Anda di halaman 1dari 343

E

-Bo
ok

SBMPTN
SAI
NTEK
Bahas
aIndones
ia
Bahas
aInggr
is
Mat
emat
ika
Bi
ologi
Ki
mia
Fi
sika
BAHASA
INDONESIA

1
Bab 1
Berita, Laporan, Surat,
dan Memo

A. Berita c. Syarat Berita


1. Berdasarkan fakta
a. Pengertian
Artinya, berita yang ditulis berdasarkan
Berita adalah laporan mengenai kejadian kejadian atau peristiwa yang merupakan
atau peristiwa yang sedang hangat kenyataan di lapangan, seperti:
dibicarakan. Sebuah berita memberikan Kejadian yang benar-benar ada atau
informasi yang bersifat aktual (baru) dan terjadi.
disajikan dalam pembacaan atau penulisan Pendapat (opini) narasumber.
yang jelas serta menarik. Dengan kata lain, Pernyataan sumber berita.
berita adalah sebuah laporan fakta.
2. Aktual (terkini)
Berita dapat dijumpai di berbagai media
Jarak antara waktu kejadian atau
cetak (seperti koran, majalah, dan tabloid)
peristiwa, berdekatan dengan waktu
maupun elektronik (seperti televisi dan
penyiaran berita.
radio).
3. Objektif dan berimbang
b. Unsur-unsur Berita
Berita harus ditulis berdasarkan keadaan
Unsur-unsur sebuah berita yang baik terdiri sebenarnya dan tidak memihak/berat
atas jawaban dari enam pertanyaan, yakni sebelah. Berita tidak boleh dibumbui
5 W + 1 H (What, Who, Whom, Where, dengan opini sehingga merugikan pihak
Why, How) yang terangkum dalam kepala yang diberitakan dan harus disampaikan
berita, badan, dan ekor berita. tanpa usaha untuk memengaruhi
1. What (apa) pembaca atau pendengarnya.
Apa peristiwanya atau apa yang terjadi?
2. Who (siapa) 4. Lengkap
Siapa pelaku dalam persitiwa itu? Kelengkapan berita terkait dengan
3. When (kapan) unsur-unsur berita yang terdiri atas
Kapan peristiwa itu terjadi? pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan,
4. Where (di mana) kenapa, dan bagaimana (5W + 1H) dari
Di mana peristiwa itu terjadi? suatu peristiwa yang terjadi harus leng
5. Why (mengapa) kap agar tidak terjadi kesimpangsiuran
Mengapa peristiwa itu terjadi? informasi.
6. How (bagaimana)
Bagaimana peristiwa itu terjadi?

2
5. Akurat Ciri-ciri fakta:
Isi sebuah berita harus tepat, benar, dan Objektif
tidak terdapat kesalahan. Karena itu, Datanya bisa dibuktikan
dalam menulis berita harus didukung Sudah atau sedang terjadi
dengan langkah konfirmasi dari pihak- Berupa informasi
pihak yang terkait dalam pemberitaan. 2. Opini atau pendapat
6. Sistematis Opini adalah suatu pernyataan yang
belum terjadi, belum tentu kebenarannya,
Berita disusun secara urut, dimana
dan baru sebatas dalam angan-angan.
isi berita yang penting dan jangkauan
informasinya luas diletakkan pada bagian
awal. Sedangkan, bagian yang kurang
B. Laporan
penting, bersifat khusus, dan sempit a. Pengertian
jangkauan informasinya diletakkan pada
Laporan adalah bentuk penyajian informasi
bagian akhir berita.
atau fakta tentang suatu keadaan atau suatu
7. Menarik kegiatan oleh seseorang atau suatu badan
Suatu berita dikatakan menarik jika: hukum sehubungan dengan tugas yang
Berguna bagi pembaca. dibebankan kepadanya.
Isi berita hubungannya dekat de Fakta yang disajikan ini berkenaan dengan
ngan kehidupan atau lingkungan tanggung jawab yang ditugaskan kepada
pembaca/pendengar. penulis. Fakta yang disajikan merupakan
Bersifat konflik. bahan atau keterangan berdasarkan keadaan
Memiliki daya pengaruh yang kuat. objektif yang dialami (dilihat, didengar, atau
Berkaitan dengan tokoh-tokoh dirasakan) sendiri oleh penulis.
terkenal atau penting. Isi laporan ditulis dengan lengkap dan
Isi berupa berita bencana, kemajuan, sistematis menggunakan bahasa yang jelas,
aneh (luar biasa), dan humor. singkat, dan benar.

8. Mudah dipahami b. Fungsi Laporan


Berita ditulis secara ringkas menggunakan 1. Memberitahukan atau menjelaskan
bahasa yang baik dan benar serta tidak dasar penyusunan kebijakan, keputusan,
rancu. atau pemecahan masalah.
2. Memberitahukan atau menjelaskan
d. Menyusun Naskah Berita
pertanggungjawaban tugas atau kegiatan
1. Menggunakan struktur bahasa yang benar.
yang telah dilakukan.
2. Menggunakan pilihan kata yang tepat.
3. Sebagai bahan untuk pendokumentasian
3. Tidak menggunakan makna ganda.
dari suatu tugas atau kegiatan.
4. Logis (menggunakan penalaran logika
4. Sebagai sumber informasi.
yang benar).
e. Fakta dan Opini dalam Berita c. Tujuan Laporan
1. Fakta 1. M e n g e t a h u i k e m a j u a n d a n
Fakta adalah kejadian atau peristiwa perkembangan suatu masalah.
yang benar-benar terjadi dan terbukti 2. Mengadakan pengawasan dan perbaikan.
kebenarannya. 3. Untuk mengambil suatu keputusan yang
lebih efektif.
3
d. Bentuk-bentuk Laporan 5. Bab pendahuluan
1. Laporan berbentuk formulir isian 6. Bab telaah kepustakaan/dasar teori
Laporan jenis ini biasanya sudah 7. Bab metode penelitian
disiapkan blangko isian yang isinya 8. Bab pembahasan hasil penelitian
mengenai tujuan yang hendak dicapai 9. Bab kesimpulan dan rekomendasi
dari suatu kegiatan atau peristiwa. 10. Daftar pustaka
Laporan jenis ini biasanya digunakan 11. Lampiran-lampiran
untuk laporan suatu kegiatan atau 12. Penutup
peristiwa yang sifatnya rutin.
2. Laporan berbentuk surat
C. Surat
Laporan jenis ini biasanya digunakan Surat adalah sebuah media komunikasi tulis
untuk mengemukakan suatu subjek antara seseorang dengan sesamanya atau
atau topik agar diketahui oleh penerima instansi, dan sebaliknya.
laporan. Laporan ini tidak banyak Secara umum surat terbagi menjadi tiga
menggunakan tabel dan angka, tetapi jenis, yaitu:
bentuknya lebih panjang dari surat
a. Surat Pribadi
biasa.
Surat pribadi adalah surat yang ditulis
3. Laporan berbentuk memorandum atau
atau dikirim atas nama personal
nota
(individu) kepada orang lain atau
Memorandum adalah salah satu
instansi yang bersifat pribadi.
bentuk laporan yang berisi saran, nota,
atau catatan pendek yang biasanya Surat yang bersifat pribadi berisi tentang
digunakan dalam bagian-bagian perkenalan, persahabatan, ataupun
organisasi, antara atasan dengan kekeluargaan. Sementara itu, surat pribadi
bawahan dalam hubungan kerja. yang bersifat resmi adalah surat lamaran
pekerjaan atau surat izin kepada instansi.
4. Laporan laboratoris
Tujuan laporan laboratoris adalah b. Surat Dinas
untuk menyampaikan hasil percobaan Surat dinas adalah surat yang ditulis
atau kegiatan yang dilakukan di dalam atau dikirim oleh suatu instansi, baik
laboratorium. Laporan ini biasanya pemerintah maupun swasta kepada
ditulis dengan mengisi daftar isian yang instansi lain atau seseorang.
telah distandarisasi.
Surat dinas menyangkut persoalan
e. Sistematika Laporan kedinasan, seperti surat keterangan,
surat tugas, surat pengantar, surat
Untuk membuat sebuah laporan yang
keputusan, atau surat permohonan.
bersifat formal maka unsur-unsur di bawah
ini harus terdapat dalam sebuah laporan, c. Surat Niaga
yaitu: Surat niaga adalah surat yang ditulis atau
1. Judul dikirim oleh perusahaan untuk kepentingan
2. Kata pengantar perdagangan atau perniagaan, misalnya:
3. Abstrak surat tagihan, surat pengiriman barang, surat
4. Daftar isi penawaran, atau surat permintaan.

4
D. Memo dan Pengumuman b. Pengumuman
Pengumuman merupakan suatu bentuk
a. Memo
penyampaian informasi secara tebuka
Memorandum atau lebih sering disebut yang ditujukan kepada khalayak ramai
sebagai memo merupakan bentuk media (masyarakat).
komunikasi tertulis dalam suatu lingkup
kecil dan bersifat informal.

Memo berisi perintah, permohonan,


pemberitahuan, harapan, atau petunjuk
yang biasanya disampaikan dari atasan
kepada bawahan dalam sebuah badan
hukum atau kantor.

Contoh

SMA Negeri 100 Bandung


Jalan Cahaya Bulan 1 No. 51, Bandung
MEMO
Hal : Membuat Laporan Perpisahan
Dari : Pembina OSIS
Kepada : Ketua OSIS

Panitia perpisahan kelas XII agar segera


membuat laporan perpisahan 2011/2012,
laporan disampaikan kepada pembina OSIS.
5 Juni 2012
Pembina Osis,

Jono, S. Pd.

5
Bab 2
Cerpen, Novel, dan Drama

A. Cerpen b. Ciri-ciri Novel


1. Tema lebih rumit karena terdapat gabungan
a. Pengertian beberapa tema yang dijadikan sebuah cerita
Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu utuh.
bentuk prosa yang berupa karangan pendek. 2. Tokohnya lebih banyak dengan berbagai
Kependekan dari cerpen bukan hanya dari macam sifat dan karakter.
bentuknya yang lebih padat dan singkat 3. Latar digambarkan dalam waktu yang lebih
dibandingkan dengan novel, melainkan juga lama dan mencakup wilayah geografi yang
dari aspek masalah yang dibatasi. lebih luas.
Cerpen dibatasi dengan hanya membahas 4. Alur lebih panjang dan kompleks dan terjadi
salah satu unsur fiksi dalam aspek yang perubahan nasib pada tokoh-tokoh dalam novel.
terkecil.
b. Ciri-ciri Cerpen C. Unsur Intrinsik Cerpen dan
1. Tema berkisar pada masalah yang relatif Novel
sederhana.
2. Tokoh yang dimunculkan hanya beberapa a. Tema
orang. Tema adalah pokok masalah atau gagasan
3. Latar yang digambarkan hanya sebentar dan ide yang menjadi struktur cerita.
terbatas.
b. Alur (Plot)
4. Alur lebih sederhana.
Alur atau plot atau disebut juga dengan
jalan cerita adalah rangkaian peristiwa yang
B. Novel
membentuk sebuah cerita.
a. Pengertian Secara umum tahap alur terdiri atas:
Novel adalah karya fiksi prosa (karangan 1. Pengenalan situasi cerita (exposition).
yang berasal dari khayalan atau rekaan 2. Pengungkapan peristiwa (complication).
penulis) secara tertulis, biasanya dalam 3. Menuju pada adanya konflik (rising action).
bentuk cerita. Novel lebih panjang dan lebih 4. Puncak konflik (turning point).
kompleks dibandingkan dengan cerpen dan 5. Penyelesaian (ending).
tidak dibatasi keterbatasan struktural.
Konflik merupakan inti dari sebuah
Isi novel mengisahkan problematika kehi alur. Jenis-jenis konflik secara umum, di
dupan seseorang atau beberapa tokoh antaranya:
secara utuh.
6
1. Pertentangan manusia dengan dirinya 2. Latar tempat
sendiri (konflik batin). Penggambaran letak dari suatu kejadian/
2. Pertentangan manusia dengan sesamanya. cerita, misal: Indonesia, sekolah, Jakarta,
3. Pertentangan manusia dengan lingkungannya, dan sebagainya.
baik itu lingkungan ekonomi, politik, sosial,
3. Latar budaya/suasana
dan budaya.
Penggambaran budaya atau suasana yang
5. Pertentangan manusia dengan Tuhan atau
melatarbelakangi terjadinya peristiwa atau
keyakinannya.
cerita dalam cerpen/novel.
Jenis-jenis alur, antara lain:
d. Penokohan
1. Berdasarkan kuantitas alurnya
Penokohan adalah cara pengarang
Alur tunggal
menggambarkan dan mengembangkan
Alur yang hanya memiliki satu garis
karakter tokoh-tokoh dalam cerita.
pengembangan cerita.
Teknik yang digunakan pengarang untuk
Alur ganda menggambarkan tokoh dalam cerita, di
Alur yang memiliki beberapa garis antaranya:
pengembangan cerita.
1. Teknik analitik
2. Berdasarkan urutan peristiwa
Karakter tokoh diceritakan langsung oleh
Alur maju (progresif) pengarang.
Alur mundur (regresif)
2 Teknik dramatik
Alur maju-mundur/campuran
Karakter tokoh dikemukakan melalui:
3. Berdasarkan kualitas kepaduannya Penggambaran oleh tokoh lain.
Alur erat Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.
Alur yang hubungan antara peristiwa Penggambaran lingkungan kehidupan
yang satu dan yang lain begitu erat tokoh.
sehingga bagian-bagian pembentuk Penggambaran tata kebahasaan tokoh
peristiwa dalam cerita tidak dapat melalui dialog antartokoh.
dilepaskan. Pengungkapan jalan pikiran tokoh.
Alur renggang
Alur yang hubungan antara satu e. Point of View atau Sudut Pandang
peristiwa dengan peristiwa lain Sudut pandang adalah posisi pengarang
terpisah atau terjalin secara renggang. dalam membawakan cerita. Posisi pengarang
terbagi atas dua, yaitu sebagai berikut:
c. Latar (Setting)
1. Orang pertama
Latar atau setting dalam karya sastra tidak
Pengarang berperan langsung sebagai tokoh
hanya terbatas pada penempatan lokasi-
yang terlihat dalam cerita yang bersangkutan.
lokasi tertentu yang bersifat fiksi, tetapi
Biasanya menggunakan kata ganti orang
juga berwujud adat istiadat, tata cara,
pertama, seperti saya, beta, atau aku.
kepercayaan, dan nilai-nilai yang berlaku di
tempat yang bersangkutan. 2. Orang ketiga
Pengarang hanya sebagai orang ketiga yang
Latar meliputi:
berperan sebagai pengamat atau berada
1. Latar waktu di luar cerita. Biasanya menggunakan kata
Penggambaran waktu kejadian, seperti pagi, ganti dia, mereka, atau nama orang.
siang, malam hari, dan sebagainya.
7
f. Amanat Tritagonis
Amanat merupakan pesan yang disampaikan Merupakan peran penengah yang
pengarang. Amanat dapat berupa nasihat, bertugas menjadi pendamai atau
harapan, kritik, dan sebagainya. perantara protagonis dan antagonis.
g. Gaya Bahasa Peran pembantu
Gaya bahasa adalah corak pemakaian Merupakan peran yang tidak secara
bahasa dalam cerita yang berfungsi untuk langsung terlibat dalam konflik yang
menciptakan suatu nada atau suasana terjadi, namun diperlukan dalam
persuasif serta merumuskan dialog yang penyelesaian cerita.
mampu memperlihatkan hubungan atau 3. Alur cerita (plot)
interaksi antara sesama tokoh. Plot atau alur adalah kejadian-kejadian
yang dialami oleh para pelaku/tokoh dalam
D. Drama sebuah drama.
Plot dalam drama terbagi menjadi:
a. Pengertian
Eksposisi/introduksi: merupakan
Drama adalah bentuk karya sastra yang dapat
pergerakan peristiwa menuju konflik
berupa fiksi maupun non-fiksi. Drama biasanya
yang diawali dari dialog-dialog pelaku.
berkisah tentang kehidupan seseorang yang
Intrik: merupakan peristiwa dimana
diceritakan di atas pentas, disaksikan oleh orang
terjadi persentuhan konflik atau
banyak dengan menggunakan dialog, gerak,
keadaan mulai tegang.
dan laku yang didasarkan pada naskah tertulis.
Klimaks: merupakan peristiwa dimana
b. Unsur-unsur Insrinsik Drama terjadi pergumulan konflik atau
1. Lakon ketegangan yang telah mencapai
Lakon adalah hasil perwujudan dari naskah puncaknya dalam drama.
yang dimainkan. Lakon drama disusun atas Antiklimaks: keadaaan konflik mulai
unsur-unsur yang sama dengan novel dan menurun dan cara penyelesaian
cerpen, yaitu karakteristik, plot, dialog, masalah telah ditemukan.
penempatan ruang, dan waktu. Konklusi: merupakan akhir peristiwa
2. Pemain/penokohan atau penentuan terhadap nasib pelaku
Pemain adalah komponen drama yang utama.
menghidupkan konflik yang terdapat dalam 4. Tempat (gedung pertunjukan)
drama. Yaitu, tempat berlangsungnya pertunjukan
Tokoh/pemain dibedakan menjadi empat, yaitu: drama.
Protagonis 5. Penonton
Yaitu, pemain yang mempunyai peran Kedudukan penonton dalam drama
atau watak sebagai orang baik dan di harus dijadikan perhitungan istimewa
dalam drama berlakon sebagai peran karena tanpa penonton maka drama yang
utama yang menjadi pusat cerita. dipentaskan tidak mengandung arti.
Antagonis 6. Naskah drama dan dialog
Merupakan lawan dari peran utama. Naskah drama adalah bentuk tertulis dari
Ia sering menjadi musuh yang cerita drama, sedangkan dialog adalah
menyebabkan terjadinya konflik. percakapan antarpemain dalam drama.

8
Fungsi dialog, di antaranya: 4. Drama satire
Menampakkan karakter dan Drama satire adalah drama dengan lakon
memperkaya plot. lucu yang penuh dengan sindiran tajam dan
Menciptakan konflik. terselubung.

Menghubungkan fakta-fakta. 5. Farce (pertunjukan jenaka/dagelan)


Drama farce adalah drama yang meng
Menyamarkan kejadian-kejadian yang
utamakan kelucuan. Para pelaku berusaha
akan datang.
menonjolkan kelucuan tentang diri mereka
Menghubungkan adegan-adegan dan
masing-masing. Dalam drama ini tidak
gambar-gambar sekaligus.
terdapat unsur sindiran.
Dua tuntutan yang harus dipenuhi
dalam dialog: d. Hal-hal yang Harus Diperhatikan pada
Pementasan Drama
Dialoh harus turut menunjang gerak
laku tokoh. 1. Gerak (action)
Dialog yang diucapkan di atas panggung Adalah perbuatan/gerak-gerik atau aksi
lebih sopan dan tajam daripada dialog dalam drama.
sehari-hari. 2. Mimik
c. Bentuk-bentuk Drama Adalah gerak-gerik atau perubahan raut
muka pemain pada pementasan drama.
1. Drama tragedi
3. Pantomimik
Drama tragedi adalah drama yang
Adalah gerak-gerik anggota tubuh pemain
menceritakan penderitaan dan kesengsa
pada pementasan drama.
raan yang dialami oleh pelaku/tokoh utama
sehingga menimbulkan simpati dan rasa 4. Akting (acting)
kasihan penonton. Dapat juga berarti sebagai Akting adalah segala kegiatan, gerak, atau
drama yang menampilkan tokoh yang sedih perbuatan yang dilakukan oleh para pelaku
atau muram, yang terlibat dalam situasi gawat yang merupakan gambaran perwatakan
karena sesuatu yang tidak menguntungkannya. dramatik, baik secara emosi maupun
Keadaan tersebut mengantarkan tokoh pada intelektual. Akting meliputi mimik, pantomim,
keputusasaan dan kehancuran. dialog, dan segala sesuatu yang berhubungan
2. Drama komedi dengan adegan aktor atau pemain drama.
Drama komedi adalah lakon ringan yang 5. Blocking (penempatan posisi)
menghibur, namun berisikan sindiran halus. Blocking adalah kedudukan tubuh atau
Biasanya, berakhir dengan bahagia. penempatan posisi pada saat di atas
3. Melodrama pentas. Blocking yang baik harus seimbang,
Drama melodrama bersifat sentimentil utuh, bervariasi, dan memiliki titik pusat
dan melankolis. Ceritanya cenderung perhatian.
terkesan mendayu-dayu dan mendramatisir 6. Tata panggung
kesedihan. Emosi penonton dipancing untuk Adalah seni menata panggung untuk
merasa iba pada tokoh protagonis. Karena keperluan pementasan drama.
penggarapan alur dan lakon yang berlebihan
7. Tata busana
menyebabkan penokohan sering kurang
Adalah seni merancang busana yang sesuai
diperhatikan.
dengan keperluan pementasan drama.
9
8. Tata bunyi c. Nilai Moral
Seni merancang bunyi-bunyian atau musik Nilai moral adalah hal-hal yang berhubungan
untuk mendukung dramatisasi dari drama. dengan pesan moral dan perilaku atau
9. Tata lampu akhlak/budi pekerti.
Nilai moral berhubungan juga dengan nilai
Adalah seni menata lampu/cahaya untuk
agama. Misalnya, dalam legenda Si Malin
keperluan pementasan drama dan untuk
Kundang terdapat nilai moral, yakni seorang
mendukung dramatisasi dari drama.
anak yang tidak mengakui ibunya sendiri.
e. Pelaku Pementasan Drama
d. Nilai Agama (Religius)
1. Penulis naskah
Nilai agama adalah hal-hal yang berhubungan
2. Sutradara
dengan keagamaan, aturan-aturan, dan
3. Narator
hukum Allah. Misalnya, dalam cerpen
4. Pemain
Robohnya Surau Kami, terdapat nilai agama,
5. Penata artisitik
yakni dalam hidup jangan mementingkan
6. Penata rias dan kostum
diri sendiri. Sesama manusia itu harus
saling menasihati dan mengajak kepada
E. Nilai-nilai yang Terkandung kebenaran.
dalam Cerpen, Novel, dan
e. Nilai Pendidikan
Drama
Nilai pendidikan adalah hal-hal yang
a. Nilai Sosial-Kemasyarakatan berhubungan dengan pendidikan di
Nilai sosial adalah nilai-nilai yang dianggap masyarakat, misalnya pentingnya sebuah
baik oleh masyarakat. Nilai-nilai tersebut pendidikan yang terdapat dalam novel
biasanya berkaitan dengan kehidupan Laskar Pelangi.
bermasyarakat, seperti bermusyawarah, f. Nilai Kemanusiaan (Humanitas)
bergotong royong, saling menolong, dan Nilai kemanusiaan adalah hal-hal yang
bersilaturahmi. berhubungan dengan hakikat hidup manusia
b. Nilai Budaya sebagai makhluk yang memiliki berbagai
kepentingan, keinginan, dan harapan serta
Nilai budaya adalah nilai-nilai yang tertanam
kebiasaan.
di dalam kehidupan suatu kelompok ma
syarakat/suku/bangsa. Nilai-nilai tersebut
dianggap baik sehingga digunakan sebagai
pedoman untuk membatasi dan memberikan
karakteristik pada suatu masyarakat/suku/
bangsa tersebut. Misalnya, dalam novel Salah
Asuhan terdapat nilai budaya Minangkabau,
yakni kaum perempuan lebih banyak
berperan dalam keluarga.

10
Bab 3
Paragraf Dan Kalimat

A. Pengertian Paragraf yang merupakan gagasan utama dari


paragraf tersebut. Ada dua cara untuk
Paragraf adalah gabungan beberapa kalimat mengungkapkan hal tersebut.
(kalimat utama dan kalimat penjelas) yang
berkaitan secara utuh dan padu serta a. Menggunakan Trik 5W + 1H
membentuk satu kesatuan pikiran. Trik 5W + 1H adalah cara mengungkap
pokok-pokok informasi suatu paragraf atau
B. Unsur Paragraf wacana, terutama isi sebuah berita.
5W + 1H tersebut terdiri atas pertanyaan-
a. Kalimat Utama pertanyaan sebagai berikut:
Kalimat utama atau kalimat topik adalah What : Apa yang terjadi?
kalimat yang memuat ide pokok atau inti Who : Siapa yang terlibat dalam peristiwa
cerita dari sebuah paragraf. itu?
Sebuah paragraf hanya memiliki satu ide Why : Mengapa hal itu bisa terjadi?
pokok. When : Kapan peristiwa itu terjadi?
Ciri-ciri kalimat utama dalam suatu paragraf Where : Di mana peristiwa itu terjadi?
adalah sebagai berikut: How : Bagaimana peristiwa itu terjadi?
1. Merupakan inti permasalahan atau Pokok informasi atau pokok paragraf adalah
persoalan. ringkasan atau rangkuman dari jawaban
2. Biasanya bersifat umum sehingga pertanyaan 5W + 1H di atas.
diperlukan kalimat-kalimat penjelas b. Menggunakan Trik Gagasan Utama
untuk menjelaskannya. Untuk menentukan hal-hal penting dalam
b. Kalimat Penjelas sebuah paragraf atau wacana, dapat juga
Kalimat penjelas adalah kalimat yang di dilakukan dengan menentukan gagasan
dalamnya berisi penjelasan atau uraian dari utama atau ide pokoknya terlebih dahulu
kalimat utama. karena gagasan utama biasanya terkandung
Kalimat penjelas merupakan kalimat-kalimat dalam kalimat utama.
di luar kalimat utama yang terdapat dalam
sebuah paragraf. D. Jenis-jenis Paragraf
a. Berdasarkan Letak Gagasan Utamanya
C. Menentukan Pokok Paragraf 1. Paragraf deduktif
Dalam sebuah paragraf terdapat pokok- Paragraf yang gagasan utamanya terletak di
pokok informasi atau hal-hal penting awal paragraf.

11
Dengan bahasa itu pula manusia
Contoh mewarisi dan mewariskan, menerima,
dan memberi pengetahuan kepada
sesamanya. Dengan demikian jelaslah
Persaingan antarhotel yang ketat bahwa bahasa merupakan sarana
disin yalir menjurus ke persaingan komunikasi yang sangat penting dalam
yang tidak sehat, terutama dengan kehidupan manusia.
kian gencarnya perang tarif. Untuk
mengatasinya, pemerintah akan mela
kukan intervensi dengan menghentikan 4. Paragraf ineratif
investasi perhotelan di suatu daerah. Paragraf yang kalimat utamanya terletak di
tengah pararaf.

2. Paragraf induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang
Contoh
gagasan utamanya terletak di akhir kalimat.
Dengan kian gencarnya perang tarif
yang terjadi di antara pengusaha
Contoh hotel di daerah-daerah tujuan wisata
Indonesia. Persaingan antarhotel yang
Dalam kehidupan bermasyarakat, apa ketat disinyalir menjurus ke persaingan
yang dibutuhkan oleh seseorang belum yang tidak sehat. Untuk mengatasinya,
tentu sama dengan apa yang dibutuhkan pemerintah akan melakukan intervensi
oleh orang lain. Di samping itu, suatu dengan menghentikan investasi perho
kebutuhan yang dapat dicapai oleh telan di suatu daerah.
seseorang, belum tentu dapat dicapai
oleh orang lain. Kenyataan seperti itu b. Berdasarkan Tujuannya
dari waktu ke waktu akan selalu ada. Oleh 1. Paragraf deskripsi
karena itu, kita harus siap menghadapi
Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang
kebutuhan-kebutuhan tersebut.
menggambarkan sesuatu dengan jelas dan
terperinci menurut pengalaman pancaindra
3. Paragraf campuran (deduktif-induktif) manusia. Tujuannya adalah agar pembaca
seolah-olah dapat merasakan dan melihat
Paragraf yang kalimat utamanya terletak di
sendiri objek yang digambarkan.
awal dan akhir paragraf.

Contoh
Contoh

Bagi manusia bahasa merupakan alat Sore hari itu aku duduk di bangku
komunikasi yang sungguh penting. Dengan yang panjang di taman belakang vila.
bahasa, manusia dapat menyampaikan isi Matahari mulai tenggelam, semburat
hati kepada sesamanya. kemerahan mulai memenuhi langit.

12
4. Paragraf eksposisi
Di depanku bermekaran bunga beraneka
warna. Angin pegunungan membelai wajah, Paragraf yang menerangkan suatu pokok
membawa bau harum bunga. Semua lelahku persoalan yang dapat memperluas wawasan
setelah seharian berjalan hilang sudah. pembaca. Untuk mempertegas masalah
yang disampaikan, biasanya dilengkapi
2. Paragraf narasi dengan gambar dan data statistik.
Paragraf yang menceritakan suatu
kejadian atau peristiwa secara berurutan
dengan tujuan agar pembaca seolah-olah Contoh
mengalami sendiri kejadian tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia
selama beberapa tahun terakhir ini
Contoh mencapai rata-rata 78% per tahun.
Dengan demikian, pendapatan per
Tepat pukul 15.30 perhitungan suara kapita penduduk Indonesia mencapai
pilkades di lima tempat pemungutan suara beberapa kali lipat. Selain itu,
selesai. Berita acara pun segera dibuat dan berdasarkan data Biro Pusat Statistik,
ditandatangani, Pak Camat mengumumkan jumlah penduduk yang dikategorikan
hasilnya. Deddy yang bertanda gambar miskin juga banyak berkurang.
banteng mendapat 893 suara, Supriyono
dengan tanda gambar bintang mendapat
356 suara, Parto bertanda gambar burung 5. Paragraf persuasif
elang mendapat 234 suara. Sedangkan, Paragraf yang bertujuan memengaruhi
suara tidak sah ada 34 lembar. pembaca dengan memberikan data sebagai
penunjang dan disampaikan dengan
3. Paragraf argumentasi
menggunakan bahasa yang singkat, padat,
Paragraf yang berisi gagasan lengkap dan menarik sehingga pembaca mengikuti
dengan bukti dan alasan yang kuat. pendapat penulis.
Argumentasi dibuat untuk memengaruhi
atau meyakinkan pembaca akan kebenaran
yang diungkapkan penulis.
Contoh

Contoh Menabung uang di bank lebih aman


dan menguntungkan. Uang kita akan
mendapat bunga dari bank sesuai
Keluarga berencana berusaha menjamin
dengan uang tabungan yang telah
kebahagiaan hidup keluarga. Ayah
disetor. Uang kita juga akan terjaga
tidak pula terlalu pusing memikirkan
keamanannya dari pencurian. Oleh
usaha untuk mencukupi kebutuhan
karena itu, marilah kita menabung uang
keluarganya. Ibu tidak selalu merana
di bank sebagai jaminan masa depan.
oleh karena setiap tahun melahirkan.
Anak pun tidak terlantar hidupnya
karena kebutuhan hidup yang terjamin.

13
E. Pola Pengembangan Paragraf e. Contoh
Pengembangan paragraf dilakukan dengan
a. Definisi
mengemukakan suatu ide pokok, kemudian
Pola pengembangan definisi dilakukan diberi contoh sebagai argumen dan sebagai
dengan cara mengidentifikasi atau menge ide penjelas.
mukakan secara detail ciri-ciri dari suatu
topik atau pokok bahasan. F. Ciri-ciri Paragraf Efektif
Topik yang dikemukakan akan menjadi
ide pokok, sedangkan hasil identifikasinya 1. Memiliki satu ide pokok.
menjadi ide-ide penjelas. 2. Menjelaskan tentang ide pokok secara relatif
lengkap.
b. Sebab-Akibat
3. Menarik perhatian pembaca.
Pengembangan paragraf ini dipakai untuk 4. Terstruktur dengan baik.
menerangkan suatu kejadian, baik dari segi
penyebab maupun dari segi akibat.
G. Penalaran
Sebab menjadi ide pokok dari paragraf ini,
sedangkan akibat menjadi ide penjelas. Penalaran adalah suatu proses berpikir
Hubungan sebab-akibat dapat dibagi manusia untuk menghubung-hubungkan
menjadi beberapa macam, yaitu: data atau fakta yang ada sehingga sampai
1. Satu sebab menimbulkan satu akibat. pada suatu simpulan.
2. Satu sebab menimbulkan banyak akibat. Ada dua macam penalaran dalam menarik
3. Sebab-akibat berantai: simpulan sebuah bacaan, yakni penalaran
Sebab 1 menimbulkan akibat 1, akibat induksi dan penalaran deduksi.
1 menjadi sebab 2 yang menimbulkan a. Penalaran Induksi
akibat 2, akibat 2 menjadi sebab 3 yang
Penalaran induksi adalah penalaran yang
menimbulkan akibat 3, dan seterusnya.
berdasar pada pernyataan-pernyataan yang
c. Perbandingan khusus sehingga menghasilkan simpulan
Pengembangan paragraf dilakukan dengan yang bersifat umum.
cara mengidentifikasi atau mengemukakan Ada tiga macam penalaran induksi, yaitu:
persamaan atau perbedaan antara dua hal 1. Generalisasi
yang akan menjadi pokok bahasan. Generalisasi adalah penalaran yang
Dalam perbandingan, salah satu hal yang mengandalkan beberapa pernyataan
dibandingkan akan memiliki kelebihan dari yang mempunyai sifat tertentu untuk
hal lain yang dijadikan perbandingan. mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Hal yang dijadikan dasar perbandingan akan

menjadi ide pokok paragraf.

d. Pertentangan Contoh
Pengembangan paragraf dilakukan dengan
menggunakan relasi dua hal, yaitu:
Jika dipanaskan, besi memuai.
1. Penulis mengemukakan suatu hal atau
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
pendapat, kemudian dipertentangkan
Jika dipanaskan, emas memuai.
dengan hal atau pendapat lain.
Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.
2. Dasar pertentangan ini adalah ide
pokok paragraf.
14
2. Analogi proposisi (ungkapan). Dua proposisi adalah
Analogi adalah penalaran yang dilakukan premis dan satu proposisi lagi adalah
dengan membandingkan dua hal yang simpulan. Dua premis itu adalah premis
memiliki sifat yang sama. umum (mayor) dan premis khusus (minor).

Contoh Contoh

Nani adalah lulusan Unpad. PU : Semua siswa SMAN 23 pintar.


Nani menjalankan tugasnya dengan baik. A B
Joni adalah lulusan Unpad. PK : Ibrahim adalah siswa SMAN 23.
Oleh karena itu, Joni dapat menjalankan C A
tugasnya dengan baik. S : Jadi, Ibrahim pintar.
C B
3. Hubungan kausal
Hubungan kausal adalah penalaran yang 2. Silogisme negatif
diperoleh dari gejala-gejala yang saling Silogisme negatif terjadi apabila salah satu
berhubungan. premisnya negatif. Adanya premis yang
Ada tiga macam hubungan kausal, yaitu: negatif tersebut menyebabkan simpulannya
Hubungan sebab-akibat pun negatif. Silogisme ini biasanya ditandai
Contoh: dengan kata pengingkar tidak atau bukan.
Joni rajin belajar. (A)
Joni pintar. (B)
Jadi, Joni rajin belajar sehingga pintar. Contoh
Hubungan Akibat-Sebab
Joni pintar karena rajin belajar.
PU = Semua siswa SMAN 23 tidak bodoh.
Hubungan Sebab-Akibat 1-Akibat 2
PK = Ibrahim adalah siswa SMAN 23.
Joni rajin belajar. (A)
S = Ibrahim tidak bodoh.
Joni pintar. (B)
Joni naik kelas. (C) Rumus Silogisme
Karena rajin belajar, Joni pintar PU (Premis Umum) = A + B
sehingga bisa naik kelas. PK (Premis Khusus) = C + A
b. Penalaran Deduksi S (Simpulan) = C + B
Penalaran deduksi berdasar pada sebuah
simpulan yang lebih umum. Setelah itu, baru 3. Entimen
kemudian ditarik kesimpulan yang khusus. Entimen adalah silogisme yang tidak
Penalaran deduksi dibagi menjadi tiga memunculkan PU karena dianggap sudah
macam, yaitu: diketahui secara umum.
1. Silogisme kategorial
Silogisme (bentuk menarik simpulan) ini
adalah silogisme yang diambil dari tiga

15
Berdasarkan kelengkapan unsur
1. Minor (terdiri atas satu unsur pusat)
Contoh Contoh: Pergi!
2. Mayor (Kalimat berunsur minimal S-P)
Silogismenya: Contoh: Kakak menari.
PU : Semua siswa SMAN 23 pintar. S P
PK : Ibrahim adalah siswa SMAN 23.
Berdasarkan perluasan unsur
S : Jadi, Ibrahim pintar.
1. Kalimat inti
Entimennya:
Kalimat inti adalah kalimat yang hanya
Ibrahim pintar karena dia merupakan terdiri atas subjek dan predikat.
siswa SMAN 23.
Ciri kalimat inti:
Terdiri atas dua kata,
Berorientasi normal,
H. Kalimat
Susunannya biasa.
a. Pola Kalimat
Contoh:
Kalimat dibentuk minimal dari unsur subjek,
Adik menangis.
predikat, dan objek.
Tina berjualan.
b. Inti/Induk Kalimat
2. Kalimat transformasi
Inti atau induk kalimat adalah bagian yang
Merupakan kalimat inti yang mendapat
menyampaikan ide pokok dari informasi yang
perluasan
disampaikan.

c. Jenis Kalimat
Berdasarkan jenis predikat:
Contoh
1. Kalimat nominal (predikat berupa kata
benda)
Contoh: Itu adalah sebuah pensil. Tina pergi (kalimat inti) dapat diubah
2. Kalimat verba (predikat berupa kata kerja) menjadi:
Contoh: Tina baru pergi.
Ayah bekerja di luar kota mulai bulan Tina baru saja pergi ke pameran
depan. buku.
Tina baru saja pergi bersama
Berdasarkan letak predikat
Anton ke pameran buku yang
1. Kalimat normal (predikat berada setelah diadakan di Jalan Salemba.
subjek)
Adik bermain layang-layang di taman. Berdasarkan jumlah pola
S P 1. Kalimat tunggal
2. Kalimat inversi (predikat berada sebelum Kalimat yang memiliki satu klausa (pola).
subjek) kalimat ini hanya memiliki satu subjek,
Dilihatnya dandang yang berisi beras itu. satu predikat, satu objek, dan satu
keterangan.
P S

16
Contoh: 2. Pasif intransitif
Siswa mengerjakan latihan di aula sekolah. Adalah jenis kalimat yang subjeknya
S P O K dikenai pekerjaan atau sebagai objek
2. Kalimat majemuk penderita.
Kalimat yang terdiri atas dua atau lebih Contoh:
kalimat tunggal (klausa) yang saling Tari menghapus papan tulis. (aktif)
berhubungan.
S P O
Contoh:
menjadi
Ketika ujian akan dimulai, Toni tiba-tiba
Papan tulis dihapus Tari. (pasif)
merasa tidak enak badan dan harus
S P O
beristirahat di klinik sekolah.
Kalimat Efektif
Berdasarkan pelaku
Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu
1. Aktif transitif
kalimat agar dapat dikatakan sebagai kalimat
Adalah jenis kalimat yang subjeknya efektif adalah:
melakukan pekerjaan dan diikuti oleh 1. Baku,
objek penderita. 2. Hemat,
Contoh: 3. Tidak ambigu,
Saya sedang menyirami bunga. 4. Logis,
5. Sistematis atau tidak rancu.
S P O

17
Bab 4
Karya Tulis Ilmiah

A. Pengertian Karya Tulis Ilmiah 3. Menunjukkan kemampuan atau pemahaman


terhadap isi dari berbagai sumber yang
Karya tulis ilmiah adalah hasil suatu digunakan.
penelitian atau kegiatan yang bersifat fakta 4. Menunjukkan kemampuan mengumpulkan
dan dapat menjadi sebuah dokumen. berbagai sumber informasi dalam suatu
Karya tulis ilmiah dapat dibedakan menjadi kegiatan secra utuh.
makalah dan laporan penelitian.
D. Sistematika Karya Tulis
B. Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah
a. Lembar Judul
1. Mengungkapkan suatu permasalahan secara b. Lembar Pengesahan
logis, fakta yang terpercaya, serta analisis c. Kata Pengantar
yang objektif. d. Abstrak
2. Pendapat-pendapat yang dikemukakan e. Daftar Isi
berdasarkan fakta dan tidak berdasarkan f. Daftar Gambar/tabel (jika ada)
imajinasi, perasaan, atau pendapat yang g. Bab I Pendahuluan
bersifat subjektif. 1. Latar belakang masalah
3. Ragam bahasa yang digunakan bersifat 2. Perumusan masalah
lugas: 3. Tujuan penulisan
Menggunakan kalimat efektif. h. Bab II Landasan Teori
T i d a k m e n g g u n a ka n kata - kata i. Bab III Metodologi Penelitian
bermakna ambigu (makna ganda).
1. Metode penelitian
Tidak menggunakan kata-kata yang 2. Jenis penelitian
bermakna konotatif (bukan makna
3. Populasi dan sampel penelitian
sebenarnya).
4. Teknik pengumpulan data
5. Teknik analisis data
C. Karakteristik Karya Tulis
j. Bab IV Hasil Penelitian
1. Merupakan hasil kajian literatur dan laporan
k. Bab V Kesimpulan dan Saran
pelaksaan suatu kegiatan di lapangan.
1. Kesimpulan
2. Menunjukkan pemahaman penulis tentang
Berisi jawaban dan permasalahan
masalah yang dikaji secara teoritis dengan
dalam bentuk ikhtisar dari perma-
kemampuan penulis dalam menerapkan
salahan.
prosedur dan teori.
18
2. Saran 6. Daftar Tabel/Gambar, yaitu lembar
Saran yang dimaksud di sini mer- halaman yang menjadi petunjuk pokok
upakan usul atau pendapat dari tabel atau gambar yang terdapat dalam
penulis yang mengacu pada materi karya tulis beserta nomor halaman.
pembahasan. 7. Bab I pendahuluan, yaitu bab
l. Daftar Pustaka pembukaan sebuah karya tulis yang
Merupakan acuan dalam penulisan karya terdiri atas latar belakang masalah,
tulis, baik dari buku, surat kabar, internet, perumusan masalah, dan tujuan
dan sumber tertulis lainnya. penulisan karya tulis.
m. Lampiran-lampiran 8. Bab II Landasan Teori, yaitu bab yang
menguraikan dasar teori yang diguna
Keterangan:
kan penulis dalam membuat karya tulis.
1. Judul, yaitu nama yang dipakai dalam
9. Bab III Metodologi Penelitian, yaitu bab
karya tulis yang menyiratkan secara
yang berisi seputar metode penelitian,
pendek isi atau maksud dari karya tulis
jenis penelitian, populasi dan sampel
tersebut.
penelitian, teknik pengumpulan data,
2. Halaman Pengesahan, yaitu halaman serta teknik analisis data.
dalam karya tulis yang berisi tanda
10. Bab IV Hasil Penelitian, yaitu bab yang
tangan pengesahan pihak terkait.
menguraikan hasil dari penelitian yang
3. Kata Pengantar, yaitu uraian yang dilakukan oleh penulis.
berisi pengantar suatu karya tulis,
11. Bab V Kesimpulan dan Saran, yaitu
misalnya ucapan puji syukur atau
bab yang berisi kesimpulan dan saran
ucapan terima kasih.
penulis atas penelitian yang dilakukan.
4. Abstrak, yaitu ikhtisar atau ringkasan
12. Daftar Pustaka, yaitu daftar judul
sebuah karya tulis.
buku, nama pengarang, penerbit,
5. Daftar Isi, yaitu lembar halaman yang dan sebagainya, yang dijadikan acuan
menjadi petunjuk pokok isi karya tulis dalam membuat karya tulis.
beserta nomor halaman.
13. Lampiran, yaitu lembar tambahan yang
dilampirkan penulis.

19
Bab 5
Resensi

A. Pengertian Kelebihan dan kekurangan buku


dapat juga tidak diulas secara lengkap
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu berdasarkan keseluruhan unsur
revidere atau resencere yang berarti melihat intrinsiknya, tetapi dinilai berdasarkan
kembali, menilai, atau menimbang. unsur intrinsik yang paling menonjol.
Resensi adalah ulasan yang berisi penilaian e. Nilai Buku
atau pertimbangan terhadap buku.
Pada bagian ini, penulis resensi memberikan
penilaian atau informasi kepada pembaca,
B. Unsur-unsur Resensi
seperti apa fungsinya membaca buku
Unsur-unsur penyusunan resensi adalah tersebut, hal-hal atau nilai-nilai apa yang
sebagai berikut: diperoleh pembaca setelah membaca
buku, dan siapa yang seharusnya
a. Judul Resensi
membaca buku tersebut. Penilaian ini
b. Identitas Buku bertujuan memberikan pengetahuan atau
1. Judul buku, memperkenalkan kepada khalayak agar mau
2. Pengarang, membaca buku yang diresensi tersebut.

3. Penerbit dan tahun terbit, f. Simpulan dan Saran


4. Ukuran buku dan ketebalan buku Bagian ini berisi simpulan dari resensi dan
(jumlah halaman). saran penulis resensi terhadap buku yang
dibuat resensinya.
c. Ringkasan atau Ikhtisar Buku
Untuk jenis buku fiksi, ringkasan buku C. Prinsip-prinsip Resensi
sesuai dengan alur yang dibangun oleh
pengarang. Dalam membuat resensi buku perlu
Sedangkan, untuk buku nonfiksi, diperhatikan beberapa hal berikut, yaitu:
ringkasan buku mencerminkan hal-hal 1. Objektif,
pokok, bab, atau subbab yang penting. 2. Singkat, jelas, lugas, dan jujur,
d. Kelebihan dan Kekurangan Buku 3. Langsung pada sasaran,
4. S e s u a i d e n g a n ke a d a a n d a n
Kelebihan dan kekurangan buku dinilai
kemampuan pembaca.
berdasarkan unsur-unsur intrinsiknya,
seperti tema, latar, alur, penokohan,
dan gaya bahasa penulis cerita.

20
D. Tujuan Meresensi Buku 2. Kenali latar belakang penulisan buku dengan
membaca pengantar yang ada di dalamnya,
1. Memberikan informasi atau pemahaman baik pengantar dari penulis buku, penerbit,
yang komprehensif tentang apa yang maupun dari seorang pakar apabila ada.
tampak dan terungkap dalam sebuah buku. 3. Bacalah seluruh isi buku sampai tuntas,
2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, komprehensif, dan cermat mulai dari kata
merenungkan, dan mendiskusikan lebih pengantar sampai pada bab akhir.
jauh fenomena atau problema yang muncul 4. Buatlah sinopsis atau ikhtisar isi buku
dalam sebuah buku. berdasarkan catatan dan tanda khusus
3. Memberikan pertimbangan kepada yang telah dibuat. Usakan sinopsis maupun
pembaca apakah buku itu pantas mendapat ikhtisar benar-benar mewakili isi buku.
sambutan dari masyarakat atau tidak. 5. Lakukan penilaian terhadap buku yang
4. Menjawab pertanyaan yang timbul jika diresensi dengan menunjukkan keunggulan
seseorang melihat buku yang baru terbit. dan kelemahannya, baik dari segi bahasa,
5. Untuk mengetahui identitas buku yang pembatasan bab, kerangka penulisan,
patut dibaca, mulai dari judul buku, penulis, sistematika, bobot ide, maupun aspek teknis
penerbit, tahun terbit, dan tebal buku. lainnya.
6. Buatlah kerangka resensi sebelum menulis
E. Langkah-langkah Meresensi resensi secara utuh.
7. Segeralah menulis resensi dengan berpedoman
Buku
pada hal-hal yang telah disiapkan.
1. Lakukan penjajakan terhadap buku yang 8. Koreksi kembali resensi yang telah dibuat
akan diresensi dengan membaca judul, dari segi bahasa dan isi, termasuk penge
memerhatikan halaman identitas buku tikannya. Lakukan revisi apabila diperlukan.
yang meliputi penerbit, tahun penerbitan,
serta baca isi buku secara sekilas dengan
memerhatikan daftar isi.

21
Bab 6
Puisi

A. Pengertian Puisi 3. Rima atau unsur bunyi/sajak


Rima adalah pengulangan bunyi yang
Puisi adalah sebuah karya sastra yang berselang, baik dalam larik sajak maupun
menggunakan bahasa kata yang indah pada akhir larik sajak.
dan penuh dengan makna. Bahasa yang Adanya pengulangan bunyi atau rima dapat
digunakan bersifat konotatif atau bukan menimbulkan kemerduan puisi sehingga
makna yang sebenarnya. dapat memberikan efek terhadap makna
Umumnya, puisi berbentuk monolog yang nada dan suasana dari puisi tersebut.
berisi curahan hati, pikiran, atau imajinasi 4. Citraan atau imajinasi
seseorang.
Untuk memancing imajinasi pembaca
B. Unsur-unsur Puisi maka penyair sering menggunakan kata
atau kelompok kata yang mengungkapkan
Dalam buku Teori dan Apresiasi Puisi (1995), pengalaman imajinasi.
seorang Herman J. Waluyo secara garis besar, Kata atau kelompok kata yang digunakan
unsur atau struktur puisi dikelompokkan menjadi memberikan kesan-kesan terhadap pan
dua macam, yaitu: caindra dalam jiwa pembaca. Jenis citraan
a. Unsur Fisik Puisi dari puisi, yaitu:
1. Citraan pandang
1. Diksi 2. Citraan dengar
Diksi ialah pemilihan kata yang tepat. 3. Citraan rasa
Suasana, perasaan, serta keindahan 4. Citraan kecap
dari sebuah puisi dapat dicapai dengan
b. Unsur Batin Puisi
penggunaan pilihan kata yang tepat.
1. Tema
2. Majas
Ide atau gagasan menduduki tempat utama
Majas merupakan sebuah gaya bahasa yang di dalam cerita.
juga sering disebut bahasa kias. Dalam me Hanya ada satu tema dalam satu puisi,
nyampaikan ide dalam puisinya, sering kali walaupun puisinya panjang.
pengarang menggunakan kiasan, yakni ti
dak secara langsung mengungkapkan suatu 2. Rasa
makna, namun digunakan perumpamaan Rasa disebut juga arti emosional dari sebuah
kata yang lainnya. puisi.
Contoh: sedih, marah, heran, gembira.
22
3. Nada Jenis pantun berdasarkan isinya, di antaranya:
Adalah sikap penyair terhadap pembaca Pantun anak-anak, yaitu pantun yang
melalui sebuah puisi. Nada tersebut dapat berisi suka cita atau kegembiraan.
berupa: Pantun orang muda, yaitu pantun yang
Mencaci berisi nasib dagang, perkenalan, asma
Merayu ra, perpisahan, beriba hati, dan jenaka.
Merengek Pantun orang tua, yaitu pantun yang
Mengajak berisi nasihat, agama, dan adat istiadat.
Menyindir, dan sebagainya.
2. Syair
4. Amanat
Syair adalah puisi lama yang berasal dari
Adalah pesan dari puisi yang ingin Arab. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
disampaikan oleh pengarang kepada Satu bait terdiri atas empat baris.
pendengar atau pembaca puisinya. Pesan- Satu baris ada delapan sampai dengan
pesan tersebut biasanya dihadirkan dalam dua belas suku kata.
ungkapan yang tersembunyi. Baris pertama sampai dengan keempat
adalah isi.
C. Jenis-jenis Puisi Berima atau bersajak a-a-a-a
a. Puisi Lama
Puisi lama dikenal juga dengan nama puisi
terikat, yaitu puisi yang diciptakan pada Contoh
masa sebelum pujangga baru yang terikat
oleh aturan-aturan, seperti jumlah kata Ya Illahi Khalikul Bahri
dalam baris, jumlah baris dalam bait, jumlah Nasibku malang tidak pergi
suku kata maupaun rima. Ditinggalkan suami seorang diri
Jenis-jenis puisi lama: Bakal sengsara setiap hari
1. Pantun
3. Karmina (pantun kilat)
Pantun adalah puisi lama yang memiliki ci
ri-ciri sebagai berikut: Ciri-ciri karmina, yaitu:
Ada dua baris dalam satu bait.
Satu bait terdiri atas empat baris.
Baris pertama adalah sampiran, sedangkan
Satu baris terdiri atas delapan sampai
baris kedua adalah isi.
dengan dua belas suku kata.
Sajak a-a
Baris pertama dan kedua adalah sampiran.
Baris ketiga dan keempat adalah isi.
Berima atau bersajak a-b-a-b.
Contoh

Contoh Gendang gendut tali kecapi


Kenyang perut senanglah hati
Kalau ada jarum yang patah
Jangan simpan di dalam peti
Kalau ada kata yang salah
Jangan simpan di dalam hati

23
4. Gurindam 5. Sektet : terdiri atas enam baris dalam
Gurindam adalah puisi lama yang berasal satu bait.
dari Tamil (India). 6. Septima : terdiri atas tujuh baris dalam
Ciri-ciri gurindam: satu bait.
Satu bait terdiri atas dua baris. 7. Oktaf : terdiri atas delapan baris
Baris pertama adalah sampiran, dalam satu bait.
sedangkan baris kedua adalah isi. 8. Soneta : terdiri atas sembilan baris
Bersajak a-a. dalam satu bait.
Berisi nasihat.
c. Pusi Bebas
Ada hubungan kausal antara baris satu
dan dua. Yaitu, puisi yang tidak mengindahkan
aturan-aturan puisi, seperti rima, irama,
bait, dan baris.
Contoh Puisi bebas tidak lagi ditekankan pada
pemakaian kata yang indah dan tidak
efektif. Puisi bebas lebih ekspresif dengan
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir menggunakan pilihan diksi yang padat dan
Di situlah banyak orang yang tergelincir sarat makna.
Apabila dalam pantun ada ikatan aturan
persajakan, yaitu a b a b dan dalam syair
b. Puisi Baru
a a a a maka dalam puisi bebas tidaklah
Puisi baru atau yang lebih dikenal
demikian. Puisi bebas dapat menggunakan
sebagai puisi modern muncul pada
persajakan a a a a, a b a b, a a b b, a a b
masa Pujangga Baru dan dipopulerkan
c, a b c d, dan lain-lainnya sesuai dengan
oleh Angkatan 45, yang dipelopori
kebutuhan dan pilihan katanya.
oleh Chairil Anwar.
d. Puisi Kontemporer
Puisi modern lahir dalam semangat
mencari kebebasan pengucapan Merupakan bentuk puisi kekinian. Puisi
pribadi yang tidak terikat dengan jenis ini tidak lagi dipandang sebagai karya
pola-pola estetika yang kaku atau sastra yang terikat oleh bentuk dan rima,
patokan-patokan yang membelenggu namun sebuah karya sastra yang dibuat
kebebasan penyair. untuk menyampaikan gagasan, kritik, atau
sindiran dari penulis tentang kehidupan di
Puisi baru terdiri atas:
sekitarnya.
1. Distikon : terdiri atas dua baris tiap bait, bi
Puisi ini mengandalkan pengucapan batin
asanya bersajak sama.
puisi daripada makna puisi.
2. Tersina : terdiri atas tiga baris dalam
Berdasarkan isinya, puisi kontemporer
satu bait.
terdiri atas:
3. Kuatren : terdiri atas empat baris
1. Epigram
dalam satu bait.
Puisi yang berisi ajaran hidup, baik
4. Kuin : terdiri atas lima baris dalam
tentang agama, sopan santun, sosial,
satu bait.
dan sebagainya.

24
2. Satire 5. Elegi
Puisi yang melukiskan kepincangan Puisi yang mengandung kesedihan
sosial dalam bentuk kritik dan sindiran. atau yang berisi ratapan.
3. Ode 6. Roman
Merupakan puisi yang berisi pujian Puisi yang berisi luapan cinta kepada
atau sanjungan kepada seseorang. kekasih.
4. Balada 7. Himne
Balada adalah kisah atau cerita yang Puisi yang berisi puji-pujian kepada
digubah ke dalam bentuk puisi. Tuhan.

