Anda di halaman 1dari 17

Tugas Ekonomi Transportasi

BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN

1. Biaya Operasi Kendaraan

Biaya Operasi Kendaraan (BOK) merupakan suatu nilai yang


menyatakan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian suatu
kendaraan. BOK terdiri atas beberapa komponen, yaitu :

a. Biaya Tidak Tetap (Running Cost)

Biaya Bahan
bakar Biaya Oli
/ Pelumas
Biaya
Pemakaian
Ban
Biaya Pemeliharaan ( Servis kecil / besar, General
Overhaul) Biaya Over Head ( Biaya tak terduga)
b. Biaya Tetap

Asuransi
Bunga
Modal
Depresiasi ( Penyusutan
Kendaraaan ) Nilai Waktu

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


Tugas Ekonomi Transportasi
2. Perhitungan BOK dengan Rumus PCI Model

Biaya Operasi Kendaraan (BOK) merupakan fungsi dari kecepatan,


dan dibedakan untuk BOK jalan tol dan BOK non tol. Untuk perhitungan
BOK ini dipergunakan rumus PCI model, dengan asumsi kondisi jalan tol
(geometrik jalan) relatif rata. Berikut ini adalah rumusnya:

2.1 Rumus untuk Menghitung BOK di Jalan Tol

a. Persamaan konsumsi bahan bakar.

Gol I (mobil) : Y = 0,04376 x S2 4,94078 x S + 207,0484

Gol IIA (bus) : Y = 0,14461 x S2 16,10285 x S + 636,50343

Gol IIB (truk) : Y = 0,13485 x S2 15,12463 x S + 592,60931

Y = Konsumsi bahan bakar (liter/1000 km) S = Kecepatan (km/jam)

b. Persamaan konsumsi oli mesin.

Gol I (mobil) : Y = 0,00029 x S2 0,03134 x S + 1,69613

Gol IIA (bus) : Y = 0,00131 x S2 0,15257 x S + 8,30869

Gol IIB (truk) : Y = 0,00188 x S2 0,13370 x S + 7,54073

Y = Konsumsi oli mesin (liter/1000 km) S = Kecepatan (km/jam)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


c. Persamaan dari pemakaian ban.

Gol I (mobil) : Y = 0,0008848 x S 0,0045333

Gol IIA (bus) : Y = 0,0012356 x S 0,0065667

Gol IIB (truk) : Y = 0,0015553 x S 0,005933

Y = pemakaian

ban/1000 km S =

Kecepatan (km/jam)

d. Persamaan dari biaya pemeliharaan


- Biaya suku cadang

Gol I (mobil) : Y = 0,0000064 x S + 0,0005567

Gol IIA (bus) : Y = 0,0000332 x S + 0,00020891

Gol IIB (truk) : Y = 0,0000191 x S + 0,0015400

Y = Biaya suku cadang dikalikan dengan


harga kendaraan yang
terdepresiasi/1000 km.

S = Kecepatan
(km/jam)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


- Biaya mekanik

Gol I (mobil) : Y = 0,00362 x S + 0,36267

Gol IIA (bus) : Y = 0,02311 x S + 1,97733

Gol IIB (truk) : Y = 0,0 1511 x S + 1,21200

Y = Jam kerja mekanik dikalikan dengan upah/ jam/1000 km

S = Kecepatan (km/jam)

e. Persamaan dari penyusutan (depresiasi)

Y = Depresiasi dikalikan dengan setengah dari harga kendaraan


terdepresiasi/1000 km.

S= Kecepatan (km/jam)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


f. Persamaan dari suku bunga

Gol I (mobil) : Y = 150 / (500 x S)

Gol IIA (bus) : Y = 150 / (2571,42857 x S)

Gol IIB (truk) : Y = 150 / (1714,28571 x S)

Y = Biaya suku bunga dikalikan dengan setengah harga kendaraan


terdepresiasi/1000 km

S = Kecepatan (km/jam)

g. Persamaan dari asuransi

Gol I (mobil) : Y = 38 / (500 x S)

Gol IIA (bus) : Y = 60 / (2571,42857 x S)

Gol IIB (truk) : Y = 61 / (1714,28571 x S)

Y = Asuransi dikalikan dengan harga kendaraan baru/1000 km

S = Kecepatan (km/jam)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


h. Persamaan dari waktu perjalanan

Y = Jam perjalanan dikalikan dengan upah/jam/1000 km.

