Anda di halaman 1dari 16

PRESENTASIKASUS

DERMATITISSEBOROIKDANPRURIGO
NODULARIS

Moderator:
dr.Widyanto,SpKK

DisusunOleh:
ShienowaAndayaSari
NIM11.2015.426

Tanggalpenyajian:
06Juli2017

KEPANITERAANKLINIKILMUPENYAKITKULITDANKELAMIN
RSPADGATOTSOEBROTOJAKARTA
FAKULTASKEDOKTERANUKRIDA
Periode:03Juli201705Agustus2017
1
BAB I
STATUSPASIEN

I. IdentitasPasien
Nama :Ny.TH
Umur :50tahun
Jeniskelamin :Perempuan
Alamat :BMR,GM4no89MondorokoSingosari,Malang,JawaTimur
Pekerjaan :IstridariTNIPELTU
Pendidikan :
StatusPernikahan :Menikah
Agama :Islam

II.Anamnesis
AutoanamnesispadahariSelasa,04Juli2017
KeluhanUtama:
Benjolankehitamanyangdirasakangatalpadapunggungtangankanandankiri.
Bercakmerahdisertaisisikhaluspadabelakangleher,belakangtelinga,kulitkepala,dan
wajahdisertaigatal.

KeluhanTambahan:Ketombeyangbanyakpadakulitkepala.
RiwayatPerjalananPenyakit:
Duatahunyanglalumunculbintikbintikkecilditanganserupadenganwarnakulit
danterasagatal.Karenaterasagatal,pasienmenggarukbintikbintikkeciltersebuthingga
kemerahansampairasagatalhilang.Pasienmengatakanbilaberadaditempatdinginatau
pasien merasa lelah maka gatal akan timbul dan pasien tidak dapat menahan untuk
menggaruknya. Hingga lamakelamaan daerah yang digaruk menjadi merah, setelah itu
menjaditebaldansepertimembentukbenjolankehitamanpadapunggungtangankanandan
kiridisertairasagatal.
Enambulansebelumkepoliklinikkulitdankelamin,timbulkeluhanlainyaitupasien
merasaketombemenjadilebihbanyakdanseringgatalpadakulitkepala.Tetapipasientidak
menghiraukan karena pasien berfikir hanya ketombe biasa. Lima bulan yang lalu mulai
timbulbercakmerahbersisikhaluspadabelakangleher,belakangtelinga,kulitkepala,dan

2
wajahyangjugadisertairasagatal.Ketombedikulitkepalapasienjugadirasakantidak
berkurangdanjustrubertambahbanyak.
Kemudian satu bulan terakhir dirasakan benjolan kehitaman yang dirasakan gatal
pada punggung tangan kanan dan kiri mulai muncul kembali semenjak pasien merawat
suaminyadirumahsakit.Pasienjugasudahmulaimerasaterganggukarenakeluhanbercak
merahdisertaisisikhalus padabelakangleher,belakangtelinga,kulitkepala,danwajah
disertai gatal tidak kunjung hilang. Selain itu ketombe juga semakin banyak. Pasien
mengatakanmenggunakan coconutvirginoil untukmelembabkankulitdanmenghilangkan
gatal serta kemerahan pada kulit, tetapi tidak membaik. Pasien mempunyai kebiasaan
keramasduakalisehari.
RiwayatPenyakitDahulu:
Tidakada
RiwayatPenyakitKeluarga:
Tidakada

III.StatusGeneralis(Pemeriksaanpadatanggal04Juli2017)
Kesadaran : Compos Mentis
Keadaan Umum : Tampak Sakit Ringan
Status gizi : Baik
Tinggi badan : 160 cm
Berat badan : 80 kg
IMT : 31,25 kg/m2 (Obese II)
Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah : Tidak dilakukan
Frekuensi Nadi : 80 kali/menit
Frekuensi Napas : 20 kali/menit
Suhu Tubuh : afebris
Kepala : Normocephali
Mata : sklera ikterik (-/-), konjungtiva anemis (-/-)
Hidung : sekret hidung (-), septum deviasi (-).
Tenggorokan : Tonsil T1-T1 tenang, Faring tidak hiperemis.
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening
Thorax : bentuk datar, tidak ada lesi, tidak ada pelebaran pembuluh darah
Abdomen : tidak ada nyeri tekan
Hepar : tidak ada pembesaran, tidak ada nyeri.
Limpa : tidak ada pembesaran, tidak ada nyeri.
Ekstremitas : Akral hangat, tidak ada edema dan sianosis
IV.Status Dermatologikus

