Anda di halaman 1dari 42

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

STANDAR

PT PLN (PERSERO)

SPLN D3.026: 2017

Lampiran Keputusan Direksi PT PLN (PERSERO) No. xxx.K/DIR/2017

SPESIFIKASI FUSE CUTOUT

PT PLN (PERSERO)

Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

STANDAR

PT PLN (PERSERO)

SPLN D3.026: 2017

Lampiran Keputusan Direksi PT PLN (PERSERO) No. xxx.K/DIR/2017

SPESIFIKASI FUSE CUTOUT

PT PLN (PERSERO)

Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

SPESIFIKASI FUSE CUTOUT

Disusun oleh:

Kelompok Bidang SPLN Distribusi Standardisasi dengan Keputusan General Manager PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan (Research Institute) No. 0439.K/PUSLITBANG/2016

Kelompok Kerja Standardisasi Fuse Cutout

dengan Keputusan General Manager PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan

Pengembangan (Research Institute) No. 0431.K/GM/2015

Diterbitkan oleh:

PT PLN (PERSERO) Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Pengesahan

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Pengesahan

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Susunan Kelompok Bidang Distribusi Standarisasi

Keputusan General Manager PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan (Research Institute) No. 0439.K/PUSLITBANG/2016

1. Ignatius Rendroyoko, ST, MEng.Sc

2. Buyung Sufianto Munir, ST, MSc

3. Ir. Hadi Suhana, MT

4. Ir. Rudy Setyobudi, MT

5. Ir. Muhammad Rusli, MM,MT

6. Ir. Indradi Setiawan, MM

7. Ir. Christiana Samekta

8. Ir. Imam Agus Prayitno

9. I Ketut Gede Agus Sutopo

:

:

:

:

:

:

:

:

:

Sebagai Ketua merangkap Anggota Sebagai Sekretaris merangkap Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota

Sebagai Anggota

Sebagai Anggota

Susunan Kelompok Kerja Standardisasi Fuse Cutout

Keputusan General Manager PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan

(Research Institute) No. 0431.K/GM/2015

1. Dr. Zainal Arifin

2. Ir. Christiana Samekta

3. Haryo Lukito, ST. MT

4. Effendi Memed, ST

5. Muh. Zuhdi Irwansyah, ST

Nara Sumber:

1. M. Solikhudin, ST. MT

2. Satyagraha Abdul Kadir, ST

:

:

:

:

:

Sebagai Ketua merangkap Anggota

Sebagai Sekretaris merangkap Anggota

Sebagai Anggota

Sebagai Anggota

Sebagai Anggota

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PRAKATA

1. Ruang Lingkup

2. Tujuan

3. Acuan Normatif

4. Istilah dan Definisi

5. Kondisi Pelayanan

6. Nilai Pengenal

7. Persyaratan Konstruksi

7.1

Umum

7.1.1 Bagian utama

7.1.2 Pemasangan fuse link

7.1.3 Mekanisme kontak

7.1.4 Cara pengoperasian

7.1.5 Persyaratan material logam

7.2 Fuse base

7.2.1 Insulator

7.2.2 Rakitan atas

7.2.3 Rakitan bawah

7.2.4 Fuse carrier

7.2.5 Bracket

7.3 Fuse link

7.3.1 Dimensi

7.3.2 Karakteristik arus waktu

8. Penandaan

9.

8.1

8.2 Fuse-carrier

8.3

Pengujian

9.1 Uji jenis

Fuse-base

Fuse-link

9.1.1 Fuse cutout

9.1.2 Fuse link

9.2 Uji

rutin

9.3 Uji

serah-terima

LAMPIRAN A

A.1 Galah tipe 1 A.2 Galah tipe 2 A.3 Load Buster LAMPIRAN B

B.1

Proteksi

transformator distribusi

B.2

Proteksi SUTM cabang

LAMPIRAN C C1. Faktor koreksi ketinggian pemasangan

iii

iv

iv

vii

1

1

1

1

2

3

3

3

3

4

4

5

5

6

6

7

8

9

10

12

12

12

14

14

15

15

15

15

15

17

18

18

19

19

20

21

23

23

26

27

27

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Fuse cutout

Gambar 2. Posisi kontak antara fuse carrier dengan fuse

Gambar 3. Rakitan atas fuse base

Gambar 4. Terminal

Gambar 5.

Gambar 6.

Gambar 7.

Gambar 8. Kepala tabung dengan arc shortening rod terintegrasi

Gambar 9. Dimensi bracket

Gambar 10. Dimensi fuse-link

Rakitan bawah Bagian-bagian fuse carrier Dimensi fuse carrier

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Nilai pengenal fuse cutout

Tabel 2. Nilai pengenal fuse link Tabel 3. Tebal lapisan galvanis

Tabel 4. Nilai batas karakteristik arus-waktu pra-busur fuse link tipe K

Tabel 5. Nilai batas karakteristik arus-waktu pra-busur fuse link tipe T

Tabel 6. Daftar mata uji fuse cutout

Tabel 7. Batas kenaikan suhu

Tabel 8. Daftar mata uji fuse link

Tabel 9. Jumlah sampel pada uji serah terima

4

5

7

7

8

9

9

10

11

12

3

3

6

13

14

16

17

17

18

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

PRAKATA

SPLN D3.026: 2017 ini merevisi sebagian dari ketentuan pada SPLN 64: 1985 “Petunjuk pemilihan dan penggunaan pelebur pada sistem distribusi tegangan menengah”. Materi yang direvisi adalah yang berhubungan dengan ketentuan fuse cutout sebagai suatu produk.

