Anda di halaman 1dari 7

METODA PELAKSANAAN

KEGIATAN : REHABILITASI JARINGAN IRIGASI, EMBUNG DAN


BANGUNAN PENAMPUNG AIR LAINNYA
PEKERJAAN : REHABILITASI DAERAH IRIGASI ALUE UDEUNG
KECAMATAN PEUSANGAN (110.00 Ha)
LOKASI : KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN

1. Pengukuran/Pemasangan Profil
a. Pelaksanaan pekerjaan pemasangan profil kami laksanakan dengan disaksikan oleh
pengawas lapangan/koordinator pengawas dan Direksi yang akan menunjukkan titik
referensi/pedoman kerja.
b. Patok-patok sementara yang dipasang terbuat dari kayu, dan dipasang pada setiap jarak
antara 25 sampai 50 meter atau ditentukan dalam jarak lain, menurut pertimbangan teknis
dari konsultan pengawas dan Direksi. Patok-patok ini dipasang sedemikian rupa sehingga
tidak mudah goyah atau hilang dan patok ini dipakai sebagai Uitzet, dimana ketinggian
patok tersebut dapat diketahui dari hasil pengukuran, agar mudah terlihat, patok dicat
warna merah.
c. Patok pedoman tersebut tetap dijaga, dimana titik Uitzet ini dipakai sebagai titik bantu
didalam pelaksanaan pekerjaan baik oleh konsultan pengawas dan Direksi Pekerjaan
ataupun Team Pemeriksa Serah Terima Pekerjaan.
d. Pengukuran M.C.O, Untuk mutual chek nol yang akan menghasilkan :
- Data ukur
- Gambar situasi
- Gambar profil memanjang
- Gambar profil melintang
- Construction Drawing (CD)
e. Setiap hasil pengukuran baik data ukur dan gambar harus disesuaikan dan diparaf serta
ditandatangani oleh pihak kami dan pihak Direksi. Data dan gambar yang disajikan harus
dibuat pada kertas reproduksi yang berkualitas baik, sehingga hasilnya dapat dibaca dengan
jelas dan dijilid rapi.
f. Setiap ada terjadi perubahan volume dalam pelaksanaan pekerjaan kami tuangkan dalam
gambar dan boleh dilaksanakan setelah mendapat persetujuan pihak Direksi.

2. Mobilisasi/Demobilisasi.
a. Setelah kami dinyatakan sebagai pemenang, segera memobilisasi peralatan alat berat
(Backhoe) dan alat lainnya yang akan dipakai dalam melaksanakan pekerjaan.
b. Mobilisasi/demobilisasi alat berat (Backhoe) kami lakukan dengan menggunakan 1 (satu)
unit Trado.
c. Sebelum pelaksanaan mobilisasi dan demobilisasi peralatan alat berat, pihak kami meminta
persetujuan terlebih dahulu kepada pengawas dan Direksi.

3. Transport Bahan ke Lokasi


a. Setelah disetujui oleh pengawas dan Direksi bahwa bahan dan meterial yang akan kami
gunakan bermutu baik sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi teknis.
b. Kami akan menyiapkan alat pengangkut material/bahan sampai kelokasi pekerjaan, dimana
lokasi pekerjaan tersebut tidak dapat dilewati oleh kenderaan roda empat, maka material
diangkut dengan mengunakan kereta sorong atau peralatan angkutan lainnya.
4. Pekerjaan Pengeringan, Dewatering atau Cofferdam
a. Untuk mengatasi aliran air ataupun rembesan air yang dapat mengganggu pelaksanaan
pekerjaan, kami melakukan pembuangan air dengan cara membuat cofferdam, saluran
drainase, genangan atau bangunan sementara, serta usaha-usaha lainnya yang bertujuan
untuk mengeringkan lokasi pelaksanaan pekerjaan agar bebas dari air.
b. Pada saat melaksanakan pengeringan lokasi pekerjaan, kami memasang, mengerjakan,
memelihara semua pipa dan peralatan lain yang diperlukan untuk pembuangan air dari
bermacam-macam pekerjaan untuk memelihara pondasi saluran dan tanggul waduk serta
bagian pekerjaan yang lain agar pekerjaan kontruksi dan tanggul waduk bebas dari air sesuai
dengan syarat-syarat yang disetujui oleh pengawas dan Direksi.
c. Dewatering atau cofferdam, saluran drainase dan genangan atau bangunan sementara yang
lain, setelah tidak dipakai/berfungsi akan kami bongkar atau diratakan sehingga kelihatan
baik dan tidak mengganggu kelancaran saluran dan bangunan-bangunan yang berhubungan
dengan pembuangan atau aliran parit alam.

