Anda di halaman 1dari 3

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Asuhan kebidanan pada Ibu Hamil Trimester III Normal di BPM

Cempedak dilaksanakan menggunakan pendekatan dengan pendokumentasian

SOAP (Subyektif, Obyektif, Analisa data, dan Penatalaksanaan) dapat dibuat

kesimpulan yaitu:
1. Data subyektif yang didapat dari Ny. R sesuai dengan teori yang ada, misal

pada kunjungan pertama ibu ingin memeriksakan kehamilannya,pada

kunjungan kedua ibu mengeluh sakit pinggang atau sakit punggung bagian

bawah.
2. Data obyektif pada Ny. R hasil pertama dan kedua dalam keadaan baik,

kesadaran yang ditemukan pada kontak pertama dan kedua yaitu

komposmentis, tekanan darah ibu didapat pada kontak pertama yaitu 100/60

mmHg, dan pada kontak kedua yaitu 100/70 mmHg. Nadi ibu pada kontak

pertama yaitu 78 kali/ menit, dan pada kontak kedua yaitu 80 kali/ menit.

Suhu pada kontak pertama didapat 36,8c, dan pada kontak kedua mengalami

penurunan yaitu 36,6c. Pernafasan ibu pada kontak pertama yaitu 20 kali/

menit, dan pada kunjungan ke dua yaitu 23 kali/ menit. BB pada kontak

pertama yaitu 68 kg, dan mengalami penurunan pada kunjungan ke dua yaitu

67 kg. Pada kunjungan pertama TFU 3 jari di bawah proccesus xyphoideus,

bagian atas teraba bulat dan lunak kemungkinan bokong, bagian kiri teraba

keras panjang dan memapankemungkinan punggung, bagian kanan teraba

tonjolan kecil kemungkinan ektremitas, bagian bawah teraba bulat keras dan

melenting kemungkinan kepala, kepala belum masuk PAP. Pada kinjungan

kedua TFU 3 jari di bawah proccesus xyphoideus, bagian atas teraba bulat
dan lunak kemungkinan bokong janin, bagian kiri teraba keras panjang dan

memapan kemungkinan punggung janin, bagian kanan teraba tonjolan kecil

kemungkinan ekstermitas janin, bagian bawah terabakeras bulat dan

melenting kemungkinan kepala janin, kepala sudah masuk PAP. DJJ pada

kontak pertama yaitu 131 kali/ menit, dan pada kontak kedua yaitu 150 kali/

menit. Secara menyeluruh pada kontak pertama dan kedua didapat hasil

bahwa ibu dalam keadaan normal.


3. Assesment pada kunjungan pertama dapat dirumuskan yaitu ibu G3 P2 A0 H2,

usia kehamilan 36-37 minggu, janin hidup, tunggal, interauterin, letak kepala,

keadaan jalan lahir normal, keadaan umum ibu dan janin baik. Pada kunjungan

kedua assesment data yaitu ibu G3 P2 A0 H2, usia kehamilan 38-39 minggu,

janin hidup, tunggal, interauterin, letak kepala, keadaan jalan lahir normal,

keadaan umum ibu dan janin baik,dengan masalah yang di temukan pada

Ny.R sakit punggung. Dalam kasus ini masalah yang ditemukan merupakan

masalah yang fisiologis yang dialami ibu hamil trismester III.


4. Penatalaksanaan pada kasus Ny. R
Penatalaksanaan pada kasus Ny. R adalah memberikan asuhan kebidanan pada

kunjungan pertama sesuai dengan standar minimal asuhan kehamilan 10T,

pendidikan kesehatan tentang tablet fe, istirahat/ tidur, personal hygiene,

ketidaknyamanan pada trimester III, tanda bahaya trimester III. Kunjungan

kedua asuhan kebidanan yang diberikan pada ibu , pendidikan kesehatan

tentang keluhan sakit punggung, tentang tanda-tanda persalinan, dan persiapan

persalinan.
Dari keseluruhan penatalaksanaan asuhan kebidanan yang diberikan, penulis

lebih memfokuskan asuhan kehamilan 10T kepada klien, klien dapat mengerti

dan paham serta menerima setiap anjuran yang diberikan oleh bidan.
Hasil yang diperoleh dari asuhan yang diberikan tentang asuhan kehamilan

10T menunjukkan hasil yang baik.


B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan tersebut di atas, penulis ingin memberikan sedikit saran

supaya peningkatan mutu pelayanan asuhan kebidanan menjadi lebih baik,

diantaranya sebagai berikut :

1. Manfaat keilmuan

Mampu menerapkan dan melaksanakan asuhan kebidanan pada masa

kehamilan khususnya tentang penerapan asuhan kehamilan 10T, dengan

memberikan asuhan sesuai dengan standar minimal 10T pada ibu. Sehingga

ibu dapat di deteksi secara dini apabila terjadi masalah.

2. Manfaat aplikatif

Jadi untuk menerapkan dan melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil

normal khususnya tentang penerapan asuham kehamilan 10T, Asuhan ini

dilakukan untuk mendekteksi secara dini komplikasi atau masalah yang

mungkin terjadi selama kehamilan.