Anda di halaman 1dari 5

BAB VI

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Desa Maroangin Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang


4.1.1. Pendahuluan
Kabupaten Enrekang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi
Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Enrekang.
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.786,01 km dan berpenduduk sebanyak
190.579 jiwa. Sejak abad XIV, daerah ini disebut MASSENREMPULU' yang
artinya meminggir gunung atau menyusur gunung, sedangkan sebutan Enrekang
dari ENDEG yang artinya NAIK DARI atau PANJAT dan dari sinilah asal
mulanya sebutan ENDEKAN. Masih ada arti versi lain yang dalam pengertian
umum sampai saat ini bahkan dalam Adminsitrasi Pemerintahan telah dikenal
dengan nama ENREKANG versi Bugis sehingga jika dikatakan bahwa Daerah
Kabupaten Enrekang adalah daerah pegunungan sudah mendekati kepastian,
sebab jelas bahwa Kabupaten Enrekang terdiri dari gunung-gunung dan bukit-
bukit sambung-menyambung mengambil 85% dari seluruh luas wilayah sekitar
1.786.01 Km.
Dengan terbentuknya DASWATI II Enrekang berdasarkan Undang-
Undang Nomor: 29 Tahun 1959 tentang Pemerintahan Daerah, maka sebagai
tindak lanjutnya pada tanggal 19 Februari 1960, H. ANDI BABBA MANGOPO
dilantik sebagai Bupati yang pertama dan ditetapkan sebagai hari terbentuknya
DASWATI II Enrekang atau Kabupaten Enrekang. Sehubungan dengan
ditetapkannya Perda Nomor: 4, 5, 6 dan 7 tahun 2002 pada tanggal 20 Agustus
2002 tentang pembentukan 4 (empat) Kecamatan Definitif dan Perda Nomor 5
dan 6 Tahun 2006 tentang pembentukan 2 kecamatan sehingga pada saat ini di
Kabupaten Enrekang telah memiliki 12 (dua belas) kecamatan yang defenitif,
yaitu Kecamatan Enrekang, ibukotanya Enrekang, Kecamatan Maiwa, ibukotanya
Maroangin, Kecamatan Anggeraja, ibukotanya Cakke, Kecamatan Baraka,
ibukotanya Baraka, Kecamatan Alla, ibukotanya Belajen, Kecamatan Curio,
ibukotanya Curio, Kecamatan Bungin, ibukotanya Bungin, Kecamatan Malua,
ibukotanya Malua, Kecamatan Cendana, ibukotanya Cendana, Kecamatan Buntu
Batu, ibukotanya Pasui, hasil pemekaran dari Kecamatan Baraka, diresmikan pada
tanggal 19 Januari 2007. Kecamatan Masalle, ibukotanya Loko, hasil pemekaran
dari Kecamatan Alla, Kecamatan Baroko, ibukotanya Baroko, hasil pemekaran
dari Kecamatan Alla. Selanjutnya dari 12 (dua belas) kecamatan defenitif terdapat
112 (seratus dua belas) desa/kelurahan, yaitu 17 kelurahan dan 95 desa. Adapun
jumlah penduduk Kabupaten Enrekang pada tahun 2008 berjumlah sekitar
186.810 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 93.939 jiwa dan perempuan sebanyak
92.871 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 43.062.

4.1.2. STRUKTUR ORGANISASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN


ENREKANG

Kepala Dinas : dr. Hj. Syuarni Silipu, M.Kes

Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang merupakan wadah bagi


penyelenggaraan tugas dan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat.Peraturan
Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Enrekang, maka Dinas Kesehatan dalam
melaksanakan tugasnya mempunyai 5 ( lima ) Bagian / Bidang dan 12 ( Dua
Belas ) Seksi. Bertolak dari jumlah dan jenis kewenangan aparat petugas
kesehatan yang dijabarkan dalam bentuk tugas pokok dan fungsi sebagai
pelayanan publik, maka dapat digambarkan sesuai bidang tugas dan fungsinya:

