Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1. 2 Latar Belakang
Kondisi geologis, geografis, hidrologis, demografis, klimatologis, social, budaya,
politik, ekonomi, dan teknologi menjadikan Indonesia sebagai negara rawan bencana, baik
bencana alam, bencana non alam, maupun bencana social. Indonesia terletak di antara
pertemuan tiga lempeng tektonik aktif yaitu lempeng Indo-Australias di bagian selatan,
Lempeng Eurasia di bagian utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur. Ketiga lempeng
tersebut bergerak dan saling bertumbukan sehingga Lempeng Indo-Australia menunjam ke
bawah lempeng Eurasia menimbulkan jalur gempabumi, sesar atau patahan dan rangkaian
gunung api aktif sepanjang Pulau Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara menuju kawasan
utara Maluku dan Sulawesi Utara. (BNPB, 2010).
Zona pertemuan lempeng-lempeng besar, Indonesia memiliki lebih dari 500
gunung api dengan 129 diantaranya aktif. Gunung api yang aktif tersebar di Pulau
Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara dan Kepulauan Maluku. Selain itu,
Indonesia merupakan 13% dari gunung api dunia yang aktif. (BNPB, 2010). Kondisi
geologi tersebut, menyebabkan ancaman bencana di wilayah Indonesia tinggal menunggu
waktu, bahkan dengan adanya kerusakan lingkungan dan pemanfaatan alam yang tidak
terkendali maka frekuensi kejadian bencana dan tingkat kerusakan maupun korban jiwa
semakin meningkat di Indonesia (BNPB, 2010).
Luas daerah rawan bencana gunung api di seluruh Indonesia sekitar 17.000 km 2
dengan jumlah penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana gunung api kurang
lebih 5,5 juta jiwa. Berdasarkan frekuensi letusan gunung api diperkirakan tiap tahun
terdapat 585.000 orang terancam bencana letusan gunung api (BNPB, 2008). Selain itu,
Indonesia memiliki tiga tipe letusan yatiu tipe A (gunung api yang mengalami letusan sejak
tahun 1600), tipe B (gunung api yang setelah tahun 1600 belum mengalami erupsi
magmatik) dan tipe C (gunung api yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah namun
terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau). Gunung api tipe A terdapat tersebar di
beberapa lokasi seperti pada Halmahera atau Maluku terdapat lima buah yang salah
satunya merupakan Gunung Gamkonora yang berada di Kabupaten Halmahera Barat,
Maluku Utara (Menteri ESDM, 2011)

1
2

Gambar 1. 1 Persebaran Gunung Api di Indonesia


Sumber : Topinka, USGS/CVO, 2001; basemap
modified from CIA map, 1997

Berdasarkan Indeks Rawan Bencana yang terdapat pada Badan Penanggulangan


Bencana Nasional berdasarkan perhitungan rata-rata kematian suatu wilayah dalam
bencana skala besar dan menengah menjelaskan bahwa Kabupaten Halmahera Barat
memiliki Kelas Rawan Tinggi khususnya di Provinsi Maluku Utara. Bencana tersebut di
Kabupaten Halmahera Barat yaitu Gempa Bumi, Letusan Gunung Api, Banjir, Longsor,
Cuaca Ekstrim, dan Abrasi (BNPB 2011). Berdasarkan Gambar 1.1 Kabupaten Halmahera
Barat berada pada posisi yang dekat dengan pertemuan antar tiga lempeng dan terletak di
barisan gunung api aktif, Kabupaten Halmahera Barat sendiri memiliki dua gunung api
aktif yang menyebabkan Kabupaten Halmahera Barat memiliki tingkat kerentanan fisik
yang tinggi terhadap bencana letusan gunung api
3

Gambar 1. 2 Kondisi Pengungsian Warga yang berada di Kawasan Evakuasi


Sementara dan Letusan Gunung Api Gamkonora
Sumber: Purwanto Ngatmo, 2007
Letusan Gunung Gamkonora tanggal 8 Juli 2007 mengeluarkan kepulan asap
cukup tebal. Gunung juga sempat mengeluarkan lava panas, namun lava panas ini tidak
sampai pada permukiman warga. Meski demikian, letusan Gunung Gamkonora
mengakibatkan sekitar 2000 warga dari delapan desa di kecamatan Ibu Selatan terpaksa
dikosongkan dan diungsikan ke desa tetangga yang masuk dalam wilayah aman dari radius
letusan (Gambar 1.2). Pengungsi memanfaatkan bangunan milik warga untuk kegiatan-
kegiatan adat yang dianggap aman karena belum ada bantuan berupa tenda-tenda darurat
oleh pemerintah (Purwanto Ngatmo, 2007)
Berdasarkan Gambar 1.2 dapat disimpulkan bahwa perlunya kesiapan sistem
penanggulangan bencana untuk mencegah atau mengurangi resiko bencana. Bencana alam
tidak dapat dicegah tetapi dengan mitigasi bencana diharapkan dapat mengurangi resiko
terhadap masyarakat. Diperlukan jalur evakuasi yang cepat dan aman bagi masyarakat dari
segi aksesibilitas maupun sarana dan prasarana penunjang evakuasi

