Anda di halaman 1dari 7

Tingkat Kemampuan Penyerapan Tanaman (Bovi Rahadiyan A.C dan Naniek Ratni J.A.R.

) 54

TINGKAT KEMAMPUAN PENYERAPAN TANAMAN


HIAS DALAM MENURUNKAN POLUTAN KARBON
MONOKSIDA

Bovi Rahadiyan Adita C. Dan Naniek Ratni J. A. R.


Progdi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
email : naniktlupn@yahoo.com

ABSTRAK

Pencemaran udara di kota-kota besar disebabkan oleh kendaraan bermotor. Peningkatan


jumlah kendaraan bermotor di daerah perkotaan berakibat pada penurunan kualitas
udara bersih akibat emisi dari hasil pembakaran bahan bakar. Penelitian ini bertujuan
mengetahui kemampuan tanaman hias dalam menyerap karbon monoksida dengan
menggunakan tanaman lidah mertua (Sansevieria sp), lili paris (Spider plant), dan sirih
gading (Scindapsus aureus). Gas pencemar yang dipaparkan tehadap tanaman uji
merupakan pencemar yang berasal dari asap kendaraan bermotor.
Penelitian dilakukan dengan pemaparan pada tanaman lidah mertua (Sansevieria sp),
lili paris (Spider plant,) dan sirih gading (Scindapsus aureus) dengan variasi pemaparan
gas buang selama 0,5 jam, 1 jam, dan 1,5 jam yang dilakukan pada rumah tanaman
selama lima hari. Hasil penelitian didapatkan tanaman lidah mertua (Sansevieria sp)
dengan waktu pemaparan 1,5 jam pada waktu kontak hari ke 5 dapat menyerap 46,21
%, sedangkan lili paris (Spider plant) menyerap 41,47 % dan sirih gading (Scindapsus
aureus) menyerap 32,58 % gas karbon monoksida.

Kata Kunci : karbon monoksida, lidah mertua, lili paris, sirih gading

ABSTRCT

Most of the air pollution in large cities caused by motor vehicle. Increasing the number
of motor vehicles in urban areas resulting in a net decrease in air quality due to
emissions from fuel combustion. The research aims to determine the ability of plants to
absorb carbon monoxide uses the lidah mertua plant (Sansevieria sp), lili paris plant
(Spider plant), and sirih gading plant (Scindapsus aureus). Gaseous pollutants are
presented tehadap test plants are pollutants derived from motor vehicle fumes.
The research conducteted exposure to the lidah mertua plant (Sansevieria sp), lili paris
plant (Spider plant) dan sirih gading pplant (Scindapsus aureus) with variaotions in the
exhaust gas exposure during the 0,5 hour, 1 hour, and 1,5 hour conducted in house
plants during for five days. The esult research showed lidah mertua plant (Sansevieria
sp) with exposure time 1,5 hours contact at day five can absorb 46,21 %, lili paris plant
(Spider plant) while absorbing 41,47 %, and sirih gading plant (Scindapsus aureus)
absorbs 32,58 % carbon monoxide gas.