1. Sekretariat yang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan umum dan


ketatalaksanaan bidang kepegawaian keuangan serta perencanaan Dinas
Kesehatan. Dalam melaksanakan tugas pokoknya dibantu :
a. Sub Bagian Perencanaan
b. Sub Bagian Umum dan Kepagawaian
c. Sub Bagian Keuangan
2. Bidang Bina Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas membina dan
mengkoordinir KepalaKepala Seksi dilingkup Bidang Pelayanan Kesehatan
serta menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Pelayanan Kesehatan.
Dalam melaksanakan tugasnya dibantu :
a. Seksi Yankes Dasar dan Rujukan
b. Seksi Yankes Khusus
c. Seksi Yankes Farmasi, Makanan, Minuman dan Alkes

3. Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai


tugas mebina dan mengkoordinir Kepala-Kepala Seksi dilingkup Bidang Bina
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan serta menyelenggarakan
pembinaan dan pengembangan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan dalam melaksanakan tugasnya dibantu :
a. Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Kesehatan Matra
b. Seksi Penanggulangan Penyakit
c. Seksi Penyehatan Lingkungan

4. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas pokok melaksanakan


pembinaan kesehatan keluarga Gizi dan Usia Lanjut.Dalam pelayanan
kesehatan. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu :
a. Seksi Kesehatan Keluarga
b. Seksi Gizi Masyarakat
c. Seksi Kesehatan Usia Lanjut

5. Bidang Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas


membina dan Mengkoordinir Kepala-Kepala Seksi dilingkup Bidang Promosi
Kesehatan serta menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Kesehatan
dan Pemberdayaan Masyarakat. Dalam menyelenggarakan tugasnya dibantu :
a. Seksi JPKM dan UKS
b. Seksi UKBM Dan PSM
c. Seksi Promosi Kesehatan
4.1.3. VISI & MISI

Visi : Dari hasil musyawarah semua staf / petugas kesehatan Dinas Kesehatan
dalam menetapkan Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, maka
ditetapkan Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang adalah
Enrekang Sehat Mandiri 2013
Misi :
Misi merupakan proses untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, adapun
Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang yang tercantum dalam rencana
stratejik adalah:
a) Memantapkan Manajemen Kesehatan Yang Dinamis Dan Akuntabel
b) Meningkatkan Jangkauan Dan Kualitas Pelayanan Yang Paripurna kepada
Masyarakat
c) Memberdayakan Masyarakat dan Swasta
d) Meningkatkan Manfaat dan Optimalisasi Sarana Dan Prasarana Kesehatan
Dalam Upaya Pemberian Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat
e) Meningkatkan Kemitraan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Upaya
Efisiensi, Efektifitas dan Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Tujuan :
Tujuan merupakan penjabaran dari misi dan bersifat operasional tentang
apa yang akan dicapai.Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Enrekang adalah Meningkatkan Penyelanggaraan Pembangunan
Kesehatan secara Berhasilguna dan Berdayaguna dalam rangka mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya.

Strategi:
Dalam mewujudkan Visi Dinas Kesehatan Tahun 2014 maka strategi yang
akan ditempuh adalah:
a) Mewujudkan komitmen pembangunan berwawasan kesehatan
b) Meningkatkan Pertanggungjawaban dan pertanggunggugatan
c) Membina sistem kesehatan dan sitem hukum di bidang kesehatan
d) Melaksanakan jejaring pembangunan kesehatan
e) Peningkatan mutu (TQM) dan program Jaga Mutu (QA) dalam rangka
meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas
f) Pengembangan sistem informasi kesehatn sampai ketingkat bawah yaitu
PUSTU, Polindes dan POSKESDES.
g) Pelaksanaan Desa siaga

Kebijakan:
Kebijakan merupakan uraian dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan
Rencana Stratejik Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang adalah:
a) Penggalangan kemitraan lintas sector
b) Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas
c) Peningkatan kemampuan daerah
d) Pemberdayaan masyarakat da swasta
e) Pengembangan sumberdaya kesehatan
f) Pelaksanaan Upaya Kesehatan