Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU

MANAJEMEN AGRIBISNIS PERIKANAN

MAKALAH
MANAJEMEN SDM DALAM USAHA PERIKANAN

DISUSUN OLEH :

RILWANU RAHMAN ALATAS


L241 13 303

PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PERIKANAN


JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
SDM atau tenaga kerja adalah suatu hal yang sangat menentukan bagi produktivitas
sebuah bisnis dalam suatu perusahaan. Tanpa adanya tenaga kerja, sebuah perusahaan
tidak akan mampu menjalankan bisnisnya dengan efektif dan efisien. Tenaga kerja juga
dijadikan sebagai suatu wadah pengintegrasian mutu atau kualitas dari sebuah produk.
Ketika tenaga kerja yang digunakan memiliki kualitas yang tinggi dalam hal
pekerjaannnya, maka produk yang dihasilkan juga akan sebanding dengan hal tersebut.
SDM atau Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang menentukan
keberhasilan produksi suatu barang dan jasa. Dalam kegiatan produksi tenaga kerja
merupakan input yang terpenting selain bahan baku dan juga modal. Di beberapa negara,
tenaga kerja juga dijadikan aset terpenting karena memberikan pemasukan kepada negara
yang bersangkutan. Oleh karena itu, tenaga kerja merupakan salah satu aspek yang perlu
diperhatikan oleh pemerintah. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana manajemen
SDM atau tenaga kerja dalam usaha perikanan.
B. Rumusan Masalah

1. SDM atau tenaga kerja bidang perikanan.


2. Peranan manajemen dalam produktivitas tenaga kerja atau SDM.
3. Hubungan manajemen dan pengusaha / entrepreneur dalam agribisnis perikanan.
C. Tujuan

1. Mengetahui SDM atau tenaga kerja bidang perikanan.


2. Bagaimana Peranan manajemen dalam produktivitas tenaga kerja atau SDM.
3. Apa Hubungan manajemen dan pengusaha/entrepreneur dalam agribisnis
perikanan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. SDM atau Tenaga kerja bidang perikanan

Sumber daya manusia atau Tenaga kerja dibidang perikanan sangat menentukan
pertumbuhan ekonomi, terutama dalam hal pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Masyarakat pesisir yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan, memberikan sumbangsi
tersendiri bagi sektor perikanan. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya jumlah
produksi yang dihasilkan oleh sektor perikanan.
Tenaga kerja dalam bidang perikanan merupakan salah satu unsur penentu, karena
apabila terjadi kelangkaan tenaga kerja, maka akan terjadi pula penurunan kualitas dn
kuantitas produksi terhadap suatu produk. Tenaga kerja dibidang perikanan memiliki
karakteristik tersendiri. Karakteristik tersebut meliputi :
a. Keperluan tenaga kerja yang tidak merata
b. Tidak mudah distandarkan

B. Peranan manajemen dalam produktivitas tenaga kerja atau SDM.

Manajemen merupakan hal yang sangat berperan penuh terhadap produktivitas


kerja. Semakin bagus manajemen, maka semakin tinggi pula produktivitas kerja. Fungsi-
fungsi manajemen yang diawali dari planning hingga controlling mampu membuat
pengelolaan yang utuh terhadap kinerja kerja.
Manajemen sangat menentukan pertumbuhan atau kebangkrutan suatu perusahaan.
Dengan adanya suatu pengelolaan dan manajemen yang baik maka suatu perusahaan akan
mampu bertahan dari segala tekanan, kendala, dan rintangan yang ada. Bahkan akan
berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi.