25
Bab 7
Sastra Melayu Klasik

A. Pengertian Sastra Melayu 10. Bersifat universal (untuk umum atau dari
anak-anak sampai dewasa).
Klasik
Sastra Melayu Klasik adalah sastra lama
C. Unsur-unsur Karya Melayu
yang lahir pada masyarakat lama atau
tradisional, yaitu masyarakat yang masih Klasik
sederhana dan terikat dengan adat istiadat. a. Tema
Sastra Melayu Klasik bermula pada abad ke- Tema adalah ide pokok yang mendasari
16 Masehi. Semenjak itu sampai sekarang, sebuah karya sastra Melayu klasik.
gaya bahasanya tidak banyak berubah. b. Penokohan/perwatakan
Penokohan atau perwatakan adalah
B. Sifat-sifat Sastra Melayu penggambaran sifat atau watak tokoh dalam
cerita.
Klasik
c. Latar (Setting)
1. Bersifat anonim atau tanpa nama Latar adalah keterangan mengenai waktu,
(pengarangnya tidak dikenal). ruang, dan suasana terjadinya lakuan atau
2. Disampaikan secara lisan, dari mulut ke mulut. cerita dalam sebuah karya sastra.
3. Bersifat statis (perubahan sangat lambat dan
d. Sudut Pandang
relatif tidak ada karya-karya baru).
Sudut pandang adalah posisi pengarang
4. Bersifat tradisional (masih mencerminkan
dalam menuliskan karya sastra
keterikatan terhadap aturan-aturan hidup
bermasyarakat secara kaku). e. Alur
5. Sumber cerita adalah cerita kerajaan atau Alur adalah adalah rangkaian peristiwa
keraton dan keluarga raja (istana sentris). yang saling berhubungan membentuk suatu
6. Bersifat kurang rasional (kejadian-kejadian cerita.
tidak masuk akal). f. Amanat
7. Bersifat didaktis (memberikan pendidikan Amanat adalah pesan yang ingin
kepada pembaca, baik moral maupun religius). d i s a m p a i ka n p e n ga ra n g ke p a d a
8. Bersifat simbolis (cerita disajikan dalam pembacanya.
bentuk lambang). g. Gaya Bahasa
9. Bersifat klasik imitatif/tiruan (kebiasaan tiru- Gaya bahasa adalah sarana sastra yang
meniru yang turun-temurun). amat penting karena hal inilah yang akan
membedakan antara pengarang yang satu
dengan yang lain.
26
D. Karakteristik Naskah Dongeng dibedakan menjadi:
1. Fabel, yaitu cerita atau dongeng tentang
Melayu Klasik kehidupan binatang yang berperilaku seperti
1. Dimulai dengan menceritakan asal-muasal manusia. Dongeng tentang kehidupan
tokoh utama. binatang ini dimaksudkan agar menjadi
2. Cerita selalu diawali dengan kata penghubung teladan bagi kehidupan manusia pada
yang menyatakan bahwa cerita tersebut tidak umumnya.
diketahui tempat dan waktu secara pasti. 2. Parabel, yaitu cerita atau dongeng tentang
Contoh: binatang atau benda-benda lain yang
Alkisah inilah cerita orang dahulu kala, hikayat mengandung nilai pendidikan. Ceritanya
namanya, terlalu indah-indah ceritanya... merupakan kiasan tentang pelajaran
3. Penggunaan kata-kata dalam cerita naskah kesusilaan dan keagamaan.
Melayu klasik memiliki ciri sebagai berikut: 3. Legenda, yaitu dongeng yang dihubungkan
Penggunaan kosakata yang pada saat dengan keajaiban alam, atau kepercayaan
ini tidak lazim dipergunakan dalam mengenai terjadinya suatu tempat, dan
berbahasa Indonesia. setengah mengandung unsur sejarah.
Contoh: 4. Mite, yaitu dongeng yang berhubungan
... menghibur hati yang masgul (sedih). dengan cerita jin, peri, roh halus, dewa,
Penggunaan kata penghubung maka dan hal-hal yang berhubungan dengan
dalam awal kalimat. kepercayaan animisme.
Contoh: Mite dipercayai oleh masyarakat sebagai
Maka, titah sang Nata, Yayi Suri, telah cerita yang benar-benar terjadi.
sebenarnya seperti kata Adinda itu. 5. Sage, yaitu dongeng yang mengandung unsur
Penggunaan diksi atau pilihan kata yang sejarah meskipun tidak seluruhnya. Sage juga
kurang tepat. tidak terlepas dari fantasi dan imajinasi.
Contoh: b. Hikayat
Maka, dikarang oleh segala orang yang
Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang
bijaksana prama kawi.
artinya cerita. Hikayat mengisahkan kebesaran
Penggunaan kalimat yang tidak efektif.
dan kepahlawanan orang-orang ternama, para
Contoh:
raja, atau para orang suci di sekitar istana
Sebermula pada zaman dahulu ada
dengan segala kesaktian, keanehan, dan
raja di Tanah Jawa empat bersaudara,
muzizat tokoh utamanya. Hikayat kadang mirip
terlalu amat besar kerajaannya.
cerita sejarah atau riwayat hidup seorang
4. Terbitan dan cetakannya tidak berangka tahun.
tokoh besar dalam sejarah.
5. Sangat kental dengan pengaruh islam.
6. Cerita hidup di tengah-tengah masyarakat dan c. Tambo
diceritakan secara lisan dari mulut ke mulut. Tambo adalah cerita sejarah, yaitu cerita
tentang kejadian atau asal-usul keturunan raja.
E. Jenis-jenis Sastra Melayu d. Wira Carita (Cerita Kepahlawanan)
Klasik Wira carita adalah cerita yang pelaku utamanya
a. Dongeng adalah seorang kesatria atau pahlawan yang
gagah berani, pandai berperang, dan selalu
Dongeng adalah karya sastra berbentuk
memperoleh kemenangan.
prosa cerita yang isinya hanya khayalan atau
hanya ada dalam fantasi pengarang.
27
Bab 8
Wawancara

A. Pengertian Wawancara 1. Wawancara individual


Yaitu, wawancara yang dilakukan seseorang
Kegiatan wawancara merupakan bentuk pewawancara dengan responden tunggal
tanya jawab antara orang yang mencari atau wawancara secara perseorangan.
informasi atau pewawancara dengan
narasumber. 2. Wawancara kelompok

Tujuan wawancara, yaitu: Yaitu, wawancara yang dilakukan terhadap


sekelompok orang dalam waktu bersamaaan.
1. Memperoleh informasi atau data
penelitian 3. Wawancara konferensi
2. Memperoleh opini Yaitu, wawancara antara seorang pewancara
3. Memperoleh biografi dengan sejumlah responden atau sebaliknya.
4. Memperoleh cerita Berdasarkan keterbukaan informasinya,
wawancara dibagi menjadi dua, yaitu:
B. Jenis-jenis Wawancara 1. Wawancara terbuka

Berdasarkan cara pelaksanaannya, Yaitu, wawancara yang terbuka untuk


wawancara dibagi dua, yaitu: umum, artinya orang lain dapat hadir dan
menyaksikan proses wawancara. Wawancara
1. Wawancara terstruktur/terpimpin
jenis ini, pertanyaannya yang diajukan tidak
Adalah wawancara secara terencana yang terbatas (tidak terikat) jawabannya.
berpedoman pada daftar pertanyaan yang
telah dipersiapkan sebelumnya. 2. Wawancara tertutup

Wawancara terstruktur lebih efektif, karena: Yaitu, wawancara yang orang lain tidak dapat
Pertanyannya sesuai dengan urutan, hadir untuk menyaksikan proses wawancara.
Wawancara jenis ini, pertanyaan yang
Tidak ada informasi yang terlewatkan,
diajukan terbatas jawabannya.
Wawancara lebih lancar.
2. Wawancara tak terstruktur/bebas C. Langkah-langkah Wawancara
Adalah wawancara yang tidak berpedoman
pada daftar pertanyaan. Langkah-langkah dalam melakukan
wawancara, yaitu:
Berdasarkan jumlah narasumber yang 1. Menentukan tema atau topik.
diwawancarai, wawancara dibagi menjadi 2. Mempelajari masalah yang berkaitan
tiga, yaitu: dengan tema wawancara.

28
3. Membuat daftar atau garis besar 4. Mulailah dengan pertanyaan ringan (untuk
pertanyaan yang akan diajukan. narasumber yang punya banyak waktu),
4. M e n e n t u ka n n a ra s u m b e r d a n namun langsung ke persoalan inti untuk
mengetahui identitasnya. narasumber yang tidak punya waktu banyak
untuk melakukan wawancara.
5. Menghubungi dan membuat janji
dengan narasumber. 6. Hindari pertanyaan yang sifatnya menggurui,
pribadi, dan bersifat interogatif atau
6. Mempersiapkan peralatan untuk
terkesan memojokkan narasumber.
wawancara (peralatan menulis atau
alat perekam). 7. Dengarkan dengan baik jawaban yang
disampaikan narasumber. Boleh diingatkan
6. Melakukan wawancara.
secara halus apabila narasumber lari dari
7. Mencatat pokok-pokok hasil wawancara.
topik yang dibicarakan
8. Menyusun laporan hasil wawancara.
8. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan
baru yang muncul dari penjel asan
D. Etika Wawancara narasumber.

1. Datang tepat waktu. 9. Setelah seluruh pertanyaan diajukan, jangan


lupa memberikan kesempatan kepada
2. Perhatikan penampilan, bersikap santun,
narasumber untuk menjelaskan hal-hal yang
wajar, dan ramah.
mungkin belum ditanyakan.
3. Perkenalkan masalah yang akan ditanyakan
10. Usai wawancara, sampaikan ucapan terima
sehingga narasumber tahu alasan dirinya
kasih kepada narasumber.
dijadikan narasumber.

29
Bab 9
Bentuk Kata

Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat


berdiri sendiri dan memiliki arti. Bentuk kata dike-
nal juga dengan istilah morfem. Morfem terbagi Catatan
menjadi dua, yaitu:
berikut catatan untuk prefiks me-
Morfem bebas adalah morfem atau bentuk
Bila dipasangkan dengan kata dasar
kata yang bisa berdiri sendiri. Contoh: duduk,
berfonem awal huruf vokal (a, i, u,
main, dan cantik.
e, o), k, g, dan h akan mengalami
Morfem terikat adalah morfem yang tidak morfofonemis (perubahan fonem)
bisa berdiri sendiri. Contoh: me-, -an, ter-, menjadi meng-. Contoh: menghilang,
non-, antar-, pasca-, dan pra-. mengajar, menggila.
Bila dipasangkan dengan kata dasar
A. Afiksasi berfonem awal l, m, n, r, ng, ny, w,
dan y awalan me- tidak mengalami
Afiksasi adalah pengimbuhan. Imbuhan perubahan. Contoh: melawan,
(afiks) adalah morfem terikat. Terdapat enam merasa, memakan, menyanyi.
jenis afiksasi (imbuhan), yaitu: Bila dipasangkan dengan kata
dasar berfonem awal d, t, c, dan
a. Awalan (Prefiks) j akan mengalami morfofonemis
Awalan adalah bentuk terikat yang dilekatkan menjadi men-. Contoh: mendobrak,
di depan sebuah kata dasar atau bentuk dasar. mencontoh, menjadi.
Dalam bahasa Indonesia, awalan terdiri atas Bila dipasangkan dengan kata dasar
berfonem awal p, b, dan f akan
me-, ber-, ter-, ke-, se-, di-, dan pe-.
mengalami morfofonemis menjadi
m e m - . C o nto h : m e m b a nt i n g ,
memindah, membaca.
Contoh Bila dipasangkan dengan kata dasar
berfonem awal s dan sy akan mengalami
morfofonemis menjadi meny-. Contoh:
me(N) + potong = memotong menyapu, menyikut, menyatu.
ber + nyanyi = bernyanyi Bila dipasangkan dengan kata dasar
bersuku satu akan mengalami
pe(N) + hapus = penghapus
morfofonemis menjadi menge-.
ter + baik = terbaik
Contoh: mengebom.

30
Masing-masing imbuhan memiliki fungsi dan Pelaku tindakan seperti yang tersebut
makna tersendiri, yaitu: dalam kata dasar, contoh: penerjemah,
1. Prefiks me- pencukur, pemukul, penendang.
Berfungsi membentuk kata kerja. Makna Menyatakan alat untuk mengerjakan
gramatikalnya adalah sebagai berikut: sesuatu, contoh: penggaris, penghapus,
Melakukan perbuatan/tindakan seperti pewarna, pelicin.
yang termuat dalam kata dasarnya, Menyatakan Orang yang pekerjaannya
contoh: melompat, menyanyi. ..., contoh: pelukis, pesuruh, pengajar,
Membuat atau menghasilkan apa yang petani, pelaut.
dimuat dalam bentuk dasar, contoh: Menyatakan Orang yang sifatnya ....,
menyambal, menggulai. contoh: pemalas, periang, pendiam.
Mengerjakan dengan alat, contoh: Menyatakan orang yang gemar/sering
mengunci, menggunting, mencangkul. melakukan sesuatu yang tersebut pada
Menjadi atau dalam keadaan, contoh: kata dasar, contoh: pendusta, pencuri,
menurun, menguap, membatu. pemabok, penipu.
Menuju ke tempat yang tersebut dalam
4. Prefiks ter-
kata dasar, contoh: menepi, melaut.
Berfungsi membentuk kata kerja, kata sifat
Mencari atau mengumpulkan, contoh:
(superlatif), kata benda, dan menyatakan
merotan, mendamar.
keterangan aspek. Makna gramatikalnya
2. Prefiks ber- adalah sebagai berikut:
Berfungsi membentuk kata kerja. Makna Menyatakan suatu perbuatan yang tidak
gramatikalnya adalah sebagai berikut: sengaja atau terjadi secara tiba-tiba
Mempunyai, contoh: berumah, (aspek spontanitas), contoh: terinjak,
bersuami. termakan, terjatuh.
Memakai, contoh: berbaju, bersepatu. Menyatakan suatu perbuatan telah
Berada dalam keadaan, contoh: selesai dilaksanakan (aspek perfektif),
bergembira, berpadu, bersedih. contoh: terciduk, tertulis, tertangkap.
Menyatakan jumlah yang tersebut pada Menyatakan perbuatan yang sedang
bentuk dasar, contoh: berdua, bertiga, atau terus berlangsung (aspek
berempat. kontinuatif), contoh: terpasang,
Menyatakan perbuatan yang berbalasan terapung, tersambung.
atau resiprok, contoh: berkelahi, Menyatakan dapat di- (aspek potensialis),
bersalaman. contoh: terjangkau, terangkat.
Mengadakan atau mengerjakan, contoh: Menyatakan tingkat paling (aspek
berkebun, bersawah. superlatif), contoh: terbaik, terbesar,
Menghasilkan atau mengeluarkan, tercantik, tersukses.
contoh: bertelur, berbunga. Menyatakan Orang/benda yang di-,
Mengendarai, menaiki, atau menum contoh: tersangka, tertuduh, tertimpa.
pang sesuatu, contoh: bersepeda, b. Sisipan (Infiks)
bermobil.
Sisipan adalah morfem terikat yang dilekatkan
3. Prefiks pe- di tengah bentuk dasar. Ada empat infiks yang
Berfungsi membentuk kata benda. Makna kita kenal, yaitu el, er, em, dan in.
gramatikalnya adalah sebagai berikut:

31
biasa dipakai bersama-sama adalah: me-kan,
memper-kan, diper-kan, ter-kan, ber-kan, dan
Contoh lain-lain.

tunjuk + el = telunjuk
Contoh
tapak + el = telapak
sabut + er = serabut
suling + er = seruling Melepaskan, dilepaskan, memperbaiki,
kuning + em = kemuning mempertinggi, memperhatikan.
kilau + em = kemilau Imbuhan gabung berbeda dengan
kerja + in = kinerja konfiks. Gabungan imbuhan di sini tetap
sambung + in = sinambung mempertahankan identitas/arti dan
fungsinya masing-masing. Sebaliknya,
bentuk-bentuk konfiks tidak dapat
c. Akhiran (Sufiks)
ditafsirkan secara tersendiri, tetapi
Akhiran adalah bentuk terikat yang dilekatkan
bersama-sama membentuk satu arti
di belakang suatu kata dasar maupun kata
dan bersama-sama pula membentuk
jadian. Akhiran dalam bahasa Indonesia, di
satu fungsi.
antaranya an, nya, dan i.
Selain sebagai sufiks, akhiran nya juga bisa
f. Imbuhan Serapan
menjadi enklitik, yaitu klitika (kata ganti)
yang terletak di akhir, menyatakan kata ganti Imbuhan serapan adalah imbuhan yang
orang ketiga. diserap dari bahasa lain, baik bahasa daerah
Contoh: maupun bahasa asing. Imbuhan serapan, di
Toni bersedih karena perusahaannya disita antaranya adalah sebagai berikut:
oleh pengadilan. 1. Akhiran man, wan, wati
2. Akhiran i, iah, wi
d. Konfiks
3. Akhiran isme, isasi, is
Konfiks adalah morfem terikat yang terjadi
Contoh:
dari gabungan dua macam imbuhan yang
Wartawan, duniawi, ekonomis, globalisasi.
bersama-sama membentuk satu arti.
1. Konfiks ke-an
ke- + aman + -an = keamanan B. Reduplikasi
2. Konfiks pe-an dan per-an
Reduplikasi adalah bentuk kata ulang yang
per- + tahan + -an = pertahanan
secara sederhana merupakan bentuk kata
3. Konfiks ber-an
yang diulang.
ber- + salam + -an = bersalaman
Prinsip dasar kata ulang adalah kata tersebut
e. Imbuhan Gabung berasal dari kata dasar yang diulang. Proses
Gabungan imbuhan adalah pemakaian perulangan tidak mengubah jenis (kelas) kata
beberapa imbuhan sekaligus pada suatu kata dan bentuk kata dasarnya lazim dipakai.
dasar, yang masing-masing mempertahankan
arti dan fungsinya. Imbuhan-imbuhan yang

32
Contoh: Contoh:
Mobil-mobilan, kata dasar mobil bukan Teka-teki, laba-laba, kura-kura, mondar-
mobilan. mandir, hiruk-pikuk, paru-paru, lumba-
Sayur-mayur, kata dasar sayur bukan lumba, baling-baling, dan sebagainya.
mayur.
Kata ulang secara umum terdiri atas kata
ulang utuh, kata ulang berimbuhan,
C. Kata Majemuk
kata ulang sebagian, dan kata ulang Kata majemuk adalah gabungan dua kata
berubah bunyi. atau lebih yang memiliki struktur tetap, tidak
a. Kata Ulang Utuh dapat disisipi kata lain. Kedua kata tersebut
Kata ulang utuh adalah bentuk kata yang melebur menjadi satu dan mempunyai
diulang secara utuh atau penuh sesuai makna yang baru.
dengan kata dasarnya. Contoh:
Contoh: Mahasiswa, meja makan, lemah lembut,
Siswa-siswa (kata dasar siswa) rumah sakit, kacamata, besar kepala, dan
Anak-anak (kata dasar anak) lain-lain.
b. Kata Ulang Berimbuhan
Kata ulang berimbuhan adalah bentuk kata D. Jenis Kata
yang diulang dengan mendapat imbuhan.
Terdapat perbedaan pandangan antara
Contoh:
tradisional dengan struktural mengenai jenis
Lari-larian (lari), buah-buahan (buah). kata yang ada.
c. Kata Ulang Sebagian Menurut pandangan tradisional, kata terdiri
atas sepuluh jenis, yaitu:
Kata ulang sebagian adalah bentuk kata
1. Kata kerja (verb),
ulang yang terjadi pada sebagian bentuk kata
2. Kata benda (nomina),
dasarnya saja.
3. Kata sifat (adjektiva),
Contoh:
4. Kata bilangan (numeralia),
Tali-temali (tali), lelaki (laki-laki), dedaunan 5. Kata depan (preposisi),
(daun). 6. Kata ganti (pronominal),
d. Kata Ulang Berubah Bunyi 7. Kata sambung (konjungsi),
8. Kata seru (interjeksi),
Kata ulang berubah bunyi adalah bentuk
9. Kata sandang (artikel),
perulangan kata dengan perubahan
10. Kata keterangan (adverb).
konsonan atau vokal pada bentuk dasar
kata yang diulang tersebut. Sedangkan, menurut padangan struktural,
Contoh: jenis kata terbagi menjadi lima, yaitu:

Sayur-mayur (sayur), serta-merta (serta). 1. Kata kerja (verb),


2. Kata benda (nomina),
e. Kata Semu Bukan Kata Ulang
3. Kata sifat (adjektiva),
Bentuk kata yang diulang, tetapi tidak 4. Kata bilangan (numeralia), dan
mempunyai kata dasar. 5. Kata depan (preposisi).
Jadi, kata semu bukan kata ulang.

33
Bab 10
Pidato

A. Pengertian Pidato b. Metode Impromtu (Spontan/Serta Merta)


Yaitu, metode pidato dimana orator dalam
Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara atau menyampaikan pidatonya tanpa persiapan
berorasi di depan umum guna menyatakan dan hanya mengandalkan pengalaman dan
pendapatnya atau guna memberikan wawasan.
gambaran tentang suatu hal. Metode ini biasanya dilakukan dalam
Secara umum, pidato dilakukan untuk me keadaan darurat atau mendadak sehingga
nyampaikan pesan kepada pihak lain, baik m e t o d e i n i h a nya m e n ga n d a l ka n
secara langsung maupun tidak langsung. pengalaman dan wawasan dari orator.
Pesan yang dinyatakan secara langsung
c. Metode Naskah
umumnya dalam bentuk ajakan dan
Yaitu, metode dimana dalam melakukan
imbauan. Sedangkan, pesan yang tidak
pidato, orator menggunakan naskah yang
langsung umumnya tersirat dalam setiap
telah dibuat sebelumnya. Metode pidato ini
pernyataan.
umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi.

B. Tujuan Pidato d. Metode Ekstemporan


Yaitu, berpidato dengan membawa catatan
1. Memengaruhi orang lain agar mau kecil yang berupa garis besar dari isi pidato.
mengikuti kemauan kita dengan suka rela
(persuasif). D. Menulis Teks atau Naskah
2. Memberi suatu pemahaman atau informasi
Pidato
pada orang lain (informatif).
3. Membuat orang lain senang dengan pidato Sistematika dalam menulis teks atau naskah
yang menghibur (rekreatif). pidato secara umum sebagai berikut.
4. Meyakinkan pendengar (argumentatif). 1. Menentukan tema pidato.
2. Menyusun kerangka pidato.

C. Metode Pidato Contoh kerangka pidato:


i. Pembukaan dengan salam pembuka.
a. Metode Menghafal ii. P e n d a h u l u a n y a n g s e d i k i t
Yaitu, metode pidato dimana naskah menggambarkan isi.
pidato dibuat terlebih dahulu, kemudian iii. Isi atau materi pidato secara sistematis:
menghafalkannya kata per kata. Maksud,

34
Tujuan, 2. Menganalisis situasi dan pendengar
Sasaran, dengan mengajukan pertanyaan, misalnya
Rencana, siapa pendengarnya, jenis kelamin, usia,
Langkah, dan lain-lain. pendidikan, dan sebagainya.
iv. Penutup (kesimpulan, harapan, pesan, 3. Mengumpulkan bahan berdasarkan
salam penutup). pengalaman, imajinasi, hasil penelitian,
3. Mengembangkan kerangka menjadi teks buku bacaan, media massa, maupun media
elektronik.
4. Menyunting teks pidato yang ditulis.
4. Memahami dan menghayati materi pidato.

E. Jenis-jenis Pidato 5. Membuat kerangka pidato, kemudian


mengembangkannya menjadi naskah
a. Pidato Pembukaan pidato.
Adalah pidato singkat yang dibawakan oleh 6. M e n y a m p a i k a n p i d a t o d e n g a n
pemandu acara. memerhatikan intonasi, lafal, dan sikap yang
b. Pidato Pengarahan tepat.
Adalah pidato yang berisi pengarahan pada
suatu pertemuan. G. Ciri-ciri Pidato yang Baik
c. Pidato Sambutan
1. Isi pidato harus objektif atau tidak memihak
Yaitu, pidato yang disampaikan pada suatu
satu kelompok manapun.
acara kegiatan atau peristiwa tertentu
2. Isi pidato yang disampaikan dapat di
yang dapat dilakukan oleh beberapa
pertanggungjawabkan kebenarannya.
orang dengan waktu yang terbatas secara
bergantian. 3. Isi pidato dan cara penyampaiannya jelas
dan mudah dimengerti.
d. Pidato Peresmian
4. Berisi hal-hal baru yang menarik.
Adalah pidato yang dilakukan oleh orang
yang berpengaruh untuk meresmikan 5. Menciptakan klimaks atau penutup pidato
sesuatu. dengan uraian penting.
6. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik
e. Pidato Laporan
dan benar.
Yaitu, pidato yang isinya melaporkan hasil
suatu tugas atau kegiatan. 7. Menyampaikan materi dengan intonasi dan
lafal yang jelas.
f. Pidato Pertanggungjawaban
Adalah pidato yang berisi suatu laporan
pertanggungjawaban.

F. Langkah-langkah Berpidato
1. Menentukan tujuan dan tema atau topik
pidato. Hendaknya disesuaikan dengan
kemampuan diri serta memiliki nilai guna
bagi pendengar.

35
Bab 11
Diskusi

A. Pengertian Diskusi Membuat dan menyajikan makalah


tentang permasalahan yang didiskusikan.
Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi Menjawab pertanyaan dari peserta dan
antara dua orang atau lebih/kelompok yang penyanggah.
bertujuan untuk bertukar pikiran secara
teratur dan terarah sehingga mendapatkan 4. Moderator
pengertian dan kesepakatan bersama. Membuka diskusi.
Mempersilakan panelis untuk berbicara.
B. Unsur-unsur Diskusi Mengatur dan memimpin jalannya
diskusi agar berjalan dengan tertib dan
a. Unsur Manusia tetap pada topik.
1. Peserta Membacakan kesimpulan diskusi.
Mengikuti jalannya diskusi dari awal
b. Unsur Materi
sampai dengan akhir dan terbagi
menjadi tim afirmatif (pendukung), Yaitu, tema yang akan didiskusikan.
oposisi, dan netral, c. Unsur Fasilitas
Mengajukan usul, pendapat, maupun Yaitu, properti yang digunakan dalam
komentar, diskusi.
Meminta panelis untuk memberikan
p e m b u k t i a n , co nto h , m a u p u n C. Jenis Diskusi
perbandingan.
a. Diskusi Kelompok
2. Notulis/penulis
Yaitu, diskusi yang terdiri atas beberapa
Mencatat jalannya diskusi dalam
kelompok orang, dan masing-masing
bentuk catatan singkat (notula),
kelompok mempunyai seorang ketua
Membantu moderator mencatat pokok- dan notulis. Dalam diskusi ini tidak ada
pokok diskusi dan menyusun laporan pendengar.
diskusi.
b. Simposium
3. Pembicara/penyaji makalah/panelis
Simposium adalah bentuk diskusi dengan
Berperan sebagai pembicara dalam waktu relatif singkat dengan tujuan untuk
diskusi. mengetahui berbagai aspek suatu masalah.

36
c. Diskusi Panel h. Brainstorming (Pengungkapan Pendapat)
Diskusi panel adalah pembahasan suatu Brainstroming adalah diskusi yang dilakukan
masalah yang menjadi perhatian umum untuk mengumpulkan pendapat, informasi,
yang dilakukan oleh beberapa orang panelis dan pengalaman semua peserta yang sama
di hadapan pendengar. Dalam diskusi panel, atau berbeda guna memecahkan suatu
pendengar tidak terlibat secara langsung, masalah.
tetapi berperan hanya sekadar peninjau Semakin tegas, aneh, dan berani sebuah
para panelis yang melaksanakan diskusi. gagasan atau pendapat, brainstorming
d. Seminar dianggap semakin baik.
Seminar membahas suatu permasalahan
yang diajukan oleh penyaji di bawah arahan D. Laporan Hasil Diskusi
atau bimbingan ahli/pakar.
a. Sistematika Laporan
Seminar dapat bersifat tertutup atau
terbuka. Seminar terbuka dapat dihadiri 1. Judul Laporan
oleh umum, tetapi mereka tidak ikut 2. Kata Pengantar
berdiskusi, melainkan hanya bertindak 3. Daftar Isi
sebagai peninjau. 4. Bab Perencanaan Diskusi
e. Konferensi 5. Bab Pelaksanaan Diskusi
6. Bab Penutup Diskusi
Konferensi adalah pertemuan yang dise
Kesimpulan
lenggarakan oleh suatu organisasi atau
Saran
badan resmi sehubungan dengan masalah
tertentu. 7. Lampiran

f. Kolokium (Pertemuan Ahli) b. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam


Menulis Laporan Diskusi
Kolokium adalah bentuk diskusi yang meng
hadirkan para ahli sebagai narasumber 1. Penyajian laporan secara faktual
yang dapat mengoreksi atau meluruskan dan objektif dan menghindari unsur
suatu pembicaraan yang menyimpang dari subjektif.
persoalan yang menjadi pokok diskusi. 2. Laporan ditulis secara sistematis dan
kronologis.
g. Workshop atau Lokakarya
3. Ditulis dengan bahasa yang jelas dan
Workshop adalah pertemuan sekelompok
singkat.
orang dengan bidang pekerjaan yang sama.
Workshop dilakukan berkaitan dengan
masalah teknis pekerjaan mereka.

37
Bab 12
Bagan, Grafik, dan Tabel

A. Bagan
Bagan adalah alat peraga untuk menyajikan
data atau gambaran secara analisis dan Contoh
statistik tentang proses terjadinya sesuatu.
Bagan terdiri atas garis dan panah yang
menggambarkan jalannya suatu proses. Grafik Ketidakhadiran Siswa
SMP Cahaya Bulan
Bagan berfungsi untuk menggambarkan
AgustusNovember 2009
sesuatu hal secara ringkas, tetapi dapat
dipahami. 50
50
40
40
30
30
20
20
10
10
00
Contoh us
tu
s
em
be
r
to
ber
m
be
r

Ag pt Ok
er ve

r
us

No

be
be

Se
ob
st

em
em
gu

kt
O

ov
pt
A

Se

Bagan Hubungan Hipernim dan Hiponim

Warna
C. Tabel
Tabel adalah daftar ikhtisar sejumlah data
Merah Hijau Biru dan informasi yang biasanya berupa kata
atau bilangan urut ke bawah dalam lajur
Keterangan: dan deret tertentu dengan garis pembatas
Hipernim adalah kata umum, sedangkan sehingga mudah disimak.
hiponim adalah kata khusus. Merah, hijau,
dan biru merupakan hiponim dari hipernim
warna. Contoh

INDEKS PEMAIN INGGRIS


B. Grafik PIALA DUNIA 2010
Grafik adalah lukisan pasang surut suatu No. Nama Laga Nilai
keadaan dengan garis atau gambar. 1. Jerman Defoe 3 62,47
Grafik berfungsi menyampaikan ide yang 2. S. Wright Phillips 3 61,09
kompleks secara lebih mudah dan efektif.
3. Steven Gerrard 4 60,98
Grafik membandingkan antara dua atau
4. Jhon Terry 4 60,48
lebih variabel.

38
2. Memerhatikan keterangan yang terda-
pat dalam gambar tersebut.
5 Matthew Upson 2 60,21 3. Perhatikan setiap perbedaan dari
6 Emile Heskey 4 60,15 masing-masing gambar.
7 Ashley cole 4 59,58 4. Ajukan pertanyaan dan temukan
8. James Milner 4 59,40 jawabannya.
9. David James 3 59,28
10. Jamie Carragher 2 59,04
11. Wayne Rooney 4 58,87
12. Frank Lampard 4 58,58 Contoh
13. Aaron Lennon 2 57,64
14. Gareth Barry 3 57,50
15. Ledley King 1 57,50 Nilai Tukar Dolar AS Terhadap
Rupiah Rabu (24/2)
16. Glen Johnson 4 57,18
9.38
17. Joe Cole 2 55,45
9.36 9.358
18. Robert Green 1 51,67 9.34
9.32 9.325 9.321
19. Peter Crouch 2 - 9.318
9.3
9.292
9.28
9.26
9.24
18/2 19/2 22/2 23/2 24/2

D. Mengubah ke dalam Bentuk


Uraian Dari grafik di atas didapat informasi sebagai
Menguraikan atau mengubah grafik, berikut:
tabel, dan bagan ke dalam kalimat berarti 1. Grafik di atas adalah grafik nilai tukar dolar
menerjemahkan gambar menjadi suatu
AS terhadap Rupiah mulai dari tanggal 18
wacana sehingga akan lebih mudah
dipahami. Februari hingga tanggal 24 Februari.
Untuk dapat mengubah grafik, tabel, 2. Dari grafik terlihat bahwa nilai tukar tidak
dan bagan menjadi bentuk uraian, harus stabil dan terus mengalami naik turun.
diketahui dan dipahami informasi yang
terdapat di dalamnya terlebih dahulu. 3. Nilai tukar paling rendah tercatat pada
Mencari dan menemukan informasi dalam tanggal 22, yaitu sebesar Rp9.292.
grafik, tabel, dan bagan dapat melalui 4. Sedangkan, jumlah tertinggi nilai tukar
beberapa tahap, yaitu:
tercatat pada tanggal 19 Februari, yaitu
1. Membaca dan memahami dengan sebesar Rp9.353.
benar mkasud dari judul grafik, tabel,
dan bagan.

39
BAHASA
INGGRIS

40
Bab 1
Reading Comprenhension
and Genre
A. Reading Comprehension
Catatan
Reading comprehension bisa diartikan sebagai 1. Main idea adalah pernyataan
pemahaman materi bacaan. Untuk menjawab umum (general statement) yang
soal-soal yang berdasarkan materi bacaan/teks mencakup keseluruhan paragraf.
maka diperlukan tips-tips untuk menjawab soal. 2. M a i n i d e a b i a s a n y a d a p a t
disimpulkan dari dua atau tiga
kalimat awal suatu paragraf.
Tips Menjawab Soal 3. Main idea biasanya berupa sebuah
kalimat, sedangkan topik berupa kata
Tidak perlu membaca wacana secara
atau frase.
mendetail, kecuali memang diperlukan
dan waktunya cukup luang.
Baca pertanyaan-pertanyaan terlebih
dahulu.
Kenali bentuk-bentuk pertanyaannya. Tips Menjawab Soal
Bacalah dua atau tiga kalimat awal
Ada beberapa bentuk pertanyaan yang biasa
setiap paragraf.
ditanyakan dalam Reading comprehension.
Simpulkan topik atau main idea dari
Jenis-jenis pertanyaan itu adalah:
kalimat-kalimat tersebut.
a. Menanyakan Topik (Main Idea) Bacalah bagian paragraf selanjutnya untuk
memastikan bahwa kesimpulan yang diambil
benar.
Contoh b. Menanyakan Informasi Tertentu dalam Teks

What is the title of the text?


Apa judul teks tersebut?
The passage of the text above tells us Contoh
about
Bagian teks di atas menceritakan Based of the text above, she works
tentang... at.
The idea can be found in paragraph. Berdasarkan teks di atas, dia bekerja
Topik dapat ditemukan dalam paragraf... di....

41
Tips Menjawab Soal Tips Menjawab Soal
Cari kata-kata kunci (key words) da- Untuk pertanyaan tipe tiga, langkahnya
lam kalimat pertanyaan. sama dengan pertanyaan tipe dua, tetapi
Temukan kata kunci tersebut dalam key words dicari di dalam masing-masing
wacana (paragraf ke berapa, baris ke pilihan jawaban.
berapa).
Baca dengan teliti kalimat yang d. Menanyakan Pengertian Vocabulary dalam
memuat kata-kata kunci tersebut. Teks
Carilah pilihan jawaban yang mer-
upakan pernyataan yang memuat
kata kunci.
Contoh
Tinggalkan pilihan jawaban yang
nyata-nyata salah.
The underlined word also means....
Kata yang digarisbawahi juga
c. Menanyakan Pernyataan yang Benar atau bermakna....
Salah Menurut Teks Find a word in the text which has
the same meaning as Opening!
Temukan satu kata dalam teks yang
memiliki makna yang sama dengan
Contoh Opening!
The word Store here means....
Which of the statements below is Kata Store di sini bermakna....
not correct according to the text?
Manakah dari beberapa pernyataan
berikut yang tidak tepat menurut
teks?
Which of the following statements Tips Menjawab Soal
are TRUE?
1. Lihat pilihan jawaban, pilih jawaban
Manakah dari beberapa pernyataan
yang mempunyai makna yang sama
berikut yang BENAR?
dengan kosakata (vocabulary) yang
Which of the following statements
ditanyakan.
is FALSE?
Manakah dari beberapa pernyataan 2. Bila tidak begitu yakin, ganti kosakata
berikut yang SALAH? yang ditanyakan dengan masing-mas-
ing pilihan jawaban yang diberikan.
Tinggalkan pilihan yang nyata-nyata
salah.

42
e. Menanyakan Reference suatu Kata Ganti Langkah menjawab pertanyaan jenis ini sama
(Pronoun) dengan langkah-langkah menjawab pertanyaan
jenis 1 (menanyakan topik atau main idea).

Contoh B. Genre (Tipe Wacana)


Berikut ini adalah tipe wacana yang perlu diketahui:
In Indonesia, it is the Bank of a. Recount (Pengalaman)
Indonesia (paragraph 2). The word
Teks recount: merupakan jenis teks yang
It refers to....
isinya melaporkan peristiwa, kejadian, atau
Di Indonesia, itu disebut Bank
kegiatan yang dialami seseorang.
Indonesia (paragraf 2). Kata Itu
Tujuan: To tell past event (menceritakan
sama artinya dengan....
peristiwa yang telah terjadi pada seseorang
We call this a computer program.
pada masa lampau.
The word This here means....
Kami menyebut ini sebuah program Generic structure (struktur utama) isi teks, yaitu:
komputer. Kata Ini bermakna.... 1. Orientation: pendahuluan atau
pembuka yang berupa pengenalan
tokoh, waktu, dan tempat.
2. Events: rangkaian kejadian/peristiwa.
Tips Menjawab Soal 3. Reorientation: penutup yang berupa
ungkapan-ungkapan yang menunjukkan
1. Temukan kata ganti (pronoun) peristiwa/kejadian yang sudah selesai.
tersebut dalam wacana (paragraf ke-
4. Komentar pribadi tentang peristiwa
berapa, baris keberapa).
yang diutarakan (tidak harus ada).
2. Carilah kata benda (noun) yang terletak
sebelum kata ganti (pronoun) tersebut. Unsur kebahasaan:
3. Bacalah bagian wacana sebelum Menggunakan Simple Past Tense.
(pronoun) tersebut dengan hati-hati.
b. Procedure (Prosedur)
4. Tinggalkan pilihan jawaban yang
nyata-nyata salah. Teks procedure: umumnya berisi tips atau
langkah-langkah dalam membuat suatu
f. Menanyakan Tipe Wacana barang atau melakukan suatu aktivitas.
Teks prosedur dikenal juga dengan istilah
directory (petunjuk).
Tujuan: memberi petunjuk tentang
Contoh
langkah-langkah/metode/cara-cara
melakukan sesuatu.
What is the type of the text? Generic structure:
(Apakah jenis teks tersebut?) 1. Goal: tujuan kegiatan.
What does the text convey? 2. Materials: bahan-bahan yang
(Apa yang disampaikan teks tersebut?) dibutuhkan untuk membuat suatu
barang/melakukan suatu aktivitas.
3. Steps: langkah-langkah proses
pengerjaan.
43
Unsur kebahasaan: Generic structure:
Meng gunakan kalimat perintah 1. Orientation: pengenalan tokoh, tempat,
(imperative), misalnya: go, sit, dont dan waktu.
mix, dan sebagainya. 2. Complication/crisis: pemunculan
Menggunakan kata-kata yang masalah.
menunjukkan urutan kegiatan, seperti:
3. Resolution: penyelesaian masalah.
first, second, then, next, dan lain-lain.
4. Reorientation: penutup, berisi ungkapan
yang menunjukkan bahwa cerita sudah
c. Descriptive (Deskripsi)
berakhir (boleh ada, boleh tidak).
Teks descriptive: mendeskripsikan tentang
5. Coda: perubahan yang terjadi pada tokoh
seseorang, benda, atau binatang dengan cara
cerita dan pelajaran yang dapat diambil
spesifik.
dari cerita (boleh ada, boleh tidak).
Tujuan: menggambarkan seseorang, suatu
Unsur Kebahasaan:
tempat, suatu benda, atau seekor binatang
Menggunakan Simple Past Tense.
secara spesifik.
Generic structure: e. Report (Laporan)
1. Identification: pengenalan subjek atau
Teks report: mengupas suatu hasil
hal yang akan dideskripsikan.
pengamatan, penelitian, observasi, atau studi
2. Description: penginformasian ciri-ciri tentang benda, binatang, orang, atau tempat.
subjek, misalnya sifat-sifat psikologis
Subjek laporan (participant) pada teks report
atau perilaku, tampilan fisik, kualitas,
cenderung bersifat umum (general). Data
dan lain sebagainya.
yang tersaji biasanya berupa kesimpulan
Unsur kebahasaan: umum mengenai karakteristik, ciri,
1. Menggunakan Simple Present Tense. keberadaan, dan keadaan subjek laporan.
2. Menggunakan jenis kata sifat (adjective) Tujuan: menggambarkan subjek laporan
yang menggambarkan hal yang sesuai dengan kenyataan yang ada.
dideskripsikan. Generic structure:
1. Generic classification: pernyataan
d. Narrative (Cerita atau Dongeng)
umum yang menerangkan subjek
Teks narrative: merupakan jenis teks berupa laporan, keterangan, dan klasifikasinya.
cerita atau dongeng.
2. Description: penginformasian ciri-ciri
Dalam teks narrative, isinya mengungkap umum/generalisasi yang dimiliki subjek.
suatu masalah (atau hal yang dianggap
Unsur kebahasaan:
masalah) dan langkah yang diambil untuk
Menggunakan Simple Present Tense.
merespons masalah tersebut, umumnya
berupa solusi atau penyelesaian. f. Explanation (Penjelasan)
Contoh: tale (dongeng), folktale (cerita Tujuan:
rakyat), legend (legenda), dan fable (cerita
1. Menerangkan proses terbentuknya
tentang binatang).
sesuatu, atau membahas suatu teori,
Tujuan: menghibur pembaca (to entertain the fenomena, definisi, ideologi, dan hal-hal
readers). yang berhubungan dengan fenomena
alam.

44
2. Menggambarkan atau menerangkan Argument: terdiri atas masalah dan
fungsi dari suatu benda atau alat. penjelasan dari masalah tersebut.
Generic structure: Reiteration: penguatan pernyataan.
1. Generic statement: pernyataan 2. Hortatory exposition
umum berupa pendapat penulis atau Reiteration: penguatan pernyataan.
fenomena yang terjadi dialami, atau Thesis: pernyataan atau pendapat
suatu hal yang secara umum sudah penulis mengenai suatu kasus.
diketahui. Argument: alasan mengapa ada
2. Penjelasan mengenai proses mengapa keprihatinan dan mengarah pada saran
dan bagaimana sesuatu bisa ada/terjadi. atau rekomendasi.
Unsur kebahasaan: Recommendation: pernyataan tentang
1. Menggunakan Simple Present Tense. bagaimana seharusnya atau tidak
2. Banyak menggunakan kalimat pasif seharusnya sesuatu ada atau dilakukan.
(passive voice). Unsur kebahasaan:
Teks exposition banyak menggunakan modal
g. Exposition (Analisa atau Komentar) dan kalimat pasif.
Tujuan: memberikan pendapat, ide, atau
h. Discussion (Pendapat)
pandangan mengenai suatu perkara, topik,
permasalahan, atau fenomena. Tujuan: memberikan dua atau lebih
Teks exposition dibagi menjadi dua, yaitu: pendapat, ide, atau pandangan tentang
suatu perkara, topik, permasalahan, atau
1. Analytical exposition (analisa)
fenomena.
Analytical exposition berisi tentang
Generic structure:
pandangan, ide, opini, atau pendapat
1. Issue: topik yang menjadi perhatian.
bahwa suatu topik atau masalah
perlu mendapat perhatian, ulasan, 2. Argument: terdiri atas pro dan kontra.
penjelasan, uraian, atau data penguat, - Pendapat pertama dilengkapi
tanpa adanya usaha untuk membujuk uraian.
pembaca agar memiliki sikap pro atau - Pendapat yang bertentangan
kontra terhadap sesuatu. Analytical d e n ga n ya n g p e r ta m a d a n
exposition juga dikenal dengan istilah dilengkapi pula dengan uraiannya.
Argumentative. 3. Conclusion (hasil) atau recommendation
2. Hortatory exposition (teguran) (rekomendasi).
Dalam hortatory exposition, isinya Unsur kebahasaan:
adalah mengenai pandangan, ide, 1. Menggunakan kata hubung (conjunction):
opini, pendapat untuk membujuk on the other hand, however, but, yet,
pembaca agar melakukan sesuatu. while, meanwhile, dan nevertheless.
Hortatory exposition juga dikenal 2. Banyak menggunakan modal dan
dengan Persuasive. kata keterangan sikap (adverbials of
Generic structure: manner), seperti hopefully (dengan
1. Analytical exposition penuh harapan), deliberately (dengan
Thesis: pernyataan pendapat penulis sengaja), dan lain-lain.
mengenai suatu kasus.
45
i. Review (Ulasan) Generic structure:
1. Abstract: berupa isyarat tentang apa
Tujuan: memberi ulasan tentang suatu karya
yang diceritakan berupa kejadian
seperti film, musik, buku, pameran, dan
yang tidak biasa, aneh, atau berupa
sebagainya.
rangkuman atas apa yang akan
Teks review umumnya menyajikan kritik atau
diceritakan (opsional).
apresiasi tentang karya yang diulas.
2. Orientation: pendahuluan berupa
Generic structure: pengenalan tokoh, waktu, dan tempat.
1. Orientation: pengenalan karya yang akan 3. Events: rangkaian kejadian/peristiwa.
diulas. 4. Crisis: pemunculan masalah.
2. Interpretative recount: rangkuman plot, 5. Reaction: tindakan atau langkah yang
alur cerita, atau isi cerita. diambil untuk merespons masalah.
6. Coda: perubahan yang terjadi pada tokoh
3. Evaluation: penilaian atau interpretasi
cerita dan pelajaran yang dapat dipetik
tentang karya yang bersangkutan.
dari cerita (opsional).
4. Evaluative summation: rangkuman akan
7. Reorientation: penutup, berupa
penilaian atau interpretasi yang telah
ungkapan-ungkapan yang menunjukkan
dilakukan.
bahwa cerita sudah berakhir (opsional).
Unsur kebahasaan: 8. Twist: hal yang lucu atau plesetan.
Banyak menggunakan bahasa kiasan
Unsur kebahasaan:
(metaphor).
Menggunakan Past Tense.

j. Spoof (Lelucon)
l. News Item
Teks spoof: pada dasarnya sama dengan
Teks news item: merupakan teks yang isinya
teks narrative, yakni merupakan jenis teks
memberitakan peristiwa atau kejadian
berupa cerita atau dongeng yang bertujuan
yang dipandang layak diketahui publik dan
menghibur pembaca, hanya ditambah dengan
bermuatan berita.
unsur lucu atau hal yang di luar dugaan.
Pada dasarnya teks news item adalah
Generic structure: bagian dari jenis teks recount. Hanya, cara
1. Orientation: pendahuluan berupa penulisannya berbeda. News item umumnya
pengenalan tokoh, waktu, dan tempat. diawali tempat kejadian dan diikuti nama
2. Events: rangkaian kejadian/peristiwa. media pelapornya, kemudian paparan/
3. Twist: akhir yang lucu atau tidak terduga. informasi peristiwa, kejadian, atau kegiatan.
Unsur kebahasaan:
Generic structure:
Menggunakan Past Tense.
1. Newsworthy event: kejadian inti.

k. Anecdote (Anekdot) 2. Background events: latar belakang atau


pemicu kejadian, uraian kejadian, orang
Teks anecdote: pada dasarnya mirip dengan yang terlibat, tempat kejadian, dan lain-lain.
teks recount, yakni jenis teks yang isinya
3. Sources: komentar saksi kejadian,
melaporkan peristiwa, kejadian, atau
pendapat para ahli, dan sebagainya.
kegiatan yang dialami oleh seseorang, tetapi
teks anecdote biasanya diakhiri hal-hal yang Unsur kebahasaan:
lucu atau plesetan. Terdapat informasi singkat peristiwa
(headline).
46
Bab 2
Functional Skill

Functional skill (kemampuan umum) terdiri atas 1. Accepting the invitation (menerima
beberapa ungkapan (expression) yang sering undangan)
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Thats a good idea. (Itu ide yang
bagus.)
A. Expressing Like and Dislike I like it very much. (Saya sangat
menyukainya.)
Expressing like and dislike adalah ungkapkan
T h a t s o u n d s g r e a t . ( I t u
kesukaan dan ketidaksukaan.
kedengarannya bagus.)
a. Expressing Like/Pleasure 2. Refusing the invitation (menolak
I like reading. (Saya suka membaca.) undangan)
I am fond of jogging. (Saya suka lari pagi.) Sorry, I cant. (Maaf, saya tidak bisa.)
I like it very much. (Saya sangat Not now. (Jangan sekarang.)
menyukainya.) No, thank you. (Tidak, terima kasih.)
b. Expressing Dislike 3. Doubting (ragu-ragu)
That sounds good, but.....
I dont like drinking coffee.
(Kedengarannya bagus, tapi...)
(Saya tidak suka minum kopi.)
I love too, but.. (Saya juga suka, tapi..)
I dislike fishing. (Saya tidak suka
memancing.)
I hate cheating. (Saya benci menyontek.)
C. Expressing Gratitude
Expressing gratitude adalah ungkapan terima kasih.
B. Inviting Someone Thank you very much. (Terima kasih banyak.)
Thanks for the gift.
Inviting someone adalah ungkapan untuk
(Terima kasih atas pemberiannya.)
mengundang atau mengajak seseorang.
1. I would like to invite you to my party.
(Saya ingin mengajakmu ke pesta saya.)
D. Expressing Apology
2. I want you to come to my party. Expressing Apolgy adalah ungkapan permohonan
(Saya ingin kamu datang ke pesta saya.) maaf.
3. Would you come to my party? I apologize for coming late.
(Maukah kamu datang ke pesta saya?) (Saya minta maaf karena datang terlambat.)
Untuk menjawab undangan seseorang, ada I am really sorry.
tiga ekspresi yang bisa ditunjukkan, yaitu: (Saya sungguh-sungguh minta maaf.)
Please, forgive me. (Tolong maafkan saya.)

47
E. Asking For Help and I. Expressing Sympathy
Offering Help Expressing sympathy adalah ungkapan rasa
Asking for help and offering help adalah ungkapan simpati.
untuk meminta pertolongan dan menawarkan I am sorry to hear that.
bantuan. (Saya ikut berduka mendengarnya.)
Thats a pity. (Sayang sekali.)
1. Asking for help
Thats too bad. (Itu buruk sekali.)
Can you help me?
(Dapatkah kamu membantu saya?)
Do you mind helping me? J. Asking for and Giving
(Maukah kamu membantu saya?) Permission
2. Offering help
Asking for and giving permission adalah ungkapan
Can I help you?
permintaan izin dan pemberian izin.
(Bisakah saya menolongmu?)
a. Asking for Permission
Do you need help?
May I help you?
(Apakah kamu butuh bantuan?)
(Bolehkah aku menolongmu?)
Is there anything I can do for you?
May I borrow your book?
(Adakah sesuatu yang bisa saya lakukan
(Bolehkah aku meminjam bukumu?)
untukmu?)
Could I switch on the lamp?
(Bisa saya nyalakan lampunya?)
F. Expressing Compliment b. Giving Permission
Expressing compliment adalah ungkapan pujian. Yes, you may. (Iya, boleh.)
I like your bag. (Saya suka tasmu.) Sure! (Pasti!)
Thats a nice book. (Buku itu bagus.) Certainly. (Tentu saja.)
The color looks nice. (Warnanya kelihatan bagus.)
K. Expressing Hope
G. Expressing Certainty and Expressing hope adalah ungkapan harapan.
Uncertainty I hope you enjoy the trip.
(Saya harap kamu menikmati perjalanannya.)
Expressing certainty and uncertainty adalah
We hope you like it.
ungkapan keyakinan dan ketidakyakinan.
(Kami berharap kamu menyukainya.)
1. Expressing certainty
I hope I will pass the exam.
Certainly. (Tentu saja.)
(Saya harap saya akan lulus ujian.)
I am certain. (Saya yakin.)
2. Expressing uncertainty
L. Expressing Disappointment
I am not sure. (Saya tidak yakin.)
I am not certain. (Saya tidak yakin.) Expressing disappointment adalah ungkapan
kekecewaan.
H. Expressing Surprise I am very disappointed.
Expressing surprise adalah ungkapan rasa terkejut. (Saya sangat kecewa.)
I am surprised. (Saya terkejut.) Thats too bad.
(Itu buruk sekali.)
Oh really? (Oh, benarkah?)
Are you kidding? (Apa kamu bercanda?)

48
M. Expressing Agreement and How do you think about ....?
(Bagaimana menurutmu tentang .?)
Disagreement
How about you?
Expressing agreement and disagreement adalah (Bagaimana menurutmu?)
ungkapan persetujuan dan ketidaksetujuan.
b. Giving Opinion (Memberikan Pendapat)
a. Agreement
I think he is right. (Saya rasa dia benar.)
I agree with you.
(Saya setuju denganmu.) He feels that its better not go.
I think so. (Dia merasa lebih baik tidak pergi.)
(Saya rasa demikian.) I believe that he will come back.
Youre right. (Saya percaya dia akan kembali.)
(Kamu benar.) It seems that he is a good boy.
b. Disagreement (Kelihatannya dia anak yang baik.)P
I disagree/I dont agree with you.
(Saya tidak setuju denganmu.) P. Expressing Satisfaction
I dont think so.
and Dissatisfaction
(Saya rasa tidak demikian.)
a. Expressing Satisfaction (Ungkapan
N. Expressing Admiration Kepuasan)

Expressing admiration adalah ungkapkan Im very satisfied/pleased/happy with....


kekaguman. (Saya sangat puas/senang dengan....)
Im satisfied/pleased/happy with....
(Saya puas/senang dengan....)
Contoh b. Expressing Dissatisfaction (Ungkapan
Ketidakpuasan)
Sinta is smart Im dissastified/disappointed/unhappy
S to be Adjective with....
How smart Sinta is! (Alangkah cerdasnya Sinta!) (Saya kecewa/tidak puas/tidak senang
Rumus:
dengan....)
How + Adjective + Subject + to be It gives me dissatisfaction.
(Itu membuat saya tidak puas.)
It is a big house
S to be Noun phrase
What a big house it is! Q. Expressing Sadness,
(Alangkah besarnya rumah ini!) Pleasure, and Love
Rumus:
a. Expressing Sadness (Mengungkapkan
What + noun phrase + Subject + to be
Kesedihan)
Im so sad to see that.
O. Asking and Giving Opinion (Saya sangat sedih melihatnya.)
How sorrowful it is.
a. Asking Opinion (Meminta Pendapat)
(Betapa menyedihkannya hal itu.)
What do you think about .?
(Apa yang kamu pikirkan tentang .?)

49
b. Expressing Pleasure (Mengungkapkan d. Expressing Anxiety (Mengungkapkan
Kegembiraan) Kecemasan)
Thats wonderful! (Mengagumkan!) Im anxious. (Saya cemas.)
Thats great! (Bagus sekali!) Im afraid. (Saya takut/khawatir.)
It s really delightful! (Itu sangat
menyenangkan!) S. Expressing Embarrassment,
c. Expressing Love (Mengungkapkan Cinta/ Pain, and Relief
Suka)
a. Expressing Embarrassment (Rasa Malu)
I love you. (Saya mencintaimu.)
Im interested in.... (Saya tertarik Its so embarrassing.
pada....). (Itu sangat memalukan.)
Im embarrased.
(Saya malu.)
R. Expressing Annoyance, Fear,
Im shy to say so.
Anger, and Anxiety
(Saya malu mengatakannya.)
a. Expressing Annoyance (Mengungkapkan b. Expressing Pain (Rasa Sakit)
Ketidaknyamanan)
Ouch!
Its annoying me. (Itu mengganggu
It hurts! (Sakit!)
saya.)
Dont annoy me, please! c. Expressing Relieve (Kelegaan)
(Tolong jangan ganggu saya!) Im glad its done.
(Saya senang itu sudah berakhir.)
b. Expressing Anger (Mengungkapkan
Im relieved.
Kemarahan)
(Saya merasa lega.)
Im really angry. (Saya sangat marah).
Thanks, God!
I cant take this anymore! (Terima kasih, Tuhan!)
(Saya tidak bisa menahannya lagi!)
c. E x p r e s s i n g Fe a r ( M e n g u n g ka p ka n
Ketakutan)
I have fears for her safety.
(Saya takut akan keselamatannya).
Its scary. (Itu menakutkan.)
Im frightened. (Saya takut.)

50
Bab 3
Derivation
and Vocabulary
A. Derivation and Vocabulary depart - departure
(berangkat - keberangkatan)
Derivation adalah pembentukan kata dari kata Akhiran (-e/-ance):
lain dengan menambahkan imbuhan (awalan obedient - obedience
atau akhiran). (patuh - kepatuhan)
Berikut ini adalah imbuhan pembentuk kata violent - violence
benda, keterangan, dan sifat: (jahat - kejahatan)
a. Noun (Kata Benda) Akhiran (-ty):
Akhiran (-al): mature - maturity
betraybetrayal (dewasa - kedewasaan)
(khianat - pengkhianatan) honest - honesty
approve - approval (jujur - kejujuran)
(setuju - persetujuan) Akhiran (-ness):
Akhiran (-ment): calm - calmness (tenang - ketenangan)
enrich - enrichment good - goodness (baik - kebaikan)
(menyuburkan - penyuburan) Akhiran (-y/-ry):
enlarge - enlargement discover - discovery
(melebarkan - pelebaran) (menemukan - penemuan)
Akhiran (-tion): recover - recovery
occupy - occupation (menyembuhkan - penyembuhan)
(menempati - penempatan) Akhiran (-th):
explain - explanation grow - growth (tumbuh - pertumbuhan)
(menjelaskan - penjelasan) strong - strength (kuat - kekuatan)
Akhiran (-t): b. Adverb (Kata Keterangan)
extend - extent
(memperpanjang - perpanjangan)
Adjective + akhiran (-ly):
ascend - ascent
(naik - kenaikan)
beautiful - beautifully
Akhiran (-ure): (indah - dengan indah)
please - pleasure careful - carefully
(senang - kesenangan) (hati-hati - dengan hati-hati)

51
c. Adjective (Kata Sifat) Akhiran (-ful):
beauty - beautiful (keindahan - indah)
Akhiran (-al):
colour - colourful (warna - berwarna)
agriculture - agricultural
(pertanian/agraris) Akhiran (-less):
nature - natural care - careless (perhatian - ceroboh)
(alam - alami) sleep - sleepless (tidur - tidak bisa tidur)
nation - national Akhiran (-en):
(negara - kenegaraan) wood - wooden (kayu - seperti kayu)
Akhiran (-ous): gold - golden (emas - keemasan)
danger - dangerous Akhiran (-ent):
(bahaya - berbahaya) differ - different
fame - famous (berbeda - berbeda)
(popularitas - populer) depend - dependent
Akhiran (-ish): (tergantung - tergantung)
child - childish Akhiran (-ive):
(anak-anak - kekanak-kanakan) prevent - preventive
red - redish (mencegah - bersifat mencegah)
(merah - kemerah-merahan) demonstrate - demonstrative
Akhiran (-like): (memperagakan - peragaan)
child - childlike Akhiran (-able):
(anak-anak - seperti anak-anak) comfort - comfortable
man - manlike (nyaman - nyaman)
(laki-laki - seperti laki-laki) rely - reliable
Akhiran (-ly): (percaya - dapat dipercaya)
cloud - cloudly (awan - berawan)
friend - friendly (sahabat - bersahabat)
Akhiran (-ar):
circle - circular (lingkaran - melingkar)
angle - angular (sudut - menyudut)

52
Bab 4
Causative Have and Get

A. Causative Have and Get


Causative atau causative verb adalah kata kerja
tertentu yang menyebabkan suatu pekerjaan Rumus:
terjadi. Kata kerja yang lazim digunakan adalah Subj + get + Someone + to + VI + Object
have dan get. Dalam hal ini, terlepas dari Contoh:
makna awal masing-masing kata, have dan get My mother gets a gardener to water
bermakana menyuruh atau meminta. the flowers.
Causative dibagi menjadi dua, yakni: Ibuku menyuruh seorang tukang
a. Active Causative (Kausatif Aktif) kebun menyiram bunga.

Active causative, fungsinya untuk menyuruh/


meminta seseorang untuk melakukan b. Passive Causative (Kausatif Pasif)
sesuatu (Ask someone to do something).
Passive causative, fungsinya untuk
menyuruh/meminta sesuatu dikerjakan.
(Ask something to be done).