5. Pekerjaan Galian Tanah (MP)


a. Semua galian kami kerjakan menurut persyaratan dalam spesifikasi teknis serta mencapai
garis-garis peil/bentuk yang ditunjukkan pada gambar rencana atau ditentukan oleh
pengawas dan Direksi.
b. Selama pelaksanaan pekerjaan berjalan, mungkin perlu atau diinginkan adanya perubahan
maupun penyesuaian terhadap kondisi di lapangan oleh konsultan pengawas dan Direksi
mengenai dimensi-dimensi penggalian sebagai perbaikan atau perubahan hal ini tetap diikuti.
c. Galian tanah yang kami lakukan dengan menggunakan tenaga manusia (MP) dan sesuai
dengan gambar rencana atas petunjuk dari pengawas dan Direksi.
d. Semua penggalian diatas yang kami kerjakan selain yang ditunjuk dalam gambar rencana
kami tutup dan disempurnakan kembali seperti semula.

6. Pekerjaan Hasil Galian Diratakan


a. Tanah hasil galian yang dapat diratakan/digunakan hanya sesuai petunjuk yang disetujui oleh
pengawas dan Direksi.
b. Tanah yang diambil dari bekas bahan galian setempat telah kami bersihkan dari semak-
semak belukar dan akar kayu serta kotoran-kotoran lumpur dan sesuai dengan petunjuk
pengawas dan Direksi.
c. Tanah hasil galian saluran yang dilakukan dengan dengan manusia, kemudian harus
diratakan kembali pada tempat-tempat yang sesuai dengan petunjuk pengawas dan Direksi,
sehingga tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan utama dan lalu lintas
masyarakat. Tanah hasil galian diratakan dengan menggunakan alat bantu dengan cara
mendorong/membentuk. Apabila dirasakan sudah mencukupi ketinggian atau elevasinya,
tanah diinjak-injak dan ditumbuk hingga dirasakan sudah mencapai kepadatan yang
diinginkan.

7. Pekerjaan Pasangan Batu 1 : 4


a. Semua pasangan batu yang kami gunakan terdiri dari bahan-bahan bermutu sesuai
spesifikasi yang dipersyaratkan dalam kontruksi dan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar
rencana.
b. Bahan semen yang kami gunakan untuk pasangan batu adalah semen portland sesuai dalam
persyaratan dalam Standart Indonesia N.I.8, tata cara penyimpanan semen digudang kami
lakukan dengan cermat, terlindung terhadap kelembaban. Semen kami dapat diapkir (tidak
diterima) oleh Direksi apabila tidak memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang berlaku.
c. Bahan material pasir untuk spesifikasi pekerjaan ini adalah berupa pasir alam yang kami
peroleh dari sungai atau sumber-sumber alam lainnya yang disetujui oleh pengawas dan
Direksi. Pasir telah bersih dari kotoran, tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan lain yang dapat
mengganggu kwalitas bahan.
d. Air yang digunakan untuk spesifikasi pekerjaan ini, tetap dijaga bebas dari lumpur, minyak,
asam dan kotoran-kotoran lain sesuai petunjuk pengawas dan Direksi.
e. Material batu yang dipergunakan untuk pekerjaan pasangan batu berupa batu alam yang
bersih dan keras, tahan lama, batu akan diambil dari sumber yang disetujui oleh pengawas
dan Direksi.
f. Sebelum pemasangan dilakukan, semua batu yang digunakan dalam pekerjaan ini harus
betul-betul bersih dari kotoran yang disetujui oleh pengawas dan Direksi. Semua batu harus
dibasahi dengan air secara merata sebelum dipasang agar tidak terserap air dari spesi.
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu tidak boleh dilanjutkan selama hujannya cukup lebat
atau cukup lama, kecuali bila ada usaha-usaha lain yang memungkinkan untuk pelaksanaan,
sehingga lokasi pekerjaan tidak terkena hujan. Adukan yang meleleh atau mencair karena
hujan akan dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Pemasangan batu kami
lakukan dengan menyusun secara rapi dan rapat, dan ruang yang ada diantara batu yang satu
dengan batu yang lain kami isi dengan spesi sehingga masuk kedalam celah-celahnya dengan
sempurna
g. Kami mengerjakan pekerjaan pasangan batu kali dengan komposisi bahan, yaitu ; campuran
1 PC : 4 pasir atau sesuai petunjuk pengawas dan Direksi.
h. Semua pasangan batu dan plesterannya tetap kami rawat dengan membasahi air agar tetap
basah paling tidak 14 (empat belas) hari lamanya, kecuali ada petunjuk lain dari pengawas
dan Direksi. Pembahasan dengan cara menutupi pasangan dengan bahan yang terendam air
atau pipa alat penyiram, pipa berpori mengenanginya atau cara lain yang disetujui agar
permukaan yang dirawat selalu basah.air yang dipakai untuk perawatan harus memenuhi
ketentuan-ketentuan pada spesifikasi untuk air.

