Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) :

KONSEP DAN HAKIKAT

Oleh :
Sariyun Naja Anwar, B.Sc, M.MSI

informasi dan mengumpulkan informasi mengenai


masing-masing supllier agar pengelolaan suplai dan
Abstract Perusahaan yang akan
perencanaan penjualan produk dapat dilakukan
meningkatkan daya saing melalui penyesuaian
dengan lebih baik. Dengan demikian peran serta
produk, mutu tinggi, pengurangan biaya, dan
supplier, perusahaan transportasi dan jaringan
kecepatan distribusi maka harus memperhatikan
distributor adalah dibutuhkan. Kesadaran akan
rantai pasokan (supply chain). Manajemen rantai
adanya produk yang murah, cepat dan berkualitas
pasokan (supply chain management) adalah
inilah yang melahirkan konsep baru tahun 1990-an
pengintegrasian aktivitas pengadaan bahan dan
yaitu Manajemen rantai pasokan / Supply Chain
pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah
Management ( SCM ).
jadi dan produk akhir, serta pengiriman ke
pelanggan. Seluruh aktivitas ini mencakup aktivitas SCM adalah suatu konsep atau mekanisme
pembeliaan dan outsourcing, ditambah fungsi lain untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan
yang penting bagi hubungan antara pemasok dalam rantai suplai melalui optimalisasi waktu,
dengan distributor. Tujuan utama dari SCM adalah lokasi dan aliran kuantitas bahan. Manufakturing,
pernyerahan atau pengiriman produk secara tepat dalam penerapan supply chain management (SCM),
waktu demi memuaskan konsumen, mengurangi perusahaan-perusahaan diharuskan mampu
biaya, meningkatkan segala hasil dari seluruh memenuhi kepuasan pelanggan, mengembangkan
supply chain (bukan hanya satu perusahaan), produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang
mengurangi waktu, memusatkan kegiatan rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan
perencanaan dan distribusi. penerapan supply chain produk, mengelola industri secara cermat dan
management di masa seperti ini cocok di terapkan, fleksibel.
karena system ini memiliki kelebihan dimana Sekarang ini konsumen semakin kritis, mereka
mampu me-manage aliran barang atau produk menuntut penyediaan produk secara tepat tempat,
dalam suatu rantai supply. tepat waktu. Sehingga menyebabkan perusahaan
Keywordsscm, rantai pasokan, manajemen, manufaktur yang antisipatif akan hal ini akan
supply chain mendapatkan pelanggan sedangkan yang tidak
antisipatif akan kehilangan pelanggan. Supply chain
I. PENDAHULUAN management menjadi satu solusi terbaik untuk
Persaingan dalam industri distributor makin memperbaiki tingkat produktivitas antara
ketat dewasa ini. Salah satu hal yang membuat perusahaan-perusahaan yang berbeda
perusahaan distributor bertahan adalah penyediaan 1.1. PENGERTIAN SCM
produk yang tepat bagi konsumen di waktu yang Istilah supply chain dan supply chain
tepat, dan dalam biaya ekonomis. Ketersediaan management sudah menjadi jargon yang umum
produk dan harga jual yang ekonomis hanya dapat dijumpai di berbagai media baik majalah
terjadi jika ada koordinasi yang baik antara manajemen, buletin, koran, buku ataupun dalam
perusahaan retail dengan pihak-pihak dalam rantai diskusi-diskusi. Namun tidak jarang kedua term
suplainya. Koordinasi antara pihak-pihak dalam diatas di persepsikan secara salah. Banyak yang
rantai suplai tidak hanya melibatkan koordinasi mengkonotasikan supply chain sebagai suatu
persediaan saja, tetapi juga informasi tentang pasar software. Bahkan ada yang mempersepsikan bahwa
yang berguna bagi perencanaan perusahaan. supply chain hanya dimiliki oleh perusahaan
Kekurangan persediaan produk pada distributor akan manufaktur saja. Sebagai disiplin, supply chain
berakibat kehilangan penjualan, sedangkan management memang merupakan suatu disiplin ilmu
kelebihan tertentu akan berakibat menumpuknya yang relative baru. Cooper (1997) bahkan menyebut
produk dan meningkatnya biaya pemeliharaan istilah supply chain management baru muncul di
persediaan. Selain itu, koordinasi dengan toko-toko awal tahun 90-an dan istilah ini diperkenalkan oleh
cabang sebagai salah satu mata rantai suplai adalah para konsultan manajemen. Saat ini supply chain
penting, dimana kantor pusat dapat berbagi management merupakan suatu topic yang hangat,

92
menarik untuk didiskusikan bahkan mengundang outlet adalah toko kelontong, supermarket, warung-
daya tarik yang luar biasa baik dari kalangan warung, dan lain-lain.
