Anda di halaman 1dari 4

LEMBAR KERJA HARIAN MAHASISWA

Nama Mahasiswa : Rustina Susanti ( Nim: P1504214 )

Tanggal : 13 Juni 2016

Jam datang : 07.00 wita Jam Pulang : 14.30 wita

A. Peran Dalam Agen Perubahan


Peran Sebagai Perawat Primer (PP)
Peran individu dalam project hari ini :
1. Melakukan kontrak waktu dengan klien dan keluarga pada saat awal perawatan
Hasil : perawat memperkenalkan diri dan menjelaskan jam dinasnya
Evaluasi : klien dan keluarga terlihat memperhatikan dan tersenyum
2. Melakukan pengkajian dan melengkapi pengkajian yang sudah dilakukan oleh PP
sebelumnya
Hasil : setelah dilakukan pengkajian lebih lanjut ditemukan masalah baru yaitu
ditemukannya luka decubitus grade 2 pada klien bed 3
Evaluasi : pengkajian lebih lanjut sangat baik untuk menemukanmasalah yang belum
teratasi atau masalah yang baru
3. Menetapkan rencana asuhan keperawatan berdasarkan analisi standar rencana
keperawatan sesuai dengan hasil pengkajian
Hasil : menentukan intervensi sesuai dengan masalah dan kondisi klien yang dirawat
saat ini
Evaluasi : segera mencari solusi bila didapatkan kendala dalam melakukan implementasi
4. Membagi dan menetapkan PA yang bertanggungjawab pada setiap klien
Hasil : PA dibagi sesuai dengan jumlah dan tingkat ketergantuan klien
Evaluasi : PA bertugas melaksanakan asuhan keperawatan yang sudah direncanakan oleh
PP
5. Melakukan bimbingan dan evaluasi pada PA dalam implementasi tindakan keperawatan
apakah sudah sesuai dengan SOP atau belum
Hasil : PA masih ada yang melakukan tindakan belum sesuai dengan SOP
Evaluasi : Perlu komitmen yang baik dari PA dalam melakukan tindakan sesuai dengan
SOP
6. Memonitor dokumentasi yang dilakukan oleh PA
Hasil : PA sudah mengisi dokumentasi dengan baik dan benar
Evaluasi : Selalu monitoring dan lakukan bimbingan segera bila ditemukan
pendokumentasian yang kurang
7. Membantu dan memfasilitasi terlaksananya kegiatan PA
Hasil : PP membantu PA dalam mengatar klien hemodialisa
Evaluasi : Kerjasama yang baik diperlukan demi terklaksananya asuhan keperawatan
pada klien
8. Melakukan tindakan keperawatan yang bersifat terapi keperawatan dan tindakan
keperawatan yang tidak dapat dilaksanakan oleh PA
Hasil : Memberi posisi klien miring kanan dan kiri tiap 2 jam
Evaluasi : keluarga terlibat dalam proses keperawatan agar memaksimalkan hasil yang
diharapkan
9. Mendampingi dokter visite klien dibawah tanggungjawabnya
Hasil : Mendampingi dokter spesialis penyakit dalam yang visite
Evaluasi : mengetahui perkembangan medis klien yang menjadi tanggungjawabnya
10. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat catatan perkembangan klien
setiap hari
Hasil : PP membuat catatan soap setiap pagi dan siang sebelum operan
Evaluasi : catatan soap harus berkesinambungan dan sesuai dengan situasi dan kondisi
yang ada
11. Memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dan kelurga
Hasil : menjelaskan tentang penyakit, prosedur dan kendala yang dihadapi perawat
dalam merawat klien
Evaluasi : memudahkan perawat dalam melakukan intervensi pada kondisi klien yang
sulit, misalnya mengambil darah pada esktemitas yang oedem.

B. Peran Dalam Pengelolaan Ruangan


Tanggal : 13 Juni 2016
Peran Sebagai Perawat Primer
Nama Anggota : 1. Yulia ( perawat asosiet )
2. Valent (perawat asosiet )

