Anda di halaman 1dari 12

Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

2. ALAT KERJA DAN ALAT UKUR


PADA PENGOPERASIAN GARDU DISTRIBUSI

2.1. PERSYARATAN TEKNIS PADA ALAT KERJA DAN ALAT UKUR

Penggunaan alat kerja dan alat ukur pada pekerjaan pengoperasian Gardu Distribusi
biasanya untuk pemeriksaan / pengujian kelayakan peralatan / instalasi gardu
sebelum dioperasikan.

Terutama untuk alat ukur diperlukan yang mempunyai kelas akurasi yang tinggi agar
hasil yang didapatkan benar-benar valid, sehingga dapat menjamin pengoperasian
gardu distribusi dengan aman.

Ketelitian hasil ukur ditentukan oleh 2 ( dua ) hal, yaitu :

Kondisi alat ukur, yaitu ketelitiannya harus sesuai dengan yang .


Ketelitian alat ukur dapat berkurang disebabkan antara lain, umur alat ukur
yang memang sudah melebihi yang direncanakan sehingga mengalami
kerusakan atau sumber listrik yang harusnya terpasang dengan kondisi
tertentu, sudah tidak memenuhi seperti yang dipersyaratkan.

Operator atau pengguna alat ukur tidak memahami cara yang benar,
sehingga terjadi kesalahan pemakaian atau cara membaca skala salah
padahal alat ukur pada kondisi yang baik.
Alat ukur yang dimaksud disini selain merupakan alat yang menghasilkan
nilai dengan satuan listrik maupun mekanik, ada alat yang hanya
menunjukkan indikasi benar atau tidaknya suatu rangkaian / sirkit. Alat seperti
ini disebut dengan indikator.

Yang perlu diperhatikan pada alat ukur adalah kesesuaian batas ukur alat ukur dan
batas kapasitas / kemampuan peralatan yang akan diuji.

Contoh, untuk menguji tahanan isolasi trafo distribusi tegangan kerja meger yangb
dapat digunakan ada 2 ( dua ) yaitu meger dengan tegangan maksimal 1.000 V
untuk mengukur tahanan isolasi kumparan tegangan rendah dengan body dan
tegangan maksimal 10.000 V untuk mengukur tahanan isolasi kumparan tegangan
tinggi dengan kumparan tegangan rendah atau body. Bila penggunaan terbalik,

34
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

maka ada 2 ( dua ) kemungkinan yang akan terjadi, yaitu hasil uji yang tidak valid
atau isolasi trafo akan bocor.

2.2. MACAM-MACAM ALAT KERJA DAN PENGGUNAANNYA PADA PENG-


OPERASIAN GARDU DISTRIBUSI

2.2.1. Sarung Tangan Dan Sarung Lengan

Kegunaan : melindungi tangan dan lengan terhadap bahaya listrik, mekanik,


kimia, panas dan lain-lain.
Spesifikasi : Daya sekat 1.000 V; 1 6 KV; > 6 KV.
Bahan : Katun, nylon, kulit, lapisdan asbes dan bahan sintetis lainnya.
Ukuran : Pendek : 100 200 mm; 225 250 mm ; 275 300 mm.
Panjang : 360 375 mm; 400 425 mm; > 450 mm

2.2.2. Topi Pelindung / Helm

Kegunaannya untuk melindungi kepala terhadap bahaya listrik, mekanik, kimia


panas.
Bahan dari polyethylene, plastik, katun, aluminium dan bahan sintetis lainnya.

35
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

2.2.3. Sepatu Laras / Penyelamat

Kegunaannya untuk melindungi kaki terhadap bahaya listrik, mekanik, kimia, panas
Spesifikasi : daya sekat 1- 6 KV ; 6 20 KV
Bahan : Karet, kulit, kanvas dan bahan sintetios lainnya
Ukuran : dari SII SP 114 1980 ; Standar nomor sepatu

Keterangan Nomor Panjang Tinggi


A B ( mm ) ( mm )

Kecil ( S ) 33 37 14 219 246 < 120


120 370

Sedang( M ) 38 40 5 - 6 253 260 < 120


120 370
7-8 < 120
Besar ( L ) 431 - 45 273 - 285 120 370

Catatan :
Perlu dipilih sepatu yang bersol anti slip dan lapisan penahan celana pada laras

2.2.4. Pakaian Kerja

36
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

Kegunaan : melindungi badan terhadap bahaya listrik, panas dan lain-lain


Spesifikasi : Besar ( LL ), Besar ( L ), Sedang ( M ), Kecil ( S ) .
Bahan : katun, karet, Polyethylene, Campuran lapisan asbes, timah hitam dan
bahan sintetis lainnya.