Standar fuse cutout sebagai produk dirasa perlu diterbitkan dalam suatu SPLN tersendiri. Dengan tumbuhnya pabrikan dalam negeri yang telah memproduksi peralatan tersebut, diperlukan suatu panduan desain dan ketentuan komponen, agar diperoleh fuse cutout dengan mutu standar dan cocok digunakan pada instalasi PLN.

Dengan diterbitkannya SPLN D3.026: 2017 maka ketentuan pada SPLN 64: 1985 yang terkait dengan persyaratan produk fuse cutout dinyatakan tidak berlaku lagi.

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Spesifikasi Fuse Cutout

1. Ruang Lingkup

Standar ini menetapkan persyaratan teknis fuse cutout dan fuse link-nya untuk penggunaan pada saluran udara tegangan menengah dan transformator distribusi.

Fuse cutout merupakan pelebur jenis expulsion, di mana operasi pemutusan dilakukan dengan pengeluaran gas yang dihasilkan oleh busur listrik.

Kinerja fuse cutout secara keseluruhan ditentukan oleh kombinasi dari fuse base, fuse carrier dan fuse link yang telah diuji sesuai dengan standar ini.

2. Tujuan

Sebagai ketentuan persyaratan teknis pada pengadaan dan pemesanan bagi unit-unit

PLN, acuan desain dan pembuatan bagi pabrikan serta ketentuan uji bagi pabrikan dan

institusi penguji.

3. Acuan Normatif

a. IEC 60282-2 (2008-04), High-voltage fuse - Part 2: Expulsion fuses;

b. ANSI C37.42-1996, Specification for High-Voltage Expulsion Type Distribution

Class Fuses, Cutouts, Fuse Disconnecting Switches and Fuse Links;

c. IEC 61952 (2008-05), Insulators for overhead lines - Composite line post insulators

for A.C. systems with a nominal voltage greater than 1 000 V - Definitions, test

methods and acceptance criteria;

d. IEC 62217 (2012-09), Polymeric HV insulators for indoor and outdoor use -

General definitions, test methods and acceptance criteria;

e. IEC 60587: 2007, Electrical insulating materials use under severe ambient

conditions Test methods for evaluating reistance to tracking and erosion.

4.

Istilah dan Definisi

Definisi dan istilah yang tidak tercantum di bawah ini mengikuti Term and Definition pada IEC 60282-2 butir 3.

4.1 Fuse base

Bagian tetap dari fuse cutout yang terdiri dari insulator, kontak dan terminal.

4.2 Fuse carrier

Bagian bergerak dari fuse cutout yang didesain untuk memasang fuse-link.

4.3 Fuse holder

Kombinasi dari fuse base dan fuse carrier.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

4.4 Fuse link

Bagian dari fuse cutout yang harus diganti setelah beroperasi (putus).

4.5 Terminal

Bagian konduktif dari fuse cutout yang berfungsi untuk menghubungkan ke konduktor eksternal.

4.6 Kecepatan pemutusan fuse link

Ditunjukkan dengan huruf K atau T, berhubungan dengan rasio antara nilai arus pra- busur pada dua nilai yang ditentukan dari waktu pra-busur.

CATATAN:

1)

2) Fuse link dinyatakan dalam arus pengenal diikuti dengan desain kecepatan pemutusan;

Waktu pra-busur dinyatakan untuk 0,1 s dan 300 s (atau 600 s);

contoh: 125 K adalah fuse link arus pengenal 125 A dengan kecepatan pemutusan K.

4.7 Load buster

Alat yang digunakan untuk membuka fuse cutout dalam kondisi berbeban.

4.8

Pembawa fuse carrier

Alat bantu untuk membawa fuse carrier dari dan ke fuse base.

4.9 Galah

Galah insulasi yang berfungsi untuk disambungkan dengan pembawa fuse carrier atau

load buster dalam mengoperasikan fuse cutout.

4.10 Loto

Lock Out Tagout, Pengunci fuse carrier untuk pengamanan agar tidak dioperasikan saat pemeliharaan.

5. Kondisi Pelayanan

Kondisi pelayanan fuse cutout yang ditetapkan pada standar ini adalah kondisi pelayanan normal, sebagai berikut:

a) Suhu udara sekitar tidak melebihi 40°C dan suhu harian rata-rata tidak melebihi

35°C;

NOTE 1 Attention is drawn to the fact that the time-current characteristics may be influenced by changes in ambient temperature.

b) Radiasi sinar matahari tidak melebihi 1 kW/m;

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

d) Tekanan angin tidak melebihi 700 Pa (kecepatan angin 34 m/s);

e) Ketinggian pemasangan tidak melebihi 1000 m. Untuk lokasi pemasangan yang melebihi 1000 m, lihat Lampiran C.

6. Nilai Pengenal

Nilai pengenal fuse cutout tercantum pada Tabel 1 dan nilai pengenal fuse link pada Tabel 2.

Tabel 1. Nilai pengenal fuse cutout

1. Tegangan pengenal

24

kV

2. Arus pengenal

100

A, 200 A

3. Frekuensi pengenal

50

Hz

4. Tingkat insulasi

 

a) Tegangan ketahanan impuls 1,2/50 µs

125

kV

b) Tegangan ketahanan frekuensi daya

50

kV

5. Kapasitas pemutusan (rms)

8 kA atau 10 kA atau 12,5 kA atau 16

kA

6. Kelas TRV

100

A kelas A atau B ; 200 A kelas B

Tabel 2. Nilai pengenal fuse link

1. Tegangan pengenal

24

kV

2. Arus pengenal

Lihat Tabel 4 dan Tabel 5

7.

7.1

Persyaratan Konstruksi

Umum

7.1.1 Bagian utama

Bagian-bagian utama dari fuse cutout dapat dilihat pada Gambar 1.