Keyword: carbon monoxide, Sansevieria sp, Spider plant, Scindapsus aureus


55 Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 1

PENDAHULUAN dalam rumah tanaman yang berbentuk


Pencemaran udara (polution) di kubus.
Indonesia sangat memprihatinkan.
Udara bersih sangat sulit didapatkan TINJAUAN PUSTAKA
tidak hanya di luar ruangan (outdoor) Udara merupakan faktor yang
tetapi juga di dalam ruangan (indoor). penting dalam kehidupan, namun
Hal ini disebabkan adanya gas gas dengan meningkatnya pembangunan
beracun yang berasal dari asap fisik kota dan pusat pusat industri,
kendaraan bermotor dan asap rokok kualitas udara telah mengalami
serta adanya mikroorganisme perubahan. Udara yang dulunya segar,
merugikan di udara. Karbon monoksida kini kering dan kotor. Hal ini bila tidak
(CO) dalam udara bebas akan segera ditanggulangi, perubahan
teroksidasi menjadi karbon dioksida tersebut dapat membahayakan
(CO2). Karbon monoksida juga sebagai kesehatan manusia, kehidupan hewan
kontributor meningkatnya efek rumah serta tumbuhan. Perubahan lingkungan
kaca dan meninmbulkan fenomena udara pada umumnya disebabkan
pemanasan globlal. Hal ini disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknya zat
karena karbon monoksida bersama pencemaran (berbentuk gas gas dan
polutan lainnya (CO, CO2, metana, partikel kecil/aerosol) ke dalam udara.
ozon, dan N2O), akan membentuk gas Masuknya zat pencemar ke dalam udara
rumah kaca sehingga panas matahari dapat secara alamiah, misalnya asap
tidak dapat dipantulkan ke angkasa dan kebakaran hutan, akibat gunug berapi,
terperangkap di dalam bumi yang pada dan debu meteorit. Sebagian besar
akhirnya menyebabkan pemanasan pencemaran udara juga disebabkan oleh
global dan perubahan iklim. Karbon kegiatan manusia, misalnya aktivitas
monoksida (CO) adalah senyawa yang transportasi, industri, pembuangan
berwujud gas yang tidak berwarna dan sampah, baik akibat proses dekomposisi
tidak berbau. CO lebih mudah diserap ataupun pembakaran serta kegiatan
dan masuk ke aliran darah daripada rumah tangga.
oksigen (O2). Sumber CO dapat berasal Pencemaran udara adalah suatu
dari gas buang dari sistem pembakaran kondisi di mana kualitas udara menjadi
kendaraan bermotor dan pembakaran rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat,
sampah. baik yang tidak berbahaya maupun yang
Meningkatnya jumlah kendaraan membahayakan kesehatan tubuh
bermotor yang dapat menyebabkan manusia. Pencemaran udara biasanya
penurunan kualitas udara akibat emisi terjadi di kota-kota besar dan juga
polutan dari hasil pembakaran bahan daerah padat industri yang
bakar. Oleh karena itu, masalah yang menghasilkan gas-gas yang
akan dicermati pada penelitian ini mengandung zat di atas batas
adalah emisi polutan pada kendaraan kewajaran. Ada beberapa zat penyusun
bermotor, pencemaran udara, dan udara yang juga disebut sebagai
respon tumbuhan dalam menyerap pencemar, namun tidak berbau dan
polutan. tidak mengubah warna udara. Karbon
Tanaman hias yang digunakan monoksida (CO) contohnya. CO
pada penelitian ini adalah lidah mertua merupakan gas pencemar yang sangat
(Sansevieria sp), lili paris (Spider berbahaya karena tidak berbau seperti
plant), sirih gading (Scindapsus bau belerang yang menyengat. CO juga
aureus). Penelitian ini dilakukan di
Tingkat Kemampuan Penyerapan Tanaman (Bovi Rahadiyan A.C dan Naniek Ratni J.A.R.) 56

