Anda di halaman 1dari 12

Gonore

Etiologi

Neisseria Gonorrhoeae, merupakan diplokokus gram -, seperti biji kopi dengan diameter 2 ,
panjang 1,6 tahan asam. Daerah yang sering terkena : mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng
yang berkembang mis: vagina perempuan sebelum pubertas

Klinis

Inkubasi 2 5 hari, pada perempuan sulit ditentukan (asimptomatik)


Paling sering pada pria adalah uretritis anterior akuta.
Keluhan : gatal, panas pada OUE, disuria, polakisuria, duh tubuh +, nyeri pada
waktu ereksi.
Pemeriksaan : OUE merah, edema, ektropion, duh mukopurulen, KGB dapat
membesar.
Perempuan gejala jarang ditemukan, datang berobat kalau sudah komplikasi.
Pada perempuan dimulai dengan nyeri pada panggul bawah.
o Pemeriksaan : serviks merah, erosi, sekret mukopurulen yang terkena serviks
uteri

Komplikasi

Laki-laki : tisonitis, parauretritis, uretritis, comperitis, prostatitis, vesikulitis, funikulitis,


epididimitis stertil

Perempuan : salpingitis, PRP jar parut pada tuba steril/KET

Bila terkena uretra : parauretritis

Bila terkena kelenjar bartolini : Bartolinitis

1
Ricky Suritno
030.09.204
Lain-lain : orofarings, proktitis, konjungtivitis

Diagnosis : Anamnesis, Klinis dan pemeriksaan pembantu

Pemeriksaan pembantu

1. Pewarnaan gram
2. Kultur:
a. Media transpor
i. Media stuart
ii. Media Transgrow
b. Media pertumbuhan
i. Media thayer martin
ii. Modifikasi thayer martin
iii. Agar coklat Mc Leod
3. Tes definitif
a. Tes oksidasi
b. Tetrametil-p-fenilediamin HCl 1%. Jika positif maka dari yang semula bening
menjadi lembayung
c. Tes fermentasi
d. Glukosa, maltosa, dan sukrosa. Gonokok + glukosa
4. Tes beta-laktamase
5. Tes thomson
a. Syarat:
i. Bangun pagi (min 80 100 cc)
ii. Urin dibagi 2 gelas
iii. Tidak boleh menahan kencing dari gelas I ke gelas II
b. Hasil
Gelas I Gelas II Arti
Jernih Jernih Tidak ada infeksi

2
Ricky Suritno
030.09.204
Keruh Jernih Infeksi uretritis anterior
Keruh Keruh Panuretritis
Jernih Keruh Tidak mungkin

Therapi

1. Penisilin pp 3 4,9 juta unit + probenesid


2. Ampisilin 3,5 g + 1 g probenesid
3. Sefalosporin single dose
4. Seftriakson 250 mg, IM
5. Sefoperazon 0,5 g 1 g, IM
6. Spektinomisin 2 g, IM baik untuk yang alergi penisilin
7. Kanamisin 2 g, IM. KI : kehamilan.

3
Ricky Suritno
030.09.204
Sifilis

Sin : Raja singa/ Lues

Etiologi : Treponema pallidum bentuk spiral, gram

TSS

Kelompok I : Menunjukkan antibodi lipoid : tes fiksasi komplemen (wasserman) dan tes
flokulasi (VDRL, RPR). Kelompok ini spesifitasnya rendah dan tes standar
sifilis.

Kelompok II : Antibodi spesifik (RPCE)

Kelompok III : antibodi spesifik (TPI, FTA-ABS, TPHA). Tes ini spesifitasnya tinggi.

Perjalanan sifilis

Masuk melalui selaput lendir utuh atau kulit, abrasi kel limfe pembuluh darah seluruh
tubuh, 3 minggu (10 90 hari) kemudian timbul ulkus (tukak) bertahan 1 5 minggu
saat ini TSS menjadi relatif setelah 1 - 4 minggu berikutnya.

Stadium II : 6 minggu kemudian (2 minggu 6 bulan) erupsi seluruh tubuh, bisa juga
muncul sebelum tukak - menghilang 2 6 minggu.

Setelah ini masuk masa laten

Laten < 1 tahun menular

Laten > 1 tahun stadium III

Penderita yang tidak diobati 60 -70 % (hidup dengan sedikit keluhan -) 23,6 % stadium II
nya kambuh berulang-ulang dan 90% terjadi pada tahun 1.

4
Ricky Suritno
030.09.204
Klinis

1. Sifilis primer

Tukak (dimana saja), bisa 1 dapat juga >, berupa erosi ulserasi, KGB > (medial).

Perempuan sering pada vagina dan serviks.

