Anda di halaman 1dari 6

NAMA KELOMPOK 2 : 1.ANJELINE M.

RARUMANGKAY(14531103)

2. VIA P. SUMILAT(14531048)

3. NOVITA MANAMBE(14531138)

10 METODE PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA

1. Metode pembuktian langsung


Metode pembuktian langsung adalah suatu proses pembuktian pembuktian menggunakan
alur maju, mulai dari hipotesis dengan menggunakan implikasi logic sampai pada
pernyataan kesimpulan. Teknik pembuktian secara langsung ini membuktikan kebenaran
proposisi/teorema yang berbentuk implikasi p q , berangkat dari asumsi bahwa p
bernilai benar. Satu-satunya fakta agar pernyataan p q benar adalah dengan
menunjukan bahwa q juga bernilai benar.
2
Contoh: buktikan kebenaran jika x bilangan genap maka x juga merupakan bilangan
genap.
Bukti: diketahui x genap, jadi dapat didefinisikan sebagai x = 2n, n Z. selanjutnya

2n
x
2
= (2 n)2 = 4 n2 = 2( 2) dengan mengambil m = 2 n2 , m Z maka

x2 = 2m karena m merupakan bilangan bulat maka dapat disimpulkan bahwa x2
genap.
2. Metode pembuktian tak langsung
Yaitu membuktikan suatu kebenaran suatu implikasi p q melalui kontraposisinya
p q . metode pembuktian tidak langsung ini terbagi lagi menjadi dua:
a. Metode kontraposisi; dan
b. Metode kontradiksi (pengandaian); dilakukan dengan cara mengandaikan bahwa
ingkaran kalimat yang akan dibuktikan bernilai benar. Jadi jika ingin membuktikan
kebenaran p, langkah yang dilakukan adalah dengan mengandaikan p benar.

2
Contoh: buktikan jika x bilangan ganjil maka x bilangan ganji.

2
Bukti: pernyataan ini sangat sulit dibuktikan secara langsung. Karena x ganjil maka
2
dapat ditulis x =2 m+1 untuk suatu bilangan asli m. selanjutnya x tidak dapat
disimpulkan apakah ia ganjil atau tidak. Sehingga bukti langsung tidak dapat digunakan.
Kontraposisi dari penyataan ini adalah jika x genap maka x2 genap. Selanjutnya
diterapkan bukti langsung pada kontraposisinya. Diketahui x genap, jadi dapat ditulis x =
2n
2
2n, n Z. selanjutnya x
2
= (2 n) = 4n
2
= 2( 2) dengan mengambil m

= 2 n2 , m Z maka x2 = 2m karena m merupakan bilangan bulat maka dapat
disimpulkan bahwa x 2 genap.

3. Metode pembuktian kosong


Yaitu membuktikan kebenaran suatu implikasi p q dengan cara membuktikan
bahwa p salah.
Contoh: himpunan A dikatakan bagian dari himpunan B, ditulis A B jika kondisi
berikut dipenuhi: x A x B . Buktikan adalah himpunan bagian dari semua
himpunan.
Bukti: misalkan A= suatu himpunan kosong dan B himpunan sebarang. Kita akan
tunjukan bahwa pernyataan jika x A maka xB bernilai benar. Karena A
himpunan kosong maka pernyataan p yaitu x A selalu bernilai salah karena tidak
mungkin ada x yang menjadi anggota himpunan kosong. Karena p salah maka terbuktilah
kebenaran pernyataan x A x B , yaitu A B . Karena B himpunan sebarang
maka bukti selesai.
4. Metode pembuktian trivial
Membuktikan kebenaran suatu implikasi p q dengan cara membuktikan bahwa q
benar.
Contoh: buktikan, jika 0 < x < 1 maka 0 < (1 - x).
Bukti: karena pernyataan q, yaitu 0 < (1 x), selalu benar untuk setiap x bilangan real
termasuk x didalam interval (0, 1) maka secara otomatis kebenaran pernyataan ini
terbukti.
5. Metode Pembuktian KetunggalanPembuktian ini membutuhkan bukti eksistensial misal x,
kemudian ambil sembarang objek misalnya y lalu tunjukkan bahwa y=x. Cara lain adalah
dengan mengambil y yang tidak sama dengan y lalu tunjukkan kontradiksi
contoh : buktikan teorema ketunggalan identitas yaitu unsure identitas suatu grup adalah
tunggal!
bukti :
Misalnya adalah identitas dari grup G
Ada