S = Kecepatan (km/jam)

Rata rata jumlah awak kendaraan.

Gol I (mobil) : sopir 1

Gol IIA (bus) : sopir 1 ; kondektur 1,7

Gol IIB (truk): sopir 1 ; kernet 1

i. Overhead ( biaya tak terduga )

Gol I (mobil) :-

Gol IIA (bus) : 10 % dari sub total

Gol IIB (truk) : 10 % dari sub total

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


3. Rumus untuk Menghitung BOK di Jalan Non Tol

a. Persamaan konsumsi bahan bakar.

Gol I (mobil) : Y = 0,05693 x S 2 6,42593 x S + 269,18567

Gol IIA (bus) : Y = 0,21692 x S 2 24,1549 x S + 954,78824

Gol IIB (truk) : Y = 0,21557 x S2 24,17699 x S + 947,80882

Y = Konsumsi bahan bakar (liter/1000 km)


S = Kecepatan (km/jam)

b. Persamaan konsumsi oli mesin.

Gol I (mobil) : Y = 0,00037 x S2 0,04070 x S + 2,20405

Gol IIA (bus) : Y = 0,00209 x S2 0,24413 x S + 13,29445

Gol IIB (truk) : Y = 0,00186 x S2 0,22035 x S + 12,06486

Y = Konsumsi oli mesin (liter/1000 km)


S = Kecepatan (km/jam)

c. Persamaan dari pemakaian ban.

Gol I (mobil) : Y = 0,0008848 x S 0,0045333

Gol IIA (bus) : Y = 0,0012356 x S 0,0065667

Gol IIB (truk) : Y = 0,0015553 x S 0,005933

Y = pemakaian ban/1000 km
S = Kecepatan (km/jam)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


d. Persamaan dari biaya pemeliharaan
- Biaya suku cadang

Gol I (mobil) : Y = 0,0000064 x S + 0,0005567

Gol IIA (bus) : Y = 0,0000332 x S + 0,00020891

Gol IIB (truk) : Y = 0,0000191 x S + 0,0015400

Y = Biaya suku cadang dikalikan dengan harga kendaraan yang


terdepresiasi/1000 km

- Biaya mekanik

Gol I (mobil) : Y = 0,00362 x S + 0,36267

Gol IIA (bus) : Y = 0,02311 x S + 1,97733

Gol IIB (truk) : Y = 0,0 1511 x S + 1,21200


Y =Jam kerja mekanik dikalikan dengan upah/ jam/1000 km

S =Kecepatan (km/jam)

e. Persamaan dari penyusutan (depresiasi)

Gol I (mobil) : Y = 1 / (2,5 S + 100)

Gol IIA (bus) : Y = 1 / (9 x S + 315)

Gol IIB (truk) : Y = 1/ (6 x S + 210)

Y =Depresiasi dikalikan dengan setengah dari harga kendaraan


terdepresiasi/1000 km.

S =Kecepatan (km/jam)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


f. Persamaan dari suku bunga

Gol I (mobil) : Y = 150 / (500 x S)

Gol IIA (bus) : Y = 150 / (2571,42857 x S)

Gol IIB (truk) : Y = 150 / (1714,28571 x S)

Y =Biaya suku bunga dikalikan dengan setengah harga kendaraan


terdepresiasi/1000 km

S = Kecepatan (km/jam)

g. Persamaan dari asuransi

Gol I (mobil) : Y = 38 / (500 x S)

Gol IIA (bus) : Y = 60 / (2571,42857 x S)

Gol IIB (truk) : Y = 61 / (1714,28571 x S)

Y = Asuransi dikalikan dengan harga kendaraan baru/1000 km.

S = Kecepatan (km/jam)

h. Persamaan dari waktu perjalanan

Gol I (mobil) :Y =-

Gol IIA (bus) : Y = 1000 / S

Gol IIB (truk) : Y = 1000 / S

Y= Jam perjalanan dikalikan dengan upah/jam/1000 km.


S= Kecepatan (km/jam)

Rata rata jumlah awak kendaraan.