2. Sifilis sekunder
Dapat disertai demam, malaise, lesi kulit simetris berupa makula, papul, folikulitis,
papuloskuamosa dan pustul, serta gatal
Lesi mengenai kulit, selaput lendir dan organ tubuh. Stadium II relaps sering unilaterla
dan berbentuk arsiner.
Kulit kepala : moth eaten alopecia daerah oksipital
Tempat lembab: kondiloma lata
KGB >> pada tubuh
3. Sifilis laten
Klinis -, serologi +
Bertahun-tahun seumur hidup
4. Sifilis lanjut
Kecuali gumma, berupa endarteritis obliterans pada ujung anterior dan pembuluh darah
kecil peradangan dan nekrosis
Dini Lanjut
Infeksius + -
Lap. gelap + -
Infeksi ulang (terapi +) + Jarang
Destruksi - +
TSS +- Selalu

5
Ricky Suritno
030.09.204
Neurosifilis

1. Asimtomatik : TSS +
2. Neurosifilis meningovaskuler berupa kerusakan pembuluh darah serbrum, infark dan
ensefalomalasia.
LP : sel dan protein +, TSS +
3. Neurosifilis parenkimtosa
Terdiri dari paresis dan tabes dorsalis

Sifilis kardiovaskuler

Tanda-tandanya : insufisiensi aorta/ aneurisma berkantong-kantong pada aorta torakal.

Sifilis Benigna Lanjut

Gumma mungkin terjadi akibat reaksi hipersensitivitas terhadap traponema

Lokasi sering : kulit, yulang, hati.

Kulit berupa : lesi tunggal/ multipel, bentuk lingkaran/ lingkaran destruktif dan kronis

Sifilis pada kehamilan

Dulu : 18 20 minggu kehamilan dapat terkena lapisan sel langhans (sitotrofoblastik) atrofi,
tapi ternyata tidak mengalami atrofi lengkap sekarang tidak dianut lagi, karena bayi usia 10
minggu dapat terkena.

Tahun I : kemungkinan tertular 90%

Tahun II : menurun dengan cepat

Tahun IV : jarang

6
Ricky Suritno
030.09.204
Bila tidak diobati

30% mati dalam kandungan

30 % mati setelah lahir

40% hidup + gejala sifilis

Sifilis kongenital dini

Umur < 2 tahun, muncul lebih awal prognosis lebih jelek

Tanda-tanda:

1. Lesi kulit :
a. Timbul segera setelah lahir berupa vesikobulosa erosi tertutup krusta
b. Kalau terjadi beberapa minggu kemudian berupa papuloskuamosa yang simetris
2. Lesi pada selaput lendir
Khas : sekresi hidung disertai darah pada bayi baru lahir.
3. Tulang
Osteokondritis tulang panjang
4. Anemia hemolitik
5. Hepatosplenomegali
6. SSP : LP kelainan +

Sifilis kongenital lanjut

Umur > 2 tahun, klinis -, TSS +

Sifilis kongenital lanjut tidak menular

7
Ricky Suritno
030.09.204
Tanda-tandanya:

1. Keratitis interstitialis, biasa pada pubertas dan bilateral


2. Gigi hutchinson : insisivus tengah seperti tong, takik +, lebih kecil dari normal
3. Moon molar/ mulbery molar : gigi molar I kelainan pada mahkotanya
4. Gangguan N VIII (tuli)
5. Neurosifilis
6. Tulang
Terjadi sklerosis, tulang kering menyerupai pedang (sabre), tulang frontal menonjol, juga
dapat terjadi kerusakan akibat gumma.
7. Kulit : fissura pada rongga mulut dan hidung disertai ragaden
8. Lesi kardiovaskular.

Diagnosis

1. Pemeriksaan lapang gelap, lesi dipencet keluar serum.


2. Mikroskop fluoresensi
3. Tes antibodi nonspesifik
a. Tes wasserman
b. Tes kahn
c. VDRL (Veneral Disease Research Laboratory)
d. Tes automated region
e. Tes RPR (Rapid Plasma Region)
4. Antibodi terhadap kelompok antigen
RPCF (Reiter Protein Complement Fixation)
5. Menemukan antibodi spesifik
a. TPI (Treponema Pallidum Immobilization)
b. FTA-ABS (fluorescent Treponema absorbed)
c. TPHA (Treponema Pallidum Haemagglutinition Assay)
d. ELISA (Enzyme linked immunosorbent assay)