SPLN D3.026: 2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

③ ① ② 0
0

Bagian utama fuse cutout:

a) Fuse holder, terdiri dari:

Fuse base

Fuse carrier

b) Bracket

③ ① 0 ② MARKET 2017
0
MARKET
2017

Gambar 1. Fuse cutout

7.1.2

Pemasangan fuse link

Fuse link dipasang di dalam tabung fuse carrier. Bagian kepala fuse link dihubungkan

ke lubang berulir pada arc shortening rod (7.2.4.3), sedangkan bagian ekornya

dihubungkan ke trunnion (0) di bagian terminalnya (mur/baut).

7.1.3

Mekanisme kontak

Fuse carrier terhubung dengan fuse base melalui mekanisme kontak. Pada saat fuse cutout posisi tutup, posisi kontak antara fuse carrier dan fuse base adalah seperti Gambar 2.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Kontak atas
Kontak atas

Kepala tabung

Trunnion
Trunnion
2017 7-8 AGUSTUS SOUNDING Kontak atas Kepala tabung Trunnion Kontak bawah Gambar 2. Posisi kontak antara

Kontak bawah

Gambar 2. Posisi kontak antara fuse carrier dengan fuse base.

Di bagian atas, mekanisme kontak terjadi antara kepala tabung (7.2.4.3) pada fuse

carrier dengan kontak atas (7.2.2.2) pada fuse base, sedangkan pada bagian bawah

antara trunnion (0) pada fuse carrier dengan kontak bawah (7.2.3.2) pada fuse base.

Kontak bawah (7.2.3.2) terpasang pada engsel (7.2.3.1). Bidang kontak trunnion akan

terhubung dengan kontak bawah pada posisi fuse cutout tertutup dan tidak terhubung

pada posisi terbuka.

7.1.4

Cara pengoperasian

Pengoperasian fuse cutout dilakukan dengan bantuan galah (hot stick). Jenis-jenis

galah yang dapat digunakan dapat dilihat pada Lampiran A.

Penutupan dilakukan melalui pull ring pada konektor atas (7.2.4.2). Pembukaan dalam

kondisi berbeban harus dilakukan dengan load buster dengan cara mengaitkan terlebih

dahulu ke pengait (7.2.2.3) pada rakitan atas fuse base. Pengait juga berfungsi untuk

memandu arah pemasukan fuse carrier ke fuse base.

Pada penutupan dengan galah tipe 1, pengangkatan fuse carrier untuk dimasukkan ke engsel (7.2.3.1) pada fuse base dilakukan melalui lubang pada trunnion.

7.1.5 Persyaratan material logam

Kontak-kontak pada fuse cutout harus dilapis dengan perak. Daya pegas kontak harus diperkuat dengan komponen bantu yang dibuat dari stainless steel.

Pelat tembaga yang berfungsi sebagai jalur arus antara terminal ke kontak harus dilapis perak atau timah.

Komponen yang dibuat dari baja harus dilapis galvanis yang diproses dengan sistem celup panas (hot dip). Tebal lapisan harus memenuhi Tabel 3.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Tabel 3. Tebal lapisan galvanis

 

Tebal lapisan [µm]

Komponen

rata-rata

minimum

Baut, mur, washer

54

43

Komponen lain

85

70

Komponen yang dibuat dari tembaga paduan (kuningan atau perunggu) harus mempunyai nomor kode komponen (part number) atau penandaan merek.

7.2 Fuse base

Fuse base terdiri dari insulator, rakitan atas dan rakitan bawah.

7.2.1

Insulator

7.2.1.1 Insulator terdiri dari inti dan selungkup.

7.2.1.2 Material inti adalah epoksi resin dengan penguatan fiberglass. Inti harus

bebas dari retak dan rongga (void) yang dapat mempengaruhi sifat mekanis dan

elektris fuse cutout.

7.2.1.3

galvanis:

Inti harus dilengkapi dengan fasilitas pemegang yang terbuat dari baja

a) Pemegang tengah (mounting pin; strap) berfungsi untuk pemasangan fuse cutout

ke bracket. Pemegang dipasang di bagian tengah dari panjang inti. Konstruksi

pemegang adalah sedemikian sehingga fuse cutout dapat terpasang dengan

kemiringan 15° s/d 20° sumbu vertikal.

b) Pemegang atas untuk pemasangan rakitan atas

c) Pemegang bawah untuk pemasangan rakitan bawah

7.2.1.4

diproses secara high temperature vulcanizing (HTV); dengan filler aluminium tri hydrate

(ATH). Material karet silikon harus memenuhi:

Selungkup harus menggunakan material karet silikon (silicone rubber) yang

a) Flammability kelas V0;

b) Passing voltage level 4,5 kV, sesuai IEC 60587.

7.2.1.5 Selungkup diekstrusi langsung di atas inti dan harus menempel dengan ketat

komponen yang berada di bawahnya. Tebal selungkup yang berada di atas inti harus tidak kurang dari 3 mm. Jarak rambat harus tidak kurang dari 480 mm.

7.2.1.6 Selungkup

melindungi

masuknya air dan lembab ke dalam inti.

harus

menutupi

inti

secara

keseluruhan

untuk

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

7.2.2 Rakitan atas

Contoh rakitan atas adalah seperti Gambar 3.

Terminal atas

Kontak atas
Kontak atas

Konduktor jalur arus

Pegas kontak

Pengait

CATATAN: Bentuk komponen pada gambar hanya merupakan ilustrasi dan tidak dimaksudkan

untuk penyeragaman.

Gambar 3. Rakitan atas fuse base

7.2.2.1 Terminal atas

Terminal atas menggunakan konektor alur paralel (parallel groove; Gambar 4), yang

terbuat dari tembaga paduan.

