Anda di halaman 1dari 31

DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

F.
PENDEKATAN DAN METODOLOGI

F.1. DIFINISI.

A. JASA KONSULTANSI.

a. Pengguna Jasa, adalah Satuan Kerja BRR Pengembangan Daerah


Rawa dan Pengamanan Pantai Propinsi NAD, sebagai Pemilik
Pekerjaan yang bertanggungjawab atas pengadaan jasa.
b. Penyediua Jasa, adalah badan usaha yang penyediakan jasa
konsultansi, dalam hal ini adalah PT. Suwanda Karya Mandiri.
c. Konsultan Supervisi, Penyediua Jasa konsultansi, dalam hal ini
adalah PT. Suwanda Karya Mandiri.
d. Kontraktor, adalah badan usaha yang penyediakan jasa konstruksi,
yang telah ditunjuk dan mengikat kontrak dengan Pengguna Jasa.
e. Pimpinan Proyek, adalah pejabat yang ditunjuk oleh
Pemerintah/Pejabat yang diberi kuasa, yang bertanggungjawab atas
pelaksanaan pengadaan jasa yang dibiayai dari anggaran belanja
APBN.
f. Kontrak, adalah perikatan hukum antara pengguna jasa dan penyedia
jasa.
g. Dokumen Kontrak, adalah dokumen yang dipakai dan berlaku
sebagai pedoman hukum dalam pelaksanaan pekerjaan antara
Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa, yang diurutkan sesuai kekuatan
hukum, terdiri dari :
1. Surat Perjanjian Kontrak

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-1
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

2. Surat Penunjukan Penyedia Jasa


3. Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi
4. Surat Penawaran
5. Addendum Dokumen Seleksi dan Berita Acara perubahan (bila
ada).
6. Syarat-syarat Kuhsus Kontrak
7. Syarat-syarat Umum Kontrak
8. RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat
9. Kerangka Acuan kerja.
10. Dokumen Lain yang tercamtum dalam lampiran kontrak
h. Tanggal mulai Kerja, tanggal mulai kerja Penyedia Jasa uang
dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang dikeluarkan
oleh Pemimpin Proyek.
i. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan, adalah tanggal penyerahan
pekerjaan selesai (Penyerahan laporan Akhir)
j. Hari, adalah hari kalender. Bulan adalah bulan kelender..
k. Pepimpin Tim, adalah ketua Tim (Team Leader) yang ditunjuk
Penyedia Jasa untuk bertanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaan
dan berkedudukan ditempat tugas.
l. Pengawas Direksi, adalah pejabat yang ditunjuk oleh Pemimpin
Proyek untuk mengawasi dan mewakili Pemimpin Proyek dalam
kegiatan selama pelaksanaan pekerjaan.

B. JASA KONSTRUKSI.

a. Penawar berarti perusahaan, perusahaan patungan, kerjasama atau


asosiasi yang telah menyampaikan Penawaran setelah mengikuti
undangan lelang Pekerjaan yang diadakan oleh Pemilik dan meliputi
wakil yang sah atau pengganti yang sah.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-2
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

b. Pemenang Lelang berarti Penawar yang Penawarannya diluluskan


oleh pemilik.
c. Penawaran adalah penawaran Penawar untuk melaksanakan,
menyelesaikan dan memperbaiki pekerjaan.
d. Dokumen Penawaran berarti dokumen- dokumen yang disampaikan
oleh Penawar untuk tujuan lelang.
e. Dokumen Lelang berarti dokumen-dokumen yang diterbitkan oleh
Pemilik untuk tujuan pelelangan.
f. Kontrak berarti surat perjanjian antara Pemilik dan Kontraktor
termasuk Penawaran Syarat Umum Kontrak Spesifikasi Gambar
Daftar Kuantitas dan Harga Jaminan pelaksanaan, Adendum dan
Dokumen- dokumen lain yang disebutkan dalam Kontrak.
g. Dokumen Kontrak berarti dokumen-dokumen yang merupakan
kelangkapan Kontrak.
h. Kontraktor berarti Pemenang lelang yang telah menandatangani
Kontrak.
i. Harga Kontrak berarti sejumlah uang yang disebutkan dalam surat
penunjukan yang dapat ditambah atau dikurangi berdasarkan
ketentuan-ketentuan kontrak..
j. Spesifikasi berarti spesifikasi yang dirujuk dalam Kontrak, serta
perubahan atau tambahan yang sewaktu-waktu dapat diberitahukan
secara tertulis kepada Kontraktor oleh Direksi pekerjaan berdasarkan
ketentuan Syarat Umum Kontrak.
k. Gambar berarti gambar-gambar yang dirujuk dalam spesifikasi serta
perubahan yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan serta gambar-
gambar lain yang sewaktu-waktu diberikan atau disetujui oleh Direksi
Pekerjaan
l. Peralatan Kontraktor berarti semua alat atau benda apapun yang
diperlukan dalam atau sehubungan dengan pelaksanaan,