Rumus:
Subj + have + Someone + VI + Object
Contoh: Rumus:
I have my brother repair my radio. Subj + have/has + Object + Past Participle
Saya meminta saudara saya (V3) get
membetulkan radio saya.
Contoh:
My mother has a gardener water the
My mother has the flowers watered.
flowers.
Ibuku menyuruh bunga-bunga itu disiram.
Ibuku menyuruh seorang tukang kebun
We have the trash burned.
menyiram bunga.
Kami ingin sampah itu dibakar.

53
Bab 5
Conditional Sentences

A. Conditional Sentence Contoh:


Conditional sentence
(Kalimat Bersyarat)
They would be at home if now were Sunday.
Mereka akan ada di rumah jika sekarang hari
Contoh:
Minggu.
I will come if he invites me.
Fact (present)
Saya akan datang jika dia mengundang saya. They are in office. Today is Monday.
Ada dua klausa dalam conditional sentence, yaitu Mereka ada di kantor. Sekarang hari Senin.
main clause (klausa utama atau klausa yang
3. Tipe 3 (Unreal conditional sentence in the past)
mengandung modal) dan if clause (klausa yang
diawali dengan kata penghubung if). (Fakta: past) unreal, contrary to past fact
Kalimat ini tidak nyata, yakni bertentangan
I will come if he invites me dengan fakta sebenarnya yang terjadi pada
main clause if clause saat lampau.
a. Tipe Conditional Sentence Contoh:

Ada tiga jenis bentuk conditional sentence, yaitu: Japan would not have surrendered if ally had
not bombed it.
1. Tipe 1 (Real conditional sentence)
Jepang tidak akan menyerah jika sekutu tidak
(Fakta: future) possible mengebomnya.
Tipe ini digunakan ketika ada kemungkinan
Fact (past)
bahwa peristiwa tersebut terjadi atau
Japan surrendered, ally bombed it.
mungkin tidak terjadi.
Jepang menyerah, sekutu mengebomnya.
Contoh:
Secara ringkas, bentuk-bentuk conditional
She will understand if you tell her the reason.
sentence dapat dilihat pada tabel berikut:
Dia akan mengerti jika kamu memberi tahu
alasannya. Tipe Main clause If clause Fact Sifat

Tipe Present modal Present


2. Tipe 2 (Unreal conditional sentence in the Future +/-
1 (modal1) tense (V1)
present or future)
(Fakta: present) unreal, contrary to Tipe Simple past
Past modal (modal2) Present ><
present fact (berlawanan dengan kenyataan) 2 (V2)

Kalimat kondisional tipe 2 ini tidak nyata, Tipe Perfect modal Past
Past ><
dalam arti bertolak belakang dengan fakta 3 (modal3) perfect (V3)

saat sekarang.
54
Conjunction (kata hubung) yang sering
digunakan di antaranya adalah: if (jika),
Catatan provided that (hanya jika), otherwise (jika
tidak demikian), unless (kecuali), even if
+/- : kemungkinan masih bisa terjadi
(bahkan jika), in case (kalau-kalau).
>< : fakta dan conditional sentence saling
bertentangan. c. Mixed Conditional Sentence
He would not be hospitalized now,
Beberapa modal lain yang sering digunakan tipe 2
adalah: if he had driven a car carefully yesterday.
Present (1) Past (2) Perfect (3)
tipe 3
Will Would Would have + V3 Dia tidak akan dirawat di rumah sakit
Can Could Could have + V3 sekarang jika dia mengemudi mobil dengan
May Might Might have + V3 hati-hati kemarin.
Shall Should Should have + V3 (tipe 2 fakta present)
(tipe 3 fakta past)
Fakta:
He is hospitalized now. (present)
Catatan Dia dirawat di rumah sakit sekarang.

Catatan: He didnt drive a car carefully yesterday.


(past)
Ada bentuk lain dari conditional sentences
Dia tidak mengemudi mobil dengan hati-hati
yang sering disebut zero conditional
kemarin.
sentences.
Rumus: d. Inversion
Penggunaan if bisa dihilangkan dari klausa.
If + Present Simple, Present Simple
Syaratnya, auxiliary harus diletakkan sebelum
atau
subjek kalimat seperti dalam kalimat tanya.
Present Simple, if + Present Simple
If I were you were I you
(Jika aku adalah kamu)
Penggunaan zero conditional sentences:
If I had got the prize had I got the prize
1. Kalimat yang bersifat instruksi. (Jika aku mendapat hadiah)
If you press the button, the machine switches
Auxiliary: should, will, have, had, were, was,
off.
do, does, did, etc.
Jika kamu tekan tombolnya, mesinnya mati.
2. Kalimat yang menunjukkan suatu kebenaran
yang umum.
If I have no money, I doesnt go out.
Jika saya tidak punya uang, saya tidak pergi.

b. Conjunction

55
Bab 6
Subjunctive

A. Subjunctive 3. Dalam bentuk Future Tense

Hampir sama dengan conditional sentence tipe


2 dan 3, subjunctive selalu bertolak belakang
dengan fakta. Dengan kata lain, kalimat
subjunctive berisi angan-angan atau pengandaian. Rumus:
Tujuan dipergunakannya kalimat dalam bentuk Subj1 + wish + Subj2 + could would + V1/be
subjunctive adalah untuk menyatakan harapan
Contoh:
yang tidak dapat terpenuhi.
I wish you would old enough to drive a car.
Subjunctive dibagi menjadi: Saya harap saat ini kamu sudah cukup
1. Dalam bentuk Past Tense dewasa untuk menyetir mobil.

Beberapa kata atau frase yang sering


digunakan dalam subjunctive adalah:
Rumus: a. Wish, If only, Would rather (Seandainya
Subj1 + wished + Subj2 + had V3/could saja)
have V3

Contoh:
I wished she had had more time last Contoh
night.
Saya berharap tadi malam dia punya 1. If only you could do it.
banyak waktu. (Seandainya saja kamu bisa
melakukannya).
2. Dalam bentuk Present Tense Fakta: You cant do it (Kamu tidak
bisa melakukannya) present

(saat ini).
Rumus:
2 I would rather you had helped him.
Subj1 + wish + Subj2 + V2/were
(Seandainya saja kamu
Contoh: menolongnya).
I wish you stop saying that. Fakta: You didnt help him (Kamu
Saya berharap kamu berhenti mengatakan tidak menolongnya) past (sudah
itu. terjadi).

56
b. As if, As though (Seolah-olah)

Contoh

1. He acts as though he were a


soldier.
(Dia berakting seolah-olah dia
adalah seorang tentara).
Fakta: He is not a soldier. (Dia
bukan tentara)
2. He acted as if he had been a
soldier.
(Dia berakting seolah-olah dia
sudah menjadi seorang tentara).
Fakta: He wasnt a soldier. (Dia
bukan tentara)

57
Bab 7
Gerund and to Infinitive

A. Gerund Setelah kata sandang (article) a, an, the.


Contoh: I hear a knocking at the door. (Saya
Gerund bisa didefinisikan sebagai bentuk kata kerja mendengar satu ketukan di pintu.)
(verb) yang berfungsi sebagai kata benda (noun). Setelah kata tunjuk this, that, these, those.
Bentuk gerund dan to infinitive: Contoh: This working makes me tired.
Bentuk Gerund To infinitive (Pekerjaan ini membuat saya lelah.)
Active + Ving To V1 Setelah kata kepunyaan my, his, her, your.
- Not Ving Not to V1 Contoh: They sit to hear my talking. (Mereka
Passive + Being V3 To be V3 duduk untuk mendengarkan omongan saya.)
- Not being V3 Not to be V3

Penggunaan gerund dalam kalimat:


B. To Infinitive
1. Sebagai subjek kalimat
Contoh: Hiking is my hobby. (Mendaki adalah Penggunaan dalam kalimat adalah sebagai berikut:
hobiku.) 1. Sebagai subjek
2. Sebagai objek kalimat Contoh: To study is important. (Belajar itu
Contoh: She loves teaching. (Dia suka penting.)
mengajar.) 2. Setelah kata sifat
3. Setelah kata depan (preposition) Contoh: The problem is easy to solve.
Contoh: The boy is interested in studying. (Masalah itu mudah untuk diselesaikan.)
(Anak itu tertarik dalam belajar.) 3. Setelah too + adj
Beberapa kata kerja mempunyai pasangan
Contoh: The box is too heavy to lift. (Kotak
preposisi to, misalnya: adjust to, look forward
itu terlalu berat untuk diangkat.)
to, object to, (be) used to, (be) accustomed to.
4. Setelah adj + enough
4. Digunakan setelah kata kerja tertentu
Contoh: The house is large enough to live in.
Berikut ini daftar kata kerja yang diikuti
(Rumah itu cukup besar untuk ditempati.)
Gerund (Ving):
5. Untuk alasan atau tujuan
Catatan Contoh: The scholar went to Europe to attend
the seminar. (Siswa pergi ke Eropa untuk
Defina minder kecopetan sepatu (Deny, menghadiri seminar.)
finish, avoid, mind, delay, resist, keep,
6. Setelah kata kerja tertentu
consider, prevent, enjoy, understand,
Contoh: They agree to discuss it again.
anticipate, suggest, practice, quit).
(Mereka setuju untuk berdiskusi lagi.)

58
Berikut daftar kata kerja yang diikuti to Verb yang diikuti oleh gerund atau to infinitive,
infinitive: yaitu:
Afford, agree, appear, arrange, ask, 1. Dengan arti yang sama, tetapi struktur yang
attempt, beg, care, claim, consent, decide, berbeda
demand, deserve, determine, expect, fail, Advise, allow, permit, recommend.
happen, hesitate, hope, intend, etc.
Jika V + O to infinitive.
7. Setelah kata kerja + objek Contoh: He advised me to wait. (Dia
Contoh: He advised me to study hard. (Dia meminta saya menunggu.)
menasihati saya untuk belajar keras.) Jika V + V (tidak ada objek) gerund.
Berikut kata kerja (verb) yang diikuti object Contoh: He advised waiting. (Dia
+ to infinitive: menyuruh menunggu.)
Advise, allow, ask, beg, cause, challenge, 2. Berbeda arti
command, convince, dare, encourage, Regret, forget, remember, stop, try.
expect, force, forbid, hire, instruct, invite, Contoh:
need, order. I stopped talking to refrain. (Saya berhenti
berbicara untuk menahan diri bicara sudah
C. Verb yang Diikuti Gerund dilakukan.)
When I walked, I stopped to talk to my
atau To Infinitive friend. (Ketika saya berjalan, saya berhenti
berbicara dengan teman saya bicara
Selain kata kerja tertentu yang umum dikuti
belum dilakukan.)
gerund atau to infinitive, ada beberapa kata kerja
yang bisa diikuti baik oleh gerund (Ving) maupun to
infinitive (V1) dengan arti yang sama atau berbeda.

59
Bab 8
Tenses

A. Present Tense
Catatan
a. Simple Present Tense
Fungsi: Tambahan s/es pada kata kerja
bentuk pertama (V1) berlaku untuk
1. Menyatakan kebiasaan (habitual action).
subjek orang ketiga tunggal (She,
Contoh:
He, It, Tom, Anne).
Rudi eats with right hand.
Rudi makan menggunakan tangan kanan. I She
You He
2. Menyatakan fakta (fact) dan kebenaran
We do It does
umum (general truth).
They Tom
Contoh:
Tom & Anne Anne
The sun rises in the east.
Matahari terbit di sebelah timur. Time marker (keterangan waktu):
always, usually, seldom, never,
3. Menyatakan kegiatan yang dilakukan secara
often, sometimes, rarely, every....,
teratur.
once/twice/a day/a week/a
Contoh:
month/a year...., etc.
My father plays football twice a week.
I am She
Ayah saya bermain sepak bola dua kali
You He is
seminggu.
We are It
They

Rumus:
Kalimat verbal (kata kerja berupa verb) Contoh:
(+) Subject + Predicate (V1 )s/es+ Object/Comp. Kalimat verbal
() Subject + do/does + not + V1 + Object/Comp. (+) She goes to school every morning.
(?) Do/Does + Subject + V1 + Object/Comp. () She does not (doesnt) go to school every
morning.
Kalimat nominal (kata kerja berupa to be) (?) Does she go to school every morning?
(+) Subj + Predicate (to be: is, am, are) + N/ Yes, she does.
Adj/Adv No, she does not (doesnt).
() Subj + (am, is, are) + not + N/Adj/Adv
(?) (Am, Are, Is) + Subj + N/Adj/ Adv

60
Kalimat Nominal
(+) My father is busy now.
() My father is not busy now.
(?) Is your father busy now?
Contoh
Yes, he is.
No, he is not (isnt). (+) I am studying English at an English
Course this year.
b. Present Continuous Tense () I am not studying English at an
Fungsi: English Course this year.
1. Menggambarkan peristiwa yang masih (?) Are you studying English at an English
berlangsung pada waktu sekarang. Course this year?
Contoh: Yes, I am.
We are studying biology (Saya sedang belajar No, I am not.
biologi.)
2. Menyatakan aktivitas atau peristiwa yang
bersifat temporal Time marker (keterangan waktu): now, right
Contoh: now, today, at this moment/week/month/
I am taking five subjects this semester. year, at present.
(Saya sedang mengikuti lima mata kuliah c. Present Perfect Tense
semester ini.) Fungsi:
3. Menyatakan aktivitas yang pasti akan Menyatakan aktivitas/kegiatan/peristiwa
terjadi pada masa depan karena sudah yang telah terjadi/telah dikerjakan pada
direncanakan pada saat ini. masa sekarang.
Contoh: Contoh:
We are leaving for Jember in a few minutes. They have finished the job. (Mereka telah
(Kita akan meninggalkan Jember dalam menyelesaikan tugasnya.)
beberapa menit.)
Menyatakan aktivitas yang sudah selesai
We are going home in a few hour.
dalam waktu yang relatif singkat sebelum
(Kita akan pulang ke rumah dalam beberapa
dinyatakan. Biasanya menggunakan kata
jam lagi.)
keterangan just.
Contoh:
He has just went for two hours.
(Dia baru saja pergi dua jam yang lalu.)
Rumus: Menyatakan aktivitas yang telah sempurna
(+) Subj + Predicate (am, is, are + Ving) + pada waktu lampau, tetapi erat hubungannya
Obj/Comp dengan aktivitas lain pada saat sekarang
() Subj + (am, is, are) + not + Ving + Obj/ maupun akan datang.
Comp Contoh:
(?) Subj + (am, is, are) + Ving + Obj/Comp He has bought a car so that he doesnt have
to walk to the office.
(Dia sudah membeli sebuah mobil sehingga
dia tidak perlu lagi berjalan ke kantor.)

61
Contoh:
Andi has been writing a letter for two hours.
{Andi telah menulis surat selama dua jam.
(dan masih berlanjut)}
Rumus:
(+) Subj + have/has + V3 + Obj/Comp
() Subj + have/has + not + V3 + Obj/Comp
(?) Have/has + Subj + V3 + Obj/Comp
Rumus:
(+) Subj + have/has + been + Ving + Obj/
Catatan: Comp
I She () Subj + have/has + not + been + Ving +
You He Obj/Comp
We do It does (?) Have/Has + Subj + been + Ving +
They Tom Obj/Comp
Tom & Anne Anne Time marker: for (selama), since
(sejak), lately, up to know, etc.
Time marker (keterangan waktu):
since (sejak), for (selama), already
(telah), yet (belum), recently (akhir-
akhir ini), lately (akhir-akhir ini), so
far (sejauh ini), once (sekali), twice Contoh
(dua kali).

(+) Ahmed has been playing football


since 7 oclock.
() Ahmed has not (hasnt) been
playing football since 7 oclock.
Contoh (?) Has Ahmed been playing football
since 7 oclock?
(+) Mr. Burhan has gone to Mecca Yes, he has.
already. No, he has not (hasnt).
() Mr. Burhan has not (hasnt) gone to
Mecca yet.
(?) Has Mr. Burhan gone to Mecca?
B. Past Tense
- Yes, he has.
- No, he has not (hasnt). a. Simple Past Tense
Fungsi
d. Present Perfect Continuous Tense Menggambarkan peristiwa atau keadaan yang
Fungsi: terjadi pada waktu lampau.
Menerangkan kejadian yang dimulai sebelum Contoh:
sekarang dan masih berlangsung sampai He broke the vase yesterday. (Dia
sekarang. memecahkan vas bunga kemarin.)

62
No, I did not (didnt).
Kalimat nominal
Rumus: (+) The car was broken.
Kalimat verbal () The car was not (wasnt) broken.
(+) Subj + Predicate (Verb 2) + Obj/Comp (?) Was the car broken?
() Subj + did + not (didnt) + V1 + Obj/Comp Yes, It was.
(?) Did + Subj + V1 + Obj/Comp No, It was not (wasnt).

Kalimat nominal Time marker (keterangan waktu):


(+) S + P (to be: was,were) + N/ Adj/ Adv Yesterday, last.ago, one day, in.(waktu
() S + (was, were) + not + N/Adj/ Adv lampau), once upon a time.
(?) (was, were) + S + N/ Adj/ Adv
b. Past Continuous Tense
Fungsi:
Menerangkan suatu kegiatan yang sedang
Catatan:
berlangsung pada waktu lampau ketika
V2 (kata kerja bentuk kedua) diperoleh
kejadian lain terjadi.
dengan menambahkan akhiran ed
Contoh:
pada kata kerja bentuk pertama
My father was repairing the car when the
(V1), kecuali untuk kata kerja tidak
phone rang.
beraturan (irregular verb).
(Ayah saya sedang memperbaiki mobil ketika
telepon berdering.)

Contoh: Menerangkan dua kejadian yang sedang


Visit Visited terjadi bersamaan pada waktu lampau.
Invite Invited Contoh:
Play Played My father was fixing his car in the garage
while my mother was cooking in the kitchen.
Berikut ini beberapa contoh kata kerja tidak
(Ayah saya sedang memperbaiki mobil di
beraturan (irregular verb):
garasi ketika ibu saya sedang memasak di
Eat ate
dapur.)
Go went
See saw
I You
She We were
He was They Rumus:
It (+) Subj + was/were + Ving + Obj/Comp
John () Subj + was/were + not + Ving + Obj/
Contoh: Comp
Kalimat verbal (?) Was/Were + Subj + been + Ving + Obj/
(+) I went to school yesterday. Comp
() I did not (didnt) go to school yesterday. Time marker (keterangan waktu): when,
(?) Did you go to school yesterday? while.
Yes, I did.

63
Contoh
Contoh (+) He had finished his homework before
10 oclock last night.
() He hadnt finished his homework
(+) He was reading a book at 7 pm before 10 oclock last night.
yesterday. (?) Had he finished his homework before
10 oclock last night?
() He was not (wasnt) reading a book at
Yes, he had.
7 pm yesterday.
No, he hadnt.
(?) Was he reading a book at 7 pm
Time Marker: by the time, before,
yesterday?
after, when.
Yes, he was.
No, he was not (wasnt).
d. Past Perfect Continuous Tense
Fungsi:
c. Past Perfect Tense Menyatakan suatu kegiatan yang mulai
Fungsi: berlangsung pada waktu lampau dan masih tetap
berlangsung pada waktu tertentu atau pada saat
Membicarakan suatu aktivitas yang sudah
kejadian lain terjadi pada waktu lampau.
selesai terjadi sebelum aktivitas lain pada waktu
Contoh:
tertentu yang terjadi pada waktu lampau.
I had been looking for my wallet almost two
Contoh: hours before Edie found it.
My wife had already cooked when I got ( S aya te l a h m e n c a r i d o m p e t s aya
home. (Istri saya sudah selesai memasak selama hampir dua jam sebelum Edie
ketika saya datang ke rumah.) menemukannya.)
Menyatakan aktivitas yang baru selesai
dilakukan dan hasilnya masih dapat dirasakan
pada peristiwa lain pada waktu lampau.
Contoh:
Rumus: Anisa cars were wet because it had been
washing.
(+) Subj + had + V3 + Obj/Comp
(Mobil Anisa basah karena telah dicuci.)
() Subj + had + not + V3 + Obj/Comp
(?) Had + Subj + V3 + Obj/Comp
Rumus:
(+) Subj + P (had + been + Ving) + Obj/Comp
() Subj + had + not + been + Ving + Obj/
Comp
(?) Had + Subj + been + Ving + Obj/Comp
Time marker: by the time, before,
when, by.

64
Contoh Contoh
(+) I had been studying for two hours Kalimat verbal
when my father called me up. (+) I will eat ice-cream with my family
() I hadnt been studying for two hours next week.
when my father called me up. () I will not (wont) eat ice-cream with
(?) Had you been studying for two hours my family next week.
when your father called you up? (?) Will you eat ice-cream with your
Yes, I had. family next week?
No, I hadnt. Yes, I will.
No, I will not (wont).
Kalimat nominal
C. Future Tense (+) My father will be the principal of
school soon.
a. Simple Future Tense
() My father wont be the principal of
Fungsi school soon.
Menggambarkan peristiwa atau keadaan (?) Will you father be the principal of
yang terjadi pada waktu mendatang. school soon?
Yes, he will.
No, he wont.

Rumus:
b. Future Continuous Tense
Kalimat verbal Fungsi:
(+) Subj + P (will/shall + Verb1) + O/C Membicarakan suatu aktivitas yang akan
() Subj + will/shall + not + Verb1 + O/C sedang berlangsung pada waktu yang akan
(?) Will /shall + Subj + Verb1 + O/C datang.
Kalimat Nominal Contoh:
(+) Subj + P (will be) + N/Adj/Adv Hell be coming at 08.00 am tomorrow.
() Subj + will + not + be + N/Adj/Adv (Dia akan datang besok jam 8 malam.)
(?) Will + Subj + be + N/Adj/Adv

Rumus:
Catatan: Contoh + be + V ) + Obj/
(+) Subj + P (will/shall ing
Will bisa digunakan untuk semua (+) IComp
will be going out all day tomorrow.
subjek, sedangkan shall hanya bisa ()
() ISubj
will not (wont) be
+ will/shall going
+ not + beout+ all
Vingday
+
digunakan untuk subjek I dan We. tomorrow.
Obj/Comp
Contraction (singkatan): Will + not (?)
(?) Will you be going
Will/Shall out+ all
+ Subj beday
+ Vtomorrow?
ing
+ Obj/
(wont) Yes, I will.
Comp
Will juga bisa digantikan dengan be No, I wont.
going to untuk menyatakan rencana Time marker (keterangan waktu): this
yang sudah pasti (definite plan). time, all day.

65
c. Future Perfect Tense terkenal tersebut pensiun tahun depan, dia
Fungsi: telah bermain selama 20 tahun.)
Menyatakan suatu kegiatan yang sudah
Menekankan lamanya aktivitas yang sedang
selesai sebelum kegiatan lain terjadi pada
berlangsung dan terjadi hingga ada aktivitas
waktu akan datang.
lain di waktu yang akan datang.
Contoh:
Contoh:
I will have finished my job when you come
I will have been studying for two hours when
tonight.
my parents come.
(Saya akan sudah menyelesaikan pekerjaan
(Saya akan sudah belajar selama dua jam
saya ketika kamu datang malam ini.)
ketika orangtua saya datang.)

Rumus:
(+) Subj + P (will/shall + have + V3) + Obj/ Rumus:
Comp (+) S + P (will/shall + have + been + Ving) + O/C
() Subj + will/shall + not + have + V3 + () S + will/shall + not + have + been +
Obj/Comp Ving + O/C
(?) Will/shall + Subj + have + V3 + Obj/Comp (?) Will/shall + S + have + been + Ving + O/C


Contoh Contoh
(+) By the end of this year, Ummi will (+) Rida will have been studying English
have graduated from SMA. for 3 years by the end of the year.
() By the end of this year, Ummi wont () Rida wont have been studying English
have graduated from SMA. for 3 years by the end of the year.
(?) Will Ummi have graduated from SMA (?) Will Rida have been studying English
by the end of this year? for 3 years by the end of the year?
Yes, she will. Yes, he will.
No, she wont. No, he wont.
Time marker (keterangan waktu): Time marker: sama seperti Future
when (ketika), by the time (pada Perfect Tense dengan menambahkan
saat), as soon as (secepatnya). since atau for.

d. Future Perfect Continuous Tense


Fungsi:
Membicarakan aktivitas yang sudah mulai
berlangsung sebelum waktu tertentu, dan
masih akan berlangsung pada saat tersebut.
Contoh:
When the most popular football player retire
next year, he will have been playing for
twenty years.
(Ketika pemain sepak bola yang paling
66
Cara Cepat Menghafal Tenses

Continuous Perfect Perfect continuous


Tenses Simple
To be + Ving Has,have, had + V3 Has, have, had + been + Ving

Present V1 (s/es) Is, am, are + Ving Have / has + V3 Have / has + been + Ving

Past V2 Was, were + Ving Had + V3 Had + been + Ving

Future Will + V1 Will + be + Ving Will + have + V3 Will + have + been + Ving

Past future Would + V2 Would + be + Ving Would + have + V3 would + have + been + Ving

Keterangan:
jenis tenses
ciri dasar
Cara membaca dari kolom kiri ke kanan, mis:
present (kolom kiri) simple (kolom kanan)

67
Bab 9
Clause

Phrase (frasa) adalah kumpulan dari dua kata Subordinate Clause:


atau lebih yang belum jelas subjek dan verb-nya. (who/that) had brought her packet.
Sedangkan, clause (klausa) adalah kumpulan dari Antecedent: the girl (orang)
beberapa kata yang mengandung subjek dan verb.
Anak kalimat adjektif (adjective clause)
Perhatikan contoh berikut:
m e n e ra n g ka n ka ta b e n d a t h e g i r l
On the table (phrase).
(perempuan).
He is a Dutch (clause).
1. Subjek
A. Adjective Clause Person who, that
All the people admire the leader. He is very
Adjective Clause atau relative clause adalah
compassionate.
klausa (anak kalimat) yang berfungsi sebagai
(Semua orang mengagumi sang pemimpin.
adjective (kata sifat) yang menerangkan
Dia sangat welas asih)
keadaan noun (kata benda) atau pronoun
All the people admire the leader who is very
(kata ganti orang).
compassionate.
Adjective clause memiliki struktur yang sama
All the people admire the leader that is very
seperti klausa pada umumnya, yaitu memiliki
compassionate.
subjek dan predikat (minor) atau memiliki
(Semua orang mengagumi sang pemimpin
subjek, predikat, objek dan keterangan (mayor).
yang sangat welas asih itu.)
Berdasarkan pada kata atau bagian kalimat
yang mendahului kata ganti atau penghubung Pola: (who/that) + verb
(the antecedent), Adjective Clause dapat
diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu: Animal, thing which, that
The dog is chasing a cat. The dog has black
a. Antecedent berupa Kata Benda/Orang
fur.
Antecedent berupa benda/orang maka kata (Anjing itu mengejar seekor kucing. Anjing
ganti atau penghubung yang digunakan itu memiliki bulu berwarna hitam.)
adalah who, whom, whose, dan which.
The dog which has black fur is chasing a cat.
Contoh:
The dog which that black fur is chasing a cat.
She said thank you to the girl who/that had
(Anjing yang memiliki bulu berwarna hitam
brought her packet.
itu mengejar seekor kucing.)
Main Clause:
She said thank you to the girl. Pola: (which/that) + verb

68
2. Objek b. Antecedent berupa Kata Keterangan Waktu/
Person whom, that Tempat/Alasan
I recognize the lady. You love the lady. Antecedent berupa kata keterangan tempat,
(Saya mengenal wanita itu. Kamu mencintai waktu, atau alasan maka kata ganti atau
wanita itu.) penghubung yang digunakan adalah where,
I recognize the lady whom you love. when, dan why.
I recognize the lady that you love. Contoh:
I recognize the lady whom/ that you love. This is the month when my sister are
(Saya mengenal wanita yang kamu cintai itu.) married.
Pola: (whom/that) + S + verb Main Clause:
This is the month
Thing which, that
Subordinate Clause:
You chained up the dog. It looked very thirsty.
When my sister are married.
(Kamu merantai anjing itu. Dia terlihat sangat
Antecedent: the month (keterangan waktu)
kehausan.)
Anak kalimat adjektif (adjective clause)
You chained up the dog which looked very
menerangkan kata keterangan waktu (the
thirsty.
month).
You chained up the dog that looked very
1. Tempat Where, Which
thirsty.
(Kamu merantai anjing yang terlihat sangat The dump is next to the village. Rudi lives in
kehausan itu.) the village.
(Tempat pembuangan sampah ada di sebelah
Pola: (which/that) + verb desa itu. Rudi tinggal di desa itu.)
3. Possession (Kepemilikan) The dump is next to the village which Rudi
lives in.
Person whose, that
The dump is next to the village where the
I helped the passenger. His wallet was lost.
Rudi lives.
(Aku menolong penumpang. Dompetnya
The dump is next to the village which Rudi
hilang.)
lives in.
I helped the passenger whose wallet was lost.
(Tempat pembuangan sampah ada di sebelah
(Aku menolong penumpang yang dompetnya
desa, di mana Rudi tinggal)
hilang.)
2. Time When, Which
Animal, thing of which
The child is stroking the cat. Its fur is black. I remember the day. You were born on the day.
(Anak itu mengelus kucing. Bulunya berwarna (Saya ingat hari itu. Kamu lahir pada hari itu.)
hitam.) I remember the day on which you were born.
The child is stroking the cat whose fur is black. I remember the day when you were born.
(Anak itu mengelus kucing yang bulunya (Saya ingat hari ketika kamu lahir.)
berwarna hitam.)
Atau:
Catatan
Verb + preposition (kata depan)
The child is stroking the cat, the fur of which
is black. Sering kali kita jumpai banyak verb atau
(Anak itu mengelus kucing yang bulunya adjective yang mempunyai pasangan
berwarna hitam.) preposition tertentu.

69
B. Noun Clause
Misalnya saja, accused (terdakwa)
berpasangan dengan of, interested D a l a m ka l i m a t , n o u n c l a u s e b i a s a nya
(menyukai) dengan in, objected berkedudukan sebagai subject, object, atau
(keberatan) dengan to, dan lain-lain. complement (keterangan pelengkap).
Noun clause dari kalimat yang menggunakan
Contoh: kata tanya sebagai berikut:
He is the one. I wrote the letter to him. what, when, where, who, why, how.
Karena posisinya sebagai objek (to him) maka Question: Where does she live? (Di mana dia
relative pronoun (kata ganti penghubung) tinggal?)
yang digunakan adalah whom.
Noun clause: I dont know where she lives.
He is the one, to whom I wrote the letter. (Saya tidak tahu di mana dia tinggal.)
(Dialah orang yang aku tulisi surat.)
Kata tanya dicantumkan di dalam noun
The judge objected to the reasons. Several clause-nya.
of them didnt make any sense. Noun clause dari kalimat tanya yes/no question.
Karena them pada kalimat di atas merujuk kepada Question: Do you understand?
pernyataan/alasan maka relative pronoun yang Noun clause:
digunakan adalah which. Proposition tetap The teacher wonders whether/if I understand.
disertakan seperti pada kalimat asal. (Guru bertanya apakah saya mengerti.)
The judge objected to the reasons, several of Noun clause-nya diawali oleh whether atau
which didnt make any sense. if, yang artinya apakah.
(Hakim keberatan dengan alasan yang Noun clause dari kalimat pernyataan.
beberapa tidak masuk akal tersebut.)
Statement: He is a good actor.
Catatan Noun clause: Everybody knows that he is a
Adjective clause yang mengandung good actor.
kata sifat atau berbentuk pasif, relative Noun clause-nya diawali oleh that (bahwa).
pronoun + tobe bisa dihilangkan. Ingat: Noun clause mempunyai struktur
kalimat pernyataan, bukan kalimat
Contoh: pertanyaan.
Some foods which are available in the store
are expired. C. Adverbial Clause
(which are = relative pronoun + tobe)
Some foods available in the store are expired. Adverbial clause adalah frasa atau anak
(Beberapa makanan yang tersedia di toko kalimat yang digunakan sebagai keterangan
sudah kadaluwarsa.) tambahan bagi kata kerja.

The patient who was called his name, Pe r h a t i ka n a d v e r b i a l c l a u s e y a n g


entered the room. digarisbawahi berikut:
(who was = relative pronoun + tobe) 1. The phone rang as soon as you came
The patient called his name entered the room. here.
(Pasien yang dipanggil namanya masuk ke 2. The phone rang when I was watching TV.
dalam ruangan.) Conjunction (kata sambung) pada adverbial
clause:

70
1. Time (waktu): when (ketika), while (sewaktu), Peng hubung klausa (conjunction) pada
after, before, until, as soon as (segera setelah). independent clause, yaitu:
Contoh: She came to my home before you Conjunction yang berfungsi menambahkan
called me. Moreover (lebih jauh lagi), besides (di
2. Cause/reason (sebab/alasan): because, samping itu), in addition (sebagai tambahan).
because of, since, for (karena). Contoh:
Contoh: Rony is going to get a job because He has fired, moreover, he doesnt get some
he need money. pay.
3. Purpose (tujuan): so that, in order that, in (Dia baru saja dipecat, lebih jauh lagi, dia
case (dengan tujuan). tidak mendapat uang pesangon.)
Contoh: I was studying hard so that I can Conjunction yang berfungsi mempertentangkan
pass next examination. But, yet (akan tetapi), however (bagaimanapun
4. Result (hasil): juga), nevertheless (meskipun demikian), still
so(adj/adv)...that...= sedemikian (tetapi), on the contrary (sebaliknya), on
sehingga, the other hand (sebaliknya), in contrast to
such..(adj+noun)that = seperti ...... (berlawanan dengan).
sehingga .... Contoh:
Contoh: This room is so small that we doesnt I dont have brother or sister, nevertheless, I
enough to enter. have many friends who love me.
5. Concession (pertentangan): although, (Saya tidak punya saudara laki-laki maupun
eventhough, though, even if (meskipun). perempuan, meski demikian, saya punya
Contoh: She is still working although all of banyak teman yang mencintai saya.)
her friends have to go home. Conjunction yang berfungsi menerangkan
6. Contrast (perbedaan): whereas (sedangkan), sebab-akibat
at the same time (pada saat yang bersamaan). Therefore (oleh karena itu), accordingly
Contoh: I have my hair rebonded, whereas (oleh karena itu), hence (maka), thus (maka),
she cuts her hair. consequently (akibatnya, konsekuensinya), as
a result (sebagai akibatnya), for this reason
D. Independent Clause (karena alasan ini).
Contoh:
Independent clause adalah klausa atau anak
They trust me, therefore, I must keep on their
kalimat yang dapat berdiri sendiri (apabila
secret.
terpisah dari kalimat induknya masih bisa
(Mereka percaya kepada saya, oleh karena
berfungsi sebagai kalimat tunggal).
itu, saya harus menjaga rahasia mereka.)
Contoh:
Conjunction yang berfungsi sebagai pilihan/
He is very smart, however, he is very humble.
alternatif
(Dia sangat pintar, meskipun demikian dia
Otherwise (jika tidak demikian).
sangat rendah hati.)
Contoh:
Untuk menjawab soal yang berkenaan
You should go to her house now, otherwise,
dengan Independent clause, tentukan dahulu
she never want to meet you again.
hubungan antara kalimat sebelum dan
(Kamu sebaiknya pergi ke rumahnya
kalimat setelah kata penghubung.
sekarang, jika tidak demikian, dia tidak akan
Sentence 1(kata penghubung)sentence 2. mau menemuimu lagi.)

71
Bab 10
Modals

Modal adalah kata kerja bantu. Modal tidak bisa It has just rained, we dont have to water the
berdiri sendiri, tetapi butuh kata kerja lain. Bentuk plants. (Saat hujan, kita tidak perlu menyiram
modal yang umum digunakan ada tiga, yaitu tanaman.)
present, past, dan perfect. Perbedaan bentuk ini
Past
adalah untuk menyatakan perbuatan yang lampau
Kalimat positif: Had to (harus).
atau sekarang.
Kalimat negatif: Didnt have to (tidak harus).
Tabel bentuk-bentuk modal:

Present Past Perfect B. Advisability (Saran)


Will Would Would have + V3
Can Could Could have + V3 Present
May Might Might have + V3 Kalimat positif: Should, ought to, had better
Must (had to)* Must have + V3 + V1 (sebaiknya).
Shall Should Should have +V3 Kalimat negatif: Shouldnt, ought not to, had
Ought to - Ought to have + V3 better not (tidak sebaiknya).
Berdasarkan fungsinya, modal dikategorikan Contoh:
menjadi beberapa kelompok, di antaranya adalah: Your stomachache is getting worse, you
should see a doctor. (Sakit perutmu semakin
parah, kamu sebaiknya menemui dokter.)
A. Necessity atau Obligation
(Keharusan Kewajiban) Past
Kalimat positif: Should have + V3, ought to
Present
have + V3.
Kalimat positif: Must (harus), have/has to
Kalimat negatif: Shouldnt have + V3, ought
(diharuskan).
not to have + V3.
Kalimat negatif: Must not (tidak boleh/
Nasihat atau anjuran terhadap apa yang
jangan), dont/doesnt have to (tidak harus).
terjadi pada saat lampau mempunyai arti, si
Contoh: pembicara menyatakan penyesalan karena
To avoid fire, we must not light a flame in perbuatan yang seharusnya dilakukan itu
this petrol station. (Untuk menghindari tidak terjadi.
kebakaran, kita tidak boleh menyalakan api
Contoh:
di tempat pengisian bahan bakar.)
You should have helped her yesterday. (Kamu
seharusnya sudah menolongnya kemarin.)

72
Fakta: You didnt help her. You were Past
supposed to help her yesterday. (Kamu Kalimat positif: Could, to be able to + V1, to
tidak menolongnya. Kamu berandai-andai be: was/were.
menolongnya kemarin.)
Kalimat negatif: Couldnt, be not able to.
Unfulfilled ability (kemampuan yang
C. Certainty (Kepastian)
tidak dilakukan) Can/could have + V3
Present (sebenarnya bisa).
Kalimat positif: Must (pasti). Contoh:
Kalimat negatif: Must not/can not/could not I could have repaired your car, why didnt you
(mustahil/tidak mungkin). ask me?
Contoh: Saya sebenarnya bisa memperbaiki mobilmu,
You couldnt be sleepy, youve just slept mengapa kamu tidak memintaku?
all day already. (Kamu tidak mungkin Fact:
mengantuk, kamu sudah tidur sepanjang I didnt repair the car, I could repair if indeed.
hari.) (Saya tidak memperbaiki mobilmu, saya bisa
memperbaikinya jika dibutuhkan).
Past
Kalimat positif: Must have + V3 (pasti telah).
F. Permission (Izin)
Kalimat negatif: Cant/couldnt have + V3
(tidak mungkin telah). Present
Kalimat positif: May, can (boleh/dapat).
D. Possibility (Kemungkinan) Kalimat negatif: May not, can not (tidak
Present boleh/dapat).
Kalimat positif: May/might (mungkin/bisa Past
jadi), could (memungkinkan/mungkin). Kalimat positif: Could.
Kalimat negatif: May not/might not (mungkin Kalimat negatif: Couldnt.
tidak).
Riders may go when the traffic lights turn
Past green. (Pengendara boleh jalan ketika lampu
Kalimat positif: Might have + V3, can/could lalu lintas menyala warna hijau).
have + V3 (mungkin telah).
Kalimat negatif: Might not have + V 3
(mungkin tidak).

E. Ability (Kemampuan)
Present
Kalimat positif: Can, to be able to + V1, tobe
(am/is/are).
Kalimat negatif: Cant, to be not able to.

73
Bab 11
Passive Voice

A. Pengertian Berikut adalah perubahan kalimat aktif


(active voice) menjadi kalimat pasif (passive
Passive voice atau kalimat pasif adalah kalimat voice) sesuai bentuk tenses-nya.
yang lebih menekankan objek (penderita)
daripada subjek (pelaku) atau dengan kata No. Active Passive
lain, yaitu kalimat yang subjeknya dikenai Present tense
S + is/am/are + V3
S + VI + s/es
pekerjaan. Contoh:
Contoh:
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa A book is read by Anto
1 Anto reads a book
every day.
Indonesia, kata kerja dalam kalimat pasif every day.
(Sebuah buku dibaca oleh
diawali dengan awalan di- atau ter-. (Anto membaca se-
Anto tiap hari.)
buah buku tiap hari.)
Contoh:
Past tense
Kalimat aktif: cleans (membersihkan) S + Was/were + V3
S + V2
Kalimat pasif: to be cleaned (dibersihkan) Contoh:
2 Contoh:
A letter was delivered by
The postman delivered
the postman
B. Pola Kalimat a letter
yesterday.
yesterday.
Subj + to be + V3 + Object/Complement (Tukang pos mengirim
(Sepucuk surat dikirim
sepucuk surat ke-
oleh tukang pos kemarin.)
marin.)

Catatan Present Continuous
tense
To be berubah sesuai dengan bentuk S + is/am/are + Ving
S + is/am/are + being + V3
tenses-nya. Contoh:
Contoh:
The paper is being edited
Dalam pembentukan kalimat aktif menjadi 3 The editor is editing
by the editor now.
the paper now.
kalimat pasif, subjek dalam kalimat aktif (Naskah itu sedang diedit
(Editor sedang
akan menjadi objek dalam kalimat pasif editor sekarang.)
mengedit naskah itu
dan sebaliknya. sekarang.)
Past Continuous tense S + was/were + being + V3
Contoh: S + was/were + Ving Contoh:
Active Rany makes a cake Contoh: The gate was being
Voice S V1 O He was painting the painted (by him) when I
4.
gate when I arrived. arrived.
(Dia sedang mengecat [Gerbang itu sedang dicat
Passive A cake is made by Rany gerbang ketika saya (oleh dia) ketika saya
voice S to be +V3 O tiba.) tiba.]

74
Contoh:
Present/Past Perfect
S + has/have/had + been Aktif : Someone eats the apple
5. tense
S + has/have/had + V3
+ V3 Pasif : The apple is eaten.

Contoh: Contoh:
D. Kalimat Aktif dengan Dua
Our mother has Special food has been
prepared special food prepared by our mother Objek
for us. for us.
(Ibu kita telah mem- (Makanan istimewa telah Ketika terdapat dua objek dalam sebuah kalimat
persiapkan makanan dipersiapkan oleh ibu aktif maka terdapat dua kemungkinan kalimat
istimewa untuk kita.) untuk kita.) pasif yang dapat dibentuk.
Modal Contoh:
Can
Can The teacher explained the students the excercise.
May
May
Must (Guru menjelaskan latihan kepada murid-murid)
Must
Shall + be + V3
Shall + VI Dalam kalimat di atas, objek satu (objek tidak
Will
Will langsung) adalah the students (murid-murid),
Could
6. Could
Contoh: sedangkan objek dua (objek langsung) adalah the
Contoh:
A new policy will be is- exercise (latihan). Maka, kalimat pasifnya (passive
The government will
sued by the government. voice) menjadi:
issue a new policy.
(Sebuah kebijakan baru
(Pemerintah akan The students were explained the exercise by
akan diterbitkan oleh
menerbitkan sebuah the teacher. (Murid-murid dijelaskan tentang
pemerintah.)
kebijakan baru.) latihan oleh guru.)
The exercise was explained to the students
C. Passive Voice With by by the teacher. (Latihan itu dijelaskan kepada
murid-murid oleh guru.)
Dalam passive voice (kalimat pasif), yang
melakukan pekerjaan biasanya tidak terlalu
diperhatikan.
E. Verb yang Diikuti Preposisi
Contoh:
dalam Kalimat Pasif
A house was built there a month ago, now it Jika dalam kalimat aktif terdapat kata kerja (verb)
is just an empty lot. (Sebuah rumah dibangun yang diikuti preposisi (break into, look after,
di sana sebulan yang lalu, sekarang itu hanya dan lain-lain) maka pembentukan kalimat pasif
sebuah tanah kosong.) hanya terjadi pada kata kerjanya saja, sedangkan
Ketika kita ingin menyebutkan pelakunya maka preposisi tetap berada setelah kata kerja.
digunakan preposisi by + noun (kata benda).
Contoh:
Contoh:
Aktif : Someone broke into my house last
Aktif : Andy build a house
night.
Pasif : A house is built by Andy
Pasif : My house was broken into (by someone)
Jika pelakunya tidak tentu (indefinite last night.
pronoun) seperti someone, somebody, no
one, dan sebagainya, maka by bisa diabaikan.

75
Bab 12
Elliptical and Parallel
Construction
Elliptical structure adalah penghilangan bagian Subject: Mrs. Shinta
tertentu dari suatu kalimat akibat penggabungan Auxiliary: did
dengan kalimat lain, yang bertujuan untuk
2. Mrs. Dewi will write a script tomorrow.
membentuk kalimat majemuk. Penghilangan
Mr. Roni will write a script tomorrow.
bagian tertentu tersebut tidak menyebabkan

Mrs. Dewi will write a script tomorrow,
perubahan arti dari kalimat.
and Mr. Roni will too.
Ada tiga jenis elliptical structure yang perlu diketahui:
Mrs. Dewi will write a script tomorrow,
and so will Mr. Roni.
A. Penggabungan Dua Kalimat Keterangan:
Positif Positive sentence: Mrs. Dewi will write a
script tomorrow.
Untuk menggabungkan kalimat positif dan kalimat
Subject: Mr. Roni
positif, digunakan konjungsi (kata hubung): too
Auxiliary: will
atau so.
3. Mr. Firdaus drives a car.
Catatan Mrs. Rina drives a car.
Rumus:
Mr. Firdaus drives a car, and Mrs. Rina
Positive sentence, and Subject + does too.
auxiliary + too Mr. Firdaus drives a car, and so does
Positive sentence, and so + auxiliary Mrs. Rina.
+ Subject Keterangan:
Positive sentence: Mr. Firdaus drives a car.
1. Mrs. Rini came here yesterday. Subject: Mrs. Rina
Mrs. Shinta came here yesterday. Auxiliary: does
Mrs. Rini came here yesterday, and Mrs.
Shinta did too. B. Penggabungan Dua Kalimat
Mrs. Rini came here yesterday, and so
did Mrs. Shinta.
Negatif
Keterangan: Untuk menggabungkan kalimat negatif dan
Positive sentence: Mrs. Rini came here kalimat negatif, digunakan konjungsi (kata
yesterday. hubung) either atau neither.

76
Catatan Catatan
Rumus: Rumus:
Negative sentence, and Subject + Positive sentence, but Subject +
auxiliary + not + either auxiliary + not
Negative sentence, and neither + Negative sentence, but Subject +
auxiliary + Subject auxiliary

Contoh: Contoh:
1. Doni cant do it. 1. Dini likes swimming.
Dona cant do it. Dina doesnt like swimming.
Doni cant do it, and Dona cant either.
Dini likes swimming, but Dina doesnt.
Doni cant do it, and neither can Dona.
(Dini suka berenang, tetapi Dina tidak.)
Keterangan:
Negative sentence: Doni cant do it. Dina doesnt likes swimming, but Dini does.
Subject: Dona (Dina tidak suka berenang, tetapi Dini suka.)
Auxiliary: can 2. She didnt sleep last night.
2. My father doesnt like bakso. They slept last night.
My mother doesnt like bakso. She didnt sleep last night, but they did.
My father doesnt like bakso, and my (Dia tidak tidur semalam, tetapi mereka tidur.)
mother doesnt either. They slept last night, but she didnt.
My father doesnt like Bakso, and (Mereka tidur semalam, tetapi dia tidak.)
neither does my mother. 3. Mr. Iwan will go.
Keterangan: Mr. Farhan wont go.
Negative sentence: My father doesnt like bakso Mr. Iwan will go, but Mr. Farhan wont.
Subject: My mother (Tuan Iwan akan pergi, tetapi Tuan Farhan
Auxiliary: Does tidak akan.)
3. Mr. Heri is not my friend. Mr Farhan wont go, but Mr. Iwan will.
Mr. Heru is not my friend. (Tuan Farhan akan pergi, tetapi Tuan Iwan

Mr. Heri is not my friend, and Mr. Heru is akan.)
not either.
Mr. Heri is not my friend, and neither is D. Parallel Contruction
Mr. Heru.
Keterangan: Parallel construction adalah penggabungan
Negative sentence: Mr. Heri is not my friend. kalimat majemuk dengan menggunakan
Subject: Mr. Heru konjungsi (penghubung antarkata) yang
Auxiliary: is bertujuan untuk menghilangkan pengulangan
kata yang sama.
C. Penggabungan Kalimat Positif Biasanya, kata atau kalimat yang digabungkan
memiliki fungsi tata bahasa (gramatikal) yang
dan Negatif sama. Tenses yang digunakan dalam kalimat
Untuk menggabungkan kalimat positif dan kalimat yang digabungkan juga harus sama.
negatif, atau kalimat negatif dan kalimat positif, Bentuk-bentuk konjungsi dalam parallel
digunakan konjungsi (kata hubung): but (tetapi), construction antara lain:
while (sedangkan).

77
1. ... or ... (... atau ...) 4. Neither Rick nor Anto have gone to
2. ... and ... (... dan ...) Paris. (Tidak Rick maupun Anto sudah
pergi ke Paris).
3. Either ... or ... (salah satu dari ... maupun ...)
5. When Nino was 10 years old, he could
4. Neither ... nor ... (tidak ... maupun ...)
play both piano and violin. (Ketika Nino
5. Both ... and ... (kedua-duanya/... dan berusia 10 tahun, ia dapat bermain
juga ...) piano dan juga biola).
6. Not only ...but also ... (bukan hanya ... 6. The workers work not only carefully but
tetapi juga ...) also effectively. (Para pekerja bekerja
tidak hanya secara hati-hati tapi juga
Contoh kalimat parallel construction:
efektif.)
1. My little brother walks or rides his
bike to school. (Adik laki-laki saya Catatan:
berjalan atau mengendarai sepedanya
Bentuk both ... and ... diikuti oleh kata kerja
ke sekolah).
jamak (plural verb).
2. The doctor advised her to get some sleep
Untuk bentuk:
and take some time off work. (Dokter
Either ... or ...
menyarankan kepadanya untuk tidur
Neither ... nor ...
yang cukup dan tidak bekerja untuk
Not only ... but also ...
beberapa waktu).
Subjek yang berdekatan dengan verb
3. She can speaks either Japanese or
menentukan apakah verb tersebut tunggal
Korean. (Dia dapat berbicara salah satu
atau jamak tersebut.
dari bahasa Jepang maupun bahasa
Korea).

78
Bab 13
Participles

A. Participles 2. Past/passive participle


Yaitu, kata yang berbentuk dari Verb bentuk
Participle adalah kata yang terbentuk dari lampau (V3) yang bermakna di-, ter-.
kata kerja (Verb) yang berfungsi sebagai
bagian dari kalimat. Bentuk umum V3
Bentuk Past being V3
Participle dapat berfungsi sebagai adjective
dan perfect Having been + V3
(kata sifat), menjelaskan noun (kata benda),
atau pronoun (kata ganti)
Participle dalam bahasa Inggris dibagi
menjadi dua, yaitu:
1. Present/active participle Contoh
Yaitu, kata kerja berbentuk Ving, bermakna
me-, ber- atau sedang. - The package wrapped beautifully
Bentuk umum V + ing is for Rieta.

Bentuk Past Having V3 Paket yang dibungkus dengan


dan perfect Having been + Ving indah itu untuk Rieta.
- Being robbered, he went to the
police office.
Setelah dirampok, dia pergi ke
Contoh kantor polisi.

- Having no money, he couldnt afford Point Penting


to buy such a luxurious house. Jika active participle muncul di awal kalimat
(Karena tidak memiliki uang, dia (active participle + phrase), dapat memiliki
tidak bisa membeli sebuah rumah beberapa makna, di antaranya:
mewah)
1. After (setelah)
- The man climbing the mountain

Having discussed the matter, they
broke the record.
agreed to make a new project = after
(Laki-laki yang mendaki gunung itu
they had discussed the matter, they
memecahkan rekor.)
agreed to make a new project.

79
2. Because, since, as, for (karena) Jika passive participle muncul di awal kalimat

Talking excitedly to each other, they (passive participle + phrase), memiliki makna:
forgot to finish the exercise = because 1. After (setelah)
they were talking excitedly, they forgot
Visited by her idol, she was very happy
to finish the exercise. = after she was visited by her idol, she
3. While (sementara) was happy.

Walking along the street, I met my old 2. Because, since, as, for (karena)
friend = while I was walking along the
Surrounded by mountain, the city has
street, I met my old friend. a cool climate = because the city is
4. If (jika) surrounded by mountain, the city has

Turning to the left, you will find his a cool climate.
office = if you turn left, you will find his 3. Adjective Clause
office. The window broken by Edo has not
been repaired yet = the window which
was broken by Edo has not been
repaired yet.

80
MATEMATIKA

81
Bab 1
Eksponen dan Logaritma

A. Pengertian Eksponen D. Pertidaksamaan Eksponen


Bilangan bereksponen (berpangkat) dinyatakan 1. Untuk 0 < a < 1 maka berlaku:
dengan: af(x) ag(x) f(x) g(x)

a a a a a = an
a ........ af(x) ag(x) f(x) g(x)

n kali 2. Untuk a > 1 maka berlaku:
af(x) ag(x) f(x) g(x)
Contoh: 2 x 2 x 2 = 23 = 8
af(x) ag(x) f(x) g(x)
Notasi: an dibaca a pangkat n
a disebut bilangan pokok (basis)
n disebut bilangan pangkat
E. Pengertian Logaritma
Logaritma adalah invers dari perpangkatan,
B. Sifat-Sifat Eksponen yaitu mencari pangkat dari suatu bilangan pokok
seh ingga hasilnya sesuai dengan yang telah
Untuk a, b, m, dan n anggota bilangan real berlaku
diketahui.
sifat:
1. am. an = am + n Jika an = b maka alogb = n
2. am : an = am n dibaca n = log b dengan basis a
3. 1 : an = an
4. (am)n = am x n a disebut basis (bilangan pokok), a > 0 dan
5. a0 = 1; a 0 a 1
6. an. bn = (ab)n b disebut bilangan yang dilogaritmakan, b > 0
7. am : bm = (a : b)m
m
n m
8. a =an F. Sifat-Sifat Logaritma
C. Persamaan Eksponen 1. log 1 = 0
2. log 10 = 1
Bentuk : af(x) = 1 f(x) = 0
3. log b.c = alogb + alogc
a

Bentuk : af(x) = ap f(x) = p


Bentuk : af(x) = ag(x) f(x) = g(x) 4. log b = alogb alogc
a
c
Bentuk : af(x) = bf(x) f(x) = 0 5. log bn = n . alogb
a

Bentuk : a2f(x)+b + af(x)+ c + d = 0 6. log a = 1


a

a2f(x) .ab + a f(x) .ac + d = 0

82
7. a
logb =
1
=
logb p logb
=
H. Pertidaksamaan Logaritma
b
loga loga p loga
1. Untuk bilangan pokok a > 1 berlaku:
8. log b . log c . clog d = alog d
a b

n Jika a log f(x) a log g(x) maka:


am n a n
9. logb = logb m = a logb
m
a
logb a
loga
f(x) g(x)
10. a =b =b
Jika a log f(x) a log g(x) maka:
G. Persamaan Logaritma f(x) g(x)

Bentuk : alog f(x) = a log p atau alog f(x) = c 2. Untuk bilangan pokok 0 < a < 1, berlaku:
Solusi : f(x) = p atau f(x) = ac
Jika a log f(x) a log g(x) maka:
Bentuk : alog f(x) = b log p atau g(x) log f(x) = c
Solusi : f(x) = p = 1 atau f(x) = g(x)c f(x) g(x)
Bentuk : a (plog x)2 + b plog x + c = 0
Solusi : Gunakan sifat persamaan kuadrat Jika a log f(x) a log g(x) maka:
atau dengan cara singkat, yaitu: f(x) g(x)
b

x1.x2 = p a
Syarat: f(x) > 0 dan g(x) > 0.