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


Gol I (mobil): sopir 1

Gol IIA (bus): sopir 1 ; kondektur 1,7

Gol IIB (truk): sopir 1 ; kernet 1

i. Overhead ( biaya tak terduga )

Gol I (mobil) :-

Gol IIA (bus) : 10 % dari sub total

Gol IIB (truk) : 10 % dari sub total

4. Perhitungan BOK yang Dikembangkan oleh PT. Jasa Marga dan


LAPI ITB

a. Komponen-komponen BOK

a. Konsumsi Bahan Bakar (KBB)

Jalan tol

Konsumsi Bahan Bakar = basic fuel (1+ (kk+kI+kr))

Dimana : basic fuel dalam liter/1000 km

kk = koreksi akibat kelandaian

kI = koreksi akibat kondisi lalu lintas

kr = Koreksi akibat kekasaran jalan (roughness)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


Konsumsi Bahan Bakar Gol I = 0,0284 V - 3,0644 V + 141,68

Konsumsi Bahan Bakar Gol IIA = 2,26533 x Basic fuel Gol I

Konsumsi Bahan Bakar Gol IIB = 2,90805 x Basic fuel Gol I

V= Kecepatan berjalan (Running Speed)

Jalan non Tol

Konsumsi bahan bakar = basic fuel (I+(kk+kl+kr))

Dimana : basic fuel dalam

liter/1000 km Kk = koreksi akibat

kelandaian

Kl = koreksi akibat kondisi lalu lintas

Kr = Koreksi akibat kekasaran jalan (roughness)

Konsumsi Bahan Bakar Gol I = 0,05693V - 6,42593 V + 269,18567

Konsumsi Bahan Bakar Gol IIA = 0,21692 V - 24,11549 V + 954,78624

Konsumsi Bahan Bakar Gol IIB = 0,21557 V - 24,17699 V + 947,80862

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


b. Faktor Koreksi

Tabel 2.1. Faktor Koreksi Akibat Kelandaian

g < -5 % -0,337
Koreksi Kelandaian Negatif
(kk) -5 % g 0 -0,158
%
0 % g -5 0,400
Koreksi Kelandaian Positif %
(kk) g5% 0,820

Sumber : LAPI-ITB (1997)

Tabel 2.2. Faktor Koreksi Akibat Kekasaran dan


(v/c)

0 v/c < 0,6 0,050

Koreksi Lalu Lintas (kl) 0,6 v/c < 0,185


0,8
v/c 0.8 0,253

< 3 m/km 0,035


Koreksi Kekasaran (kr)
3 m/km 0,085

Sumber : LAPI-ITB (1997)

c. Konsumsi Minyak Pelumas

Berdasarkan survey literatur, dengan kriteria kemudahan dalam


mengimplementasikan model, maka dipilih spesifikasi model yang
dikembangkan dalam GENMERRI, yaitu model yang dipakai oleh Bina Marga
untuk studi kelayakan jalan. Model ini memperhatikan pengaruh dari
kecepatan perjalanan dan kekasaran permukaan jalan (roughness) terhadap
konsumsi minyak pelumas.

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


Pada Tabel 2.3. dapat dilihat konsumsi dasar minyak pelumas
(liter/km) untuk jalan tol yang dimodifikasi dari model ini. Konsumsi dasar ini
kemudian dikoreksi lagi menurut tingkatan roughness seperti yang terlihat
pada Tabel 2.4.

Tabel 2.3. Konsumsi Dasar Minyak Pelumas (liter/km)

Kecepatan Jenis
Kendaraan
(km/jam)
Golongan I Golongan Golongan
10 - 20 0,0032 IIA
0,0060 IIB
0,0049
20 - 30 0,0030 0,0057 0,0046
30 - 40 0,0028 0,0055 0,0044
40 - 50 0,0027 0,0054 0,0043
50 - 60 0,0027 0,0054 0,0043
60 - 70 0,0029 0,0055 0,0044
70 - 80 0,0031 0,0057 0,0046
80 - 90 0,0033 0,0060 0,0049
90 - 100 0,0035 0,0064 0,0053
100 - 110 0,0038 0,0070 0,0059
Sumber : LAPI-ITB (1997)

- Konsumsi dasar minyak pelumas untuk jalan non tol dirumuskan sebagai
berikut :

Konsumsi minyak pelumas Gol I = 0,00037 V - 0,04070 V + 2,20405

Konsumsi minyak pelumas Gol IIA = 0,00209 V - 0,24413 V + 13,29445

Konsumsi minyak pelumas Gol IIB = 0,00186 V - 0,22035 V + 12,06486

V = Kecepatan berjalan (Running Speed)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


