Anda di halaman 1dari 5

MODUL PRAKTIKUM : 7.

PEMERIKSAAN KADAR LUMPUR DALAM


AGREGAT HALUS (ASTM C 142)
TANGGAL PRAKTIKUM : RABU, 8 NOVEMBER 2016
PENYUSUN MODUL : FAJAR RAMADHAN
ASISTEN PENANGGUNG JAWAB : KHOIRI

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Maksud dan Tujuan


Percobaan ini bertujuan untuk menentukan prosentase kadar lumpur yang
terkandung dalm agregat halus. Kandungan lumpur kurang dari 5% merupakan ketentuan
dalam peraturan bagi penggunaan agregat halus untuk pembuatan beton.

I.2 Dasar Teori


Sebuah bangunan akan tergolong kedalam kategori kualitas bagus dan awet jika
menggunakan material berkualitas tinggi, contohnya pada bangunan yang menggunakan
struktur beton bertulang akan menggunakan pasir atau disebut juga dengan agregat halus
sebagai material utama. Salah satu pedoman dalam memilih pasir bagus adalah bagaimana
kandungan kadar lumpurnya, oleh karena itu dilakukan tes terlebih dahulu sebelum digunakan,
Contohnya Percobaan ini bertujuan untuk menentukan prosentase kadar lumpur yang
terkandung dalam agregat halus. Kandungan lumpur kurang dari 5% merupakan ketentuan
dalam peraturan bagi penggunaan agregat halus untuk pembuatan beton.

I.3 Peralatan

1. Gelas ukur / selinder.


2. Corong.
3. Sendok pasir.
4. Pengukur waktu (ketelitian 1 detik).

I.4 Bahan-bahan
Bahan yang digunakan dalam pemeriksaan adalah pasir alam lolos saringan no. 4 ASTM.

1
BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN

II.1 Persiapan Percobaan


Sebelum melakukan pekerjaan hendaknya membersihkan peralatan yang akan
digunakan untuk praktikum.

II.2 Langkah Kerja


a. Contoh benda uji dimasukkan kedalam benda ukur.
b. Tambahkan air pada gelas ukur guna melarutkan lumpur.
c. Gelas dikocok untuk mencuci pasir dari lumpur.

2
BAB III
HASIL PERCOBAAN

III.1 Hasil Percobaan dan Perhitungan

Dari hasil percobaan kami, didapatkan data bahwa berat agregat halus dalam
keadaan alam (gr) dapat dilihat dalam table hasil pengamatan

III.2 Perhitungan
Rumus yang dipakai untuk perhitungan :

A
# KL 1 = x 100%
A B

492
= 492+500 100%

492
= 992 100%

= 49,5967742 49,6

A
# KL 2 = x 100%
A B

492
= 492+500 100%

492
= 992 100%

= 49,5967742 49,6

3
INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

Jl. Raya Puspitak, Serpong, Tangerang Selatan 15320


Telepon(021)7561102, 7560545 ext.111
Fax. : 021-7561102, 7560542

PEMERIKSAAN KADAR LUMPUR DALAM AGREGAT HALUS


ASTM C - 142

Laporan No. = 07 Tgl. Pengujian = 8 November 2015


Macam Contoh = Pasir & Kadar Lumpur Pelaksana = Kelompok 5
Ukuran = 4,25 Diperiksa Oleh = Khoiri
Sumber = Lab. Beton ITI Penyusun modul = Benediktus Deo
Untuk = Praktikum

Pengamatan Hasil Pengamatan 1 Hasil Pengamatan 2


Jumlah Pasir Awal (B) 500 500
Pasir (Setelah Oven dan
492 492
Cuci) (A)

KL = + x 100% 49,6 49,6

4
BAB IV
KESIMPULAN

IV.1 Kesimpulan

Dari hasil percobaan yang didapatkan kadar lumpur sebesar 3,79 % yang bearti
agregat halus dapat digunakan untuk bahan pembuatan beton.

IV.2 Faktor-faktor Kesalahan yang dapat terjadi pada Praktikum.

1. Kurang terampilnya praktikum dalam menggunakan alat.


2. Menyimpanan waktu sampel kurang dari 24 jam
3. Kurang telitiya saat melihat data yang didapat.

IV.3 Saran

1. Pengenalan alat yang lebih mendasar agar dalam praktikum menjadi lebih terampil.
2. Kurang terorganisirnya waktu pelaksanaan praktikum.
3. Penjelasan data yang kurang, sehingga harus lebih baik dalam data-data praktikum.
4. Perlu adanya penambahan alat-alat penunjang praktikum sehingga data yang
diperoleh dapat lebih akurat.