tidak mengubah warna udara, seperti Berdasarkan estimasi, jumlah CO dari


asap yang mengepul dari pabrik. sumber buatan diperkirakan mendekati
Secara umum terdapat 2 sumber 60 juta ton per tahun. Separuh dari
pencemaran udara yaitu pencemaran jumlah ini berasal dari kendaraan
akibat sumber alamiah (natural bermotor yang menggunakan bakan
sources), seperti letusan gunung berapi, bakar bensin dan sepertiganya berasal
dan yang berasal dari kegiatan manusia dari sumber tidak bergerak seperti
(aniropogenic sources), seperti yang pembakaran batubara dan minyak dari
berasal dari transportasi, emisi pabrik, industri dan pembakaran sampah
dan persampahan, baik akibat proses domestik. Didalam laporan WHO
dekomposisi ataupun pembakaran, dan (1992) dinyatakan paling tidak 90% dari
rumah tangga. Di dunia dikenal zat CO diudara perkotaan berasal dari emisi
pencemar udara utama yang berasal dari kendaraan bermotor. Selain itu asap
kegiatan manusia yaitu karbon rokok juga mengandung CO, sehingga
monoksida (CO), oksida sulfur (SOx), para perokok dapat membahayakan
nitrogen oksida(NOx), partikulat, dirinya sendiri dari asap rokok yang
hidrokarbon (HC), gas rumah kaca sedang dihisapnya.
(CH4, CO2 dan N2O). Karakteristik biologik yang paling
Menurut asalnya, pencemaran penting dari CO adalah kemampuannya
udara dapat dibagi menjadi dua macam, untuk berikatan dengan haemoglobin,
yakni: pigmen sel darah merah yang mengakut
1. Pencemaran Udara Alami oksigen keseluruh tubuh. Sifat ini
Masuknya zat pencemar ke dalam menghasilkan pembentukan
udara/ atmosfer, akibat proses karboksihaemoglobin (HbCO) yang 200
proses alam seperti asap kebakaran kali lebih stabil dibandingkan
hutan, debu gunung berapi, oksihaemoglobin (HbO2). Penguraian
pancaran garam dari laut, debu HbCO yang relatif lambat
meteroid dan sebagainya. menyebabkan terhambatnya kerja
2. Pencemaran Udara Non Alami molekul sel pigmen tersebut dalam
Masuknya zat pencemar oleh fungsinya membawa oksigen keseluruh
aktivitas manusia, yang pada tubuh. Kondisi seperti ini bisa berakibat
umumnya tanpa dissadari dan serius, bahkan fatal, karena dapat
merupakan produk sampingan, menyebabkan keracunan. Selain itu,
berupa gas gas beracun, asap, metabolisme otot dan fungsi enzim
partikel partikel halus, senyawa intra-seluler juga dapat terganggu
belerang, senyawa kimia, buangan dengan adanya ikatan CO yang stabil
panas dan buangan nuklir. tersebut. Dampat keracunan CO sangat
berbahaya bagi orang yang telah
Karbon monoksida di lingkungan menderita gangguan pada otot jantung
dapat terbentuk secara alamiah, tetapi atau sirkulasi darah periferal yang
sumber utamanya adalah dari kegiatan parah.
manusia. Korban monoksida yang Beberapa penelitian menunjukkan
berasal dari alam termasuk dari lautan, bahwa pemberian CO selama 1 sampai
oksidasi metal di atmosfir, pegunungan, 3 minggu pada konsentrasi sampai 100
kebakaran hutan dan badai listrik alam. ppm tidak memberikan pengaruh yang
Sumber CO buatan antara lain nyata terhadap tanam-tanaman tingkat
kendaraan bermotor, terutama yang tinggi. Akan tetapi kemampuan untuk
menggunakan bahan bakar bensin. fiksasi nitrogen oleh bakteri bebas akan
57 Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 1