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-3
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

penyelesaian dan perbaikan pekerjaan tetapi tidak meliputi alat atau


benda lain yang akan menjadi bagian dari Pekerjaan Permanen.
m. Subkontraktor berarti pihak atau pihak-pihak yang mengadakan
kontrak langsung dengan Kontraktor untuk mengerjakan sebagian
Pekerjaan atau atau Bagian-bagian pekerjaan yang dikerjakan
berdasarkan Kontrak.
n. Kontraktor Lain berarti pihak atau pihak-pihak yang telah
mengadakan kontrak langsung dengan Pemilik untuk pekerjaan diluar
lingkup Kontrak.
o. Pekerjaan berarti pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan,
diselesaikan dan diperbaiki sesuai dengan kontrak dan meliputi
Pekerjaan Permanen dan Pekerjaan Sementara.
p. Pekerjaan Permanen berarti pekerjaan yang harus dilaksanakan,
diselesaikan dan diperbaiki sesuai dengan Kontrak.
q. Pekerjaan Sementara berarti semua dan segala macam pekerjaan
sementara yang diperlukan dalam atau sehubungan dengan
pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan Pekerjaan.
r. Lapangan berarti lahan yang diatasnya, dibawahnya, didalamnya,
atau dilalui untuk pelaksanaan pekerjaan dan lahan-lahan lain yang
disediakan oleh Pemilik untuk keperluan kontrak beserta lahan-lahan
lain yang ditunjuk secara definitif dalam Kontrak sebagai bagian dari
Lapangan.
s. Tanggal Mulai Kerja berarti tanggal terhitung sejak 7 (tujuh) hari
setelah dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja oleh Direksi
Pekerjaan.
t. Pekerjaan Substansial selesai berarti pekerjaan atau bagian-
bagiannya yang telah lulus pengujian akhir, apabila disyaratkan
dalam Kontrak dan dapat digunakan oleh Pemilik sesuai dengan
tujuan pembangunan Pekerjaan tanpa terganggu oleh Kontraktor
dalam penyelesaian pekerjaan tersisa.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-4
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

u. Pemberi Dana berarti lembaga atau badan internasional atau asing


yang namanya disebut dalam Syarat Khusus Kontrak yang
membiayai sebagian dari penyelenggaraan Pekerjaan bedasarkan
suatu perjanjian dengan Pemerintah.
v. Penjamin berarti suatu Bank umum (kecuali Bank Perkreditan
Rakyat) atau lembaga keuangan lain yang disetujui oleh Pemerintah
yang mengeluarkan Jaminan Pelaksanaan atau Jaminan Uang Muka
untuk Kontrak ini.
w. Disetujui atau diarahkan berarti disetujui atau diarahkan secara
tertulis oleh Direksi Pekerjaan termasuk penegasan tertulis atas
persetujuan lisan terdahulu dari Direksi Pekerjaan dan persetujuan
atau arahan berarti persetujuan atau arahan dari Direksi Pekerjaan
secara tertulis.
x. Tertulis berarti komunikasi tertulis dengan tangan, ketikan atau
tercetak, telex, telegram, fecsimile atau sarana sejenis yang harus
diikuti dengan bukti-bukti tertulis.
y. Perintah berarti perintah tertulis atau perintah lisan dari Direksi
Pekerjaan yang kemudian ditegaskan secara tertulis.

F.2. PRINSIP DASAR PENGAWASAN.


Sebagai pendekatan, Prinsip dasar yang akan diterapkan dalam
pelaksanaan kegiatan Supervisi adalah sebagai berikut:

a. Obyektif
b. Preventif
c. Berpedoman pada:
- Rencana/program yang ditetapkan
- Gambar-gambar & Spesifikasi (dokumen kontrak)
- Prosedur dan Administrasi Proyek.
- Cara memberikan instruksi

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-5
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

- Leadership.

2.1. Objective.
Bahwa dalam melakukan kegiatan supervisi mulai dari identifikasi,
menilai, mengukur, melaporkan, mengambil suatu keputusan, akan
didasarkan pada fakta apa adanya, termasuk obyektif dalam arti sesuai
logika dan pendapat umum dan diterima orang banyak.
Berjiwa besar untuk menerima pendapat orang lain yang memang logis
dan masuk akal (reasonable), serta tidak memaksakan kehendak akan
menghindari kecenderungan bersikap subjektif.

2. Preventif
Mencegah adalah lebih baik dari pada membiarkan pekerjaan salah
diteruskan dan mengakibatkan kerugian salah satu pihak, yang akhirnya
juga merupakan kerugian bersama.
Karena tujuan bersama kita (Pemilik Proyek, Konsultan Pengawas dan
Kontraktor) adalah menghasilkan suatu yang terbaik. Jadi dalam ini, setiap
langkah pekerjaan harus dideteksi secara dini melalui mekanisme dan
prosedur pengawasan sebelum terjadi kesalahan.

3. Berdasarkan pada Rencana/program kerja yang telah ditetapkan.


Suatu program yang sudah disepakati dan disetujui bersama, merupakan
bagian dari dokumen kontrak yang harus ditaati, namum dalam
pelaksanaannya dapat dievaluasi dan direvisi sesuai kondisi dan
kebutuhan.

4. Dokumen Kontrak.
Dokumen kontrak merupakan satu kesatuan yang saling mengikat dan
menjadi pegangan ketika pihak (pemilik proyek, Konsultas Pengawas dan
Kontraktor) dalam melaksanakan proyek dilapangan.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-6
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

Dengan menanda-tangani kontrak pelaksanaan proyek, dengan sendirinya


sudah mengikatkan diri untuk melaksanakan dan menyelesaikan proyek
sebaik-baiknya sampai selesai sesuai kontrak.
Biasanya Kesatuan Dokumen Kontrak mempunyai kekuatan hukum
dengan urutan sebagai berikut :
a. Addenda dokumen kontrak (bila ada)
b. Addendum Kontrak (bila Ada)
c. Kontrak (Original).
d. Berita Acara Klarifikasi/Negosiasi .
e. Penawaran.
f. Syarat-syarat Umum dan Khusus Kepada Peserta Lelang.
g. Syarat-syarat Umum dan Khusus Kontrak.
h. Spesifikasi Umum
i. Spesifikasi Khusus
j. Jadwal (Revisi) Pelaksanaan Pekerjaan
k. Shop Drawing
l. Gambar-gambar perencanaan
m. Daftar Kuantitas dan Harga

F.3. LINGKUP TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB KONSULTAN SUPERVISI.

