Anda di halaman 1dari 5

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN

RESUME KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


HEMODIALISA

Nama Mahasiswa : Aidil Rahmat Noor


NIM : P1605227
Tempat Pengkajian : Ruang Hemodialisa RS AWS Samarinda
Tanggal : 14 Januari 2017

IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. T No. RM : 784992
Umur : 51 tahun Pekerjaan : Swasta
Jenis kelamin : Laki-laki Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam Tanggal MRS : 14 Januari 2017
Pendidikan : SMA Tanggal Pengkajian : 14 Januari 2017
Alamat : Jln. Ahmad Dahlan Sumber Informasi : Klien, Status klien
Diagnosa medis: CKD

PROSES KEPERAWATAN
PRE HEMODIALISA
1. Data Fokus
1. Data Subjektif :
klien mengatakan sesak nafas, klien mengatakan rutin melakukan memcuci
darah,klien mengatakan cemas selama cuci darah
Data Objektif :
a. BB Pre HD : 58 kg
b. Tanda Vital :
- TD : 150/100 mmhg
- Nadi : 81x/menit
- RR : 22x/menit
- Temp : 36 C
c. Kesadaran compos mentis

2. Diagnosa Keperawatan
Cemas b/d krisis situasional
3. Intervensi keperawatan
1) Gunakan pendekatan yang menenangkan
2) Pahami perspektif pasien terhadap situasi stress
3) Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut
4) Berikan informasi mengenai diagnosis, tindakan, prognosis
5) Dengarkan dengan penuh perhatian
6) Identifikasi tingkat kecemasan
7) Bantu pasien mengenai situasi yang menimbulkan kecemasan
8) Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi
9) Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi

4. Implementasi keperawatan
1) Memberikan informasi aktual pada pasien yang meliputi pengertian proses
hemodialisa, indikasi dilakukan hemodialisa, cara kerjmesin HD, serta hal-hal
yang harus dilakukan oleh klien selama proses HD
2) Menemani klien selama proses Pre Hemodialisa, Intra Hemodialisa, dan Post
Hemodialisa
3) Mendengarkan dengan penuh perhatian pertanyaan dan keluhan klien yang
muncul selama persiapan Hemodialisa
4) Mengidentifikasi tingkat kecemasan klien
5) Mengajarkan tehnik relaksasi nafas dalam pada klien untuk mengurangi tingkat
kecemasan klien
5. Evaluasi Keperawatan (SOAP)
S: Klien mengatakan mengerti dengan penjelasan perawat
O: - Klien mendengarkan penjelasan dari perawat
- Klien tenang
A: Masalah teratasi
P: Pertahankan Intervensi

INTRA HEMODIALISA
1. Data Fokus
1) Data Subjektif
-
2) Data Objektif
a. Cairan Dialisat: Bicarbonat
b. TMP : 80
c. Qd : 500 mililiter per menit
d. Qb : 200 mililiter per menit
e. Dosis Heparin 2000 unit
f. Vital Sign :
- TD : 120/80 mmhg
- Nadi : 80x/menit
- RR : 22 x/menit
- Temp : 36 C

2. Diagnosa Keperawatan
Resiko infeksi b.d prosedur invasive

3. Intervensi Keperawatan
1) Bina hubungan saling percaya dengan pasien dan keluarga
2) Pertahankan teknik isolasi
3) Cuci tangan dengan menggunakan antimikroba setiap sebelum dan sesudah
tindakan keperawatan
4) Batasi asupan cairan
5) Berikan penjelasan tentang pentingnya pembatasan cairan
6) Kolaborasi dengan perawat Hemodialisa dalam pemberian Hemodialisa

4. Implementasi Keperawatan
1) Mempertahankan teknik isolasi
2) Mencuci tangan dengan menggunakan antimikroba sebelum dan sesudah
tindakan keperawatan
3) Dapat meningkatkan rasa percaya pasien pada petugas sejhingga
memungkinkan klien lebih kooperatif menerima setiap tindakan yang diberikan
kepadanya
4) Mengurangi beban ginjal dalam memfiltrasi cairan yang masuk dalam tubuh
5) Klien dapat mengerti sehingga dapat mematuhi anjuran petugas
6) Mendapatkan terapi hemodialisa

5. Evaluasi Keperawatan (SOAP)


S : Klien mengatakan tidak ada panas pada
O :
- Tidak terlihat adanya tanda-tanda infeksi
- Tidak ada perdarahan
- Luka tampak bersih
A : Masalah teratasi

P : Intervensi dilanjutkan sampai proses HD selesai

POST HEMODIALISA
1. Data Fokus
1) Data Subjektif :
Klien mengatakan mual rasanya ingin muntah
2) Data Objektif
a. Klien hanya berbaring di tempat tidur
b. Tanda Vital :
- TD : 150/80 mmhg
- Nadi : 80x/menit
- RR : 20x/menit
- Temp: 36oC
2. Diagnosa Keperawatan
Ansietas b.d krisis situasional

3. Intervensi Keperawatan
1) Identifikasi tingkat kecemasan
2) Kaji koping individu dalam mengatasi ansietas sebelmunya
3) Dorong pasien untuk menggungkapkan perasaan dan ketakutannya
4) Gunakan pendekatan yang menenangkan
5) Dengarkan dengan penuh perhatian
6) Instrusikan pasien menggunakan teknik relaksasi
4. Implementasi Keperawatan
1) Mengkji tingkat kecemasan dan koping pasien dalam mengatasi ansietas dengan
menggunakan komunikasi terapeutik serta mendorong pasien untuk
mengungkapkan perasaan dan ketakutannya dengan pendekatan yang
menenangkan
2) Mengjarkan pasien menggunakan teknik relaksasi nafas dalam saat merasa cemas
3) Mendengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian
5) Evaluasi Keperawatan (SOAP)
S : Klien mengatakan cemas dengan penyakitnya
: TD: 130/80 mmHg
Nadi: 80 x/menit
RR: 20 x/menit
S: 36oC
A : Masalah belum teratasi
P : intervensi di pertahankan

Samarinda, 14 Januari 2017


Mahasiswa

(Aidil Rahmat Noor)