3
Lokasi dan Efloresensi :
- Daerah punggung tangan kanan dan kiri: tampak nodul-nodul hiperpigmentasi dengan
ukuran diameter 1 cm hingga 2 cm dengan adanya krusta di bagian puncak.
- Daerah lengan bawah kanan dan kiri: tampak bercak eritematosa, dengan ukuran lentikular
hingga plakat, berbatas tegas dengan skuama halus pada permukaan lesi.
- Daerah dahi, atas alis dan samping hidung: tampak bercak eritematosa, dengan ukuran
numular hingga plakat, berbatas tegas disertai skuama halus di seluruh permukaan lesi.
- Daerah belakang telinga kanan dan kiri: tampak bercak eritematosa, ukuran lentikular
hingga plakat, berbatas tegas disertai adanya skuama halus.
- Daerah leher: tampak bercak eritematosa, dengan ukuran numular hingga plakat, berbatas
tegas disertai skuama halus di seluruh permukaan lesi.

Daerah Lengan Bawah dan Punggung Tangan Kanan dan Kiri

Gambar 1. Lesi pada Lengan Bawah dan Punggung Tangan Kanan dan Kiri

Daerah Dahi, Atas alis, dan Samping Hidung

4
Gambar 2. Daerah Wajah

Gambar 3. Lesi pada Daerah Dahi dan Atas Alis

5
Daerah Belakang Telinga Kanan dan Kiri

Gambar 4. Lesi pada Belakang Telinga Kanan dan Kiri

Daerah Leher

Gambar 5. Lesi pada Daerah Leher

6
V. PemeriksaanPenunjang
Tidakdilakukan
VI. Resume
Ny. TH, 50 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin Rumah Sakit Gatot Soebroto
dengan keluhan benjolankehitamanyangdirasakangatalpadapunggungtangankanandan
kiriyangdirasakansemenjakduatahunterakhir.Keluhantersebutawalnyahanyaberupa
bintikbintikkecildanterasagatalyangdirasakanhilangtimbul.Biasanyakeluhantimbul
padasaatudaradinginataumerasalelah.Selainituenambulanyanglalutimbulkeluhanlain
yangdirasakanyaituberupaadanyaketombe,tetapiketombesemakinbanyakdisertaikulit
kepalayanggatal.Kemudiandiikutitimbulbercakmerahdisertaisisikhaluspadabelakang
leher,belakangtelinga,kulitkepala,danwajahdisertaigatal.Satubulanterakhirsemenjak
merawatsuaminyadirumahsakit,benjolankehitamanyangdirasakangatalpadapunggung
tangan kanan dan kiri tersebut muncul dan dirasakan mengganggu. Pasien juga merasa
keluhanbercakmerahdisertaisisikhaluspadabelakangleher,belakangtelinga,kulitkepala,
dan wajah disertai gatal tidak kunjung membaik. Ketombe juga dirasakan semakin
bertambah. Keluhan tersebut semakin mengganggu pasien satu bulan ini. Pasien belum
pernahberobatsebelumnya.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan status generalisata pasien dalam batas normal,
dengan indeks massa tubuh obese II, sedangkan untuk status dermatologikus pada daerah
punggung tangan kanan dan kiri tampak nodul-nodul hiperpigmentasi dengan ukuran
diameter 1 cm hingga 2 cm dengan adanya krusta di bagian puncak. Pada daerah lengan
bawah kanan dan kiri tampak bercak eritematosa, dengan ukuran lentikular hingga plakat,
berbatas tegas dengan skuama halus pada permukaan lesi. Pada daerah dahi, atas alis dan
samping hidung tampak bercak eritematosa, dengan ukuran numular hingga plakat, berbatas
tegas disertai skuama halus di seluruh permukaan lesi. Pada daerah belakang telinga kanan
dan kiri tampak bercak eritematosa, ukuran lentikular hingga plakat, berbatas tegas disertai
adanya skuama halus. Pada daerah leher tampak bercak eritematosa, dengan ukuran numular
hingga plakat, berbatas tegas disertai skuama halus di seluruh permukaan lesi. Sedangkan
pemeriksaan penunjang tidak dilakukan.