Bentuk : af(x) = bg(x)


Solusi : Kedua ruas dilogaritmakan menjadi:
f(x) log a = g(x) log b

83
Bab 2
Persamaan Kuadrat

A. Bentuk Umum Persamaan Contoh:


Kuadrat x2 + 6x + 8 = 0
2 2
6 6
ax + bx + c = 0
2 x + = 8 +
2 2
ay2 + by + c = 0
untuk a, b, c bilangan real (x + 3) = 8 + 9
x, y variabel dan a 0 x = 3 1
Rumus diskriminan: x1= 2 atau x2 = 4

D = b2 4ac c. Rumus Al-Khawarizmi (abc)


b b2 4ac
x1,2 =
2a
B. Menentukan Akar-Akar
Persamaan Kuadrat C. Bentuk Simetri Akar-Akar
Persamaan Kuadrat
Jika x1 dan x2 adalah akar-akar dari persamaan
kuadrat ax2 + bx +c = 0 maka akar-akar tersebut Jika x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat
dapat diperoleh dengan cara: ax2 + bx +c = 0 maka berlaku:
a. Faktorisasi b
x1 + x 2 =
a
a(x x1).(x x 2 ) = 0
c
x1 . x 2 =
a
Contoh:
D
x2 5x + 6 = 0 x 1 x2 =
a
(x 3)(x 2) = 0
x12 + x 22 = (x1 + x 2 )2 2x1 x 2
Maka x = 3 atau x = 2
x12 x 22 = ( x1 + x 2 )( x1 x 2 )

1 1 x +x
b. Melengkapi Kuadrat Sempurna + = 1 2
x1 x 2 x1 x 2
x2 + bx + c = 0 di mana a = 1 maka:
( ) 2(x x )
2 2
2 2 x14 + x 24 = x12 + x 22 1 2
b b
x + = c +
2 2 x14 x 24 = ( x + x )( x x )
2
1
2
2
2
1
2
2

84
3
E. Menyusun Persamaan
x13 + x32 = ( x1 + x 2 ) 3x1 x 2 ( x1 + x 2 )
Kudrat Baru
3
x13 x32 = ( x1 x 2 ) + 3x1 x 2 ( x1 x 2 )
(x a)(x b) = 0
atau
D. Jenis-Jenis Akar Persamaan
x2 (x1 + x2)x + (x1.x2) = 0
Kuadrat x2 (JAA)x + (PAA) = 0

Berdasarkan nilai diskriminan D = b2 4ac, akar-


akar terbagi menjadi dua jenis, yaitu: a dan b adalah akar-akar persamaan kuadrat
a. Jika D 0 maka akar-akarnya real JAA = Jumlah akar-akar (a + b)
Jika D > 0, akarnya real berlainan PAA = Perkalian akar-akar (a.b)
Jika D = 0, akarnya real kembar
b. Jika D < 0, akar-akarnya tidak real
Jika akar-akarnya real maka hubungan akar- Contoh:
akar x1 dan x2 mempunyai syarat-syarat, Jika akar-akarnya adalah kebalikan dari akar-akar
yaitu: yang diketahui maka:
Akar-akarnya real positif: ax2 + bx + c = 0 menjadi cx2 + bx + a = 0
D 0, x1 + x 2 > 0, x1.x 2 > 0
Akar-akarnya real negatif:
D > 0, x + x = 0, x1.x 2 < 0
1 2

Akar-akarnya berlawanan tanda:


D > 0, x1.x 2 = 1
Akar-akarnya berlawanan:
D > 0, x + x = 0, x1.x 2 < 0
1 2

Akar-akarnya saling berkebalikan:


D > 0, x1.x 2 = 1

85
Bab 3
Bentuk Akar

A. Sifat-Sifat Bentuk Akar a+ b a+ b a+ b ( a+ b )


2

= =
a b a b a+ b ab
a. Bentuk Umum Akar
m m
n m
a = a n am = a 2 C. Persamaan Bentuk Akar
1 1
na = a n a = a 2
(a + b) + 2 ab = a + b , syarat: a > b > 0

b. Penjumlahan dan Pengurangan Bukti:


1. a c + b c = (a + b) c (a + b) + 2 ab

2. a c b c = (a b) c = a + 2 ab + b

= a + ab + ab + b
c. Perkalian dan Pembagian
2 = ( a2 ) + ab + ab + ( b2 )
1. a a = a2 = a 2 = a
= a( a + b ) + b( a + b )
2. n a n b = n ab
= ( a + b )( a + b )
n m n p n m +p
3. a a = a
( )
2
= a+ b = a+ b

4. n p a = np a
(a + b) 2 ab = a b,syarat
syarat:aa>>b b> >0 0
na a
5. nb
=n Bukti:
b
(a + b) 2 ab

B. Merasionalkan Penyebut = a 2 ab + b

a a b a b = a ab ab + b
= =
b b b b
= ( a2 ) ab ab + ( b2 )
a a b ab
= =
b b b b = a( a b ) b( a b )
c c a b
= = ( a b )( a b )
a+ b a+ b a b

c( a b ) = ( a b )2 = a b
=
ab

86
Bab 4
Fungsi Kuadrat

A. Definisi Fungsi Kuadrat Gambar kurva parabola:


D>0 D=0 D<0
Fungsi f yang didefinisikan sebagai Nilai
(2 titik potong) (menyinggung) (tidak memotong)
f(x) = ax2 + bx + c, di mana a, b, c R dan a 0
a>0
disebut sebagai fungsi kuadrat. (terbuka
ke atas)

B. Bentuk Umum Fungsi a<0


Kuadrat (terbuka
ke bawah)
Bentuk umum fungsi kuadrat adalah sebagai
berikut: Suatu kurva disebut definit positif (selalu
bernilai positif untuk setiap x), jika a > 0 dan
y = f(x) = ax2 + bx + c
D < 0.
Dengan a, b, c real dan a 0. Suatu kurva disebut definit negatif (selalu
x R disebut Domain (daerah asal) bernilai negatif untuk setiap x), jika a < 0 dan
y = f (x) R disebut Range (daerah D < 0.
hasil). definit
positif
Range disebut kodomain (daerah
a>0 D<0
kawan) yang berpasangan dengan
Domain. definit
negatif
Diskriminan (D) adalah nilai konstanta yang a<0 D<0
besarnya:
Jika (Xe,Ye) adalah koordinat titik ekstrem maka:
D = b2 4ac
b x +x
Xe = = 1 2
2a 2
C. Sifat-Sifat Kurva Fungsi
Titik Xe disebut sumbu simetri.
Kuadrat
D
Ye = = axe2 + bxe + c
Bentuk kurva fungsi kuadrat adalah parabola se 4a

hingga sering disebut fungsi parabola, yaitu: Titik Ye disebut nilai ekstrem.

y = f(x) = ax2 + bx + c

87
D. Persamaan Fungsi Kuadrat
Untuk menentukan hubungan kedua
fungsi tersebut maka kedua persamaan
Menentukan fungsi kuadrat dapat menggunakan disubstitusikan sebagai berikut:
tiga cara, yaitu: yparabola = ygaris
1. Jika diketahui tiga titik sembarang maka:
px2 + qx + r = mx + n
2
y = ax + bx + c
px2 + (q m)x + (r n) = 0
2. Jika diketahui titik potong dengan sumbu x
di (x1,0), (x2,0), dan sebuah titik sembarang Dari hasil substitusi tersebut diperoleh:
maka: a = p, b = q m, dan c = r _ n

y = a(x x1)(x x 2 ) Gambar Keterangan



D > 0 parabola
3. Jika diketahui titik puncak (xe,ye) dan sebuah memotong garis di dua
titik sembarang maka: titik.
y = a(x x e )2 + y e D = 0 parabola

memotong garis di 1 titik
(menyinggung garis).
E. Hubungan Garis Dan
Parabola D < 0 parabola tidak
memotong garis.
Persamaan garis lurus adalah y = mx + n,
sedangkan persamaan fungsi parabola
adalah y = f(x) = px2 + qx + r.

88
Bab 5
Pertidaksamaan

A. Sifat-Sifat Pertidaksamaan B. Bentuk-Bentuk


1. Pemindahan suku tanda tetap. Pertidaksamaan
Contoh: a + b > c maka a + b _ c > 0 a. Pertidaksamaan Linear
2. Perkalian atau pembagian dengan bilangan ax b > 0
negatif tanda berubah. ax > b
a>c b
Contoh: maka a < c x >
1 a
3. Pemangkatan genap mempunyai syarat
kedua ruas sama nilainya. Contoh: 2x _ 6 > 0
Jika kedua ruas positif tanda tetap 2x > 6
6
Jika kedua ruas negatif tanda berubah x >
2
Contoh:
b. Pertidaksamaan Kuadrat
3 1 jika keduanya dikuadratkan 32 1
menjadi 9 1 (tanda tetap) Bentuk umum:
3 1 jika keduanya dikuadratkan akan ax2 + bx + c > 0
menjadi 9 1 (tanda berubah dari menjadi
Langkah-langkah umum penyelesaian pertidak
).
samaan kuadrat adalah sebagai berikut:
4. Operasi dua pertidaksamaan
Nolkan ruas kanan, kemudian pindahkan
Operasi penjumlahan tanda pertidaksamaan
suku kanan ke ruas kiri.
tetap.
Faktorkan menjadi faktor-faktor linier.
Contoh:
Buat garis bilangan untuk menentukan
a<b
penyelesaian.
c<d
+ Jika sulit difaktorkan maka:
a+c<b+d Untuk D > 0 gunakan rumus abc
Operasi perkalian atau pembagian mengikuti Untuk D < 0 maka berlaku:
rumus: - a > 0 maka fungsinya adalah definit
positif atau lebih dari nol.
(+) x (+) = + () x () = +
- a < 0 maka fungsinya adalah definit
(+) x () = () x (+) =
negatif atau kurang dari nol.

89
c. Pertidaksamaan Pecahan f (x) < g
2.
Bentuk umum:
Jika g > 0 maka solusinya adalah
a c
( )
2
> , b 0 dan d 0 f (x)
b d < g2 dan f (x) > 0.

J ika g < 0 maka tidak mempunyai


Langkah-langkah umum penyelesaian
solusi.
pertidaksamaan pecahan adalah sebagai
berikut: e. Pertidaksamaan Nilai Mutlak
Nolkan ruas kanan dengan memindahkan Bentuk umum:
suku kanan ke ruas kiri. Jika |f(x)| < g maka f(x) < g dan f(x) > g
Faktorkan pembilang dan penyebut atau
menjadi faktor-faktor linier. ditulis: g < f(x) < g
B u a t l a h g a r i s b i l a n g a n u n t u k Jika |f(x)| < g maka f(x) < g dan f (x) < g
menentukan penyelesaian. Jika |f(x)| > g maka f(x) > g dan f(x) < g
d. Pertidaksamaan Bentuk Akar Jika |f(x)| < |g(x)| maka:
Bentuk umum: (f(x) + g(x)).(f(x) g(x)) < 0
f(x)
1. f (x) > g Jika < k maka:
g(x)

Jika g > 0 maka solusinya adalah (f(x) k.g(x)).(f(x) + k.g (x)) < 0

( )
2
f (x) > g2 dan f (x) > 0.
Jika g < 0 maka solusinya adalah f
(x) > 0.

90
Bab 6
Logika Matematika

A. Pernyataan, Kalimat dan. Konjungsi dari pernyataan p dan q


dilambangkan p q .
Terbuka, dan Ingkaran Dua pernyataan p q bernilai benar hanya
Pernyataan adalah suatu kalimat yang dapat jika pernyataan p benar dan q juga benar.
ditentukan salah atau benar, tetapi tidak Tabel kebenarannya:
kedua-duanya.
p q pq
Contoh:
B B B
1. Tambun berada di Kabupaten Bekasi
B S S
(Benar)
S B S
2. 9 adalah bilangan prima (Salah)
S S S
Kalimat terbuka adalah kalimat yang masih
mengandung variabel atau peubah dan
b. Disjungsi
belum dapat ditentukan kebenarannya. Jika
Disjungsi adalah penggabungan dua
variabel tersebut diganti dengan konstanta
pernyataan menggunakan kata penghubung
maka akan menjadi pernyataan.
atau. Disjungsi dari pernyataan p dan q
Contoh:
ditulis dengan p q .
1. 3x _ 9 = 12
Dua pernyataan p q bernilai salah hanya jika
2. x + 5 = 19
pernyataan p salah dan q juga salah.
Negasi atau ingkaran adalah pernyataan baru
Tabel kebenarannya:
dengan nilai kebenaran berlawanan dengan
nilai pernyataan semula. Negasi dinotasikan p q pq
dengan . B B B
Contoh: B S B
a. Pernyataan S B B
p : 6 > 2 (B) maka p : 6 2 (S) S S S
b. Hari ini hujan.
Negasinya: Hari ini tidak hujan c. Implikasi
Implikasi adalah penggabungan dua
B. Operasi Logika Matematika pernyataan menggunakan kata jika...
maka.... Implikasi dari pernyataan p dan q
a. Konjungsi
ditulis p q .
Konjungsi adalah penggabungan dua Dua pernyataan p q bernilai salah hanya
pernyataan menggunakan kata penghubung jika pernyataan p benar dan q salah.

Rangkuman Lengkap SMA/MA IPA 91


Tabel kebenarannya: D. Konvers, Invers, dan
p q pq
Kontraposisi
B B B
B S S Jika implikasi p q maka:
S B B q p disebut konvers dari p q
S S B p q disebut invers dari p q
q p disebut kontraposisi dari p q
d. Biimplikasi
Biimplikasi adalah penggabungan dua
pernyataan menggunakan kata penghubung E. Penarikan Kesimpulan
jika dan hanya jika. Biimplikasi dari a. Prinsip Modus Ponens
pernyataan p dan q ditulis p q . Bentuk umum:
Dua pernyataan p q bernilai salah hanya Premis 1 : p q = benar
jika kedua pernyataan bernilai sama. Premis 2 : p = benar
Tabel kebenarannya:
Kesimpulan : q = benar
p q pq
Contoh:
B B S
Premis 1 : Jika saya makan maka saya
B S B kenyang.
S B B Premis 2 : Saya makan.
S S S Kesimpulan : Saya kenyang.

b. Prinsip Modus Tollens


C. Pernyataan Majemuk Bentuk umum:
a. Pernyataan Majemuk yang Ekuivalen Premis 1 : p q = benar
Premis 2 : q = benar
Dua pernyataan majemuk dikatakan ekuivalen
( ) jika kedua pernyataan majemuk tersebut Kesimpulan : p = benar
mempunyai nilai kebenaran yang sama. Contoh:
Contoh: Premis 1 : Jika saya rajin belajar maka
p q p q nilai saya bagus.
Premis 2 : Nilai saya buruk.
Dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran, yaitu:
Kesimpulan : Saya malas belajar.
p q p p q pq
B B S B B c. Prinsip Silogisme
B S S S S Bentuk umum:
S B B B B Premis 1 : p q = benar
S S B B B Premis 2 : q r = benar

b. Negasi Pernyataan Majemuk Kesimpulan : p r = benar
(p q) p q
Contoh:
(p q) p q
Premis 1 : Jika saya rajin belajar maka
(p q) ( p q) p q
nilai saya bagus.

Premis 2 : Jika nilai saya bagus maka
Simbol: dibaca untuk setiap/semua saya naik kelas.
Simbol: dibaca sebagian/ada beberapa Kesimpulan : Jika saya rajin belajar maka
saya akan naik kelas.

92 Matematika SMA/MA
Bab 7
Trigonometri

A. Perbandingan Trigonometri B. Rumus Sudut yang Berelasi


a. Perbandingan Sisi Suatu Segitiga Siku-siku Pada tiap kuadran, nilai sin, cos, dan tan dapat
bernilai positif atau negatif. Tabel di bawah ini
y menunjukkan tanda di setiap kuadran.
sin =
r
Kuadran
x
cos = Fungsi I II III IV
r
r 0o90o 90o180o 180o270o 270o360o
y
y tan = Sin + +
x
x Cos + +
ctg =
x y Tan + +
r
sec = Hubungan dari sin, cos, dan tan pada masing-
x
masing kuadran adalah:
r
cosec = a. Pada Kuadran I (0o90o)
y
sin (90o ) = cos
cos (90o ) = sin
b. Nilai Perbandingan Sudut-sudut Istimewa
tan (90o ) = cot

45o 30o b. Pada Kuadran II (90o180o)
2
2 1 sin (180o ) = sin
2
cos (180o ) = cos
45o 60o tan (180o ) = tan
1 1
c. Pada Kuadran III (180o270o)
x 0o 30o 45o 60o 90o sin (180o + ) = sin
cos (180o + ) = cos
1 1 1
sin 0 2 2
2
2
3 1 tan (180o + ) = tan

cos 1
1
3
1
2
1
0 d. Pada Kuadran IV (270o360o)
2 2 2
sin (360o ) = sin
1
tan 0 3 1 3
3 cos (360o ) = cos
tan (360o ) = tan
Keterangan: = tidak terdefinisi (tak
berhingga)

93
C. Rumus-Rumus Segitiga 2 tan A
tan 2A =
Dalam Trigonometri 1 tan2 A

a. Hubungan Sin, Cos, dan Tan c. Perkalian Sinus dan Kosinus

1.
sin x
= tan x 2 sin A cos B = sin (A + B) + sin (A B)
cos x 2 cos A sin B = sin (A + B) sin (A B)
2. sin2x + cos2x = 1 2 cos A cos B = cos (A + B) + cos (A B)
3. tan2 x + 1 = sec2x 2 sin A sin B = cos (A + B) cos (A B)

b. Pada Setiap Segitiga Sembarang Berlaku d. Penjumlahan dan Pengurangan Sinus dan
A Kosinus

A +B A B
c b sin A + sin B = 2sin cos
2 2
A +B A B
B C
sin A sin B = 2cos sin
a 2 2
1. Aturan sinus A +B A B
cos A + cos B = 2cos cos
a
=
b
=
c 2 2
sin A sinB sinC
A +B A B
cos A cos B = 2sin sin 2
2. Aturan kosinus 2
a2 = b2 + c 2 2bc cos A
b2 = a2 + c 2 2ac cos B
c 2 = a2 + b2 2abcos C E. Grafik Fungsi Trigonometri
3. Luas segitiga ABC b
a. f(x) = A cos (kx + b) = A cosk x +
k
1 1 1
absinC = bcsinA = acsinB b
2 2 2 b. f(x) = A sin (kx + b) = A sink x +
k

D. Rumus-Rumus Trigonometri Untuk menggambar grafik fungsi y = f(x)


a. Jumlah dan Selisih Dua Sudut b b
= A cosk x + atau y = A cosk x +
k k
sin (A + B) = sin A cos B + cosA sinB gunakan langkah-langkah sebagai berikut:
sin (A B) = sin A cos B cos A sin B 1. Gambar grafik y = cosx atau y =sin x
cos (A + B) = cos A cos B sin A sin B 2. Kalikan semua ordinatnya (y) dengan k
cos (A B) = cos A cos B + sin A sin B
b b
3. Geser grafik ke kiri sejauh jika
tan A + tanB k k
tan (A + B) = positif, dan geser grafik ke kanan sejauh
1 tan A tanB
tan A tanB b b
tan (A B) = jika negatif.
1 + tan A tanB k k
2
4. Periode grafik adalah
k
b. Sudut Rangkap atau Kembar
sin 2A = 2 sin A cos A
cos 2A = cos2A sin2 A
= 2 cos2 A 1
= 1 2sin2 A
94
F. Persamaan dan 3. Persamaan yang dapat diubah ke bentuk
persamaan kuadrat
Pertidaksamaan Contoh:
Trigonometri cos2 x + 3cos x 4 = 0
Misalkan, cos x = p maka persamaan di
a. Persamaan Trigonometri atas menjadi:
1. Persamaan dasar p2 + 3p 4 = 0
Kemudian selesaikan seperti penyelesaian
x = a + k.2
sin x = sina persamaan kuadrat.
x = ( a) + k.2
cos x = cos a x = a + k 2 4. Bentuk persamaan a sin x + bcos x = c
tan x = tan a x = a + k dapat diubah menjadi dengan syarat
a2 + b2 c 2 , di mana:
2. Persamaan yang diselesaikan dengan
faktorisasi k = a2 + b2 dan tan a = a .
b
Contoh:
sin 2x + cos x = 0 b. Pertidaksamaan Trigonometri
2 sin x cos x + cos x = 0 Pertidaksamaan trigonometri dapat
cos x (2 sin x + 1) = 0 diselesaikan dengan:
cos x = 0 atau 2 sin x + 1 = 0 a. Menggambar grafiknya.
2 sin x = 1 b. Menggunakan garis bilangan seperti per
1 tidaksamaan biasa.
sin x =
2 c. Untuk soal-soal pilihan ganda bisa
dilakukan cara uji pilihan ganda.

95
Bab 8
Dimensi Tiga

A. Pengertian Titik, Garis, dan 3. Dua garis sejajar.


Contoh:
Bidang pada Bangun Ruang Garis sejajar AB dan CD membentuk bidang
ABCD.
Titik adalah sebuah noktah. Contoh: titik A
A C
( A).
Garis lurus dilukiskan dengan
menghubungkan dua buah titik.
Contoh:
Garis AB menghubungkan titik A dan titik B. B D

4. Dua garis yang berpotongan.


A B Contoh:
Garis AB dan CD berpotongan membentuk
Bidang datar dapat dilukiskan dengan unsur-
bidang AOD atau COB.
unsur berikut ini:
1. Sebuah garis lurus dan sebuah titik di B
C
luar garis.
Contoh: O
Garis AB dengan titik C membentuk
D
bidang ABC. B A

Bangun ruang tersusun atas bidang-


bidang yang membentuk ruangan,
seperti kubus, balok, prisma, limas, dan
C lain sebagainya.
A
Garis dikatakan tegak lurus dengan bidang
2. Tiga buah titik yang tidak terletak jika garis tersebut membentuk sudut 900
segaris. Contoh: terhadap dua garis pada suatu bidang.
Titik A, B, dan C membentuk bidang
ABC.

C
B. Irisan Bangun Ruang

A
Irisan bidang a dengan bangun ruang adalah
bidang datar yang dibatasi oleh garis potong-garis
potong bidang a dengan sisi-sisi bangun ruang
B tersebut.

96
Irisan bidang dapat digambarkan dengan cara b. Proyeksi Titik pada Bidang
menggambarkan sumbu afinitas. A
Sumbu afinitas adalah garis potong antara bidang
irisan dengan alas bagian ruang yang diirisnya.
T
P B
Q

C Titik B = proyeksi titik A pada bidang a (AB


A
R tegak lurus bidang a).

B c. Proyeksi Garis pada Bidang


1. Garis g menembus bidang a
Pada gambar di atas, diketahui limas T.ABC. Titik
A
P pada rusuk TA, titik Q pada bidang ACT, dan titik
R pada rusuk BC. Lukis garis potong-garis potong g
bidang yang melalui P, Q, R dengan sisi limas. B
Langkah-langkah:
A
1. Tarik garis PQ sehingga memotong rusuk TC
di K dan memotong rusuk perpanjangan AC
Garis AB menembus bidang a dititik B. Titik
di L.
A' = proyeksi titik A pada bidang a. Proyeksi
2. Hubungkan L dengan R sehingga memotong
garis AB ke bidang a adalah BA'.
BC dan AB di R dan M.
2. Garis g sejajar bidang a
3. Hubungkan K ke R dan P ke M sehingga
A B
terlukis bidang PKRM. g
Garis potong-garis potongnya adalah PK, KR,
RM, MP.
T
A B

P
Q
K Garis AB sejajar bidang a. Titik A' dan B'
= proyeksi titik A dan B pada bidang a.
C L
A Proyeksi garis AB ke bidang a adalah A'B'.
M R
B
D. Jarak Dalam Bangun Ruang
Garis LRM disebut sumbu afinitas.
1. Jarak titik A ke titik B adalah panjang ruas garis
AB, dihitung dengan menggunakan rumus:
C. Proyeksi
A B
a. Proyeksi Titik pada Garis (x1,y1) (x2,y2)

A Jarak AB = (x1 x 2 )2 + (y1 y 2 )2


Titik B = proyeksi 2. Jarak antara titik A ke garis g adalah panjang
titik A pada garis g. garis AA', di mana A' adalah proyeksi titik A ke
g garis g.
B

97
A 2. Sudut antara garis dengan bidang.
Sudut antara garis g dengan bidang U adalah
g sudut a yang dibentuk antara garis g dengan
A'
proyeksi garis g, yaitu g' pada bidang U.
3. Jarak antara titik A ke bidang a adalah
g
panjang ruas garis AA', di mana A' adalah
proyeksi titik ke bidang a.
A g


A
3. Sudut antara bidang dengan bidang
Sudut antara bidang U dengan bidang V
adalah sudut a yang dibentuk oleh m dan n
E. Sudut Dalam Bangun Ruang masing-masing pada bidang U dan V. Garis
m dan n tersebut tegak lurus dengan garis
1. Sudut antara dua garis yang bersilangan potong antara bidang U dan V.
Buatlah garis h' yang sejajar dengan garis h
n
dan memotong garis g maka terbentuk sudut V
a, yaitu sudut antara perpotongan garis g
dengan h'. m
U
g g

h
h h

98
Bab 9
Statistika

A. Pengertian
Me = X n +1
Statistika adalah salah satu cabang dari matematika 2

yang berkaitan dengan cara pengumpulan data, Untuk jumlah data (n) ganjil
penyusunan data, penyajian data, dan pengolahan
data, kemudian hasilnya dapat digunakan untuk 1
Me = X n + X n
pengambilan keputusan atau kesimpulan sesuai 2 2 2
+ 1

karakteristik data tersebut.
Untuk jumlah data (n) genap

B. Rumus Untuk Data Tunggal 4. Kuartil (Q) adalah nilai data yang membagi
Misalkan, diketahui data-data sebagai berikut: x1, sekelompok data menjadi 4 bagian sama
x2, x3, x4, x5, ......, xn maka: banyak. Kuartil data terdiri atas kuatil bawah
(Q1), kuartil tengah (Q2), dan kuartil atas (Q3).
1. Mean (rataan hitung) = x Di mana kuartil tengah (Q2 ) = Median (Me).
n

x + x 2 + x 3 + ......... + xn
x i
5. Jangkauan (J) adalah nilai data terbesar
dikurangi nilai data terkecil.
x = 1 = i =1

n n

atau J = X n X1
n

f x + f x + f x + ......... + fn xn
f x i i
6. Jangkauan antarkuartil
x = 1 1 2 2 3 3 = i =1
n
f1 + f2 + f3 + ....... + fn H = Q 3 Q1
f i =1
i

7. Jangkauan semi interkuartil atau simpangan


kuartil (Qd)
2. Modus (Mo) adalah nilai data yang paling
banyak muncul (data yang frekuensinya
1
terbesar). Qd =
2
( Q3 Q1 )
3. Median (Me) adalah nilai tengah data
setelah data disusun dari yang terkecil hingga 8. Simpangan rata-rata
terbesar.
n

x x
1
Median membagi data tersusun menjadi dua SR = i
n i =1
bagian sama banyak.

99
9. Ragam atau variansi c. Kuartil (Qn)
n 2

x x
1
S2 =
n
f f
i
n i =1 kn
Qn = tb + p 4 , dimana n = 1, 2, 3
fQn
10. Simpangan baku

n 2

x x
1
S= S =
2
i
Keterangan:
n i =1
Untuk n = 2, berarti rumus Q2 = median
tb = tepi bawah kelas kuartil ke-n (Qn)
p = panjang interval kelas
C. Rumus Untuk Data
Kelompok f = jumlah frekuensi
fkn = frekuensi kumulatif sebelum kelas Qn
a. Mean atau Rataan Hitung fQn = frekuensi kelas Qn
n

fd i i

D. Perubahan Data
x = xs + i =1
n

f i
i =1
Jika terjadi perubahan pada data tunggal dengan
Keterangan: nilai perubahan sama untuk setiap data maka
x s = rataan sementara (nilai dari salah satu perubahannya adalah:
titik tengah interval kelas) Setiap nilai data di:
Statistik
xi = titik tengah interval kelas data ke-i Tambah p Kurangi p Kali p Bagi P

di = xi x s x x' = x + p x' = x p x' = p x x' = x :p


xi = frekuensi kelas ke-i M0 M0' = M0' = M0 p M0' = p M0 '= M0 : p
M0+ p M0
b. Modus (Mo) Q Q' = Q + p Q' = Q p Q' = Q' = Q : p
pQ
d1 J J' = J J' = J J' = p.J J' = J : p
Mo = tb + p
1 + d2
d SR SR' = SR SR' = SR SR' = SR' = SR : p
p.SR
Di mana: Qd Qd' =Qd Qd' =Qd Qd' Qd' = Qd
=p.Qd :p
d1 = f0 f1
S S' = S S' = S S' = p.S S' = S : p
d2 = f0 f+1
Keterangan:
Keterangan:
tb = tepi bawah kelas modus data
x : rata-rata
p = panjang interval kelas Mo : modus
f1 = frekuensi kelas data sebelum kelas modus Q : kuartil
fo = frekuensi kelas modus J : jangkauan
f+1 = frekuensi kelas data setelah kelas modus SR : simpangan rata-rata
Qd : simpangan kuartil
S : simpangan baku

100
Bab 10
Peluang

A. Kaidah Pencacahan Jawab:


4!
P34 =
a. Aturan Pengisian Tempat (4 3)! = 24 cara
Jika suatu kejadian dapat terjadi dalam p
cara berlainan dan kejadian berikutnya dapat Jenis-jenis permutasi, antara lain:
terjadi dalam q cara berlainan maka kedua 1. Permutasi yang memuat beberapa unsur
kejadian tersebut dapat terjadi dalam (p x q) yang sama
cara. Jika ada beberapa susunan n unsur
dengan n1 unsur sama, n2 unsur sama,
b. Notasi Faktorial dan seterusnya maka:
Perkalian bilangan asli yang pertama disebut
faktorial (!). n!
P= cara
n1 ! n2 ! ....
n! dibaca n faktorial

n! = n (n 1) (n 3) ......3 2 1 2. Permutasi siklis (melingar)


Jika tersedia n unsur yang berbeda maka
banyaknya permutasi siklis dari n unsur
Contoh:
tersebut adalah:
4! = 4 x 3 x 2 x 1 = 24
1! = 1 P(siklis) = (n 1)! cara
0! = 1

c. Permutasi
Banyak permutasi (susunan yang B. Kombinasi (C)
memerhatikan urutan) k unsur dari n unsur
adalah: Banyak kombinasi (susunan acak) k unsur dari n
unsur yang tersedia adalah:

n!
P(n,k) = = , dimana n k
(n k)! n!
C(n,k) = Cnk = dimana n k
(n k)!k!

Contoh:
Ada berapa cara 4 orang duduk berjajar
pada tiga kursi yang disediakan?

101
C. Teorema Binomial Newton E. Peluang Kejadian Majemuk
a. Peluang Gabungan Dua Kejadian
(a + b) = C(n,0)a + C(n,1)a b +
n n n 1
Misalkan, A dan B adalah dua kejadian yang
terdapat dalam ruang sampel S maka peluang
C(n,2)an 2b2 + ... + C(n,n)bn gabungan dua kejadiannya dituliskan sebagai
berikut:
Contoh:
P(A B) = P(A) + P(B) P(A B)
(x + y)4 = 1.x 4 + 4x 3 y + 6x 2 y 2 + 4xy 3 + 1.y 4

Keterangan:
D. Peluang Suatu Kejadian P(A) = peluang kejadian A
P(B) = peluang kejadian B
a. Menghitung Peluang Suatu Kejadian P(A B ) = peluang kejadian A atau B
Peluang suatu kejadian A dirumuskan sebagai P(A B ) = peluang kejadian A dan B
berikut:
b. Peluang Gabungan Dua Kejadian yang
Saling Lepas
k n(A)
P(A) = = Peluang dua kejadian A dan B yang saling
s n(S)
lepas dituliskan sebagai berikut:

Keterangan:
P(A B ) = P(A) + P(B)
k = hasil kejadian A
s = seluruh hasil yang mungkin terjadi
n(A) = banyak anggota himpunan A c. Peluang Gabungan Dua Kejadian yang
n(S) = b anyak anggota himpunan ruang Saling Bebas
sampel Kejadian A dan B disebut saling bebas jika dan
n = banyaknya percobaan hanya jika:
P(A) = peluang kejadian A
P(A B ) = P(A).P(B)
b. Kisaran Nilai Peluang
Nilai peluang berkisar antara 0 P(A) 1.
d. Peluang Komplemen Suatu Kejadian
Untuk P(A) = 1, artinya kejadian A pasti terjadi,
sedangkan P(A) = 0, artinya kejadian A tidak Jika diketahui kejadian A maka komplemen
mungkin terjadi. kejadian A dinotasikan dengan Ac dan peluang
dari Ac ditulis P(Ac) dan dirumuskan sebagai
c. Frekuensi Harapan Kejadian a (fh(a)) berikut:

P(Ac) = 1 P(A)
fh(a) = P(A) x N

Keterangan:
Keterangan: P(Ac) = peluang kejadian komplemen A
fh(a) = frekuensi harapan kejadian a P(A) = peluang kejadian A
N = banyak percobaan
P(A) = peluang kejadian A

102
e. Kejadian Bersyarat
Peluang munculnya kejadian A dengan syarat
kejadian B muncul adalah:

P(A B)
P AB = atau
P(B)

P(A B) = P(B) P A B dengan P(B) 0.

Analog dengan rumus di atas diperoleh:


P(A B)
P BA = atau
P(A)

P(A B) = P(A) P B A dengan P(A) 0.

Keterangan:
P A B = peluang kejadian A setelah
kejadian B
P(A B) = peluang kejadian A dan B
P(A) = peluang kejadian A
P(B) = peluang kejadian B

103
Bab 11
Lingkaran

A. Persamaan Lingkaran 4. Bentuk umum persamaan lingkaran adalah x2


1 1
+ y2 + Ax + By + C = 0 berpusat di A, B
1. Persamaan lingkaran yang berpusat di O (0, 2 2

0) dengan jari-jari r adalah: dengan jari-jari:

2 2
y 1 1
x 2
+ y2 = r2 r= A + B C
2 2

r
o x B. Jari-Jari Lingkaran

Untuk memperjelas pengertian lingkaran perhati
2. Persamaan lingkaran yang berpusat di (a, b) kan gambar di bawah ini:
dengan jari-jari r adalah: y
P (a . b)
(x _ a)2 + (y _ b)2 = r2 I
y r
x
r
(a,b)
r
II
P (a . b)
x

3. Persamaan lingkaran yang berpusat di (a, b) y


menyinggung garis mx + ny + p = 0 Garis Px + Qy + R = 0

Y r III
(a,b)
Garis mx + ny + p = 0

r x
(a , b)

X
(I) Lingkaran I:
Menyinggung sumbu x maka r = b
(x a)2 + (y b)2 = r2 dengan r = am + bn + p
(II) Lingkaran II:
m2 + n2
Menyinggung sumbu y maka r = a

104
(III) Jika lingkaran berpusat di (a,b) Contoh:
Menyinggung garis Px + Qy + R = 0 maka Garis : y = mx + n... (1)
Lingkaran : x2 + y2 + Ax + Bx + C = 0... (2)
Persamaan (1) disubstitusikan ke
P.a + Q.b + R persamaan (2) diperoleh:
r=
P 2 + Q2 x2 + (mx + n)2 + Ax + B(mx + n) + C = 0
(1+ m2)x2 + (2mn + a + mB)x + (n2 + Bn +
C) = 0... (3)
Persamaan (3) adalah persamaan kuadrat
C. Kedudukan Titik Terhadap
sehingga hubungan garis dan lingkaran
Lingkaran dapat ditentukan nilai diskriminannya (D),
Jika persamaan lingkaran adalah x2 + y2 + Ax + By + yaitu:
C = 0 maka kuasa titik P(x1, y1) terhadap lingkaran D = (2mn + a + mB)2 4(1 + m2)(n2 + Bn + C)
adalah:
Kedudukan garis terhadap lingkaran
ditentukan sebagai berikut:
K = x12 + y12 + Ax1 + By1 + C
1. Garis memotong lingkaran di dua titik
berlainan apabila nilai diskriminannya lebih
1. Titik P (x1, y1) terletak di luar lingkaran maka dari nol (D > 0).
K > 0. y
2. Titik P (x1, y1) terletak pada lingkaran maka K
= 0.
3. Titik P (x1, y1) terletak di dalam lingkaran maka
K < 0.
x
2. Garis menyinggung lingkaran/memotong di
D. Kedudukan Garis Terhadap satu titik apabila diskriminan hasil substitusi
bernilai nol (D = 0).
Lingkaran
Jarak garis ax + by + c = 0 ke pusat ling-karan
Kedudukan garis ax + by + c = 0 terhadap P (x1, y1) dirumuskan dengan:
persamaan lingkaran:
x + y = r
2 2 2
ax1 + by1 + c
(x a)2 + (y b)2 = r2 a2 b2
x2 + y2 + Ax + By + C = 0
y
ax + by + c = 0
Ditentukan sebagai berikut:
1. Nyatakan x dalam y atau y dalam x dari d
persamaan garis ax + by + c = 0. P(x1,y1)

2. Substitusikan x atau y ke persamaan lingkaran


sehingga diperoleh persamaan kuadrat dalam x
x atau y.
3. Tentukan diskriminan D dari persamaan
kuadrat tersebut.

105
3. Garis tidak memotong lingkaran maka 2. Jika persamaan lingkaran
diskriminan substitusi kurang dari nol 0 (D < 0). (x a)2 + (y b)2 = r 2 maka persamaan

y garis singgungnya adalah:


(x a)(x1 a) + (y b)(y1 b) = r 2

3. Jika persamaan lingkaran

x 2 + y 2 + Ax + By + C =0maka
x
persamaan garis singgungnya adalah:
x + x1 y + y1
E. Persamaan Garis Singgung xx1 + yy1 + A + B +C = 0
2 2
Lingkaran Melalui Sebuah
b. Persamaan Garis Singgung dengan Gradien
Titik pada Lingkaran m pada Lingkaran
a. Persamaan Garis Singgung di Titik (x1, y1) 1. x 2 + y 2 = r 2 adalah y = mx r m2 + 1
pada Lingkaran 2. (x a)2 + (y b)2 = r 2 adalah:
1. Jika persamaan lingkaran x 2 + y 2 = r 2
y b = m(x a) r m2 + 1
maka persamaan garis singgungnya
adalah xx1 + yy1 = r 2 3. x 2 + y 2 + Ax + By + C = 0 adalah:


y+
1
2
1
B = m(x + A) r
2
( m2 + 1 )

106
Bab 12
Suku Banyak (Polinomial)

A. Pengertian dan Bentuk Suku x 2 3x 4 polinom yang dibagi {f(x)}


Banyak x5
x + 2 x 2 3x 4
x 2 + 2x
f(x) = an x + an 1x
n n 1
+ an 2 x n2
+ .... 5x 4
+a2 x 2 + a1x1 + a0 5x 10
6
Bentuk di atas dinamakan suku banyak Jadi, x 5 adalah hasil bagi {h(x)} dan 6 adalah
(polinom) berderajat n, bervariabel x, dan n sisa pembagian {s(x)}
bilangan cacah. Cara 2: Metode sintetik Horner
Derajat polinom ditentukan pangkat tertinggi (n). Koefesien suku-suku dituliskan sebagai berikut:
an, an 1,..., an 2 disebut koefisien dari xn, xn
koefisien-koefisien f(x)
1
,..., xn 2 1 3 4
x = 2
Contoh: P(x) _2 10
x
f(x) = x 7x + 4x 6 merupakan polinom
3 2 +
1 5 6
berderajat 3 dengan:
koefisien h(x) s(x)
Koefisien x3 adalah 1
Koefisien x2 adalah 7 Langkah-langkah:
Koefisien x adalah 4 1. Menuliskan koefisien xn dari suku banyak,
Suku tetapnya adalah 6 yaitu 1, 3, dan 4.
2. Menjumlahkan koefisien dimulai dari
B. Pembagian Suku Banyak koefisien paling kiri ke bawah (hasilnya 1).
3. Melakukan operasi pada tanda panah,
Jika suatu suku banyak dibagi dengan suku banyak
artinya 1 x (2) = 2 dan jumlahkan ke
lain yang lebih rendah derajatnya atau sama
bawah lagi.
derajatnya akan memberikan sisa pembagian. Jika
sisa pembagian 0, berarti suku banyak pembaginya 4. Mengulang langkah ke-3 pada koefisien
adalah faktor dari suku banyak yang dibagi. berikutnya.
5. Maka x 5 adalah hasil pembagian {h(x)}
Contoh: dan 6 adalah sisa pembagian {s(x)}.
Berapakah hasil x2 3x 4 dibagi x + 2?
Cara 1: Pembagian biasa
x + 2 polinom pembagi {P(x)}

107
C. Teorema Sisa 1. Nilai x yang memenuhi f (x) = 0 adalah akar-
akar atau penyelesaian dari suku banyak
tersebut.
Jika suatu suku banyak f(x) dibagi P(x) akan 2. Untuk mencari akar-akar suku banyak dapat
diperoleh hasil bagi H(x) dan sisa S(x) dapat digunakan cara, yaitu:
dirumuskan sebagai berikut:
Cara faktorisasi (derajat 2)
Cara Horner (derajat 3 atau lebih)
f(x) = P(x).H(x) + S(x)
a. Fungsi Berderajat Dua
Sehingga jika suku banyak f(x) dibagi (x n)
ax 2 + bx + c = 0
maka nilai sisanya S(n) sama dengan nilai f(n).
Jika f (x) suku banyak dibagi dengan a(x x1 )(x x 2 ) = 0
b
(ax + b) maka sisanya adalah f . b
a x1 + x 2 =
a
Jika f(x) suku banyak dibagi oleh ax2 + bx
c
+ c maka sisanya px + q. x1 x 2 =
a
Jika f(x) suku banyak dibagi oleh (x a)
b. Fungsi Berderajat Tiga
(x b) maka sisanya dapat dicari dengan
rumus:
ax 3 + bx 2 + cx + d = 0

(x a) (x b)
Sisa =
a(x x1 )(x x 2 )(x x3 ) = 0
f(b) + f(a)
(b a) (a b)

b
x1 + x 2 + x 3 =
a
D. Teorema Faktor
c
x1x 2 + x1x 3 + x 2 x 3 =
a
Jika suku banyak dibagi oleh bentuk faktornya
maka sisa pembagiannya adalah nol. d
x1 x 2 x 3 =
Sehingga, jika suku banyak f(x) dibagi (x n), a
di mana (x n) adalah faktor dari f(x) maka c. Fungsi Berderajat Empat
nilai sisanya sama dengan nilai f(n) = 0.
ax + bx + cx + dx + e = 0
4 3 2
Jika pada suku banyak f(x) berlaku f(a) = 0 dan
f(b) = 0 maka f(x) habis dibagi (x a). (x b). a(x x1 )(x x 2 )(x x 3 )(x x 4 ) = 0
Jika (x n) adalah faktor dari f(x) maka x = n
b
adalah akar dari f(x). x1 + x 2 + x 3 + x 4 =
a
c
x1x 2 + x1x 3 + x1x 4 + x 2 x 3 + x 2 x 4 + x 3 x 4 =
E. Akar-Akar Suku Banyak a
d
x1x 2 x 3 + x1x 3 x 4 + x 2 x 3 x 4 + x1.x2.x4 =
a
Perhatikan suku banyak berderajat n di
e
bawah ini: x1 x 2 x 3 x 4 =
a

an xn + an 1xn 1 + an 2 xn 2 +

.... + a2 x 2 + a1x1 + a0 = 0

108
Bab 13
Fungsi Komposisi
dan Invers
A. Definisi Fungsi Notasi komposisi fungsi sebagai berikut:
A B g C
f
Fungsi f atau pemetaan f dari himpunan A ke
himpunan B adalah suatu relasi khusus yang x y z
memasangkan setiap elemen dari himpunan A
(domain) dengan tepat pada satu elemen dari h
himpunan B (kodomain). x A, y B, dan z C

f(x) = y, g(y) = z, dan h(x) = z

B. Domain dan Range Fungsi h(x) = g(f(x)) = g f(x)

g f(x) dibaca Komposisi fungsi f dilanjutkan


Daerah asal (domain) fungsi y = f (x) adalah dengan fungsi g.
nilai-nilai x supaya y = f (x) ada nilainya
(terdefinisi).
Anggota x disebut domain (daerah asal) dan D. Sifat Komposisi Fungsi
y disebut range (daerah hasil). Jika f, g, dan h suatu fungsi maka berlaku:
Syarat domain agar fungsi di bawah ini 1. g f f g
terdefinisi adalah: 2. f I = I f = f, I(x) = x fungsi identitas
1. y = f(x) syaratnya: f(x) 0 3. ( f g) h = f ( g h )
f(x)
2. y = syaratnya: g(x) 0
g(x)

3. y = a logb syaratnya a > 0 dan a 1, b > 0


E. Fungsi Invers

f(x) f(x) A B
4. y = syaratnya 0 f
g(x) g(x)

dan g(x) 0 x y
f1

1. Jika x anggota A (x A) dan y anggota B (y B)


C. Komposisi Fungsi maka:
Komposisi fungsi adalah pemetaan dua fungsi Fungsi f: A B, sedangkan invers fungsi f
(lebih) secara berturutan. ditulis f 1 : B A.

109
2. Jika f(x) = y maka f 1 (y) = x
3. Fungsi f mempunyai fungsi invers jika f
korespondensi (berpasangan) satu-satu.
4. Sifat fungsi invers:
f f 1 = f 1 f = I = x
(g f )1 = f 1 g1

Rumus Ringkas Beberapa Fungsi Invers:

x b
1. f(x) = ax + b f-1(x) =
a
1
2. f(x) = x b f-1(x) = ( x + b ) a
a
x2 b
3. f(x) = ax + b f-1(x) =
a
ax + b dx + b
4. f(x) = f1(x) =
cx + d cx a
x+b
5. f(x) = ax 2 b f-1(x) =
a
6. f(x) = ax2 + bx + c

b 4ax + D
f-1(x) =
2a
1
7. f(x) = a log nx f1(x) = .a x
n

8. f(x) = anx f1(x) = 1 . a log x


n

110
Bab 14
Limit Fungsi

A. Pengertian Limit 1. Jika nilai f (a) tertentu, yaitu:

Limit suatu fungsi f(x) untuk x mendekati a adalah k, c , c , k , dan k


L, ditulis: a a

lim f(x) = L
x a c
2. Jika f (a) adalah nilai tak tentu, yaitu: ,
a

L adalah nilai pendekatan suatu fungsi untuk x , dan maka f(x) harus diubah ke

disekitar a. dalam bentuk tertentu.

b. Mengubah Bentuk Tak Tentu Menjadi
B. Teorema Limit Bentuk Tertentu
1. Bentuk tak tentu:
1. limb = b , b adalah konstanta
xa
0
2. lim (bx + c ) = ab + c lim f(x) =
x a x a
0
3. lim{f(x) g(x)} = lim f(x) lim g(x)
x a x a x a
Dapat diselesaikan dengan tiga cara,
4. lim{f(x) g(x)} = lim f(x) lim g(x)
x a x a x a
yaitu:
5. lim c f(x) = c lim f(x)
x a x a q Faktorisasi
1 q Kali sekawan (jika bentuk akar)
6. Jika lim = L maka:
g(x)
x a
q Dalil LHospital (turunan limit)
1
lim g(x) = . Syarat: L 0
x a L
lim f ( x ) = lim f ' ( x )
f(x) lim f(x) x a x a
7. lim = x a , dengan g(x) 0
x a g(x) lim g(x)
x a

2. Bentuk tak tentu:


Jika f(x) dan g(x) suatu suku banyak maka
f(x) f(a)
lim = dengan g(a) 0.
x a g(x) g(a) lim f ( x ) =
x a

C. Penyelesaian Limit Dapat diselesaikan dengan dua cara, yaitu:


q Membagi pembilang dan penyebut
a. Penyelesaian Umum Limit Fungsi
dengan x pangkat tertinggi.
Penyelesaian umum limit fungsi lim f(x)
x a
adalah sebagai berikut:
111
q Rumus: Rumus limit fungsi trigonometri adalah:

tan x
m > n,hasiln ya = 1. lim sinx = 1 7. lim =1
x0 x x 0 x
axm + d a
lim m = n,hasiln ya = x
x bx n + c b x
2. lim = 1 8. lim =1
m < n,hasiln ya = 0 x0 sinx x 0 tan x

ax a sinbx b
3. lim = 9. lim =
x0 sinbx b x0 ax a
3. Bentuk tak tentu:
ax a tan bx b
4. lim = 10. lim =
lim f ( x ) =
x 0 tan bx b x 0 ax a
x a
tan ax a tan ax a
5. lim = 11. lim =
Pada umumnya berbentuk: x 0 sin bx b x 0 tan bx b
tan ax a sin bx b
6. lim = 12. lim =
lim ax 2 + bx + c px 2 + qx + r x 0 sin bx b x 0 tan ax a
x

Dapat diselesaikan dengan cara, yaitu: Jika terdapat fungsi cos maka diubah terlebih
q Kalikan dengan akar sekawan, dahulu menjadi:
selanjutnya membagi pembilang 1
cos x = 1 2sin2 x atau
dengan penyebut dengan x pangkat 2

tertinggi. cos2 x = 1 sin2 x


q Gunakan konsep jitu, yaitu:
Rumus trigonometri yang sering digunakan
bp untuk menguraikan soal limit, yaitu:
Hasil limitnya = , jika a = p
2 a
Hasil limitnya = , jika a < p 1. sin2 x + cos2 x = 1
Hasil limitnya = , jika a > p
2. cos x = sin x
2


3. sin x = cos x
D. Penyelesaian Limit Fungsi 2
Trigonometri 4. sin 2x = 2 sin x cos x
5. 1 cos 2x = 2sin2 x
Untuk limit fungsi trigonometri digunakan 1 1
beberapa cara, yaitu: 6. sin A + sin B = 2sin (A + B)cos (A B)
2 2
1. Rumus dasar limit trigonometri 1 1
7. sin A sin B = 2cos (A + B)sin (A B)
2 2

sinax ax a 8. cos A + cos B = 1 1


lim = lim = 2cos (A + B)cos (A B)
2 2
x 0 bx x 0 sinbx b

tanax ax a 9. cos A cos B = 2sin 1 (A + B)sin 1 (A B)


lim = lim = 2 2
x 0 bx x 0 tanbx b

2. Jika fungsinya mudah diturunkan maka guna


kan dalil L Hospital (turunan limit).

112
Bab 15
Turunan Fungsi

A. Definisi Turunan C. Rumus Turunan Fungsi


Turunan pertama fungsi y terhadap x didefinisikan a. Turunan Fungsi Aljabar
sebagai: f(x) = c f '(x) = 0
f(x) = xn f '(x) = nxn 1
dy f(x + h) f(x) f(x) = ax
n
f '(x) = anxn 1
y' = f ' (x) = = hlim
dx 0 h
1
f(x) = ln x f '(x) =
x
Nilai fungsi turunan f ' untuk x = a adalah
b. Turunan Fungsi Trigonometri
f(a + h) f(a)
f '(a) = lim f(x) = sin x f '(x) = cos x
h0 h
f(x) = cos x f '(x) = sin x
f(x) = tan x f '(x) = sec2 x
B. Sifat-Sifat Turunan Fungsi f(x) = cot x f '(x) = cosec2 x
f(x) = sec x f (x) = sec x tan x
Untuk U = g(x), V = h (x), dan c = konstanta maka
f(x) = cosec x f (x) = cosec xcot x
berlaku:
Untuk U = U (x), dapat dirumuskan menjadi:
y=c y' = 0
f(x) = sin u f '(x) = u' cos u
y = c.V y ' = c.V ' f(x) = cos u f '(x) = u' sin u
f(x) = tan u f '(x) = u' sec2 u
y =U V y ' = U' V ' f(x) = cot u f '(x) = u' cosec2 u
f(x) = sinn u f '(x) = n.sinn 1 u. (u' cos u)
y = U.V y ' = U'.V + U.V '
f(x) = cosn u f '(x)= n.cosn 1 u. (u' sin u)
U U'.V U.V '
y= y' =
V V2 D. Aplikasi Turunan
y = Un y ' = n.Un 1.U' a. Menentukan Gradien Garis Singgung Kurva
g


(x1,y1)

f(x)

113
Titik (x 1,y 1) adalah titik singgung garis g 3. Titik belok horizontal
dengan kurva y = f (x). Syarat: f '(x) = 0 dan f ''(x) = 0
Gradien (kemiringan) garis singgung kurva y =
f (x) adalah m = f '(x1) maka persamaan garis d. Menyelesaikan Soal-Soal Terapan
singgungnya: y y1 = m (x x1) Langkah-langkah menentukan maksimum dan
b. Menentukan Interval Fungsi Naik dan minimum dalam soal-soal terapan.
Fungsi Turun 1. Tuliskan rumus apa yang maksimum atau
Fungsi akan naik jika f '(x) > 0 dan fungsi akan minimum dalam soal tersebut.
turun jika f '(x) < 0. 2. Jika rumus maksimum dan minimum
tersebut lebih dari satu variabel maka
c. Menentukan Titik Stasioner
jadikan satu variabel dengan persamaan
Fungsi y = f(x) mengalami stasioner jika f '(x) lain.
= 0 dan terdapat titik-titik stasioner.
3. Tentukan kondisi stasioner fungsi
Jenis-jenis titik stasioner: 4. Jawablah yang ditanyakan soal.
1. Titik balik maksimum
Syarat: f '(x) = 0 dan f ''(x) < 0
2. Titik balik minimum
Syarat: f '(x) = 0 dan f ''(x) > 0

114
Bab 16
Integral

A. Definisi dan Sifat-Sifat B. Integral Fungsi Aljabar dan


Integral eksponen
Integral fungsi merupakan kebalikan dari turunan
(antidifferensial).
1. dx = x + C

1 n+1
f(x)
Differensial
f '(x)
2. xndx =
n +1
x +C

Integral
Jenis-jenis integral, antara lain:
3. axndx = 1 axn+1 + C
n +1

a. Integral tak tentu 4. k dx = kx + c


f '(x) dx = f(x) + c 5.
1
dx = ln x + c
x
b. Integral tertentu ax
a dx = ln a + c
x
6.
b
b
f '(x)dx = f(x)
a
a
= f(b) f(a) 7. e
x
dx = ex + C

Sifat-sifat integral, yaitu:


1. k.f(x)dx = k f(x)dx C. Rumus Integral Tak Tentu
Fungsi Trigonometri

2. {f(x) g(x)} dx = f(x)dx g(x)dx
b a a. Integral dengan Variabel Sudut x dan

3. f(x)dx = f(x)dx
a

b
Sudut ax

4.
a

f(x) dx = 0

1. sin x dx = cos x + C


a
2. cos x dx = sin x + C
b b
5. k f(x) dx = k f(x) dx 1
a

p
a

3. sin ax dx = cos ax + C
a
b b
1
6. f(x) dx + f(x) dx = f(x) dx
a p a

4. cos ax dx = sin ax + C
a


5. sec xdx = tan x + C
b b b 2

7. [ f(x) g(x)] dx = f(x) dx g(x) dx


a a a

115
b. Integral dengan Bentuk Pangkat Contoh:
n
1
1. sinn x cos x dx = 1 sinn +1 x + C (ax + b) dx = a ( ax + b )
n +1
+C
n +1 (n + 1)
2. cosn x sin x dx = 1 cosn +1 x + C 1
n +1 sin(ax + b)dx = a cos(ax + b) + C
3. cosn x dx = cosn 1 x cos x dx, jika n ganjil
1
4. cosn x dx = cosn 1 x cos x dx, jika n ganjil
n

cos(ax + b)dx = a sin(ax + b) + C
5. sin xdx = (sin x)2 dx, jika n genap
n 2
1

sec (ax + b)dx = a tan(ax + b) + C
2

n
6. cos
n
x dx = (cos2 x) dx, jika n genap
2

b. Teknik Parsial

D. Integral Tertentu Teknik parsial biasanya digunakan untuk


mencari integral suatu fungsi yang tidak dapat
dicari menggunakan teknik substitusi.
Integral tertentu adalah integral yang
Jika u = f(x) dan v = g(x) maka berlaku rumus:
memiliki nilai batas-batas tertentu.
Jika f(x) adalah fungsi kontinu dan terdefinisi
pada interval a x b maka integral tertentu u.dv = u.v v.du
f(x) terhadap x dari x = a sampai x = b
dirumuskan oleh:
F. Aplikasi Integral
b

f(x)dx = F(x)
b
a = F(b) F(a) a Menghitung Luas daerah
a
Luas daerah yang dibatasi kurva dan sumbu
Keterangan: x:
F(x) : Hasil integral Y

a : Batas bawah y = f(x) b


b : Batas atas L = f(x) dx

a
X
E. Teknik Integral x=a x=b

Y
a. Teknik Substitusi
x=a x=b
Misalkan, u = g(x) dengan g(x) merupakan X
b b
fungsi yang mempunyai turunan maka:
L = f(x)dx = f(x)dx
a a
y = f(x)
f ( g ( x ) ).g' ( x ) dx
Luas daerah yang dibatasi dua buah kurva
Dapat diubah menjadi: terhadap batas sumbu x:
Y

f(u).du y1 = f1(x)

Jika F(u) adalah anti-urunan dari f(u) maka


dapat dituliskan: y2 = f2(x)

X


f(g(x)).g'(x)dx = f(u)du = F(u) + c x=a x=b

116
b b Volume benda putar terhadap sumbu y
L = (y1 y 2 ) dx = [ f1(x) f2 (x)] dx
Y
a a

Luas daerah yang dibatasi kurva dan sumbu y: x = f(y)

Y b
b
V = ( f(y) ) dx
2

y=d a
d
x = f(y) L = f(y) dy
c a
y=c
X
X

Y
Volume daerah yang dibatasi dua buah kurva
y=d terhadap batas sumbu x:
d d
y
x = f(y) L = f(y)dy = f(y)dy
y=c c c

X
y1= f(x)

b. Menghitung Volume Benda Putar y2= g(x)

a b x
Volume benda putar terhadap sumbu x

Y
b
y = f(x)
V = (y12 y22 )dx
a

x y
a b
X

b
x1= f(y)
b b
V = (f(x))2 dx x2= g(y) V = (x 12 x22 )dy
a a
a

117
Bab 17
Persamaan Garis Lurus
dan Program Linear
A. Persamaan Garis Lurus b. Jika Diketahui Dua Titik (x1, y1) dan (x2, y2)

Bentuk umum persamaan garis lurus: y y1 x x1


=
Bentuk eksplisit : y = m x + c, dengan m adalah y 2 y1 x 2 x1
gradien garis
atau
Bentuk implisit : A x + b y + c = 0
(x 2 x1 )y = (y 2 y1 )x + (x1y 2 x 2 y1 )
b
dengan gradien m =
a

B. Kemiringan Garis Lurus D. Hubungan Dua Garis Lurus


(Gradien) Jika garis a1x + b1y = c1 dan garis a2x + b2y = c2 yang
Gradien (m) adalah ukuran kemiringan suatu garis. a1 a
memilki gradien m1 = dan m2 = 2 terdapat
b1 b2
Pada gambar di bawah ini gradien sama dengan
hubungan sebagai berikut:
tangen a (tan a).
(x2,y2) (i). Dua garis saling sejajar jika:

m1 = m2

a
(ii). Dua garis tegak lurus jika:
x1,y1

y 2 y1 m1 x m2 = 1
Gradien (m) = = tan a
x 2 x1

(iii). Dua garis saling berimpit jika:


C. Menyusun Persamaan Garis
a1 b c
Lurus a2
= 1= 1
b2 c2
a. Jika Diketahui Sebuah Titik (x1, y1) dan
Gradien (m) (iv). Dua garis membentuk sudut a jika:

y y1 = m(x x1) m1 m2
tan a =
1 + m1m2

118
E. Menggambar Kurva Garis a. Menentukan Daerah Penyelesaian

Lurus Daerah penyelesaian masalah program


linear, yaitu suatu model matematika yang
berbentuk pertidaksamaan linear ax + b c
Menghubungkan dua titik koordinat yang terletak atau ax + by c.
pada persamaan garis lurus tersebut. Daerah penyelesaian dapat ditentukan
Contoh: Gambar kurva garis lurus 2x 3y = 12! dengan cara berikut:
Tahap 1 1. Jika ax + by c maka daerah penyelesaian
Tentukan koordinat titik potongnya terhadap berada di sebelah kanan garis, dengan
sumbu-Y dengan cara mensubstitusikan x = 0: syarat: koefisien x positif (a > 0).
2(0) 3y = 12 2. Jika ax + b c maka daerah penyelesaian
_3y = 12
berada di sebelah kiri garis, dengan syarat
y = 4
koefisien x positif (a > 0).
Jadi, koordinat titik potong terhadap sumbu-Y
adalah (0, 4).
kiri ( )
kanan ( )
Tahap 2
Tentukan koordinat titik potongnya terhadap kanan ( ) kiri ( )
sumbu-X dengan cara mensubstitusikan y = 0:
2x 3(0) = 12 kanan/atas ( )
2x = 12 kiri ( ) kanan ( ) kiri/bawah ( )
x = 6
Jadi, koordinat titik potong terhadap sumbu-X b. Menentukan Nilai Optimum
adalah (6,0) Untuk menentukan nilai optimum (maksimum
Jadi, gambar kurvanya adalah: dan minimum) dapat digunakan:
Y Cara 1: Dengan uji titik-titik sudut
(6,0) Langkah-langkah:
X
1. Buat model matematika
2. Gambar grafik daerah penyelesaiannya
(0, 4)
3. Tentukan titik-titik sudut dari grafik
himpunan penyelesaian
4. Substitusikanlah titik-titik tersebut ke
F. Program Linear dalam fungsi sasaran

Program linear adalah suatu metode matematika Cara 2: Dengan menggunakan garis selidik
untuk mencari nilai optimum suatu fungsi Langkah-langkah:
sasaran/objektif dalam bentuk linear pada daerah 1. Buat model matematika
himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan 2. Gambar grafik daerah penyelesaiannya
linear. 3. Membuat persamaan garis selidik
Sistem pertidaksamaan linear menentukan (diambil dari fungsi objektif)
daerah penyelesaian, kemudian titik-titik pojok 4. Titik-titik yang dilalui garis selidik yang
pada daerah penyelesaian tersebut menentukan paling kanan atau yang paling kiri
nilai optimum dari suatu fungsi sasaran. merupakan penyelesaian optimum

119
Bab 18
Matriks

A. Definisi Matriks d. Matriks Identitas


Matriks identitas adalah matriks yang memiliki
Matriks adalah susunan bilangan berbentuk elemen diagonal utamanya 1, dan sisanya 0.
persegi panjang yang diatur dalam baris dan
1 0
kolom. Contoh: I = Sifatnya: A x I = 1 x A = A
0 1
Banyaknya baris dan kolom disebut ordo
matriks.
Contoh bentuk matriks:
C. Transpose Matriks
Ordo matriks (baris dan kolom)
Transpose matriks A adalah matriks baru yang
diperoleh dengan cara menukar elemen baris
1 3 5 Baris 1
A2x3 = menjadi elemen kolom, atau sebaliknya.
0 2 4 Baris 2
Jika diketahui sebuah matriks:
Nama matriks a b c
A= maka transpose matriks A
Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 d e f
a d

dituliskan: AT = b e
B. Jenis-Jenis Matriks c f

a. Matriks Persegi
Matriks persegi, yaitu matriks yang memiliki D. Kesamaan Matriks
baris dan kolom yang sama, berordo n x n.
Dua buah matriks dikatakan sama bila memiliki
Contoh:
ordo sama dan elemen yang posisinya seletak
A2 x 2 = 2 1 , ordo matriks 2 x 2.
besarnya sama.
0 1
Contoh:
b. Matriks Baris
Matriks baris adalah matriks yang hanya 2 3 2 3
Jika =
memiliki satu baris dan beberapa kolom. 0 1 0 1

Contoh: A1 x 3 = (3 4 0)
Di mana a = p, b = q, c = r, dan d = s
c. Matriks Kolom
Matriks kolom adalah matriks yang hanya E. Operasi Matriks
memiliki satu kolom.
a. Penjumlahan dan Pengurangan Matriks
1
Contoh: A3 x 1 = 2 , ordo matriks 3 x 1 Dua buah matriks dapat dijumlahkan atau

3 dikurangkan bila ordonya sama dan elemen yang

120
posisinya seletak dapat dijumlah atau dikurangi. Jika B adalah matriks berordo 3 x 3 seperti di
Contoh: bawah ini:
a b m n
Misalkan, A = dan B a b c
c d o p
B = d e f
Maka A B adalah: g h i

(a m) (b n )
A B = Maka determinan B adalah:
(c o) ( d p ) a b c a b
b. Perkalian Matriks B= d e f d e
g h i g h
Perkalian dengan bilangan konstanta dapat
+ + +
dilakukan dengan mengalikan ke setiap
= (aei + bfg + cdh) (ceg + afh + bdi)
elemen matriks tersebut.
Sifat-sifat determinan matriks:
Contoh:
1
a b ka kb 1. A = AT 3. A 1 =
k = A
c d kc kd
2. AB = C A B = C 4. k.A = k n A

Perkalian matriks dengan matriks, syaratnya Di mana, k = konstanta dan n = ordo
kolom matriks A sama dengan baris matriks B. matriks persegi.

