Anda di halaman 1dari 12

Judul Jurnal : Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Depresi pada Pasien

Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialysis di Unit Hemodialisa RS


Telogorejo Semarang.

No Komponen Hasil analisis Komentar


yang di analisis
1. Alasan Karena makin meningkatnya pasien Pengambilan judul sudah
pengambilan GGK, dan kini tak hanya menyerang baik, karena sudah
judul usia dewasa saja namun juga pada memperhatikan kondisi
usia muda. Banyak perawat yang pada pasien HD yang
hanya memberikan asuhan mengalami masalah
keperawatan melihat pada kondisi psikologis yang selama ini
fisik saja, namun beberapa penelitian mungkin kurang
menunjukkan bahwa pasien GGK diperhatikan oleh perawat.
yang menjalani HD juga mengalami
masalah psikis seperti depresi, stress,
dsb. Sehingga diharapkan untuk
perawat agar menerapkan intervensi
khusus untuk mengurangi beban
pikiran pasien dengan treatment yang
tepat.
2. Pendahuluan 1. Seriousness / keseriusan 1. Seriousness /
masalah : keseriusan masalah :
Jika rasa depresi atau beban Peneliti sudah
psikologis pada pasien GGK tidak mengambarkan
diperhatikan, maka akan semakin keseriusan masalah
memperburuk keadaan pasien. Rasa yang akan diteliti
putus asa, pesimis dengan keadaan sesuai dengan judul
membuat pasien semakin tidak penelitian yang diambil
bersemangat menjalani HD rutin
yang harus dilakukan seumur
hidupnya, sehingga hal tersebut
dapat menyebabkan kematian. 2. Magnitude / besarnya
2. Magnitude / besarnya masalah:
masalah:
Di Negara berkembang lainnya,
Besarnya masalah yang
insiden ini diperkirakan sekitar 40- diteliti sesuai dengan apa
60 kasus perjuta penduduk yang ada di masyarakat
pertahun, pada akhir tahun 2009 Indonesia saat ini,
lebih dari 871.000 orang dirawat dimana angkan gagal
dengan End Stage Renal Disease ginjal semakin meningkat
(ESRD). prevalensinya dari tahun
Ketua Perhimpunan Nefrologi
ke tahun.
Indonesia (Penefri) dalam Koran
Tempo yang diterbitkan tanggal 6
Maret 2012 menyatakan bahwa
terdapat 12,5% populasi yang
memiliki gangguan ginjal.
3. Previous study / penelitian
sebelumnya :
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
3. Previous study /
Tengah dalam profil kesehatan 2004
penelitian
menunjukkan rata-rata kasus
sebelumnya:
gangguan fungsi ginjal sebesar
Peneliti sudah
169,54 kasus di Jawa Tengah.
mencantumkan beberapa
Hal ini didukung oleh hasil
penelitian yang dilakukan
penelitian sebelumnya yang
sebelumnya berkaitan
dilakukan oleh Wahyudi (2012)
dengan penelitian yang
yang mengatakan bahwa angka
diambil saat ini sehingga
kematian pasien GGK yaitu sebesar
data yang diperoleh
27 (62,8%) dari 43 pasien.
4. Benefit of the study / manfaat saling mendukung satu
penelitian : sama lain.
Penelitian ini sangat membantu
Pada tahun 2004
perawat, mahasiswa keperawatan,
penderita penyakit GGK
pasien maupun keluarga dalam
sudah banyak.
mengembangkan asuhan
Berdasarkan penelitian
keperawatan yang berkualitas
Dinas Kesehatan Provinsi
dalam memenuhi kebutuhan
Jawa Tengah sudah
psikologis pasien dengan HD, dan
banyak namun untuk
juga keuntungan untuk pasien agar
penderita GGK dengan
dapat mengurangi beban pikiran
serta mempunyai harapan hidup End Stated Renal Disease
yang besar. (ESRD).
4. Benefit of the study /
manfaat penelitian :
Peneliti sudah dengan
jelas menyebutkan
manfaat dari penelitian
ini bahwa dengan tekni
realsasi otot progresif
dapat membantu
menurunkan angka
depresi atau cemas pada
pasien dengan GGK yang
menjalani terpi
hemodialysis. Teknik
relaksasi sangat
berpengaruh pada
penurunan tingkat depresi
pada pasien yang
menjalani terapi
hemodialysis.