2.2.5. Sabuk Pengaman

37
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

Kegunaannya untuk melindungi petugas dari bahaya jatuh pada waktu bekerja di
tempat yang tinggi

2.2.6. Tongkat Hubung Tanah / Tongkat Pentanahan

Kegunaannya untuk hilangkan tegangan sisa pada instalasi tegangan tinggi yang
sudah dipadamkan.
Bahan nya, embaga, alumunium dengan tangkai bahan isolasi
Ukuran : panjang 150 cm, 200cm, 250 cm, diameter () : 3,125 cm
panjang kabel 500 cm klem pentanahan 98 % CU
Catatan : perlu disimpan dalam kotak atau ruang tertutup, sehingga tarhindar
dari benturan dan kelembaban

38
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

2.2.7. Tangga
Kegunaanya untuk mempermudah petugas bekerja di tempat yang tinggi
Spesifikasi : Harus dilengkapi kawat pentanahan dan dapat mudah dipindah-
pindah
Bahan : Alukinium, kayu, bambu yang mempunyai daya sekat 1.000 V dan Fiber-
glaas.
Ukuran Tinggi :
Besar : 12 meter
Sedang : 5 7 meter
Kecil : 2 4 meter
Jarak jenjang : 45 cm
Lebar : 60 cm
Daya dukung : minimal 100 kg

39
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

2.2.8. Alas Pengaman

Kegunaannya sebagai tempat petugas berdiri dan bekerja pada peralatan yang
bertegangan, agar terhindar dari bahaya tegangan sentuh.
Bahan karpet plastik, kayu kering lapisan karet, bangku atau plastik tebal yang
mudah dipindah-pindahkan.

Ukuran :
Ukuran
Panjang Lebar Tinggi
Tebal Ket
(cm) (cm) (cm)
Kelas
Kayu 60 120 6-10
Karet 60 120 0,6 1,2c

40
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

2.3. MACAM-MACAM ALAT UKUR DAN PENGGUNAANNYA PADA


PENGOPERASIAN GARDU DISTRIBUSI

2.3.1. Multi Tester

Biasa disebut juga dengan AVO meter digunakan :

Untuk mengukur tegangan keluaran trafo


Untuk mengukur arus beban gardu
Untuk mengukur kontinyuitas sirkit

2.3.2. Meter Tahanan Isolasi

Biasa disebut Meger, untuk mengukur tahanan isolasi instalasi tegangan


menengah maupun tegangan rendah.

41
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

Untuk instalasi tegangan menengah digunakan Meger dengan batas ukur Mega
sampai Giga Ohm dan tegangan alat ukur antara 5.000 sampai dengan 10.000 Volt
arus searah.

Untuk instalasi tegangan rendah digunakan Meger dengan batas ukur sampai
Mega Ohm dan tegangan alat ukur antara 500 sampai 1.000 Volt arus searah.

Ketelitian hasil ukur dari meger juga ditentukan oleh cukup tegangan batere yang
dipasang pada alat ukur tersebut

2.3.3. Meter Tahanan Pentanahan

Biasa disebut dengan Meger Tanah atau Earth Tester, digunakan untuk mengukur
tahanan pentanahan kerangka kubikel dan pentanahan kabel. Terminal alat ukur
terdiri dari 3 ( tiga ) buah, 1 ( satu ) dihubungkan dengan elektroda yang akan

42
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

diukur nilai tahanan pentanahannya dan 2 ( dua ) dihubungkan dengan elektroda


bantu yang merupakan bagian dari alat ukurnya. Ketelitian hasil tergantung dari
cukupnya energi yang ada pada batere.

2.3.4. Meter Urutan Fasa

Banyak nama yang dipakai untuk menyebutkan alat ini, misalnya : Phase Squence
Indicator, Drivelt meter, meter medan putar.

43
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

Gunanya untuk memeriksa urutan fasa pada saat tegangan keluaran trafo
diatribusi, yang masing dihubungkan ke terminal kontrol tegangan yang biasanya
menjadi satu dengan lampu indikator.

2.3.5. Tester 20 KV

Untuk memeriksa adanya tegangan pada kabel masuk / keluar kubikel

2.3.6. Kunci Momen ( Torque Wrench )

Alat ini merupakan alat untuk mengencangkan pengikatan mur baut yang
sekaligus mengukur momen yang terjadi. Ada beberapa macam bentuknya : antara

44
Alat Kerja dan Alat Ukur pada Pengoperasian GI

lain dikencangkan sambil dibaca momennya, disetel momennya terlebih dulu baru
dilakukan pengencangan.

Besarnya torsi yang dibutuhkan untuk pengencangan mur baut sebanding


dengan diameter ulir baut. Untuk mengukur diameter ulir digunakan jangka sorong
( sitmat )

45

Beri Nilai