A. ASPEK UMUM PENGAWASAN / SUPERVISI


Sesuai pemahaman konsultan atas butir-butir yang teruang KAK, maka
secara umum kegiatan pengawasan/supervisi yang akan dilakukan
Konsultan terdiri dari :
Melakukan pemahaman dan mempelajari kajian terhadap seluruh
dokumen kontrak pekerjaan fisik.
Melakukan kajian terhadap usulan-usulan dan program kerja yang
dibuat kontraktor, dan melakukan pengecekan untuk memastikan
program/ rencana kerja dan usulan-usulan kontraktor sesuai dengan

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-7
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

asumsi-asumsi dan kondisi yang sebenarnya, serta dibuat atas dasar


analisis yang logis sesuai pertimbangan berbagai aspek.
Mengkaji ulang dan memberikan persetujuan terhadap semua usulan
rencana kerja, jadual dan dokumen terkait pekerjaan konstruksi dan
pelaksanaan proyek yang telah dibuat oleh kontraktor.
Melakukan pengecekan untuk memastikan Kontraktor telah
menerapkan dan mengikuti prosedur, dan dokumen kontrak, sertja
jadual yang telah disepakati/disetujui.
Melakukan pengecekan dan memberikan persetujuan terhadap shop
drawing (gambar kerja) dan detail rencana kerja serta persiapan
pelaksanaan pekerjaan yang disiapkan oleh kontraktor.
Melakukan pengendalian dan pengecekan/inspeksi secara terus
menerus atas seluruh pekerjan yang dikerjakan oleh kontraktor.
Melakukan pengendalian melalui kegiatan rapat koordinasi secara rutin
dan berkala.
Segera mengambil langkah-langkah preventif bila ditemukan hal-hal
yang akan mengakibatkan keterlambatan atau permasalahan.
Melakukan pengawasan tambahan penyelidikan atau penelitian uji
hasil pelaksanaan pekerjaan dilapangan sesuai dengan keperluannya.
Memberikan saran dan persetujuan terhadap jadual pengadaan dan
jumlah bahan konstruksi yang diusulkan oleh kontraktor.
Memberikan saran dan petunjuk terhadap metode pengukuran dan
perhitungan volume pekerjaan dan membantu melakukan verifikasi
kemajuan kontrak dan pembayaran.
Bila diperlukan melakukan konfirmasi/verifikasi atau inspeksi atas
usulan bahan meterial ke ke pabrik pembuat peralatan dan bahan-
bahan konstruksi.
Menyiapkan laporan-laporan inspeksi dan kegiatan selama
pengawasan.
Melakukan sertifikasi untuk proses pembayaran kontraktor.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-8
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

Memeriksa mengoreksi dan menyetujui gambar purna laksana ( as


built drawings) yang telah dibuat dan diserahkan oleh kontraktor.

B. ASPEK KHUSUS PENGAWASAN.


Untuk alasan yang signifikan konsultan akan melakukan evaluasi , revisi
perbaikan dan penyesuaian desain dari waktu ke waktu pada saat
diperlukan oleh akibat, berbagai alasan pertimabangan, antara lain:
- penyesuaian kondisi lapangan.
- kondisi khusus struktur tanah.
- kepentingan umum terkait fasilitas umum.
- kualitas dan atau biaya.
- perubahan savety faktor sesuai fungsi konstruksi.
- keterbatasan space.
- terkait dengan utilitas dan sarana lain.
- perubahan bahan material.
- Dll.

Prosedur yang akan dilakukan konsultan berkaitan dengan aspek khusus


tersebut adalah:
a. Dimulai dari adanya usulan, temuan atau laporan permasalahan, baik
dari lapangan, maupun dari masyarakat yang terkait dengan dampak
pembangunan, maka Konsultan akan segera melakukan pengecekan,
evaluasi dan kajian perlu tidaknya dilakukan revisi.
b. Konsultan akan melaporkan kepada proyek mengenai hasil kajiannya,
dalam bentuk rekomendasi yang didukung oleh:
Kronologis kejadian.
Analisa kajian dan perhitungan.
Dasar dan standar yang dipakai sebagai acuan

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F-9
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

Metoda perhitungan dan rumus-rumus yang digunakan


Batasan-batasan dan asumsi yang digunakan.
Kerugian dan keuntungan dari aspek kualitas, waktu dan biaya.
c. Bila proyek setujui, maka segera konsultan menyiapkan gembar-
gambar revisi desain, lengkap dengan perhitungan volume pekerjaan
analisa biaya untuk disetujui dan ditandatangai menjadi bagian
dokumen yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor.
d. Menginstruksikan kepada Kontraktor untuk melaksanakan perubahan
tersebut..
e. Melakukan perhitungan dan menyiapkan sertifikat change order
(CCO), dan bila diperlukan menyiapkan MOU atau Addendum Kontrak.

F.3. TAHAPAN PELAKSANAAN SUPERVISI.