I. Identifikasi masalah
1. Klien Bed 1
Ku : sedang, kesadaran : sadar, GCS = 15, TD = 120/80 mmHg, T = 35,6, RR = 18
x/menit, HR = 89 x/menit, keluhan = nyeri dada sebelah kiri sudah berkurang ( skala
nyeri 3-4), malam tidak bisa tidur, porsi makan dihabiskan, terpasang infuse dilengan
kiri, tingkat ketergantunagn klien partial
2. Klien Bed II
Ku = lemah, kesadaran = sadar, GCS = 15, Td = 145/90 mmHg, T = 36,5, RR = 22
x/menit, HR = 92 x/menit, keluhan = nyeri didaerah abdomen (skala nyeri 2-3), sesak
bila nyeri timbul, oedem didaerah perut dan ekstremitas bawah, rencana Hemodialisa
hari ini,terpasang venplon dilengan kanan, cek gula darah jam 06.00 hasil high,
tingkat ketergantungan klien partial
3. Klien Bed III
Ku : lemah, kesadaran : somnolent/gelisah, GCS = 12, TD = 150/90 mmHg, T =38,6,
RR = 24 x/menit, HR = 98 x/menit, keluhan = nyeri dan gelisah, dite,ukan luka
decubitus grade 2 dengan diameter 8x10 cm, malam tidak bisa tidur, terpasang dower
cateter, terpasang NGT,terpasang infuse dilengan kiri, tingkat ketergantunagn klien
total care.
4. Klien Bed IV
Ku : sedang, kesadaran : sadar, GCS = 15, TD = 130/90 mmHg, T = 36,6, RR = 20
x/menit, HR = 86 x/menit, keluhan = nyeri didaerah perut sampai dengan tungkai
kanan yang oedem( skala nyeri 3-4), malam bisa tidur, porsi makan dihabiskan,
terpasang infuse dilengan kanan, tingkat ketergantungan klien mandiri

Perencanaan Penyelesaian Masalah :

Klien bed 3 (ny. Tm), masalah yang ditemukan adalah luka decubitus grade 2, dengan
diameter 8x10 cm, perencanaan perawatannya yaitu meliputi ;

1. Kaji luka decubitus


2. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital
3. Lakukan perawatan luka decubitus setiap hari
4. Ganti laken klien setiap hari
5. Pasang kasur decubitus
6. Posisikan klien miring kanan dan kiri tiap 2 jam
7. Libatkan keluarga dalam perawatan klien terutama dalam perubahan posisi
8. Pasang pampers bila diperlukan
9. Lakukan monitoring hasil laboratorium ( cek kadar gula darah, albumin)
10. Kolaborasi dengan tim gizi untuk meningkatkan status gizi klien
11. Kolaborasi dengan tim medis dalam perawatan luka decubitus

II. Implementasi, kendala dan penyelesaiannya


Implementasi pada masalah yang ditemukan :
1. Mengkaji luka decubitus
2. Mengobservasi keadaan umum dan tanda-tanda vital
3. melakukan perawatan luka decubitus setiap hari
4. Mengganti laken klien setiap hari
5. Memasang kasur decubitus
6. Memposisikan klien miring kanan dan kiri tiap 2 jam
7. Melibatkan keluarga Berkolaborasi dengan tim medis dalam perawatan luka decubitus
8. Tidak ditemukan kendala dalam perawatan klien terutama dalam perubahan posisi
9. Melakukan monitoring hasil laboratorium ( cek kadar gula darah, albumin)

10. Berkolaborasi dengan tim gizi untuk meningkatkan status gizi klien
Kendala :
yang berarti, keluarga kooperatif dan semua intervensi yang direncakan dapat dilakukan ,
hanya ditemukan kendala dalam pengambilan darah karena kondisi klien yang oedem dan
bekas tusukan yang banyak sehingga menyulitkan perawat dalam mengambil darah untuk
pemeriksaan labboratorium
Penyelesaian :
Dilakukan pendidikan kesehatan dan komunikasi efektif terhadap keluarga klien sebelum
dilakukan pengambilan darah, sehingga digarapkan keluarga memahami dan mengetahui
tentang prosedur dan tingkat kesulitan yang dihadapi oleh perawat dalam melakukan
implementas ipada klien.

III. Evaluasi
Setelah dilakukan implementasi keperawatan sesuai dengan permasalahan diharapkan
luka decubitus yang ditemukan grade2 tidak meningkat menjadi lebih parah, klien akan
merasa lebih nyaman dan luka yang ditemukan dapat membaik dan kondisi klien secara
keseluruhan membaik.

IV. Pembahasan
Klien dengan kondisi kesadaran menurun, posisi tirah baring terus menerus dan terjadi
peningkatan suhu tubuh memiliki kemungkinan atau potensial besar terjadinya decubitus,
pentingnya evaluasi dan observasi tanda-tanda decubitus secara dini untuk mencegah
terjadinya decubitus, bila telah terjadi decubitus seperti masalah yang ditemukan oleh PP
maka diperlukan tindakan keperawatn segera dan tepat agar luka decubitus yang
ditemukan tidak berlanjut dan tambah parah.

V. Evaluasi diri
PP harus lebih jeli dan lebih meningkatkan ilmu dan pengalamannya sehingga dapat lebih
awal mencegah terjadinya decubitus pada klien yang memiliki potensi besar terjadi
decubitus.

Mahasiswa Pembimbing

(Rustina Susanti) ( )