akademisi maupun praktisi. Secara sederhana pemain utama dalam proses SCM
Supply chain dapat didefinisikan sebagai dapat digambarkan dibawah ini :
sekumpulan aktifitas (dalam bentuk entitas/fasilitas)
yang terlibat dalam proses transformasi dan
distribusi barang mulai dari bahan baku paling awal
dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir.
Menyimak dari definisi ini, maka suatu supply chain
terdiri dari perusahaan yang mengangkut bahan baku
dari bumi/alam, perusahaan yang
mentransformasikan bahan baku menjadi bahan
setengah jadi atau komponen, supplier bahan-bahan
pendukung produk, perusahaan perakitan,
distributor, dan retailer yang menjual barang tersebut Ada 3 macam hal yang harus dikelola dalam
ke konsumen akhir. supply chain yaitu :
Dalam supply chain ada beberapa pemain Pertama, aliran barang dari hulu ke hilir
utama yang merupakan perusahaan yang mempunyai contohnya bahan baku yang dikirim dari
kepentingan yang sama, yaitu : supplier ke pabrik, setelah produksi selesai
1. Supplies dikirim ke distributor, pengecer, kemudian ke
2. Manufactures pemakai akhir.
3. Distribution Kedua, aliran uang dan sejenisnya yang
4. Retail Outlet mengalir dari hilir ke hulu dan
5. Customers Ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi
a. Chain 1: Supplier dari hulu ke hilir atau sebaliknya.
Jaringan bermula dari sini, yang merupakan Secara sederhana sebuah model struktur Supply
sumber yang menyediakan bahan pertama, dimana Chain dapat disederhanakan seperti nampak dalam
rantai penyaluran baru akan mulai. Bahan pertama Gambar dibawah ini :
ini bisa dalam bentuk bahan baku, bahan mentah,
bahan penolong, barang dagangan, suku cadang dan
lain-lain.
b. Chain 1-2-3: Supplier-Manufactures-
Distribution
Barang yang sudah dihasilkan oleh
manufactures sudah mulai harus disalurkan kepada
pelanggan. Walaupun sudah tersedia banyak cara Sedangkan Supply Chain Management (SCM)
untuk menyalurkan barang kepada pelanggan, yang adalah merupakan aplikasi terpadu yang
umum adalah melalui distributor dan ini biasanya memberikan dukungan sistem informasi kepada
ditempuh oleh sebagian besar supply chain. manajemen dalam hal pengadaan barang dan jasa
c. Chain 1-2-3-4: Supplier-Manufactures- bagi perusahaan sekaligus mengelola hubungan
Distribution-Retail Outlet diantara mitra untuk menjaga tingkat kesediaan
Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas produk dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan
gudang sendiri atau dapat juga menyewa dari pihak secara optimal. SCM mengintegrasikan mulai dari
lain. Gudang ini digunakan untuk menyimpan pengiriman order dan prosesnya, pengadaan bahan
barang sebelum disalurkan lagi ke pihak pengecer. mentah, order tracking, penyebaran informasi,
Disini ada kesempatan untuk memperoleh perencanaan kolaboratif, pengukuran kinerja,
penghematan dalam bentuk jumlah inventoris dan pelayanan purna jual, dan pengembangan produk
biaya gudang dengan cara melakukan desain baru.