3.1. Tahap Persiapan.


Segera setelah Mobiisasi Personil dan Peralatan di lokasi tugas,
konsultan akan melakukan :
o Konsolidasi Tim Konsultan dan pembekalan tugas dan
tanggungjawab, dan penyamaan pemahaman terhadap tujuan
pekerjaan superisi yang akan dilakukan kepada seluruh personil
Tim.
o Melaporkan kegiatan mobilisasi yang telah dilakukan, termasuk
melakukan koordinasi awal untuk pengumpulan data seluruh
Dokumen Kontrak Pekerjaan Fisik, Laporan Studi/penyelidikan
tanah, Gambar-gambar perencanaan, dan Kontrak Pemborongan
Kontraktor.
o Informasi tentang pejabat atau instansi berwenang yang perlu
dihubungi sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan yang akan
dilaksanakan, dan Struktur Organisasi Proyek.
o Melakukan pengenalan dan orientasi lapangan (intern konsultan).

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 10
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

o Menyusun rencana kegiatan, organisasi pelaksanaan konsultan,


pembagian job deskripsi masing-masing personil, dan
pembekalan prosedur supervisi secara menyeluruh kepada
seluruh personil Tim Supervisi.
o Mengusulkan kepada proyek untuk segera dilakukan pertemuan
perkenalan awal (Pre Award Meeting), atau Kick of Meeting
(Pertemuan untuk menetapkan mekanisme kerja, dan koordinasi
kerja antar pihak-pihak yang akan terlibat dilapangan.

3.2. Kick of Meeting.


Merupakan pertemuan awal yang penting untuk dimanfaatkan sebagai
ajang pengenalan dan perkenalan antar pejabat/personil yang akan
terlibat dalam kegiatan proyek., sekaligus penyamaan persepsi atas
tugas dan fungsi masing-masing.
Hal-hal lain yang perlu dibahas dalam Kic of Meeting adalah:
a. Perkenalan Tim Kontraktor dengan proyek dan Tim Konsultan,
hingga person ke person.
b. Masing-masing memperkenalkan struktur organisasi dan daftar
personil yang terlibat dilapangan.
c. Membahas masalah umum dan rencana kegiatan pra konstruksi,
misalnya:
- Penempatan Kantor Lapangan, Kantor Direksi, Papan nama
proyek, Plant Kontraktor, gudang bahan material dan
peralatan.
- Rencana pengambilan material (lokasi quarry).
- Prosedur Job Mix Design (lab yang dipakai)
- Rencana urutan prioritas penanganan konstruksi.
- Lokasi buangan tanah, lumpur dari galian konstruksi.
- Akses jalan masuk dan jalan untuk transportasi material,
termasuk batasan beban yang diijinkan.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 11
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

- Perijinan, sosialisasi, ganti rugi, antisipasi/minimalisasi


gangguan umum , dll.
- Kelengkapan Kantor Direksi, (dokumen, gambar, meja kursi,
white board dan kelengkapan lain sesuai dokumen kontrak).
- Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (rinci), dilengkapi Net Work
Planning.
- Rencana Field Engineering bersama untuk seluruh lokasi
pekerjaan
- Rencana Pengukuran ulang (staking out).
d. Membahas mekanisme kerja, dan administrasi proyek yang akan
diterapkan, misalnya:
- Cara koordinasi dan komunikasi antar personil dilapangan
(telpon, radio, surat-menyurat, memo, buku instruksi, buku
tamu, dll.)
- Form-form atau format daftar isian untuk laporan, back up data
quantity dan quality, request, lembar monitoring, dll.
- Rapat koordinasi berkala (mingguan dan bulanan)
- Jam kerja di lapangan (kerja lembur, hari libur besar dan
minggu)
- Tanggal batas waktu laporan harus ditandatangani dan
diserahkan.
- Prosedur ijin pelaksanaan suatu pekerjaan (galian, pasangan
pondasi, pengecoran, pengaspalan jalan, dll.
- Prosedur dan cara pengujian bahan material, campuran beton,
aspal hot mix pelaksanaan, termasuk frekuensi sampling.
- Shop drawing dan as built drawing
- Perubahan gambar sesuai kondisi lapangan.
- Pekerjaan sementara (cofferdam, jembatan, jalam masuk,
pagar pengaman, struktur penyanggah, penyediaan air bersih,
penerangan, lokasi peninbunan material, dll.)

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 12
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

- Fasilitas kesehatan (P3K). dilapangan


- Survey pengukuran, pemasangan patok referensi dan setting
out saluran.
- Monhtly progress report (format dan termasuk isi laporan).
- Daily Report (3 copy)
- Dokumentasi bertanggal (sebelum, selama dan setelah
konstruksi) sebanyak 5 copy
- Lain-lain, seperti yang ada dalam General Condition dan
Spesification.

3.3. Field Engineering.


Merupakan kegiatan peninjauan lapangan yang dilakukan oleh 3 (tiga)
pihak untuk memeriksa apakah kondisi lapangan sesuai dengan yang
digambarkan dokumen kontrak.
Dari hasil field engineering tersebut, konsultan akan mencatat seluruh
temuan, usulan perubahan, pemindahan, penambahan,
pengurangan, penetapan lokasi-lokasi untuk pembuangan tanah dll.,
dalam bentuk catatan hasil field engineeering (Engineeing
Notification), berisi antara lain:
a. Daftar catatan perubahan, penambahan, pemindahan,
penghilangan atau penyempurnaan rencana pekerjaan berkaitan
dengan kondisi lapangan sebenarnya.
c. Penetapan urutan prioritas lokasi saluran yang akan
dilaksanakan.
d. Referensi patok koordinat elevasi yang masih dapat dipakai .
e. Beberapa lokasi yang perlu mendapat penanganan khusus (bila
ada), seperti;
- lokasi rawan kemacetan lalu-lintas;
- rawan longsor;