8. Pekerjaan Plesteran 1 : 3
a. Sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan, maka terlebih dahulu kami lakukan pembersihan
permukaan yang akan diplester dari kotoran-kotoran yang melekat, bila kotorannya masih
juga masih melekat, maka kami gunakan sikat baja untuk membersihkannya.
b. Permukaan yang telah bersih tersebut disiram dengan air kemudian baru dilakukan
pelaksanaannya.
c. Komposisi campuran plesteran yang kami gunakan adalah 1 : 3 (semen : pasir) dengan
ketebalan 15 mm.
d. Setelah pekerjaan plesteran selesai kami kerjakan dengan baik, maka dilakukan asistensi
dengan pengawas dan Direksi terhadap hasil pelaksanaannya.

9. Pekerjaan Galian Tanah (Alat Berat) Estafet 2 x


a. Galian tanah yang kami kerjakan dengan alat berat adalah untuk pembuatan tanggul waduk
dan dilakukan menurut persyaratan dalam spesifikasi teknis serta mencapai garis-garis
peil/bentuk yang ditunjukkan pada gambar rencana atau yang ditentukan oleh pengawas dan
Direksi.
b. Selama pelaksanaan pekerjaan berjalan, mungkin perlu atau diinginkan adanya perubahan
maupun penyesuaian terhadap kondisi di lapangan oleh pengawas dan Direksi mengenai
dimensi-dimensi penggalian sebagai perbaikan atau perubahan hal ini tetap diikuti.
c. Galian tanah untuk tanggul waduk kami lakukan secara estafet 2 kali dengan menggunakan
alat berat (backhoe) dan harus sesuai dengan gambar rencana serta rapi sesuai dengan
putunjuk dari pengawas dan Direksi.
d. Semua tanah humus dan lapisan permukaan lainnya harus kami buang terlebih dahulu
sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Permukaan tanah dasar pondasi tanggul waduk
harus kering sebelum pekerjaan dilaksanakan.
e. Pemadatan dan pembentukan badan tanggul kami lakukan setelah galian tanah ditimbun
pada estafet 1 selesai dilakukan oleh alat berat. Pemadatan dilakukan sambil membentuk
badan tanggul.
f. Semua penggalian diatas yang kami kerjakan selain yang ditunjuk dalam gambar rencana
kami tutup dan disempurnakan kembali seperti semula.
10. Pekerjaan Perapihan Tanggul (Alat Berat)
a. Perapihan tanggul waduk dilaksanakan setelah tanggul waduk dibentuk.
b. Perapihan kami lakukan untuk merapikan dan meratakan dengan trase yang benar supaya
permukaannya teratur menurut persyaratan dalam spesifikasi teknis serta mencapai garis-
garis peil/bentuk yang ditunjukkan pada gambar rencana atau yang ditentukan oleh
pengawas dan Direksi.
b. Selama pelaksanaan pekerjaan perapihan tanggul, kami menghindari terjadinya shrinkage,
konsolidasi dan penurunan muka tanah, sehingga ketinggian, lebar dan ukuran pada
permukaan yang telah dilakukan perapihan sesuai dengan ketinggian dan ukuran-ukuran
yang ditunjukkan dalam gambar.