VII. DiagnosisKerja
DermatitisSeboroikdanPrurigoNodularis

7
VIII. DiagnosisBanding
PsoriasisVulgarisdanPrurigoNodularis

IX. Rencana/AnjuranPemeriksaan
Histopatologi

X. Penatalaksanaan
Nonmedikamentosa:
Melaukanperwaatanrambut,dicucidandiberikansampo
Hindarifaktoryangmemperberatsepertistress
Hindarimenggaruklesi
Kontrolkembali1bulankemudian.
Medikamentosa:
Cetrizinetablet10mgsekalisehari
DermatitisSeboroik
Seleniumsulfidasampo1,8%untukcucirambut515menit.
Hidrokortison cream 2,5% dua kali sehari (untuk bagian belakang leher, belakang
telinga,wajah)
PrurigoNodularis
Triamsinolonasetonidsuspensiinjeksiintralesi

XI. Prognosis
Quoadvitam :adbonam
Quoadfunctionam :adbonam
Quoadsanationam :Dubiaadbonam

8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Dermatitis Seboroik
2.1. Definisi
Dermatitis seboroik adalah peradangan kulit pada daerah yang banyak mengandung
kelenjar sebasea. Biasanya mengenai bayi dan dewasa yang berhubungan dengan
peningakatan dari produksi kelenjar sebasea yang berada di area wajah dan tubuh.1,2,3

2.2. Epidemiologi
Prevalensi dermatitis seboroik secara umum berkisar 3-5% pada populasi
umum.Umumnya diawali sejak usia pubertas dan memuncak pada umur 40 tahun. Jenis
kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan wanita.2,3

2.3. Etiopatogenesis
Walaupun banyak teori yang dikemukanan, penyebab dari dermatitis seboroik tidak
diketahui. Tetapi kemungkinan berhubungan dengan peningkatan sekresi kelenjar sebasea,
komposisi abnormas kelenjar sebasea, obat-obatan, atau jamur Malassezia furfur
(Pityrosporum Ovale). Patogenesis dari dermatitis seboroik diketahui bkemngkinan karena
meningkatnya sekresi sebum. Tingginya insiden dermatitis seboroik pada bayi baru lahir
karena ukuran dan aktivitas dari kelenjar sebaseus yang besar dengan sekeresi yang tinggi
serupa dengan dewasa.2
Tempat predileksi dimana mengandung banyak folikel sebasea yaitu wajah, telinga,
kulit kepala, dan bagian atas tubuh. Pada suatu penelitian didapatkan bahwa lipid di
permukaan kulit tidak tinggi tetapi komposisinya ditandai dengan meningkatnya kolesterol,
trigliserida, dan paraffin, menurunnya kadar squalene, asam lemak bebas dan wax esters.
Selain itu adanya peranan dari Malassezia furfur atau diketahi sebagai (Pityrosporum) banyak
ditemukan pada kulit normal (504,000 organisms/cm2 vs 922,000 pada individu berketombe
dan 655,000 pada pasien dengan dermatitis seboroik) juga dioerkirakan menjadi penyebab
dermatitis seboroik. Obat diduga menyebabkan gambaran seperti dermatitis seboroik seperti
metildopa. Selain itu faktor lain yang memicu terjadinya dermatitis seboroik yaitu stress,
suhu yang rendah.2,4
\

9
2.4. Gambaran Klinis
Pada dermatitis seboroik biasanya gejala muncul perlahan-lahan, biasanya kulit
penderita tampak berminyak. Lokasi yang biasa terkena di daerah kulit kepala berambut,
wajah, alis, lipat nasolabial, teilnga, retroaurikular, bagian atas-tengah dada, punggung.
Jarang menjadi luas. Ketombe merupakan tanda awal manifestasi dermatitis seboroik, mlai
dari bercak .kecil yang kemudian mengenai selruh kulit kepala dengan skuama-skuama yang
halus dan kasar.Dapat ditemukan rasa gatal pada lesi. Pada fase kronis dapat dijumpai
kerontokan rambut.3Eflorensensi biasanya berupa macula eritematosa yang ditutupi oleh
papula-papula miliar berbatas tak tegas, dan skuama halus putih berminyak, Kadang-kadang
ditemukan erosi dengan krsta yang sudah mongering berwarna kekuningan.1