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 13
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

- lokasi perlu tidaknya dipasang sheet pile, jembatan


sementara;
- perlu tidaknya pengalihan lalulintas;
- perlu tidaknya pengalihan aliran air (saluran pengelak); dll.
f. Rencana survey pengukuran oleh kontraktor, termasuk jarak
patok bantu, cara pemasangan bouwplank.
g. Rencana lokasi penimbunan material di sepanjang saluran.
h. Rencana alternatif lokasi buangan tanah/limpur.
i. Dapat sekaligus dilakukan peninjauan ke lokasi quarry dan
pengambilan contoh bahan untuk uji lab. dan JMF

3.4. Survey Pengukuran (Staking Out).


Atas petunjuk konsultan, kontraktor dapat segera melakukan
pengukuran, memanjang, melintang, termasuk pengukuran situasi
jembatan (bila ada), outlet ke laut, flap gate (bila ada), outfall drain,
connected sub drain, fasilitas/bangunan umum , dll.
- Referensi sesuai yang ditetapkan Engineer atau sesuai yang
tercantum pada gambar.
- Data referensi akan diserahkan kepada kontraktor setelah
diterimanya SMPK.
- Kontraktor harus mengecek titik referensi yang ditunjukkan
sebelum dipakai sebagai referensi Setting Out dan memasang
sendiri BM tambahan dengan jarak tidak lebih 1 km antara dua
BM.

Patok-patok staking out diatas permukaan tanah harus ditempatkan


pada interval jarak sesuai kebutuhan dan untuk menjamin ketelitian
elevasi konstruksi, secara menerus dan terikat dalam satu titik
referensi yang sama.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 14
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

3.5. Perhitungan Mutual Check 0%.


Segera setelah diketahui hasil pengukuran, staking out dan hasil field
engineering, maka dapat dilakukan perhitungan bersama pada
progres 0% (Mutual Chech 0%), termasuk perhitungan pekerjaan
tambah kurang.
Hasil perhitungan ini akan digunakan untuk menentukan perlu
tidaknya dilakukan revisi jadual pelaksanaan pekerjaan, sebagai
akibat adanya perubahan volume pekerjaan, perubahan konstruksi,
dll.

3.6. Revisi Jadual Pelaksanaan Pekerjaan.

Biasanya baik konsultan maupun Kontraktor sedah memiliki Jadwal


Pelaksanaan yang dibuat sebelum mengetahui kondisi lapangan
sebenarya.
Segera setelah kegiatan Field engineering dan diketahui hasil MC0%
atau CCO-01, Kontraktor segera membuat Revisi Jadwal
Pelaksanaan Pekerjaan Rinci, yang dilengkapi dengan CPM/Network
terhadap dalam satuan waktu (hari kalendar).
Prosedur Revisi Jadual Pelaksanaan Pekerjaan adalah :
a. Satuan Kerja Semnetara Pengendalian Banjir dan Pengamanan
Pantai Provinsi NAD meminta Pelaksana fisik (kontraktor) untuk
membuat usulan rencana kerja secara tertulis yang harus
disetrujui oleh Konsultan Pengawas dalam waktu 7 x 24 jam
sebelum pelaksanaan dimulai. Usulan rencana kerja harus
meliputi Network Planning, Bar Chart Diagram dan rencana lokasi
kegiatan pekerjaan.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 15
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

b. Konsultan Pengawas menterjemahkan rencana kerja kontraktor


yang telah disetujui kedalam komputer menggunakan Microsof
Project sebagai alat pengendalian oleh Konsultan Pengawas dan
Tim Pengawas Teknis dari Pihak Pemilik Proyek (Owner).
c. Konsultan Pengawas harus melakukan analisis terhadap usulan
rencana kerja sebelum memberikan persetujuan. Analisis tersebut
meliputi aspek tenaga kerja, material atau bahan dan peralatan
serta aspeknya yang dinilai perlu.
d. Konsultan Pengawas dapat merevisi gambar design pelaksanaan
menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan atas persetujuan
bersama Direksi Pekerjaan.

Jadwal Pelaksanaan tersebut akan menjadi acuan (alat kontrol) untuk


menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dan pekerjaan seluruhnya.
Dari jadwal tersebut juga dapat dilihat kemajuan yang dicapai terjadi
keterlambatan atau tidak, sehingga pengendalian penyelesaian
pekerjaan dapat dikontrol dengan mengevaluasi setiap penyelesaian
masing-masing tahapan kegiatan.

3.7. Persiapan Akhir Pelaksanaan Konstruksi.

Setelah mempelajari dokumen-dokumen yang ada seperti gambar


kerja, Spesifikasi Teknis, dan mengetahui kondisi dan permasalahan
sesuai hasil fiel engineering, apabila diperlukan dalam rangka
sempunarnya hasil pekerjaan, Konsultan dapat menyampaikan
gambar-gambar, detail-detail dan spesifikasi tambahan kepada
Kontraktor setelah lebih dahulu didiskusikan dengan pihak proyek.