Terminal atas harus dapat dipasangi konduktor dengan ukuran:

Arus pengenal 100A

Arus pengenal 200A

:

:

16 mm 2 95 mm 2

70 mm 2 150 mm 2

Keping konektor yang terpasang di sebelah bawah harus menempel dengan tetap dan

kuat pada pijakannya, sehingga mur dapat dikencangkan dengan hanya satu alat

pengencang.

Sistem mur-baut pada konektor menggunakan ukuran M10.

Sistem mur-baut pada konektor menggunakan ukuran M10. CATATAN: Bentuk komponen pada gambar hanya merupakan

CATATAN:

Bentuk komponen pada gambar hanya merupakan ilustrasi dan tidak dimaksudkan untuk penyeragaman.

Gambar 4. Terminal

SPLN D3.026: 2017

MARKET

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

7.2.2.2 Kontak atas

Kontak atas dibuat dari pelat tembaga dan harus dilapis perak.

Bidang kontak harus dilengkapi dengan pegas yang dibuat dari stainless steel. Pegas harus dikonstruksi sedemikian sehingga tidak mudah lepas dan selalu berada pada posisinya.

7.2.2.3 Pengait

Pengait harus didesain sedemikian sehingga fungsi-fungsi tersebut pada 7.1.4 alinea ke-2 dapat dilakukan dengan baik.

Pengait dibuat dari baja galvanis dengan diameter minimum 8,0 mm.

7.2.3 Rakitan bawah

Contoh rakitan bawah adalah seperti Gambar 5.

Rakitan bawah Contoh rakitan bawah adalah seperti Gambar 5. Konduktor jalur arus Penguat kontak Terminal bawah
Konduktor jalur arus Penguat kontak Terminal bawah 2017
Konduktor
jalur arus
Penguat
kontak
Terminal bawah
2017

Engsel

Kontak bawah

CATATAN:

Bentuk komponen pada gambar hanya merupakan ilustrasi dan tidak dimaksudkan untuk penyeragaman.

Gambar 5. Rakitan bawah

7.2.3.1 Engsel

Engsel (trunnion hinge) harus dibuat dari tembaga paduan.

7.2.3.2 Kontak bawah

Kontak bawah terdiri dari dua buah pelat yang dipasang sejajar pada engsel. Pelat dibuat dari tembaga dilapis perak.

Pemasangan kontak ke engsel menggunakan paku keling tembaga.

Kontak harus dilengkapi dengan penguat yang dibuat dari pelat stainless steel untuk menjaga kestabilan daya pegas.

7.2.3.3 Terminal bawah

Persyaratan terminal bawah sama dengan terminal atas (7.2.2.1).

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

7.2.4 Fuse carrier

Bagian-bagian fuse carrier adalah seperti Gambar 6.

Pulling ring

Tabung pelebur Konektor bawah Kepala tabung Night vision reflector Konektor atas
Tabung pelebur
Konektor bawah
Kepala tabung
Night vision reflector
Konektor atas

Baut/mur terminal

Flipper spring

Trunnion

CATATAN:

Bentuk komponen pada gambar hanya merupakan ilustrasi dan tidak dimaksudkan untuk penyeragaman.

Gambar 6. Bagian-bagian fuse carrier

Dimensi fuse carrier tercantum pada Gambar 7.

fuse carrier Dimensi fuse carrier tercantum pada Gambar 7. Gambar 7. Dimensi fuse carrier 7.2.4.1 Tabung

Gambar 7. Dimensi fuse carrier

7.2.4.1 Tabung pelebur

Tabung pelebur dibuat dari high strength fiber glass yang diberi lapisan UV inhibitor.

Tabung harus dilengkapi dengan pita night vision reflector yang dipasang melingkari tabung di bagian atas.

7.2.4.2 Konektor tabung pelebur

Bagian atas dan bawah tabung pelebur dilengkapi dengan konektor yang dibuat dari tembaga paduan.

Konektor atas harus mempunyai pull ring sebagai sarana untuk pengoperasian hot stick dan load buster.

Konektor bawah harus mempunyai fasilitas untuk pemasangan trunnion.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

7.2.4.3 Kepala tabung

Kepala tabung dibuat dari tembaga paduan dilapis perak. Konstruksi kepala tabung harus mempunyai fasilitas untuk kunci pengencang.

Kepala tabung harus dilengkapi dengan arc shortening rod yang menempel pada kepala tabung dan dikonstruksi sedemikian sehingga tidak mudah dilepas. Arc shortening rod dibuat dari tembaga atau tembaga paduan.

Ulir pada bagian dalam tabung arc shortening rod harus dapat dipasangi fuse link dengan dimensi tersebut pada 7.3.1.

dipasangi fuse link dengan dimensi tersebut pada 7.3.1. Gambar 8. Kepala tabung dengan arc shortening rod

Gambar 8. Kepala tabung dengan arc shortening rod terintegrasi

7.2.4.4 Trunnion

Trunnion dibuat dari tembaga paduan dilapis perak.

Trunnion harus mempunyai ruang untuk pengoperasian hot stick. Setelah dirakit pada

fuse carrier, ruang tersebut harus bebas dari komponen dan objek lainnya yang dapat

mengganggu masuk-keluarnya bagian pengait (hook) dari galah.

Trunnion harus mempunyai baut/mur terminal untuk pemasangan ekor fuse link. Jenis

kepala baut/mur terminal adalah hex-flange dengan ukuran M10. Baut/mur terminal

dibuat dari tembaga atau tembaga paduan.

Trunnion harus dilengkapi dengan flipper spring untuk meningkatkan kecepatan drop-

out dan menjaga kekencangan fuse link terpasang. Flipper spring harus dibuat dari stainless steel.

7.2.5

Bracket

Dimensi bracket pada Gambar 9.