kembali pola pengiriman barang baik dari gudang Jadi kalau supply chain adalah jaringan
manufacture maupun ke toko pengecer. fisiknya, yakni perusahaan-perusahaan yang terlibat
d. Chain 1-2-3-4-5: Supplier-Manufactures dalam memasok bahan baku, memproduksi barang
Distribution-Retail Outlet-Customer. maupun mengirimkannya ke pemakai akhir,
Para pengecer atau retailer menawarkan barang sedangkan SCM adalah metode, alat atau
langsung kepada para pelanggan atau pembeli atau pendekatan pengelolaannya. Sebagai contoh supply
pengguna barang langsung. Yang termasuk retail chain produk sepatu sbb. :

93
Supply Chain mencakup 3 bagian :
1. Upstream Supply Chain
Bagian ini mencakup supplier first-tier dari
organisasi (dapat berupa perusahaan manufaktur
atau asembling) dan suppliernya, yang didalamnya
telah terbina suatu hubungan/relasi.
2. Internal Supply Chain
Bagian ini mencakup semua proses yang
digunakan oleh organisasi dalam mengubah input
yang dikirim oleh supplier menjadi output, mulai
dari waktu material tersebut masuk pada
perusahaan sampai pada produk tersebut
didistribusikan, diluar perusahaan tersebut.
1.2. PERKEMBANGAN SCM 3. Downstream Supply Chain
Yang melatarbelakangi berkembangnya konsep Bagian ini mencakup semua proses yang
SCM adalah akselerasi perubahan lingkungan bisnis terlibat dalam pengiriman produk pada customer
disebabkan berkembangnya secara cepat faktor- akhir.
faktor penting, antara lain:
a. Tuntutan konsumen yang semakin kritis. Aktivitas Manajemen Rantai Pasokan :
b. Infrastruktur telekomunikasi, informasi, a. Meramalkan permintaan pelanggan
transportasi, dan perbankan yang semakin b. Membuat jadwal produksi
canggih memungkinkan berkembangnya model c. Menyiapkan jaringan transportasi
baru dalam aliran material / produk. d. Memesan persediaan pengganti dari para
c. Daur hidup produk sangat pendek seiring pemasok
dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam e. Mengelola persediaan: bahan mentah, barang
lingkungan pasar. dalam proses dan barang jadi
d. Kesadaran konsumen akan pentingnya aspek f. Menjalankan produksi
sosial dan lingkungan dalam kehidupan, g. Menjamin kelancaran transportasi sumber daya
menuntut industri manufaktur memasukkan kepada pelanggan
konsep-konsep ramah lingkungan mulai dari h. Melacak aliran sumber daya material, jasa,
proses perancangan produk, proses produksi informasi, dan keuangan dari pemasok, di dalam
maupun proses distribusinya perusahaan, dan kepada pelanggan.
Menurut Ross, F.D (2003), awal perkembangan 1.3. TUJUAN UTAMA SCM
konsep SCM didasarkan pada dua fakta yaitu bahwa 1. Penyerahan / pengiriman produk secara tepat
pada tahun 1960-an pabrikan dituntut untuk waktu demi memuaskan konsumen.
menurunkan biaya produksi dan perkembangan 2. Mengurangi biaya.
teknologi informasi khususnya internet yang mampu 3. Meningkatkan segala hasil dari seluruh supply
membantu merealisasikan suatu sistem terpadu chain (bukan hanya satu perusahaan).
sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan 4. Mengurangi waktu.
efisiensi biaya bukan saja pada lingkup satu 5. Memusatkan kegiatan perencanaan dan
perusahan saja. distribusi.
1.4. MANFAAT SCM
Apabila SCM diterapkan maka dapat memberi
manfaat antara lain :
1. Kepuasan pelanggan.
Konsumen atau pengguna produk merupakan
target utama dari aktivitas proses produksi
setiap produk yang dihasilkan perusahaan.
Konsumen atau pengguna yang dimaksud
dalam konteks ini tentunya konsumen yang
setia dalam jangka waktu yang panjang. Untuk
menjadikan konsumen setia, maka terlebih
dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan
Gambar Proses Evolusi SC, dari mulai MRP sampai yang disampaikan oleh perusahaan.