Proses selanjutnya adalah kontraktor dapat segera mengajukan Ijin


pelaksanaan untuk lokasi-lokasi mana yang perlu diprioritaskan

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 16
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

ditangani, dalam bentuk Request for Work. Prosedure pangajuan


request for work dapat dilihat pada bagan alur terlampir, dengan
tahapan:
- Kontraktor mengisi form Request for Work untuk diajukan
kepada konsultan.
- Konsultan melakukan pemeriksaan tentang kesiapan dilapangan,
pemakaian peralatan, persedian bahan, tenaga kerja, peralatan
pendukung dan kesesuaian dengan spesifikasi/gambar kerja.
- Dalam hal diperlukan shop drawing, maka kontraktor juga harus
mengajukan shop drawing untuk diperiksa dan disetujui
konsultan.

Konsultan Pengawas memeriksa dan memberi pendapat tentang


rencana harian (request) dan jadwal pelaksanaan untuk mencapai
cara kerja yang efektif dan efisien sesuai dengan kebijakan
pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan/Supervisi Pantai Aceh Timur

Dilain tahapan, kontraktor juga harus sudah menyelesaikan:


- Proses pengajuan persetujuan quarry, material yang dipakai,
persetujuan JMF (beton, aspal, tanah timbun).
- Proses pengajuan Shop drawing, termasuk brosur-brosur (bila
diperlukan), Contoh Material, sertifikat pabrik atau hasil uji Lab.
- Pengajuan Day works.

F.4. TAHAPAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI.

Kontraktor melaksanakan pekerjaan fisik dilapangan sesuai jadwal yang


telah ditetapkan dengan mengacu pada spesifikasi dan gambar.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 17
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

Konsultan Supervisi melaksanakan tugasnya dengan melakukan kontrol


dan pengendalian kualitas, kuantitas, waktu.
Kegiatan ini berjalan secara rutin, paralel dan simultan, yang terdiri dari
berbagai macam pekerjaan fisik, dengan beberapa lokasi pekerjaan yang
dapat bersamaan pelaksanaannya.
Secara umum kegiatan yang akan dilakukan oleh konsultan adalah :
a. Melaksanakan admisnistrasi proyek.
b. Secara terus menerus berada dilapangan untuk melakukan
monitoring dan pengecekan/pemeriksaan atas pekerjaan
kontraktor.
c. Mencatat seluruh kegiatan dilapangan (progres, material, peralatan,
tenaga kerja, cuaca, jenis kegiatan, permasalahan dll.)
d. Membuat laporan rutin, harian, mingguan hingga bulanan.
e. Memberikan saran, instruksi, teguran, dll.
f. Melakukan pengukuran hasil pekerjaan kontraktor
g. Melaporkan kepada Direksi Pekerjaan bila ditemukan persoalan di
lapangan
h. Melakukan sertifikasi pembayaran.
i. Menelaah bila ada tuntutan klaim dari kontraktor.
j. Menolak dan menyetujui bahanmaterial, peralatan dan kalufikasi
tenaga yang dipekerjakan oleh kontraktor.
k. Melaksanakan pemeriksaan dan memberikan pendapat/saran
perbaikan atas hasil pekerjaan yang dilakukan kontraktor.
l. Menyusun laporan dan menyerahkan kepada Direksi pekerjaan
tepat waktu.
m. Menyediakan form / formulir isian untuk seluruh proses dan
prosedur pelaksanaan pekerjaan.
n. Mengadakan rapat pertemuan dan rapat koordinasi secara rutin di
lapangan.
o. Melaksakan dokumentasi .

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 18
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

p. Membantu Direksi Pekerjaan pada tahap serah terima pekerjaan.

4.1. Kegiatan Administrasi.


Beberapa kegiatan administratif yang harus berjalan selama
pelaksanaan konstruksi, adalah:
- Surat-menyurat
- Ijin Pelaksanaan Pekerjaan harian (Request)
- Laporan harian Kontraktor
- Dokumentasi.
- Kontrol mutu pekerjaan/pengujian bahan dan hasil pekerjaan
lapangan dan lab.
- Penolakan atau penerimaan material dan hasil pekerjaan.
- /Instruksi/ Teguran/Saran.
- Opname hasil pekerjaan.
- Laporan mingguan.
- Monthly Progress Report.
- Monthly Certificate dan Monthly Payment.

4.2. Kegiatan Rapat Koordinasi.


Untuk kebutuhan kontrol dan pengendalian pekerjaan, maka perlu
dilakukan rapat koordinasi secara rutin dan berkala di lapangan.
- Rapat Koordinasi lapangan, dilakukan setiap seminggu sekali.
- Rapat koordinasi bulanan (di kantor proyek).
- Rapat insidental, untuk membahas masalah-masalah khusus.

Sedangkan Rapat intern dilakukan ditempat/kantor masing-masing


konsultan dan kontraktor, dengan memilih waktu yang tidak
berbenturan dengan rapat koordinasi lapangan.

4.3. Pengendalian Kuntitas Pekerjaan.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 19
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

Perubahan kondisi lapangan atau evaluasi yang terus menerus


dilakukan selama pelaksanaan konstruksi dapat menciptakan
pemikiran bersama untuk kesempurnaan sasaran/tujuan proyek,
sehingga menimbulkan perubahan dalam kebutuhan kuantitas
pekerjan.
Selain itu tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada suatu perencanaan
perhitungan yang tepat benar (100%) sempurna, sehingga volume
pekerjaan yang direncanakan berbeda dengan yang terrealisasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka salah satu jalan alternatif adalah
dengan melakukan Change Order, yang merupakan bagian dari proses
pengendalian kuantitas pekerjaan dan diatur dalam Kontrak.

Besarnya perubahan kuantitas pekerjaan yang di change maksimum


10% dari nilai kontrak.