C. Hubungan manajemen dan pengusaha / entrepreneur dalam agribisnis perikanan.


Agribisnis perikanan (fisheries agribusiness) yang dikelola oleh manager yang
berkarakter entrepreneur berpotensi lebih mampu menciptakan profit (profitable).
Kemampuan yang spesial ini tidak lepas dari karakter entrepreneur antara lain memiliki
kreatifitas; kemampuan (IQ dan skill) dalam membaca peluang dan menciptakan peluang,
mengelola usaha (manajemen usaha) dan merakit tiga faktor produksi (land, capital dan
labor), berinovasi, serta menjual (barang, jasa, dan ide kreatif); memiliki keberanian (EQ
dan mental) dalam mengatasi ketakutan, menerima/memikul risiko (risk bearing),
mengendalikan risiko (risk taking), serta keluar dari zona kenyamanan (zona yang tanpa
tantangan); memiliki keteguhan hati (motivasi diri untuk selalu maju dan berkembang),
persistence (ulet), pantang menyerah, determinasi (teguh dalam keyakinannya), serta
kekuatan akan pikiran (power of mind) bahwa anda juga bisa. Pengelola agribisnis
perikanan (fisheries agribusiness manager) yang berwatak entrepreneur akan mengelola
input (faktor produksi land, capital dan labor) dalam berproduksi agar menghasilkan
output secara efektif dan efisien. Untuk itu, produksi harus terencana dengan baik dan
sistematis (memerlukan planning). Dengan melakukan perencanaan, berarti seorang
manager telah menerapkan sebagian prinsip-prinsip manajemen. Perencanaan yang
dimaksud mulai dari jenis, jumlah dan kualitas input (tenaga kerja, modal, bahan baku),
design produk, jumlah dan kualitas produk, harga, target volume penjualan (omzet) dan
target waktu yang diperlukan dalam penjualan, dan lain-lain. Penerapan manajemen berarti
melakukan seni mencapai tujuan usaha dengan melibatkan orang lain (labor, consumer,
mitra kerja, dan lain-lain).
Pengelolaan suatu usaha tentu akan selalu dihadapkan pada risiko.
Aquabusinesspreneur (entrepreneur dalam bidang aquabisnis) yang berhasil
mengendalikan risiko, serta mencurahkan necessary time and financial dalam usahanya,
akan memperoleh reward berupa profit.
Manajemen agribisnis perikanan pada prinsipnya adalah penerapan manajemen
dalam sistem agribisnis perikanan. Calon entrepreneur/wirausahawan dalam bidang
agribisnis perikanan perlu memahami konsep-konsep manajemen untuk mempermudah
pencapaian tujuan usahanya yaitu memperoleh profit dengan cara memuaskan konsumen
dan mengindahkan etika bisnis. Konsep-konsep manajemen yang dimaksud antara lain
pengertian manajemen, fungsi-fungsi manajemen, prinsip-prinsip manajemen, serta
bidang-bidang manajemen. Selain itu, di dalam menjalankan agrinisnis perikanan perlu
memahami ilmu ilmu perikanan, pertanian, pemasaran dalam arti yang luas, dan
kemampuan dalam mengambil keputusan.
Terkait dengan ilmu-ilmu perikanan dan pemasaran, setidaknya entrepreneur
agribisnis perikanan memahami karakteristik komoditas perikanan. Hal ini karena
komoditas perikanan memiliki karakteristik yang khas sehingga memerlukan manajemen
yang berbeda dengan bidang bisnis yang lain. Karakteristik komoditas perikanan di
antaranya:
Mudah rusak (perishability)
Ikan memiliki sifat mudah rusak karena ikan secara umum memiliki komposisi air
sekitar 60% dari berat ikan. Sedangkan air merupakan media utama bagi kehidupan
bakteri, jamur dan sejenisnya yang akan mempercepat penurunan kualitas ikan jika tidak
dilakukan penanganan (handling) yang tepat dan cepat. Handling adalah salah satu bagian
dari fungsi fisik pemasaran.
Setiap pengunduran penanganan ikan akan menyebabkan penurunan kualitas dan
hilangnya berat yang mempengaruhi harga jual. Peranan system pemasaran adalah
menghambat 3D (death/hancur, decacy/rusak, deterioration/penurunan) dari komoditi
tersebut.
Musiman
Sifat musiman komoditi perikanan terkait dengan sulitnya produsen menjual hasil
prduksinya dengan harga yang wajar. Seringkali saat musim panen, harga jual ikan
menurun. Sehingga peran pemasaran adalah menyediakan stok yang cukup untuk saat
tidak musim melalui kegiatan storage sebagai salah satu fungsi fisik pemasaran untuk
menciptakan time utility.
Butuh ruang yang banyak (bulkiness)
Karakter ini berdampak pada perlunya biaya transportasi yang lebih besar karena
sekali pengangkutan hanya dapat mengangkut ikan dalam jumlah yang dibatasi oleh ruang
dan berat ikan.
Tidak seragam (non homogenity)
Komoditi perikanan dengan sifat tidak seragam berdampak juga pada besarnya
biaya penanganan karena memerlukan biaya penyortiran sekaligus memakan waktu
penanganan dan dapat berdampak penurunan kualitas. Fungsi grading diperlukan untuk
mengatasi permasalahn pemasaran ini.
Entrepreneur agribisnis adalah pencipta kekayaan melalui inovasi berbasis
pertanian, perkebunan, peternakan, perhutanan, perikanan, hortikultura dan tanaman
pangan (jagung, padi, kedelai, umbi umbian dan kacang kacangan lainnya) serta bisnis
yang terkait ke hulu, hilir dan penunjangnya. Mereka adalah pusat pertumbuhan lapangan
kerja dan ekonomi. Mereka menghasilkan sistem dan mekanisme pembagian kekayaan
yang bergantung pada inovasi, kerja keras, dan pengambilan resiko berbasis kekayaan
alam tropis dan sosial Indonesia. Entrepreneur agribisnis menghasilkan barang dan jasa
seperti pangan, pakan, energi, serat, obat-obatan, agro otomotif dan industri kimia, jasa
keuangan, informasi, pergudangan, transportasi, telekomunikasi pendidikan dan konstruksi
infrastruktur (jembatan, jalan, dam, irigasi) dalam sistem dan usaha agribisnis (Pambudy,
2010).
Mengapa Manajemen Diperlukan dalam Agribisnis Perikanan?
Bertitik tolak dari karakteristik komoditas perikanan yang khas, maka manajemen
agribisnis perikanan tentu berbeda dengan manajemen lainnya. Perbedaan karakteristik
tersebut menyebabkan perbedaan manajemen dalam hal penanganan, pengangkutan,
penyimpanan, pengolahan, standarisasi, pengemasan, permodalan dan pembiayaan,
penanggungan risiko, pengelolaan tenaga kerja/SDM, dan pengintaian pasar. Penguasaan
pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep manajemen akan sangat membantu upaya
mengelola/memanage bisnis berbasis komoditas perikanan. Keahlian manajemen tersebut
dalam hal manajemen sumberdaya manusia, manajemen produksi, manajemen keuangan,
dan manajemen pemasaran. Keahlian manajerial yang berbasis pengetahuan tentang
karakteristik komoditas perikanan, masih perlu dilengkapi dengan pemahaman tentang
kondisi sosial budaya masyarakat perikanan. Dengan demikian, manager ataupun
entrepreneur yang bergerak di bidang perikanan telah mendapatkan tiket sukses
menjalankan bisnis perikanan, disamping masih diperlukan beberapa skill dan keahlian
lain misalnya: mindset dan entrepreneurship skill (selalu kreatif, inovatif, berani
mengambil risiko, dll), kepemimpinan, komunikasi, teknik pengambilan keputusan,
memiliki motivasi
untuk selalu berkembang dan maju, kemampuan organisasi, human relation, dan yang
terpenting memiliki keteguhan hati dalam menjaga hatinya agar tetap berpegang teguh
pada
norma-norma, nilai-nilai, etika, dan hukum yang berlaku dalam dunia bisnis dan
masyarakat,
serta aturan dari Yang Maha Pencipta, Allah SWT.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