1. 2 Identifikasi Permasalahan
Sampai saat ini pengelolaan sistem penanggulangan bencana terhadap letusan
gunung api masih terdapat permasalahan seperti belum adanya perencaanaan jalur evakuasi
sehingga saat terjadi bencana masih berpotensi mengalami kerugian yang besar. Berikut
merupakan penanganan bencana letusan Gunung Gamkonora yang mengalami kesulitan:
4

1. Banyaknya permukiman warga disekitaran daerah rawan bencana yang


menyebabkan tingkat kerawanan terhadap bencana letusan Gunung Gamkonora
tinggi (BPBD Halmahera Barat, 2015).
2. Belum adanya rencana jalur evakuasi yang baik saat terjadi letusan tahun 2007.
Kabupaten Halmahera Barat memiliki dua gunung api aktif yang jika terjadi letusan
mengakibatkan potensi kerugian yang besar terhadap semua pihak sehingga
diperlukan perencanaan jalur evakuasi yang cepat dan aman (BPBD Halmahera
Barat, 2015)
3. Ketidaksiapan masyarakat dan pihak yang terlibat dalam proses evakuasi
penanganan saat terjadi bencana. Terbukti saat letusan pada tahun 2007 masyarakat
yang panik tidak mengetahui daerah pelarian terbaik untuk penyelamatan karena
tidak terdapat rambu-rambu evakuasi yang memudahkan pelarian masyarakat ke
tempat pengungsian atau daerah teraman (BPBD Halmahera Barat, 2015).
4. Sarana penempatan pos evakuasi yang jelas belum ada, sehingga masyarakat
terpaksa menempati Rumah Adat di Desa-desa terdekat, bahkan sebagian
masyarakat memilih mendirikan tenda-tenda darurat dari terpal milik mereka
sendiri karena belum adanya bantuan tenda-tenda darurat dari Pemerintah
Kabupaten (Purwanto Ngatmo, 2007).
5. Tidak adanya system peringatan dini (Early warning system) sehingga masyarakat
sekitar Gunung Gamkonora Sebagian Besar tidak mengetahui aktivitas Gunung
Gamkonora.

1. 2 Rumusan Masalah
Berikut merupakan rumusan masalah yang didasarkan oleh isu terkait
permasalahan di daerah rawan bencana gunung api:
1. Bagaimana tingkat resiko bencana Gunung Api Gamkonora di Kecamatan Ibu
Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara?
2. Bagaimana perencanaan jalur evakuasi saat terjadi bencana Letusan Gunung Api
Gamkonora di Kecamatan Ibu Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara?

1. 2 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat sebelumnya, maka diperoleh
tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian antara lain:
1. Membuat peta resiko bencana letusan Gunung Api Gamkonora di Kecamatan Ibu
Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara.
2. Merencanakan Jalur Evakuasi yang cepat, aman dan mudah diakses oleh
masyarakat saat terjadi bencana letusan Gunung Api Gamkonora di Kecamatan Ibu
Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara.
5

1. 2 Manfaat Penelitian
Penelitian disusun untuk memberikan beberapa manfaat kepada pihak yang terkait
antara lain:
1. Bagi Peneliti
Mengaplikasikan teori dan praktek yang didapatkan di lapangan khususnya tentang
evakuasi bencana, juga keterkaitan terhadap isu penanggulangan bencana yang
tidak efektif karena tingkat kerentanan masyarakat dan kesiapan pemerintah dalam
proses evakuasi masyarakat terhadap bencana

2. Bagi Masyarakat
Manfaat penelitian bagi masyarakat antara lain, masyarakat dapat mengetahui jalur
evakuasi yang dapat dicapai secara efektif saat terjadi bencana letusan gunung api
agar lebih mudah melakukan pelarian menuju lokasi evakuasi teraman.

