Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN INTERNAL AUDIT

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN


KESELAMATAN PERTAMBANGAN
MINERAL DAN BATUBARA

Nama Perusahaan : PT LEIGHTON CONTRACTOR INDONESIA


SITE MSJ
Alamat Perusahaan : Desa Bukit Pariaman RT.13 Kec. Tenggarong,

Halaman : 1 / 8
Kutai Kartanegara.
Waktu Pelaksanaan Audit : 08 11 April 2017

Daftar Isi

I. LATAR BELAKANG.....................................................................................3

II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN.........................................................3

III. LINGKUP AUDIT..........................................................................................3

IV. PELAKSANAAN AUDIT & TIM AUDITOR..................................................3

V. RINGKASAN LAPORAN & PENILAIAN AUDIT.........................................4

VI. LAMPIRAN-LAMPIRAN..............................................................................6

Halaman : 2 / 8
Halaman : 3 / 8
I. LATAR BELAKANG
Audit SMKP Minerba ini merupakan bagian dari penerapan Elemen SMKP
Minerba sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral Nomor 38 Tahun 2014 tentang Penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan Pertambangan Minerba.
Audit SMKP Minerba ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat
penerapan SMKP Minerba di PT LEIGHTON CONTRACTOR INDONESIA
Site MSJ.
Audit SMKP Minerba ini dilakukan di PT LEIGHTON CONTRACTOR
INDONESIA Site MSJ, perusahaan pemilik Ijin Usaha Jasa Pertambangan
(IUJP) No.: 964 K/30/DJB/2014, di Site MSJ, Makarti, Kalimantan Timur.
Audit SMKP Minerba ini juga dilakukan dengan membandingkan dokumen
Sistem Manajemen K3LH Perusahaan dengan SMKP Minerba beserta
penerapannya.

II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


Adapun gambaran umum PT LEIGHTON CONTRACTOR INDONESIA Site
MSJ adalah sebagai berikut :
II.1 Ijin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) No.: 964 K/30/DJB/2014
II.2 PT LEIGHTON CONTRACTOR INDONESIA Site MSJ bertanggung
jawab dalam pengembangan dan operasional pertambangan di
tambang batubara di Desa Bukit Pariaman, Tenggarong, Kutai
Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia sejak tahun 2004.
Ruang lingkup pekerjaan di tambang MSJ termasuk di dalamnya
adalah: Perencanaan tambang, Pemindahan tanah penutup,
Penambangan batubara, dan Perawatan jalan hauling.
II.3 PT LEIGHTON CONTRACTOR INDONESIA Site MSJ
mengimplementasikan Thiess Management System (TMS) yang telah
disinkronisasi dengan SMKP Minerba sesuai dengan analisa
kesenjangan yang dilakukan oleh perusahaan.

III. LINGKUP AUDIT


Audit SMKP Minerba ini merupakan audit internal yang merupakan audit
perdana untuk mendapatkan gambaran tingkat penerapan SMKP Minerba di
PT LEIGHTON CONTRACTOR INDONESIA Site MSJ, sejak Permen
ESDM Nomor 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP Minerba
diimplementasikan.
Audit SMKP Minerba ini dilaksanakan dengan mengambil sampel acak
(random sampling) setiap area kegiatan, meliputi : HSE Department,
Production Department, Plant Department, HR Department, dan Engineering
Department.

IV. PELAKSANAAN AUDIT & TIM AUDITOR


Audit SMKP Minerba ini dilakukan oleh Internal Auditor Perusahaan dibantu
oleh Auditor dari Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia

Halaman : 4 / 8
(APKPI) yang dilaksanakan sejak periode 8 April 2017 sampai dengan 11 April
2017, dengan Tim Auditor terdiri atas
1. Lead Auditor : Otok Dwi Nugroho (OHS Manager, Operations)
2. Auditor : Ir. Mahmudi, M.T.
3. Auditor : Ir. Eka Sumarna, M.Kes
V. RINGKASAN LAPORAN & PENILAIAN AUDIT
V.1 Hasil Audit
Hasil Audit SMKP Minerba yang dilaksanakan terhadap
PT LEIGHTON CONTRACTOR INDONESIA Site MSJ sejak tanggal
08 April 2017 sampai dengan 11 April 2017, dengan memperoleh
informasi berikut:
V.1.1 Perusahaan telah menunjukan implementasi terbaiknya dalam
penerapan SMKP Minerba, salah-satu, diantaranya sebagai berikut:
Partisipasi auditee selama proses internal audit tinggi;
Safety Accountability Program berjalan dengan baik
Kebijakan Keselamatan Pertambangan telah dibuat dari Corporate
(CIMIC)
Sistem Lock Out Tag Out (LOTO) berjalan baik
Sistem Pengamanan instalasi dilakukan dengan baik
Sistem Preventive Maintenance dilakukan dengan baik
Sertifikasi kelayakan penggunaan peralatan dan kompetensi tenaga
teknis dilaksanakan dengan baik.
Prosedur kerja lengkap
Fatigue management dilakukan dengan baik, termasuk juga adanya
program Spouse Fatigue Awareness.
Position Description (Job Description) ada untuk semua level
Tujuan, Sasaran, Program Keselamatan Pertambangan dibuat;
Sistem manajemen keselamatan Thiess (TMS) sebagian besar
telah sesuai dengan SMKP Minerba.
Safety accountability sudah dimasukkan ke dalam Position
Description.
Pelaksanaan Internal Audit SMKP Minerba.
V.1.2 Hasil audit SMKP Minerba terhadap perusahaan tidak ditemukan
adanya temuan kritikal dan mayor. Namun, ada beberapa temuan
minor seperti dijelaskan dalam lembar lampiran penilaian. Temuan
tersebut diantaranya :
Belum ada bukti keterlibatan karyawan dalam penyusunan
Kebijakan Keselamatan Pertambangan.(I.1.c)
Beberapa regulasi masih belum up date di dalam daftar pemenuhan
peraturan perundang-undangan, yaitu : UU no.4/2009 tentang
pertambangan Mineral dan batubara dan Permenkes No.70/2016
tentang Standar Kesehatan Lingkungan kerja industri (II.3)