11. Pekerjaan Beton Cor 1 : 2 : 3


a. Beton Cor yang akan kami dikerjakan sesuai dengan spesifikasi dan untuk semua
maksud yang berhubungan dan sebagaimana yang diminta oleh Direksi harus terdiri dari
bahan-bahan yang terinci dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dan juga sesuai dengan syarat-syarat lainnya yang
sudah baku digunakan.
b. Bahan-bahan yang kami gunakan untuk pekerjaan beton cor adalah sebagai berikut :
Semen :
- Semen yang kami digunakan adalah Portland Semen dan sesuai dengan syarat-
syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Indonesia Menurut N I.8.
- Semen kami simpan dalam gudang tertutup sehingga terlindungi diatas lantai dengan
ketinggian kira-kira 30 cm dari dinding, juga terlindung dari sinar matahari dan hujan.
- Sebelum semen dipakai untuk pekerjaan dilapangan, kantong semen dipastikan berada
dalam keadaan utuh.
- Semen yang telah keras dan membatu tidak dapat digunakan lagi
- Bila ada semen kami yang diragukan mutunya, maka Direksi berhak untuk menolak
penggunaan semen tersebut dan kami segera menggantikannya dengan semen lain yang
mutunya lebih baik.
Kerikil :
- Kerikil yang kami gunakan cukup keras dan telah disetujui oleh Direksi.
- Sumber kerikil yang kami gunakan harus disetujui oleh Direksi.
- Kerikil telah bersih dari kotoran seperti lumut atau bahan-bahan lainnya yang dapat
merusak. Kadar kotorannya ditentukan oleh Direksi.
- Gradasi dari kerikil harus bergradasi baik dan berkisar antara 5 (lima) mm sampai 30
(tiga puluh) mm.
Pasir:
- Pasir yang kami gunakan adalah hasil proses alami yang berasal dari sungai.
- Pasir telah bersih dan bebas dari kotoran seperti lumut atau bahan-bahan lainnya yang
dapat mengurangi kekuatan beton, dimana kadar kotoran harus sesuai dengan PBI-1971
atau dengan persetujuan lain dari Direksi.
Air:
- Air yang kami gunakan untuk pengecoran beton, spesi atau keperluan lain telah bersih
dan tidak mengandung bahan yang dapat merusak beton.
- Penggunaan air harus atas persetujuan dari Direksi.
c. Mutu beton yang kami gunakan dengan komposisi campuran semen : batu pecah/kerikil :
pasir = 1 : 2 : 3 atau juga menurut pentunjuk Direksi.
d. Kekentalan beton disesuaikan dengan jenis pekerjaan beton serta sesuai dengan PBI - 1971.

Pembesian
a. Bahan-bahan yang kami gunakan adalah :
- Besi yang dimaksud adalah semua jenis besi yang terdapat dipasaran.
- Ukuran besi yang digunakan harus sesuai dengan Gambar Rencana.
- Masa baja pembesian diambil 785 kg/m per 100 mm2 dari luas penampang (7,85 t/m3).
Masa dari bahan lain diambil seperti yang ditentukan dalam spesifikasi teknis.
- Besi telah bersih dari karat, minyak atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusakkan
dengan beton.
- Ujung-ujung besi kami bengkokkan menurut syarat-syarat yang tercantum dalam
Peraturan Beton Indonesia PBI-1971.
- Besi yang sudah bengkok tidak boleh diluruskan lagi.
- Apabila kami memerlukan pengelasan harus ada persetujuan dari Direksi.
b. Tata cara pelaksanaannya :
- Potongan besi kami lakukan dengan gergaji dalam keadaan dingin, dan pemotongan
dengan cara lain perlu mendapatkan persetujuan dari Direksi.
- Hasil potongan harus rapi dan disetujui oleh Direksi.