Gambar 2.1 Gambaran Dermatitis Seboroik pada Dahi dan Regio Centrofasial

Gambar 2.2 Gambaran Dermatitis Seboroik pada Kulit Kepala dan Alis5

10
2.5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaan histopatologis pada
dermatitis seboroik tersebar perivascular infiltrat superficial dari limfosit dan histiosit,
spongiosis ringan hingga sedang (edema intraselular), psoriasiform hyperplasia tipis,
parakeratosis, neutrofils dapat dilihat pada tepi krusta. Kronik dermatitis seboroik dapat
terlihat dilatasi kapiler dan venula di pleksus superficialis.2

2.6. Penegakkan Diagnosis


Diagnosis dermatitis seboroik ditegakan berdasarkan anamnesis dari gejala klinis dan
pemeriksaan fisik status dermatologikus berupa morfologi khas lesi eksema dengan skuama
kuning berminyak diarea predileksi.3

2.7. Diagnosis Banding


Beberapa kelainan klinis yang mirip dan perlu dibedakan dari dermatitis seboroik
yaitu psoriasis. Psoriasis adalah penyakit kulit kronik residif dengan lesiyang khas berupa
bercak-bercak eritema berbatas tegas, ditutupi oleh skuama tebal berlapis-lapis berwarna
putih mengkilat. Lokasi biasa terdapat di siku, lutut, kulit kepala, telapak kaki dan tangan,
punggung, tungkai atas dan bawah serta kuku. Eflorosensi berupa macula eritematosa dengan
besar yang bervariasi dari miliar sampai nummular, dengan gambaran beraneka ragam.
Makula berbatas tegas, ditutupi oleh skuama kasar, berwarna putih mengkilat. JIka skuama
digores dengan benda tajam dapat terlihat fenomena tetsan lilin. JIka penggoresa diteruskan
dapat ditemukan fenomena AUzpitz tanda bintik-bintik darah dan Koebner atau reaksi
isomorfik yait lesi-lesi psoriasis pada bekas garukan.1

2.8. Tatalaksana
Pada dermatitis seboroik pengobatan tidak menyembuhkan secara permanen sehingga
terapi dilakukan secara berulang saat gejala timbul. Tatalaksana yang dilakukan yaitu sampo
yang mengandung selenium sulfida, zinc pirithione, ketoconazole, berbagai sampo yang
mengandung ter dan solusio terbinafine 1%. Untuk menghilangkan skuama tebal dan
mengurangi jumlah sebum pada kulit dengan menggunakan sabun lunak yang mengandng
asam salisilat atau sulfur. Pengobatan topilkal simptomatik dapat diberikan kortikosteroid
topical seperti hidrokortison 2,5%. Selain itu dikatatakan dapat diberikan antifungal seperti
ketoconazole cream 2%. Bila tidak membaik dengan dengan terapi konvensional dapat

11
digunakan terapi sinar ultraviolet-B atau pemberian itrakonazole 100 mg/Hri. Bila tidak
membaik juga bila dermatitis seboroik luas dapat diberikan prednisolone 30 mg/hari.3
2.9. Prognosis
Prognosis baik jika pengobatan dilakukan secara tekun dan konsisten, serta faktor
predisposisi dapat dihindari.1

12
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
Prurigo Nodularis
3.1. Definisi
Prurigo nodularis adalah penyakit kronik pada orang dewasa, Ditandai oleh adanya
nodus kutan yang gatal, terutama ekstremitas bagian ekstensor. Prurigo nodularis juga dapat
disebut Hydes disease, nodular lichen simplex chronicus, atau nodular neurodermatitis
sirkumskripta.6

3.2. Epidemiologi
Biasanya terjadi pada usia berapa saja, tetapi kebanyakan pasien berada pada usia 20
hinggqa 60 tahun. Laki-laki dan perempuan mempunyai rasio yang sama. Pasien yang
sebelumnya pernah menderita dermatitis atopic akan timbul diusia 19 thaun dibandingkan
yang tidak menderta dermatitis atopic.2,6

3.3. Etiopatogenesis
Penyakit ini sendiri belum diketahui penyebabnya. Tetapi serangan-serangan gatal
timbul bila terdapat atau mengalami ketegangan emosional. Diketahui pada suatu penelitian
pada pasien dengan prurigo nodularis setegahnya pernah mengalami depresi, gangguan
cemas, atau penyakit psikis lainnya. Penyakit ini dianggap sebaigai neurodermatitis
sirkumskripta berbentuk nodular atipik. Juga dikatakaan ada persamaan dengan
neurodermatitis bentuk nodular dan dengan liken planus bentuk hipertrofik.Trauma kronik
mekanik pada kulit menyebabkan terjadinya penebalan pada daerah trauma. Garukan
berulang (akibat benda asing atau diri-sendiri) menyebabkan terbentuk plakat atau nodular
likenifikasi dan hyperkeratosis dan juga terjadi perubahan pigmen. Biasnya pada orang yang
menderita penyakit ini tidak dapat menahan keinginan untuk menggaruk.1,2,6