A mn Bnp = Cmp G. Invers Matriks


Cara mengalikan: elemen baris pada matriks a. Dua Matriks Saling Invers
pertama dikali dengan elemen kolom pada Dua matriks saling invers terjadi jika A dan
matriks kedua hingga semua elemen terkalikan. B adalah matriks persegi yang berordo
Contoh: sama dan memilki hubungan syarat:
a b m n
A= dan B A . B = B. A = I (I = matriks identitas)
c d o p
Maka A x B adalah: Maka dikatakan A adalah invers B dan B
adalah invers A.
a b m n a.m + b.o a.n + b.p Invers A dinotasikan dengan A1, sedangkan
AxB= =
c d o p c.m + d.o c.n + d.p invers B dinotasikan dengan B-1.
b. Invers Matriks Persegi Berordo 2x2
f. Determinan Matriks Jika diketahui matriks A adalah:

Misalkan, A adalah matriks persegi berordo a b


A=
2 x 2 maka determinan matriks A adalah c d
hasil kali elemen-elemen yang berada pada Maka invers matriks A adalah:
diagonal utama dikurangi hasil kali elemen-
1 d b
elemen yang berada pada diagonal samping. (A 1 ) =
A c a


a b
A =
c d c. Sifat-sifat Invers Matriks
Determinan (A) adalah: 1. A -1A = AA -1 = Identitas (I)
2. ( A -1 ) = A
1
a b
|B| = = ad bc
3. ( AB ) = B1A -1
-1
c d
A = CB1
4. AB = C -1
B = A C
121
Bab 19
Vektor

A. Definisi Vektor 2. Panjang vektor posisi



b adalah:

Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan


( x2 ) + ( y2 )
2 2
b =
arah. Contoh: gaya dan percepatan dalam

bidang fisika. 3. Panjang vektor posisi AB adalah:
Vektor digambarkan dengan garis anak panah.
Contoh: panjang garis (dari A ke B) adalah AB = ( x2 x1 ) + ( y2 y1 )
2 2

besar nilai vektor. Arah panah menunjukkan


arah vektor.
Simbol vektor dituliskan dengan tanda panah
B. Operasi Vektor

di atas ( AB = a ) atau dengan huruf tebal (AB a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan
= a). Jika diketahui terdapat dua buah vektor a
Jika diketahui vektor a dan b pangkalnya dan b maka penjumlahan vektor a dan vektor
melalui titik asal O (0,0) dan memiliki b dapat dilakukan dengan metode sebagai
koordinat di titik A (x1,y1) dan B (x2,y2) maka berikut:
vektor OA atau OB disebut vektor posisi a
atau b. Sedangkan, vektor AB ditentukan
oleh: b

b
A (x1, y1)

b B (x2, y2)
Penjumlahan ( a + b )
b

O (0,0) 1. Metode segitiga



Langkah-langkah penjumlahan ( a + b ):

OA + AB = OB Letakkan pangkal vektor b berimpit

AB = OB OA = b a
dengan ujung vektor a.
(
AB = ( x 2 x1 ) , ( y 2 y1 ) ) Tarik garis dari pangkal vektor a ke ujung
Maka panjang vektor a, b, dan AB vektor b maka vektor R adalah hasil
dirumuskan oleh:
penjumlahan kedua vektor tersebut

1. Panjang vektor posisi a adalah: ( R = a + b ).

( x1 ) + ( y1 )
2 2
a =

122

b 2. Metode jajargenjang

b

R
Langkah-langkah pengurangan ( a b ):
Letakkan pangkal vektor a dan negatif
vektor b saling berimpit.
2. Metode jajargenjang Tarik garis putus-putus sejajar vektor a

Langkah-langkah penjumlahan ( a + b ):
dan negatif vektor b sampai bertemu
Letakkan pangkal vektor a dan b saling
pada satu titik.
berimpit.
Tarik garis dari pangkal kedua vektor
Tarik garis putus-putus sejajar vektor a
sampai titik pertemuan garis putus-
dan b sampai bertemu pada satu titik.
putus tersebut maka vektor R adalah
Tarik garis dari pangkal kedua vektor
hasil pengurangan kedua vektor tersebut
sampai titik pertemuan garis putus-
( R = a b ).
putus tersebut maka vektor R adalah
hasil penjumlahan kedua vektor tersebut

( R = a + b ).
R b

q b

Besar vektor hasil pengurangan secara


b R
geometris:

q b

2 2
ab = a + b 2 a b cos
Besar vektor hasil penjumlahan secara
geometris:
Keterangan:
2 2
ab = a + b 2 a b cos a = panjang vektor a

Keterangan: b = panjang vektor b

a = panjang vektor a q = sudut antara vektor a dan vektor b

b = panjang vektor b
b. Operasi Perkalian Vektor dengan Bilangan
q = sudut antara vektor a dan vektor b Real (Skalar)

Pengurangan ( a b ) 1. Jika m adalah bilangan real dan a adalah
1. Metode segitiga vektor maka hasil kalinya:

Langkah-langkah pengurangan ( a b ):
m a = a + a + a + ....(sebanyak m kali)
Letakkan pangkal negatif vektor b
berimpit dengan ujung vektor a. 2. Jika nilai m adalah bilangan real positif

Tarik garis dari pangkal vektor a ke ujung maka vektor m.a searah dengan vektor a
negatif vektor b maka vektor R adalah 3. Jika nilai m adalah bilangan real negatif

hasil pengurangan kedua vektor tersebut maka vektor m.a berlawanan arah

( R = a b ). dengan vektor a

b c. Sifat Operasi Penjumlahan, Pengurangan,
dan Perkalian dengan Bilangan Real
b
R
1. Sifat komutatif, yaitu:

a + b = b + a
123
2. Sifat asosiatif, yaitu: 2. Pembagian dalam bentuk vektor

( ) ( )
z
a+b +c =a+ b+c m n
A P
B
3. Sifat identitas (vektor nol), yaitu:
b
b b
a + 0 = a O(0,0)
Y

4. Memiliki invers, yaitu vektor lawannya: X




( )
a + a = 0

Jika a , b , dan p adalah vektor posisi dari
titik A, B, dan P dengan perbandingan AP
: PB = m : n.
C. Vektor di Ruang Tiga
Maka:
Dimensi AP

m
=
PB n
a. Vektor Satuan
n (p a) = m (b p)
1. Vektor satuan adalah vektor yang
memiliki besar satu satuan. n p n a = m b mp

2. Jika vektor a berada di ruang tiga dimensi n p + m p = m b +n a

p(n + m) = m b +n a
maka posisinya bisa dituliskan di dalam
m b +n a
koordinat (x,y, dan z). p =
(n + m)

Contoh: a = xi + yj + zk ( ) 3. Pembagian dalam bentuk koordinat
Dimana: Jika titik P (xp, yp , zp) membagi garis AB di
mana A (x1, y1 , z1) dengan perbandingan
i = vektor satuan di sumbu x

j = vektor satuan di sumbu y AP : PB = m : n maka:

k = vektor satuan di sumbu z m x 2 + n x1
x = ,
p m+n
b. Pembagian Ruas Garis dalam Bentuk m y 2 + n y1
yp = ,
Vektor dan Koordinat m+n
m z2 + n z1
zp =
1. Pembagian dalam ruas garis m+n

n
m B D. Perkalian Skalar Dua
P Vektor
A
a. Perkalian Skalar Dua Vektor
Titik P berada di antara titik A dan B dan Perkalian skalar antara vektor a dan b
membagi garis AB dengan perbandingan
dituliskan dengan notasi a.b (dibaca: a dot
AP : PB = m : n b) yang didefinisikan sebagai berikut:
m 1. Jika diketahui dua vektor berbentuk
P
komponen:
B
a1 b1
A n
a = a2 dan b = b2
a b
Titik P membagi garis AB di luar dengan 3 3

perbandingan AP : PB = m : (n)
Maka: a.b = a1 b1 + a2 b2 + a3 b3

124
2. Jika dua vektor membentuk sudut q E. Proyeksi Vektor
maka perkalian skalarnya adalah:

a.b = a b cos Jika vektor a dan b mengapit sudut a dengan

panjang a dan b seperti gambar di bawah ini:

Dengan: a = panjang vektor a

b = panjang vektor b
b
= sudut antara a dan b
Sedangkan sudutnya adalah: a

a.b b b
cos q =
a b
Keterangan:
x1.x 2 + y1.y 2 + z1.z2
= c = vektor proyeksi dari vektor a ke vektor b
x12 + y12 + z12 . x 22 + y 22 + z22
Maka berlaku:

Tanda perkalian skalar: 1. Proyeksi skalar ortogonal vektor a pada

a b > 0 atau positif maka sudut dua vektor vektor b adalah:
lancip
a b
c =
a b < 0 atau positif maka sudut dua vektor b
tumpul

a b = 0 atau maka sudut dua vektor saling 2. Proyeksi skalar ortogonal vektor b pada

tegak lurus vektor a adalah:

a b = a b maka sudut dua vektor berimpit
ba
atau sejajar c =
a

b. Sifat-Sifat Perkalian Skalar Dua Vektor


3. Proyeksi vektor ortogonal vektor a pada

1. Sifat komutatif: a b = b a vektor b adalah:

2. Sifat distributif: a.(b + c) = a.b + a.c
a b
c= 2 b
3. Jika k skalar, a dan b vektor di mana: b
a1 b1

a = a2 dan b = b2 4. Proyeksi vektor ortogonal vektor b pada
a b
3 3 vektor a adalah:
Maka berlaku:
2
a.a = a12 + a22 + a32 = a a b
c= 2 a
2
b.b = b12 + b22 + b32 = b a
2 2
a+b = a + b + 2 a b .cos
2 2
ab = a + b 2 a b .cos

Keterangan:
: Sudut antara vektor a dan vektor b

125
Bab 20
Transformasi Geometri

A. Pengertian Transformasi b. Refleksi (Pencerminan)

Pencerminan Matriks
Transformasi adalah suatu proses pemetaan suatu Pemetaan
Terhadap Transformasi
objek ke objek lain dalam satu bidang. Sumbu X (x, y) (x, y) 1 0

Jika titik A (x,y) ditransformasikan oleh transformasi 0 1
T akan menghasilkan A' (x',y'). Sumbu Y (x, y) (x, y) 1 0

x' a b x 0 1
T
A(x,y) A '(x ',y ') atau =
y' c d y Garis Y = X (x, y) (x, y) 0 1

a b 1 0
Di mana = matriks transformasi
c d Garis X = Y (x, y) (y, x) 0 1

1 0

B. Jenis-jenis Transformasi Titik asal O (x, y) (x, y) 1 0



0 1
a. Translasi (Pergeseran) Garis x = k (x, y) (2kx, y)
Suatu objek P ditranslasikan oleh T maka Garis y = h (x, y) (x,
hasilnya P. 2hy)

P(x,y)
(ba)
P'(x',y') c. Rotasi (Perputaran)

x' x a x = x ' a 1. Rotasi terhadap titik O (0,0)
= +
y' y b y = y ' b
Matriks
Rotasi Pemetaan Transformasi
T(a, b) berarti: (x, y) (y, x)
atau 0 1
2 2
1. Objek digeser sejauh a satuan ke kanan 1 0
(+)/kiri (). (x, y) (y, x)
3 0 1
atau
2. Objek digeser sejauh b satuan ke atas (+)/ 2 2 1 0
bawah ().
(x, y) (x, y) 1 0

0 1

126
a (x, y) (x', y') cos sin C. Komposisi Transformasi
x' = x cos a y
sin cos
sin a a. Komposisi dua translasi berurutan T 1
y' = x sin a y dilanjutkan T2 dapat diganti dengan translasi
cos a tunggal (komposisi kedua translasi).

a c a + c
2. Rotasi terhadap titik (a, b) T = T1 T2 = + =
b d b + d
Jika titik A (x,y) dirotasikan sebesar a
terhadap titik (a,b) berlaku hubungan:
b. K o m p o s i s i d u a r e f l e k s i b e r u r u t a n
x' a cos sin x a
menghasilkan translasi dua kali jarak antara
y' b sin cos y b
dua sumbu. Urutan refleksi menentukan arah
d. Dilatasi (Perkalian atau Pembesaran) translasi.
Misalkan, M1 dan M2 adalah refleksi terhadap
Suatu titik A (x,y) didilatasikan dengan pusat
garis x = a dan x = b maka:
O (0,0) dengan faktor skala k akan mempunyai
bayangan A'(x',y') dapat dituliskan: P ( x,y )
M1 o M2
P' ( 2 ( a b ) + x,y )
P ( x,y )
M M
P' ( 2 ( a b ) + x,y )
1o 2

[O,k ] x' k 0 x
A(x,y) A '(kx,ky) atau =
y' 0 k y
c. Komposisi dua rotasi yang sepusat sebesar
1 dilanjutkan 2 dapat diganti dengan rotasi
Jika titik A (x,y) didilatasikan pada titik P (a,b)
sebesar ( 1 + 2 ) dengan pusat rotasi sama.
dengan faktor skala k maka bayangan A(x,y)
dapat dirumuskan:
D. Luas Bangun Hasil Suatu
x' a k 0 x a
=
y' b 0 k y b Transformasi

Suatu bangun A ditransformasikan dengan


a c
matriks , hasilnya bangun A' maka luas A
b d
= ad bc luas A (luas bayangan = determinan
(M) x Luas semula).

127
Bab 21
Baris dan Deret

A. Notasi Sigma b. Pengertian Deret


Deret adalah penjumlahan suku-suku suatu
Notasi sigma atau digunakan untuk barisan bilangan.
menyatakan operasi penjumlahan bilangan Bentuk umum deret adalah:
berurutan.
Sifat-sifat notasi sigma: Sn = U1 + U2 + U3 + .......+ Un
n n
1. i = p
i =m p =m Keterangan:
n n
Sn = jumlah n suku pertama
2. ki = k i ,
i =m i =m
k = konstanta

a 1 n n
3. ki + ki = ki
i =m i=a i =m
C. Barisan dan Deret
n+a na Aritmetika
4. (i a) = (i + a)
i =m + a i =m a

n n n a. Barisan Aritmetika
5. ai bi = ( ai bi)
i=m i=m i=m
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan
yang mempunyai beda (selisih) yang tetap
untuk setiap dua suku yang berurutan.
B. Pengertian Barisan dan
Bentuk umum barisan aritmetika adalah:
Deret
U1, U2, U3....... Un
a. Pengertian Barisan a, a + b, a + 2b,........., a + (n 1)b
Barisan adalah rangkaian bilangan yang disusun
menurut aturan atau pola tertentu. Pada barisan aritmetika terdapat beberapa
Bentuk umum barisan adalah sebagai berikut: rumusan sebagai berikut:
Rumus beda (b)
U1, U2, U3....... Un
Keterangan: b = Un Un-1
U1 = suku pertama b = U2 U1= U3 U2= U4 U3= U5 U4
U2 = suku kedua
U3 = suku ketiga
Un = suku ke n

128
Rumus mencari suku ke n Contoh:
Deret aritmetika:
Un = a + (n 1) b 3 + 7 + 11 + 15 + 19 + ....
Tentukan jumlah 10 suku pertama?
U1 = a = suku pertama/suku awal
Pembahasan:
U2 = a + b
Perhatikan barisan aritmetika di atas:
U3 = a + 2b
n = 10, a = 3, dan b = 7 3 = 4
U4 = a + 3b
n
U5 = a + 4b Sn = (2a + (n 1).b)
2

10
Contoh: S10 = (2.3 + (10 1).4)
2
Barisan aritmetika: = 5 (6 + 36) = 210
3, 7, 11, 15, 19...
Tentukan suku ke-10?
Pembahasan:
D. Barisan dan Deret Geometri
b = U2 U1 = 7 3 = 4 a. Barisan Geometri
Suku ke 10 adalah: Bentuk umum barisan geometri adalah
Un = a + (n 1) b sebagai berikut:
U10 = 3 + (10 1) .4
= 3 + (9.4) = 3 + 36 = 39 U1, U2, U3 ....... Un
a, ar, ar2, ........ arn1
b. Deret Aritmetika
Pada barisan geometri terdapat beberapa
Bentuk umum deret aritmetika adalah:
rumusan sebagai berikut:
U1 + U2 + U3.+...... +Un Rumus rasio (r)
a + (a + b) + (a + 2b)+......+(a + (n 1)b)
Un U U
Pada deret aritmetika terdapat rumusan r= = 2= 3
Un 1 U1 U2
sebagai berikut:
Rumus mencari jumlah n suku pertama Rumus mencari suku ke n
n n
Sn =
2
( a + Un ) = 2 2a + (n 1) b Un = ar n 1
U1= a, U2 = ar, U3 = ar2
Sn adalah jumlah n suku yang pertama.
Rumus mencari suku tengah
Jika banyak sukunya ganjil maka terdapat suku Contoh:
tengah (Ut): Barisan geometri:
1
2, 6, 18, 54, ...........
Ut = (a + Un )
Tentukan U10 dan rasionya?
2
Rasionya adalah:
Hubungan antara jumlah n suku pertama dan
6 18
suku tengah adalah: r= =
2 6
54
Sn = n Ut = =3
18

129
Maka, suku ke 10 adalah: E. Deret Geometri Tak Hingga
n 1
Un = ar


U10 = 2 310 1 Deret geometri tak hingga adalah deret
geometri yang memiliki jumlah suku sampai
= 2 3 = 39.366
9

tak terhingga.
Contoh:
Deret geometri: Deret geometri tak hingga dibedakan
menjadi:
1 1 1
1+ + + +.....
3 9 27
a. Deret Geometri Divergen
Tentukan jumlah suku ke-5 pertama?
Syarat deret geometri divergen: jika
Rasio deret geometri tersebut adalah:
r < 1 atau r > 1
1
1 Contoh:
R= 3 =
1 3 2 + 6 + 18 + 54 +......+ S =
Karena r < 1 maka jumlah 5 suku
S = jumlah suku-suku sampai tak terhingga

pertamanya adalah:
b. Deret Geometri Konvergen
n
a(1 r ) Syarat deret geometri konvergen: jika
Sn =
1 r 1 < r < 1
1
5
Contoh:
1 1 1 242

3 1 243 243
S5 = = = 1 1 1
1 2 2 1+ + + +..... + 0
1 3 9 27
3 3 3
Maka rumus jumlah suku sampai tak terhingga
242 3 726 363
S5 = = = ( S ) adalah:
243 2 486 243
a
S =
b. Deret Geometri 1 r

Bentuk umum dari deret geometri sebagai Untuk jumlah tak hingga suku-suku bernomor
berikut: ganjil saja adalah:

U1 + U2 + U3.+ ......+ Un S =
a
a + ar + ar2 +...........+ arn-1 1 r2

Rumus mencari jumlah n suku pertama pada Sedangkan, jumlah tak hingga suku-suku
deret geometri: bernomor genap saja adalah:

a(r n 1) ar
Sn = , jika r > 1 S =
r 1 1 r2
a(1 r n )
Sn = , jika r < 1
1 r

130
BIOLOGI

131
Bab 1
Metode Ilmiah dan
Ruang Lingkup Biologi

A. Metode Ilmiah 7. Mamologi Mamalia

Metode ilmiah merupakan langkah-langkah atau 8. Zoologi Dunia hewan


tahap-tahap kerja secara sistematis yang dilaku 9. Botani Dunia tumbuhan
kan oleh para ilmuwan dalam melakukan pene- 10. Sitologi Sel
litian.
11. Histologi Jaringan tubuh
Tahapan-tahapan dalam metode ilmiah, yaitu:
Struktur tubuh bagian da
12. Anatomi
1. Merumuskan masalah lam pada makhluk hidup
2. Melakukan observasi (pengamatan) Fungsi alat tubuh
13. Fisiologi
3. Merumuskan hipotesis organisme
4. Melakukan eksperimen 14. Embriologi Perkembangan embrio
5. Menganalisis data hasil eksperimen Hubungan timbal balik
6. Menarik kesimpulan 15. Ekologi antara makhluk hidup
dengan lingkungannya
B. Ruang Lingkup Biologi 16. Endokrinologi Hormon
17. Organologi Organ
Istilah biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu
Aplikasi penerapan proses
bios (hidup) dan logos (ilmu). Secara istilah, ilmu 18. Bioteknologi
biologi secara terpadu
biologi didefinisikan sebagai ilmu yang mem-
19. Genetika Pewarisan sifat
pelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan
Pengelompokan makhluk
makhluk hidup. 20. Taksonomi
hidup
Ilmu biologi memiliki beberapa cabang ilmu pen- 21. Enzimologi Enzim
getahuan sebagaimana yang terdapat pada tabel
22. Algologi Alga
di bawah ini.
23. Agronomi Tanaman budidaya
Cabang Ilmu 24. Epidemiologi Penularan penyakit
No Bidang yang Dipelajari
Biologi
Perkembangan makhluk
1. Mikrobiologi Mikroorganisme 25. Ontogeni hidup dari zigot menjadi
2. Bakteriologi Bakteri dewasa
Penyakit dan pengaruhnya
3. Virologi Virus 26. Patologi
bagi manusia
4. Ornitologi Burung Sistem kekebalan (imun)
27. Imunologi
tubuh
5. Entomologi Serangga
Molusca (keong, cumi-
6. Mikologi Jamur 28. Malakologi
cumi, dan lain-lain)

132
C. Objek Kajian Biologi 6. Objek tingkat individu
Kumpulan dari beberapa sistem organ den-
Biologi sebagai ilmu pengetahuan, memiliki gan fungsi tertentu akan membentuk suatu
beberapa objek kajian yang meliputi manusia, individu.
hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, baik
Contoh: manusia, hewan, dan tumbuhan.
yang terlihat oleh mata telanjang maupun
dengan bantuan alat (mikroskop). 7. Objek tingkat populasi
Populasi didefinisikan sebagai kumpulan in-
Tingkatan organisasi dalam kehidupan, yaitu:
dividu yang sejenis yang menempati suatu
Sel - Jaringan - Organ - Sistem organ - daerah tertentu dan dalam waktu tertentu.
Individu - Populasi - Komunitas - Contoh: sekelompok burung merpati, dan
Ekosistem - Bioma rimbunan pohon cemara.
8. Objek tingkat komunitas
Objek yang menjadi kajian ilmu biologi dibagi Komunitas adalah kumpulan beberapa popu-
menjadi beberapa tingkat, yaitu: lasi yang menempati suatu daerah tertentu.
1. Objek tingkat molekul Contoh: dalam suatu kebun terdapat pop-
Beberapa molekul yang dikaji pada ilmu ulasi lebah, populasi pohon rambutan, dan
biologi, yaitu protein, karbohidrat, lipid (le- populasi burung pipit.
mak), dan asam nukleat. 9. Objek tingkat ekosistem
2. Objek tingkat sel Ekosistem merupakan kesatuan antara
Sel adalah unit struktural dan fungsional ter- komunitas dengan lingkungan tempat
kecil dari makhluk hidup. hidupnya, serta hubungan timbal balik yang
ada di dalamnya.
3. Objek tingkat jaringan
Contoh: ekosistem hutan, ekosistem pantai,
Jaringan terbentuk dari kumpulan sel-sel
dan ekosistem danau.
yang memiliki fungsi dan bentuk yang sama.
Contoh: (jaringan pada tumbuhan) jaringan 10. Objek tingkat Bioma
parenkim, jaringan bunga karang, dan jarin- Bioma didefinisikan sebagai kumpulan berb-
gan pengangkut. agai ekosistem yang membentuk kesatuan
Contoh: (jaringan pada hewan) jaringan ekosistem dunia (global).
otot, jaringan epitel, dan lain-lain.
4. Objek tingkat organ
D. Peranan Biologi dalam
Organ terbentuk dari beberapa jaringan
Kehidupan
yang memiliki fungsi tertentu. Beberapa peranan dan pemanfaatan ilmu biologi
Contoh: jantung, hati, dan ginjal pada he- beserta cabang ilmunya dalam kehidupan, yaitu:
wan, serta akar, batang, dan daun pada tum- 1. Penggunaan mikroorganisme untuk industri
buhan. makanan (bioteknologi).
5. Objek tingkat sistem organ Contoh: pembuatan tempe dari kedelai oleh
Sistem organ tersusun atas beberapa organ bakteri Rhizopus sp., dan pembuatan tape
dari singkong atau ketan oleh Saccharomyces
yang saling bekerja dan berinteraksi secara
cereviceae.
sinergis.
Contoh: sistem pencernaan, sistem perna 2. Perkawinan silang pada tumbuhan dapat
menghasilkan produksi buah yang lebih
pasan, sistem peredaran darah, dan sistem
banyak (botani).
gerak.

133
3. Penemuan beberapa vaksin yang dipakai Harold Urey menyatakan Teori Evolusi
untuk menambah kekebalan tubuh terhadap Kimia, yaitu bahwa kehidupan pertama kali
beberapa penyakit (imunologi). diduga terjadi di atmosfer (didukung oleh
Stanley Miller melalui percobaannya).
E. Teori As al-usul Kehidupan Oparin mengemukakan teorinya yang
diberi nama Teori Biologi Evolusi,
a. Teori Abiogenesis menyatakan bahwa kehidupan pertama
Teori abiogenesis merupakan teori yang me- kali diduga terjadi di lautan (didukung oleh
nerangkan bahwa makhluk hidup berasal Haldane dalam bukunya yang berjudul
dari benda mati yang penciptaannya terjadi The Origin of Life).
secara spontan.
Pencetus teori ini ialah Aristoteles. Ia men-
F. Evolusi
gatakan bahwa Belatung berasal dari dag- a. Teori-teori Evolusi
ing yang sudah busuk". 1. Teori Lamarck (1809)
Ilmuwan yang mendukung teori ini, yaitu: Mengemukakan bahwa sifat fenotipe
1. Antonie van Leuwenhook (sifat yang dapat terlihat, seperti bentuk
2. John Needham, wajah, warna kulit, dan lain-lain) dapat
Ia mengatakan, Bakteri berasal dari air diperoleh dari lingkungan dan diwariskan
kaldu. secara genetik.
Contoh: jerapah mempunyai leher
b. Teori Biogenesis
yang panjang karena jerapah secara
Teori biogenesis merupakan teori yang men- terus-menerus menjulur ke atas untuk
yatakan bahwa makhluk hidup yang ada saat menggapai makanan.
ini berasal dari makhluk hidup pada masa 2. Teori Weissman
sebelumnya. Mengemukakan bahwa perubahan organ
Pencetus teori ini adalah seorang ilmuwan tubuh yang disebabkan oleh lingkungan
bernama Louis Pasteur, dengan teorinya tidak memengaruhi keturunannya.
Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo Contoh: tikus yang tidak mempunyai ekor
(Kehidupan terjadi berasal dari telur, dan karena ekornya dipotong ternyata tidak
telur berasal dari makhluk hidup). diwariskan pada keturunannya.
Beberapa ilmuwan yang mendukung teori 3. Teori Charles Darwin/Teori Evolusi Darwin
ini, yaitu: (18091882)
1. Fransisco Redy, bereksperimen dengan M e n g e m u k a k a n b a h w a e v o l u s i
media daging. disebabkan oleh proses seleksi alam.
2. Lazzaro Spalanzani, bereksperimen dengan Teori Darwin melalui seleksi alam
menggunakan air kaldu. mencakup tiga hal, yaitu:
Teori biogenesis berhasil menumbang kan Seleksi alam terjadi karena adanya
teori sebelumnya, yaitu abiogenesis den- keberhasilan pada reproduksi
gan dilakukannya percobaan Air Kaldu dan organisme.
Tabung Leher Angsa oleh Louis Pasteur. Seleksi alam terbentuk dari interaksi
c. Teori Neoabiogenesis antara lingkungan dengan variasi
yang dimiliki oleh organisme.
Teori ini menerangkan bahwa kehidupan
pertama kali berasal dari senyawa organik. Produk seleksi alam merupakan
Teori ini timbul dari dua orang ilmuwan, adaptasi organisme terhadap
yaitu Harold Urey dan Oparin. lingkungannya.
134
b. Bukti Adanya Evolusi e. Hukum Hardy-Weinberg
1. Fakta langsung adanya evolusi Menyatakan bahwa frekuensi alel dan genotipe
Adanya variasi di antara makhluk suatu populasi selalu konstan dari generasi ke
hidup. generasi dengan kondisi tertentu, yang meliputi:
Adanya fosil. 1. Ukuran populasi cukup besar.
2. Fakta tidak langsung adanya evolusi 2. Populasi terisolasi.
Homolog (kesamaan) pola perkem 3. Jumlah mutasi gen dalam alel seimbang.
bangan embriologi. 4. Perkawinan acak.
A d a n y a k a j i a n b i o g e o g r a f i 5. Kemampuan reproduksi antar-individu sama.
(penyebaran makhluk hidup) dan Persamaan Hardy-Weinberg
palaeontologi (asal-usul makhluk Karena hanya ada dua alel, kombinasi frekuensi
hidup). keseluruhan adalah:
c. Proses Terbentuknya Spesies Baru (p + q) = 1
1. Isolasi geografi: apabila batas wilayah
tidak dilewati, populasi tidak akan Kombinasi alel yang muncul secara acak, yaitu:
bertemu dengan populasi lain sehingga
P2 + 2pq + q2 = 1
perkawinan secara alamiah tidak akan
AA + 2Aa + aa = 1
terjadi.
2. Isolasi reproduksi: menyangkut ada p = frekuensi alel dominan di dalam populasi.
nya keberhasilan suatu pembuahan q = frekuensi alel resesif di dalam populasi.
dan keberhasilan organisme baru
pascapembuahan.
d. Syarat Terjadinya Evolusi
1. Adanya perubahan lingkungan.
2. Adanya relung (tempat hidup dan interaksi
suatu organisme) yang kosong.
3. Adanya keanekaragaman suatu kelompok
organisme.

135
Bab 2
Keanekaragaman Hayati
dan Klasifikasi

A. Keanekaragaman Hayati b. Pelestarian Keanekaragaman Hayati


Pelestarian terhadap keanekaragaman
Keanekaragaman hayati didefinisikan sebagai hayati di Indonesia digolongkan menjadi
keragaman makhluk hidup dalam hal variasi gen, dua, yaitu:
jenis, dan ekosistem dalam suatu lingkungan. 1. Pelestarian in situ, yaitu usaha pelestarian
a. Jenis Keanekaragaman Hayati terhadap makhluk hidup yang dilakukan di
Keanekaragaman hayati terbagi menjadi habitat aslinya.
tiga tingkatan, yaitu: Contoh: cagar alam, taman nasional, dan
hutan lindung.
1. Keanekaragaman tingkat gen, yaitu
2. Pelestarian eks situ, yaitu usaha pelestarian
keanekaragaman yang terjadi sebagai
yang dilakukan dengan memindahkan
akibat dari variasi genetik dalam satu
makhluk hidup dari habitat aslinya.
spesies.
Contoh: kebun binatang, kebun botani,
Contoh: Keanekaragama n warna mahko
dan taman safari.
ta bunga pada tanaman mawar, yaitu ada
tanaman mawar merah, putih, kuning, dan
ungu.
B. Klasifikasi Makhluk Hidup
2. Keanekaragaman tingkat jenis (spesies), Klasifikasi merupakan suatu proses peng
yaitu keanekaragaman variasi bentuk dan golongan makhluk hidup secara sistematis
penampakan yang dimiliki oleh spesies menurut aturan tertentu untuk memudahkan
satu dengan yang lainnya dalam suatu kita dalam mempelajari ciri-ciri dan sifat suatu
lingkungan. makhluk hidup.
Contoh: Keanekaragaman jenis pada a. Tujuan dan Manfaat Mempelajari
penampakan buah nangka (Artocarpus Klasifikasi
heterophylus) dan cempedak (Artocarpus Tujuan klasifikasi terhadap makhluk hidup,
cempedens) yang merupakan satu famili. yaitu:
3. Keanekaragaman tingkat ekosistem, 1. Untuk mengelompokkan makhluk hidup
yaitu keanekaragaman yang terjadi sebagai berdasarkan persamaan ciri-ciri yang
akibat adanya interaksi antara makhluk dimiliki.
hidup penyusun suatu daerah dengan 2. Untuk mendeskripsikan ciri-ciri makhluk
lingkungannya. hidup sehingga dapat diketahui perbedaan
Contoh: Ekosistem padang rumput dengan yang dimiliki antara makhluk hidup satu
hutan hujan tropis. dengan makhluk hidup lainnya.

136
3. Untuk mengetahui hubungan kekerabatan 2. Klasifikasi sistem buatan, yaitu klasifikasi
antarmakhluk hidup. yang didasarkan pada ciri morfologi yang
4. Memberi nama makhluk hidup spesies mudah diamati dari makhluk hidup.
baru yang baru diketahui. Contoh: pada klasifikasi tumbuhan terdiri
atas herba, pohon, dan semak.
Berdasarkan tujuan tersebut maka sistem
3. Klasifikasi sistem filogenik, yaitu jenis
klasifikasi pada makhluk hidup memiliki
klasifikasi yang didasarkan pada sejarah
beberapa manfaat, yaitu:
evolusi makhluk hidup dan hubungan
1. Memudahkan kita dalam mempelajari kekerabatan antara takson satu dengan
makhluk hidup yang sangat b eraneka ya n g l a i n nya . C o nto h : h u b u n ga n
ragam. kekerabatan antara orang utan dan gorila.
2. Agar hubungan kekerabatan antarmakhluk
hidup dapat diketahui. e. Sistem Tata Nama Makhluk Hidup
Sistem pemberian nama pada makhluk
b. Dasar-dasar Klasifikasi
hidup yang terdiri atas dua bagian nama
Beberapa hal yang menjadi dasar pada disebut sistem tata nama ganda atau dikenal
sistem klasifikasi makhluk hidup, yaitu: dengan Binomial nomenclature.
1. Berdasarkan persamaan Sistem ini diperkenalkan oleh Carolus
2. Berdasarkan perbedaan Linnaeus (1707-1778). Hierarki taksonomi
3. Berdasarkan ciri morfologi dan anatomi yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus
4. Berdasarkan ciri biokimia tersusun atas takson (tingkatan) dari tingkat
5. Berdasarkan manfaat tinggi ke tingkat rendah, yaitu:

c. Tahapan dalam Klasifikasi Kingdom Divisio (tumbuhan)/Filum


(hewan) Kelas Ordo Familia
Terdapat tiga tahap yang harus dilalui ketika
Genus Spesies
ingin melakukan pengklasifikasian terhadap
makhluk hidup, yaitu: Aturan pada sistem tata nama Binomial
1. Melakukan proses identifikasi dan penga nomenclature, yaitu:
matan terhadap sifat makhluk hidup. 1. Terdiri atas dua kata bahasa latin atau
2. Mengelompokkan makhluk hidup berda dilatinkan.
sarkan ciri-ciri dan sifat yang diamati. 2. Kata pertama diawali dengan huruf besar
3. Memberikan nama pada makhluk merupakan nama genus, kata kedua
hidup jenis baru dengan maksud untuk diawali dengan huruf kecil merupakan
mempermudah dalam pengenalan dan penunjuk spesies (epitheton spesificum).
dapat membedakan dengan makhluk 3. Tulisan harus bercetak miring jika dicetak
hidup lainnya. (ketik komputer) atau digarisbawahi jika
ditulis tangan.
d. Macam-macam Klasifikasi
Contoh: Rhinoceros sondaicus (badak
1. Klasifikasi sistem alami, yaitu klasifikasi
bercula satu) g ketik komputer
yang didasarkan pada sifat morfologi,
Elaeis oleifera (kelapa sawit) g tulis tangan
fisiologi, dan anatomi yang dimiliki oleh
makhluk hidup. Contoh: kambing, sapi dan f. Perkembangan Sistem Klasifikasi
kerbau diklasifikasikan ke dalam golongan 1. Sistem Dua Kingdom (Aristoteles, tahun
hewan berkaki empat (morfologi). 1800). Pengelompokan makhluk hidup

137
dengan sistem ini terdiri atas kingdom 4. Sistem Lima Kingdom (Robert Whittaker,
Plantae (tumbuhan) dan kingdom Animalia tahun 1969). Sistem lima kingdom terdiri
(hewan). atas kingdom Monera, kingdom Protista,
2. Sistem Tiga Kingdom (Ernest Haekel, tahun kingdom Fungi, kingdom Plantae, dan
1866). Sistem tiga kingdom terdiri atas kingdom Animalia.
kingdom Protista, kingdom Plantae, dan 5. Sistem Enam Kingdom (Salomon, tahun
kingdom Animalia. 1999-2002). Sistem enam kingdom terdiri
3. Sistem Empat Kingdom (E. Chatton, tahun atas kingdom Virus, kingdom Protista,
1959). Sistem empat kingdom terdiri atas kingdom Monera, kingdom Fungi, kingdom
Monera, Protista, Plantae, dan Animalia. Plantae, dan kingdom Animalia.

138
Bab 3
Virus

A. Ciri-ciri Virus 2. Kapsomer, yaitu bagian pada virus yang


mengandung sedikit protein dan akan saling
1. Virus memiliki ukuran yang sangat kecil, yaitu bergabung membentuk kapsid.
antara 25300 nm (1 nm = 10-9 m). 3. Sel pembungkus, yaitu bagian yang melapisi
2. Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat DNA atau RNA. Sel ini mengandung lipoprotein
(DNA atau RNA) yang diselubungi oleh kapsid (lipid dan protein) yang merupakan membran
(selubung protein). plasma dan berasal dari sel inang virus.
3. Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak 4. Selubung dan serabut ekor, yaitu bagian
pada sel hidup (parasit intraseluler obligat). yang digunakan oleh virus untuk melekatkan
4. Tubuh virus bukan berupa sel sehingga tidak tubuhnya ke sel inang.
memiliki inti sel, membran plasma, dan
sitoplasma. C. Klasifikasi Virus
5. Tubuh virus memiliki berbagai bentuk
Pengelompokkan jenis virus didasarkan pada
(batang, bulat, silindris, dan bentuk T).
beberapa hal, yaitu:
6. Virus merupakan makhluk metaorganis me,
a. Berdasarkan organisme yang diserang, virus
yaitu bentuk peralihan antara benda mati
tergolong menjadi tiga, yaitu:
(memiliki sifat dapat dikristalkan) dan makhluk
Bakteriofage
hidup (dapat berkembang biak).
Bakteriofage merupakan virus yang
menyerang sel bakteri.
B. Struktur Tubuh Virus Contoh: virus T2, T4, dan T6.
Virus tumbuhan
Kapsid Virus yang menyerang sel tumbuhan,
Kepala yaitu:
DNA 1. Tobacco Mozaic Virus (TMV)
Selubung ekor penyebab mozaik (bercak kuning)
Serabut ekor pada tembakau.
2. Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD)
penyebab penyakit pada jeruk.
Meskipun virus memiliki ukuran dan bentuk
3. Virus tungro penyebab penyakit pada
yang berbeda-beda, tapi struktur tubuhnya
tanaman padi.
sama, yaitu terdiri atas:
Virus hewan
1. Kapsid, yaitu lapisan pembungkus DNA atau
RNA pada virus. Kapsid terdapat pada bagian Virus yang menyerang sel hewan, yaitu:
kepala virus. 1. Polioma penyebab tumor

139
Rous Sarcoma Virus (RSV) penyebab
2. E. Perkembangbiakan Virusirus
kanker pada ayam
3. Rhabdovirus penyebab rabies pada Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi
anjing dan kera. sel inangnya. Proses reproduksi virus terdiri atas
dua tipe, yaitu tipe litik dan lisogenik.
b. Berdasarkan susunan asam nukleat, virus
diklasifikasikan menjadi lima, yaitu: a. Siklus Litik
Pada siklus litik, replikasi genom virus
1. Virus dengan DNA pita tunggal (ssDNA)
Contoh: Parvovirus harus melaku-kan menyebabkan kematian pada sel inang. Virus
infeksi bersama dengan Adenovirus agar yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus litik
bisa tumbuh. (lisis) disebut dengan virus virulen.
2. Virus dengan DNA pita ganda (dsDNA) Siklus litik terdiri atas dua fase, yaitu:
Contoh: Adenovirus, penyebab penyakit 1. Fase adsorbsi, diawali dengan menempelnya
pada saluran pernapasan. ujung ekor virus pada dinding sel bakteri,
kemudian enzim lisozim dikeluarkan untuk
3. Virus dengan RNA pita tunggal (ssRNA
melubangi dinding sel inang.
positif)
2. Fase injeksi (penetrasi), yaitu dimasukkannya
Pada virus ini ssRNA berperan sebagai
DNA atau RNA virus ke dalam isel inang.
mRNA (pembawa pesan kode gen RNA).
Kepala dan ekor virus tetap tertinggal di luar
Contoh: Picorna, yaitu virus yang
sel dan akan terlepas serta tidak berfungsi
menyebabkan penyakit polio.
ketika injeksi DNA telah dilakukan.
4. RNA pita tunggal (ssRNA negatif) 3. Fase sintesis, yaitu DNA virus yang
Pada virus ini ssRNA sebagai cetakan mengandung enzim liso zim akan
mRNA menghancurkan DNA bakteri, kemudian
Contoh: Rhabdovirus penyebab rabies. mereplikasikan diri, melakukan sintesis
5. RNA pita ganda (dsRNA) protein hingga membentuk bagian-bagian
Contoh: Reovirus, penyebab penyakit kapsid, seperti kepala, ekor, dan serabut ekor.
diare. 4. Fase perakitan, yaitu bagian-bagian kapsid
Keterangan: virus yang awalnya terpisah selanjutnya
ss = single stranded/rantai tunggal dirakit menjadi kapsid virus hingga terbentuk
ds = double stranded/rantai ganda. tubuh virus baru.
5. Fase lisis, yaitu hancurnya sel inang (lisis)
D. Bakteriofage dan melepaskan virus-virus baru yang akan
menginfeksi sel inang lainnya, begitu seterusnya.
Bakteriofage merupakan kesatuan biologis
b. Siklus Lisogenik
paling sederhana yang mampu mereplikasi
dirinya (menggandakan diri menjadi lebih Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi
banyak). genom virus tanpa meng hancurkan sel
inang sehingga virus berintegrasi ke dalam
Tubuh bakteriofage tersusun atas kepala,
kromosom bakteri atau sel inang.
ekor, dan serabut ekor. Ekor fage berfungsi
Fase awal yang dilalui oleh siklus lisogenik
sebagai alat penginfeksi ke sel inang. sama dengan siklus litik, yaitu melalui fase
Proses infeksi bakteriofage pada sel bakteri adsorbsi dan fase injeksi. Selanjutnya
juga digunakan oleh virus untuk berkembang melalui fase-fase berikut ini, yaitu:
biak. Proses ini terdiri atas dua tipe, yaitu litik 1. Fase penggabungan, yaitu bergabungnya
(virulen) dan lisogenik. DNA virus dengan DNA bakteri. Dengan
demikian, bakteri yang terinfeksi akan
memiliki DNA virus.

140
2. Fase pembelahan, DNA virus yang dalam sel bakteri. Jadi, jika sel bakteri
bergabung dengan DNA bakteri menjadi bereplikasi maka sekaligus memproduksi
tidak aktif (profage). Dengan demikian, insulin.
jika DNA bakteri bereplikasi maka DNA 3. Pada pembuatan vaksin, misalnya vaksin
virus yang tidak aktif tersebut akan ikut polio, vaksin campak, dan vaksin cacar.
bereplikasi.
4. Untuk membuat zat antitoksin.
3. Fase sintesis, yaitu DNA virus yang telah
aktif akan menghancurkan DNA bakteri b. Virus yang Merugikan
dan memisahkan diri. Selanjutnya, DNA Beberapa virus yang menyebabkan
virus akan mensintesis protein sel inang timbulnya infeksi penyakit dikelompokkan
sekaligus mereplikasikan diri.
menjadi tiga, yaitu:
4. Fase perakitan, yaitu kapsid yang
terbentuk dari protein sel inang dirakit Virus yang menyebabkan penyakit pada
menjadi kapsid virus. Selanjutnya, DNA manusia
virus baru masuk ke dalam kapsid sehingga 1. Virus Avian influenza, penyebab virus
membentuk virus baru. flu burung.
5. Fase lisis, yaitu terjadi lisis pada sel setelah 2. Poliovirus, yaitu virus penyebab
terbentuk bakteri virus baru. Virus-virus penyakit polio.
yang terbentuk kemudian akan menyerang 3. Virus Ebola, yaitu virsu yang
bakteri (sel inang) lain.
menyebabkan penyakit ebola pada
Lisis
manusia.
sel

4. Human Immunodeficiency Virus


Kumpulan virus
hasil perkem-
Kromosom
bakteri
(HIV), penyebab penyakit AIDS.
bangbiakan
dari kromosom
bakteri
Siklus
litik 5. Influenza virus, menyebabkan
Replikasi Injeksi DNA
penyakit flu pada manusia.
virus virus
Virus yang menyebabkan penyakit pada
Penghancuran
kromosom
bakteri oleh
Siklus
DNA virus
bergabung
tumbuhan
lisogenik
DNA virus yang dengan
telah aktif kromosom
bakteri
1. Tobacco Mozaic Virus (TMV), virus
Reproduksi
yang menyebabkan timbulnya
bakteri lisogenik
bercak-bercak mozaik pada daun
Gambar Siklus Reproduksi Virus tembakau.
2. Citrus Leprosis Virus (CLV), virus
F. Peranan Virus dalam yang menyebabkan penyakit pada
tanaman jeruk.
Kehidupan
3. Virus Tungro, virus yang menyebabkan
a. Virus yang Menguntungkan kekerdilan pada tanaman padi.
Terdapat beberapa jenis virus yang dikem Virus yang menyebabkan penyakit pada
bangkan oleh peneliti karena memiliki bebe hewan
rapa manfaat tertentu bagi tubuh, antara lain: 1. Rhabdovirus, virus yang menye
1. Sebagai antibakterial, misalnya pada babkan penyakit rabies pada anjing,
bakteri pengganggu produk pangan yang kucing, dan monyet.
diawetkan. 2. New Castle Disease (NCD) atau virus
2. Untuk pembuatan insulin, misalnya pada tetelo.
virus penyebab kanker dapat dicangkokkan 3. Adenovirus, menyebabkan penyakit
gen-gen penghasil hormon insulin ke
saluran pernapasan pada hewan.
141
Bab 4
Monera

Monera (organisme prokariota) berasal dari Dinding sel tersusun atas hemiselulosa
bahasa Yunani. Monera artinya tunggal. dan senyawa peptidoglikan (protein dan
Ciri-ciri monera: asam amino).
a. Uniselular (bersel satu) 3. Membran sitoplasma, tersusun atas
b. Tidak memiliki membran inti (prokariota) lapisan lipoprotein (fosfolipid dan
Kingdom monera terdiri atas: protein) yang bersifat permeabel
a. Eubacteria (bakteri) dan berperan untuk mengatur keluar
b. Archaebacteria (archae) masuknya zat-zat di dalam sel bakteri.
b. Struktur Bagian dalam Sel
A. Ciri-ciri Bakteri (Eubacteria)
Bagian dalam sel bakteri terdiri atas DNA,
1. Bersel tunggal (uniselular). mesosom, ribosom, plasmid, dan endospora.
2. Inti selnya tidak memiliki membran inti 1. DNA, merupakan materi inti genetik
(prokariotik). sebagai pembawa sifat pada makhluk
3. Ukuran sel berkisar antara 15 mm (1 mm hidup, khususnya bakteri.
= 1/1000 mm). 2. Mesosom, merupakan bagian dari
4. Berkembang biak secara aseksual dengan membran sitoplasma yang mengalami
membelah diri. p e l i p a ta n . M e s o s o m b e r p e ra n
5. Hidup di berbagai lingkungan/habitat. dalam sintesis dinding sel serta pada
6. Beberapa jenis bakteri berperan penting pembelahan nukleus (inti sel).
pada proses penguraian zat-zat organik. 3. Ribosom, merupakan bagian dari
7. Bergerak dengan flagela atau pili. organel sel yang berperan utama dalam
proses sintesis protein di dalam sel.
B. Struktur Bakteri (Eubacteria) 4. Plasmid, berbentuk seperti cincin,
terdapat di dalam sitoplasma, dan
a. Struktur Bagian Luar Sel berfungsi sebagai alat pertahanan sel
Bagian luar sel bakteri terdiri atas kapsul, terhadap lingkungan yang ekstrim.
dinding sel, dan membran plasma. 5. E n d o s p o ra , m e r u p a ka n s p o ra /
1. Kapsul, merupakan bagian paling luar struktur yang berdinding tebal yang
berupa lapisan lendir. Kapsul berfungsi terbentuk saat kondisi lingkungan tidak
sebagai pelindung sel dan dapat menguntungkan bagi bakteri (panas,
digunakan sebagai cadangan makanan. dingin, dan kering). Endospora akan
kembali menjadi sel bakteri saat kondisi
2. Dinding sel, berfungsi untuk melindungi
lingkungan membaik.
dan memberi bentuk pada sel bakteri.

142
c. Flagela c. Berdasarkan Pewarnaan Gram
Flagela merupakan alat gerak bakteri Uji pewarnaan gram yang dilakukan
dengan bentuk seperti rambut dan tersusun terhadap bakteri digunakan untuk
atas senyawa protein yang bernama flagelin. mengetahui perbedaan struktur dinding
Jumlah dan letak flagela dijadikan salah sel. Terdapat dua jenis bakteri berdasarkan
satu dasar penggolongan bakteri. perbedaan pewarnaan gram, yaitu:
d. Pili (Fimbriae) 1. Bakteri gram positif
Pili memiliki bentuk seperti benang filamen Bakteri gram positif memberikan war
dan banyak dimiliki oleh bakteri gram na ungu pada pengecatan gram karena
negatif. Ukurannya lebih kecil, pendek, dan dinding peptidoglikannya tebal.
lebih banyak dari flagela. Pili tidak berfungsi Bakteri gram positif memiliki dinding
sebagai alat gerak melainkan sebagai sel yang lebih sederhana, namun le
gerbang masuknya bahan genetik selama bih tebal dari dinding sel bakteri gram
berlangsungnya proses konjugasi. negatif, yaitu sekitar 2025 nm.
Contoh: Aerococcus, Leuconostoc.
C. Penggolongan Bakteri 2. Bakteri gram negatif
Dinding sel bakteri ini lebih tipis dari
Berikut adalah penggolongan bakteri yang
bakteri gram positif, yaitu sekitar 10
didasarkan pada:
15 nm dengan kandungan peptidoglikan
a. Berdasarkan Letak Flagela pada Sel
yang lebih sedikit, namun memiliki
Bakteri
struktur yang lebih kompleks.
1. Monotrik, yaitu bakteri yang hanya
Bakteri gram negatif memberikan
memiliki satu flagela pada salah satu
pewarnaan merah saat diuji pengecatan
ujung selnya.
gram karena dinding peptidoglikannya
2. Lopotrik, yaitu bakteri yang memiliki
dua atau lebih flagela di salah satu ujung tipis dan selnya dilapisi oleh periplasma
selnya. dan membran luar lipoprotein.
3. Amfitrik, yaitu bakteri yang memiliki dua Umumnya bakteri yang bersifat patogen
atau lebih flagela di kedua ujung selnya. merupakan jenis dari bakteri gram
4. Peritrik, yaitu bakteri yang memiliki negatif.
flagela di seluruh permukaan selnya. Contoh: E. coli, Salmonella typhi,
Enterobacter cloacae, dan Shigella.
b. Berdasarkan Bentuk Tubuh Bakteri
1. Kokus (bulat), yaitu streptokokus d. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen
(bakteri S. thermophillus), diplokokus 1. Bakteri aerob obligat, yaitu kelompok
( b a k t e r i D. p n e u m o n i a e ) , d a n bakteri yang memerlukan gas oksigen
stafilokokus (bakteri S. aureus). dalam proses respirasinya.
2. Basil (batang), yaitu monobasil Contoh: Acitenobacter baumanii
(bakteri E. coli, Salmonella thypi) dan (penyebab infeksi saluran pernapasan).
streptobasil (bakteri Azotobacter dan 2. Bakteri anaerob fakultatif, yaitu bakteri
Bacillus antracis). yang membutuhkan gas oksigen, namun
3. Vibrio (koma), misalnya pada bakteri masih dapat hidup tanpanya.
Vibrio cholerae (penyebab penyakit kolera). Contoh: Escherichia coli (ditemukan
pada usus manusia).
4. Spirilum (spiral), misal pada bakteri
Treponema palidum.