Perancah Non Expose


a. Perancah kami buat sesuai keperluan bentuk bangunan dengan menggunakan kayu, plywood
atau papan halus dengan kondisi baik untuk dapat menghasilkan permukaan beton yang
bagus.
b. Bentuk dan ukuran perancah yang kami buat sesuai dengan yang ditentukan oleh Direksi,
dimana mempunyai kekuatan yang cukup dan kaku untuk menjaga posisi dan bentuk akibat
beban dan operasi pemasangan dan vibrasi beton. Cetakan kayu yang dilalui air harus rata
dan bersih. Kekuatan dan keekfektifannya kami jamin, sehingga dalam konstruksi seluruh
cetakan dapat mengikat sisi yang berdampingan.
c. Semua cetakan harus rapat ketika didirikan agar diperoleh hasil yang cocok dan baik,
sehingga saat pembongkaran cetakan dapat dilakukan tanpa mengganggu permukaan dari
beton yang telah terpasang dan sebelum beton dituang, permukaan cetakan diberi oli untuk
mencegah pelekatan dari beton dengan cetakan.
d. Sebelum pengecoran dilakukan, semua permukaan yang akan diisi beton harus bersih dan
bebas dari genangan air, lumpur, kotoran atau loose material. Permukaan bahan-bahan yang
akan menyerap beton harus dibasahi sehingga kadar air dari beton tidak terserap.
e. Pembongkaran dan pemindahan perancah kami lakukan sesuai petunjuk direksi pekerjaan,
dan pelaksanaannya kami lakukan dengan teliti untuk menghindari kerusakan dari beton.
f. Beton kami rawat selama lebih kurang 15 hari berturut-turut.

12. Pekerjaan Pintu Air b = 0.60, h = 0.80 M


Pintu air terbuat dari plat baja dengan ketebalan tertentu menurut gambar rencana atau sesuai
dengan petunjuk Direksi. Plat pintu dilas dengan rapi. Plat pintu dilengkapi dengan ulir
berukuran 2 inch dan pintu dilas menyatu dengan ulir. Rangka pintu terbuat dari baja siku L
70.70.7 mm. Rangka pintu/penyangga dilengkapi dengan stang berulir untuk menaik-turunkan
pintu air.

13. Pekerjaan Pintu Air b = 0.60, h = 1.50 M


Pintu air terbuat dari plat baja dengan ketebalan tertentu menurut gambar rencana atau sesuai
dengan petunjuk Direksi. Plat pintu dilas dengan rapi. Plat pintu dilengkapi dengan ulir
berukuran 2 inch dan pintu dilas menyatu dengan ulir. Rangka pintu terbuat dari baja siku L
70.70.7 mm. Rangka pintu/penyangga dilengkapi dengan stang berulir untuk menaik-turunkan
pintu air.

14. Administrasi/Dokumentasi
a. Jika kami keluar sebagai pemenang pelelangan, maka setelah kami menerima Surat
Penunjukan Penyedia Jasa dari Pengguna Anggaran Dinas Permukiman dan Prasarana
Wilayah Kabupaten Bireuen, kami akan langsung membuat Surat Perjanjian sesuai dengan
lampiran E BAB-III Dokumen Pelelangan Umum guna terdapat suatu ikatan kerja sama
diantara kami selaku Penyedia Jasa dengan Pengguna Anggaran serta melakukan
penggandaan administrasi kontrak sesuai kebutuhan yang diperlukan.
b. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan dilapangan kami mengambil photo dokumentasi dan
menyerahkan photo tersebut kepada pengawas dan Direksi mengenai kemajuan pekerjaan
dengan ukuran 8 cm x 12 cm pada lokasi yang telah ditentukan oleh pengawas dan Direksi
selama masa kontrak. Photo diambil pada waktu awal/sebelum pelaksanaan, sedang dalam
pelaksanaan dan telah selesainya pelaksanaan pekerjaan, serta pada waktu lain yang
ditentukan oleh pengawas dan Direksi.
c. Photo-photo tersebut juga menjadi indikator dalam penilaian kemajuan pelaksanaan
pekerjaan dilapangan yang mencerminkan setiap item pekerjaan fisik dan non fisik yang
tercantum dalam RAB kontrak. Dalam proses pengambilan photo dokumentasi pihak kami
merujuk kepada arahan dari pengawas dan Direksi.