Halaman : 5 / 8
HIRA masih belum secara spesifik memisahkan kegiatan rutin dan
non rutin, serta kondisi normal dan abnormal.(II.2.2.1)
Ditemukan ijin kerja khusus untuk Confined Space yang
ditandatangani bukan oleh Petugas yang kompeten (sebagai Permit
issuer) (IV.1.2)
Komite Keselamatan Pertambangan (Komite KP) masih berbentuk
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) - (III.7)
Struktur Organisasi belum terlihat bagian yang mengurus
Keselamatan Operasional (III.4)
Belum ada Penunjukan Tenaga Teknik Khusus dari PJO. (III.6)
Pendidikan dan Pelatihan Internal serta modul training belum ada
persetujuan dari Kepala Inspektur Tambang (KAIT).(III.10)
Belum ada Petugas Bahan Kimia (III.6)
Trainer belum memiliki Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai Instruktur Pratama, Madya
maupun Utama, namun ada 1 orang yang mempunyai Certifikat IV
dari Australia a.n. Pak Sutrisno. (III.10)
Penilaian resiko terhadap penggunaan bahan kimia di site belum
dilakukan (IV.1 dan IV.7)
Ditemukan SOP Dumping yang tidak sesuai dengan regulasi dan
tidak konsisten antara dua SOP dengan kegiatan yang sama, yaitu
antara SOP Dumping dekat air No. 405 (tertanggal 28 November
2016) menyebutkan jarak dumping yang aman di air dari crest
adalah 7,5 meter, sedangkan pada SOP Dumping aman No.0345
(tertanggal 2 Desember 2015) disebutkan jarak dumping yang
aman di air dari crest adalah 15 meter. (Ref. Kepmen
555/MPE/1995 pasal 240 dan Permen ESDM No.38 Tahun 2014
(IV.1.1)
Belum ada Petugas khusus untuk pengelolaan lingkungan kerja
Petugas Industrial Hygiene (III.6 dan IV.2)
Pengelolaan kesesuaian tempat kerja, peralatan dan lingkungan
tempat kerja dengan postur tubuh pekerja (Ergonomic) belum
dilakukan (IV.3)
Struktur ERT perlu diperbaiki, dan masih ada penyebutan yang
tidak konsisten antara Emergency Response Commander dengan
ER Leader (IV.9.3)
Manual System belum sesuai dengan persyaratan SMKP.(VI.1)
V.2 Tingkat Pencapaian Penerapan SMKP Minerba
Selanjutnya, berdasarkan Pedoman Penilaian Penerapan SMKP
Minerba sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II Peraturan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 38 Tahun 2014 tentang
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral
dan Batubara, maka tingkat Pencapaian Penerapan SMKP Minerba di
PT LEIGHTON CONTRACTOR INDONESIA Site MSJ adalah 90,0%
(Sembilan Puluh Persen) dan mendapatkan Sertifikat Emas.

Halaman : 6 / 8
Tabel 1 : Ringkasan Nilai Pencapaian Penerapan SMKP Minerba

Nilai Elemen Bobot Nilai


No Elemen %
Maksimum Aktual NA Maksimum Aktual
I. KEBIJAKAN 34 27 0 200 158.82 79.4%
II. PERENCANAAN 234 220 2 200 191.30 95.7%
III. ORGANISASI DAN PERSONEL 200 134 20 150 125.63 83.8%
IV. IMPLEMENTASI 284 236 19 200 191.87 95.9%
V. EVALUASI DAN TINDAK LANJUT 264 226 14 150 143.64 95.8%
VI. DOKUMENTASI 68 60 0 50 44.12 88.2%
VII. TINJAUAN MANAJEMEN 30 27 0 50 45.00 90.0%
1,
Total 90.0%
114 930 55 1,000 900

Gambar 1 : Diagram Nilai Pencapaian Penerapan SMKP Minerba

VI. LAMPIRAN-LAMPIRAN

VII. Nilai Pencapaian Penerapan SMKP Minerba

Halaman : 7 / 8
Bukit Pariaman, 10 April 2017
Dibuat oleh,

Tim Auditor Internal :

1. Otok Dwi Nugroho : ................................................


Lead Auditor

2. Ir. Mahmudi, M.T. : .................................................


Auditor

3. Ir. Eka Sumarna, M.Kes. : ................................................


Auditor

Halaman : 8 / 8