143
3. Bakteri anaerob obligat, yaitu bakteri Saprofit, yaitu bakteri yang memperoleh
yang tidak membutuhkan gas oksigen makanan dari sisa-sisa organisme yang
karena dapat merusak selnya. telah mati, seperti bangkai hewan dan
Contoh: Clostridium tetani (bakteri sampah organik.
penyebab tetanus).
Contoh: E. coli.
4. Bakteri anaerob aerotoleran, yaitu
bakteri yang tidak menggunakan f Pembagian dalam Filum/Divisi
oksigen, namun masih dapat hidup di Bakteri dikelompokkan menjadi lima filum, yaitu:
tempat yang mengandung oksigen.
1. Proteobacteria
Contoh: Lactobacillus bulgaricus dan
Proteobacteria adalah kelompok terbesar
Streptococcus lactis digunakan dalam
bakteri. Proteobacteria sendiri dikelompokkan
industri pembuatan yoghurt dan keju. menjadi bakteri ungu yang bersifat
5. Bakteri mikroaerofilik, yaitu jenis bakteri fotoautotrof, proteobacteria kemoheterotrof,
yang menggunakan oksigen untuk dan proteobacteria kemoautotrof. Contoh:
respirasi, tapi hanya dapat hidup dengan bakteri Escherichia coli.
konsentrasi oksigen yang rendah.
2. Bakteri gram positif
Contoh: Campylobacter fetus (penyebab
aborsi spontan pada hewan ternak). Pada kelompok bakteri gram positif,
beberapa bakteri ada yang dapat melakukan
e. Berdasarkan Cara Hidupnya fotosintesis (fotoautotrof), ada yang
1. Bakteri autotrof, yaitu jenis bakteri yang bersifat kemoheterotrof, dan ada juga yang
dapat mensintesis makanannya sendiri dari membentuk endospora (struktur yang bersifat
zat anorganik menjadi zat organik. Bakteri ini tahan terhadap panas) ketika lingkungan
dibedakan menjadi dua, yaitu: terdapat sedikit makanan. Contoh: bakteri
Bakteri fotoautotrof: sumber energi Bacillus sp. dan Clostridium sp.
untuk proses sintesis makanan berasal 3. Spirochetes
dari cahaya (fotosintesis). Kelompok spirochetes bukan merupakan
Contoh: bakteri sulfur hijau (Chloro kelompok besar, tetapi keberadaannya
bium), bakteri sulfur ungu (Chromatium), dapat memengaruhi kehidupan manusia
dan sianobakteria (Anabaena). karena beberapa jenis bakteri ini dapat
Bakteri kemoautotrof, yaitu bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia.
Contoh: Treponema pallidium (menyebabkan
menggunakan senyawa kimia sebagai
penyakit sifilis).
sumber energi yang dipakai untuk
sintesis senyawa organik. 4. Chlamydias
Contoh: Thiobacillus, bakteri nitrifikasi Kelompok chlamydias merupakan kelompok
(Nitrosomonas dan Nitrobacter). bakteri yang memiliki ukuran paling kecil.
Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit
2. Bakteri heterotrof, yaitu bakteri yang
bagi sel-sel makhluk hidup lainnya. Contoh:
tidak dapat mensintesis makanan sendiri
Chlamydia psittaci (penyebab infeksi mata).
melainkan memanfaatkan bahan organik dari
organisme lain. Bakteri heterotrof dibedakan 5. Cyanobacteria (ganggang hijau-biru)
menjadi dua, yaitu: Merupakan kelompok yang mengandung
beberapa macam pigmen, seperti klorofil
Parasit, yaitu bakteri yang mengambil
(hijau), fikosianin (biru), karotenoid (jingga),
makanan dari organisme lain (inangnya) dan beberapa pigmen tambahan sehingga
sehingga dapat merugikan inangnya. menyebabkan berwarna-warni. Adanya
Contoh: Mycobacterium tuberculosis. pigmen klorofil membuat bakteri ini mampu
untuk melakukan fotosintesis Contoh:

144
Ganggang hijau-biru bersel satu, contoh: mampu melakukan proses nitrifikasi,
Gleocapsa, Chroococcus. yaitu mengubah amonia (NH3) men
Ganggang hijau-biru bentuk koloni, contoh: jadi nitrit (NO 2), sedangkan bakteri
Polycyshis. Nitrobacter mampu mengubah nitrit
Ganggang hijau-biru bentuk benang (filamen), (NO2) menjadi nitrat (NO3). Reaksinya,
contoh: Nostoc, Oscillatoria, Anabaena. yaitu:
Nitrosomonas
2 HNO2 + 2 H2O + energi
D. Reproduksi Bakteri 2 NH3 + 3 O2
Nitrosococcus

2 HNO2 + O2 2 HNO3 + energi


Nitrosococcus
Reproduksi bakteri terjadi melalui dua cara,
yaitu: 3. Bakteri penghasil antibiotik
a Reproduksi aseksual (tak kawin), yaitu
No Bakteri Jenis antibiotik
dengan cara membelah diri secara biner.
1 Streptomyces griseus Streptomisin
b Reproduksi seksual (kawin), terjadi melalui
2 Streptomyces rimosus Terasiklin
tiga cara, yaitu:
Streptomyces
1. Konjugasi, merupakan cara reproduksi 3 Chloramphenicol
venezuelae
dengan memindahkan materi genetik Streptomyces
melalui kontak langsung antarbakteri. 4 Aureomisin
aureofaciens
2. Transformasi, yaitu pemindahan satu 5 Bacillus polymixa Polimiksin
gen/DNA bakteri ke sel bakteri lain
melalui proses fisiologis. 4. Bakteri dalam industri makanan
3. Transduksi, yaitu proses pemindahan No Bakteri Produk Makanan
materi genetik/DNA melalui perantara/ Lactobacillus
infeksi virus. 1 Yoghurt
bulgaricus
Acetobbacter
E. Peranan Bakteri 2
xylinum
Nata de coco

3 Lactobacillus casei Yakult


Dalam kehidupan, bakteri memiliki peranannya
4 Streptococcus lactis Mentega
masing-masing, baik yang menguntungkan
5 Acetobacter sp. Asam cuka
maupun yang merugikan.
a. Bakteri yang Menguntungkan b. Bakteri yang Merugikan
1. Bakteri penyebab penyakit pada manusia
1. Bakteri pengikat nitrogen pada
tanaman No Bakteri Penyakit
1 Clostridium tetani Tetanus
Beberapa bakteri berperan dalam
2 Salmonella typhosa Tipus
mengikat gas nitrogen dari udara
Mycobacterium
bebas, yaitu Azetobacter vinelandii, 3 TBC
tuberculosis
Clostridium pasteurianum, dan
Diplococcus
Rhizobium leguminosarum yang 4
pneumoniae
Radang paru-paru
bersimbiosis dengan tanaman polong- Disentri
polongan. Reaksi fiksasi N2, yaitu: 5 Shigella dysentriae
(pencernaan)

ATP 2. Bakteri penyebab penyakit pada hewan


2 N2 + 6 H2O 4 NH3 + 3 O2 ternak
Bakteri
No Bakteri Penyakit
2. Bakteri nitrifikasi
1 Bacillus anthracis Antraks pada sapi
Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus

145
Cytophaga 3. Dinding sel tidak mengandung peptido
2 Penyakit pada ikan glikan.
columnaris
Streptococcus Radang payudara 4. Sel belum memiliki membran inti
3
agalactia sapi (prokariotik), namun ribosomnya mirip
Bengkak rahang dengan ribosom eukariotik.
4 Actinomyces bovis
pada sapi 5. Membran plasma mengandung lipid.
3. Bakteri penyebab penyakit pada tanaman 6. Rata-rata memiliki ukuran 0,1 mm15
mm.
No Bakteri Penyakit
Menyerang pucuk Archaebacteria digolongkan menjadi tiga,
1 Xanthomonas oryzae
batang padi yaitu:
Xanthomonas Menyerang 1. Metanobacteria, merupakan bakteri
2
campestris tanaman kubis yang bersifat hemoautotrof yang
Pseudomonas Daun layu pada mampu menghasilkan gas metana
3
solenacearum terung-terungan (CH4) dan tidak memerlukan oksigen
Penyakit busuk (anaerob).
4 Erwinia amylovora pada buah-
C o nto h : b a kte r i S u cc i n o m o n a s
buahan
a my l o l y t i c a ( h i d u p d i s a l u ra n
Nekrosis pada
5 Xanthomonas citri pencernaannya sapi).
tanaman jeruk
2. Halobacterium, yaitu jenis halofil yang
hidup pada kondisi ekstrim dengan
F. Archaebacteria kadar garam yang tinggi, seperti di Laut
Mati dan Great Salt Lake.
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 3. Thermoplasma, ditemukan di dalam
1. Bersel satu air asam yang berasal dari mata air
2. Hidup pada kondisi lingkungan yang belerang yang panas.
ekstrim.

146
Bab 5
Protista

Istilah nama protista diambil dari bahasa Yunani, 1. Rhizopoda (Sarcodina)


yaitu protos yang berarti pertama/mula-mula Ciri-ciri:
dan kritos yang artinya membuat/menyusun. Bersel satu (uniseluler).
Protista merupakan hewan bersel tunggal Alat gerak berupa tonjolan sitoplasma
(uniseluler) yang hidup dengan membentuk yang disebut pseupodia (kaki semu).
koloni (berkelompok) di tempat yang lembap. Bentuk tubuh tidak tetap, terdiri atas
Banyak golongan protista yang mempunyai ektoplasma dan endoplasma.
kemiripan ciri dan sifat seperti hewan, Habitat di perairan yang mengandung
tumbuhan, atau jamur. banyak zat organik.
Reproduksi secara aseksual dengan
A. Protista Mirip Hewan membelah diri.
(Protozoa) Struktur tubuhnya, yaitu:
Vakuola
a. Ciri-ciri Protozoa kontraktil
Vakuola
Nukleus makanan
Pseupodia
Bersel satu (uniseluler).
Ukuran sel berkisar antara 31.000
mm. Lapisan
Sel memiliki membran inti (eukariotik). Uroid hialin
Plasmagel
Ektoplasma
Mitokondria
Tidak berdinding sel. Endoplasma

Hidup di habitat yang basah/berair. Struktur Tubuh Amoeba

Reproduksi secara aseksual dengan Contoh:


membelah diri (pembelahan biner). Amoeba, beberapa hidup di lingkungan
Pada lingkungan yang kurang baik, bebas, namun ada juga yang hidup di
protozoa mempertahankan diri dengan dalam tubuh manusia, seperti Entamoeba
membentuk kista. dysentriae, Entamoeba histolitica (penyebab
Alat gerak berupa kaki semu (pseupodia), penyakit disentri), dan Entamoeba coli,
bulu cambuk (flagela), atau rambut yang membantu proses pembusukan sisa
getar (silia). metabolisme.
b. Jenis-jenis Protozoa Foraminifera, habitatnya di laut dan fosilnya
dapat membentuk tanah globigirena yang
Berdasarkan alat geraknya, dibedakan
berguna sebagai penunjuk sumber minyak
menjadi 4:
bumi.

147
Radiolaria, memiliki habitat di laut dan 3. Ciliata (Ciliophora)
fosilnya tersusun atas silikat membentuk Ciri-ciri:
tanah radiolaria yang dimanfaatkan sebagai Bersel satu dengan bentuk tubuh tetap.
bahan penggosok. Mempunyai celah mulut dan dilengkapi
dengan anus sel.
Memiliki dua buah inti sel, yaitu
makronukleus (alat reproduksi aseksual)
dan mikronukleus (alat reproduksi
seksual).
Amoeba Foraminifera Radiolaria
Pada dinding sel terdapat rambut getar
2. Flagelata (Mastigophora) (silia) sebagai alat gerak.
Ciri-ciri: Reproduksi secara seksual dengan
Bersel satu (uniseluler). konjugasi dan aseksual dengan
Bentuk sel tetap dan tidak punya membelah diri.
rangka. Hidup di perairan tawar yang banyak
Ukuran tubuh antara 3560 mm. mengandung zat organik.
Umumnya berkloroplas. Struktur tubuhnya, yaitu:
Alat gerak berupa flagel
Kebanyakan hidup di air tawar. Silia
Vakuola
Bersifat autotrof dan memakan zat kontraktil
organik berupa larutan. Vakuola
Makronukleus makanan
Reproduksi secara aseksual dengan Mikronukleus
membelah diri secara memanjang. Endoplasma
Sitostoma
Struktur tubuhnya, yaitu: Ektoplasma

Flagela

Struktur Tubuh Paramaecium


Stigma
Contoh:
Nukleolus Nukleus Paramaecium caudatum, berep roduksi
secara aseksual dengan membelah diri dan
Kloroplas
Vakuola kontraktil seksual dengan konjugasi.
Stentor, bentuk seperti terompet dengan
Pelikel
tangkai yang melekat pada substrat.
Contoh: Balantidium coli, habitat pada kolon
Euglena viridis, Volvox, dan Pandorina, manusia dan dapat menimbulkan penyakit
memiliki kloroplas seh ingga berperan balantidiosis (disentri).
sebagai produsen dalam ekosistem perairan.
Trichonympha dan Myxotricha yang hidup
dalam usus rayap dan membantu rayap
dalam mencerna kayu karena memiliki enzim
selulosa.
Trypanosoma gambiense yang hidup dalam Paramaecium Stentor Balantidium coli
kelenjar ludah lalat Tsetse (Glossina palpalis)
yang menyebabkan penyakit tidur.

148
4. Sporozoa (Apikompleksa) Habitat di wilayah perairan dan di
Ciri-ciri: tempat yang lembap.
Bersel satu. Reproduksi secara aseksual dengan
Dapat membentuk semacam spora membelah diri (pada alga uniseluler)
dalam siklus hidupnya. atau membentuk fragmentasi (pada
Tidak mempunyai alat gerak. alga multiseluler).
Parasit pada hewan dan manusia.
b. Jenis-jenis Alga
Reproduksi secara aseksual dengan
Berdasarkan warna pigmennya, ganggang
schizogoni (membelah diri dalam tubuh
diklasifikasikan menjadi lima kelompok,
inang) atau sporogoni (membentuk
yaitu:
spora dalam tubuh inang) dan secara
1. Alga hijau (Chlorophyta)
seksual dengan peleburan dua gamet
dalam tubuh nyamuk (inangnya). Kandungan pigmen utama yang dimiliki
oleh Chlorophyta adalah klorofil (hijau)
Plasmodium merupakan contoh dari dengan pigmen tambahan berupa
sporozoa yang hidup pada sel inangnya, karoten.
yaitu nyamuk. Jenis-jenis Plasmodium, yaitu:
Hidup di perairan (tawar maupun
Plasmodium vivax, penyebab malaria
air laut), ada pula yang bersimbiosis
tertiana, masa sporulasi (gejala demam)
dengan jamur membentuk lichen.
setiap 2 x 24 jam.
Reproduksi secara aseksual (membelah
Plasmodium falcifarum, penyeb ab
diri, fragmentasi, dan spora) dan seksual
malaria tropika, masa sporulasi setiap
(isogami, anisogami, dan oogami).
13 x 24 jam.
Contoh: Protococcus, Chlorella,
Plasmodium malariae, penyebab
Chlamydomonas, Spirogyra
malaria kuartana, masa sporulasi setiap
(berfilamen), dan Ulva lactua
13 x 24 jam.
(berbentuk talus).
Plasmodium ovale, penyebab malaria
ovale tertiana (limpa). 2. Alga cokelat (Phaeophyta)
Kandungan pigmen utama yang dimiliki
B. Protista Mirip Tumbuhan (Alga) adalah fikosantin (pigmen cokelat).
Reproduksi aseksual dengan
a. Ciri-ciri Alga
fragmentasi, zoospora. Reproduksi
Ada yang uniseluler dan multiseluler. seksual dengan oogami, sel telur
Dinding sel tersusun atas selulosa. dihasilkan oleh oogonia, dan sperma
Sel sudah memiliki membran inti oleh anteridia.
(eukariotik).
Pada dinding sel, selain selulosa terdapat
Struktur tubuh seperti tumbuhan talus
asam alginat, pigmen fotosintesis
karena belum memiliki akar, batang,
aksesoris (tambahan) klorofil a dan c,
dan daun sejati.
xantofil, simpanan karbon karbohidrat.
Memiliki pigmen warna, seperti klorofil,
Contoh: Laminaria sp. (penghasil asam
xantofil (kuning), karoten (keemasan),
alginat yang dibutuhkan untuk produksi
fikoeritrin (merah), fikosianin (biru), dan
tekstil, makanan, dan kosmetik),
lain-lain.
Sargassum, Fucus, Turbinaria decurens,
Dapat melakukan fotosintesis sehingga
dan Macrocystis.
dikatakan bersifat fotoautotrof.

149
3. Alga merah (Rhodophyta) Pyrrophyta merupakan jenis alga
Kandungan pigmen utama yang dimiliki yang uniseluler dan dapat melakukan
adalah fikoeritrin (pigmen merah). fotosintesis.
Hampir semua jenis rhodophyta hidup Reproduksi secara aseksual (membelah
di laut. diri).
Reproduksi secara aseksual melalui Contoh: Gymnodinium breve (penghasil
spora, seksual dengan oogami. toksin bagi saraf).
Contoh: Eucheuma spinosum (bahan
baku agar-agar) C. Protista Mirip Jamur
4. Alga keemasan (Chrysophyta) a. Ciri-ciri
Pigmen dominan yang dikandung Struktur tubuh berbentuk seperti lendir
adalah xantofil (pigmen keemasan), (fase asimilatif).
tidak memiliki pirenoid, dan memiliki
Bergerak seperti amoeba (fase
kloroplas dengan ukuran kecil.
plasmodium).
Hidup di tempat berair (air tawar
Digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu
maupun air laut).
Oomycotina dan Myxomycotina.
Berkembang biak secara aseksual
dengan membelah diri atau spora dan b. Jenis-jenis Jamur Protista
dengan seksual melalui penyatuan 2 1. Oomycotina (jamur air)
gamet. Bersel banyak (multiseluler) dan berinti
Contoh: Mischococcus, Synura, dan banyak.
Navicula. Dinding sel tersusun atas selulosa
dengan hifa tidak bersekat.
5. Alga api (Pyrrophyta)
Memiliki habitat di air tawar dan darat.
Beberapa Pyrrophyta mampu
Contoh: Phytophythora infestan (parasit
memendarkan cahaya (karena adanya
pada kentang), dan Phytium (penyebab
senyawa fosfor) sehingga bersifat
penyakit busuk pada kecambah
fosforesensi. Fosforesensi menye
berbagai tanaman).
babkan laut tampak bercahaya pada
malam hari, oleh karenanya alga ini 2. Myxomycotina (jamur lendir)
disebut alga api. Disebut jamur lendir karena tubuhnya
Pyrrophyta juga dapat menyebabkan memiliki massa berlendir yang
peristiwa ride tide (air laut berwarna menyebar dalam daur hidupnya yang
merah kecokelatan). Dari peristiwa ini, disebut dengan plasmodium.
alga menghasilkan racun yang dapat Myxomycotina merupakan predator
membunuh ikan dan hewan laut di fago-sit karena dapat memakan bakteri/
sekitarnya. hama.
Memiliki kandungan pigmen berupa Bersifat heterotrof dengan tahapan
xantofil, dinosantin, fikobilin, dan makan mirip amoeba (amoeboid).
klorofil. Contoh: Dictyostelium discoideum,
Dinoflagelata.

150
Bab 6
Fungi (Jamur)

A. Ciri-ciri Jamur (Fungi) substrat), Rizoid (hifa yang menembus


ke dalam substrat), dan Sporangiospor
1. Bersel banyak (multiseluler), tetapi ada (hifa yang menjulang ke atas membentuk
sebagian kecil yang bersel tunggal. sporangium).
2. Inti sel sudah memiliki membran inti Ciri khas dari jamur jenis ini ada pada
(eukariotik). cara reproduksi seksualnya, yaitu melalui
3. Tidak memiliki klorofil dan bersifat heterotrof, peleburan gamet yang membentuk zigospora.
baik secara parasit maupun saprofit. Sedangkan, reproduksi aseksualnya dengan
4. Dinding sel tersusun atas zat kitin, glukan, sporangium.
dan manan. Contoh:
5. Tubuh tersusun atas benang-benang halus 1. Rhizopus stolonifer, pengurai bagian
yang disebut hifa. sisa organik pada tanaman ubi jalar dan
6. Percabangan hifa membentuk jaringan dimanfaatkan pada proses pembuatan
miselium yang berufungsi untuk menyerap tempe.
makanan. 2. Mucor mucedo, hidup secara saprofit
7. Hidup di tempat yang kaya akan zat organik, pada roti atau kotoran hewan.
lembap, dan kurang cahaya.
b. Ascomycota
8. Reproduksi secara aseksual melalui
pembelahan dan secara seksual melalui Tubuh tersusun atas miselium dengan hifa
peleburan inti sel dari dua sel induk. yang bersekat (bersepta).
9. Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Pada umumnya, hidup di lingkungan berair,
bersifat parasit pada tumbuhan dan saprofit
B. Klasifikasi Jamur (Fungi) pada sampah.
Ascomycota memiliki spora yang terdapat
Secara filogenik, jamur diklasifikasikan menjadi
pada kantung-kantung penyimpanan yang
empat kelas, yaitu:
disebut askus (konidia).
a. Zygomycota
Ciri khas pada jamur jenis ascomycota adalah
Tubuh Zygomycota tersusun atas hifa pada reproduksi seksualnya membentuk
senositik yang tidak bersekat. Sekat hanya askospora.
ditemukan pada hifa bagian tubuh yang
Re p ro d u k s i a s e k s u a l nya d i l a ku ka n
membentuk alat reproduksi.
dengan membentuk konidium, tunas, dan
Zygomycota memiliki tiga jenis hifa, yaitu fragmentasi.
Stolon (hifa yang menjalar di permukaan

151
Jenis jamur ascomycota ada yang uniseluler, c. Basidiomycota
yaitu Saccharomyces cereviceae atau dikenal Ciri umum jamur ini adalah hifanya bersekat
dengan ragi (yeast). dikariotik (setiap sel memiliki inti sel yang
Berdasarkan bentuk askokarp yang dihasilkan, berpasangan).
jamur ascomycota terbagi menjadi empat, Bentuk tubuh makroskopis sehingga dapat
yaitu: dilihat langsung, bentuk tubuh buahnya
1. Kleistotesium, yaitu kelompok jamur (basidiokarp) yang menyerupai payung dan
ascomycota yang memiliki askokarp terdiri atas batang dan tudung.
berbentuk bulat tertutup (ciri dari kelas Bagian bawah tudung terdapat lembaran-
Plectomyces). Contoh: jamur dari genus lembaran bilah sebagai tempat terbentuknya
Penicillium dan Aspergillus. basidium.
2. Peritesium, yaitu kelompok jamur yang Reproduksi aseksual ditandai dengan
memiliki askokarp berbentuk botol (ciri pembentukan konidium. Sedangkan, fase
dari genus Pyrenomycetes). Contoh: reproduksi seksualnya dengan pembelahan
Neurospora, Roselinia arcuata, dan basidiospora yang terbentuk pada basidium
Xylaria tabacina. yang berbentuk ganda.
3. Apotesium, yaitu kelompok jamur Sebagian besar jamur jenis ini dimanfaatkan
a s c o my c o ta ya n g a s ko ka r p nya sebagai makanan karena mengandung nilai
berbentuk seperti cawan atau mangkok. gizi yang tinggi.
Contoh: Peziza aurantia (hidup sebagai
Contoh:
saprofit di sampah), Marshella esculenta
dan Tuber sp. yang dimanfaatkan 1. Jamur merang (Volvariella volvaceae),
sebagai makanan. hidup pada lingkungan dengan
kelembapan tinggi dan dimanfaatkan
4. Askus telanjang, yaitu golongan
sebagai bahan makanan.
jamur ascomycota yang tidak memiliki
askokarp (tidak membentuk badan 2. Jamur kuping (Auricularia polytricha),
buah) dan merupakan ciri dari tubuh berwarna cokelat kehitaman,
kelas Protoascomycetes. Contoh: hidup sebagai saprofit pada kayu lapuk,
Saccharomyces cereviceae, Candida dan umumnya digunakan sebagai
albicans, dan Tricoderma. campuran sup.

Contoh jamur jenis ascomycota beserta 3. Jamur shitake, hidup pada batang kayu
peranannya, yaitu: dan banyak dibudidayakan di Jepang
dan Cina sebagai bahan makanan.
1. Aspergillus oryzae, sebagai pelunak
adonan roti. 4. Puccinia graminis, merupakan parasit
pada rumput.
2. Penicillium notatum dan Penicillium
chrysogenum sebagai penghasil 5. Ganoderma applanatum, penyebab
antibiotik penisilin. kerusakan pada kayu.

3. Aspergillus wentii, yang dimanfaatkan d. Deuteromycota


dalam pembuatan kecap. Ciri umum jamur ini adalah hifa bersekat
4. Candida albicans, penyebab penyakit membentuk konidia dan belum diketahui
kandidiasis, yaitu penyakit pada fase reproduksinya sehingga sering disebut
selaput lendir mulut vagina dan saluran sebagai fungi imperfecti (jamur tidak
pencernaan. sempurna).
152
Hidup sebagai parasit. Contoh: b. Mikoriza
1. Tinea versicolor, yaitu penyebab Mikoriza merupakan bentuk simbiosis
penyakit panu pada kulit. antara fungi dengan akar tanaman,
2. Microsporium, yaitu penyebab penyakit yaitu tanaman pinus dan kacang-
pada rambut dan kuku. kacangan.
3. Epidermophyton floocossum, yaitu Jamur yang membentuk mikoriza
penyebab penyakit pada kaki atlet. berasal dari golongan Zygomycota,
Ascomycota, atau Basidiomycota.
C. Simbiosis Jamur (Fungi) Terdapat dua jenis mikoriza, yaitu
ektomikoriza yang terdapat pada akar
a. Lumut Kerak (Lichenes)
pinus dan endomikoriza pada akar
Merupakan hasil simbiosis antara fungi
tanaman kacang-kacangan.
(Ascomycota atau Basidiomycota) yang
disebut mikobion dengan alga biru atau Ektomikoriza memiliki hifa yang tidak
alga hijau yang disebut fikobion. dapat menembus ke dalam akar
Tumbuh pada pohon, di tanah, batu (korteks), tetapi hanya sampai pada
karang. lapisan epidermis.
Berperan sebagai organisme perintis Endomikoriza memiliki hifa yang
dan sensitif terhadap polusi udara. menembus akar sampai ke bagian
Bereproduksi aseksual dengan cara korteks. Selain terdapat pada tanaman
fragmentasi atau soredium (beberapa kacang-kacangan juga dapat hidup di
sel ganggang yang terbungkus oleh akar anggrek dan sayuran, seperti kol.
hifa jamur). Bereproduksi seksual
dengan menghasilkan askospora
atau basidiospora. Contoh: Physcia,
Parmelia.

153
Bab 7
Tumbuhan (Plantae)

A. Ciri-ciri Umum a. Tumbuhan Lumut (Bryophyta)


Ciri-ciri tumbuhan lumut
Secara umum, tumbuhan memiliki ciri-ciri 1. Multiseluler, berklorofil, dan bersifat
sebagai berikut, yaitu: fotoautotrof.
1. Memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. 2. Akar, batang, dan daun belum bisa
2. Inti selnya sudah memiliki membran inti dibedakan.
(eukariotik). 3. Merupakan tumbuhan peralihan antara
3. Sel tubuh memiliki dinding sel yang tumbuhan talus (lembaran) dan tum
berbahan selulosa. buhan berkormus (cormophyta).
4. Tidak memiliki alat gerak aktif. 4. Tidak memiliki jaringan pembuluh.
5. Habitat di tempat lembap atau basah.
B. Klasifikasi Tumbuhan 6. Memiliki siklus pergiliran keturunan
(metagenesis).
Berdasarkan ada atau tidak adanya jaringan
7. Mengalami dua fase kehidupan, yaitu
pembuluh, tumbuhan digolongkan menjadi
fase gametofit dan fase saprofit.
dua jenis, yaitu tumbuhan berpembuluh dan
Siklus reproduksi lumut
tumbuhan tidak berpembuluh.
Dalam perkembangbiakannya, lumut
Perbedaan cirinya dapat dilihat pada tabel
mengalami siklus pergiliran keturunan yang
berikut.
dikenal dengan istilah metagenesis, yaitu:
Tumbuhan Tidak
Tumbuhan Berpembuluh Spora (n)
Berpembuluh
Akar, batang, dan
Sudah memiliki akar, Protonema (n)
daun belum bisa
batang, dan daun sejati
dibedakan
Tidak memiliki jaringan Sudah memiliki berkas Tumbuhan lumut (gametofit) (n)

pengangkut pembuluh pengangkut


Air diangkut dari akar
Air dan zat-zat diangkut Anteridium (n)
menuju daun oleh Arkegonium (n)
ke seluruh bagian sel
pembuluh xilem dan zat
secara difusi atau
makanan diangkut oleh Sperma (n) Ovum (n)
osmosis
pembuluh floem
Contoh: Tumbuhan Zigot (2n)
Contoh: Lumut paku (Pteridophyta) dan
(Byrophyta) tumbuhan berbiji Sporogonium (sporofit) (2n)
(Spermatophyta)
Siklus Pergiliran Keturunan Tumbuhan Lumut

154
Klasifikasi tumbuhan lumut Siklus reproduksi tumbuhan paku
Menurut bentuk tubuhnya, lumut dapat Sama dengan lumut, tumbuhan paku juga
digolongkan menjadi tiga, yaitu: mengalami siklus pergiliran keturunan pada
perkembangbiakannya, yaitu:
1. Lumut hati (Hepaticeae), berbentuk
lembaran (talus), rizoidnya tidak Spora (n)
bercabang dan terdapat di bawah
tangkai atau talusnya. Umumnya hidup Protalium (n)
di tebing-tebing yang lembap. Contoh:
Marchantia polymorpha, Ricciocarpus sp.
2. Lumut daun (Bryophyta), banyak Anteridium (n) Arkegonium (n)

ditemukan di tempat yang basah atau


Sperma (n) Ovum (n)
lembap, berbatang semu, dan terdapat
daun yang bersusun spiral. Pada
Zigot (2n)
pangkal batang terdapat rizoid yang
bercabang dan bersekat dan berfungsi
Tumbuhan paku (2n)
sebagai akar. Contoh: Polytrichum
Siklus Pergiliran Keturunan Tumbuhan Paku
juniperinum dan Pogonatum cirratum.
3. Lumut tanduk (Anthocerotophyta), Klasifikasi tumbuhan paku
memiliki sporofit yang membentuk Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tum
kapsul memanjang mirip seperti tanduk buhan paku diklasifikasikan menjadi tiga:
hewan. 1. Paku homospora, yaitu tumbuhan paku
Contoh: Anthoceros leavis. yang hanya menghasilkan satu jenis
b. Tumbuhan Paku (Pteridophyta) spora. Contoh: Adiantum cuneatum
(suplir), Lycopsida (paku kawat).
Ciri-ciri tumbuhan paku
2. Paku heterospora, yaitu paku yang
1. Sudah memiliki akar, batang, dan daun
menghasilkan dua jenis spora yang
sejati.
berbeda, yaitu mikrospora (jantan)
2. Memiliki berkas pembuluh angkut.
dan makrospora (betina). Contoh:
3. Terdiri atas dua fase generasi, yaitu
Selaginella (paku rane), Marsilea
sporofit (menghasilkan spora) dan
crenata (semanggi).
gametofit (menghasilkan sel kelamin).
3. Paku peralihan, yaitu paku yang
4. Fase sporofit memiliki sifat lebih
menghasilkan spora dengan bentuk dan
dominan dari fase gametofit.
ukuran yang sama. Jenis ini dianggap
5. Berdasarkan fungsinya, daun tumbuhan
sebagai bentuk peralihan antara paku
paku dibedakan menjadi daun tropofil
homospora dan heterospora. Contoh:
(untuk fotosintesis) dan daun sporofil
Equisetum debile (paku ekor kuda).
(penghasil spora).
6. Berdasarkan bentuknya, daun Sedangkan, menurut penggolongan dalam
tumbuhan paku dibedakan menjadi daun taksonomi, tumbuhan paku dibagi ke dalam
mikofil (daun kecil) dan daun makrofil beberapa divisi, yaitu:
(daun besar). 1. Paku kawat (Lycophyta), memiliki ciri-ciri
7. Habitat ada yang di darat, di perairan, berdaun kecil, tidak bertangkai, batang
dan ada yang hidupnya menempel. menyerupai kawat dengan akar yang
bercabang. Sporangium terdapat pada sisi

155
daun yang berkumpul membentuk kerucut 1. Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae)
yang disebut strobilus. Ciri-ciri tumbuhan Gymnospermae
Contoh: Lycopodium clavatum, Lycopodium Daun sempit, tegak, dan kaku.
sp. (paku tanduk rusa), dan Selaginela sp. Umumnya berakar tunggang.
2. Paku ekor kuda (Sphenophyta), yaitu jenis Bakal biji tidak terlindungi daging buah.
paku yang berdaun kecil seperti selaput Bentuk tubuh tumbuhan ada yang
dan tersusun melingkar. Batangnya mirip berupa semak, perdu, atau pohon.
daun cemara, berongga, dan tumbuh tegak. Tidak memiliki bunga yang sesungguhnya,
Umumnya jenis paku ini hidup di dataran melainkan berbentuk strobilus.
tinggi. Pembuahan terjadi secara tunggal.
Contoh: Equisetum debile (paku ekor kuda). Klasifikasi Gymnospermae
3. Paku purba (Psilophyta), sebagian besar Tumbuhan biji terbuka diklasifikasikan ke
jenisnya telah punah. Tumbuhan paku ini dalam empat kelas, yaitu:
belum memiliki daun dan akar, batangnya Cycadinae, memiliki ciri khas, yaitu

bercabang menggarpu dengan sporangium batangnya tidak bercabang, daunnya
terdapat pada ujung cabangnya, dan telah berbentuk pita dengan tulang daun
memiliki berkas pengangkut. yang menyirip. Jenis ini memiliki
Contoh: Psilotum nodum, Rhynia major. strobilus jantan yang halus dan kecil.
4. Paku sejati (Pterophyta), merupakan jenis Sedangkan, strobilus betina lebih besar
paku yang banyak dijumpai, umumnya dan berkayu.
disebut pakis. Tumbuhan ini berdaun lebar Contoh: pakis haji (Cycas rumpii).
dan mudah menggulung. Sporangium Gnetinae, memiliki strobilus tunggal

terdapat pada sporofil. yang tersusun majemuk, daun
Contoh: Azolla pinnata (paku sampan), berhadapan atau melingkar.
Marsilea crenata (semanggi), Adiantum Contoh: melinjo (Gnetum gnemon).
cuneatum (suplir), dan Asplenium nidus
Coniferae, memiliki batang yang
(paku sarang burung).
tegak, lurus, dan bercabang, daunnya
c. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) berbentuk jarum. Strobilus berbentuk
Ciri-ciri tumbuhan berbiji kerucut, terdiri dari strobilus jantan
1. Merupakan organisme fotoautotrof. (berupa sisik) dan strobilus betina
(menghasilkan bakal biji).
2. Memiliki akar, batang, daun, dan bunga.
Contoh: pinus (Pinus merkusii), dan
3. Merupakan tumbuhan heterospora.
damar (Agathis alba).
4. Bentuk tubuh tumbuhan bervariasi,
Ginkgoinae, berupa pohon besar
seperti pohon, perdu, semak, dan
dengan daun lebar berbentuk seperti
herba.
kipas. Tumbuhan ini meranggas
5. Berkembang biak melalui proses saat musim panas, dan umumnya
penyerbukan dan pembuahan yang digunakan sebagai bahan obat-obatan
menghasilkan biji. dan kosmetik.
Klasifikasi tumbuhan berbiji Contoh: Ginkgo biloba (ginko).
Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan berbiji
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

156
2. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) - Euphorbiaceae (jarak-jarakan).
Ciri ciri Angiospermae Contoh: Manihot utilisima (ubi
Berdaun lebar, tunggal, dan majemuk. kayu).
Bakal biji terlindung oleh daging buah. - Moraceae.
Akar tunggang atau serabut. Contoh: Ficus benjamina
Pembuahan terjadi secara ganda. (beringin).
Memiliki bunga sebagai alat - Papilionaceae (polong-pologan).
perkembangbiakan (benang sari sebagai Contoh: Vigna cinesis (kacang
alat kelamin jantan dan putik sebagai panjang), Arachis hypogea (kacang
alat kelamin betina). tanah).
- Mimosaceae.
Klasifikasi Angiospermae
Contoh: Mimosa pudica (daun si
Berdasarkan jumlah keping bijinya,
kejut).
tumbuhan angiospermae dibedakan
- Malvaceae.
menjadi dua, yaitu:
Contoh: Gossypium sp. (kapas).
Monokotil (berkeping satu). Beberapa
- Bombacaceae.
famili yang tergolong ke dalam
Contoh: Durio zibethinus (durian).
monokotil, antara lain:
- Rutaceae. Contoh: Citrus nobilis
- Liliaceae.
(jeruk keprok).
Contoh: Lilium duchartrei (lili).
- C a e s a l p i n i a ce a e . C o nto h :
- Amaryllidaceae.
Tamarindus indica (asam).
Contoh: Agave cantala (kantala)
- Myrtaceae. Contoh: Eugenia
dan Agave sisalana (sisal).
aromatica (cengkeh).
- Poaceae.
Contoh: Zea mays (jagung), Oryza Berikut merupakan tabel yang memuat
sativa (padi). perbedaan dari tumbuhan monokotil dan dikotil.
- Zingiberaceae.
Tabel Perbedaan Tumbuhan
Contoh: Zingiber officinale (jahe),
Curcuma domestica (kunyit), dan Monokotil dan Dikotil
Kaempferia galanga (kencur).
- Musaceae. Bagian Monokotil Dikotil

Contoh: Musa paradisica (pisang). Akar Serabut Tunggang


- Orchidaceae. Beruas dan Tidak beruas dan
Contoh: Phalaenopsis amabilis Batang berbuku, tidak berbuku; bercabang-
bercabang cabang.
(anggrek bulan).
- Arecaceae. Sejajar atau Menyirip atau
Tulang Daun
melengkung menjari
Contoh: Cocos nucifera (kelapa),
Keping Biji Satu Dua
Arenga pinata (aren), dan Areca
Mahkota
catechu (pinang). bunga Mahkota bunga
Perhiasan
- Areceae. berjumlah berjumlah 2, 4, 5,
Bunga
3 atau atau kelipatannya
Contoh: Colocasia esculenta kelipatannya
(talas). tersusun dalam
Berkas Tersebar pada
lingkaran pada
Pembuluh batang
Dikotil (berkeping dua). batang
Beberapa famili yang tergolong ke
dalam monokotil, antara lain:

157
Bab 8
Hewan (Animalia)

Ciri-ciri umum hewan 2. Terdapat pori-pori atau rongga pada


tubuhnya yang disebut spongosol sebagai
Organisme multiseluler dan eukariotik (inti
jalan masuk air yang membawa makanan.
sel sudah memiliki membran inti).
3. Memiliki tiga buah saluran air, yaitu askon,
Kemoheterotrof.
sikon, dan leukon.
Sel-selnya tidak memiliki dinding sel.
4. Belum memiliki jaringan (parazoa).
Sebagian besar bereproduksi secara seksual.
5. Lapisan tubuh bagian luar tersusun oleh
Berdasarkan keberadaan tulang belakang,
sel-sel epidermis berbentuk pipih dan
hewan dibedakan menjadi dua kelompok,
berdinding tebal yang disebut pinakosit
yaitu:
(sebagai kulit luar) dan sel-sel koanosit
(lapisan dalam) yang berbentuk seperti
A. Avertebrata
corong berflagela.
Avertebrata adalah kelompok hewan yang 6. Habitat di perairan terutama di air laut.
tidak memiliki tulang belakang. Avertebrata 7. Sistem reproduksi ada dua, yaitu:
dikelompokkan menjadi delapan filum, yaitu: Reproduksi aseksual, dilakukan dengan
a. Porifera pembentukan kuncup tunas dan
gemmule (tunas internal).
Nama porifera berasal dari bahasa latin,
porus yang berarti lubang kecil dan ferre Reproduksi seksual, yaitu mela
yang berarti membawa atau mengandung. lui proses fertilisasi yang dilakukan
dengan pembentukan arkeosit yang
Oskulum = saluran
pengeluaran mengandung sperma dan ovum.
Klasifikasi porifera
Berdasarkan zat penyusun spikula (rangka), hewan
Ostium
porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu:
Pinakosit
1. Calcarea
Spongosol
Epidermis Nukleus Calcarea merupakan jenis porifera yang
Koanosit
memiliki spikula yang terbuat dari zat kapur
(kalsium karbonat. Umumnya hidup di
Air
masuk Leher Mikrofil air laut yang dangkal. Contoh: Grantia,
Leucosolenica, Scypha, dan Clathrina.
Ciri-ciri Porifera
1. Hewan diploblastik (memiliki dua lapisan
tubuh, yaitu ektoderm dan endoderm).

158
2. Hexactinellida Tipe medusa (seperti payung), yaitu
Jenis porifera ini memiliki spikula yang tipe yang dapat hidup bebas (dapat
terbuat dari zat kersik (silikat). Hidup di berenang).
laut bagian dalam. Contoh: Eupectella, 8. Sistem reproduksinya, yaitu:
Pheronema sp.. Reproduksi aseksual, melalui pem
3. Demospongiae bentukan tunas/kuncup yang menempel
Demospongiae memiliki spikula yang pada hewan induknya.
terbuat dari zat kersik dan protein (spongin) Reproduksi seksual melalui fertilisasi
atau hanya spongin saja. Tubuhnya lunak eksternal, yaitu dengan penyatuan
(tidak memiliki skeleton) dan hidup di laut sperma dengan sel telur hingga
yang dangkal. Contoh: Euspongia officinalis membentuk zigot.
(spons mandi), Spongilla, dan Haliclona.
Klasifikasi coelenterata
b. Coelenterata (Hewan Berongga) Coelenterata diklasifikasikan menjadi tiga kelas,
Tentakel yaitu:
1. Hydrozoa
Mulut
Umumnya berbentuk polip, baik
berkoloni maupun tidak. Beberapa ada
Epidermis Testis
yang berbentuk medusa. Di dalam koloni,
Ovum Knidosit
terdapat dua jenis polip, yaitu polip
bertentakel dan tanpa tentakel. Contoh:
Hydra, Obelia, dan Physalia.
Membran
2. Scypozoa
Nematokis
Nukleus Fase medusa lebih dominan dari fase polip,
Hydra tetapi ada juga yang berbentuk polip.
Contoh: Cyanea dan Chrysaora fruttecens.
Nama coelenterata berasal dari bahasa Yunani,
yaitu coelos yang berarti rongga dan enteron 3. Anthozoa
yang berarti usus. Hanya memiliki bentuk polip dengan ukuran
Ciri-ciri coelenterata yang lebih besar daripada dua jenis yang
1. Tubuh simetri radial dan diploblastik. lain. Bentuk tubuh menyerupai bunga
2. Rongga tubuh berfungsi sebagai usus. dan merupakan pembentuk ane-mon laut
3. Memiliki tentakel yang berfungsi untuk atau terumbu karang. Contoh: Tubastera,
menangkap atau melumpuhkan mangsa. Turbinaria, dan Urticina.
4. Pada tentakel dilengkapi dengan sel c. Plathyhelminthes (Cacing Pipih)
knidoblast/knidosit yang mengandung sel Mata

penyengat (nematokis).
5. Pengambilan gas O2 dan gas CO2 dilakukan
Saluran kelamin
secara difusi (sistem respirasi). Daun telinga

6. Habitat di perairan (air tawar/laut).


7. Tubuh mengalami metagenesis menjadi dua Faring

tipe, yaitu:
Ciri-ciri plathyhelminthes
Tipe polip, yaitu tipe tubuh yang
1. Tubuh bilateral simetris dengan bentuk,
hidupnya tak bebas atau menempel
hewan triploblastik (lapisan ektoderm,
pada substrat tertentu.
mesoderm, dan endoderm).
159
2. Tidak memiliki rongga tubuh (aselomata). d. Nemathelminthes (Cacing Gilig)
3. Tidak memiliki sistem sirkulasi.
4. Proses respirasi dilakukan secara difusi oleh Kutikula Alat kelamin

seluruh tubuh.
Pseudoselom
5. Sistem ekskresi menggunakan sel api (flame Saluran ekskresi

cell). Faring Anus

6. Sistem saraf berupa sistem tangga tali yang


terdiri atas ganglion (simpul saraf) dan Ciri-ciri nemathelminthes
sepasang tali saraf. 1. Tubuh triploblastik dan berbentuk bulat
7. Berkembang biak dengan dua cara: panjang.
Aseksual, dengan fragmentasi 2. Disebut sebagai hewan pseudoselomata
(membelah diri). karena memiliki rongga semu.
Seksual, yaitu dengan perkaw inan 3. Tubuh simetri bilateral.
silang antarindividu, karena bersifat 4. Sistem respirasi melalui permukaan tubuh.
hermafrodit (memiliki dua alat 5. Memiliki kutikula yang berfungsi untuk
kelamin). melindungi diri dari enzim pencernaan inang.
Klasifikasi plathyhelminthes 6. Memiliki alat ekskresi berupa sel glanduler.
Anggota plathyhelminthes diklasifikasikan men 7. Hampir semua jenis cacing dalam filum ini
jadi empat kelas, yaitu: bersifat parasit dan menyebabkan penyakit
1. Turbellaria (cacing rambut getar) pada manusia.
Jenis cacing ini merupakan cacing yang 8. Sistem reproduksinya, yaitu:
hidup bebas dan bergerak dengan bulu getar. U m u m n y a nemathelminthes
Contoh: Planaria. bereproduksi secara seksual dengan
2. Trematoda (cacing isap) fertilisasi internal.
Organ kelamin jantan dan betina
Seluruh spesies cacing dari kelas ini bersifat
terpisah pada individu yang berbeda.
parasit, baik pada hewan ternak maupun
pada manusia. Tubuh dibungkus dengan Klasifikasi nemathelminthes
kutikula untuk menjaga tubuhnya agar tidak Beberapa jenis cacing yang tergolong ke dalam
tercerna oleh inangnya. filum nemathelmintes, yaitu:
Contoh: 1. Ascaris lumbricoides (cacing perut), hidup
Fasciola hepatica (cacing hati pada di dalam usus manusia dan mengisap sari
ternak). makanan yang ada di dalam usus.
Clonorchis sinensis (cacing hati pada 2. Wuchereria bancrofti (cacing rambut),
manusia). penyebab penyakit kaki gajah pada manusia,
3. Cestoda (cacing pita) larvanya disebarkan melalui gigitan nyamuk.
Cacing ini tidak memiliki alat pencernaan, 3. Ancylostoma duodenale (cacing tambang),
tubuhnya beruas-ruas (disebut proglotid), hidup di dalam usus manusia dan memiliki
dan setiap proglotid mengandung alat alat pengait untuk mencengkeram dan
reproduksi, ekskresi, serta mampu mengisap darah.
menyerap sari makanan dari inangnya. 4. Enterobius vermicularis (cacing kremi),
Contoh: Taenia saginata (cacing pita pada sapi) penyebab timbulnya rasa gatal terus-menerus
dan Taenia solium (cacing pita pada babi). di sekitar dubur.

160
e. Annelida 3. Hirudinea
Annelida berasal dari kata annulus yang Anggota cacing ini tidak memiliki rambut,
berarti cincin. parapodia, dan septa. Termasuk cacing
penghisap darah.
Ciri-ciri annelida
Contoh: lintah (Hirudo medicinalis), pacet
1. Hewan triploblastik, selomata (sudah
(Haemadipsa javanica).
terdapat selom sejati).
2. Tubuh bersegmen (disebut metameri) f. Mollusca (Hewan Lunak)
memiliki sistem saraf, pencernaan, Kelenjar
pencernaan
reproduksi, dan sistem ekskresi. Paru-paru
Mata
3. Tiap segmen tubuhnya dibatasi oleh sekat Penis Vagina
Usus
yang disebut septa. Perut
Mulut Mantel
4. Organ-organ ekskresi terdiri atas nefridia
(saluran), nefrostom (corong), dan nefrotor
(pori tempat keluarnya kotoran). Anus Kaki
Jantung
5. Memiliki sistem peredaran darah tertutup, dan Ciri-ciri mollusca
sistem saraf tangga tali. 1. Tubuh triploblastik selomata dan simetri
6. Reproduksi secara seksual melalui fertilisasi bilateral.
dan secara aseksual melalui proses 2. Tubuh terdiri atas tiga komponen,
fragmentasi. yaitu kaki berotot untuk pergerakan,
7. Meskipun termasuk hewan hemafrodit massa viceral (bagian tubuh lunak yang
(berkelamin ganda), proses pembuahan tetap mengandung organ internal), dan mantel
harus dilakukan oleh dua individu dengan (untuk melindungi massa vicerial dan
saling memberikan sperma yang disimpan di mensekresikan bahan baku cangkang).
dalam reseptakulum seminalis. 3. Sebagian besar dilindungi oleh cangkang
yang tersusun atas zat kapur.
Klasifikasi annelida
4. Sudah memiliki alat pencernaan yang
Filum annelida diklasifikasikan menjadi tiga kelas, lengkap.
yaitu: 5. Memiliki lidah bergigi (radula) yang
1. Polychaeta berfungsi untuk melumat makanan.
Pada tubuh cacing ini dijumpai banyak 6 Sistem reproduksi, yaitu:
rambut dan tiap segmen tubuhnya Mollusca berkembang biak dengan
dilengkapi dengan parapodia (semacam fertilisasi internal.
kaki yang terdapat pada sisi kanan dan kiri Beberapa hewan mollusca ada yang
tubuhnya). memiliki kelamin ganda (hemaprodit),
Contoh: Nereis virens, Eunice viridis (cacing namun ada pula yang kelaminnya terpisah.
wawo), dan Lysidice oele (cacing palolo).
Klasifikasi mollusca
2. Oligochaeta
Mollusca terbagi menjadi lima kelas, yaitu:
Cacing ini memiliki rambut yang sedikit,
tidak memiliki mata dan parapodia. Hidup 1. Ambhineura
di darat atau perairan tawar dan bersifat Mollusca kelas ini memiliki cangkang seperti
hemaprodit (memiliki ovarium dan testis). susunan genting, hidupnya melekat di dasar
Contoh: cacing tanah (Pheretima, Lumbricus perairan, mulutnya dilengkapi dengan lidah
terrestris). parut (radula). Contoh: Chiton.

161
2. Bivalvia Ciri-ciri arthropoda
Bentuk tubuh simetris radial dan 1. Tubuh beruas-ruas, dan terbagi atas kepala
dilindungi oleh cangkang yang (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen).
setangkup. 2. Rangka luar (eksoskeleton) tersusun atas
Bernapas dengan insang yang berlapis-lapis zat kitin dan pada waktu tertentu kulit akan
(Lamelibranchiata) mengalami pergantian (ekdisis/molting).
Dari celah cangkangnya keluar kaki 3. Memiliki organ sensoris mata, penciuman,
yang pipih seperti mata kapak sehingga dan antena untuk sentuhan dan penciuman.
disebut juga Pelecypoda. 4. Sistem peredaran darah terbuka dan darah
tidak berwarna merah.
Cangkang kerang terdiri atas tiga
5. Alat respirasi berupa insang, trakea, dan
lapisan, yaitu periostrakum, prismatik,
paru-paru buku.
dan nakreas.
6. Alat ekskresi berupa kelenjar hijau dengan
Contoh: kerang.
buluh malphigi.
3. Gastropoda 7. Sistem reproduksinya, yaitu:
Gastropoda menggunakan otot perut sebagai Secara seksual dilakukan melalui proses
alat gerak, termasuk hewan hermaprodit. fertilisasi.
Contoh: Achatina fulica (bekicot), Lymnaea Secara aseksual dengan melakukan
(siput), partenogenesis (proses reproduksi
4. Chepalopoda terjadi tanpa fertilisasi) dan paedogenesis
Hewan ini menggunakan kepala sebagai alat (reproduksi terjadi pada individu yang
gerak (chepale = kepala dan podos = kaki) muda (larva)).
dan memiliki tentakel yang berfungsi sebagai
Klasifikasi arthropoda
pengisap. Contoh: Nautilus, Loligo sp.
(cumi-cumi), Octopus sp. (gurita). Arthropoda diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:
1. Crustacea (udang-udangan)
5. Scaphopoda
Memiliki dua pasang antena.
Scaphopoda memiliki cangkang berbentuk
silinder yang kedua ujungnya terbuka. Tubuh terdiri atas sefalotoraks (kepala
Hidupnya di laut dan terpendam di dalam menyatu dengan dada) dan abdomen.
pasir atau lumpur. Contoh: Dentalium Bernapas pada daerah tipis pada
vulgare. kutikula, namun sebagian besar
Disebut dentalium karena cangkang bernapas dengan insang.
cangkangnya menyerupai gigi-gigi (dentis). Jenis kelamin sudah terpisah pada
Apabila kita berjalan di pantai perlu hati- individu yang berbeda.
hati karena cangkangnya tajam dan dapat Contoh: Penaeus (udang windu),
melukai kaki. Cambarus virilis (udang air tawar),
Portunus sexdentalus (kepiting), dan
g. Arthropoda (Hewan Kaki Beruas-ruas)
Neptunus pelagicus (rajungan).
Kepala Sayap 2. Myriapoda (hewan berkaki banyak)
Antena
Otak Dada Perut Tubuh hanya terdiri atas kepala, toraks,
dan abdomen.
Mata
Pada kepala terdapat sepasang mata
tunggal, sepasang alat peraba besar,
dan peraba kecil yang beruas-ruas.

162
Tiap ruas pada tubuhnya terdapat 3. Kulit tubuh terbuat dari zat kitin sebagai
sepasang atau dua pasang kaki. rangka luar dan pada permukaan insang
Sistem respirasinya menggunakan trakea kulit terdapat duri.
yang bermuara pada lubang kecil yang 4. Bergerak dengan kaki ambulakral atau
disebut spirakel. kaki tabung, yaitu gerakannya terjadi
Diklasifikasikan menjadi dua, yaitu dengan mengubah tekanan air yang
Chilopoda (Scolopendra subspinipes diatur oleh sistem pembuluh air yang
(lipan)) dan Diplopoda (Julus teristris berkembang dari selom.
(luwing)) 5. Sudah memiliki sistem pencernaan yang
3. Arachnoidea sempurna, kecuali bintang ular yang
Tubuh terdiri atas dan abdomen dan tidak memiliki anus.
sefalotoraks. 6. Tidak memiliki sistem ekskresi.
Memiliki enam pasang anggota 7. Terdapat cincin saraf yang mengelilingi
gerak, yakni kalisera, pedipalpus dan mulut sebagai sistem saraf dan
empat pasang kaki yang terdapat di memiliki lima cabang saraf radial pada
sefalotoraks. masing-masing lengannya.
Diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu 8. Sistem respirasi menggunakan kulit
Scorpionida (kalajeng-king), Arachnida berupa tonjolan dinding selom tipis
(laba-laba), dan Acarina (caplak, dan dilindungi oleh silia.
tungau). 9. Semua jenisnya merupakan hewan laut.
4. Insecta 10. Sistem reproduksi terjadi secara seksual
Tubuh tersusun atas kepala, dada, dan dengan proses fertilisasi (pembuahan)
perut. eksternal.
Mulut dimodifikasi menjadi penggigit, Klasifikasi echinodermata
pengisap, dan penelan. 1. Asteroidea (bintang laut)
Memiliki tiga pasang kaki dan disebut Bentuk tubuh menyerupai bintang,
hexapoda (berkaki enam). bagian bawah disebut permukaan oral
Mengalami perubahan bentuk tubuh yang memiliki mulut dan bagian atas
selama pertumbuhan yang disebut disebut permukaan adoral.
metamorfosis. Metamorfosis ada Pada permukaan tubuhnya terdapat
dua macam, yaitu metamorfosis duri pendek dan kaki tabung bertindak
sempurna (lebah dan kupu-kupu) dan sebagai penyedot.
metamorfosis tak sempurna (lalat, Contoh: Asteria forbesi (bintang
belalang, dan jangkrik). laut), Linkia laevigata (buntang laut
h. Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) biru), dan Pentaceros (bintang laut
bertanduk).
Ciri-ciri echinodermata
2. Ophiuroidea (bintang mengular)
1. Tubuh tersusun atas tiga lapisan dan Tubuh memiliki lima lengan yang
memiliki rongga tubuh (triploblastik bergerak menyerupai ular.
selomata). Ciri khas dari kelas ini adalah
2. Bentuk tubuh simetri bilateral (larva) madreporit (lubang masuknya air)
dan simetri radial (dewasa). terletak di bagian bawah dan tidak
memiliki kaki tabung.

163
Ophiuroidea tidak memiliki anus, jadi 2. Cephalospidomorphi (lamprey), memiliki
sisa makanan dimuntahkan melalui karakteristik hidup di perairan tawar, mulut
mulut. dikelilingi pengisap, ada fase larva, setelah
Contoh: Ophiothrix. dewasa menjadi parasit pada organisme
3. Crinoidea (lilia laut) lain.
Hidupnya menempel pada substrat b. Gnathostomata
yang ada di laut. Ciri-ciri Gnathostomata
Lengan berfungsi sebagai pemakan Memiliki rahang bersendi dan dapat
suspensi. digerakkan ke atas dan ke bawah.
Contoh: Antedon sp, Holopus sp. Klasifikasi Gnathostomata
4. Echinoidea Berdasarkan keragaman cirinya, hewan
Hewan ini tidak memiliki lengan, gnathostomata terbagi menjadi enam kelas,
namun memiliki lima baris kaki tabung. yaitu:
Bentuk tubuh bulat dan diliputi duri 1. Chondrichtyes
yang banyak. Ciri-ciri:
Contoh: bulu babi (Diadema) dan Rangkanya tersusun atas tulang rawan.
landak laut (Echinus). Mulut berahang kuat dan terletak di
5. Holothuroidea (mentimun laut) bawah tubuh.
Bernapas dengan insang.
Tidak memiliki duri dan memiliki lima
Memiliki indra yang berkembang
baris kaki tabung.
dengan baik.
Contoh: teripang (Holothuria).
Fertilisasi terjadi secara internal dan
bersifat ovipar juga ovovivipar.
B. Vertebrata Contoh: Ikan pari, hiu, dan chimaera.
Merupakan kelompok hewan yang memiliki 2. Osteichthyes
tulang belakang yang memanjang pada bagian Ciri-ciri:
dorsal, yaitu dari kepala hingga ekor. Rangka tersusun atas tulang keras yang
Anggota dari subfilum vertebrata terdiri atas dua mengandung matriks kalsium fosfat.
superkelas, yaitu: Mulut terletak di bagian depan tubuh.
Terdapat celah insang di tiap sisi kepala.
a. Agnatha
Fertilisasi terjadi secara eksternal dan
Ciri-ciri agnatha
bersifat ovipar.
1. Tidak memiliki rahang.
Habitat di perairan tawar.
2. Bentuk badan ramping dan panjang.
3. Habitat di perairan laut dan tawar. Klasifikasi osteichthyes, terdapat dua
subkelas, yaitu:
Klasifikasi agnatha
Actinopterygi (ikan bersirip duri), yaitu
Superkelas agnatha terbagi menjadi dua kelas,
ikan mas, ikan gurame, ikan louhan,
yaitu:
dan ikan kakap merah.
1. Mycini (hagfish), memiliki karakteristik
Sarcopterygi, yaitu ikan bersirip lobus
hidup di perairan laut, pemakan bangkai
(Latimeria chaulumnae) dan ikan paru-
hidup di laut, mulut dikelilingi tentakel
paru.
pendek, dan pertumbuhannya tidak melalui
fase larva.