EIS 2. Meningkatkan pendapatan.
(Turban et. al, John Wiley & Sons, Inc. 2004).

94
Semakin banyak konsumen yang setia dan permintaan itu sangat mendadak dan bukan produk
menjadi mitra perusahaan berarti akan turut yang standart (customize).
pula meningkatkan pendapatan perusahaan, 4. Fragmentation of Supply Chain Ownership.
sehingga produk-produk yang dihasilkan Hal ini menggambarkan supply chain itu
perusahaan tidak akan terbuang percuma, melibatkan banyak pihak yang mempunyai masing-
karena diminati konsumen. masing kepentingan, sehingga hal ini mebuat Supply
3. Menurunnya biaya. chain mangement semakin rumit dan kompleks.
Pengintegrasian aliran produk dari perusahan 5. Globalization.
kepada konsumen akhir berarti pula Globalisasi membuat supply chain semakin
mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi. rumit dan kompleks karena pihak-pihak yang terlibat
4. Pemanfaatan asset semakin tinggi. dalam supply chain tersebut mencakup pihak-pihak
Aset terutama faktor manusia akan semakin di berbagai negara yang mungkin mempunyai lokasi
terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan diberbagai pelosok dunia.
maupun keterampilan. Tenaga manusia akan
1.5. SOLUSI UNTUK MASALAH SCM
mampu memberdayakan penggunaan teknologi
a. Melakukan outsourcing (dengan menggunakan
tinggi sebagaimana yang dituntut dalam
sumber dari pihak luar) daripada dilakukan
pelaksanaan SCM.
sendiri selama ada permintaan yang meningkat.
5. Peningkatan laba.
b. Membeli input secara langsung daripada harus
Dengan semakin meningkatnya jumlah
memproduksi lebih dahulu.
konsumen yang setia dan menjadi pengguna
c. Menciptakan strategic partnership dengan
produk, pada gilirannya akan meningkatkan
supplier.
laba perusahaan.
d. Menggunakan pendekatan just in time
6. Perusahaan semakin besar. Perusahaan yang
dalam melakukan pembelian, yang mana
mendapat keuntungan dari segi proses distribusi
supplier mengirimkan kuantitas / dalam
produknya lambat laun akan menjadi besar, dan
jumlah kecil material yang dibutuhkan.
tumbuh lebih kuat.
e. Mengurangi waktu tunggu selama pembelian
dan penjualan.
HAMBATAN DALAM SCM
f. Menggunakan supplier sedikit/seminimum
1. Incerasing Variety of Products.
mungkin.
Sekarang konsumen seakan dimanjakan oleh
g. Memperbaiki hubungan antara supplier dan
produsen, hal ini kita lihat semakin beragamnya
buyer.
jenis produk yang ada di pasaran. Hal ini juga kita
h. Melakukan proses produksi setelah ada order.
lihat strategi perusahan yang selalu berfokus pada
i. Mencapai permintaan yang akurat melalui
customer (customer oriented). Jika dahulu produsen
kerjasama yang lebih dekat dengan supplier.
