Anda di halaman 1dari 1

Berikut ini efek samping kuret rahim yang bisa terjadi :

Sponsors Link

1. Kram di daerah bagian bawah perut, biasanya berlangsung selama 30 menit sampai satu
jam, ada juga yang berhari-hari.

2. Adanya spotting (bercak, perdarahan ringan) selama beberapa hari sampai beberapa
minggu. Ada juga kemungkinan terjadi perdarahan hebat walaupun jarang terjadi.

3. Siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Kadang terlalu awal, bahkan bisa juga terlambat.

4. Kemungkinan infeksi memang bisa saja terjadi pada setiap tindakan meski telah
dilakukan pencegahan sebelumnya. Namun, dengan pencegahan kemungkinan infeksi
tersebut bisa lebih diminimalisir. Sebelum dan sesudah dilakukan kuretase pun dilakukan
tindak pencegaha infeksi. Oleh karena itu biasanya setelah kuretase pasien akan diberi
antibiotk oleh dokter. Adapun gejala yang muncul jika terdapat komplikasi akibat kuret
(meskipun jarang terjadi karena setiap dokter yang baik pasti telah memastikan keadaan
pasiennya sehingga tidak mudah terkena infeksi) adalah : adanya perdarahan hebat
disertai dengan adanya gumpalan besar, rasa nyeri atau sakit pada perut bagian bawah,
perubahan cairan vagina seperti keputihan dan berbau, demam tinggi, dan menstruasi
menjadi tidak normal.

5. Risiko robek uterus (perforasi uterus), kasusnya memang jarang terjadi namun bukan
berarti tidak mungki

6. Sindrom asherman, akibat pengerukan atau pengikisan pada dinding rahim yang terlalu
agresif hingga membuat terbentuknya jaringan ikat pada dinging rahim yang bisa
menyebabkan wanita tidak mengalami menstruasi lagi bahkan sampai kemungkinan
kemandulan.