3. Metode 1. Jenis penelitian 1. Jenis penelitian


penelitian Jenis penelitian ini menggunakan yang digunakan
rancangan quasi eksperimen sudah sesuai,
dengan jenis rancangan pre test dimana peneliti
dan post test non equivalent menggunakan
control group. rancangan pre test
2. Populasi dan sampel penelitian dan post test untuk
Populasi dalam penelitian ini mengetahui
yaitu pasien dengan CKD/ gagal seberapa besar
ginjal stadium akhir yang tingkat depresi pada
menjalani HD rutin dan memiliki pasien dengan
masalah psikologis di Unit GGK yang
Hemodialisa RS. Telogorejo menjalani terapi
semarang. Sampel yang di ambil hemodialysis
untuk penelitian ini berjumlah 36 sebelum dan
responden terbagi menjadi 18 sesudah terapi
responden untuk kelompok diberikan.
2. Peneliti tidak
intervensi dan 18 responden untuk
mencantumkan
kelompok kontrol.
secara mendetail,
3. Kriteria sampel penelitian
alangkah baiknya
Kriteria sampel penelitian ini
peneliti
adalah pasien yang menjalani
mencantumkan
terapi hemodialysis dengan fungsi
berapa populasi
ginjal/ Laju Filtrasi Glomerulus
penelitian sehingga
(LFG) kurang dari 15 ml/menit.
pembaca bisa
mengetahui berapa
jumlah populasi
yang di teliti.
3. Peneliti sudah tepat
mencantunkan
kriteria dari sampel
penelitian yaitu
pasien yang
mengalami GGK
dan menjalani
terapi hemodialysis
sesuai dengan judul
dan permasalahan
yang di angkat.
4. Analisis 1. P (Problem and Population) 1. Peneliti sudah
(PICO) Permasalahan yang muncul mencantumkan
untuk dilakukan penelitian ini problem dan
adalah di ruang Hemodialisa RS populasi yang
Telogorejo Semarang didapatkan digunakan dalam
hasil 3 dari 5 pasien yang penelitiannya.
mengalami tanda-tanda depresi
antara lain merasa sedih, bersalah
dan kecewa terhadap diri
sendiridan belum ada intervensi
khusus untuk menangani masalah
psikososial pasien dengan Gagal
Ginjal Kronik (GGK) yang
menjalani hemodialysis.
Populasinya adalah pasien CKD
dengan HD rutin namun tidak
disebutkan berapa jumlahnya,
hanya saja peneliti menjelaskan
jumlah sampel yang diambil yaitu
sebannyak 36 responden yang
dibagi menjadi dua kelompok
yaitu 18 responden kelompok
intervensi dan 18 responden
dengan kelompok kontrol.
2. I (Intervention) 2. Peneliti sudah
Salah satu teknik yang dapat mencantumkan
digunakan untuk mengurangi jenis intervensi
depresi yaitu dengan yang bisa
menggunakan teknik relaksasi diteraokan yaitu
otot progesif atau Progresive dengan adanya
Muscle Relaxation (PMR). PMR tekik relaksasi
merupakan teknik relaksasi yang progresif yang
dilakukan dengan cara pasien bertujuan untuk
menegangkan dan melemaskan mengurangi tingkat
otot secara berurutan dan kecemasan pada
memfokuskan perhatian pada pasien dengan GGk
perbedaan perasaan yang dialami yang menjalani
antara saat otot rileks dan saat otot terapi hemodialysis.
tersebut tegang
3. C (Comparison, jika ada) 3. Peneliti tidak
Tidak terdapat pembanding yang mencantmkan
disebutkan dalam penelitian ini. pembanding dalam
penelitian ini,
seharusnya peneliti
4. O (Outcome) mencantumkan
Untuk mengetahui pengaruh pembanding untuk
relaksasi otot progresif terhadap mengetahui
tingkat depresi pada pasien gagal seberapa besar
Ginjal Kronik (GGK) yang tingkat keberhasilan
menjalani terapi hemodialysis di yang diperopleh
Unit Hemodialisis RS. Telogorejo dari penelitiannya
Semarang. atau dari penelitian
sebelumnya yang di
lakukan oleh orang
lain dengan topic
dan permasalahan
yang sama.