1. 2 Ruang Lingkup

1.6. 0 Ruang Lingkup Materi


Ruang ingkup materi berfungsi untuk memberikan batasan terhadap pengkajian
pembahasan dan mempersempit ruang lingkup untuk menghindari adanya pembahasan
yang terlalu luas. Berikut merupakan penjabaran mengenai materi yang akan dibahas
dalam penelitian:
1. Mengurangi dampak bencana letusan Gunung Gamkonora
Bencana baik dalam skala kecil maupun besar dapat mengakibatkan timbulnya
korban jiwa manusia, cacat, luka, hilang, pengungsi, kerusakan lingkungan,
kerugian harta benda dan dampak psikologis (BNPB, 2010). Untuk mengurangi
dampak bencana terhadap korban, maka perlu upaya penyelamatan melalui
pencarian, pertolongan, dan evakuasi. Dalam upaya penyelamatan tersebut perlu
diprioritaskan pada masyarakat yang terkena bencana yang mengalami luka parah
dan kelompok rentan di Kecamatan Ibu Selatan, Halmahera Barat. Tingkat
kerentanan masyarakat yang digunakan yaitu dari aspek fisik ekonomi, social dan
lingkungan. Aspek fisik meliputi presentasi bangunan dan jalan. Aspek ekonomi
meliputi presentase penduduk miskin dan mata pencaharian masyarakat setempat.
Aspek social Antara lain kepadatan penduduk, laju pertumbuhan penduduk dan
presentase penduduk usia tua-balita. Untuk lingkungan disesuaikan dengan kondisi
lingkungan dari Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat. Kemudian
6

mempertimbangkan tingkat kapasitas masyarakat saat menghadapi bencana letusan


gunug api gamkonora.
2. Merencanakan jalur evakuasi yang cepat dan tepat untuk masyarakat saat terjadi
bencana letusan Gunung Api Gamkonora
Proses pencarian, pertolongan dan evakuasi korban bencana dilaksanakan secara
cepat dan tepat sesuai dengan tuntutan keadaan (BNPB, 2010) hal ini dibutuhkan
karena seringkali terjadi kesulitan dan ketidak jelasan akses transportasi menuju
daerah yang rentan terhadap bencana sehingga menyulitkan masyarakat dalam
proses penyelamatan. Oleh karena itu diperlukannya jalur penyelamatan yang
difokuskan melalui jalur darat yang jelas sehingga masyarakat dapat dengan mudah
dan cepat mengetahui informasi jalur evakuasi yang aman dan tidak menimbulkan
kerugian, juga direncanakan rambu evakuasi yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dengan jalur evakuasi dan bangunan evakuasi (Sea Defense Consultans,
2007

1.6. 0 Ruang Lingkup Wilayah


Gunung Gamkonora memiliki ketinggian sekitar 1635 mdpl atau 1600 m dari Kota
Ibu dan terletak pada posisi 010 22 30 LU dan 1270 3 00 BT. Secara administrative
termasuk dalam Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat dengan luas wilayah
2.755 km2 . Batas Administrasi Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara adalah
sebagai berikut:
Sebelah Utara : Laut Maluku dan Kabupaten Halmahera Utara
Sebelah Selatan: Laut Maluku
Sebelah Timur : Kabupaten Halmahera Utara
Sebelah Barat : Laut Maluku

1. 2 Sistematika Pembahasan
Berikut merupakan sistematika pembahasan yang digunakan dalam penelitian
yaitu:
BAB I Pendahuluan
Pendahuluan dalam penelitian berisi tentang latar belakang dan identifikasi
permasalahan yang terjadi di Kecamatan Ibu Selatan terkait jalur evakuasi saat
terjadi bencana, rumusan masalah, tujuan, ruang lingkup wilayah dan materi,
manfaat penelitian, kerangka pemikiran dan sistematika pembahasan.
BAB II Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka berisi tentang kumpulan teori dan acuan yang akan digunakan
dalam penelitian, terutama teori terkait penanggulangan bencana dan jalur evakuasi
7

bencana. Menyajikan teori yang berasal dari studi literatur dan beberapa studi
terdahulu.
BAB III Metode Penelitian
Metode penelitian berisi mengenai alur yang digunakan dalam penelitian meliputi
metode pengumpulan data, metode analisis yang digunakan dalam perencanaan
jalur evakuasi meliputi analisis deskriptif dan analisis evaluatif. Selain itu, dibahas
juga kerangka analisis terkait hubungan antara metode pengumpulan data, metode
analisis dan output yang dihasilkan disajikan dalam desain survei
BAB IV Hasil dan Pembahasan
Pada bab hasil dan pembahasan berisi mengenai gambaran umum Kecamatan Ibu
Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara dari segi fisik maupun binaan untuk
mengetahui tingkat kerentanan, resiko bencana, dan tingkat kapasitas masyarakat
terhadap letusan Gunung Gamkonora, serta penentuan jalur evakuasi bencana.
BAB V Kesimpulan
Berisi tentang kesimpulan dari hasil yang didapatkan pada Bab IV. Selain itu,
terdapat rekomendasi dari hasil penelitian terkait perencanaan jalur evakuasi
bencana letusan Gunung Gamkonora di Kecamatan Ibu Selatan
8