8
Ricky Suritno
030.09.204
Therapi menurut WHO/CDC

1. Sifilis dini (primer, sekunder, dan laten dini < 2 tahun)


a. Penisilin G benzatin 2,4 juta, 1x, IM
b. PP 600.000 unit, IM, 10 hari, untuk serologis + dan sifilis sekunder diberikan 14
hari.
c. Alternatif:
i. Tetrasiklin HCl 4 x 500 mg, 15 hari
ii. Eritromisin 4 x 500 mg, 15 hari (bukan estolat)
2. Sifilis lanjut
>2tahun, sifilis laten yang tidak diketahui lamanya, kardivaskuler, benigna lanjut
a. Penisilin G benzatin 2,4 juta unit, IM, 1 x seminggu, 3x berturut-turut
b. PP 600.000 UI, IM, 14 hari
c. Alternatif
i. Tetrasiklin dan eritromisin < efektif
ii. Doksisiklin 200 mg sehari, 15 21 hari
iii. Sefaloridin 1 gr, 2 x sehari, 21 hari
3. Neurosifilis
a. 6-9 MU benzyl penisilin, 3 4 mg
b. 2 4 MU benzyl penisilin, IV, tiap 4 jam, 10 hari yang diikuti dengan ?????
c. Penisilin G ????
d. PP 2,4 juta unit, IM + probenesid 4 x 500 mg/ hari, 10 hari ????
4. Sifilis kongenital
a. LP kelainan +
i. Penisilin G kristalin 50.000 UI/ KgBB, IM/IV, bagi 2 dosis, 10 hari.
ii. PP : 50.000 UI/KgBB, IM, 1 x sehari, 10 hari
b. LP kelainan
i. PP dosis idem
ii. Penisilin G benzatin 50.000 UI/ KgBB, IM, 1 x
Usia > 2 tahun dosis tidak lebih dari sifilis lanjut didapat.

9
Ricky Suritno
030.09.204
Untuk mencegah infeksi ulang periksa 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan setelah
pengobatan.

Reaksi janisch Herxheiruier terjadi pada hari 1 (6 12 jam) setelah pemberian penisilin

Tanda-tandanya:

1. Suhu , menggigil, berkeringat


2. Lesi bertambah jelas
3. Perubahan fisiologi termasuk vasokonstriksi, hiperventilasi dan tensi , output jantung .

10
Ricky Suritno
030.09.204
Ulkus Molle

Sin : chancroid

Etiologi : Haemophilus Ducreyi, ditemukan Decrey pada 1889, gram -, anaerob fakultatif,
seperti rel kereta api / sekawanan ikan

Klinis:

1. Inkubasi 2 - 35 hari, rata-rata 7 hari


2. Perempuan sukar ditentukan, karena serin asimtomatik
3. Tempat masuk kuman sering pada tempat yang mengalami abrasi, erosi, eksoriasi
a. Laki-laki : preputium, MUE
b. Perempuan : fourchette, sekitar meatus uretra, bagian dalam labium minor
4. Lesi awal : papul kecil + eritema sekitarnya sering diabaikan. Bagian tengahnya
terjadi pustulasi erosi. Lesi menjadi ulkus dalam 48 jam eksudat nekrotik kuning
keabuan.
5. Sifat ulkus : multipel, nyeri ++, tepi tidak rata, bergaung, batas tegas, sekitarnya
eritema. Dasar ulkus rapuh, kotor, mudah berdarah, nekrotik, indurasi -. Ulkus dapat
menyebar melalui autoinokulasi.

Variasi Klinis

1. Giant chancroid
2. Ulkus mole serpiginosum bersifat destruktif
3. Ulkus mole gangrenosum karena superinfeksi bakteri fusospirdchetosis destruktif
4. Transient chancroid
5. Ulkus mole folikularis
6. Ulkus mole papular

11
Ricky Suritno
030.09.204
Komplikasi

1. Adenitis inguinal
2. Fimosis / parafimosis
3. Fistel uretra
4. Fistel rektovagina

Laboratorium

1. Gram berderet berpasangan seperti rantai/ kumpulan ikan intrasel/ekstrasel.


Dapat pula diwarnai dengan wright, unna-pappenhein, atau giemsa
2. Kultur
3. Serologi : fiksasi komplemen, presipitin, aglutinin
4. ELISA
5. Tes kulit Ito-reenstierna reaksi sensitifitas tipe lambat
6. Tes autoinokulasi tidak digunakan lagi karena dianggap tidak manusiawi

Therapi

1. Seftriakson 250 mg, 1x, IM sakit sekali


2. Eritromisin, 4 x 500 mg, 7 hari
3. Amoksisilin 500 mg + asam klavulamat 125 mg, 3 x sehari, 7 hari
4. Siprofloksasin, 2 x 500 mg, 3 hari (perempuan hamil dan anak < 17 tahun tidak boleh)
5. Topikal : kompres, irigasi/rendam.

12
Ricky Suritno
030.09.204