SPLN D3.026: 2017

SOUNDING MARKET 7-8 AGUSTUS 2017
SOUNDING
MARKET
7-8 AGUSTUS
2017

Gambar 9. Dimensi bracket

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

7.3

Fuse link

7.3.1

Dimensi

Fuse link harus dari jenis removable head dan dilengkapi dengan arc-quenching tube.

Dimensi fuse link pada Gambar 10.

E B Arc-quenching tube Ekor ØA Ø Ø C D Ulir M6 x 1
E
B
Arc-quenching tube
Ekor
ØA
Ø
Ø
C
D
Ulir M6 x 1

Arus

       

pengenal [A]

A

 

B

 

C

 

D

1 50

19,0 ± 0,3

500

5,0

Dapat masuk dengan bebas pada

63 100

-

500

8,0

fuse carrier yang mempunyai

140 200

-

500

9,5

diameter dalam:

 
   

1 A 50 A

:

7,9 mm

63 A 100 A

:

11,1 mm

140 A 200 A :

17,5 mm

Gambar 10. Dimensi fuse-link

7.3.2

Karakteristik arus waktu

Karakteristik arus-waktu pada suhu 20 °C tercantum pada Tabel 4 dan Tabel 5.

Karakteristik arus pra-busur untuk tipe K dan T harus tidak lebih kecil dari nilai minimum yang ditentukan pada Tabel 4 dan Tabel 5. Karakteristik arus pra-busur ditambah dengan toleransi pabrikan untuk tipe K dan T harus tidak lebih besar dari nilai maksimum pada Tabel 4 dan Tabel 5.

SPLN D3.026: 2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Tabel 4. Nilai batas karakteristik arus-waktu pra-busur fuse link tipe K

Arus

pengenal

 

Arus pra-busur

   

300 s atau 600 s 1)

10 s

0,1 s

Speed

ratio

 

[A]

Min

Maks

Min

Maks

Min

Maks

Preferred values

 

6,3 / 6 2)

12,0

14,4

13,5

20,5

72

86

6,0

 

10

19,5

23,4

22,5

34

128

154

6,6

16

/ 15 2)

31,0

37,2

37,0

55

215

258

6,9

 

25

50

60

60

90

350

420

7,0

 

40

80

96

96

146

565

680

7,1

63

/ 65 2)

128

153

159

237

918

1100

7,2

 

100

200

240

258

388

1520

1820

7,6

160 / 140 2)

310

372

430

650

2470

2970

8,0

 

200

480

576

760

1150

3880

4650

8,1

Intermediate values

 

MARKET

 
 

8

15

18

18

27

97

116

6,5

12,5 / 12 2)

25

30

29,5

44

2017

166

199

6,6

 

20

39

47

48

71

273

328

7,0

31,5 / 30 2)

63

76

77,5

115

447

546

7,1

 

50

101

121

126

188

719

862

7,1

 

80

160

192

205

307

1180

1420

7,4

Low rating

 
 

1

2

2,4

-

10

 

- 58

-

 

2

4

4,8

-

10

 

- 58

-

 

3

6

7,2

-

10

 

- 58

-

CATATAN:

1)

2)

300 s untuk fuse link dengan arus pengenal ≤ 100 A; 600 s untuk arus pengenal > 100A;

Arus pengenal untuk fuse link yang mengikuti desain IEEE.

SPLN D3.026: 2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Tabel 5. Nilai batas karakteristik arus-waktu pra-busur fuse link tipe T

Arus

pengenal

 

Arus pra-busur

   

300 s atau 600 s 1)

10 s

0,1 s

Speed

ratio

 

[A]

Min

Maks

Min

Maks

Min

Maks

Preferred values

 

6,3 / 6 2)

12,0

14,4

15,3

23,0

120

144

10,0

 

10

19,5

23,4

26,5

40,0

224

269

11,5

16

/ 15 2)

31,0

37,2

44,5

67,0

388

466

12,5

 

25

50

60

73,5

109

635

762

12,7

 

40

80

96

120

178

1040

1240

13,0

63

/ 65 2)

128

153

195

291

1650

1975

12,9

 

100

200

240

319

475

2620

3150

13,1

160 / 140 2)

310

372

520

775

4000

4800

12,9

 

200

480

576

850

1275

6250

7470

13,0

Intermediate values

 

MARKET

 
 

8

15

18

20,5

31,0

166

199

11,1

12,5 / 12 2)

25

30

34,5

52,0

296

2017

355

11,8

 

20

39

47

57,0

85,0

496

595

12,7

31,5 / 30 2)

63

76

93

138

812

975

12,9

 

50

101

121

152

226

1310

1570

13,0

 

80

160

192

248

370

2080

2500

13,0

Low rating

 
 

1 2

 

2,4

-

11

-

100

-

 

2 4

 

4,8

-

11

-

100

-

 

3 6

 

7,2

-

11

-

100

-

CATATAN:

1)

2)

300 s untuk fuse link dengan arus pengenal ≤ 100 A; 600 s untuk arus pengenal > 100A;

Arus pengenal untuk fuse link yang mengikuti desain IEEE.

8.

Penandaan

8.1

Fuse-base

Fuse base harus diberi penandaan:

a) Merek atau logo atau pabrik pembuat;

b) Nomor SPLN;

c) Tipe (bila ada);

d) Tegangan pengenal;

e) Arus pengenal;

f) Nomor seri produksi.

Penandaan a) s/d e) pada bagian insulasi di dekat pemegang tengah secara cetak timbul. Penandaan f) dapat dengan cara cetak laser.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

8.2 Fuse-carrier

Fuse carrier harus diberi penandaan:

a) Merek atau logo pabrik pembuat

b) Nomor SPLN

c) Tegangan pengenal

d) Arus pengenal

e) Kapasitas pemutusan pengenal dan kelas TRV

f) Frekuensi pengenal

g) Nomor seri produksi

Penandaan pada permukaan luar tabung pelebur secara cetak laser.