6. Metode Pembuktian Dengan Counter Example


Untuk membuktikan suatu konjektur terkadang kita membutuhkan penjabaran yang cukup
panjang dan sulit. Tapi bila kita dapat menemukan satu saja kasus yang tidak memenuhi
konjektur tersebut maka pembuktian benar atau salahnya telah selesai.
Contoh misalkan ada konjektur berikut:untuk setiap n bilangan asli maka meruoakan
bilangan prima.
Bukti: pernyataan ini berlaku untuk setiap bilangan asli n. tapi bila ditemukan satu
bilangan asli, katakanlah n0 dan tidak prima (komposit) maka konjektur ini tidak benar.
Diperhatikan beberapa kasus berikut, untuk n = 1 diperoleh bilangan 5, n = 2
menghasilkan 17, n = 3 menghasilkan 257 dan n = 4 menghasilakan 65537. Keempat
bilangan ini prima. Coba perhatikan untuk n = 5, diperoleh 4294967297 = (641)
(6700417). Ternyata bukan prima. N = 5 merupakan contoh penyangkalan. Akhirnya
disimpulkan bahwa konjektur ini salah.

Jadi,

7. Metode Induksi Matematika


Semua inferensi Matematika dimulai secara deduktif mengakibatkan sulitnya melakukan
pembuktian secara induktsi. Untuk itu dibuatlah pendekatan langkah-langkah untuk
membuktikannya. langkah dimulai dengan menerapkan n bilangan asli pertama kemedian
melakukan generalisasi pada n=k dan membuktikan kebenaran n= k+1.

contoh :

langkah (a)

langkah(b)

p(n) benar untuk n = k

langkah (c)
p(n) benar untuk n = k + 1
ksuku

(k+1)suku

Cat: berdasarkan langkah (b) diperoleh

Jadi, pernyataan jumlah bilangan bulat positif dari 1 sampai n adalah n(n+1)/2 adalah
terbukti benar.
8. Metode Pembuktian Dua Arah
Untuk pernyataan yang berbentuk biimplikasi p<->q, pembuktian dilakukan dengan
membuktikan p->q dan q->p. Pembuktian implikasi p->q dapat dilakukan dengan
pembuktian no.1, 2, 3 dan lain-lain
contoh : buktikan, suatu bilangan habis dibagi Sembilan jika jumlah angka-angka
pembangunnya habis dibagi Sembilan.bukti sebelum kita buktikan, dijelaskan terlebih
dulu maksud dari pernyataan ini dengan contoh berikut. Ambil bilangan 135, 531, 351,
513, 315, 153, maka semuanya habis dibagi 9. Coba periksa satu persatu. Misalkan p
suatu bilangan bulat, maka dapat disajikan dalam bentuk p = xnxn 1xn 2 x 2x1x0 ,
dimana xn 0; xn 1, x0 bilangan bulat taknegatif. Sedangkan nilai p ini dapat ditulis
dalam bentuk: p = x0 + x1101 + x2102 + + xn10n. jumlah angka-angka pembangunnya
adalah s = x0 + x1 + x2 + + xn: pertama dibuktikan (), yaitu diketahui p habis dibagi 9,
dibuktikan s habis dibagi 9. Karena p habis dibagi 9 maka dapat ditulis p = 9k untuk suatu
bilangan bulat k. diperhatikan selisih p s, p s = x0 + x1101 + x2102 + + xn10n
(x0 + x1 + x2 + + xn) = (10 1)x1 + (102 1)2 + + (10n 1)xn diperhatikan
bilangan pada ruas kanan selalu habis dibagi sembilan, misalnya ditulis 9m untuk suatu
bilangan bulat m. jadi diperoleh 9k s = 9m s = 9(k m) yaitu s habis dibagi 9.
Selanjutnya dibuktikan ( ), yaitu diketahuti s habis dibagi 9, dibuktikan p habis dibagi 9.
Diperhatikan p = x0 + x1101 + x2102 + + xn10n + x0 + x1(101 1) +x2(102 -1) +
+ xn(10n 1) + x1+ x2 + + xn = [x0 + x1 + x2 + + xn] + [x1(101 1) + x2(102 -1)
+ + xn(10n -1)] karena bilangan pada kelompok pertama dan kelompok kedua habis
dibagi 9 maka terbukti p habis dibagi 9.

