Anda di halaman 1dari 3

PENTINGNYA ILMU HUMANIORA DALAM PROFESI BIDAN

Ilmu kebidanan dan Ilmu Humaniora, sebenarnya 2 ilmu yang berbeda antara
satu dengan yang lain. Namun, ternyata keduannya memiliki hubungan yang saling
melengkapi. Pelayanan kebidanan tanpa dilandasi konsep humaniora bisa
dikategorikan tindak kriminal karena baik secara langsung maupun tidak langsung,
tindakan tidak manusiawi tersebut akan merampas hak klien sebagai pengguna
layanan kebidanan. Hal ini tentunya merugikan bagi pengguna jasa maupun pelaksana
pelayanan dalam hal ini adalah bidan. Bagi bidan yang tidak menerapkan ilmu
humaniora bisa dikatakan telah melanggar kode etiknya dan kepadanya diberikan
sanksi yang tegas atas kelalaian yang dibuat baik sengaja maupun tidak disengaja.

Pengertian Humaniora
Menurut bahasa latin, humaniora disebut artes liberales yaitu studi tentang
kemanusiaan. Sedangkan menurut pendidikan Yunani Kuno, humaniora disebut
dengan trivium, yaitu logika, retorika dan gramatika. Pada hakikatnya humaniora adalah
ilmu-ilmu yang bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mencakup etika,
logika, estetika, pendidikan pancasila, pendidikan kewarganegaraan, agama dan
fenomenologi. Yang sering disebut sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU).

Pengertian Ilmu Kebidanan


Kebidanan adalah satu bidang ilmu yang mempelajari keilmuan dan seni yang
mempersiapkan kehamilan, menolong persalinan, nifas dan menyusui, masa interval
dan pengaturan kesuburan, klimakterium dan menopause, bayi baru lahir dan balita,
fungsifungsi reproduksi manusia serta memberikan bantuan/dukungan pada
perempuan, keluarga dan komunitasnya
Pelayanan kebidanan adalah bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar (teregister) yang dapat dilakukan secara
mandiri, kolaborasi atau rujukan. Pengerucutan dari pelayanan kebidanan ini adalah
pemberian asuhan kebidanan yaitu proses pengambilan keputusan dan tindakan yang
dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya
berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan

Alasan Penerapan Humaniora dalam Ilmu Kebidanan


Telah dijelaskan diatas, bahwa humaniora secara singkat diartikan sebagai ilmu
untuk memuliakan manusia baik dari segi fisik maupun psikis.
Lantas, alasan apa yang menyebabkan humaniora ini bisa sangat penting artinya
diterapkan dalam pelayanan kebidanan? Beberapa alasan untuk menunjang dan
menjawab dari pertanyaan tersebut antara lain:
a) Bidan sebagai barisan pertama dalam masyarakat untuk menangani masalah
kesehatan. Hal ini menambah peluang bidang untuk menangani masalah
kemasyarakatan yang sangat memerlukan aturan humaniora dalam menjalankan
kehidupannya.
b) Bidan sebagai pelayan kesehatan yang menangani mempersiapkan kehamilan,
menolong persalinan, nifas dan menyusui, masa interval dan pengaturan kesuburan,
klimakterium dan menopause yang keseluruhan mencagkup setengah dari masa
kehidupan manusia.
c) Bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat yang mana
berhadapan langsung dengan masyarakat itu sendiri. Bidan seringkali dianggap
sebagai seseorang yang tau segala hal, mampu mengobati banyak penyakit baik
yang berhubungan dengan kebidanan maupun masalah kesehatan secara umum.
d) Bidan sebagai komponen sosial di masyarakat yang menunjukkan empatinya di
hadapan anggota keluarga, sehingga tercermin bahwa keputusan yang dia ambil
semata-mata memang untuk kepentinggan masyarakat.
c) Bidan memiliki peluang besar dalam hal aborsi, pembatasan kelahiran yang hingga
kini masih menjadi teka-teki masih kurang jelasnya status ilegal dari aborsi.

Penerapan Ilmu Humaniora dalam Memberikan Pelayanan Kebidanan


a) Pemberian Asuhan Kebidanan.
Dalam memberikan pelayanan kepada klien, bidan harusnya memenuhi kode
etik dan sumpah profesi yang telah dilakukan sebelum terjun menjadi bidan antara
lain :
Kewajiban bidan terhadap klien dan masyrakat (6 butir)
Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir)
Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan (2 butir)
Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir)
Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir)
Kewajiban bidan terhadap pemerintah, nusa bangsa dan tanah air (2 butir)
Kode etik inilah yang menjadi pembatas tindakan-tindakan yang boleh dan tidak
boleh dilakukan oleh bidan yang tentunya harus dilandasi ilmu humanira sehingga
mampu memuliakan klien.
b) Aborsi
Aborsi adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang
mengakibatkan kematian janin. Aborsi ini menjadi illegal bila dilakukan dengan
sengaja khusunya dalam hal ini adalah dilakukan oleh tenaga bidan untuk
menghentikan kehamilan kliennya.
Ilmu humaniora di sini sangat dibutuhkan sabagai penguat dasar kode etik bidn,
secara otomatis bidan yang memegang teguh kode etik dan memegang konsep
humaniora tidak akan melakukan aborsi ini. Karena selain bukan merupakan
kewenangannya, juga diluar dari kode etiknya.
c) Pembatasan Kehamilan
Semakin melunjaknya jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan
meningkatnya sumber daya alam yang dibutuhkan memacu adanya prosedur
diberlakukannya pembatasan kehamilan. Dalam hal ini merujuk pada 2 sistem
pembatasan kelahiran yaitu promotif untuk memiliki 2 anak saja dan adanya
keluarga berencana. Sebenarnya KB ini dapat memicu kontra terkait pelanggaran
hak manusia dalam meneruskan keturunan. Namun setelah dikaji lebih mendalam,
hal ini tidaklah melanggar peri kemanusiaan yang tentunya juga disendingkan
dengan alasan-alasan yang logis. Sehingga diperlukan bidan professional yang
mampu memahami penerapan Ilmu humaniora dalam melaksanakan tugasnya.