8.3 Fuse-link

Fuse link harus diberi penandaan:

a) Merek atau logo pabrik pembuat;

b) Tipe (bila ada);

c) Arus pengenal dan kecepatan pemutusan (K atau T);

d) Tegangan pengenal.

9.

9.1

Pengujian

Uji jenis

Uji jenis adalah pengujian secara lengkap terhadap sampel prototipe yang mewakili

suatu tipe fuse cutout

apakah tipe tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan standar ini. Pengujian

atau fuse link yang dibuat oleh pabrikan untuk membuktikan

jenis dilakukan sebelum produksi masal.

9.1.1

Fuse cutout

Untuk keperluan uji jenis, pabrikan harus menyampaikan:

a) Gambar desain yang disertai data:

dimensi utama;

diameter inti, jarak rambat dan ukuran sirip insulator;

diameter dalam dan diameter luar tabung pelebur;

ukuran konduktor jalur arus (atas dan bawah);

diameter luar dan panjang arc shortening rod.

b) Informasi mengenai:

inti insulator: jenis material, merek, pabrik pembuat dan data uji karakteristik;

karet silikon: merek atau nama pabrik pembuat dan data uji karakteristik, meliputi: kuat tarik, pemuluran, density, kekerasan dan ketahanan tracking dan erosi.

Merek dan tipe fuse link.

CATATAN: Data uji karakteristik dapat menggunakan: data uji rutin, sertifikat uji atau katalog resmi.

SPLN D3.026: 2017

Ketentuan sampel

Jumlah sampel uji

Merek fuse link

Fuse cutout dinyatakan memenuhi uji jenis bila dapat lulus semua mata uji tercantum pada Tabel 6.

Tabel 6. Daftar mata uji fuse cutout

No

Mata uji

Metode uji / persyaratan

J 1)

R 1)

S 1)

1

2

3

4

5

6

1.

Pemeriksaan penandaan

Butir 8.1 dan 8.2

2.

Pemeriksaan konstruksi

Butir 7.

 

2)

3.

Kelengkapan komponen

Butir 7.

 

2)

2)

4.

Pengujian dimensi

Gambar desain pada 9.1.1 a)

 

5.

Jarak rambat selungkup

MARKET

Butir 7.2.1.5

 

6.

Uji ketahanan impuls petir

IEC 60282-2 sub ayat 8.4.4

   

7.

Uji ketahanan tegangan

 

2017

   
 

Kering

IEC 60282-2 sub ayat 8.4.5


 

Basah

IEC 60282-2 sub ayat 8.4.6

   

8.

Uji kenaikan suhu

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

IEC 60282-2 sub ayat 8.5

Tabel 7

   

9.

Uji pemutusan

IEC 60282-2 sub ayat 8.6

   

10.

Uji mekanikal

IEC 60282-2 sub ayat 8.8.1




11.

Uji operasi dengan peralatan

       
 

Operasi dengan galah tipe 1

Galah harus dapat beroperasi

dengan baik

 

 

Operasi dengan load buster

(tanpa beban)

Load buster harus dapat

beroperasi dengan baik

 

12.

Uji polusi artifisial fuse base

IEC 60282-2 sub ayat 8.9.2

   

13.

Pengujian material inti

IEC 61952: 2008

4)

   

14.

Pengujian material selungkup

IEC 61952: 2008

4)

   

15.

Pengujian tracking dan erosi

IEC 60587

   

CATATAN

1)

2)

J = Uji jenis ; R = Uji rutin ; S = Uji serah-terima; Diverifikasi terhadap data pada Laporan Pengujian Jenis

3)

Dilakukan sebanyak 10 kali;

4)

Dilakukan dengan membandingkan nilai uji jenis, maksimum perbedaan 10%;

5)

Dapat menggunakan data Laporan Pengujian Desain produk insulator yang dikeluarkan oleh PLN Puslitbang.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Tabel 7. Batas kenaikan suhu

   

Nilai maksimum

No.

Komponen

Suhu [°C]

Kenaikan suhu [K]

1.

Terminal

     

Terminal atas

7.2.2.1

105

65

Terminal bawah

7.2.3.3

105

65

2.

Kontak

     

Kontak atas

7.2.2.2

105

65

Kepala tabung

7.2.4.3

105

65

Kontak bawah

7.2.3.2

105

65

Trunnion (pada bidang kontak)

7.2.4.4

105

65

3.

Komponen lain

     

Pegas atas

7.2.2.2

-

-

Flipper spring

7.2.3.2

-

-

Fuse link

7.3

1)

1)

CATATAN:

1)

Diperiksa secara visual; tidak boleh terlihat pemburukan.

9.1.2 Fuse link

Untuk keperluan uji jenis, pabrikan harus menyampaikan:

a) Gambar konstruksi.

b) Informasi mengenai bahan arc-quenching tube.

Ketentuan sampel

Fuse link dinyatakan memenuhi uji jenis bila dapat lulus semua mata uji tercantum

pada Tabel 8. No. 1 s/d 6.

Tabel 8. Daftar mata uji fuse link

No

Mata uji

Metode uji/persyaratan

J

1)

R 1)

S 1)

1

2

3

4

5

6

1.

Pemeriksaan penandaan

Butir 8.3

2.

Uji dimensi

Butir 7.3.1

   

3.

Uji pemutusan

IEC 60282-2 sub ayat 8.6

   

4.

Uji karakteristik arus-waktu

IEC 60282-2 sub ayat 8.7





5.

Uji mekanikal

       
 

Statis

IEC 60282-2 sub ayat 8.8.2.1

   
 

Dinamis

IEC 60282-2 sub ayat 8.8.2.2

   

6.