15. Progress/Laporan
a. Kami membuat program pelaksanaan sesuai dengan syarat-syarat kontrak dengan
menggunakan CPM network, program tersebut kami buat dalam dua bentuk yaitu bar chart
dan daftar yang memperlihatkan setiap kegiatan, antara lain mencerminkan :
- Mulai, tanggal paling awal
- Selesai, tanggal paling akhir
- Waktu yang diperlukan.
- Waktu float
- Sumber tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan.
b. Aktifitas yang terlihat pada program kami sudah termasuk pelaksanaan pekerjaan sementara
dan tetap, kelonggaran waktu yang diperlukan untuk persiapan dan persetujuan pengiriman
peralatan dan bahan ke lapangan dan juga kelonggaran dengan adanya hari libur umum
maupun keagamaan.
c. Dalam pelaksanaan pembuatan administrasi progress dan pelaporan, kami membuat dan
mencatat segala aktifitas kegiatan lapangan dalam beberapa bagian :
- Laporan Harian
Dimana laporan tersebut merupakan laporan harian atas setiap bagian pekerjaan yang
diminta oleh pengawas dan Direksi dalam bentuk yang disetujui pengawas dan Direksi.
Laporan dimaksud memuat data-data ; keadaan cuaca, jumlah tenaga staf dan buruh yang
dipekerjakan serta sesuai ketrampilannya, jumlah bahan-bahan ditempat pekerjaan,
jumlah bahan yang sedang dipesan, volume kemajuan pekerjaan, persiapan pekerjaan dan
peralatan serta data-data percobaan laboratorium, kecelakaan kerja dan informasi yang
lain berkaitan erat dengan kemajuan pekerjaan.
- Laporan Mingguan
Memuat rekapitulasi kemajuan volume dari pelaksanaan kegiatan fisik dan non fisik yang
tercantum pada RAB yang telah dicatat pada laporan harian, dan untuk disampaikan
kepada Direksi guna disetujui dan juga untuk perbaikan apabila terdapat kesalahan dalam
penulisannya.
- Laporan Bulanan
Memuat rekapitulasi kemajuan volume dari pelaksanaan kegiatan fisik dan non fisik yang
tercantum pada RAB yang telah dicatat pada laporan harian, dan laporan mingguan
untuk disampaikan kepada pengawas dan Direksi guna disetujui dan juga untuk
perbaikan apabila terdapat kesalahan dalam penulisannya

16. Pekerjaan Finishing


a. Pada saat akhir masa proyek, semua item dari masing-masing pekerjaan akan
disempurnakan sehingga memenuhi semua persyaratan kelengkapan suatu proyek.
c. Apabila masih juga didapatkan pekerjaan-pekerjaan yang belum sempurna maka,
Pemborong harus segera menyempurnakannya. Penelitian sempurna pekerjaan ditentukan
oleh Team dari Direksi.

17. Masa Perawatan


Setelah seluruh rangkaian kegiatan fisik selesai dilaksanakan dengan baik dan sempurna,
pekerjaan siap diserah terimakan untuk pertama kalinya kemudian pekerjaan memasuki masa
pemeliharaan yang dimaksud adalah bila dalam kurun waktu yang telah ditentukan terjadi cacat
fisik atau kerusakan-kerusakan yang mungkin disebabkan pengaruh-pengaruh dari luar, maka
dalam masa perawatan/pemeliharaan semua kerusakan-kerusakan tersebut akan kami lakukan
perbaikan untuk menambah kesempurnaannya lagi.

Lhoksukon, 11 Juli 2007


CV. PUTRA SULDAM,

HASSANAL WAHYUDI
DIREKTUR