4. Peneliti dengan
baik menjelaskan
maksud dan tujuan
dilakukannya
penelitian ini, yaitu
peneliti ingin
mengetahui
pengaruh dari
teknik relaksasi
progresif (PMR)
untuk membantu
menurunkan tingkat
kecemasan pada
pasien dengan GGk
yang menjalani
terapi hemodialisi.
5. Teknik Teknik yang digunakan untuk Peneliti sudah dengan baik
intervensi mengurangi depresi pada pasien mencantmkan intervensi
Ginajl Kronik (GGK) yang menjalani yang diberikan pada pasien
terapi hemodialysis yaitu dengan dengan GGK yang
menggunaan teknik relaksasi menjalani terapi
progresif atau Progresive Muscle hemodialysis, mulai dari
Relaxation (PMR). PMR merupakan definisi, tujuan dan cara
teknik relaksasi yang dilakukan menerapkan terapi tersebut
dengan cara pasien menegangkan dan secara mendetail.
melemaskan otot secara berurutan
dan memfokuskan perhatian pada
perbedaan perasaan yang dialami
antara saat otot rileks dan saat otot
tersebut tegang.
PMR bermanfaat untuk
meningkatkan produksi melatonin
dan serotonin serta menurunkan
hormon stres kortisol. Melatonin
dapat membuat tidur nyenyak yang
diperlukan tubuh untuk memproduksi
penyembuh alami berupa human
growth hormone, sedangkan
pengaruh serotonin ini berkaitan
dengan mood, hasrat seksual, tidur,
ingatan, pengaturan temperatur dan
sifat-sifat sosial.. Selain itu, teknik ini
juga dapat mengurangi ketegangan
otot, menurunkan laju metabolisme,
meningkatkan alfa otak (yang terjadi
ketika klien sadar, tidak
memfokuskan perhatian, dan rileks),
meningkatkan rasa kebugaran,
meningkatkan konsentrasi, dan
memperbaiki kemampuan untuk
mengatasi stressor.
PMR dapat membantu seseorang
merasa rileks ketika sedang stres.
Bernapas dalam dan perlahan serta
menegangkan beberapa otot selama
beberapa menit setiap hari dapat
menurunkan produksi kortisol sampai
50%. Kortisol (cortisol) adalah
hormon stres yang bila terdapat dalam
jumlah berlebihan akan mengganggu
fungsi hampir semua sel dalam tubuh.
6. Instrumen Peneliti menggunakan rancangan Peneliti sudah
penelitian quasi eksperimen dengan jenis mencantumkan instrument
rancangan pretest test dan post test yang digunakan dalam
nonequivalent control grup. pada penelitisnnys ysitu berupa
kelompok intervensi diberikan test yang diberikan kepada
relaksasi otot progresif , sedangkan pasien sebelum dan setelah
kelompok kontrol tidak diberikan intervensi diberikan.
relaksasi otot progresif.
7. Hasil dan 1. pada analsis Univariat didapatkan Peneliti sudah dengan baik
kesimpulan hasil ; mendeskripsikan hasil
a. Usia (sebagian besar pasien
penelitiannya berupa data
HD ini pada kelompok usia
analisis univariat dan
dewasa yaitu 26-65 tahun,
bivariate sehingga
sebanyak 32 responden,
pembaca lebih mudah
88,9%)
memahami isi dari
b. Jenis kelamin ( sebagian besar
penelitiannya. Hasil yang
pasien yang menjalani HD
didapat adalah, dengan
yaitu laki-laki , sebanyak 21
diberikannya teknik
responden , 58,3%),
c. Tingkat pendidikan ( sebagian relaksasi otot progresif
besar pada tingkat pendidikan dapat membantu
SMA , 20 responden, 55,6%) menurunkan tingkat
d. Lama menjalani HD
kecemasan pada pasien
(sebagian besar masalah
dengan GGK yang
psikis menyarang pada pasien menjalani hemodialysis.
HD rutin dengan rentang Keberhasilan intervensi
waktu >3 tahun , yaitu 14 akan semakin bagus
responden, 38,9%) apabila teknik OMR ini
e. Tingkat depresi (tingkat
dikombinasikan dengan
depresi sebelum diberikan
teknik nafas dalam
intervensi pada 13 responden
sehingga pasien merasa
yaitu depresi ringan, 4 respon
lebih rileks dan nyaman.
dengan depresi sedang dan 1
respon depresi berat ) . pada
kelompok kontrol tingkat
depresi nya 12 respon dengan
depresi ringan, 6 responden
depresi sedang.
2. pada analisi Bivariat didapatkan
hasil : hasil penelitian
menunjukan bahwa ada pengaruh
PMR pada tingkat depresi pada
pasien CKD yang menjalani HD,
pada kelompok intervensi dapat
menurunkan tingkat depresi lebih
baik dibanding dengan kelompok