Tabel 2.4 Faktor Koreksi Konsumsi Minyak Pelumas

Nilai Faktor
Kekasaran Koreksi

< 3 m/km 1,00

> 3 m/km 1,50


Sumber : LAPI-ITB (1997)
d. Konsumsi Ban

Ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi kondisi atau umur ban, yaitu :

1. Rolling Friction, yaitu geseken antara ban dengan permukaan jalan


2. Gesekan akibat Driving Force, yang diakibatkan tekanan udara
yang terjadi pada saat kendaraan melakukan tanjakan dan atau
pengurangan kecepatan.
3. Gaya longitudinal dan transversal yang menyebabkan gesekan
pada sebagian permukaan ban. Gaya tersebut terjadi akibat
pengereman, akselerasi dan tikungan. Dengan
memperhatikan kriteria kesederhanaan dan kemudahan
dalam mengimplementasikan model, maka digunakan model PCI
sebagai berikut :

Golongan I Y = 0,0008848 V 0,0045333

Golongan IIA Y = 0,0012356 V 0,0065667

Golongan IIB Y = 0.0015553 V 0,0059333

Dimana : Y= Pemakaian ban per 1000 km


V= Kecepatan berjalan (Running Speed)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


e. Pemeliharaan

Biaya pemeliharaan terdiri dari biaya suku cadang dan upah


montir/tenaga kerja yang berlaku untuk perhitungan BOK pada
jalan tol maupun jalan non tol, sedangkan menurut PCI
persamaannya sebagai berikut :

4. Suku Cadang
Golongan I Y = 0,0000064 V + 0,0005567

Golongan IIA Y = 0,0000332 V + 0,0020891

Golongan IIB Y = 0.0000191 V + 0.0015400

Dimana : Y = Pemeliharaan suku cadang

per1000 km

V= Kecepatan berjalan (Running Speed)

5. Montir

Golongan I Y = 0,00362 V + 0,36267

Golongan IIA Y = 0,02311 V + 1,97733

Golongan IIB Y = 0,01511 V + 0,21200

Dimana : Y = Jam montir per1000 km

V = Kecepatan berjalan (Running Speed)

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


b. Depresiasi

Biaya depresiasi berlaku untuk perhitungan BOK pada jalan tol

Golongan I Y = 1 / (2,5 V + 125)

Golongan IIA Y = 1 / (1,9 V + 450)

Golongan IIB Y = 1 / (6,0 V + 300)


maupun jalan non tol. Persamaannya adalah sebagai berikut :

Dimana : Y = Depresiasi per1000 km dikalikan nilai


depresiasi dari kendaraan.

c. Bunga Modal

Biaya bunga modal per kendaraan-km yang dilambangkan dengan


INT dan diekspresikan sebagai fraksi dari kendaraan baru
diberikan dalam persamaan berikut :

INT = AINT / AKM

Dimana :

AINT = Rata-rata bunga modal tahunan dari kendaraan yang


diekspresikan sebagai fraksi dari kendaraan baru. 0,01
(AINV/2)

AINV = Bunga modal tahunan dari kendaraan baru.

AKM = Rata-rata jarak tempuh tahunan (kilometer)


kendaraan.

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013


II - 21
BAB II KAJIAN PUSTAKA

Dalam hal ini bunga modal diasumsikan tidak dipengaruhi oleh pilihan
pemakai jalan tol maupun jalan non tol.

d. Asuransi

Biaya asuransi berlaku untuk perhitungan BOK pada jalan tol


maupun jalan non tol.

Golongan I Y = 38 / (500 V)

Golongan IIA Y = 6 / (2571,45857 V)

Golongan IIB Y = 61 / (1714,28571 V)

Dimana : Y = Asuransi per1000 km

V = Kecepatan berjalan (Running Speed)

e. Persamaan dari waktu perjalanan

Gol I (mobil) :Y =-

Gol IIA (bus) : Y = 1000 / S

Gol IIB (truk) : Y = 1000 / S

Dimana : Y = Jam perjalanan dikalikan dengan


upah/jam/1000 km.

S = Kecepatan (km/jam)

i. Overhead ( biaya tak terduga )

Gol I (mobil) :-

Gol IIA (bus) : 10 % dari sub total

Gol IIB (truk) : 10 % dari sub total

Muhammad Chaiddir Hajia / 100211013