164
3. Amfibi 5. Aves (unggas)
Ciri-ciri: Ciri-ciri:
Berkulit licin, tidak bersisik, dan tipis. Tubuh ditutupi oleh bulu dan berdarah
Alat pernapasan: paru-paru dan/atau kulit. panas.
Jantung terdiri atas tiga ruang (2 Bernapas dengan paru-paru, tapi saat
ventrikel, 1 atrium). terbang menggunakan pundi-pundi
Fertilisasi terjadi secara eksternal dan udara.
bersifat ovipar (bertelur). Alat gerak berupa kaki dan sayap,
Dapat hidup, baik di darat maupun di air. kerangka tubuh kuat namun ringan.
Mengalami metamorfosis. Jantung tediri atas empat ruang (2
ventrikel dan 2 atrium).
Contoh: katak sawah (Rana limnocharis),
bangkong (Bufo melanostictus), dan katak Fertilisasi secara internal dan tergolong
pohon atau bancet (Racophorus reinwardti). ovipar.
Memiliki 30 ordo yang bervariasi.
4. Reptilia (hewan melata)
Contoh: burung merpati, burung unta,
Ciri-ciri reptilia:
bebek, ayam, dan lain-lain.
Tubuh ditutupi oleh sisik zat tanduk.
Bernapas dengan paru-paru. 6. Mamalia (hewan menyusui)
Jantung memiliki empat ruang yang Ciri-ciri mamalia:
tidak sempurna (2 ventrikel, 2 atrium). Tubuh tertutupi oleh rambut dan
Merupakan hewan berdarah dingin berdarah panas.
karena suhu tubuh mengikuti suhu Bernapas dengan paru-paru.
lingkungannya. Alat gerak berupa kaki dan berdaun
Fertilisasi terjadi secara internal dan telinga, kecuali Monotremata,
tergolong ovipar. Cetaceae, dan Sirenia.
Dapat hidup di darat dan di air. Fertilisasi secara internal dan
merupakan hewan vivipar.
Klasifikasi reptilia dibedakan menjadi 4 ordo:
Jantung terdiri atas empat ruang (2
Chelonia (kura-kura, penyu).
ventrikel dan 2 atrium).
Crocodilla (buaya, aligator).
Memiliki 14 ordo yang bervariasi.
Squamata (ular).
Rhynchochephalia (bunglon, iguana). Contoh: kanguru, singa, kambing, sapi,
primata.

165
Bab 9
Ekologi

Istilah ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel 7. Habitat, yaitu tempat hidup suatu makhluk
(1834-1924). Secara bahasa, ekologi berasal dari hidup, termasuk di dalamnya adalah
bahasa Yunani, yaitu oikos yang artinya rumah atau lingkungan dan makhluk hidup.
tempat tinggal dan logos yang berarti ilmu.
Menurut istilah, ekologi adalah cabang dari B. Komponen Ekosistem
ilmu biologi yang mempelajari hubungan antara
makhluk hidup dengan lingkungannya. a. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merupakan kondisi fisik
A. Istilah-istilah dalam Ekologi dan kimiawi yang berperan sebagai medium
dan substrat yang menyertai kehidupan
1. Individu, yaitu unit terkecil dari satuan
organisme yang terdiri atas segala sesuatu
ekosistem.
yang tak hidup.
Contoh: seekor kambing, sebatang padi.
Contoh: tanah, cahaya, udara, air, kelem
2. Populasi, yaitu kumpulan individu sejenis
bapan, suhu, mineral, dan pH.
yang menempati suatu daerah geografis
tertentu, pada waktu tertentu. b. Komponen Biotik
Contoh: sekelompok gajah, serimbunan Komponen biotik merupakan komponen
pohon jati. ekosistem yang terdiri atas makhluk
3. Komunitas, yaitu kumpulan beberapa hidup, meliputi hewan, tumbuhan,
populasi yang menempati suatu daerah mikroorganisme, dan manusia.
tertentu. Berdasarkan cara memperoleh makanan,
Contoh: dalam suatu area persawahan komponen biotik dibedakan menjadi dua
terdapat populasi padi, populasi tikus, dan jenis, yaitu:
populasi belalang. 1. Organisme autotrof
4. Ekosistem, yaitu kesatuan antara komu Merupakan organisme yang dapat membuat
nitas dengan lingkungan tempat hidupnya, makanannya sendiri dengan cara mengubah
beserta hubungan timbal balik yang ada di bahan anorganik menjadi bahan organik
dalamnya. dengan menggunakan sumber energi
5. Biosfer, yaitu kumpulan berbagai ekosistem tertentu.
yang membentuk kesatuan ekosistem global. Menurut jenis sumber energinya, organisme
6. Lingkungan, yaitu segala sesuatu yang autotrof dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
terdapat di sekitar makhluk hidup.
Contoh: hutan, gunung, laut, dan pantai.

166

Fotoautotrof, adalah organisme - Karnivora, yaitu organisme pemakan
autotrof yang menggunakan sumber daging.
energi berupa sinar matahari. Contoh: harimau, singa, dan ular.
Contoh: alga, tumbuhan berklorofil. - Omnivora, yaitu organisme pemakan
Kemoautotrof, adalah organisme segala, baik tumbuhan maupun hewan
autotrof yang menggunakan sumber lain.
energi dari hasil reaksi kimia. Contoh: kera, tikus, dan ayam.
Contoh: bakeri nitrit dan nitrat. 3. Pengurai, yaitu mikroorganisme yang mampu
2. Organisme heterotrof menguraikan organisme mati menjadi bahan
Merupakan organisme yang memperoleh mineral kembali.
makanannya dari makanan yang telah Contoh: bakteri dan jamur.
dibentuk oleh organisme lain dikarenakan 4. Detritivora, yaitu organisme yang memakan
tidak dapat membuat makanannya sendiri. bahan organik, kemudian diubah menjadi
Contoh: kupu-kupu mengisap madu bunga. partikel organik yang lebih kecil lagi.
Contoh: cacing tanah dan kumbang kotoran.
Berdasarkan peranannya dalam ekosistem,
komponen biotik dibedakan atas empat, yaitu:
C. Pola Interaksi Organisme
1. Produsen, yaitu organisme yang berperan
dalam menyediakan makanan sehingga Interaksi antarorganisme di dalam
dapat mendukung kelangsungan hidup ekosistem dapat dikelompokkan menjadi
organisme lain. empat, yaitu:
Contoh: tanaman berklorofil, dan alga. 1. Predasi, merupakan interaksi antara
2. Konsumen, yaitu semua makhluk hidup yang pemangsa (predator) dan yang dimangsa
tidak dapat membuat makanannya sendiri. (prey). Interaksi ini menguntungkan salah
Berdasarkan tingkatannya dalam rantai satu jenis. Contoh: interaksi antara harimau
makanan, konsumen dibagi menjadi tiga, dan babi hutan.
yaitu: 2. Ko m p e t i s i , m e r u p a ka n p e rs a i n ga n
- Konsumen tingkat I (primer), yaitu antarorganisme untuk memperebutkan
organisme yang memperoleh energi makanan atau habitat yang jumlahnya
langsung dari produsen (memakan terbatas dalam satu ekosistem. Contoh:
produsen). Contoh: belalang, ulat. antara tumbuhan berbeda jenis yang tumbuh
- Konsumen tingkat II (sekunder), yaitu berdekatan memperebutkan nutrien tanah.
organisme yang memangsa konsumen
3. Antibiosis, yaitu pola interaksi dimana
primer. Contoh: katak, burung
makhluk hidup yang satu menghambat
pemakan ulat.
pertumbuhan dan perkembangan makhluk
- Konsumen tingkat III (tersier), yaitu
hidup lain. Contoh: jamur Penicillium
organisme yang memangsa konsumen
notatum mampu menghambat pertumbuhan
sekunder.
bakteri.
Contoh: elang, harimau, singa.
Berdasarkan jenis makanannya, konsumen 4. Simbiosis, yaitu interaksi hidup bersama
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: antar a dua organisme yang berbeda.
- Herbivora, yaitu organisme pemakan Berdasarkan sifatnya, simbiosis terbagi tiga,
tumbuhan. yaitu:
Contoh: ulat, kambing, dan sapi.

167

Simbiosis mutualisme, yaitu interaksi c. Piramida Ekologi
dua spesies yang saling menguntungkan. Piramida ekologi merupakan gambaran
Contoh: interaksi antara jamur dan susunan antartrofik yang dapat disusun
ganggang membentuk lichen. berdasarkan kepadatan populasi dan

Simbiosis komensalisme, yaitu interaksi kemampuan menyimpan energi pada tiap
yang menguntungkan salah satu jenis trofik.
spesies, namun tidak merugikan jenis Piramida ekologi terdiri atas tiga jenis, yaitu:
yang lain. Piramida jumlah, yaitu jenis piramida yang
Contoh: ikan remora dengan ikan hiu. penyusunnya didasarkan pada satuan luas

Simbiosis parasitisme, yaitu interaksi tertentu atau kepadatan populasi antartrofik.
yang menguntungkan satu jenis, namun Piramida biomassa, yaitu jenis piramida
merugikan jenis yang lain. yang dibuat berdasarkan pada massa kering
Contoh: tanaman tali putri dengan suatu organisme dari tiap tingkatan trofik per
tanaman beluntas. satuan luas suatu area.
Piramida energi, yaitu piramida yang
D. Aliran Energi didasarkan pada perhitungan jumlah energi
a. Rantai Makanan tiap satuan luas yang masuk ke tingkat trofik
dalam waktu tertentu.
Rantai makanan merupakan suatu
rangkaian peristiwa makan dan dimakan
antarorganisme dalam suatu ekosistem
E. Suksesi
sehingga membentuk tingkatan trofik. Suksesi adalah pergantian dominasi suatu
Contoh: komunitas dalam ekosistem tertentu, yaitu
dari komunitas perintis (pioneer) menuju
Rumput g Belalang g Katak g Ular g Elang
komunitas klimaks.
[Produsen] [K I] [K II] [K III] [K IV]
Berdasarkan asalnya, suksesi dibedakan
atas dua, yaitu:
Keterangan:
K I = konsumen tingkat I 1. Suksesi primer, yaitu suksesi yang terbentuk
K II = konsumen tingkat II dengan ditandai oleh hilangnya suatu
K III = konsumen tingkat III komunitas asal secara total, hanya bebatuan
K IV = konsumen tingkat IV dan tanah gersang, dan dalam waktu yang
lama muncul organisme perintis baru
b. Jaring-jaring Makanan
yang kemudian akan berkembang hingga
Jaring-jaring makanan adalah kumpulan mencapai ekosistem klimaks baru.
dari beberapa rantai makanan yang saling
Contoh: ekosistem yang terbentuk akibat
terkait.
letusan gunung berapi.
Contoh:
Suksesi sekunder, yaitu suksesi yang
Rumput Belalang berlangsung pada ekosistem yang tidak
Ular Harimau mengalami kerusakan total sehingga tidak
Padi Ayam
mengubah komunitas asal secara total.
Elang
Contoh: terjadinya angin kencang, pem
Bakteri bakaran padang rumput dengan sengaja.

168
F. Siklus Biogeokimia e. Siklus Nitrogen
Fiksasi N Denitrifikasi
Siklus biogeokimia merupakan rangkaian 1 2 3 4
N dalam atmosfer

perpindahan unsur-unsur kimia dalam ekosistem


N dalam tumbuhan N dalam
yang melibatkan komponen biotik dan abiotik. dan mikroba hewan
Terdapat enam siklus yang termasuk siklus mati, ekskret N;
biogeokimia, yaitu: Bahan organik
urine, tinja
+ekskreta
a. SIklus Air Asimilasi
Pembusukan oleh
1 2 3
bakteri+fungi

Denitrificans Senyawa amonia


Awan dan amonium
1 Nitrosomonas Nitrifikasi
Hujan
oleh
Absorpsi Nitrit bakteri
Peresapan Penguapan
oleh akar
melalui tanaman 4 Nitrobacter
Tan
a h pa
sir/b Danau Nitrat
erpo Penguapan
ri Air t
ana
h
Lapisan kedap air Laut

G. Lingkungan
b. Siklus Sulfur a. Kesetimbangan Lingkungan
r Struktur dalam Pe Apabila komponen abiotik dan biotik
ka ro
na organisme mb
er
ap
a ak
ae yang menyusun suatu ekosistem berada
ro
ny b
Pe dalam komposisi yang setimbang maka
Sulfat
Bakteri pereduksi sulfur Gas sulfur dan dapat dikatakan lingkungan telah
sulfida
Ok
sid
mengalami kesetimbangan.
as ur
ib ulf
is
ak
ter
is kte
r Lingkungan menjadi tidak setimbang
ulf ba
ur si
Sulfur
Ok
sid
a
karena faktor alam (bencana alam)
Siklus Sulfur dan faktor manusia (penebangan liar,
pembuangan limbah, dan lain-lain).
c. Siklus Oksigen dan Karbon
b. Pencemaran Lingkungan
Yaitu, masuk atau dimasukkannya
Udara & air
CO2
Respirasi sel bahan pencemar ke dalam lingkungan
Fotosintesis oleh
tumbuhan dan menimbulkan gangguan pada
Respirasi seluler makhluk hidup.
pembakaran perombakan Pelapukan oleh
jamur & bakteri
Pencemaran lingkungan dibedakan
CaCO3
Batu kapur & minyak menjadi lima jenis, yaitu:
Organisme mati
1. Pencemaran air, terjadi akibat
Kandungan organik
Dimakan oleh
(karbohidrat)
organisme heterotrof pembuangan limbah, baik pabrik,
pertanian, maupun limbah rumah
tangga tanpa pengolahan sebelumnya.
d. Siklus Fosfor
2. Pencemaran tanah, terjadi akibat
Perombak (bakteri) Endapan di danau
pembuangan sampah plastik dan
Fosfor dalam tubuh Fosfor dalam tanah, Fosfor dalam penggunaan pestisida yang berlebih.
organisme air tawar, dan air laut batuan

Penyerapan oleh tanaman dan Erosi


melalui rantai makanan
Siklus Fosfor

169
3. Pencemaran udara, terjadi akibat c. Upaya Menanggulangi Pencemaran
pembakaran tidak sempurna asap Lingkungan
kendaraan bermotor dan pembakaran Upaya yang dapat dilakukan untuk mengu
hutan yang menghasilkan gas-gas rangi dampak pencemaran lingkungan adalah
seperti CO, CO2, SO2, NO, NO2. dengan melakukan program 3R, yaitu:
4. Pencemaran suara, terjadi akibat suara 1. Reduce, yaitu mengurangi pemakaian
bising yang berlangsung terus-menerus bahan-bahan pencemar lingkungan.
di atas 50 dB yang ditimbulkan oleh
2. Reuse, yaitu pemanfaatan kembali ba
suara mesin, baik mesin industri atau
rang bekas yang masih dapat digunakan.
mesin kendaraan.
3. Recycle, yaitu mendaur ulang barang-
5. Pencemaran benda radioaktif, terjadi
barang bekas pakai yang tidak dapat
akibat adanya debu-debu radioaktif dari
hancur oleh mikroba dalam waktu singkat.
ion nuklir serta reaktor-reaktor atom.

170
Bab 10
Sel
4. Sel merupakan satuan unit struktural,
A. Teori Sel fungsional, reproduksi, dan hereditas pada
Teori tentang sel pernah dikemukakan oleh makhluk hidup.
beberapa ahli biologi, di antaranya:
1. Robert Hooke (1665): Pertama B. Jenis Sel
kali mendeskripsikan sel melalui
Berdasarkan keberadaan membran inti, sel
eksperimennya, yaitu melihat struktur sel
makhluk hidup dibedakan atas dua jenis, yaitu:
pada sayatan gabus di bawah mikroskop.
a. Prokariotik
2. Antonie van Leeuwenhoek (1673):
Sel prokariotik merupakan jenis sel yang inti
Pertama kali melihat sel hidup
selnya belum memiliki membran inti (kari-
(mikroorganisme).
oteka). Umumnya sel jenis ini dimiliki oleh
3. Robert Brown (1831): Mendeskripskan
makhluk hidup tingkat rendah.
nukleus dengan mengamati struktur sel
Contoh: Bakteri, alga biru.
pada jaringan tanaman anggrek.
b. Eukariotik
4. Matthias Jakob Schleiden dan Theodor
Jenis sel eukariotik sudah memiliki membran
Schwann (1839): Mengemukakan
inti (karioteka) pada inti selnya. Umumnya
bahwa makhluk hidup (tumbuhan dan
dimiliki oleh makhluk hidup tingkat tinggi.
hewan) tersusun atas sel-sel.
Contoh: Sel hewan avertebrata dan verte-
5. Rudolf Virchow (1855): Mengemukakan
brata, serta sel tumbuhan berbiji, tumbu-
bahwa semua sel berasal dari sel
han paku, dan lumut.
sebelumnya (omnis cellula e cellula).
6. M a x S c h u l t z e ( 1 8 2 5 1 8 7 4 ) :
Menegaskan bahwa protoplasma
C. Perbedaan Sel
merupakan dasar-dasar fisik kehidupan
dan tempat terjadinya proses hidup. Mitokondria

7. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye Flagela


Perioksisom
(18351839): Mengamati struktur sel Membran
Sentriol inti
dan melihat adanya cairan dalam sel Mikrofilamen
Kromatin Nukleus
Nukleolus
yang kemudian dinamakan protoplasma. Retikulum
endoplasma kasar
Prinsip dasar pada teori sel, yaitu: Ribosom
Lisosom
1. Seluruh organisme terdiri atas satu atau lebih
Membran
sel. plasma
Badan golgi Retikulum endoplasma halus
2. Sel adalah unit dasar struktur seluruh

kehidupan.
3. Seluruh sel berkembang dari sel sebelumnya.
Sel Hewan
171

Kloroplas
Mitokondria
Tempat terjadinya reaksi kimia.
Vakuola
2. Dinding Sel
Membran inti Mikrotubulus
Nukleus Kromatin Dinding sel hanya terdapat pada sel
Nukleolus
Retikulum Mikrofilamen
tumbuhan.
endoplasma kasar Kloroplas
Retikulum Dinding sel tersusun atas senyawa
endoplasma halus Plasmodesma
Peroksisom Ribosom selulosa, zat pektin, hemiselulosa, dan
Dinding sel Membran
plasma
Badan golgi
Gambar. Struktur sel hewan dan sel tumbuhan
glikoprotein.
C. Fungsi Bagian-bagian Sel
Berperan sebagai pelindung organel-
organel sel di dalamnya dan untuk
Sel Tumbuhan 67

mempertahankan bentuk sel.


b. Nukleus (Inti Sel)
Adapun perbedaan antara sel hewan dengan sel
Nukleus merupakan organel terbesar da-
tumbuhan terangkum pada tabel berikut.
lam sel, yaitu berukuran antara 1020 nm.
No Pembeda Sel Hewan Sel Tumbuhan Fungsi inti sel, yaitu:
1. Dinding sel Tidak ada Ada 1. Mengendalikan proses metabolisme
2. Plastida Tidak ada Ada dalam tubuh.
3. Kloroplas Tidak ada Ada 2. Tempat tersimpannya materi genetik
4. Sentriol Ada Tidak ada dalam bentuk DNA/RNA.
Berukuran Berukuran 3. Sebagai tempat terjadinya replikasi dan
5. Vakuola
kecil besar transkripsi DNA.
Komposisi nukleus terdiri atas tiga organel,
yaitu:
D. Struktur Sel 1. Membran nukleus (karioteka).
Struktur sel terbagi atas tiga bagian, yaitu 2. Matriks (nukleoplasma), yaitu cairan
membran plasma, inti sel, dan sitoplasma. Pada inti yang tersusun atas zat protein inti
sitoplasma terdapat berbagai macam organel sel (nukleoprotein).
yang memiliki peranan masing-masing. 3. Nukleolus (anak inti), di dalamnya
a. Membran Plasma banyak mengandung kromosom yang
Membran plasma terdiri atas dua lapisan, berfungsi untuk menentukan ciri sel,
yaitu: mengatur bentuk sel, dan menentukan
1. Membran Sel generasi sel selanjutnya.
Memiliki ketebalan 510 nm. c. Sitoplasma
Membran sel tersusun atas lipoprotein Sitoplasma merupakan suatu cairan sel
(50% protein dan 50% lipid). Lipid yang dengan segala sesuatu yang terkandung
menyusunnya terdiri atas fosfolipid di dalamnya, yaitu makromolekul, mikro-
(hidrofilik) dan sterol (hidrofobik). molekul, ion-ion, dan organel sel.
M e m b ra n s e l b e rs i fa t s e l e k t i f Tiap-tiap organel pada sitoplasma memiliki
permeabel, artinya hanya dapat dilalui struktur dan peran khusus, antara lain:
oleh air dan zat-zat yang terkandung di 1. Mitokondria
dalamnya. Organel penghasil energi dalam sel yang
Fungsi membran sel, yaitu: tersusun atas fosfolipid dan protein.
Sebagai pelindung sel. Terdiri atas dua lapisan, yaitu membran
Mengendalikan proses pertu luar yang halus, membran dalam yang
karan zat ke luar dan ke dalam sel. berlekuk-lekuk (krista), dan matriks
mitokondria.
172
Mitokondria berperan sebagai tempat 6. Vakuola
terjadinya respirasi seluler dan Merupakan organel sitoplasmik yang
menghasilkan ATP. berisi cairan dan dibatasi oleh selaput tipis
2. Ribosom (tonoplas).
Organel terkecil dalam sitoplasma Pada sel hewan berukuran kecil, sedangkan
dengan ukuran 1720 mikron. pada sel tumbuhan berukuran besar.
Tersusun atas protein dan RNA Berperan sebagai penyimpan cadangan
ribosomal (RNAr). makanan dan sisa metabolisme,
Berperan dalam sintesis protein. pengatur tekanan turgor pada sel
Terdapat menyebar di sitoplasma dan tumbuhan.
ada yang menempel di REK. 7. Plastida
3. Retikulum endoplasma (RE) Merupakan organel spesifik yang hanya
Terdapat dua jenis retikulum endoplasma terdapat pada sel tumbuhan.
(RE), yaitu: Di dalam plastida terdapat zat pigmen.
Retikulum endoplasma kasar (REK), Berdasarkan pigmennya, plastida terbagi
pada permukaannya banyak ditempeli menjadi:
oleh ribosom (tempat sintesis protein). Plastida berwarna, yaitu kloroplas
REK berfungsi sebagai transpor protein (mengandung klorofil atau zat
yang disintesis di dalam ribosom. hijau daun) dan kromoplas
Retikulum endoplasma halus (REH), (mengandung karotenoid atau zat
permukaannya tidak ditempeli oleh warna kuning, jingga, dan merah).
ribosom, dan menghasilkan enzim yang Plastida tak berwarna, yaitu
dapat mensintesis fosfolipid, glikolipid, leukoplas yang berguna untuk
dan steroid. menyimpan cadangan makanan.
4. Badan golgi 8. Sentrosom
Merupakan sekumpulan kantung pipih Hanya dijumpai pada sel hewan.
yang bertumpuk dan tiap kantungnya Berbentuk bulat, kecil, dan terdapat di
dibatasi oleh membran saccula. dekat inti.
Berperan aktif dalam proses sekresi, Berperan dalam proses pembelahan sel.
terutama pada sel-sel kelenjar. 9. Badan mikro
Menghasilkan lisosom dan membentuk Terdiri atas dua jenis, yaitu peroksisom
dinding sel pada tumbuhan. dan glioksisom.
5. Lisosom Peroksisom terdapat pada sel hewan
Banyak terdapat pada sel-sel darah yang mengeluarkan enzim katalase dan
terutama leukosit, limfosit, dan berfungsi untuk menguraikan senyawa
monosit. hidrogen peroksida.
Berperan aktif dalam melakukan fungsi Glioksisom berperan dalam mengubah
imunitas dengan mensintesis enzim- lemak menjadi sukrosa.
enzim hidrolitik untuk mencernakan
bakteri patogen yang menyerang tubuh. E. Mekanisme Transportasi Zat
Membantu menghancurkan sel yang luka
atau mati dan menggantikannya dengan Mekanisme transportasi zat ke luar atau ke dalam
sel baru yang disebut autofagus. sel melalui membran sel terdiri atas dua cara,
yaitu:

173
a. Transpor Pasif b. Transpor Aktif
Mekanisme perpindahan zat secara trans- Transpor aktif merupakan jenis perpinda-
por pasif tidak memerlukan energi dan han zat melalui membran semipermeabel
terjadi karena adanya perbedaan konsen- yang bergerak melawan gradien konsen-
trasi antara zat dan larutan di kedua sisinya. trasi sehingga memerlukan energi dalam
Transportasi zat secara pasif melalui beber- bentuk ATP. Transpor aktif berjalan dari
apa peristiwa, yaitu: larutan dengan konsentrasi rendah ke laru-
1. Difusi, yaitu perpindahan zat dari tan berkonsentrasi tinggi sehingga tercapai
larutan yang berkonsentrasi tinggi larutan isotonis.
(hipertonis) menuju larutan yang Contoh: Proses pengangkatan ion K+, dan
berkonsentrasi rendah (hipotonis) Na+ yang terjadi antara sel darah merah dan
tanpa melalui selaput membran. cairan ekstrasel (plasma darah).
Contoh: pergerakan oksigen ke dalam Peristiwa transpor aktif ada 2 jenis, yaitu:
sel saat kita mengirup udara. 1. E n d o s i t o s i s , y a i t u p e r i s t i w a
2. Osmosis, yaitu perpindahan zat pembentukan kantung membran sel
dari larutan yang berkonsentrasi yang terjadi karena adanya transfer
rendah (hipotonis) ke larutan yang larutan atau partikel ke dalam sel.
berkonsentrasi tinggi (hipertonis) Endositois terbagi dua, yaitu pinositosis
melalui membran semipermeabel dan fagositosis.
sehingga diperoleh larutan yang 2. Eksitosis, yaitu proses keluarnya suatu
konsentrasinya seimbang (isotonis). zat ke luar sel. Contoh: sekresi mukus
Contoh: Proses penyerapan air melalui
bulu-bulu akar tanaman.
3. Difusi terfasilitasi, yaitu proses difusi
yang dibantu oleh suatu protein karier.
Contoh: Gerakan perpindahan glukosa
ke dalam sel.

174
Bab 11
Jaringan Tumbuhan
dan Hewan
A. Jaringan Tumbuhan Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibe-
dakan menjadi dua, yaitu:
Jaringan pada tumbuhan dikelompokkan menjadi 1. Meristem apikal (ujung), merupakan
dua, yaitu: jar ingan muda yang terletak di ujung
a. Jaringan Meristem akar maupun batang dan menyebabkan
Jaringan meristem merupakan jaringan pertumbuhan primer (tumbuhan meninggi).
yang terdiri atas sel-sel muda yang aktif da- 2. Meristem lateral (samping), yaitu jaringan
lam fasa pembelahan dan pertumbuhan. yang terletak di batang dikotil, sejajar dengan
Sifat dari jaringan meristem, yaitu: permukaan batang dan menyebabkan
1. Berdinding tipis. pertumbuhan sekunder (tumbuhan
2. Tidak ditemukan ruang antarsel. melebar).
3. Vakuola sel berukuran kecil.
3. Meristem interkalar, yaitu jaringan
4. Sel-selnya berukuran kecil dan berbentuk
yang terletak di sekitar ruas batang dan
bulat, lonjong, atau poligonal.
menyebabkan pemanjangan ruas-ruas
5. Masing-masing sel banyak mengandung
batang tumbuhan.
sitoplasma dan memiliki satu atau lebih
nukleus. b. Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa pada tumbuhan telah mengala-
Berdasarkan cara terbentuknya, jaringan meri-
mi diferensiasi dan tidak aktif melakukan pem-
stem terbagi menjadi tiga, yaitu:
belahan lagi.
1. Promeristem
Merupakan jaringan meristem yang terben Sifat dari jaringan dewasa, yaitu:
tuk saat tumbuhan masih tingkat embrio. 1. Terdapat ruang antarsel.
2. Meristem primer 2. Sel-selnya tidak aktif membelah diri.
Banyak ditemukan pada tumbuhan 3. Ukuran sel relatif besar jika dibandingkan
dewasa yang masih aktif membelah. dengan jaringan meristem.
Jaringan ini terdapat pada ujung akar 4. Dinding sel telah mengalami penebalan.
dan batang. Menurut fungsinya, jaringan dewasa dibedakan
3. Meristem sekunder menjadi empat, yaitu:
Terbentuk dari meristem primer dan 1. Jaringan epidermis
selanjutnya menjadi meristematis.
Susunan selnya rapat sehingga tidak
Selnya berbentuk pipih/prisma dan di
memungkinkan adanya ruang antarsel.
bagian tengah terdapat vakuola.
Contoh: kambium dan kambium gabus.

175
Umumnya berbentuk pipih dan tidak peredaran zat makanan hasil fotosintesis
berklorofil. pada tanaman.
Terletak pada permukaan luar organ Jaringan pengangkut pada tumbuhan
tumbuhan (akar, batang, dan daun). terbagi atas dua jenis, yaitu:
Berfungsi sebagai pelindung bagian dalam Xilem, jaringan pengangkut yang
organ tumbuhan dan berperan dalam berfungsi sebagai alat untuk
proses penyerapan air dan mineral. mengangkut air dan mineral dari
Epidermis mengalami modifikasi menjadi akar menuju daun.
stomata (mulut daun), trikoma (rambut Floem, yang berfungsi untuk
daun), spina (duri), dan sel kipas. mengangkut zat hasil fotosintesis
2. Jaringan parenkim dari daun ke seluruh jaringan
Tersusun oleh sel-sel hidup dengan bentuk hidup tumbuhan.
dan fisiologi yang beragam. c. Organ Tumbuhan
Susunan sel tidak rapat sehingga ada 1. Akar
ruang antarsel. Epidermis
Umumnya berklorofil dan memiliki
banyak vakuola. Korteks
Rambut akar
Floem
Menurut fungsinya, jaringan parenkim Xilem
terbagi dua, yaitu:
Palisade parenkim (jaringan
Tudung akar Kambium
pagar) sebagai tempat berlang
Meristem ujung
sungnya fotosintesis.
Penampang Membujur Akar Tumbuhan
Spons parenkim (jaringan bu nga
karang). Tersusun atas beberapa jaringan, yaitu:
3. Jaringan penyokong (penguat) Epidermis, merupakan lapisan
Berfungsi untuk menyokong dan terluar akar dan tersusun atas selapis
memperkuat tumbuhan sel dengan susunan yang rapat,
berdinding tipis, dan beberapa selnya
Jaringan penyokong dibedakan atas dua
berdiferensiasi membentuk rambut
jenis, yaitu:
akar.
Jaringan kolenkim, tersusun atas
Korteks, yaitu lapisan tengah yang
sel-sel hidup yang lentur dan
tersusun atas sel-sel parenkim yang
mengalami penebahan selulosa.
berdinding tipis, dan tersusun longgar.
Jaringan ini terdapat pada
Korteks berfungsi sebagai penyimpan
organ yang aktif mengadakan
cadangan makanan.
pembelahan.
Endodermis, yaitu selapis korteks
Jaringan sklerenkim, tersusun
paling dalam dan tersusun rapat tanpa
atas sel-sel mati yang keras dan
rongga sel. Endodermis berfungsi
mengalami penebalan pada
sebagai penga tur jalannya air dan
dinding selnya sehingga lebih
mineral dari korteks menuju silinder
kuat.
pusat.
4. Jaringan pengangkut (vasikular) Stele (silinder pusat), terdiri atas
Berperan dalam proses pengangkutan perisikel dan jaringan pengangkut
air dan berbagai unsur hara serta
176
(xilem dan floem) yang tersusun radial. Tipe kolateral tertutup (floem terletak
Fungsi akar, yaitu: di luar xilem).
Penyokong tegaknya tumbuhan. Tipe bikolateral (floem berada di luar
Sebagai tempat penyimpanan dan di dalam xilem).
cadangan makanan. Tipe ampivasi (xilem mengelilingi
Berperan dalam proses penye rapan floem).
air, mineral, dan unsur hara di dalam Tipe ampikribal (floem mengelilingi
tanah. xilem).
Sebagai alat reproduksi secara 3. Daun
vegetatif.
2. Batang
Berfungsi sebagai penghubung antara akar Epidermis atas

dan daun, tempat menyimp an air dan Xylem Floem

cadangan makanan, serta untuk menegakkan Kloroplas

tumbuhan.
Struktur batang terdiri atas epiderm is,
Jaringan
korteks, dan stele. Palisade Jaringan
spons Stomata Kutikula

Mesofil

Epidermis Epidermis
Floem
Floem
Tersusun atas tiga jaringan, yaitu:
Epidermis, berfungsi sebagai pelin
Kambium
dung jaringan di dalamnya. Umumnya
Korteks
Xilem
Korteks
dilapisi oleh kutikula, dan pada bagian
Xilem

(a) (b) bawah terdapat stomata (mulut daun)


untuk pertukaran gas.
(a) Penampang Melintang Batang Monokotil
(b) Penampang Melintang Batang Dikotil Mesofil (parenkim daun), yaitu lapisan
yang berkembang menjadi jaringan
Batang tersusun atas dua jenis jaringan, palisade (tempat terjadinya fotosintesis
yaitu: karena banyak terdapat kloroplas), dan
Jaringan primer jaringan spons (bunga karang).
Pada batang dikotil terdiri atas Jaringan vasikular, terdiri atas xilem
epidermis, korteks, endodermis, dan floem.
dan stele.
Fungsi daun, yaitu:
Pada batang monokotil terdiri
Tempat berlangsungnya proses
atas epidermis, korteks, stele, dan
fotosintesis dan transpirasi (penguapan
empulur.
air pada siang hari).
Jaringan sekunder
Penyimpan cadangan makanan.
Hanya dimiliki oleh batang tumbuhan
dikotil, terdiri atas floem sekunder, Stomata (mulut) pada daun sebagai
xilem sekunder, dan kambium gabus. organ respirasi (pernapasan).

Beberapa tipe berkas pengangkut pada Alat perkembangbiakan vegetatif,


batang, yaitu: seperti pada tanaman cocor bebek.
4. Bunga
Tipe kolateral terbuka (floem terletak
di luar xilem). Merupakan organ pada tumbuhan yang

177
tersusun atas mahkota bunga, kelopak, putik, Contoh: pada dinding usus, dinding
dan benang sari. lambung, dan oviduk.
Berdasarkan kelengkapan bagiannya, bunga 6. Epitel silindris berlapis banyak,
digolongkan menjadi empat, yaitu bunga terdapat pada alat-alat tubuh dan
sempurna, bunga tidak sempurna, bunga berfungsi sebagai tempat sekresi dan
jantan, dan bunga betina. pergerakan.
7. Epitel silindris berlapis banyak semu,
B. Jaringan Hewan memiliki bulu getar pada permukaannya.
Terdapat pada organ yang berperan
Jaringan pada hewan dikelompokkan menjadi
sebagai lapisan pelindung, sekresi, dan
empat, yaitu:
pergerakan zat yang melewati permukaan.
a. Jaringan Epitel Contoh: rongga hidung, trakea.
Jaringan yang tersusun selapis atau be-be- 8. Epitel transisional, berbentuk tak tentu,
rapa lapis sel yang menutupi permukaan or- terdapat pada ureter, kandung kemih,
gan. Berperan sebagai perlindung, pe-ngel- dan uretra.
uaran getah, dan penyerapan. 9. Epitel kelenjar, dapat mensekresikan
Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan getah berupa enzim, keringat, air
epitel dikelompokkan menjadi sembilan, yaitu: ludah, maupun hormon. Berdasarkan
1. Epitel pipih selapis, yaitu jaringan yang cara mensekresikan cairannya, epitel
berfungsi untuk proses difusi, sekresi, kelenjar terbagi menjadi dua, yaitu
dan filtrasi. kelenjar eksokrin dan kelenjar
Contoh: pada dinding pembuluh darah, endokrin.
limfa, ginjal, dan selaput jantung.
2. Epitel pipih berlapis banyak, yaitu
Epitel pipih Epitel kubus
jaringan yang berfungsi sebagai Epitel transisional Epitel bersilia Epitel kelenjar

pelindung di bawahnya.
Contoh: pada rongga mulut, permukaan
kulit, esofagus, dan rongga hidung. Epitel silindris Epitel tubuler Epitel alveolus Epitel sakulus
majemuk
3. Epitel kubus selapis, terdapat pada Macam-macam Jaringan Epitel
organ-organ yang berperan dalam
proses pengeluaran kelenjar dan proses b. Jaringan Otot
penyerapan. Jaringan yang terdiri atas serabut-serabut
Contoh: pada kelenjar tiroid, ovarium, otot (myofibril) yang tersusun atas sel-sel
dan tubula ginjal. otot yang dibungkus oleh membran sar-
4. Epitel kubus berlapis banyak, dimiliki kolema. Jaringan otot berfungsi sebagai
oleh organ yang berfungsi dalam proses alat gerak aktif dan terdapat pada anggota
sekresi dan penyerapan. gerak maupun organ-organ dalam tubuh.
Contoh: pada kelenjar keringat, kelenjar Berdasarkan struktur dan cara kerjanya,
minyak, ovarium, dan buah zakar. jaringan otot dibedakan menjadi tiga jenis,
5. Epitel silindris selapis, terdapat pada yaitu:
organ yang berperan dalam proses 1. Otot polos, berbentuk gelondong,
pengeluaran zat dari dalam tubuh, berinti sel satu dan terletak di tengah.
penyerapan zat, dan melicinkan. Otot ini bekerja secara tak sadar dan
178
terdapat pada semua organ dalam 3. Jaringan darah/limfa, berfungsi
tubuh, kecuali jantung. sebagai alat transportasi, dimana darah
2. Otot lurik, yaitu otot yang melekat mengangkut sari-sari makanan, O2, CO2,
pada rangka, bekerja dengan sadar, dan dan zat sisa metabolisme tubuh.
berbentuk memanjang dengan inti sel 4. Jaringan penghubung berserat,
yang banyak. tersusun atas sel-sel lemak yang
3. Otot jantung, berbentuk silindris berbentuk poligonal dan tersusun
panjang dan bercabang, inti sel banyak longgar. Pada tiap rongganya terdapat
dan terletak di tengah. tetes lemak. Jaringan ini berfungsi
sebagai tempat penyimpanan lemak
untuk cadangan makanan dan untuk
melindungi organ dalam tubuh dari
Otot lurik
suhu dingin.
Otot polos Otot Jantung
d. Jaringan Saraf
Jenis Sel Otot
Sumber: Dokumen Penerbit Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf
(neuron) yang terdiri atas badan sel, akson
c. Jaringan Konektif (Penyambung)
(neurit), dendrit, dan selubung saraf.
Jaringan konektif memiliki sel-sel yang su
Berdasarkan fungsinya, sel-sel saraf dike-
sunannya tidak terlalu rapat dan dibedakan
lompokkan menjadi tiga, yaitu:
menjadi empat, yaitu:
1. Saraf sensorik (neuron aferen),
1. Jaringan pengikat, berfungsi untuk
bertugas menghantarkan rangsang
mengikat jaringan pada tubuh sehingga
dari organ reseptor menuju susunan
menyatu dan dapat menunjang fungsi
saraf pusat (otak dan sumsum tulang
organ lainnya. Dibedakan menjadi
belakang).
jaringan ikat padat dan jaringan ikat
longgar. 2. Saraf motorik (neuron eferen), bertugas
menghantarkan rangsang dari susunan
2. Jaringan penguat (penunjang),
saraf pusat menuju bagian efektor (alat
berfungsi untuk melindungi organ-
gerak), yaitu kelenjar dan otot hingga
organ tubuh yang lemah. Terdiri atas:
menjadi respons gerakan.
Jaringan tulang rawan (kartilago).
3. Saraf konektor (asosiasi), yang bertugas
jaringan tulang sejati (osteon).
menghubungkan antara saraf sensorik
dan motorik.

179
Bab 12
Sistem Gerak Manusia

A. Rangka (Tulang) Pada dasarnya kerangka tubuh manusia


dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a. Fungsi Rangka 1. Rangka aksial (Skeleton Axiale)
1. Merupakan alat gerak pasif. Tersusun atas:
2. Memberi kekuatan dan menunjang Tulang tengkorak (kranium)
tegaknya tubuh. Tulang-tulang penyusun tengkorak dibedakan
3. Memberi bentuk pada tubuh. menjadi dua, yaitu:
4. Melindungi organ-organ tubuh bagian
Tulang pembentuk bagian kepala,
dalam.
meliputi:
5. Tempat melekatnya otot.
- Tulang baji (sfenoid)
6. Sebagai tempat pembentukan sel darah.
- Tulang tapis (etmoid)
7. Sebagai tempat penimbunan mineral.
- Tulang pelipis (temporal)
b. Jenis Rangka - Tulang dahi (frontal)
Rangka berdasarkan letak dan susunannya - Tulang ubun-ubun (parietal)
terbagi menjadi dua jenis, yaitu: - Tulang kepala belakang (oksipital)
1. Rangka eksoskeleton, yaitu rangka yang
a Tulang penyusun wajah, meliputi:
terletak di luar tubuh.
- Tulang rahang atas (maksila)
2. Rangka endoskeleton, yaitu rangka
- Tulang rahang bawah (mandibula)
yang letaknya di dalam tubuh.
- Tulang pipi (zigomatikus)
c. Sistem Rangka Manusia
- Tulang langit-langit (palatinum)
Tulang tengkorak
- Tulang hidung (nasale)
Tulang rahang bawah
- Tulang mata (lakrimalis)
Tulang selangka
Tulang belikat - Tulang pangkal lidah
Tulang rusuk
Tulang
lengan
Tulang belakang
atas Tulang dada

Tulang
Terdiri atas:
Tulang belakang
pengumpil
Ruas tulang leher (7 ruas)
Tulang panggul
Tulang hasta a Ruas tulang punggung (12 ruas)
Tulang jari Tulang paha
a Ruas tulang pinggang (5 ruas)
Tulang betis Tulang
tempurung a Ruas tulang kelangkang
Tulang lutut
kering a Ruas tulang ekor
Tulang Tulang jari-jari kaki
telapak
kaki

Sistem Rangka Manusia


Sumber: Penerbit

180
Tulang dada 1. Tulang rawan (kartilago), tersusun atas
Terdiri atas tiga bagian, yaitu: sel-sel tulang rawan (kondrosit), banyak
a Hulu (manubrium) mengandung zat kolagen, dan sedikit
Badan (korpus) mengandung zat kapur sehingga bersifat
Taju pedang lentur.
Tulang rusuk Contoh: pada bagian persendian, daun
Terdiri atas tiga bagian, meliputi: telinga, cuping hidung, dan ruas tulang
Tulang rusuk sejati (costa vera) belakang.
Tulang rusuk palsu (costa spuria) 2. Tulang sejati (osteon), tersusun atas sel-sel
Tulang rusuk melayang osteosit yang mengandung kalsium dan fosfor
2. Rangka Apendikuler sehingga bersifat keras.
Rangka apendikuler merupakan rangka yang Berdasarkan bentuknya, tulang dikelompokkan
tersusun atas empat ruas tulang, yaitu: menjadi empat jenis, yaitu:
Tulang bahu 1. Tulang pipa, berbentuk panjang, bulat, pada
Terdiri atas dua bagian, yaitu: bagian ujungnya terdapat bonggol, dan di
Tulang belikat (skapula) dalamnya berisi sumsum kuning dan lemak.
Tulang selangka (klavikula) Contoh: tulang paha, tulang betis, tulang
Tulang panggul hasta, tulang pengumpil, dan tulang ruas jari
Terdiri atas tiga tulang, yaitu: tangan/kaki.
Tulang usus (ileum) 2. Tulang pipih, berbentuk pipih atau tipis, berisi
Tulang duduk (iskhium) sumsum merah, dan tempat pembuatan sel
Tulang kemaluan darah merah dan sel darah putih.
Contoh: tulang pinggul, tulang kepala
Tulang anggota gerak atas
(tengkorak), tulang rusuk, dan tulang belikat.
Terdiri atas:
3. Tulang pendek, berbentuk pendek dan bulat,
Tulang lengan atas (lumerus)
berisi sumsum merah, dan juga merupakan
Tulang hasta (ulna)
tempat pembuatan sel darah merah juga sel
Tulang pengumpil (radius)
darah putih.
Tulang pergelangan tangan (karpal)
Contoh: ruas tulang belakang, tulang
Tulang talapak tangan (metakarpal)
pergelangan tangan, dan tulang pergelangan
Tulang jari-jari (phalanges)
kaki.
Tulang anggota gerak bawah
4. Tulang tak beraturan, tidak memiliki bentuk
Tersusun atas:
tertentu.
Tulang paha (femur)
Contoh: tulang rahang wajah.
Tulang tempurung lutut (patela)
Tulang betis (fibula) e. Hubungan Antartulang (Persendian)
Tulang kering (tibia) Hubungan antartulang disebut persendian.
Tulang pergelangan kaki (tarsal) Berdasarkan sifat geraknya, persendian terbagi
Tulang talapak kaki (metatarsal) menjadi tiga macam, yaitu:
Tulang jari kaki (phalanges) 1. Sinarthrosis (sendi mati), yaitu hubungan
antartulang yang tidak dapat digerakkan.
d. Tulang
Dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:
Tulang berdasarkan sel penyusunnya terbagi
Sinkondrosis (persendian dengan tulang
menjadi dua, yaitu:
rawan).

181
Sinfibrosis (persendian dengan jaringan B. Otot
ikat (fibrosa)).
Contoh: tulang tengkorak, dan hu Otot dapat bergerak karena adanya sel otot. Otot
bungan antara tulang dada dan rusuk. bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi.
2. Amfiarthrosis, yaitu persendian yang a. Jenis-jenis Otot
memungkinkan adanya sedikit gerakan
(terbatas).
Contoh: persendian pada tulang rusuk dengan
tulang belakang dan tulang dada. Otot lurik Otot polos Otot Jantung
3. Diathrosis (sendi gerak), yaitu persen
dian yang dapat bergerak dengan leluasa. 1. Otot polos
Dikelompokkan menjadi lima, yaitu: selnya berbentuk gelondong dan
nukleus ada satu di tengah sel.
Gerakan ototnya lambat dan tidak cepat
lelah.
Sendi Putar Sendi Peluru Bekerja secara tidak sadar (involunter).
Terdapat pada bagian organ dalam tubuh.
2. Otot lurik
Selnya berbentuk silindris dengan garis
Sendi Engsel Sendi Pelana gelap terang.
Nukleus banyak dan terletak di tepi.
Bekerja secara sadar (volunteer).
Gerakannya cepat dan mudah lelah.
Sendi Luncur
Melekat pada rangka.
Sendi engsel, yaitu persendian yang
3. Otot jantung
dapat bergerak satu arah.
Selnya berbentuk silindris, dengan
Contoh: ruas antarjari dan pada siku.
percabangan (sinsitium).
Sendi peluru, yaitu persendian yang
Nukleus satu dan terletak di tengah.
dapat bergerak ke seluruh arah.
Bekerja secara tidak sadar (involunter).
Contoh: sendi pada pangkal lengan dan
Tidak mudah lelah.
pangkal paha
Terdapat pada organ jantung.
Sendi pelana, yaitu persendian yang
dapat bergerak dua arah. b. Karakteristik Otot
Contoh: sendi pada pangkal jari dan 1. Ko n t r a k s i b i l i ta s g ke m a m p u a n
telapak tangan. memendek (berkontraksi).
Sendi putar, yaitu persendian dimana 2. E k s t e n s i b i l i t a s g ke m a m p u a n
tulang yang satu berputar terhadap memanjang (berelaksasi).
tulang yang lain. 3. Elastisitas g kemampuan untuk kembali
Contoh: hubungan antartulang leher pada ukuran semula setelah memendek
dengan tengkorak. atau memanjang.
Sendi luncur, yaitu persendian tempat c. Macam Gerak Otot
ujung tulang yang satu menggeser 1. Antagonis (berlawanan)
ujung tulang yang lain. Ekstensor - fleksor : meluruskan -
Contoh: sendi pada ruas tulang membengkokkan
belakang.
182
Abduktor - adduktor : menjauhkan dari Skoliosis
badan - mendekatkan ke badan Kelainan dimana tulang belakang yang
Depressor - elevator : menurunkan - melengkung ke samping.
menaikkan Kifosis
Supinator - pronator : menengadah Kelainan pada tulang belakang, yaitu
tangan - menelungkupkan tangan terlalu melengkung ke belakang.
2. Sinergis (bersamaan) Lordosis
Contoh: pada otot punggung dan leher. Kelainan tulang belakang yang
melengkung ke depan.
C. Kelainan dan Gangguan pada Sistem 3. Defisiensi dan Gangguan Fisiologi
Gerak Rakitis
a. Gangguan pada Rangka Gangguan pada tulang kaki yang
1. Persendian membengkok seperti huruf X atau O
Dislokasi karena kekurangan vitamin D.
Dislokasi merupakan gang guan Mikrosefalus
pergeseran sendi dari kedudukan Merupakan penyakit dimana ukuran
semula karena tulang ligamennya tengkorak kepala lebih kecil dibanding
tertarik atau sobek. dengan ukuran normal.
Terkilir Osteoporosis
Tertariknya ligamen sendi yang Tulang-tulang kurang keras, rapuh,
disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba. keropos, dan mudah patah.
Ankilosis b. Gangguan pada Otot
Persendian tidak dapat digerakkan lagi 1. Atrofi, yaitu keadaan dimana otot
karena tulangnya menyatu. mengecil sehingga menghilangkan
Artritis (infeksi sendi) kemampuannya untuk berkontraksi.
G a n g g u a n s e n d i ya n g d i ta n d a i 2. Hipertrofi, yaitu keadaan otot menjadi
terjadinya peradangan sendi yang lebih besar dan kuat karena sering
disertai timbulnya rasa sakit. dilatih secara berlebih.
2. Gangguan ruas tulang belakang 3. Tetanus (kejang otot), merupakan
gangguan otot berupa kontraksi terus-
menerus yang disebabkan oleh bakteri.
4. Miastenia gravis, yaitu melemahnya
otot secara berangsur-angsur hingga
menyebabkan kelumpuhan.
5. Distrofi otot, merupakan penyakit otot
kronis sejak anak-anak.

183
Bab 13
Sistem Peredaran
Darah
A. Darah berukuran lebih besar dibandingkan
dengan sel darah merah.
a. Fungsi Darah - Jumlah leukosit dalam tubuh lebih
1. Mengangkut sari makanan, air, dan sedikit dibanding eritrosit, yaitu
oksigen ke seluruh tubuh. 5.00010.000 sel tiap 1 mm3 darah
2. Mengangkut CO 2 dan zat sisa hasil pada orang dewasa.
metabolisme menuju organ ekskresi. - Berperan utama dalam pertahanan
3. Mengatur keseimbangan asam dan basa tubuh (antibodi) dengan sifatnya
agar terhindar dari kerusakan jaringan. sebagai fagosit.
4. Sel darah putih berperan dalam - Sel darah putih ada dua jenis, yaitu:
mempertahankan tubuh dari infeksi Granulosit (plasma bergranular),
kuman penyakit. yaitu eosinofil, basofil, dan
5. Menjaga stabilitas suhu tubuh. netrofil.
6. Mengedarkan hormon dari kelenjar Agranulosir (plasma tidak bergra
endokrin ke bagian tubuh tertentu. nular), yaitu limfosit dan monosit.
b. Komponen Darah Keping darah (trombosit)
1. Sel-sel darah - Memiliki bentuk yang tidak teratur,
Sel darah manusia terdiri atas tiga jenis, yaitu: tidak berinti, dan berdiameter sekitar
Sel darah merah (eritrosit) 24 mm.
- Sel berbentuk bulat pipih, bikonkaf, - Trombosit hanya berumur 8 hari dan
tidak berinti, dan mengandung he- setiap 1 mm3 darah mengandung
moglobin (pigmen merah pada darah). trombosit sekitar 150.000400.000
- Hemoglobin merupakan protein yang keping.
mengandung hemin (mengandung zat - Berperan penting dalam proses
besi) dan globin, serta memiliki daya pembekuan darah dengan menge
ikat tinggi terhadap oksigen. luarkan enzim trombokinase saat
- Sel darah merah berjumlah 45 juta terjadi luka.
sel/mL darah dan hanya berumur se-
2. Plasma darah
kitar 120 hari, setelah itu dirombak di
Merupakan cairan darah berwarna
dalam hati/lever.
kekuningan yang mengandung 90% air,
Sel darah putih (leukosit) 8% protein, dan 0,9% mineral, oksigen,
- Sel tidak berwarna (bening), bentuk enzim, dan antigen.
ameboid (tidak tetap), berinti, dan
184
Berperan dalam proses pegangkutan Aglutinogen dibedakan menjadi dua,
sari makanan ke seluruh tubuh dan yaitu:
mengangkut zat sisa metabolisme dari 1. A g l u t i n o g e n A , m e m i l i k i
sel-sel tubuh menuju organ ekskresi. enzim glikosil transferase yang
Memiliki protein plasma yang terdiri mengandung glutiasetil glukosamin
atas: pada rangka glikoproteinnya.
- Albumin (menjaga osmotik 2. A g l u t i n o g e n B , m e m i l i k i
darah). enzim galaktosa pada rangka
- Globulin (zat antibodi). glikoproteinnya.
- Fibrinogen (pembekuan darah).
Tabel Golongan Darah Manusia
c. Mekanisme Pembekuan Darah
Golongan
Saat kulit terluka dan mengeluarkan No Aglutinogen Aglutinin
Darah
darah, trombosit ikut keluar bersama 1. A A b
d a ra h , ke m u d i a n p e ca h a k i b at 2. B B a
menyentuh permukaan luka yang kasar. 3. AB A dan B -
Pecahnya trombosit menyebabkan keluar 4. O - a dan b
nya enzim trombokinase yang dapat
mengubah protrombin menjadi trombin Berdasarkan ada tidaknya faktor
dengan bantuan ion Ca2+ dan vitamin K. Rh (sistem rhesus), golongan darah
Trombin yang terbentuk akan merang dibedakan menjadi dua, yaitu:
sang fibrinogen untuk membuat benang- 1. Golongan darah Rh +, yaitu jika
benang fibrin. Benang fibrin inilah yang di dalam eritrosit terdapat
segera membentuk anyaman untuk aglutinogen rhesus.
menutup luka sehingga darah membeku 2. Golongan darah Rh-, yaitu jika di
(tidak keluar). Adapun skemanya, yaitu: dalam eritrosit tidak ditemukan
aglutinogen rhesus.
menghasilkan
Trombosit Trombokinase Seseorang yang bergolongan darah
ah
engub Rh+ tidak boleh menjadi donor pada
m
Ca2+ seseorang dengan golongan darah Rh_
Protrombin Trombin
Vit. K karena akan terjadi penggumpalan
h
ba darah.
ngu
me
Fibrinogen menjadi Golongan darah O merupakan donor
Benang fibrin
universal (dapat mentrasfusikan
d. Golongan Darah Manusia darahnya kepada semua golongan
Penggolongan darah manusia sistem darah).
ABO (Karl Landstainer 18681943) Golongan darah AB disebut sebagai
didasarkan pada ada tidaknya zat resipien universal (dapat menerima
aglutinogen dan aglutinin. transfusi dari semua golongan darah).
Aglutinogen adalah protein yang Pada proses transfusi darah, golongan
terkandung dalam eritrosit. darah donor harus sama dengan
Aglutinin merupakan zat antibodi yang golongan darah resipien sehingga
terkandung dalam plasma darah dan tidak terjadi penggumpalan darah yang
dapat menggumpalkan aglutinogen. menyebabkan kematian bagi resipien.

185
B. Alat Peredaran Darah 4. Bilik kiri (ventrikel sinister),
memiliki otot 34 kali lebih tebal
a. Jantung dari bilik kanan, berfungsi untuk
Jantung merupakan organ yang terletak memompakan darah yang kaya O2
di dalam rongga mediastinum dari menuju seluruh bagian tubuh.
rongga dada sebelah kiri. Sebagai pemisah ruang pada jantung,
Jantung berfungsi sebagai alat terdapat katup yang berfungsi untuk
pemompa darah ke seluruh bagian mengatur aliran darah agar tetap searah
tubuh. dan terbagi menjadi tiga, yaitu:
Lapisan-lapisan jantung dari luar ke 1. Valvula trikuspidalis dan valvula
dalam, yaitu: mitral yang terdapat di antara
1. Perikardium, merupakan selaput serambi kanan dan bilik kanan.
pembungkus jantung paling luar. 2. Valvula bikuspidalis, terdapat di
2. Miokardium, merupakan selaput antara serambi kiri dan bilik kiri.
paling tebal dan tersusun atas otot 3. Valvula semilunaris, yang terdapat
jantung. pada pangkal nadi besar (aorta).
3. Endokardium, merupakan selaput Siklus Jantung merupakan periode dari
ya n g m e l a p i s i r u a n g - r u a n g satu siklus penuh kontraksi dan relaksasi.
jantung. SIklus jantung terbagi dua, yaitu:
Aorta 1. Sistole, yaitu periode kontraksi
Arteri
pulmonalis Katup semilunalis pada jantung dimana otot bilik
Vena kava Serambi kiri menguncup dan darah dipompa ke
superior Katup pembuluh nadi pulmonalis atau ke
Serambi kanan bikuspidalis
Bilik kiri aorta secara bersamaan.
Katup trikuspidalis
2. Diastole, yaitu fase relaksasi pada
Bilik kanan Septum
jantung dimana serambi jantung
Vena kava Selaput perikardium
inferior menguncup dan darah masuk ke
Penampang Jantung Manusia jantung.
Sumber: Dokumen penerbit
Dalam keadaan normal, tekanan sistole/
Jantung manusia terdiri atas empat diastole jantung adalah sebesar 120/90
ruang, yaitu: mmHg.
1. Serambi kanan (atrium dextrum),
yaitu tempat masuknya darah yang b. Pembuluh Darah
mengandung gas CO2 dari seluruh Menurut fungsinya, terdapat tiga jenis pembu-
tubuh. luh darah dalam tubuh, yaitu:
2. Serambi kiri (atrium sinistrum), Pembuluh nadi (arteri)
yaitu ruang sebagai tempat masuk Berfungsi untuk mengalirkan darah keluar dari
nya darah dari paru-paru yang kaya jantung. Terdiri atas dua jenis, yaitu:
akan gas O2. 1. Aorta (nadi besar), yaitu pembuluh
3. Bilik kanan (ventrikel dexter), arteri yang berfungsi untuk mengalirkan
yaitu tempat masuknya darah darah yang kaya akan O2 dari jantung
yang kaya akan gas CO2 dari atrium menuju seluruh bagian tubuh.
kanan, selanjutnya akan diedarkan 2. Arteri pulmonalis, yaitu pembuluh
menuju paru-paru melalui arteri yang berperan dalam mengalirkan
pembuluh arteri pulmonalis.