3.4. Gambaran Klinis


Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan yaitu kelainan
kulit dimulai dengan papula-papulamiliar pada bagian ekstensor ekstremitas, yang makin
membesar membentuk nodus-nodus lenticular. Lesi dapat berupa nodus, dapat tunggal atau
multiple, mengenai ekstremitas, terutama permukaan anterior atas dan bawah. Lesi sebesar
kacang polong atau lebih besar, keras, dan berwarna merah atau kecoklatan. Bila

13
perkembangannya sudah lengkap maka lesi tersebut akan berubah menjadi verukosa dan
hiperpigmentasi sehingga pasien menjadi frustasi.6

3.5. Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaanhistopatologis akan
ditemukan gambaran hyperkeratosis, hypergranulosis, akantosis yang tidak teratur (hiperplasi
psoriaformis yang tidak teratur) dan papilomatosis pada epidermis. Sedangkan pada dermis
akan ditemukan penebalan tratum papilaris,dan tampak kumpulan serat-serat kolagen kasar
tegak lurus pad permukaan kulit, serta pelebaran ujung-ujung pembluh darah, sebukan sel-sel
radang yang terdiri dari limfosit dann histiosit.1,6

3.6. Penegakkan Diagnosis


Diagnosis ditegakan berdasarkan anamnesis dari gejala klinis dan pemeriksaan fisik
status dermatologikus berupa morfologi nodul lenticular berwarna hitam tersebar sepanjang
ekstremitas bagian ekstensor yang dikelilingi dengan hiperpigemtasi.6
3.7. Diagnosis Banding
Beberapa kelainan klinis yang mirip dan perlu dibedakan dari prurigo nodularis yaitu
liken simpleks kronikus. Lesi biasanya tunggal dan berupa plak eritematosa, sedikit
edematosa, lambat laun edema dan eritema menghilang, bagian tengah berskuama dan
menebal, likenifikasi, dan eksoriasi, sekitarnya hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal
tidak jelas. Variasi klinis nantinya dapat berupa prurigo nodularis akibat garukan atau korekan
tangan.penderita yang berulang-ulang pada suatu tempat.

3.8. Tatalaksana
Pada prurigo nodularis biasnaya alesi kulit akan memberikan respon cepat terhadap
penyuntikan kortikosteroid intralesi. Biasanya dipakai suspense triamsinolon asetonid 2,5
sampai 12,3 mg per ml. Dosisnya 0,5 sampai 1 ml pec cm 2 dengan maksimum 5 ml untuk
sekali pengobatan. BEberapa terapi topical yang dianjurkan kortikosteroid potensi kuat.
Pengobatan sistemik antara lain antihistamin (dapat mengurangi gatal) seperti hydroxyzine
atau tricyclic antidepressant seperti doxepin saat gatal malam hari.6
3.9. Prognosis
Penyakit ini bersifat kronis dan setelah sembuh dengan pengobatan biasanya residif.
Dalam beberapa kondisi yang berhbubungan dengan prurigo nodularis dapat menyebabkan
mortalitas karena ditemukan pada pasien imunocompromised dan populasi HIV.1,6

14
Daftar Pustaka
1. Siregar RS. Atlas berwarna saripati penyakit kulit. Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2004.h.104-5, 135-6.
2. Wolff K, Goldsmith LA, et al. Fitzpatricks dermatology in general medicine. Edisi
ketujuh. New York:Mc Graw Hill;2008.h. 160-2, 219-24.
3. Jacoeb TNA. Dermatitis erirtoskuamosa: dermatitis seboroik. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit
dan Kelamin. Edisi ketujuh. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2016.h.232-3.
4. Wollf K, Johnson RA, Suurmond D. Fitzpatricks color atlas & synopsis of clinical
dermatology. New York:Mc Graw Hill; 2005.h.42-50.
5. Handler MZ. 2017. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/1108312-
overview/ Juli 2017.
6. Boerdiardja SAK, Wiryadi BE. Prurigo Nodularis. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. Edisi ketujuh. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2016.h.318-319

15