terhambat dengan pemberian CO mempertahankan hidup dan untuk


selama 35 jam pada konsentrasi 2000 pertumbuhan. Dengan demikian nutrisi
ppm. Demikian pula kemampuan untuk dan metabolisme mempunyai
fiksasi nitrogen oleh bakteri yang hubungan timbal balik. Pada dasarnya
terdapat pada akar tanam-tanaman juga tanaman sangat berbeda dengan
terhambat dengan pemberian CO manusia, binatang dan mikroorganisme
sebesar 100 ppm selama satu bulan. lainnya yang membutuhkan senyawa
Karena konsentrasi CO di udara jarang organik dari luar. Elemen esensial
mencapai 100 ppm, meskipun dalam adalah elemen yang harus ada agar
waktu sebentar, maka pengaruh CO siklus hidup yang normal dari
terhadap tanam-tanaman biasanya tidak organisme bisa terjadi dan fungsinya
terlihat secara nyata. tidak bisa diganti oleh senyawa kimia
Pada konsentrasi polutan dalam lainnya. Tambahan pula unsur-unsur itu
ruangan atau rumah menunjukan lebih harus mencakup nutrisi sebagai bahan
tinggi daripada diluar ruangan. Kompor pokok untuk proses metabolisme yang
gas menghasilkan NO2, ini diperlukan dalam aktivitas enzim.
menyebabkan tingginya konsentrasi di Banyak sekali manfaat tanaman
dalam ruangan daripada diluar dan bagi lingkungan dan masyarakat
tingginya konsentrasi didapur dari pada perkotaan. Pertama, tanaman dapat
kamar tidur. Pada kenyataan walaupun berfungsi meredam suara yang berasal
macamnya sedikit konsentrasi diluar dari kendaraan dan kegiatan proses
ruangan dari bulan ke bulan konsentrasi industrialisasi. Kedua, berperan sebagai
dalam ruangan meningkat dimusim penyejuk iklim, terutama iklim mikro
dingin dingin dari pada panas. (suhu, kelembaban, pengendalian
Perbedaan ini seharusnya udara bertukar perbandingan antara gas CO2 dan O2,
antara didalam dan diluar rumah, penangkal angin dan penyaring cahaya
dimusim panas jendela dibuka agar matahari). Ketiga, sebagai pembersih
terasa sejuk. Pencemaran udara dalam udara dari partikel dan debu serta bahan
ruangan tidak hanya dipengaruhi dari kimia yang dapat mengganggu
dalam ruangan itu sendiri tetapi juga kesehatan.
dipengaruhi oleh udara luar dan bakteri Fotosintesis adalah suatu proses
yang dapat tumbuh pada filter AC. biokimia pembentukan zat makanan
Suatu ciri khas dari mahluk hidup atau energi yaitu glukosa yang
adalah kemampuan atau kapabilitas sel dilakukan tumbuhan, alga, dan
sel untuk mengambil zat-zat makanan beberapa jenis bakteri dengan
dari komponen sel itu sendiri sebagai menggunakan zat hara, karbondioksida,
sumber energi. Suplai dan absorpsi dari dan air serta dibutuhkan bantuan energi
senyawa-senyawa kimia yang cahaya matahari.
diperlukan untuk proses pertumbuhan Tanaman yang mengalami
dan metabolisme disebut nutrisi. Dan fotosintesis lebih toleran terhadap
senyawa kimia yang diperlukan oleh pencemar NO2, konsentrasi dimana
organisme disebut nutrien (unsur hara). dapat menghalangi fotosintesis adalah
Mekanisme bagaimana unsur hara antara 0,5 0,7 ppm dalam pemberian
dikonversi menjadi material selular atau untuk jangka pendek dan untuk janka
digunakan sebagai sumber energi panjang berkisar sekitar 0,25 ppm.
dikenal dengan proses metabolisme. Campuran antara NO2 dan SO2 lebih
Istilah metabolisme mencakup berbagai efektif dalam mengurangi hasil
reaksi yang terjadi pada sel hidup untuk
Tingkat Kemampuan Penyerapan Tanaman (Bovi Rahadiyan A.C dan Naniek Ratni J.A.R.) 58