melakukan strategi dengan melakukan pembagian
segment pada customer, maka sekarang konsumen 1.6. MEMBANGUN SCM
lebih dimanjakan lagi dengan pelemparan produk Untuk membangun suatu sistem manajemen
menurut keinginan setiap individu bukan menurut rantai pasokan yang optimal, kita harus perhatikan
keinginan segment tertentu. Banyaknya jenis produk lima hal dasar sebagai-berikut :
dan jumlah dari yang tidak menentu dari masing- 1. Perencanaan ini merupakan proses awal yang
masing produk membuat produsen semakin strategis, harus dipikirkan mulai dari awal
kewalahan dalam memuaskan keinginan dari bagaimana membuat suatu tolok ukur untuk
konsumen. menentukan tingkat efisiensi, harga, kualitas, dan
2. Decreasing Product Life Cycles. nilai pada pelanggan
Menurunnya daur hidup sebuah produk 2. Pemasokan pilihlah pemasok-pemasok yang
membuat perusahan semakin kerepotan dalam paling baik, dan tentukan tolok ukur untuk menjaga
mengatur strategi pasokan barang, karena untuk kualitas, komitmen, penerimaan barang,
mengatur pasokan barang tertentu maka perusahaan pemeriksaan, pemindahan ke pabrik, serta
membutuhkan waktu yang tertentu juga. Daur hidup pembayaran
produk diartikan sebagai umur produk tersebut 3. Pembuatan yang ini merupakan langkah
dipasaran. pabrikasi, tentukan langkah2 yang diperlukan untuk
3. Increasingly Demand Customer. pembuatan, pemeriksaan, pemaketan, dan persiapan
Supply chain management berusaha mengatur pengiriman. Tentukan tolok ukur yang jelas tentang
(manage) peningkatan permintaan secara cepat, tingkat kualitas, tingkat produksi, dan produktivitas
karena sekarang customer semakin menuntut karyawan
pemenuhan permintaan yang secara cepat walaupun

95
4. Pengantaran bagian ini disebut juga logistik. dalam supply chain untuk meningkatkan pelayanan
Atur penerimaan pesanan dari pelanggan, buat atau memberikan manfaat kepada pelanggan
jaringan pergudangan, pilih ekspedisi pengiriman (Ross,2003).
barang ke arah pelanggan, dan juga masalah Pada era sekarang ini dimana pihak-pihak yang
pembayaran terlibat dalam supply chain memiliki akses yang
5. Pengembalian bagian ini menangani masalah memadai ke jaringan internet, maka penerapan e-
pengembalian barang cacat atau produksi berlebih SCM menjadi mungkin untuk dilakukan dalam
dari pelanggan rangka mengelola informasi yang terjadi. Jadi ketika
aktivitas supply chain dengan menggunakan
1.7. IT DALAM SCM
internet, intranet maupun extranet sebagai media
Ada banyak keterlibatan IT dalam SCM,
komunikasi secara online dan realtime, dimanage
diantara lain dalam bentuk:
secara elektronis maka hal itu dikenal dengan e-
1. Enterprice Resource Planning (ERP).
supply chain. (Indrajit dan Djokopranoto, 2003).
Suatu metode mengatur seluruh proses bisnis
Konsep e-scm digambarkan sbb. :
yang ada dalam suatu perusahaan dengan suatu
arsitektur perangkat lunak yang berjalan dalam
waktu nyata, baik itu menyangkut otomasi back-end
office system, front-end office system, maupun dalam
hal peningkatan efisiensi, kualitas dan produktifitas
serta keuntungan (Turban et. al, John Wiley & Sons,
Inc. 2004).
2. Inter Organizations Information System (IOIS).
Suatu sistem yang bekerja untuk
mengumpulkan, memproses, menyimpan,
menganalisa dan menyebarluaskan informasi yang
berada dalam dua atau lebih organisasi guna
meningkatkan efisiensi proses transaksi bisnis
seperti pemesanan, penagihan, pembayaran maupun Beberapa manfaat dari penerapan e-SCM
lainnya. menurut Kearney (2003) adalah :
3. Electronic Data Interchange (EDI). a. Mengurangi biaya transaksi sebesar 90%.
Segala hal yang berkaitan dengan standar b. Menurunkan biaya pembelian barang dan
perpindahan data yang berhubungan dengan pelayanan sebesar 2 sampai 6 persen.
transaksi bisnis antara komputer. c. Membantu mengurangi biaya dan memperbaiki
4. Virtual Enterprice (VE). performance dengan memperkuat kebijakan
Suatu jaringan dari beberapa perusahaan yang procurement dalam desain produk dan SCM.
independen, sangat mungkin dahulunya sesama d. Melalui perbaikan kualitas informasi,
kompetitor, bersama-sama dan bekerjasama dalam accessibility dan waktu, e-SCM membantu
mempercepat peningkatan keuntungan dan meraih dalam supply chain lebih transparan untuk
kesempatan dengan menggunakan information and mencapai tujuan bersama.