186
darah yang mengandung CO2 dari bilik Berdasarkan jalurnya, peredaran darah
kanan menuju paru-paru. manusia dibagi menjadi dua, yaitu:
Pembuluh balik (vena) 1. Peredaran darah kecil (pendek)
Berfungsi untuk mengalirkan darah menuju
jantung. Pembuluh vena ada dua, yaitu: Bilik kanan jantung g arteri pulmonalis
1. Vena pulmonalis, yaitu pembuluh vena g paru-paru g vena pulmonalis
yang berfungsi untuk mengalirkan g jantung serambi kiri g jantung bilik kiri

darah yang mengandung O2 dari paru-


paru menuju jantung (serambi kiri). 2. Peredaran darah besar (panjang)
2. Vena cava superior, yaitu pembuluh
vena yang berfungsi untuk mengalirkan
Bilik kiri jantung g aorta g arteri
darah dari tubuh bagian atas menuju
(pembuluh nadi) g tubuh g vena g
jantung. serambi kanan g bilik kanan
3. Vena cava inferior, yaitu pembuluh
vena yang membawa darah dari tubuh Sehingga peredaran darah manusia secara
bagian bawah menuju jantung. keseluruhan, yaitu:
Pembuluh kapiler
Pembuluh kapiler bercirikan dinding sel
yang tipis, halus, dan langsung berhubungan Darah dari paru-paru g masuk ke serambi kiri g
diteruskan ke bilik kiri g dipompa keluar jantung
dengan sel-sel pada jaringan tubuh. g menuju ke seluruh tubuh g darah dari seluruh
tubuh (kaya CO2) g masuk ke serambi kanan g
Tabel Perbedaan Pembuluh Arteri dan Vena
bilik kanan g menuju ke paru-paru
Sifat Arteri Vena
Dinding Tebal, kuat,
Tipis, tidak elastis
pembuluh elastis

Aliran Meninggalkan
D. Sistem Peredaran Getah Bening
Menuju jantung
darah jantung
Getah bening (limfa) merupakan cairan
Banyak di sepanjang berwarna kekuningan yang mengisi rongga
Letak Tersembunyi
pembuluh
antarsel tubuh dan mengandung sel darah
Hanya satu, Beberapa katup
putih, trombosit, serta fibrinogen.
Katup pada pangkal di sepanjang
aorta pembuluh Fungsi dari pembuluh limfa, yaitu:
1. Sebagai penghasil zat antibodi.
Denyut Terasa Tidak terasa
2. Membunuh kuman penyakit.
Darah
Jika terluka
memancar
Darah menetes 3. Pengangkut cairan dan protein dari
Penyebab jaringan tubuh ke dalam darah.
Kontraksi otot Kontraksi otot
gerakan 4. Pengangkut emulsi lemak dari usus ke
jantung rangka
darah dalam darah.
Pembuluh limfa terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Pembuluh limfa kanan, terletak pada
C. Sistem Peredaran Darah Manusia pembuluh vena di bawah tulang
Sistem pereradan darah manusia merupa- selangka kanan dan berfungsi sebagai
kan peredaran darah tertutup dan ganda, penerima cairan dari kepala, leher,
dimana darah mengalir ke seluruh tubuh dada, jantung, paru-paru, dan lengan
melalui pembuluh darah. atas.

187
2. Pembuluh limfa kiri, terletak pada 9. Jantung Koroner
pembuluh vena di bagian bawah tulang Penyakit yang sifatnya mematikan dan
selangka kiri dan berperan dalam disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh
menerima cairan dari bagian tubuh darah arteri oleh kolesterol sehingga aliran
selain yang masuk ke pembuluh limfa darah dari dan menuju jantung tidak lancar.
kanan.
F. Sistem Peredaran Darah Hewan
E. Gangguan pada Sistem Peredaran
Sistem peredaran darah hewan terbagi menjadi
Darah Manusia dua jenis, yaitu:
1. Hemofilia 1. Sistem peredaran darah terbuka, yaitu
Penyakit darah sukar membeku saat luka dan peredaran darah dan cairan tubuh lainnya
termasuk penyakit keturunan. Umumnya, tidak selalu melalui pembuluh darah se-
diderita oleh laki-laki, namun gen ini dibawa hingga antara darah dengan cairan yang
oleh perempuan. mengisi ruang antarsel tidak dapat dibeda-
2. Anemia kan.
Penyakit kekurangan sel darah merah yang Contoh: belalang dan serangga lainnya.
menyebabkan kemampuan darah dalam 2. Sistem peredaran darah tertutup, yaitu da-
mengangkut O2 rendah. rah mengalir ke seluruh tubuh melalui pem-
3. Leukimia (Kanker Darah) buluh-pembuluh darah.
Penyakit yang disebabkan oleh pembelahan Contoh: umumnya pada hewan vertebrata,
leukosit yang tidak terkendali sehingga seperti ikan, reptilia, amfibia, dan mamalia.
dapat memakan eritrosit, trombosit, bahkan
a. Sistem Peredaran Darah Hewan
sesama leukosit.
Invertebrata
4. Talasemia
Penyakit keturunan yang ditandai dengan 1. Annelida
adanya sel darah merah abnormal yang tidak Peredaran darah pada cacing termasuk
bisa mensintesis zat pembentuk hemoglobin. peredarah darah tertutup.
5. Hipertensi Pompa penggerak berupa lima pasang
Penyakit tekanan darah tinggi yang lengkung aorta yang berfungsi sebagai
disebabkan karena berkurangnya suplai jantung.
darah ke otot jantung. Aliran darahnya, yaitu:
6. Hipotensi 5 pasang Pembuluh darah
Penyakit gejala tekanan darah rendah dan lengkung aorta dorsal

dapat menyebabkan penderitanya pusing


hingga pingsan. Pembuluh darah
Pembuluh darah
yang lebih kecil
ventral
7. Varises (tubuh)

Gejala pelebaran pembuluh vena di 2. Arthropoda


permukaan kulit yang disebabkan oleh Peredaran darah pada hewan jenis
dinding permukaan vena yang melemah arthropoda merupakan jenis peredaran
hingga kehilangan kelenturannya. darah terbuka (terjadi di luar pembuluh
8. Sklerosis darah).
Penyakit yang ditandai adanya pengerasan
pada pembuluh nadi yang disebabkan oleh
endapan senyawa lemak ataupun kapur.
188
Pada kelas insecta darah tidak Antara serambi kanan dan kiri terdapat
mengandung hemosianin sehingga katup untuk mencegah bercampurnya
tidak dapat mengangkut O2 (contohnya darah.
pada belalang). Namun, tidak bagi kelas Skema aliran darahnya, yaitu:
crustaceae.
Vena cava
Aliran darahnya, yaitu: CO2
Serambi kanan
Jantung
pembuluh Ostium CO2
Bilik

aorta Tubuh
arteri pulmonalis arteri kutanea
terjadi
3. Molusca pengambilan
Paru-paru O2 Kulit
Pada kelas gastropoda dan pelecypoda
O2 O2
memiliki sistem peredaran darah Serambi kiri

terbuka, sedangkan pada chepalopoda O2


sistem peredaran darahnya tertutup. Bilik

Darah mengandung hemosianin O2


Aorta
sehingga dapat mengangkut gas O2.
O2
b. Sistem Peredaran Darah Hewan Tubuh

Vertebrata
3. Reptilia
1. Pisces (ikan) Sistem peredarah darah tertutup dan
Ikan memiliki sistem peredaran darah ganda.
tertutup dan tunggal (darah melewati Jantung terdiri atas empat, yaitu bilik
jantung satu kali dalam peredarannya). kanan, bilik kiri, serambi kanan, dan
Jantung pada ikan terdapat dua ruang, serambi kiri.
yaitu satu serambi dan satu bilik. Sekat antara bilik kiri dan kanan
Aliran darah pada tubuh ikan, yaitu: belum sempurna sehingga terdapat
CO2
lubang (Foramen panizzae) sebagai
Jantung
aorta ventral pendistribusi O2 ke alat pencernaan
O2 + CO2 CO2 serta penjaga keseimbangan tekanan
Vena cairan dalam jantung saat menyelam.
Insang

O2 + CO2 O2 dan sari 4. Aves dan Mamalia


makanan
Sistem peredaran darah tertutup dan
Tubuh aorta dorsal
O2 dan sari ganda.
makanan
Jantung terdiri atas empat ruang (dua
bilik dan dua serambi) dengan sekat
2. Amfibi
antarruang yang sudah sempurna.
Sistem peredaran darah tertutup dan
ganda (dalam satu kali siklus peredaran,
darah dua kali melewati jantung).
Jantung terdiri atas tiga ruang, yaitu
serambi (atrium) kanan, serambi kiri,
dan bilik (ventrikel).

189
Bab 14
Sistem Pencernaan
Makanan
A. Sistem Pencernaan Manusia
Rongga mulut
S i ste m p e n c e r n a a n m e r u p a ka n p ro s e s
pengubahan makanan menjadi zat-zat sederhana kerongkongan

sehingga dapat diserap dan berguna dalam proses


metabolisme tubuh. Hati
Kantung

Berdasarkan prosesnya, pencernaan manusia Empedu


Pankreas
lambung

dibagi menjadi dua, yaitu: Usus 12 jari

1. Pencernaan mekanis, yaitu pengubahan Usus halus Usus besar


ukuran makanan menjadi lebih halus seh- Rektum

ingga mudah dicerna lebih lanjut. Anus

Contoh: pencernaan makanan di mulut. Sistem Pencernaan Manusia

2. Pencernaan kimiawi, yaitu pengubahan a. Organ Pencernaan Makanan


zat makanan menjadi senyawa yang lebih
1. Mulut
sederhana dengan bantuan enzim pencer-
Di dalam mulut terjadi pencernaan
naan.
makanan secara mekanik oleh gigi dan
Contoh: dalam usus terjadi pengubahan le-
secara kimiawi oleh enzim ptialin.
mak menjadi asam lemak dan gliserol oleh
enzim lipase. Organ-organ pencernaan yang terdapat
di dalam mulut, yaitu:
Sistem pencernaan manusia terdiri atas:
Lidah, berfungsi untuk mengatur
1. Saluran pencernaan, yaitu mulut, kerong- letak makanan di dalam mulut,
kongan, lambung, usus halus, usus besar, mendorong makanan, dan
usus, dan anus. mengecap rasa pada makanan.
2. Kelenjar pencernaan, yaitu organ pencer-
naan yang dapat menghasilkan enzim
pencernaan.
Rasa pahit
Urutan saluran pencernaan, yaitu:
Rasa asam
Rasa asin
Rasa manis
Mulut g kerongkongan g lambung g
usus halus g usus besar g anus Lidah sebagai Organ Pengecap

190
Gigi Lambung terdiri atas tiga bagian, yaitu:
Kardiak (dekat esofagus)
Dentin
Mahkota gigi Fundus (lambung bagian tengah)
Leher gigi Pilorus (dekat duodenum)
Pulpa
Lambung menghasilkan getah lambung
Akar Semen
yang bersifat asam sehingga tidak ada
bakteri penyakit yang mampu bertahan
hidup.
Bagian-bagian Gigi Makanan yang masuk dan dicerna di
http://shehae.blogspot.com
dalam lambung diubah menjadi bubur
- Gigi terdiri atas tiga bagian, yaitu atau disebut kim.
mahkota gigi (korona), leher gigi
4. Usus halus (intestinum)
(korum), dan akar gigi (radius).
- Berdasarkan fungsinya, gigi Terdiri atas tiga bagian, yaitu:
terbagi menjadi tiga macam, Usus dua belas jari (duodenum),
yaitu gigi seri (insisivus) untuk terletak paling dekat dengan lambung
memotong makanan, gigi taring dan bermuara di dua saluran, yaitu
(kaninus) untuk mengoyak pankreas dan kantung empedu.
makanan, dan gigi geraham untuk Usus kosong (jejenum), di dalamnya
menghaluskan makanan. terjadi proses pencernaan makanan
- Gigi pada anak-anak berjumlah secara kimiawi dengan enzim yang
20 buah, sedangkan gigi orang dihasilkan oleh dinding usus.
dewasa berjumlah 32 buah. Usus penyerapan (ileum), dindingnya
Air liur, berfungsi membasahi dilapisi oleh tonjolan-tonjolan
makanan, mencegah kekeringan mikroskopis (vili) untuk menyerap sari-sari
mulut, serta membunuh mikroba makanan dan diedarkan bersama darah
penyebab penyakit. ke seluruh tubuh. Pada ileum terdapat
dua pembuluh, yaitu pembuluh kapiler
2. Kerongkongan (esofagus)
dan pembuluh kil (cairan getah bening).
Kerongkongan merupakan saluran
5. Usus besar (kolon)
penghubung rongga mulut dengan
Merupakan kelanjutan dari usus halus
lambung yang memiliki panjang sekitar
yang terdiri atas tiga bagian, yaitu:
20 cm dan lebar 2 cm.
Ascenden (kolon bagian naik)
Di dalam kerongkongan terjadi gerakan
Transenden (kolon bagian datar)
peristaltik, yakni gerakan mendorong
Desenden (kolon bagian menurun)
makanan menuju lambung oleh otot-
Ada dua proses yang terjadi di dalam
otot dinding kerongkongan.
kolon, yakni:
3. Lambung (ventrikulus) Pembusukan makanan menjadi
Kardiak feses oleh bakteri E. coli.
Pengaturan kadar air pada feses.
Fundus Sebelum feses dikeluarkan oleh
Pirolus anus, terjadi pengaturan kadar air
yang bertujuan agar feses lebih
Bagian-bagian Lambung mudah dikeluarkan.
191
6. Anus 4. Apendisitis, yakni peradangan pada
Anus merupakan lubang tempat keluarnya umbai cacing (usus buntu) dan hanya
kotoran (feses) setelah sebelumnya dapat disembuhkan melalui operasi.
ditampung sementara di dalam rektum 5. Xerostomia, yaitu gangguan pada
(bagian akhir dari proses pencernaan). rongga mulut dimana produksi air liur
b. Kelenjar Pencernaan menurun sehingga mulut terasa kering.
Beberapa organ pencernaan dalam tubuh 6. Diare, yaitu penyakit yang disebabkan
dapat memproduksi enzim pencernaan, an- oleh infeksi mikroorganisme yang
tara lain terdapat dalam tabel berikut. mengganggu flora normal pada kolon,
sehingga feses menjadi cepat keluar.
Enzim yang Membantu Proses
Pencernaan 7. Sembelit, yaitu susah buang air
besar karena air yang diserap kolon
Organ Enzim Fungsi
Rongga
berlebihan.
Memecah amilum menjadi
Ptialin/amilase
mulut maltosa

Mengaktifkan enzim dan


B. Zat Makanan dan Fungsinya
HCl (asam lambung)
membunuh kuman
Lambung
Memecah protein menjadi a. Karbohidrat
Pepsin
pepton
Karbohidrat merupakan zat makronutrien
Mengubah protein susu
Renin
menjadi kasein dalam makanan yang tersusun atas unsur C
Lambung
Memecah lemak menjadi (karbon), H (hidrogen), dan O (oksigen).
Lipase gastrik
asam lemak dan gliserol
Berdasarkan jumlah gugus gula, karbohi-
Amilase Memecah amilum jadi glukosa
Tripsin Memutuskan ikatan peptida
drat digolongkan menjadi tiga, yaitu:
Memecah lemak menjadi
1. Monosakarida, yaitu karbohidrat yang
Pankreas Lipase
asam lemak dan gliserol memiliki satu gugus gula.
Peptidase
Memecah ikatan peptida Contoh: glukosa, fruktosa, dan
menjadi asam amino
galaktosa.
Memecah ikatan protein
Erepsin
menjadi asam amino
2. Disakarida, yaitu gula majemuk yang
terusun atas dua gugus gula.
Mengaktifkan tripsinogen
Usus halus Enzim enterokinase
menjadi tripsin Contoh: sukrosa (glukosa dan fruktosa),
maltosa (dua molekul glukosa), dan
Memecah lemak menjadi
Enzim lipase
asam lemak dan gliserol laktosa (glukosa dan galaktosa).
3. Polisakarida, yaitu gula majemuk yang
c. Gangguan Sistem Pencernaan Manusia
memiliki lebih dari dua gugus gula.
1. Gastritis, yaitu gang guan yang
Contoh: amilum, glikogen, selulosa.
disebabkan oleh radang akut pada
dinding lambung yang disebabkan Fungsi karbohidrat, yaitu:
karena makanan kotor atau kelebihan 1. Sebagai sumber energi utama bagi
HCl dalam lambung. tubuh.
2. H e p at i t i s , ya i t u p e nya k i t ya n g 2. Menjaga keseimbangan asam dan basa
disebabkan virus yang menyerang hati. dalam tubuh.
3. Kolitis, yaitu penyakit pada sistem 3. Berperan dalam pembentukan protein
pencernaan akibat peradangan usus dan lemak.
besar.
192
4. Berperan dalam proses metabolisme 1. Asam amino esensial, yaitu asam amino
tubuh. yang tidak dapat disintesis oleh tubuh
sehingga dapat terpenuhi dari asupan
Catatan: Memiliki nilai kandungan ka-
makanan.
lori 1 gram = 4,1 kalori.
Contoh: isoleusin, leusin, lisin, metionin,
b. Lemak (Lipid) valin, treonin, fenilalanin, triptofan,
Berdasarkan asalnya, lemak dibedakan histidin, dan arginin.
menjadi dua, yaitu lemak nabati (berasal 2. Asam amino non-esensial, yaitu jenis
dari tumbuhan) dan lemak hewani (dari asam amino yang dapat disintesis oleh
hewan). tubuh.
Contoh: alanin, asparagin, asam aspartat,
Memiliki nilai kandungan kalori 1 gram = 9,3
sistin, asam glutamat, sistein, glisin,
kalori. Meskipun nilai kalori lemak lebih ting-
glutamin, serin, prolin, dan tirosin.
gi dibandingkan dengan karbohidrat, namun
proses pencernaan lemak lebih lama sehing- d. Vitamin
ga yang menjadi sumber energi utama tubuh
Merupakan senyawa organik kompleks
adalah karbohidrat.
yang berguna bagi tubuh dalam jumlah ke-
Fungsi lemak dalam tubuh, yaitu: cil (mikronutrien).
1. Sebagai sumber energi terbesar Berdasarkan sifatnya, vitamin terbagi dua,
(berkalori tinggi). yaitu:
2. Penyusun membran sel. 1. Vitamin yang terlarut dalam air (vitamin
3. Sebagai pelarut vitamin (A, D, E, dan K) B dan C)
dan zat-zat lain. 2. Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin
4. Sebagai pelindung tubuh dari suhu A, D, E, dan K).
rendah.
5. Sebagai bantalan lemak dan pelindung e. Mineral
organ tubuh bagian dalam seperti Merupakan ion-ion yang berfungsi untuk
jantung dan lambung. menjaga keseimbangan asam-basa dalam
tubuh dan pembentuk struktur tubuh.
c. Protein
Jenis mineral terbagi dua, yaitu:
Merupakan senyawa organik kompleks yang 1. Makroelemen, yaitu mineral yang
tersusun atas asam amino dengan unsur C, dibutuhkan dalam jumlah banyak.
H, O, dan terkadang mengandung unsur S Contoh: kalsium, natrium, magnesium,
(belerang) dan P (fosfor). Kandungan kalori fosfor, klor, dan belerang.
protein bernilai 1 gram = 4,1 kalori.
2. Mikroelemen, yaitu mineral yang
Jenis protein ada dua macam, yaitu: dibutuhkan tubuh dalam jumlah
1. Protein nabati, diperoleh dari biji-bijian, sedikit, namun defisiensinya dapat
kacang-kacangan, dan sayuran. mengakibatkan proses metabolisme
2. Protein hewani, berasal dari ikan, susu, terganggu.
daging, telur, dan lain-lain. Contoh: besi, yodium, mangan,
tembaga, dan kromium.
Berdasarkan cara pembuatannya, asam
amino pembentuk protein terbagi menjadi f. Air
dua, yaitu: Memiliki banyak fungsi bagi tubuh, yaitu:
1. Sebagai pelarut makanan dan vitamin.

193
2. Menjaga tekanan osmotik di dalam sel. 4. Abomasum (perut masam), di
3. Mengangkut makanan ke seluruh jaringan dalamnya terdapat getah lambung
tubuh. untuk mencerna makanan secara
4. Mengangkut sisa metabolisme dari selu kimiawi, kemudian menuju usus.
ruh tubuh menuju organ pembuangan. Usus hewan ruminansia lebih panjang
dari pada hewan lain karena fermentasi
C. Sistem Pencernaan Hewan selulosa yang dilakukan bakteri dan
protozoa di dalam usus agak lama.
a. Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia
Perjalanan makanan pada sistem
Sistem pencernaan pada hewan
pencernaan hewan ruminansia, yaitu:
ruminansia agak berbeda karena faktor
makanan berupa tumbuhan yang
Rumput g mulut g esofagus g rumen
mengandung selulosa (sulit dicerna).
g retikulum g omasum g abomasum g
Lambung pada hewan ruminansia usus halus g usus besar g rektum g anus
dibedakan menjadi empat macam,
yaitu: b. Sistem Pencernaan Burung Pemakan Biji
1. Rumen (perut besar), di dalamnya Sistem pencernaan burung pemakan biji
t e r j a d i p r o s e s fe r m e n t a s i terdiri atas mulut, kerongkongan (esofagus),
mikroorganisme selulotik. lambung, usus, dan kloaka.
2. Retikulum (perut jala), yaitu Lambung pada burung pemakan biji dibe-
lambung sebagai tempat dakan menjadi dua, yaitu:
dibentuknya makanan menjadi 1. Proventrikulus (lambung kelenjar).
gumpalan kasar (bolus). 2. Empedal (untuk mencerna biji-bijian).
3. Omasum (perut kitab), dalam
bagian ini terjadi pengadukan
makanan secara mekanik.

194
Bab 15
Sistem Pernapasan

A. Sistem Pernapasan Manusia 2. Siklus krebs, merupakan serangkaian


siklus yang mengubah asetil KoA
Pernapasan (respirasi) adalah proses pen- menjadi CO2 melalui proses oksidasi.
gambilan gas O2 dan pengeluaran sisa oksi- 3. Transpor elektron, yang terjadi di dalam
dasi berupa gas CO2 dan uap air melalui alat mitokondria. Reaksi yang menghasilkan
pernapasan. energi berupa ATP ini melibatkan
Respirasi dapat berlangsung dengan dua sistem elektron pembawa dengan hasil
cara, yaitu: akhirnya berupa H2O. Reaksinya, yaitu:
1. Respirasi aerob, yaitu proses respirasi
dengan menggunakan gas O2 bebas dan 10 NADH + 5O2 10 NAD+ + 10H2O + 30ATP
menghasilkan energi sekitar 675 kalori. 2 FADH2 + O2 2 FAD + 2H2O + 4 ATP
Reaksi umumnya, yaitu:
Pernapasan pada manusia ada 2 proses,
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + energi yaitu:
1. Inspirasi, yaitu pernapasan dimana
2. Respirasi anaerob, yaitu proses udara luar masuk ke dalam tubuh
pemecahan molekul yang terjadi tanpa melalui alat pernapasan.
menggunakan gas O2. Umumnya terjadi
2. Ekspirasi, yaitu pengeluaran udara
pada organisme tingkat rendah, yaitu
pernapasan ke luar tubuh melalui alat
pada ragi dan bakteri. Reaksinya, yaitu:
pernapasan.

C6H12O6 2C2H5OH + CO2 + energi (28 kal) Berdasarkan tempatnya, respirasi terbagi
dua, yaitu:
Dalam respirasi, terjadi tiga tahap, yaitu: 1. Respirasi eksternal, yaitu proses
1. Glikolisis, yaitu proses pengubahan pertukaran gas (O2 dan CO2) dari udara
glukosa menjadi asam piruvat yang luar masuk ke aliran darah melalui
terjadi di dalam sitoplasma dan bersifat alveolus.
anaerob. Asam piruvat kemudian 2. Respirasi internal, yaitu proses
diubah menjadi asetil KoA di dalam pertukaran gas yang terjadi antara
mitokondria. Reaksinya, yaitu: aliran darah dan sel-sel tubuh.

C 6H 12O 6 asam piruvat + 2ATP +


2NADH2

195
a. Alat Pernapasan Manusia Laring tersusun atas beberapa tulang
rawan, yaitu tulang rawan epiglotis,
tulang rawan tiroid, tulang rawan
Faring Lubang hidung krikoid, tulang rawan aritenoid, tulang
Bronkiolus Laring rawan kuneiformis, dan tulang rawan
Trakea
kornoculatum.
Alveolus
Bronkus
Rongga Pada laring terdapat katup epiglotis
perut Paru-paru
yang otomatis tertutup saat menelan
Diafragma
makanan sehingga tidak masuk ke
Struktur Alat Pernapasan pada Manusia saluran pernapasan.
Laringitis (infeksi laring) terjadi bila
1. Rongga hidung udara kotor masuk. Gejala yang lebih
Bagian atas dari rongga hidung terdapat parah menyebabkan pembengkakan
daerah olfaktorius yang mengandung pita suara hingga suara menjadi serak.
sel-sel pembau dan berhubungan
4. Trakea (tenggorokan)
langsung dengan saraf otak pertama
(nervus olfaktorius). Trakea terletak di depan kerongkongan
dan tersusun atas tulang rawan
Pada rongga hidung terdapat kelenjar
berbentuk cincin sepanjang 10 cm.
mukus dan rambut hidung yang
berfungsi untuk menyaring udara yang Dinding trakea terdiri atas jaringan ikat
masuk ke rongga hidung. dan memiliki otot polos.

Kelenjar mukus menghasilkan lapisan Dinding bagian dalam trakea dilapisi oleh
lendir yang berfungsi menangkap jaringan epitel berambut (bersilia), yang
kotoran halus agar udara yang masuk berfungsi menahan dan mengeluarkan
ke tenggorokan menjadi lebih bersih. kotoran yang masuk dan dikeluarkan
melalui bersin.
Fungsi rongga hidung, yaitu:
- Untuk menghangatkan dan 5. Bronkus
melembapkan udara pernapasan. Tersusun atas percabangan kanan dan
- Penyaring udara melalui rambut kiri dengan letak bronkus kanan lebih
halus dan lendir di dalam hidung. vertikal. Hal ini memungkinkan bronkus
- Sebagai indra penciuman. kanan lebih mudah terserang penyakit
bronkitis.
2. Faring
Percabangan bronkus sebanyak 2025
Faring merupakan persimpangan antara
cabang membentuk bronkiolus.
saluran pernapasan (tenggorokan) dan
saluran pencernaan (kerongkongan). 6. Paru-paru (pulmo)
Faring berfungsi meneruskan udara yang Organ paru-paru terletak di dalam
masuk menuju pangkal tenggorokan. rongga dada dan tersusun atas dua
bagian, yaitu bagian kiri dan kanan
3. Laring
Paru-paru kanan lebih besar (berat
Laring merupakan daerah pangkal
sekitar 620 gram) dibandingkan dengan
tenggorokan, berfungsi sebagai tempat
paru-paru kiri (berat sekitar 560 gram)
melekatnya selaput atau pita suara.
karena memiliki tiga bronkiolus.

196
Bronkiolus pada paru-paru memiliki Proses ekspirasi:
gelembung udara bernama alveolus Otot difragma berelaksasi diafragma
yang menjadi tempat pertukaran gas melengkung ke atas rongga dada
O2 dan CO2 secara difusi. dan paru-paru mengecil udara
Paru-paru dibungkus oleh selaput keluar dari paru-paru.
pleura dan di antara keduanya terdapat
c. Volume Udara dan Kapasitas Udara
cairan limfa.
Pernapasan
b. Mekanisme Pernapasan Manusia Besarnya volume udara pernapasan
berbeda-beda, tergantung pada ukuran
paru-paru, kemampuan bernapas, dan
kondisi kesehatan seseorang.
Tulang rusuk Volume udara pada paru-paru terdiri atas:
Paru-paru

Sekat
1. Volume tidal (TV = Tidal Volume),
rongga
badan
merupakan volume udara pernapasan
pada saat melakukan pernapasan biasa
Inspirasi Ekspirasi
Pernapasan Dada
(sekitar 0,5 liter).
2. Volume pernapasan simpanan (IRV
= Inspiratory Reserve Volume), mer-
upakan volume maksimum udara per-
napasan yang dapat diambil pada saat
menarik napas. IRV disebut juga sebagai
udara komplementer (sekitar 1,5 liter).
3. Volume udara keluar simpanan
Inspirasi Ekspirasi (ERV = Expiratory Reserve Volume),
Pernapasan Perut merupakan volume maksimum udara
yang dapat dikeluarkan atau disebut
1. Pernapasan dada
juga sebagai udara suplementer (sekitar
Proses inspirasi:
1,5 liter).
Otot antartulang rusuk berkontraksi
4. Volume residu (RV = Residual
tulang rusuk dan tulang dada terangkat
Volume), merupakan volume udara
rongga dada mengembang
tetap yang ada di dalam paru-paru
udara masuk ke paru-paru.
setelah dilakukan pengeluaran napas
Proses ekspirasi:
maksimum (sekitar 1 liter).
Otot antartulang rusuk berelaksasi
tulang rusuk dan tulang dada menurun Kapasitas udara pernapasan terbagi 2, yaitu:
rongga dada mengecil udara 1. Kapasitas Paru-paru Total (TLC = Total
keluar dari paru-paru. Lung Capacity), yaitu kapasitas paru-
2. Pernapasan perut (diafragma) paru secara total (volume udara di
Proses inspirasi: dalam paru-paru setelah tarikan napas
maksimum).
Otot diafragma berkontraksi diafragma
mendatar rongga dada dan paru-paru
mengembang udara masuk ke paru-
paru.
197
2. Kapasitas Sisa Pernapasan (FRC = 8. Laringitis, yaitu radang pada daerah
Functional Residual Capacity), yaitu laring.
jumlah udara yang masih terdapat 9. Asfiksi, yaitu gangguan pengangkutan
di dalam paru-paru setelah udara oksigen ke jaringan-jaringan tubuh.
pernapasan normal diembuskan keluar.

d. Gangguan Sistem Pernapasan B. Sistem Pernapasan Hewan


1. Asma, yaitu gangguan sistem pernapasan 1. Protozoa
yang disebabkan adanya penyumbatan Tanpa alat khusus, gas pernapasan langsung
saluran pernapasan karena udara kotor, terdifusi melalui membran sel.
udara dingin, alergi terhadap suatu ben-
da, atau stres. 2. Cacing
Difusi gas lewat permukaan kulit yang basah
2. Emfisema, yaitu radang pada alveolus,
dan langsung terhubung dengan kapiler
sehingga proses pertukaran gas
darah.
pernapasan menjadi terganggu.
3. Kanker paru-paru, yaitu terjadinya 3. Serangga
pertumbuhan sel-sel kanker pada paru- Menggunakan sistem trakea berupa
paru secara tidak terkendali dan lambat pembuluh-pembuluh yang langsung
laun dapat menyerang seluruh tubuh. terhubung dengan jaringan tubuh.
4. Tuberkulosis (TBC), yaitu penyakit Gas dapat keluar-masuk lewat lubang-
paru-paru yang disebabkan oleh lubang stigma pada tepi abdomen.
Mycobacterium tuberculosis dan 4. Ikan
menimbulkan bintil-bintil pada dinding
Bernapas dengan insang.
alveolus.
Pertukaran gas terjadi secara difusi
5. Bronkitis, merupakan gangguan pada
antara gas di air dengan di kapiler darah
bronkus akibat infeksi dan menghasilkan
pada lembaran insang.
lendir yang akan menyumbat batang
tenggorokan. Akibatnya, penderita 5. Amfibi
mengalami sesak napas. Berudu (larva) bernapas dengan insang
6. Pneumonia, merupakan peradangan luar, kemudian digantikan insang dalam.
pada paru-paru, dimana terdapat cairan Katak dewasa bernapas dengan
dan sel darah merah yang berlebihan paru-paru dibantu dengan difusi di
pada alveoli yang disebabkan bakteri permukaan kulit yang lembap.
Diplococcus pneumoniae.
6. Aves
7. Sinusitis, yaitu peradangan pada rongga
Bernapas dengan paru-paru.
hidung atas (sinus paranasalis) yang
menyebabkan hidung tersumbat dan M e m i l i k i p u n d i u d a ra ( s a c c u s
mengeluarkan lendir. pneumaticus), yang membantu
menyuplai oksigen saat burung sedang
terbang.

198
Bab 16
Sistem Ekskresi

A. Sistem Ekskresi Manusia penyaring. Tiap nefron tersusun atas


dua bagian, yaitu:
Proses pengeluaran zat-zat sisa dari dalam tubuh - Badan malphigi, meliputi kapsula
manusia dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: bowman dan glomerolus.
1. Defekasi: proses pengeluaran sisa-sisa - Tubulus kontortus, meliputi
makanan yang disebut feses melalui anus. tubulus proksimal, lengkung
2. Ekskresi: pengeluaran bahan-bahan sisa henle, dan tubulus distal.
metabolisme. Sumsum ginjal (medula), mengandung
3. Sekresi: proses pengeluaran getah oleh sel banyak pembuluh tubulus kolektivus.
dan kelenjar. Rongga ginjal (pelvis renalis),
a. Organ Sistem Ekskresi Manusia merupakan tempat penampungan
urine yang selanjutnya akan dialirkan
1. Ginjal (ren)
ke ureter (saluran pembuangan urine).
Kapsul
Korteks
Fungsi ginjal, yaitu:
Medula
Menyaring dan membersihkan darah.
Mengatur volume darah.
Rongga
ginjal
Mendaur ulang air, mineral, glukosa,
Ureter dan gizi.
Mengatur keseimbangan kandungan
Penampang Bagian-bagian Ginjal kimia darah.
Ginjal manusia terletak pada bagian dorsal Menjaga pH darah.
dinding tubuh sebelah kiri dan kanan tulang Penghasil hormon eritroprotein.
belakang.
Proses pembentukan urine di dalam ginjal
Ginjal berukuran sebesar kepalan tangan, terjadi melalui tiga tahapan, yaitu:
memiliki panjang 1012 cm, lebar 56 Filtrasi (penyaringan)
cm, dan tebal sekitar 34 cm, dengan berat Proses penyaringan urine yang terjadi
sekitar 40 gram. di glomerolus dan kapsula bowman.
Struktur ginjal tersusun atas tiga bagian, Hasil filtrasi berupa urine primer (filtrat
yaitu: glomerolus) yang mengandung glukosa,
Kulit ginjal (korteks), yaitu lapisan asam amino, mineral, air, dan urea.
bagian luar ginjal yang memiliki jutaan Reabsorpsi (penyerapan kembali)
sel nefron yang berfungsi sebagai alat Pada tahap ini terjadi proses penye
199
rapan kembali zat-zat yang terkandung pembentuk sel-sel baru yang terus aktif
di dalam urine primer yang masih melakukan pembelahan sel.
berguna bagi tubuh di tubulus Dermis(kulit jangat)
kontortus proksimal. Hasil reabsorpsi Lapisan dermis dibentuk oleh serabut lentur
berupa urine sekunder yang mengan yang mengandung senyawa kolagen. Lapisan
dung garam, asam amino, dan glukosa. ini terdiri atas:
Augmentasi (pengumpulan) - Akar rambut, terdapat otot polos
Pengaturan kadar air pada urine penegak rambut (Musculus arektor pili)
sekunder terjadi pada tahap ini di dan ujung saraf perasa nyeri.
tubulus kontortus distal dengan - Kelenjar keringat (glandula sudorifera)
bantuan hormon antidiuretik (ADH)
- Kelenjar minyak (glandula sebasea),
hingga membentuk urine sejati.
berfungsi untuk menjaga agar rambut
Selanjutnya, urine sejati ini menuju ke
tidak kering.
kantong urinaria melewati ureter dan
- Pembuluh darah
lewat melalui uretra.
- Serabut saraf, terdiri atas saraf perasa
Komposisi urine dalam kondisi normal,
panas, dingin, tekanan, dan sentuhan.
yaitu:
Air (kira-kira 95%). Fungsi kulit selain sebagai alat ekskresi,
yaitu:
Urea, asam urea, amonia, dan garam.
Melindungi tubuh terhadap segala
Zat warna empedu (bilirubin dan
rangsangan.
biliverdin yang menyebabkan warna
Mengatur suhu tubuh.
kuning pada urine).
Menyimpan kelebihan lemak.
Beberapa zat yang sifatnya racun. Tempat pembentukan vitamin D.
2. Kulit 3. Hati
Struktur kulit terdiri atas tiga lapisan, yaitu: Organ hati terletak di dalam rongga
Epidermis (kutikula) perut dan terdiri atas dua lobus (kiri
Lapisan epidermis merupakan lapisan dan kanan) dengan lobus kanan
terluar pada kulit yang tersusun atas empat berukuran lebih besar.
lapisan, yaitu: Hati terlindungi oleh selaput tipis
- Stratum korneum (lapisan zat tanduk), yang disebut Kapsula hepatis dan
yaitu lapisan sel mati yang selalu merupakan kelenjar terbesar dalam
mengelupas. tubuh.
- Stratum lusidum, yaitu lapisan yang Fungsi hati, yaitu:
memberi warna pada kulit. Semakin Penghasil cairan empedu.
banyak melanin (pigmen warna hitam) Tempat penyimpanan gula dalam
yang dihasilkan dari sel ini maka kulit bentuk glikogen.
akan menjadi semakin gelap.
Te m p at p e m b e nt u ka n d a n
- Stratum granulosum, yaitu lapisan perombakan protein.
penghasil pigmen warna pada kulit, Tempat pembentukan dan perom-
terletak pada bagian paling bawah bakan sel darah merah yang sudah
epidermis. mati.
- Stratum germinativum, yaitu lapisan Tempat pembentukan protrombin

200
dan fibrinogen. Penyakit yang ditandai dengan
Tempat penetralan racun. seringnya penderita buang air karena
4. Paru-paru kurangnya hormon ADH.
Organ paru-paru terletak di dalam 7. Kudis (skabies)
rongga dada, berjumlah sepasang, dan Gangguan pada kulit yang dapat
dilindungi oleh tulang rusuk. menular akibat parasit insekta
Paru-paru berfungsi sebagai alat Sarcoptes scabies yang dapat
pembuangan sisa metabolisme mengganggu sistem ekskresi.
pernapasan berupa uap air dan gas
CO2. B. Sistem Ekskresi Hewan
b. Gangguan Sistem Ekskresi Manusia a. Protozoa
Ekskresi pada protozoa dilakukan dengan
1. Albuminuria
vakuola kontraktil (vakuola berdenyut)
Penyakit yang ditandai dengan adanya
untuk membuang kelebihan air di dalam sel.
albumin dan protein lain pada urine
akibat kerusakan alat filtrasi pada b. Pisces
ginjal. Ekskresi pada hewan ini dilakukan
dengan sepasang ginjal opistonefros yang
2. Poliuria
mengeluarkan urine mengandung amonia.
Gangguan pada ginjal yang ditandai
dengan produksi urine yang sangat c. Amfibi
banyak dan encer akibat gagalnya Ekskresi pada amfibi dilakukan dengan
reabsorpsi oleh nefron. sepasang ginjal opistonefros yang
mengeluarkan urine mengandung asam
3. Oligouria
urat.
Penyakit yang ditandai dengan produksi
urine sangat sedikit karena beratnya d. Reptilia
kerusakan ginjal. Alat ekskresi pada reptilia berupa sepasang
ginjal metanefros yang membuang urine
4. Batu ginjal
yang mengandung asam urat.
Penyakit akibat mengendapnya kristal
kalsium fosfat menjadi batu ginjal yang e. Aves
dapat menghambat pengeluaran urine. Alat ekskresi pada aves berupa sepasang
ginjal metanefros yang membuang urine
5. Diabetes melitus
berupa asam urat yang dicampur dengan
Gangguan ginjal yang disebabkan
feses.
kurangnya hormon insulin, ditandai
dengan adanya glukosa pada urine.
6. Diabetes insipidus

201
Bab 17
Sistem Koordinasi
dan Alat Indra

Sistem koordinasi berfungsi mengatur dan 3. Neurit (akson)


mengendalikan keserasian fungsi antarorgan Merupakan tonjolan sitoplasma yang
ataupun sistem organ dalam tubuh. panjang dan berfungsi meneruskan impuls
Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf dan saraf dari badan sel ke sel saraf lainnya.
sistem hormon (endokrin). Neurit memiliki bagian-bagian yang spesifik,
yaitu:

A. Sistem Saraf Selubung myelin, yaitu lapisan lemak


yang membungkus neurit dan terdiri atas
a. Bagian-bagian Sel Saraf sekumpulan sel schwann.
Sel Schwann Badan sel Nodus renvier, merupakan bagian

neurit yang menyempit dan tidak
Inti sel terlapisi selubung myelin.
Akson
Nodus Selubung Neurofibril, yaitu bagian terdalam
myelin Bukit kecil
renvier
Ujung akson akson Dendrit akson berupa serabut-serabut halus
Struktur Sel Saraf dan bertugas untuk meneruskan
impuls.
Jaringan saraf tersusun atas jutaan sel
saraf (neuron) yang berperan dalam Menurut struktur dan fungsinya, neurit
menghantarkan impuls ke otak sehingga dibedakan menjadi tiga, yaitu:
terjadi tanggapan (rangsangan). 1. Neuron sensorik, berfungsi untuk menerima
Satu sel neuron tersusun atas, yaitu: impuls dari alat indra lalu meneruskannya
1. Badan sel ke pusat saraf (otak atau sumsum tulang
Badan sel adalah bagian terbesar dari sel belakang).
saraf yang terdiri atas inti sel (nukleus) dan 2. Neuron motorik, berfungsi meneruskan
sitoplasma. impuls dari sistem saraf pusat menuju
2. Dendrit efektor (otot dan kelenjar).
Dendrit merupakan tonjolan sitoplasma 3. Interneuron (neuron konektor), berperan
dari badan sel yang berfungsi untuk dalam meneruskan impuls saraf dari neuron
menghantarkan impuls ke badan sel. sensorik ke neuron motorik.

202
b. Jenis Sistem Saraf Manusia 2. Sistem saraf tepi
Sistem saraf manusia terbagi menjadi 2, yaitu: Sistem saraf tepi menghubungkan semua
1. Sistem saraf pusat bagian tubuh dengan pusat saraf.
Otak Berdasarkan cara kerjanya, sistem saraf tepi
Lobus
dibagi dua, yaitu:
parientalis
Saraf somatik, yaitu saraf yang bekerja
Lobus Frontalis
menurut kesadaran (diatur oleh otak).
Lobus Lobus Saraf otonom, yaitu saraf yang cara
oksipitalis temporalis
kerjanya tidak sadar. Saraf ini terbagi
Otak kecil
atas:
Saraf simpatik, tersusun atas 25
Sumsum
tulang belakang pasang simpul saraf yang terdapat
Bagian-bagian Otak di sumsum tulang belakang.
Saraf parasimpatik, tersusun atas
Bagian-bagian otak, yaitu:
serabut preganglion dan fungsi
Otak besar (serebrum), berfungsi sebagai kerjanya berlawanan dengan saraf
pusat saraf sadar dan terdiri atas empat simpatik.
bagian, yaitu:
Saraf Simpatik Saraf Parasimpatik
- Lobus oksipitalis (pusat penglihatan). Mempercepat denyut Memperlambat denyut
jantung jantung
- Lobus frontalis (pusat pengendali
Memperlebar pembuluh Mempersempit pembuluh
pikiran). darah darah
- Lobus parientalis (pusat pengendalian Menghambat sekresi Meningkatkan sekresi
kerja kulit). empedu empedu
Membesarkan pupil Mengecilkan pupil
- Lobus temporalis (pusat pendengaran
Meningkatkan sekresi Menurunkan sekresi
dan bicara). hormon adrenalin hormon adrenalin
Otak kecil (serebelum), berperan dalam Menurunkan sekresi ludah Meningkatkan sekresi ludah
keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak Memperlambat proses Mempercepat proses
pencernaan pencernaan
otot.
Otak tengah (mesencephalon), terletak Berdasarkan letaknya, saraf tepi dibedakan
di depan otak kecil dan jembatan varol, menjadi dua, yaitu:
berfungsi sebagai pusat pengaturan gerak 1. Saraf kranial (12 pasang) berpangkal
mata. dari otak.
Sumsum lanjutan (medula oblon gata), 2. Saraf spinal (31 pasang) berpangkal
berfungsi menghubungkan otak kecil dari sumsum tulang belakang.
dengan sumsum tulang belakang dan c. Mekanisme Penghantar Impuls
sebagai pusat saraf tak sadar.
Mekanisme penghantaran impuls saraf di
Sumsum tulang belakang (Medula spinalis) dalam tubuh melewati jalur berikut:
Medula spinalis terdapat di dalam rongga
Rangsangan Reseptor Neuron
(impuls) sensorik
tulang belakang. Fungsinya, yaitu: (indra)

Neuron Tanggapan
- Penghubung sistem saraf tepi ke otak. Pusat saraf
motorik Efektor
(gerak)

- Sebagai pusat gerak refleks.
Berdasarkan sifat tanggapan terhadap suatu
rangsang, gerak dibagi menjadi:
203
1. Gerak biasa, yaitu gerak yang dihasilkan - Lobus depan (Anterior)
karena rangsangan dialirkan melalui otak. Hormon yang dihasilkan pada lobus ini,
Alurnya, yaitu: yaitu:
Hormon Fungsi
Rangsangan Neuron Otak
(impuls) sensorik HGH Merangsang pertumbuhan
Human Growth Hormone kerangka dan tubuh
Neuron Tanggapan
Efektor (gerak) Memelihara korpus luteum dalam
motorik Prolaktin (PRL) dan LH
memproduksi progesteron dan
(Lactogenic hormone)
merangsang sekresi kelenjar susu
2. Gerak refleks, yaitu gerak yang terjadi secara Hormon perangsang Mengontrol sekresi hormon oleh
tiroid (TSH) kelenjar tiroid
spontan dan cepat karena tanpa kontrol otak.
Merangsang korteks kelenjar
Contoh: menutupnya kelopak mata saat Adenocorticotropic
adrenal untuk mensekresikan
hormone (ACTH)
debu masuk ke mata. beberapa hormon.
Pada pria, menstimulasi testis
Alur impulsnya, yaitu: untuk menghasilkan sperma.
Folikel Stimulating
Pada wanita, merangsang
Hormone (FSH)
perkembangan folikel pada
Rangsangan Neuron Sumsum tulang ovarium dan sekresi estrogen
(impuls) belakang
sensorik
Pada wanita, merangsang ovulasi
Neuron
Efektor Tanggapan dan pembentukan progesteron
motorik (gerak)
oleh korpus luteum pada
Luteinizing Hormone
ovarium.
(LH)
Pada pria, merangsang testis
B. Sistem Hormon (Endokrin) mensekresikan hormon
androgen.

Hormon merupakan zat kimia berupa senyawa - Lobus tengah (intermediet)


organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Lobus ini menghasilkan hormon MSH
Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu (Melanosit Stimulating Hormone) yang
karena tidak memiliki saluran khusus sehingga memberi pigmen warna pada kulit.
hormon yang dihasilkan akan masuk ke - Lobus belakang (posterior)
peredaran darah. Hormon yang disekresikan pada lobus
Fungsi hormon, yaitu: ini, yaitu:
1. Mengontrol pertumbuhan dan perkem Hormon Fungsi
bangan tubuh. Hormon Mengatur proses reabsorpsi air
Vasopresin pada tubulus ginjal
2. Mempertahankan homeostatis tubuh Hormon Merangsang kontraksi otot dinding
(keseimbangan keadaan tubuh dengan oksitosin rahim pada saat melahirkan
lingkungan sekitar).
2. Kelenjar gondok (tiroid)
3. Mengoordinasikan kegiatan antara sistem Kelenjar tiroid terletak di depan trakea
hormon dan sistem saraf. dan menghasilkan hormon tiroksin.
Jenis-jenis kelenjar hormon, yaitu: Fungsi hormon tiroksin adalah
meningkatkan proses metabolisme
1. Kelenjar hipofisis (pituitari)
tubuh.
Merupakan kelenjar yang dapat
Kekurangan hormon tiroksin sebelum
mensekresikan hormon yang dapat
dewasa menyebabkan penyakit
mengatur bermacam-macam kegiatan
kretinisme (kekerdilan tubuh).
dalam tubuh sehingga dijuluki master
of glands. 3. Kelenjar anak gondok (paratiroid)
Kelenjar hipofisis terdiri atas tiga lobus, Kelenjar ini terletak di belakang
yaitu: kelenjar tiroid, berjumlah empat buah.

204
Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon 6. Kelenjar kelamin (gonad)
parathormon yang berfungsi mengatur Kelenjar kelamin pria (testis), menghasil
kadar kalsium (Ca) dan fosfor (P) dalam kan hormon testosteron yang berfungsi
darah dengan melepaskannya dari tulang. merangsang pertumbuhan ciri kelamin
Kekurangan hormon parathormon sekunder dan spermatogenesis.
mengakibatkan kejang otot dan jika Kelenjar kelamin wanita (ovarium),
kelebihan maka dapat menaikkan mensekresikan dua hormon, yaitu:
kadar Ca dan P dalam darah sehingga
- Estrogen dihasilkan oleh sel gra-
mengendap di ginjal.
nulosa folikel de Graaf dan korpus
4. Kelenjar suprarenalis (anak ginjal/ adrenal) luteum.
Kelenjar suprarenalis terletak di atas ginjal - Progesteron dihasilkan oleh kor-
dan terdiri atas dua bagian, yaitu: pus luteum, yaitu bekas folikel
Korteks adrenal, mensekreksikan yang telah ditinggalkan sel telur.
beberapa hormon, yaitu:
- Mineralokortikoid, merangsang C. Alat Indra
reabsorpsi ion Na+ dan Cl- dalam
Alat indra berperan sebagai reseptor impuls.
tubulus ginjal.
Berdasarkan jenis rangsangan yang diterima, alat
- Glukokortikoid, mengontrol meta indra dibedakan menjadi:
bolisme glukosa dalam tubuh. 1. Kemoreseptor, penerima rangsangan berupa
- Hormon androgen, berfungsi me senyawa kimia. Contoh: lidah dan hidung.
nentukan sifat kelamin sekunder 2. Fotoreseptor, penerima rangsangan berupa
pria. cahaya. Contoh: retina mata.
Medula adrenal, mensekresikan 3. Mekanoreseptor, penerima rangsangan
hormon, yaitu: berupa tekanan atau suhu. Contoh: kulit.
- Adrenalin (epineprin), berfungsi 4. Audioreseptor, penerima rangsangan berupa
meningkatkan tekanan darah, getaran bunyi. Contoh: koklea pada telinga.
mempercepat denyut jantung,
a. Mata
meningkatkan kadar glukosa
darah, dan laju metabolisme. Sklera Koroid

- Noradrenalin, berfungsi juga Kornea


Retina

dalam meningkatkan tekanan Bintik


kuning
Pupil
darah. Lensa
Iris
5. Kelenjar pulau langerhans
Kelenjar ini terdapat di dalam pankreas.
Penampang Mata Manusia
Menghasilkan hormon insulin dan
glukagon. Mata terdiri atas tiga lapisan, yaitu sklera,
Hormon insulin berfungsi mengubah koroid, dan retina. Bagian-bagian mata
glukosa menjadi glikogen di dalam hati terdiri atas:
dan otot. 1. Kornea, yaitu bagian depan mata yang
Hormon glukagon berperan dalam bersifat tembus cahaya dan memiliki fungsi
merombak glikogen menjadi glukosa. untuk meneruskan cahaya yang masuk ke
mata menuju retina.

205
2. Iris (selaput pelangi), bagian mata yang memiliki 1. Hidung tersusun atas sel epitel dan saraf
pigmen warna dan berfungsi untuk mengatur pembau.
banyaknya cahaya yang masuk ke mata. 2. Hidung berfungsi sebagai indra pembau
3. Pupil, celah yang dibentuk iris (di tengah) kare n a memiliki reseptor pembau
sebagai lubang masuknya cahaya. (kemoreseptor) pada bagian langit-langit
4. Lensa mata, sebagai pengatur fokus rongga hidung, yang disebut sel olfaktori.
bayangan yang dibentuk agar jatuh tepat di 3. Pada ujung sel reseptor terdapat rambut-
bintik kuning (pada retina). rambut halus (silia) dan selaput lendir yang
5. Retina (selaput jala), berfungsi sebagai berfungsi sebagai pelembap.
penangkap bayangan dan terdiri atas 4. Proses jalannya rangsang berupa bau dapat
dua bagian, yaitu bintik kuning (pusat dijelaskan pada skema berikut:
terkumpulnya fotoreseptor) dan bintik buta
Bau Masuk Larut dalam Diterima
(bagian yang tidak peka cahaya). di udara rongga Selaput saraf pembau
hidung lendir (olfaktori)
Beberapa kelainan berkaitan dengan mata: Menuju otak Dianggap
sebagai bau
1. Rabun jauh (miopi), yaitu kemampuan mata
yang tidak dapat melihat jarak jauh karena c. Lidah
bayangan jatuh di depan retina. Kelainan
Lidah berfungsi sebagai indra pengecap
ini dapat dibantu dengan kacamata lensa
karena memiliki kemoreseptor pada papilla
cekung (minus).
(tonjolan-tonjolan kecil) di permukaannya.
2. Rabun dekat (hipermetropi), kelainan
dimana bayangan jatuh di belakang retina Papila
sirkumvalata
sehingga mata tidak dapat melihat jarak
Rasa pahit
dekat. Kelainan ini dapat dibantu dengan Papila
kacamata lensa cembung (positif). Rasa asam filiformis
Papila Rasa asin
3. Rabun tua (presbiopi), yaitu kombinasi fungiformis
Rasa manis
rabun jauh dan dekat karena melemahnya
Lidah Sebagai Indra Pengecap
otot lensa mata. Kelainan ini dapat dibantu
dengan kacamata lensa rangkap (bifokus). Papila pengecap pada lidah dibedakan
4. Astigmatisma, cacat pada mata yang tidak menjadi tiga jenis, yaitu:
dapat membedakan garis vertikal dan
1. Papila filiformis, berbentuk benang dan
horizontal secara bersamaan. Kelainan ini
tersebar di seluruh permukaan lidah.
dikarenakan kornea mata tidak rata.
2. Papila sirkumvalata, berbentuk seperti
b. Hidung huruf v dan terdapat pada daerah dekat
pangkal lidah.
Saraf pembau
(saraf olfaktori)
3. Papila fungiformis, berbentuk palu dan
Tulang
terdapat pada tepi lidah.
Serabut saraf
hidung menuju otak
d. Telinga
Telinga berfungsi sebagai indra pendengar
Silia
(rambut
karena memiliki audioreseptor di dalam
Lendir hidung) saluran koklea.
Penampang Hidung

206
tiga saluran e. Kulit
setengah
lingkaran Ujung saraf
Daun
telinga Koklea tanpa selaput

Ujung saraf Ujung saraf


meissner Krausse Rambut
Ujung saraf
Saluran ruffini
Lubang eustachius
telinga Epidermis
Membran
timpani

Penampang telinga manusia


Lempeng
Dermis merkel

Bagian-bagian telinga, yaitu:


1. Telinga luar, yang terdiri atas daun telinga,
lubang telinga, liang telinga, dan gendang Saraf Jaringan Ujung saraf
pengikat paccini
telinga (membran timpani).
Penampang kulit
2. Telinga tengah, merupakan bagian penga
tur getaran dan terdiri atas tulang-tulang Kulit berfungsi sebagai indra peraba
pendengaran (martil-landasan-sanggurdi), dan karena memiliki ujung-ujung syaraf sebagai
saluran eustachius. mekanoreseptor.
3. Telinga dalam, yaitu penerima getaran Nama ujung syaraf beserta rangsang yang
yang terdiri atas koklea (rumah siput), tiga diterima, yaitu:
saluran setengah lingkaran (terdapat alat 1. Ujung saraf paccini (reseptor tekanan).
keseimbangan bernama ekuilibrium), tingkap 2. Ujung saraf meissner dan badan merkel
bundar, tingkap oval, dan tingkap jorong. (reseptor sentuhan).
Urutan peristiwa sehingga bunyi dapat
3. Ujung saraf ruffini (reseptor panas),
didengar oleh manusia:
4. Ujung saraf krausse (reseptor dingin).

Getaran Saluran
pendengaran
Gendang telinga 5. Ujung saraf tanpa selaput (reseptor
suara bergetar
Diteruskan Cairan limfa Saraf
nyeri/sakit).
ke tingkap jorong di koklea bergetar pendengaran

Otak

207
Bab 18
Sistem Reproduksi

A. Organ Reproduksi Saluran pengeluaran, yang terdiri atas:


Duktus epididimis, sebagai tempat
a. Organ Reproduksi Pria penyimpanan sementara sel
sperma hingga menjadi matang.
Vesika seminalis
Vas deferens, berupa saluran
untuk mengalirkan sperma dari
Vas deferens
epididimis menuju kantung semen
Kelenjar
Prostat Uretra
(vesikula seminalis).
Kelenjar Penis D u k t u s e j a k u l a t o r i u s ,
Cowpery
merupakan saluran pendek yang
Epididimis
Testis menghubungkan kantong sperma
Skrotum
dengan uretra.
Alat Reproduksi Pria
Uretra, berupa saluran akhir
Sistem reproduksi pria terdiri atas organ-organ reproduksi, berfungsi sebagai
reproduksi yang terbagi menjadi dua, yaitu: saluran kelamin dan saluran
pembuangan urine.
1. Organ reproduksi bagian luar
Sistem reproduksi pria juga memiliki kelenjar
Penis, organ reproduksi yang berperan
kelamin, yaitu:
dalam proses kopulasi dan terdiri atas
tiga rongga berupa jaringan spons 1. Vesikula seminalis (kantung semen),
(dua korpus kavernosa dan satu korpus berfungsi mengekskresikan cairan yang
spongiosum). mengandung asam amino dan fruktosa
sebagai zat gizi sperma dan prostaglandin.
Skrotum, kantung yang berisi testis.
Pria memiliki sepasang skrotum yang 2. Kelenjar prostat, memproduksi getah yang
dibatasi oleh sekat berupa otot dartos mengadung kolesterol, fosfolipid, dan garam
(jaringan ikat dan otot polos). untuk kelangsungan hidup sperma.
2. Organ reproduksi bagian dalam 3. Glandula bulbouretralis (kelenjar