Pengukuran resistans

IEC 60282-2 sub ayat 10




Uji khusus

       

7.

Uji ketahanan impuls arus

IEC 60282-2 sub ayat 9.2

   

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

9.2 Uji rutin

Uji rutin adalah pengujian yang dilakukan oleh pabrikan terhadap fuse cutout

pengujian yang dilakukan oleh pabrikan terhadap fuse cutout dan fuse link yang diproduksi untuk memisahkan yang
dan fuse
dan fuse

link yang diproduksi untuk memisahkan yang cacat atau yang menyimpang dari

persyaratan standar.

Mata uji rutin tercantum pada kolom 5 Tabel 6 dan Tabel 8.

Pabrikan harus mendokumentasikan hasil uji rutin.

9.3 Uji serah-terima

Uji serahterima dilakukan terhadap sampel yang mewakili sejumlah fuse cutout yang akan diserah-terimakan.

Mata uji serah-terima tercantum pada Tabel 6 kolom 6.

Uji serah-terima disaksikan oleh personil PLN yang ditugaskan.

Jumlah sampel dan ketentuan penerimaan tercantum pada Tabel 9.

Tabel 9. Jumlah sampel pada uji serah terima

 

Jumlah yang

Jumlah sampel

Jumlah gagal

Jumlah sampel

diserahterimakan

maksimum

ulang

 
≤ 15
≤ 15

2

0

0

 
16 s/d 25
16
s/d 25

2

0

0

 
26 s/d 90
26
s/d 90

3

1

3
3
 
91 s/d 150
91 s/d 150

5

1

5
5
 
151 s/d 500
151 s/d 500

8

2

8
8
 

501 s/d 1200

       

CATATAN: Bila pada sampel ulang masih terdapat kegagalan, maka dilakukan pengujian

terhadap seluruh sisa barang yang diserahterimakan. Barang yang diterima adalah barang

yang memenuhi persyaratan standar.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

A.1 GALAH TIPE 1

LAMPIRAN A

SPLN D3.026: 2017 MARKET 2017 A.1 GALAH TIPE 1 LAMPIRAN A SOUNDING 7-8 AGUSTUS
SPLN D3.026: 2017 MARKET 2017 A.1 GALAH TIPE 1 LAMPIRAN A SOUNDING 7-8 AGUSTUS
SOUNDING 7-8 AGUSTUS
SOUNDING
7-8 AGUSTUS

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

A.2 GALAH TIPE 2

2017 MARKET 2017 7-8 AGUSTUS SOUNDING A.2 GALAH TIPE 2 Pemasukan fuse carrier ke engsel pada

Pemasukan fuse carrier ke engsel pada fuse base

A.2 GALAH TIPE 2 Pemasukan fuse carrier ke engsel pada fuse base Pemasukan fuse carrier ke

Pemasukan fuse carrier ke kontak atas pada fuse base

SPLN D3.026: 2017

MARKET

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

A.3 LOAD BUSTER

SPLN D3.026: 2017 MARKET 7-8 AGUSTUS SOUNDING A.3 LOAD BUSTER 2017
2017
2017

SPLN D3.026: 2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

MARKET 2017
MARKET
2017
SPLN D3.026: 2017 7-8 AGUSTUS SOUNDING MARKET 2017

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

LAMPIRAN B

B.1 PROTEKSI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI

Ada dua buah kurva yang perlu diperhatikan pada proteksi transformator, yaitu kurva ketahanan transformator dan kurva arus operasi peralihan (transient) transformator.

Ketahanan transformator distribusi desain SPLN D3.002-1: 2007 terhadap arus hubung-singkat yang terjadi pada terminal busing sekunder adalah 2 detik. Untuk transformator dengan tegangan impedans 4% (≤ 630 kVA), arus hubung-singkat yang mengalir pada belitan primer dan sekunder adalah 25 kali (pu) arus nominal transformator. Dengan durasi 2 detik, maka ketahanan belitan transformator (didefinisikan sebagai I²t) adalah 1250. Nilai 1250 ini berlaku untuk arus gangguan s/d 6,3 In, sehingga durasi ketahanan hubung-singkat dapat mengikuti persamaan:

t

1250

I

2

(1)

Dengan :

t durasi hubung-singkat [detik]

I arus hubung-singkat simetris transformator [pu]

Pada arus gangguan yang lebih rendah, durasi hubung-singkat dapat berlangsung

lebih lama, karena intervensi minyak pendingin akan menghambat kenaikan suhu

belitan yang dibangkitkan arus hubung-singkat. Ketahanan transformator terhadap

arus gangguan yang lebih rendah adalah:

2 pu dengan durasi 30 menit

3 pu dengan durasi 5 menit

4,75 pu dengan durasi 60 detik

Dari nilai-nilai arus-waktu di atas, kurva ketahanan transformator dapat digambarkan

dengan kurva A-B pada gambar B1 dan berlaku untuk transformator s/d 630 kVA.

Selama operasi transformator, akan timbul arus-lebih yang bersifat peralihan. Arus-

lebih ini harus dapat ditahan oleh pelebur atau proteksi (terutama sisi primer), tanpa

beroperasi memutus.

a) Arus awal (inrush ; magnetization inrush current)

Arus inrush timbul bila transformator yang tidak terhubung dengan beban mulai diberi

tegangan (enerjais). Besar arus inrush ditentukan oleh residual magnetik pada inti besi

dan nilai tegangan-sesaat pada waktu transformator dienerjais. Efek termal dari arus

inrush terhadap pelebur sisi primer dapat diperhitungkan setara dengan:

25 pu dengan durasi 0,01 detik

12 pu dengan durasi 0,1 detik

b) Arus beban peralihan

Arus inrush jenis lainnya adalah hot load pickup yang timbul bila pasokan daya pada transformator yang sedang beroperasi, padam akibat gangguan temporer dan kemudian re-close. Pada kasus ini arus inrush akan terdiri dari dua komponen yaitu arus inrush magnetisasi dan arus peralihan dari beban terhubung (load inrush current).