fotosintesis daripada masing masing 2. Pengukuran emisi gas karbon


gas yang terpusat moksida pada kendaraan uji.
3. Penentuan komposisi media
METODOLOGI PENELITIAN tanaman agar mencukupi nutrisi
Bahan dan Alat Penelitian tanaman.
Bahan bahan yang digunakan 4. Pengamatan dilakukan terhadap
dalam penelitian ini adalah: tanaman yang telah dipapari gas
1. Tanaman lidah mertua (Sansevieria buang dan diteliti setiap hari selama
sp), lili paris (Spider plant), sirih 5 hari.
gading (Scindapsus aureus) 5. Penelitian ini dilakukan di luar
2. Gas buang kendaraan bermotor ruangan (di alam) depan
3. Media tanaman (tanah, kompos, laboratorium riset Teknik
pupuk kandang, dan pasir) Lingkungan UPN.
6. Analisa dilakukan selama
Peralatan yang digunakan dalam penelitian dan secara menyeluruh
penelitian ini adalah: mulai dari tahap kalibrasi,
1. Sepeda motor tahun 2005 pemaparan gas pencemar karbon
2. Pipa penghubung monoksida (CO), menentukan
3. Rumah tanaman berukuran panjang tanaman yang memiliki penyisihan
= 1,5 m; lebar = 0,5 m; dan tinggi = terbesar dalam penurunan polutan
1m gas karbon monoksida (CO) dan
efek yang ditimbulkan terhadap
Variabel Penelitian
tanaman.
Pada penelitian kali ini
menggunakan variabel, yaitu:
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Variabel yang ditetapkan:
Dari gambar 1 diketahui adanya
a. Media tanaman: tanah, kompos,
selisih prosentase penyerapan gas
pupuk kandang, pasir, dan
karbon monoksida pada waktu
pupuk urea sebagai nutrisinya
pemaparan 0,5 jam pada hari ke satu
b. Umur tanaman: 2 bulan
tanaman lidah mertua sebesar 6,92%,
c. Jarak tanaman: 10 cm
lili paris sebesar 5,03%, dan sirih
2. Variabel peubah:
gading sebesar 3,77%. Pada hari ke
a. Jenis tanaman: lidah mertua; lili
lima penyerapan gas karbon monoksida
paris; sirih gading
mengalami peningkatan pada tanaman
b. Waktu kontak: 1 hari; 2 hari; 3
lidah mertua sebesar 23,90%, lili paris
hari; 4 hari; 5 hari
sebesar 18,87%, dan sirih gading
c. Waktu pemaparan: 0,5 jam : 1
sebesar 17,61%. Dari hari pertama
jam : 1,5 jam
sampai hari kelima tanaman yang paling
Prosedur Penelitian besar tingkat penyerapannya adalah
Penelitian dilakukan dengan lidah mertua. Karena tiap helai daun
membuat rumah tanaman, dengan lidah mertua terdapat zat yang bernama
media tanah, kompos, pupuk kandang, pregnane glycoside, yaitu suatu zat
pasir, dan polutan yang berasal dari yang dapat menguraikan zat peracun
asap kendaraan bermotor. menjadi senyawa organik, gula, dan
Prosedur untuk penelitian ini adalah: asam amino. Lidah mertua termasuk
1. Pembuatan rumah tanaman untuk tanaman hias yang sering disimpan di
proses pemaparan. dalam rumah karena tanaman ini dapat
59 Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 1

tumbuh dalam kondisi dengan sedikit sirih gading dapat menyerap sebesar
air dan cahaya matahari. 34,59%. Dari ketiga tanaman tersebut
yang paling besar menyerap konsentrasi
gas karbon monoksida adalah tanaman
lidah mertua.

Gambar 1. Kemampuan Penyerapan (%)


Tanaman Hias Terhadap Gas
Karbon Monoksida Pada Waktu
Pemaparan 0,5 Jam.

Berdasarkan Gambar IV.5 Gambar 3. Kemampuan Penyerapan (%)