communication technology (ICT) (Gunasekaran, 2. PENERAPAN (SCM)
Ngai, EJOR 159, 2004). Dalam hal ini penerapan supply chain
5. E-Commerce. management di masa seperti ini cocok di terapkan,
Seluruh aktifitas yang berhubungan dengan karena system ini memiliki kelebihan dimana
proses pembelian, penjualan, pengiriman maupun mampu me-manage aliran barang atau produk dalam
pertukaran produk, servis maupun informasi melalui suatu rantai supply. Dalam hal ini, model SCM
bantuan jaringan komputer, termasuk juga internet mengaplikasikan bagaimana suatu jaringan kegiatan
(Turban et. al, John Wiley & Sons, Inc. 2004). produksi dan distribusi dari suatu perusahaan dapat
1.8. E-SCM bekerja bersama-sama untuk memenuhi tuntutan
Salah satu kunci sukses dalam menciptakan konsumen.
SCM yang baik terletak pada pengelolaan informasi Penggunaan SCM bagi perusahaan-perusahaan
supply chain. Informasi supply chain dapat beberapa bidang di negara-negara berkembang,
diwujudkan dalam bentuk e-Supply Chain termasuk Indonesia, saat ini masih sangat terbatas.
Management (e-SCM). e-SCM didefinisikan sebagai Dimana hubungan antara setiap sub sistem yang
sebuah taktik dan strategi yang diterapakan dalam terlibat pada umumnya masih tersekat-sekat,
teknologi internet sebagai channel system yang sehingga sulit untuk bersaing di pasar bebas. Hal
menghubungkan semua organisasi yang terlibat tersebut dapat dilihat dari terpisahnya operasional

96
antara sub sistem hulu sampai dengan sub sistem 5. Dampak ketidakpastian diabaikan.
hilir yang disebabkan oleh sub sistem banyak 6. Kebijakan inventori terlalu sederhana.
diperankan oleh pengusaha dalam skala produksi 7. Koordinasi antar aktivitas suplai, produksi,dan
kecil, dan tidak memiliki posisi tawar yang kuat. pengiriman tidak bagus.
Di Indonesia bisa diterapkan secara maksimal 8. Analisis metode metode pengiriman tidak
dengan memperbaiki beberapa kekurangan yang lengkap.
menghambat system ini, dalam hal ini solusi yang 9. Definisi ongkos ongkos persediaan tidak tepat.
dapat dilakukan yaitu harus mentransformasikan 10. Adanya kendala komunikasi antar organisasi.
struktur yang tersekat dan terpisah tersebut kepada
Memang saat ini di Indonesia penerapan SCM
struktur integrasi yang vertikal. Hal tersebut
ini belum bisa dikembangkan karena mungkin
dimaksudkan untuk memadukan sub sistem hulu
terjadi kendala seperti yang disebutkan di atas, tapi
sampai dengan hilir dalam satu keputusan
dengan mengidentifikasi system yang menjadi
manajemen. Upaya tersebut dikembangkan dengan
kendala dan memperbaiki system tersebut dan
bentuk-bentuk yang mampu mengakomodasi
mentaati semua aturan dari Supply Chain
pelaku-pelaku industri dari setiap sub sistem yang
Management diyakini perkembangan industri di
ada. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk
Indonesia akan semakin maju karena system ini
perbaikan system sehingga SCM ini dapat
sudah teruji di beberapa Negara maju dalam sector
berkembang secara baik di Indonesia antara lain;
industrinya. Inti dari system ini adalah koordinasi
1. Penekanan pada upaya pembangunan dan
antar rantai dan juga pemikiran untuk
pemeliharaan dalam rantai, yaitu pembentukan
memaksimalkan kinerja untuk kepuasan antar rantai,
hubungan antar rantai agar lebih spesifik, misalnya
dan juga kepercayaan didalam rantai tersebut.