1. SDM atau Tenaga kerja dalam bidang perikanan merupakan salah satu unsur
penentu, karena apabila terjadi kelangkaan tenaga kerja, maka akan terjadi pula
penurunan kualitas produksi terhadap suatu produk perikanan.
2. Semakin bagus manajemen, maka semakin tinggi pula produktivitas kerja.
3. Agribisnis perikanan (fisheries agribusiness) yang dikelola oleh manager yang
berkarakter entrepreneur berpotensi lebih mampu menciptakan keuntungan atau
manfaat yang lebih baik.
B. Saran

Dalam usaha perikanan sangat penting untuk kita ketahui bagaimana


manajemen Sumber daya manusia yang mampu bersaing dan mampu bekerja
secara profesional yang berkarakter wirausaha, karena kita harus sadari bahwa
SDM atau tenaga kerja merupakan penentu dalam proses produksi perikanan dari
hulu hingga hilir.
DAFTAR PUSTAKA

Abidin zainal, S.Pi, MP, M.BA. Buku ajar MANAJEMEN AGRIBISNIS PERIKANAN.
Program studi Agribisnis Perikanan. FPIK . Universitas Brawijaya

http://gudangklazhie.blogspot.com/2012/12/makalah-manajemen-bisnis-tenaga-kerja.html