasi atau toksik menyebabkan
morbiditas dan mortalitas. Mengingat tingginya morbiditas, mortalitas dan
biaya yang diakibatkan oleh diare maka diperlukan upaya penanganan yang
tepat dan cepat dari pihak terkait.

C. Tujuan umum dan tujuan khusus


Tujuan umum:
Sebagai Acuan dalam penatalaksanaan bagi pasien dengan Diare Dan ISPA di
Puskesmas Pangenan.
Tujuan khusus:
1. Diketahuinya penata laksanaa Penanggulangan Penyakit ISPA Dan Diare
2. Diketahuinya Faktor resiko Pnemonia
3. Diketahuinya batasan dan definisi penyakit ISPA dan Diare
4. Diketahuinya Cara Penularan Penyakit ISPA dan Diare
5. Diketahuinya Gejala Penyakit ISPA Dan diare

D. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan


Kegiatan pokok: melakuan pemantauan, pemeriksaan dan penanganan
terhadap pasien ISPA Dan Diare.
Rincian kegiatan:
1. Melakukan pendataan pasien ISPA dan Diaredi lingkungan Puskesmas
Pangenan.
2. Melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada pasien ISPA
Dan Diare
3. Melakukan rujukan ke Rumah Sakit Jika terjadi Pnemonia berat.

E. Cara melaksanakan kegiatan


Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Luar gedung. Kegiatan Luar gedung
dilakukan di Desa yang terdapat Kasus ISPA Dan Diare oleh tenaga yang
berkompeten.
1. Waktu dan Tempat
Bulan April tahun 2017 di Desa yang ada kasus ISPA Dan Diare.
2. Metode
Persiapan pelaksanaan kegiatan

Pelaksanaan kegiatan: Pemeriksaan kesehatan dan Penyuluhan

Evaluasi, meminta feedback dari masyarakat mengenai kegiatan yang


telah dilakukan.

Dokumentasi

3. Sumber Dana
Dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan ini bersumber dari dana
Bantuan Operasional kesehatan
4. Penutup
Demikianlah semoga pelaksanaan kegiatan Penguatan Jejaring Cakupan
ISPA Dan Diare Semoga memberikan manfaat dan berguna,akhirnya apa
yang sudah kita rencanakan dan laksanakan bermanfaat bagi kita semua.

F. PENCATATAN, PELAPORAN DAN DOKUMENTASI


Dilaksanakan sesuai dengan prosedur pelaksanaan dan Dokumentasi
penunjang dan foto kegiatan