9. Pembuktian dengan counter example


Untuk membuktikan suatu konjektur terkadang kita membutuhkan penjabaran yang cukup
panjang dan sulit. Apa bila kita dapat menemukan satu saja yang tidak memenuhi
konjektur tersebut maka selesailah urusannya.
Contoh: misalkan ada konjektur berikut untuk setiap n bilangan asli maka merupakan
bilangan prima
Bukti: pernyataan ini berlaku untuk setiap bilangan asli n. tapi bila ditemukan satu
bilangan asli, katakanlah n0 dan tidak prima (komposit) maka konjektur ini tidak benar.
Diperhatikan beberapa kasus berikut, untuk n =1 diperoleh bilangan 5, n = 2
menghasilkan 17, n = 3 menghasilkan 257 dan n = 4 menghasilkan 65537. Keempat
bilangan ini prima. Coba perhatikan n = 5, diperoleh =4294967297 = (641)(6700417).
Ternyata bukan prima. n = 5 merupakan contoh penyangkalan. Akhirnya disimpulkan
konjektur ini salah.

10. Pembuktian melalui kontradiksi


(bahasa Latin: reductio ad absurdum, 'reduksi ke yang absurd', bahasa Inggris: proof by
contradiction, 'bukti oleh kontradiksi'), adalah argumen logika yang dimulai dengan suatu
asumsi, lalu dari asumsi tersebut diturunkan suatu hasil yang absurd, tidak masuk akal,
atau kontradiktif, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa asumsi tadi adalah salah (dan
ingkarannya benar). Dalam disiplin matematika dan logika, pembuktian melalui
kontradiksi merujuk secara khusus kepada argumen dimana sebuah kontradiksi dihasilkan
dari suatu asumsi (sehingga membuktikan asumsi tadi salah) Argumen ini menggunakan
hukum non-kontradiksi - yaitu suatu pernyataan tidak mungkin benar dan salah sekaligus
Contoh klasik pembuktian melalui kontradiksi pada zaman yunani kuno adalah
pembuktian bahwa akarkuadrat dari dua merupakan bilangan irasional ( tidak bias
dinyatakan sebagai perbandingan bilanvan bulat). Pernyataan ini dapat dibuktikan dengan
cara mengasumsikan sebaliknya bahwa 2 adalah bilangan rasional, sehingga bias
a
dinytakan sebagai perbandingan bilangan bulat dalam pecahhan yang paling
b

a
sederhana. Tapi jika
b
= 2 maka a2 = 2b2. Ini berarti a2 adalah genap. Karena
kuadrat dari bilangan ganjil tidak mungkin genap, maka a adalah bilangan genap. Karena

a
adalah pecahan paling sederhana pastilah ganjil. Namun karena a adalah bilangan
b
genap adalah kelipatan 4, dan b2 adalah bilangan kelipatan 2. Hal ini berarti b juga
merupakan bilangan genap, dan ini merupakan kontradiksi terhadap kesimpulan
sebelumnya bahwa b pastilah ganjil. Karena asumsi awal bahwa 2 adalah rasional
mengakibatkan terjadinya kontradiksi, asumsi tersebut pastilah salah, dan ingkarannya
meru[akan pernyataan yang benar.