pada volume, mutu, distribusi, tergantung
kekurangan pada bidang usaha sehingga terbentuk 3. KESIMPULAN
pola yang terpadu dan saling terkait;
2. Pengontrolan terhadap persediaan pasokan Adanya Supply Chain Management dalam
harus dilakukan sehingga effisien dalam biaya, perusahaan dimungkinkan peningkatan efektifitas
misalnya dalam hal ini jumlah pasokan disesuaikan dan efisiensi dalam proses pembelian bahan baku,
dengan jumlah produk yang dapat dijual yang pemenuhan pesanan customer serta proses distribusi
menghasilkan kestabilan persediaan bahan baku dan barang jadi. Penerapan supply chain management di
tidak terjadi penumpukan stok yang berakibat pada masa seperti ini cocok di terapkan, karena system ini
peningkatan biaya penyimpanan; memiliki kelebihan dimana mampu me-manage
3. Dalam penentuan lokasi dan transportasi dalam aliran barang atau produk dalam suatu rantai supply
rantai jaringan dibuat dengan perhitungan dan
memperhatikan dampak terhadap biaya persediaan, 4. DAFTAR PUSTAKA
dalam hal ini akan berpengaruh pada tingkat [1] Chopra, Sunil, Meindl, Peter. (2004). Supply
kepekaan konsumen, oleh karena itu evaluasi chain Management : Strategy, Planning,
terhadap hal ini sangat perlu dilakukan; and Operations, 2nd edition, Prentice-Hall,
4. Pembentukan system informasi antara yang New Jersey.
bertugas dalam pengumpulan, pengolahan,
[2] Deasy Christiana Dewi (2009), Sistem
penyimpanan, dan penyebarluasan informasi kepada
Informasi Manajemen, Fakultas Ekonomi
setiap stakeholder yang dilandasi dengan
Manajemen, Universitas Widya Mandala,
kepercayaan, dengan ini akan mendukung kinerja
Madiun
dan produktivitas dari masing masing anggota rantai.
[3] Didiek S. Wiyono & Yusep Rosmansyah.
Dalam penerapan SCM ini perlu juga
(2008). Review Peranan Teknologi
memperhatikan hal-hal yang perlu dihindari yang
Informasi/Information Technology (IT)
akan menghambat system ini, hal-hal tersebut antara
dalam Manajemen Rantai
lain;
Pasok/SupplyChain Management (SCM)
1. Pengukuran kinerja yang tidak didefinisikan
dengan baik. [4] Doni Adriansah, Aplikasi Sederhana SCM
2. Customer service tidak didefinisikan dengan dalam Dunia Manufaktur
jelas, dan tidak ada ukuran keterlambatan [5] Hesti Maheswari. (2008), Manajemen Rantai
respon dalam pelayanan. Pasokan, Fakultas Ekonomi, Universitas
3. Status data pengiriman yang terlambat dan Mercubuana, Pusat Pengembangan Bahan
tidak akurat Ajar, Jakarta.
4. Sistem informasi tidak efisien.

97
[6] Indrajit, Richardus Eko dan Djokopranoto.
(2003). Konsep Manajemen Supply Chain
:Strategi Mengelola anajemen Rantai
Pasokan Bagi Perusahaan Modern
diIndonesia, PT Gramedia Widiasarana
Indonesia, Jakarta.
[7] Indri Gautama & Djoko Raditya Dian, (2009).
Analisis Dan Perancangan Stratefi E-
Supply Chain management Pada PT. Ina,
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi
Damn Bisnis, BINUSUniversity.
[8] Pujawan, I Nyoman. (2005). Supply
ChainManagement, Edisi Pertama. Guna
Widya, Surabaya
[9] Ross, F. D. (2003). Introduction to e-supply
chain management:engaging technology to
build market-winning businesspartnership.
United States of America: ST. Lucie Press.
[10] Turban et al. (2004), Information technology
for management 4th edition, John Wiley &
Sons, Inc.
[11] http://tonyseno.blogspot.com/2008/09/manajem
en-rantai-pasokan-scmsupply.html
[12] http://ardifizr.blogspot.com/2010/12/artikel-
jurnal-scm.html
[13]
http://baihaqi.wordpress.com/2006/12/16/s
upply-chain-supply-chainmanagement/

98