kontrol. Pada pemberian PMR,
responden dilatih dari gerakan
awal sampai akhir, dengan cara
meregangkan dan melemaskan
otot, dengan tujuan agar
responden dapat membedakan
sensasi pada saat otot
berkontraksi maupun relaksasi,
serta diminta untuk nafas dalam.
3. Pemberian Intervensi
menggunakan PMR yang
dikombinasi dengan nafas dalam
dapat menurunkan tingkat depresi
pada pasien CKD yang menjalani
HD secara rutin.
8. Referensi Alam, S., & Hadibroto, I. (2007). Peneliti sudah
Gagal Ginjal. Jakarta: Gramedia mencantmkan banyak
Baradero, M., Dayrit, M.W., & referesni yang diginakan
Siswadi, Y.(2009). Seri Asuhan dalam melakukan
Keperawatan Klien Gangguan penelitian ini. Referensi
Ginjal. Jakarta : EGC yang digunakan sudah
Hartono, LA. (2007). Stress & sesuai dengan
Stroke.Yogyakarta: Kanisius permasalahan yang diteliti
Hawari, D. (2013). Manajemen Stres dan tahun terbit dari
Cemas dan Depresi. Jakarta: masing-masing referensi
FKUI juga masih yang terbaru.
Kozier, Erb, Berman & Snyder,
(2011).Buku Fundamental
Keperawatan Konsep, Proses
dan Praktik Volume 1. Jakarta:
EGC
9. Penerapan 4. Ditekankan pada perawat yang Peneliti sudah
jurnal di unit bekerja di unit hemodialysis mencantumkan maksud
hemodialisa untuk meningkatkan mutu dari jurnal penelitian ini
pelayanan dalam pemberian bahwa dengan
asuhan keperawatan pada pasien dierapkannya teknik PMR
yang menjalani hemodialysis ini bisa meningkatkan
dengan memperhatikan kondisi mutu pelayanan
psikis pasien, serta menerapkan keperawatan khsusnya bagi
PMR dikombinasi dengan nafas perawat HD yang bekerja
dalam untuk mengurangi beban di unit hemodialysis.
fikiran/ stress/ depresi yang
dialami oleh pasien HD.
10. Kesimpulan Ada beberapa faktor yang Peneliti sudah dengan baik
mempengaruhi terjadinya GGK, yaitu menyimpulkan isi
: penelitiannya bahwa
a) Usia, dipengaruhi oleh gaya hidup dengan diberikannya
orang dewasa seperti konsumsi intervensi PMR terdapat
minuman energi (kafein, taurin, perbedaan yang signifikan
kalium, Na, vit.C dosis tinggi & antara pasien dengan
bikarbonat), pola makan tinggi kelompok control dan
lemak tidak diimbangi dg minum kelompok intervensi untuk
air putih dan makanan berserat G3 tingkat kecemasan pada
metabolisme lemak LDL & pasien dengan GGK yang
Trigliseride meningkat HT menjalani terapi
berkepanjangan fungsi ginjal hemodialysis khususnya
bekerja lebih keras. yang diberikan PMR
b) Jenis kelamin, sebagian besar tersebut.
penderita GGK yaitu laki-laki
biasanya mempunyai kebiasaan
merokok dan alkoholik HT
kepanjangan upaya kompensasi
ginjal LFG turun GGK.
c) Tingkat pendidikan, lebih tinggi
tingkat pendidikan maka
aktifitasnya semakin berat shg
menyebabkan tegang dan stress
merangsang kelenjar pd ginjal utk
mengeluarkan hormon adrenalin
memacu jantung lbh kuat & cepat
auto HT GGK.
d) Lama menjalani HD, responden
terdiagnosa lebih awal shg pada
stadium akhir harus menjalani HD
seumur hidup. Jika dihubungkan dg
tingkat pendidikan, maka smakin
tinggi pendidikannya akan semakin
sadar utk mencari perawatan &
pengobatan penyakit yang dialami.
11. Rekomendasi 1. Bagi rumah sakit dan tenaga medis, Peneliti sudah memberikan
Sebaiknya harus memperhatikan rekomndasi atas
masalah fisik dan juga psikologis penelitiannya ke beberapa
pasien dengan CKD yang pihak terkait seperti rumah
menjalani hemodialysis rutin agar sakit, instansi pendidikan,
pasien dapat menerima dan perkembangan ilmu
kehidupannya dan mengurangi keperawatan khususnya.
rsiko depresi berat/ stress, serta
memberikan intervensi yang tepat
dalam mengurangi keadaan depresi
pasien.
2. Bagi pendidikan keperawatan,
Untuk bahan update ilmu mengenai
dunia hemodialisa terutama pada
asuhan keperawatan psikis
mengenai pasien CKD dengan HD
rutin.
3. Bagi perkembangan ilmu
keperawatan
Untuk peneliti selanjutnya
diharapkan dapat mengambil
sampel yang lebih besar sehingga
didapatkan data yang lebih lengkap,
serta beberapa faktor yang
mempengaruhi juga perlu
diperhatikan.