Dalam hal ini konsultan akan mengeluarkan CCO (Certificate of


Change Order), yang akan menjadi acuan baru untuk dilaksanakan
oleh Kontraktor.
Beberapa kegiatan pengendalian kuantitas pekerjaan antara lain:
q. Field Engineering.
r. Mutual Check 0%
s. Instruksi Perubahan (Chage order), pengurangan atau
penambahan.
t. Mutual Chech 50% atau 100%
u. Revie design
v. Review Kuantitas pekerjaan.
w. Opname Pekerrjaan
x. Revisi Pembayaran.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 20
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

Selanjutnya metoda pengendalian kuantitas pekerjaan digambar


seperti, gambar berikut :

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 21
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 22
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

4.4. Pengendalian Kualitas Pekerjaan.


Pengendalian kualitas pekerjaan mengacu pada dokumen kontrak
fisik (Spesifikasi teknis), spesifikasi khusus, ketentuan tambahan lain
(dari sertifikasi pabrik, laboratorium, dan brosur-brosur).
Bentuk pengendalian kualitas pekerjaan, antara lain:
a. Melakukan Pemeriksaan atas bahan material yang diajukan
kontraktor terhadap contoh yang sudah disetujui.
b. Menolak dan menyetujui bahan material yang diajukan
kontraktor.
c. Memeriksa dimensi, dan leveling rencana pemasangan
konstruksi.
d. Memeriksa komposisi campuran spesi untuk pasangan dan
kompisi campuran beton.
e. Membantu kontraktor dalam membaca dan menerjemahkan
gambar perencanaan.
f. Memeriksa dan pengawasi cara dan metoda pelaksanakan
pekerjaan sesuai yang sudah diarahkan.
g. Melakukan penyelidikan/uji sampling tanah, beton.
h. Melakukan pemeriksaan di lokasi produksi campuran beton (bila
menggunakan beton ready mix.
i. Malakukan pemeriksaan uji material di laboratorium.
j. Melakukan analisa atas hasil pemeriksaa Laborarorium.
k. Memnerikan saran perbaikan untuk memperbaiki hasil kualitas
pekerjaan di lapangan.

Untuk pengendalian mutu pekerjaan beton, digambarkan seperti


bagan alir dibawah ;

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 23
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 24
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 25
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

4.5. Pengendalian Waktu.

Pembuatan Rencana Kerja secara rinci dan detail merupakan bagian


dari pengendalian waktu.
Mengingatkan dan melakukan pengecekan atas suatu informasi,
serta malakukan konfirmasi dan secara kritis memonitor dan
menganalisa suatu hasil prestasi yang dicapai dalam skala kecil, juga
merupakan bagian penting dalam pengendalian waktu.

Perangkat Kendali Waktu.


a. Bar Chart
b. Bar Graph
c. S - Curve
d. Critical Path Method / Network Planning

Pada umumnya kontrol waktu menggunakan cara CPM/Nerwork


(Metoda Jalur Kritis), walaupun tidak selalu mutlak CPM/Network
lebih unggul dari cara yang lain, namun untuk jenis pekerjaan
konstruksi (Pembangunan Drainase), cara CPM/Network dinilai lebih
efektif digunakan khususnya untuk pengendalian waktu.

Suatu Jadwal Rencana Pelaksanaan Pekerjaan tidak selalu dapat


dilaksanakan dengan sempurna, untuk itu perlu dilakukan monitoring
dan pengendalian sedemikian sehingga penyimpangan dari Jadwal
Rencana Pelaksanaan Pekerjaan dapat dikembalikan pada jalur
rencana yang ditetapkan.

Dari waktu ke waktu selama perjalanan pelaksanaan proyek, tidak


terlepas dari revisi jadwal (Reacheduling), hal tersebut dilakukan

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 26
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

untuk menyesuaikan dengan berbagai macam alasan yang ditemui


selama perjalanan pelaksanaan proyek, misalnya akibat:
- Adanya penambahan pekerjaan.
- Adanya perintah perubahan pekerjaan
- Perbedaan kondisi lapangan.
- Kekosangan supply material
- Ketiadaan tenaga kerja.
- Pemberhentian pekerjaan karena suatu sebab

Dan lain-lain hal yang dapat digolongkan sebagai gangguan terhadap


pelaksanaan proyek.
Sehingga suatu revisi (rescheduling) dan mingkin perpanjangan waktu
merupakan hal yang tidak dapat dihindari.

Pada akhirnya, kesuksesan pelaksanaan suatu proyek tidak terlepas


dari kemampuan managerial pihak-pihak yang terlibat dalam
pelaksanaan proyek.

Monitoring Lapangan.

Waktu pelaksanaan proyek di lapangan perlu dimonitor dengan cara


sebagai berikut:
- Pencatatan kegiatan-kegiatan di lapangan secara rinci dan
sistematis pada suatu format tertentu untuk memungkinkan
proses pengelolaan data selanjutnya.
- Pencatatan data mentah untuk perhitungan ataupun hasil kerja
lapangan baik peralatan ataupun tenaga kerja.
- Yang dimaksud data mentah adalah perkiraan kemajuan harian,
jumlah kuantity dan tenaga kerja dalam satuan tertentu.
- Faktor luar lainnya, misalnya cuaca, keadaan lapangan, dsb.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 27
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

Ini merupakan butir-butir penting yang wajib dan perlu tercantum pada
laporan lapangan.