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

SOUNDING

waktu [s]

Efek termal dari hot load pickup diperhitungan setara dengan 12 s/d 15 kali arus nominal dengan durasi 0,1 detik.

Bila pasokan daya padam dalam waktu yang cukup panjang, akan timbul fenomena cold load pickup. Arus peralihan ini cenderung berdurasi panjang dan terjadi pada transformator yang memasok beban residensial dengan daya terpasang mendekati atau lebih besar dari kapasitas transformator. Cold load pickup dapat berlangsung hingga 30 menit, sejak re-enerjais, karena beberapa beban seperti AC, refrigerator dan heater umumnya dikendalikan secara termostatik dan on-off secara random satu sama lain. Akibat hilangnya pasokan daya dalam waktu yang cukup lama, kendali peralatan ini akan keluar dari batas set-point. Setelah pasokan tersedia, termostat kemudian menghubung dan peralatan segera menyerap daya.

Efek termal dari arus cold load pick-up diperhitungkan setara dengan :

6 pu dengan durasi 1 detik

3 pu dengan durasi 10 detik

Kurva dari arus-arus peralihan operasi transformator dapat digambarkan seperti kurva

C-D pada gambar A1.

Pemilihan rating arus atau setting proteksi (terutama proteksi sisi primer) dapat

dilakukan dengan mengkaji kurva arus-waktunya. Kurva tersebut harus berada

dibawah kurva A-B dan diatas kurva C-D.

10000

1000

100

10

1

0,1

7-8 AGUSTUS

7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B

A

7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
7-8 AGUSTUS A C D B
C D B
C D B
C D B
C D B

C

D

D

D

B

C D B
C D B
C D B
C D B
C D B
C D B
C D B
C D B

Arus [pu]

10

100

0,01 1
0,01
1

Gambar A1. Kurva ketahanan transformator dan kurva arus operasi peralihan

Kurva proteksi transformator 160 kVA dengan NH fuse link 200 A yang terpasang pada sisi sekunder, dikoordinasikan dengan pelebur 10 K pada sisi primer, dapat dilihat pada gambar A2.

SPLN D3.026: 2017

waktu [s]

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

10000

1000

100

10

1

0,1

gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D
gG 200A A B K - 10A 75% 10K C D

gG 200A

A

B

B

K - 10A

75% 10K

C

D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D
D

D

Arus [pu]

4

10

100

0,01 1
0,01
1

Gambar A2. Kurva proteksi transformator 160 kVA

Sebagai contoh, fuse link gG 200 A dapat memproteksi transformator dengan menutup

semua garis ketahanan transformator. Keberadaan fuse link ini dapat memperbaiki

cakupan proteksi fuse link pada cutout, yang hanya dapat memproteksi untuk arus

gangguan > 4 I n .

Bila fuse link sisi primer dikoordinasikan dengan fuse link sisi sekunder, kedua kurva

perlu dipisahkan sejauh 25%. Kurva arus-waktu 75% fuse link sisi primer harus lebih

kanan dari kurva fuse link sisi sekunder (gambar A2). Kurva 75% didefinisikan sebagai

kurva waktu rusak pelebur (time damaging curve). Pemberian jarak 25% dimaksudkan

agar semua gangguan pada JTR, yang telah berhasil diamankan oleh fuse link sisi

sekunder, tidak menimbulkan pengaruh kerusakan pada fuse link sisi primer.

Dengan pola tersebut di atas, arus pengenal fuse link untuk saklar utama (fuse switch)

pada sisi sekunder dikoordinasikan dengan fuse link sisi primer, dapat menggunakan

Tabel B1.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Tabel B1. Rating pelebur sisi primer yang dikoordinasi dengan pelebur NH gG/gL

Kapasitas

Rating arus fuse-link

transformator

[KVA]

Minimum

Maksimum

25

2A 1) 2)

3A 1)

50

3A 1)

6,3/6A

100

8A

10A

160

10 A

16/15 A

200

16/15A

20A

250

20A

25A

315

25A

31,5/30A

400

31,5/30A

40A

CATATAN :

1) perlu dipastikan dengan kurva arus-waktu dari merek pelebur yang akan

digunakan

2) rentan terhadap arus cold-load pickup dan hot-load pickup

B.2 PROTEKSI SUTM CABANG

Mengikuti ketentuan pada SPLN 64: 1985, Pasal 7.

SPLN D3.026: 2017

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

LAMPIRAN C

C.1 FAKTOR KOREKSI KETINGGIAN PEMASANGAN

When fuses are required for use above 1 000 m, the rated insulation levels to be specified should be determined by multiplying the standard insulation levels given in Tables 4 and 5 by the appropriate correction factors given in Table 1, or reducing overvoltages by using appropriate overvoltage limiting devices.

by using appropriate overvoltage limiting devices. The rated current of the equipment or the temperature rise

The rated current of the equipment or the temperature rise specified in Table 12 can be

corrected for altitudes exceeding 1 000 m by using appropriate factors given in Table 2,

columns 2 and 3 respectively. Use one correction factor from columns 2 or 3, but not

both for any one application.

2, columns 2 and 3 respectively. Use one correction factor from columns 2 or 3, but

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Pengelola Standardisasi :

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Jl. Durentiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762, www.pln-litbang.co.id

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

MARKET

2017

7-8 AGUSTUS

SOUNDING

Pengelola Standardisasi :

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Jl. Durentiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762, www.pln-litbang.co.id