efisiensi penyerapan gas karbon Tanaman Hias Terhadap Gas
monoksida terhadap tanaman terbaik Karbon Monoksida Pada Waktu
Pemaparan 1,5 Jam
pada waktu sampling hari ke lima pada
tanaman lidah mertua sebesar 40,88%,
KESIMPULAN
lili paris 36,48%, dan sirih gading
Hasil penelitian dan pembahasan
33,33%. Semakin meningkatnya waktu
yang dilakukan dapat diambil
pemaparan semakin besar konsentrasi
kesimpulan sebagai berikut:
gas karbon monoksida yang diserap
1. Semakin lama waktu pemaparan
oleh ketiga tumbuhan tersebut. Dari
dan waktu kontak, semakin tinggi
ketiga tanaman tersebut lidah mertua
tingkat penyerapan tanaman dalam
yang paling besar tingkat
menyerap gas karbon monoksida.
penyerapannya.
2. Waktu pemaparan 0,5 jam, 1 jam,
dan 1,5 jam diperoleh hasil
penyerapan gas karbon monoksida
yang tertinggi dicapai dalam waktu
pemaparan 1,5 jam.
3. Tanaman lidah mertua merupakan
tanaman yang memiliki
kemampuan terbesar dalam
penurunan konsentrasi gas karbon
monoksida dibandingkan dengan
Gambar 2. Kemampuan Penyerapan (%)
Tanaman Hias Terhadap Gas
tanaman lili paris dan sirih gading.
Karbon Monoksida Pada Waktu 4. Tanaman lidah mertua dengan
Pemaparan 1 Jam. waktu pemaparan 1,5 jam pada
waktu kontak hari ke 5 dapat
Gambar IV.6 menunjukan menyerap 49,06 %, sedangkan lili
Efisiensi penyerapan konsentrasi gas paris menyerap 44,03 % dan sirih
karbon monoksida bergantung pada gading menyerap 34,59 % gas
lamanya waktu pemaparan dan lamanya karbon monoksida.
waktu sampling itu diuji. Pada hari
pertama tanaman lidah mertua
menyerap sebesar 49,06%, tanaman lili
paris menyerap sebesar 44,03%, dan
Tingkat Kemampuan Penyerapan Tanaman (Bovi Rahadiyan A.C dan Naniek Ratni J.A.R.) 60

SARAN
Berdasarkan hasil yang didapatkan dari Widhowati, 2008, Tugas akhir:
penelitian ini, maka saran yang Analisa Kemampuan Tanaman Lidah
diberikan adalah: Mertua (Sasevieria sp.) Dan Kembang
1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan Sepatu (Hibiscus rosasinensis) Dalam
untuk melihat pengaruh gas karbon Penurunan Konsentrasi Gas CO,
monoksida terhadap tanaman pada Teknik Lingkungan FTSP- ITS,
waktu pemaparan dan waktu kontak Surabaya.
yang lebih lama.
2. Sebaiknya pada penelitian Yani, 2006, Kemampuan Tanaman
berikutnya dilakukan pengujian Bunga Matahari Dalam Menjerap
terhadap akar tanaman. Partikulat Pb di Udara, Teknik
3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan Lingkungan FTSP- UPN Jatim.
untuk menguji kemampuan jenis Surabaya
tanaman yang sama dalam
penurunan polutan udara yang lain.

DAFTAR PUSTAKA
______, 2006, Herbal dan Tanaman
Hias Penangkal Nyamuk dan Polusi
Udara, PT Gramedia, Jakarta

Dewi, 2010, Tugas akhir: Pemanfaatan


Tanaman Kangkung Dalam Mereduksi
Polutan Pb Pada Kendaraan Bermotor,
Teknik Lingkungan FTSP-UPNV Jatim,
Surabaya.

Maulana, 2004, Tugas akhir:


Identifikasi Respon Anatomi Daun Dan
Pertumbuhan Kenari, Akasia Dan Kayu
Manis Terhadap Emisi Gas Kendaraan
Bermotor, Fakultas Kehutanan IPB,
Bogor.

Setiono, 2010, Mekanisme Penyerapan


Nutrisi Mineral Tanaman,
http://setiono774.blogspot.com/2010/11
/mekanisme-penyerapan-nutrisi-
mineral.html

Soedomo, Moestikahadi, 2001,


Pencemaran Udara (Kumpulan Karya
Ilmiah), Penerbit ITB. Bandung.

Sulianta, Feri dan Randy Yonathan,


2009. Tanaman Indor Anti Polutan,
Lily Publisher, Yogyakarta.