Data dari lapangan diolah dan dicocokkan dengan asumsi-asumsi


pada penyusunan Jadwal Rencana Pelaksanaan Pekerjaan untuk
kemudian dilakukan prediksi dini kemungkinan terjadinya
keterlambatan.

Banyak sekali Inspector lebih tertarik untuk mengawasi kualitas


pekerjaan dengan menghiraukan laporan yang menjadi
tanggungjawabnya

Sistem pelaporan yang baik dan sistimatik adalah kunci kesuksesan


monitoring waktu.

Laporan palsu akan menyebabkan prediksi keliru


pada monitoring waktu.

Dokumentasi untuk kejadian/kegiatan/lokasi penting sebagai rekaman


visual akan lebih banyak berbicara dari pada laporan. Untuk itu foto
harus mencantumkan tanggal kejadian. Lokasi pengambilan dan
keterangan lainnya.

Tustel dengan fasilitas otomatis kalendering sangat disarankan.

Pengendalian Keluar.
Pengendalian keluar yang akan dilakukan konsultan adalah dengan
mengolah data hasil menitoring lapangan yang menghasilkan
prediksi-prediksi adanya keterlambatan karena faktor :

- Menurunnya hasil kerja lapangan


- Kurangnya peralatan
- Kurangnya tenaga kerja.
- Kesulitan mendapatkan material yang disyaratkan.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 28
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

- Kesulitan keuangan Kontraktor karena keterlambatan


pembayaran.
- Perbedaan keadaan lapangan dari asumsi perencanaan.
- Kesulitan pengerjaan.
Penting bagi pengawas tidak hanya jadi penonton dilapangan, dan
bila menyampaikan teguran keterlambatan, akan diikuti dengan
menyebutkan sumber-sumber keterlambatan yang menjadi
tanggungjwab Kontraktor.

Pengendalian Kedalam.
Pengendalian kedalam meliputi pengendalian personil dan
manajemen dari Team Supervisi/Direksi sendiri yang menyangkut
tugas dan tanggungjawabnya.

Pada Team harus ditanamkan prinsip pelayanan dan kepuasan


konsumen yang dilayani yang tentunya dengan batasan sesuai
ketentuan kontrak.
Dan itu akan menjadi prinsip kami dalam melaksanakan
tugas supervisi

Mengenai keterlambatan kami bahas dalam Bab Apresiasi dan


Inovasi.

4.6. Addendum Kontrak.


Dalam hal perlu dilakukannya perubahan pada salah satu atau
beberapa substansi yang tertuang dalam kontrak, atau perlu
dilakukan penambahan substansi baru, maka harus dilakukan
Addendum Kontrak, misalnya:
- Perubahan nilai kontrak (bertambah atau berkurang).
- Perubahan jangka waktu penyelesaian pekerjaan.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 29
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

- Perubahan cara pembayaran.


- Perubahan harga satuan, atau adanya penambahan harga
satuan baru.
- Dll.

4.7. Seritikasi Serah Terima Pekerjaan (Taking Over Certification).

a. Kontraktor dapat mengirim surat memberitahukan kapada


Konsultan dengan tembusan kepada Proyek, apabila seluruh
pekerjaan telah selesai dilaksanakan serta telah memenuhi
pengujian penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak.
b. Bersamaan dengan surat pemberitahuan tersebut, kontraktor
secara tertulis juga membuat surat kesanggupan untuk
menyelesaikan, memelihara, dan memperbaiki kerusakan,
ketidak sempurnaan pakerjaan selama masa pemeliharaan
(Defect Liability Period).
c. Surat pemberitahuan selesai dan surat kesanggupan
tanggungjawab atas masa pemeliharaan tersebut dapat
dianggap sebagai request untuk meminta diterbitkannya Taking
Over Certificate.
d. Konsultan akan menentukan sesuai pendapatnya pekerjaan
dapat diterima atau memberikan instruksi yang masih perlu
dikerjakan oleh kontraktor sebelum Taking Over Certificate
diterbitkan.
e. Kontraktor akan diberikan Taking Over Certificate yang
memuaskan selama masa 21 hari dengan catatan perbaikan
yang perlu dilakukan.

4.8. Masa Pemeliharaan (Defect Liability Period).

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 30
DOKUMEN USULAN TEKNIS SUPERVISI PANTAI ACEH TIMUR

a. Masa pemeliharaan dihitung setelah tanggal diterbitkannya


surat Serah Terima (Taking Over Certificate) selama waktu yang
ditentukan dalam kontrak..
b. Dalam waktu yang telah ditentukan dari penerbitan Taking Over
Certificate, Kontraktor harus menyerahkan Surat Pernyataan
Penyelesaian Pekerjaan (Statement at Completion) bersama
dengan dokumen pelengkap yang disetujui Konsultan.

4.9. Final Complation.


a. Tidak lebih dari waktu yang ditentukan dari penerbitan Sertifikat
Masa Pemeliharaan (Defect Liability Certificate), Kontraktor
harus menyerahkan Draft Final Statement bersama dengan
dokumen pelengkap yang disetujui Konsultan, nilai pekerjaan
yang dikerjakan sesuai kontrak, hal lain yang menurut kontraktor
menjadi kewajibannya sesuai kontrak.
b. Bila Konsultan tidak sependapat dengan yang tertuang dalam
Draft Final Statement yang disampaikan kontraktor, maka
kontraktor harus menyampaikan informasi lainnya yang dapat
diterima.
c. Konsultan segera menyiapkan dan menyampaikan Final
Statement sesuai yang disepakati bersama.

PT. SUWANDA KARYA MANDIRI


F - 31