Anda di halaman 1dari 5

- EPIDEMIOLOGI GIZI

Defenisi Epidemiologi : Ilmu mempelajari tentang frekuensi, distribusi , determinan penyakit


atau masalah kesehatan untuk pembuatan perencanaan dan keputusan yang tepat mengatasi
masalah terseubut.

Defenisi Epidemiologi Gizi : Epidemiologi gizi adalah bagian dari ilmu epidemiologi yang
mempelajari frekuensi, distribusi , determinan masalah gizi dan penyakit yang berhubungan
dengan gizi, serta penerapanya dalam kebijakan dan program pangan dan gizi.

Tujuan dari Epidemiologi Gizi : Tujuan utama dari penelitian epidemiologi gizi untuk
menyediakan fakta ilmiah untuk mendukung pemahaman dan peran gizi dalam timbulnya
penyakit dan pencegahan terjadinya penyakit.

- Secara klasik ada 3 tujuan dari epidemiologi gizi :

1. Menggambarkan distribusi dan ukuran masalah penyakit pada populasi manusia

2. Menjelaskan determinan penyakit berkaitan dengan gizi

3. Menyediakan informasi penting untuk mengelola dan merencanankan pelayanan untuk


pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit terkait gizi

Prinsip Pendekatan Epidemiologi Gizi: Epidemiologi gizi sangat penting untuk


mempertimbangkan faktor-faktor yang memperngaruhi suplay makanan (kualitas, kuantitas, dan
keseimbangan) dan juga yang mempengaruhi apa yang terjadi terhadap makanan ketika makanan
tersebut telah dimakan. Penelitian epidemiologi mencoba untuk mengambil sudut pandang yang
lebih luas mengenai bagaimana diet mempengaruhi atau memelihara kesehatan pada tingkat
individu dan populasi.

I. Pengantar Epidemiologi Gizi


1. Pengertian
Epidemiologi Gizi adalah ilmu yang mempelajari sebaran, besar, dan determinan
masalah gizi dan penyakit yang berhubungan dengan masalah gizi, serta penerapannya dalam
kebijakan dan program pangan dan gizi untuk mencapai kesehatan penduduk yang lebih baik.
(Albiner, 2010)
Epidemiologi gizi adalah penerapan eknik epidemiologi dalam upaya memahami
penyebab (kausa) penyakit di dalam populasi yang terpajan dengan satu atau lebih faktor
gizi yang diyakini sangat penting. (Gibney, 2008). Sebagian besar epidemiologi gizi
difokuskan kepada upaya menjelaskan penyebab penyakit kronis, khususnya penyakit
jantung dan kanker.
2. Tujuan
Epidemiologi bertujuan untuk: (Gibney, 2008)
- Menguraikan distribusi, pola, dan luas penyakit pada populasi manusia
- Memahami mengapa penyakit lebih sering terjadi pada sebagian kelompok atau orang
dibandingkan lainnya (menjelaskan etiologi penyakit)
- Membeikan informasi yang diperlukan untuk mengelola dan merencanakan
pelayanan bagi pencegahan, pengendalian dan penanganan penyakit.

Prinsip pendekatan epidemiologi gizi :

Menguraikan penyebab dari masalah gizi dan menentukan hubungan sebab-akibat:


Masalah gizi dihubungkan dengan:
1. Faktor yang menyebabkan masalah gizi (agent)
2. Faktor yang ada pada pejamu (host)
3. Faktor yang ada di lingkungan pejamu (environment)

Masalah gizi: Kurang/Kelebihan zat gizi


Agent: Asupan makanan dan penyakit yang dapat mempengaruhi status gizi serta faktor2
yang berkaitan
Host: karakteristik individu yang ada kaitannya dengan masalah gizi (umur, jenis
kelamin, suku bangsa dll)
Environment: lingkungan (rumah, pekerjaan, pergaulan) yang ada kaitannya dengan
masalah gizi

Penggunaan Epidemiologi Gizi:


Secara deskriptif mempelajari:
Siapa yang mempunyai masalah gizi
Kapan dan pada situasi-kondisi apa yang bagaimana masalah gizi tersebut terjadi
(biasanya digunakan data dari klinik,laporan rutin ataupun hasil survey khusus)
Secara analitik mempelajari:
Hubungan kausal tertentu antara faktor penyebab dengan kejadian/kelainan yang diakibatkannya
(biasanya diperlukan penelitian khusus dengan rancangan kohort ataupun kasus-kontrol)

Secara intervensi mempelajari:


Dampak ataupun efek dari suatu program yang telah dilaksanakan untuk menanggulangi masalah
gizi (biasanya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
program/kebijakan gizi)

2.2 Rencana studi epidemiologi gizi


1. Rancangan observasi
a. Deskriptif :
1. Studi ekologi
2. Studi cross sectional
b. Analitik
1. Studi cross-sectional
2. Studi kohort

2.Rancangan eksperimen atau komuniti trial


a. Field trial
b. Clinical trial
Rancangan Studi Epidemiologi Gizi:
Studi Ekologi, contohnya: Survei rumah tangga (asupan makanan) dikaitkan dengan data-data
kesehatan oleh BPS
Studi Cross-sectional atau studi prevalensi: Untuk mengetahui hubungan antara faktor2
penyebab dan kelainan gizi pada suatu waktu dengan cara cepat dan murah (hubungan kausal ?)
Studi case-control: Untuk membandingkan orang yang mengalami kelainan gizi (kasus) dengan
orang yang bebas kelainan gizi (kontrol) berdasarkan faktor penyebab yang telah lalu

Studi kohort:
Dengan menentukan faktor penyebab terlebih dahulu kemudian mengikuti individu tersebut
untuk waktu tertentu dan diukut akibat dari faktor penyebab tersebut pada interval waktu tertentu

Studi eksperimen:
Faktor penyebab ditentukan dan dilihat efeknya
Permasalahan pada Epidemiologi Gizi:
1. Gizi atau status gizi sukar untuk ditentukan secara langsung sehingga selama ini
digunakan beberapa indikator status gizi.
2. Indikator status gizi tersebut sering digunakan untuk bermacam tujuan.
3. Masalah gizi merupakan akibat dari banyak faktor sehingga program gizi dan penelitian
gizi berkaitan dengan disiplin ilmu lainnya.
4. Permasalahan pada Epidemiologi Gizi:

Penggunaan Indikator Status Gizi:


1. Untuk melakukan penapisan individual dalam program pencegahan malnutrisi (indikator
untuk memprediksi malnutrisi)
2. Untuk mendiagnosis malnutrisi (indikator untuk memprediksi risiko maupun manfaat dari
intervensi gizi)
3. Untuk membandingkan hasil atau memposisikan suatu populasi terhadap nilai normal/rujukan
tertentu
4. Untuk mengevaluasi terapi/intervensi gizi (indikator yang bereaksi terhadap terapi gizi)
Pemilihan indikator yang terbaik bergantung pada tujuan yang ingin dicapai

DAFTAR PUSTAKA

1. J M, Gibney, Margetts BM, Kerney JM, Arab L. Gizi Kesehatan Masyarakat. Oxford: EGC; 2009.

2. Sehat Online. Hubungan Asosiasi dalam Epidemiologi. 2013.


3. Ruspita. Hubungan Sebab Akibat menurut Epidemiologi. wordpress.com; 2012.