1. 2 Kerangka Pemikiran
Latar
Latar Belakang
Belakang
Masyarakat
Masyarakat Kecamatan
Kecamatan Ibu
Ibu Selatan
Selatan belum
belum sadar
sadar jika
jika wilayah
wilayah yang
yang ditempati
ditempati merupakan
merupakan bagian
bagian dari
dari daerah
daerah
rawan
rawan bencana
bencana Letusan
Letusan Gunung
Gunung Gamkonora
Gamkonora
Gunung
Gunung ApiApi Gamkonora
Gamkonora terletak
terletak dekat
dekat dengan
dengan pertemuan
pertemuan antar
antar tiga
tiga lempeng
lempeng dan
dan berada
berada pada
pada barisan
barisan gunung
gunung
api
api aktiv
aktiv
Gunung
Gunung Gamkonora
Gamkonora meletus
meletus akan
akan memberikan
memberikan dampak
dampak didi kecamatan
kecamatan IbuIbu Selatan
Selatan Kabupaten
Kabupaten Halmahera
Halmahera Barat
Barat
berupa
berupa Abu
Abu Vulkanik
Vulkanik dan
dan Gempa
Gempa Bumi.
Bumi.

Identifikasi
Identifikasi Masalah
Masalah
Belum
Belum adaada jalur
jalur evakuasi
evakuasi yang
yang membuat
membuat masyarakat
masyarakat tidak
tidak siap
siap terhadap
terhadap kondisi
kondisi tanggap
tanggap darurat
darurat pada
pada saat
saat
terjadi
terjadi letusan
letusan Gunung
Gunung Api
Api Gamkonora
Gamkonora
Titik-titik
Titik-titik penempatan
penempatan pos pos evakuasi
evakuasi terhadap
terhadap korban
korban yang
yang tidak
tidak jelas
jelas saat
saat terjadi
terjadi letusan
letusan gunung
gunung api,
api,
membuat
membuat masyarakat
masyarakat menempatkan
menempatkan pos pos evakuasi
evakuasi dengan
dengan sendirinya
sendirinya
Sistem
Sistem peringatan
peringatan dini
dini (early
(early warning
warning system)
system) tidak
tidak ada
ada sehingga
sehingga masyarakat
masyarakat Kecamatan
Kecamatan Ibu
Ibu Selatan
Selatan
khususnya
khususnya tidak
tidak mengetahui
mengetahui aktivitas
aktivitas Gunung
Gunung Gamkonora
Gamkonora

Rumusan
Rumusan Masalah
Masalah
Bagaimana
Bagaimana tingkat
tingkat resiko
resiko bencana
bencana letusan
letusan Gunung
Gunung Api
Api Gamkonora
Gamkonora di
di Kecamatan
Kecamatan Ibu
Ibu Selatan,
Selatan,
Halmahera
Halmahera Barat,
Barat, Maluku
Maluku Utara?
Utara?
Bagaimana
Bagaimana jalur
jalur evakuasi
evakuasi saat
saat terjadi
terjadi bencana
bencana Letusan
Letusan Gunung
Gunung Api
Api Gamkonora
Gamkonora di
di Kecamatan
Kecamatan Ibu
Ibu
Selatan,
Selatan, Halmahera
Halmahera Barat,
Barat, Maluku
Maluku Utara?
Utara?

Tujuan:
Membuat peta resiko bencana letusan Gunung Api Gamkonora
Merencanakan Jalur Evakuasi yang cepat dan aman

Landasan Teori: Landasan Teori:


Untuk pengurangan resiko bencana Perencanaan jalur evakuasi
didasarkan oleh analisis kerentanan, diperlukan untuk meminimalkan
kapasitas dan dampak bencana dampak oleh bencana dan
(Sumekto, 2011) mempertimbangkan jalur evakuasi
yang baik dan aman sesuai dengan
tata ruang (2008)

Analisis yang digunakan:


Analisis Resiko Bencana
Analisis Jalur Terpendek
Analisis Trip Frequency

Perencanaan Jalur Evakuasi Bencana Letusan


Gunung Api Gamkonora, Kabupaten Halmahera
Barat, Maluku Utara